Anda di halaman 1dari 13

MODUL 1 PARAMETER GERBANG LOGIKA

Gregorius Henry (13214018)


Asisten: Ariq Eka Prasetya
Tanggal Percobaan: 30/09/2015
EL2102-Praktikum Sistem Digital
Laboratorium Dasar Teknik Elektro - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB

Abstrak dari IC gerbang logika. Dalam percobaan ini


praktikan diminta untuk memberikan input tertentu
Praktikum Modul 1 Parameter Gerbang Logika secara
pada dua macam IC inverter dan melihat hasil
garis besar ingin memperkenalkan kepada praktikan
output dari IC tersebut pada osiloskop. Hasil output
mengenai gerbang logika. Modul ini terdiri dari 6 percobaan
pada osiloskop tersebut akan menunjukkan transfer
yang seluruhnya berkaitan dengan gerbang logika yang akan
voltage yang terjadi pada IC tersebut.
banyak dipergunakan dalam mata kuliah Sistem Digital
maupun dalam praktikum-praktikum selanjutnya. Diawali Percobaan berikutnya akan lebih berkonsentrasi
dengan percobaan-percobaan yang berkaitan dengan pada noise margin dari kedua IC inverter yang
karakteristik dari IC gerbang logika, praktikan diajak telah dipergunakan dalam percobaan sebelumnya.
untuk mengenali dan memahami karakteristik dari gerbang Percobaan ini mempergunakan rangkaian yang
logika di antaranya voltage transfer, noise margin, dan telah dipergunakan sebelumnya namun input
propagation delay. Pada praktikum ini juga dilakukan pada osiloskop dipertukarkan antara kanal
percobaan yang berkaitan dengan output yang dihasilkan pertama dengan kanal yang kedua. Hasil yang
oleh gerbang logika, baik itu dari segi operating point keluar pada osiloskop dalam percobaan ini akan
maupun dari nilai output yang dihasilkan. Terakhir dibandingkan dengan hasil yang keluar pada
praktikan diminta untuk melakukan percobaan merangkai percobaan sebelumnya sehingga praktikan dapat
rangkaian kombinasional sederhana dengan mempergunakan mengetahui noise margin high dan noise margin low
IC logika yang ada. Dari percobaan ini diharapkan dari IC yang bersangkutan.
praktikan mampu memahami mengenai hokum-hukum
logika dan cara menerapkannya pada rangkaian. Percobaan ketiga merupakan percobaan mengenai
propagation delay. Karena keterbatasan
Kata kunci: gerbang logika, operating point, noise kemampuan osiloskop yang dimiliki oleh
margin, propagation delay, voltage transfer. laboratorium, praktikan mempergunakan
konfigurasi 4 buah gerbang yang diserikan.
Percobaan ini tidak berbeda jauh dengan
1. PENDAHULUAN percobaan sebelumnya, pertama-tama praktikan
akan memberikan input tertentu pada IC dan
Praktikum modul 1 Parameter Gerbang Logika mengamati output yang dihasilkan oleh IC
memiliki beberapa tujuan. Setelah melakukan tersebut pada osiloskop. Hasil yang diamati pada
praktikum ini, praktikan diharapkan untuk: osiloskop akan bisa memberikan kepada kita nilai
propagation delay IC tersebut..
Mengenal dan memahami beberapa
karakteristik dari gerbang logika di Percobaan keempat adalah verifikasi gerbang
antaranya voltage transfer, noise margin, logika. Pada percobaan ini, praktikan diberikan 2
dan propagation delay. buah IC logika yang nomor serinya telah

disamarkan oleh pihak laboratorium. Praktikan


Mengenal dan memahami parameter dari
diminta untuk mencari mengenai jenis IC logika
gerbang logika yaitu operating point yang
merepresentasikan range logika HIGH yang dipergunakan berdasarkan hubungan input
dan LOW. dan output yang terukur.

Percobaan selanjutnya merupakan percobaan


Dapat membuat rangkaian kombinasional
mengenai rangkaian kombinasional sederhana.
sederhana menggunakan IC logika CMOS.
Dalam percobaan ini praktikan diminta untuk
melakukan konversi suatu persamaan logika
Praktikum ini terdiri dari enam buah percobaan sederhana ke dalam bentuk lainnya. Pada
yang berkonsentrasi pada pengenalan dan akhirnya, bentuk akhir dari persamaan ini akan
pemahaman karakteristik dari gerbang logika. dirangkai dan dicek mengenai fungsionalitas dari
Percobaan pertama dan kedua dalam modul ini rangkaian tersebut.
adalah mengenai voltage transfer dan noise margins
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 1
Praktikum keenam membahas mengenai gerbang Tabel kebenaran gerbang AND:
logika NOR TTL. Pada percobaan ini, praktikan
akan diminta untuk melakukan memberikan
berbagai macam input pada gerbang logika NOR INPUT OUTPUT
TTL ini dan melakukan pengecekan tegangan
yang dikeluarkan oleh gerbang logika tersebut.
Diharapkan dengan melakukan percobaan kelima
dan keenam, praktikan mampu membedakan A B A AND B
keluaran yang diberikan oleh sebuah gerbang
logika.
0 0 0

2. STUDI PUSTAKA

2.1 GERBANG LOGIKA 0 1 0


Dalam elektronika, sebuah gerbang logika adalah
devais ideal ataupun nyata yang menerapkan
fungsi Boolean; yang memiliki fungsi untuk 1 0 0
melakukan operasi logika pada satu atau lebih
input logika, dan menghasilkan sebuah output
logika. Tergantung pada konteksnya, gerbang
logika biasanya merujuk pada gerbang logika 1 1 1
ideal, di mana tidak memiliki keterbatasan
apapun, atau dalam kasus tertentu akan merujuk
pada devais nyata yang tidak ideal. [1]
OR
Untuk menghasilkan suatu gerbang logika,
biasanya saklar, katup, ataupun transistor sering Simbol gerbang OR:
dipergunakan. Gerbang logika yang paling simpel
adalah Resistor-Transistor Logic atau biasa dkenal

dengan singkatan RTL hanya mempergunakan
transistor bipolar di dalam sistemnya. Ada pula
jenis lain yang mempergunakan transistor dioda Aljabar Boolean gerbang OR:
+
sehingga dikenal dengan nama Diode-Transistor
Logic (DTL). Ada pula Transistor-Transistor Logic
(TTL), MOSFETs yang terbagi lagi menjadi PMOS
dan NMOS, dan yang terbaru merupakan gerbang
logika CMOS.
Ada beberapa jenis gerbang logika yang kita kenal
dalam sistem digital:
AND

Simbol gerbang AND:

Gambar 2-1 Simbol Gerbang AND

Aljabar Boolean gerbang AND:


.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 2


Tabel kebenaran gerbang OR: NAND

Simbol gerbang NAND:

INPUT OUTPUT


A B A OR B Aljabar Boolean gerbang NAND:

.

Tabel kebenaran gerbang NAND:

0 0 0
INPUT OUTPUT

0 1 1
A B A NAND B

1 0 1
0 0 1

1 1 1
0 1 1

NOT 1 0 1

Simbol gerbang NOT:

1 1 0

Aljabar Boolean gerbang NOT:


Tabel kebenaran gerbang NOT:


NOR

Simbol gerbang NOR:
INPUT OUTPUT



A NOT A Aljabar Boolean gerbang NOR:


+

0 1

1 0

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 3


Tabel kebenaran gerbang NOR: Tabel kebenaran gerbang XOR:

INPUT OUTPUT INPUT OUTPUT

A B A NOR B A B A XOR B

0 0 1 0 0 0

0 1 0 0 1 1

1 0 0 1 0 1

1 1 0 1 1 0

XOR XNOR

Simbol gerbang XOR: Simbol gerbang XNOR:

Aljabar Boolean gerbang XOR: Aljabar Boolean gerbang XNOR:


Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 4


Tabel kebenaran gerbang XNOR: 2.3 OPERATING POINT
Dari karakteristik voltage transfer kita bisa
mendapatkan beberapa hal, salah satunya adalah
INPUT OUTPUT operating point.
Operating point merupakan nilai tegangan
keluaran yang dihasilkan oleh gerbang logika
A B A XNOR B yang biasa diidentifikasi sebagai keluaran bernilai
LOW dan bernilai HIGH. Karena tegangan
keluaran bergantung pada tegangan masukan,
untuk mendapatkan nilai HIGH operating point
0 0 1 secara utuh untuk keluaran inverter, nilai LOW
operating point harus menjadi masukan inverter.
Begitu pula sebaliknya sehingga diperlukan
0 1 0 konfigurasi umpan balik atau yang menyerupai.

1 0 0

1 1 1

2.2 VOLTAGE TRANSFER


Karakteristik static voltage transfer dari sebuah
gerbang logika adalah plot dari tegangan keluaran
gerbang logika Vout dibandingkan dengan
tegangan masukan gerbang logika Vin.
Secara matematis, kita bisa mendeskripsikan
karakteristik voltage transfer sebagai: Gambar 2-2 Karakteristik Operating Point
= ( )

Istilah statis di sini pun dipergunakan karena kita 2.4 NOISE MARGIN
tidak memperhitungkan faktor waktu yang di Hal lain yang bisa kita dapatkan dari static voltage
antaranya merupakan waktu tunda pada gerbang transfer adalah noise margin. Noise atau yang biasa
logika. Berikut ini merupakan grafik yang dikenal dengan sebutan derau merupakan
memperlihatkan static voltage transfer pada tegangan efektif dari satu atau lebih masukan
gerbang inverter.[2] gerbang logika yang ditambahkan atau dikurangi
terhadap tegangan normal. Tegangan normal
adalah titik operasi yang stabil.
Noise margin sendiri merupakan jumlah dari
tegangan derau efektif yang bisa ditoleransi tanpa
oleh input tanpa mengubah nilai keluaran
gerbang logika.
Untuk mendapatkan nilai noise margin, diperlukn
dua nilai tegangan yang didapatkan dari grafik
karakteristik transfer yaitu dua tegangan input
yang memiliki gradient = -1 seperti yang ditandai
Gambar 2-1 Grafik Karakteristik Voltage Transfer di gambar berikut ini.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 5


Gambar 2-2 Dua Jenis Delay Propagasi

Selain hal-hal yang telah disebutkan di atas,


terdapat worst case propagation delay (tpd), yaitu
Gambar 2-3 Posisi titik VIL, VIH, VOL, dan VOH pada
nilai maksimum antara tphl dan tplh. Nilai tPD
Grafik VOUT terhadap VIN memiliki nilai rata-rata (average) yang dirumuskan
sebagai:
Tegangan yang lebih rendah dari kedua tegagan
ini disebut V input LOW yang dituliskan Vil dan =
+

yang lebih tinggi disebut V input HIGH yang 2

dituliskan Vih. Kedua tegangan ini merupakan [2]


tegangan perkiraan yang dianggap sebagai
tegangan batas yang masih dikenali sebagai jenis
masukan logika HIGH dan LOW.
3. METODOLOGI
Dengan mempergunakan tegangan ini beserta
Alat-alat yang dipergunakan dalam praktikum ini
tegangan Voh dan Vol, kita bisa mendapatkan
adalah sebagai berikut:
static voltage noise margin untuk gerbang logika.
Untuk LOW noise margin dirumuskan sebagai: 1. Kit Praktikum Gerbang Logika NOR TTL
=

2. Kit Praktikum Parameter Gerbang Logika


Sedangkan HIGH noise margin dapat dirumuskan
menjadi: 3. Project Board
=

4. Power Supply
[2]
5. Osiloskop
2.5 GATE DELAY 6. Generator Sinyal
Propagation delay terbagi menjadi dua jenis, yaitu 7. Komponen IC Gerbang Logika 7400
high to low propagation time (tphl) dan low to high
propagation time (tplh). Kedua parameter tersebut 8. Kabel Jumper
dapat diketahui dengan melakukan pengukuran 9. Kabel BNC-BNC
pada posisi 50% tegangan maksimal dari bentuk
gelombang Vin dan Vout. 10. Kabel BNC-Probe Kait
11. Kabel BNC-Jepit Buaya
12. Kabel BNC-Banana
13. Kabel Banana-Banana
14. Kabel Banana-Jepit Buaya

Pada praktikum ini juga terdapat beberapa


prosedur yang harus selalu diperhatikan seperti:
1. Mematikan catu daya saat merangkai atau
mengubah rangkaian dan mengganti IC.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 6


2. Memeriksa nilai VCC dan GROUND yang kanal masukan hingga terlihat 1 titik kecil
diberikan terhadap pin IC. dan menempatkan titik ini pada tengah
osiloskop atau sumbu koordinat. Setelah
ini, kami menekan tombol GND kembali
Berikut merupakan penjelasan-penjelasan lebih untuk melakukan pengamatan.
lanjut mengenai masing-masing percobaan yang
10. Kami melihat hasil keluaran pada
dilakukan pada praktikum kali ini.
osiloskop dan melakukan analisis.
11. Kami mencatatkan hasilnya pada Buku
Percobaan 1A Voltage Transfer Characteristic Catatan Laboratotium kami.
dan Noise Margins dari IC 74LS04
Percobaan ini akan mengajak praktikan untuk Percobaan 1B Mencari Nilai NMl dan NMh
mencari karakteristik transfer voltage dari sebuah
inverter 74LS04 dan inverter CMOS 7400. Percobaan ini akan mengajak praktikan untuk
mencari karakteristik static noise margin dari
Pada percobaan ini, dipergunakan alat-alat sebuah IC 74LS04 dan inverter CMOS 4007.
sebagai berikut:
Pada percobaan ini, dipergunakan alat-alat
1. Power Supply DC sebagai berikut:
2. Generator Sinyal 1. Power Supply DC
3. Osiloskop 2. Generator Sinyal
4. Kit Praktikum Parameter Gerbang Logika 3. Osiloskop
4. Kit Praktikum Parameter Gerbang Logika
Langkah-langkah dalam percobaan ini adalah
sebagai berikut:
Langkah-langkah dalam percobaan ini adalah
1. Kami mempersiapkan kit praktikum sebagai berikut:
Parameter Gerbang Logika Percobaan 1A
dan 1B. 1. Kami mempersiapkan kit praktikum
Parameter Gerbang Logika Percobaan 1A
2. Kami menset keluaran generator sinyal dan 1B.
segitiga dengan frekuensi maksimal 1 kHz
dan tegangan puncak 5V. Kami juga 2. Kami menggambarkan kembali pada
mempergunakan offset DC dan membuat Buku Catatan Laboratorium mengenai
nilai keluaran sedemikian mungkin keluaran mode XY dari percobaan
hingga memiliki tegangan minimum sebelumnya pada tempat terpisah.
keluaran sebesar 0V. 3. Kami mengulangi langkah-langkah yang
3. Kami mencek keluaran generator sinyal telah dilakukan pada praktikum
dengan mempergunakan osiloskop dengan sebelumnya untuk inverter TTL 74LS04.
mode coupling DC terlebih dahulu sebelum 4. Kami menurkarkan posisi probe osiloskop
menyambungkannya pada kit. kanal 1 dengan kanal 2 sehingga posisinya
4. Kami menyambungkan output generator bertukar dari percobaan sebelumnya.
sinyal ke input gerbang logika (IN). 5. Kami mengamati sinyal keluaran inverter
5. Kami menyambungkan kanal 1 osiloskop dalam mode X-Y dan melakukan analisis.
dengan input gerbang logika (IN). 6. Kami mencari nilai dan posisi Vol, Voh,
6. Kami menyambungkan kanal 2 osiloskop Vil, dan Vih dengan ketelitian 1 desimal.
terhadap output gerbang logika (OUT). 7. Kami juga mencari nilai NMh dan NMl
7. Kami menset power supply pada berdasarkan rumus yang telah diberikan
tegangan 5 V dan menyambungkannya dan melakukan pembandingan dengan
dengan VCC dan GND. datasheet.

8. Kami menset osiloskop pada mode X-Y. 8. Kami mencatatkan hal-hal tersebut pada
Buku Catatan Laboratorium kami.
9. Sebelum melakukan pengamatan, kami
mengatur posisi sinyal pada mode X-Y 9. Kami mengulangi langkah-langkah
dengan menekan tombol GND pada kedua tersebut pada inverter CMOS 4007.
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 7
Percobaan 1C Delay Propagasi 10. Kami mencatatkan hasil yang kami
dapatkan pada Buku Catatan
Percobaan ini akan mempergunakan gerbang
Laboratorium.
logika AND yang memiliki 2 masukan (IC 7408).
Karena keterbatasan kemampuan osiloskop, 11. Kami mengubah setting triggering
praktikan akan mempergunakan konfigurasi 4 menjadi negative edge dan mengulangi
buah gerbang yang telah diserikan. semua langkah di atas.
Dengan mempergunakan konfigurasi ini, nantinya 12. Kami mempergunakan nilai-nilai yang
nilai delay propagasi yang didapatkan harus telah didapatkan untuk mencari nilai tpd
dibagi empat terlebih dahulu untuk mendapatkan dan tpd rata-rata.
nilai sebenarnya.
13. Kami membandingkan nilai tpd dan tpd
Pada percobaan ini, dipergunakan alat-alat rata-rata yang telah kami dapatkan
sebagai berikut: dengan yang tertulis pada datasheet dan
melakukan analisis.
1. Power Supply DC
2. Generator Sinyal
Percobaan 1D Verifikasi Fungsi Logika
3. Osiloskop
Percobaan ini mengajak praktikan untuk mencari
4. Kit Praktikum Parameter Gerbang Logika
jenis IC logika yang dipergunakan berdasarkan
hubungan input-output yang terukur.
Langkah-langkah dalam percobaan ini adalah Pada percobaan ini, dipergunakan alat-alat
sebagai berikut: sebagai berikut:
1. Kami mempersiapakan kit praktikum 1. Power Supply DC
Parameter Gerbang Logika Percobaan 1C.
2. Osiloskop
2. Kami menyambungkan power supply
3. Kit Praktikum Parameter Gerbang Logika
dengan VCC dan GND kit praktikum.
3. Kami menyalakan power supply.
Langkah-langkah dalam percobaan ini adalah
4. Kami mengubah setting triggering dengan
sebagai berikut:
mempergunakan tombol slope menjadi
positive edge. 1. Kami mempersiapkan kit praktikum
Parameter Gerbang Logika Percobaan 1D.
5. Kami menset setiap kanal input menjadi 1
V/DIV dan menyambungkan ground 2. Kami mempergunakan salah satu kanal
channel 1 dan channel 2 serta menset osiloskop untuk mengukur tegangan
TIME/DIV ke posisi terendah osiloskop keluaran dari gerbang logika yang akan
yaitu 0,2 us. diukur pada pin OUT.
6. Kami menset keluaran generator sinyal 3. Kami membuat tabel logika dari gerbang
menjadi sinyal kotak dengan frekuensi yang dipakai dengan memvariasikan
600 kHz. Kami mempergunakan port ketiga masukan gerbang logika
OUTPUT sebagai keluaran dan tidak lupa menggunakan tegangan dari power
untuk mencek keluaran sinyal generator supply. Untuk logika HIGH kami
dengan mempergunakan osiloskop mempergunakan Vcc power supply yang
sebelum menyambungkannya dengan telah diset bernilai 5 V, dan untuk logika
gerbang logika. LOW kami mempergunakan ground
power supply.
7. Kami menampilkan keluaran dari kedua
kanal sehingga bentuk pulsa pada saat 4. Kami melakukan analisis dari hasil yang
naik pada kanal 1 dan kanal 2 dapat kami dapatkan dan mencoba untuk
diamati secara utuh. menebak fungsi logika apa yang terdapat
pada IC yang disamarkan tersebut.
8. Kami mempergunakan tombol X1/MAG
untuk memperbesar hasil yang kami 5. Kami mencatatkan hasil kami pada Buku
dapatkan. Catatan Laboratorium.
9. Kami mengatur posis vertikal kedua
sinyal sehingga posisi 50% pada sumbu X.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 8


Percobaan 1E Rangkaian Kombinasional multimeter ke terminal OUT untuk
Sederhana mengukur tegangan.
Percobaan ini mengajak praktikan untuk 3. Kami memberikan input IN A, IN B, dan
mengkonversikan suatu persamaan logika ke IN C dengan logika 0 (tegangan 0 V) dan
dalam bentuk lainnya. melakukan pembacaan pada OUT.
Pada percobaan ini, dipergunakan alat-alat 4. Kami mengubah salah satu nilai input
sebagai berikut: menjadi 1 (tegangan 5 V) dan melakukan
pembacaan tegangan pada OUT.
1. Power Supply DC
2. Osiloskop 5. Kami mengubah dua nilai input menjadi 1
(tegangan 5 V) dan melakukan
3. Project Board pembacaan tegangan pada OUT.
4. IC CMOS 7400 6. Kami mengubah semua nilai input
menjadi 1 (tegangan 5 V) dan melakukan
pembacaan tegangan pada OUT.
Langkah-langkah dalam percobaan ini adalah
sebagai berikut: 7. Kami mencatat hasil pembacaan nilai
tegangan pada OUT pada Buku Catatan
1. Kami membuat sebuah persamaan logika Laboratorium.
sederhana:
= +

menjadi persamaan yang hanya memuat


operasi NAND dan NOR saja. 4. HASIL DAN ANALISIS
2. Kami merancang dan menggambarkan Berikut ini merupakan data hasil percobaan dan
rangkaian tersebut pada Buku Catatan uraian analisis yang diperolah saat melakukan
Laboratorium dan membuat rangkainnya percobaan-percobaan pada praktikum modul 1
dengan mempergunakan IC CMOS 7400 Parameter Gerbang Logika.
yang telah tersedia pada project board.
3. Kami memverifikasi fungsionalitas Percobaan 1A Voltage Transfer Characteristic
rangkaian kami dengan memberikan dan Noise Margins dari IC 74LS04
kombinasi berbagai input yang mungkin
dan membandingkannya dengan tabel Hasil output pada osiloskop untuk percobaan 1A
kebenaran yang diharapkan Voltage Transfer Characteristic dan Noise Margins
dari IC 74LS04:
4. Kami membuat analisis dari percobaan
berikut ini dan mencatatkan hasilnya
pada Buku Catatan Laboratorium.

Percobaan 1F Gerbang Logika NOR TTL


Pada percobaan ini, dipergunakan alat-alat
sebagai berikut:
1. Power Supply DC
2. Multimeter Digital
Gambar 4-3 Keluaran Osiloskop pada IC 74LS04
3. Kit Praktikum Gerbang Logika NOR TTL

Langkah-langkah dalam percobaan ini adalah


sebagai berikut:
1. Kami mempersiapkan kit praktikum
Gerbang Logika NOR TTL.
2. Kami menghubungkan VCC dan GND ke
power supply 5 V dan menghubungkan

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 9


Vmin pada praktikum ini, generator sinyal tidak
bisa membuat Vmin bernilai 0 tanpa merubah
bentuk sinyalnya. Maka kami memutuskan untuk
membiarkan Vmin bernilai -2,48 V namun tidak
merubah bentuk dari sinyal tersebut.

Percobaan 1B Mencari Nilai NML dan NMH


Hasil output pada osiloskop untuk percobaan 1B
Mencari Nilai NML dan NMH dari IC 74LS04:
Gambar 4-2 Plot Grafik VOUT terhadap VIN pada IC 74LS04

Hasil output pada osiloskop untuk percobaan 1A


Voltage Transfer Characteristic dan Noise Margins
dari IC CMOS 4007:

Gambar 4-5 Keluaran Osiloskop pada IC 74LS04

Gambar 4-3 Keluaran Osiloskop pada IC CMOS 4007

Gambar 4-6 Plot Grafik VOUT terhadap VIN pada IC 74LS04


Beserta Inversnya

Hasil output pada osiloskop untuk percobaan 1B


Mencari Nilai NML dan NMH dari IC CMOS 4007:

Gambar 4-4 Plot Grafik VOUT terhadap VIN pada IC CMOS


4007

Terlihat pada gambar yang diberikan oleh


osiloskop bila hasil output terlihat putus-putus
dan banyak goyangan pada output IC 74LS04
maupun pada IC CMOS 4007. Kemungkinan besar
hasil yang tidak jelas ini disebabkan oleh
keterbatasan alat osiloskop yang tidak mampu
meredam noise dari hasil output tersebut.
Gambar 4-7 Keluaran Osiloskop pada IC CMOS 4007
Saat membandingkan antara IC TTL 74LS04
dengan IC CMOS 4007 terdapat sebuah perbedaan
yang terlihat dengan jelas merupakan noise yang
terjadi pada hasil output kedua IC inverter tersebut.
Pada IC TTL 74LS04 bisa dilihat terdapat jauh lebih
banyak noise bila dibandingkan dengan IC CMOS
4007.
Perlu dicatatkan bahwa terdapat beberapa
kesalahan pada percobaan ini. Ketika mengeset
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 1
0
Percobaan 1C Delay Propagasi
Hasil output pada osiloskop untuk Percobaan 1C
Delay Propagasi:

Gambar 4-8 Plot Grafik VOUT terhadap VIN pada IC CMOS


4007 Beserta Inversnya

Dari grafik di atas, terlihat bahwa nilai VIL, VIH, Gambar 4-9 Plot Grafik Delay Propagasi IC 74LS08
VOL, dan VOH untuk IC 74LS04 adalah: pada keadaan Positive Edge
VIL = 1,2 V
VIH = 1,5 V
VOL = 0,2 V
VOH = 7,3 V
Sedangkan untuk IC CMOS 7400, nilai VIL, VIH,
VOL, dan VOH adalah sebagai berikut.
VIL = 1,2 V
VIH = 1,5 V
VOL = 0 V
VOH = 7,5 V
Gambar 4-10 Plot Grafik Delay Propagasi IC 74LS08
Dengan demikian, nilai noise margin untuk kedua pada keadaan Negative Edge
IC adalah sebagai berikut.
Dari grafik di atas, dapat terlihat bahwa:
IC 74LS04
0,1
= = 1,2 0,2 = 1 = = 7,3 1,5 = 6,8
= = 25

IC CMOS 4007 0,15

=
= = 1,2 0 = 1,2 = = 7,5 1,5 = 6 = 37,5
4

Bila kita membandingkan nilai-nilai yang = max{ , } = 37,5

didapatkan pada saat praktikum dengan referensi 25 + 37,5

yang diberikan, terdapat beberapa nilai yang


( )= = 31,25

mendekati dengan referensi yang diberikan. 2

Dari perhitungan yang dilakukan di atas, terdapat


Namun tidak sedikit pula yang berbeda cukup
beberapa perbedaan antara hasil praktikum dengan
jauh dengan referensi yang didapatkan dari
referensi yang didapatkan dari datasheet. Faktor
datasheet. Kemungkinan besar hal ini disebabkan
perbedaan antara kedua nilai ini disebabkan oleh
perbedaan tegangan input yang diberikan saat
keterbatasan penglihatan saat menentukan delay
praktikum dan pada referensi. Kesalahan lain
terjadi juga karena keterbatasan penglihatan propagasi dengan mempergunakan osiloskop. Maka
manusia yang membuat pengukuran tidak tepat. dari itu, perbedaan masih dapat terjadi. Namun
perbedaan antara hasil praktikum dengan referensi
tidak terlalu jauh.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 11


Percobaan 1D Verifikasi Fungsi Logika Percobaan 1E Rangkaian Kombinasional
Sederhana
Hasil percobaan 1D Verifikasi Fungsi Logika
disajikan dalam table berikut ini: Berikut ini merupakan pernyataan yang akan
Tabel 4-4 Hasil Percobaan pada IC Pertama dipergunakan dalam merangkai rangkaian
kombinasional sederhana.
= +

Input 1 Input 2 Input 3 Output


Karena diminta untuk membuat rangkaian
kombinasional sederhana hanya dengan
1 1 1 0
mempergunakan gerbang NAND dan NOR, maka
persamaan di atas harus dikonversi menjadi
1 1 0 1 pernyataan yang lain. Penurunannya adalah
sebagai berikut.
1 0 1 1 = +
= .

Dengan demikian pernyataan tersebut dapat


1 0 0 1
dibuat hanya dengan mempergunakan gerbang
NAND saja. Rangkaian yang dibuat adalah
0 1 1 1
sebagai berikut.
0 1 0 1

0 0 1 1

0 0 0 1

Dari tabel di atas dapat dilihat semua macam


input yang diberikan pada IC pertama
menghasilkan output HIGH kecuali ketika input
yang diberikan bernilai HIGH ketiganya. Maka
dari itu, dapat disimpulkan kalau IC tersebut
Gambar 4-11 Rangkaian Kombinasional Sederhana
merupakan IC gerbang NAND.
Tabel 4-2 Hasil Percobaan pada IC Kedua
Ketika diuji, rangkaian tersebut memberikan
output sebagai berikut.
Input 1 Input 2 Input 3 Output Tabel 4-3 Hasil Pengujian Rangkaian Kombinasional
Sederhana
1 1 1 1
A B VOUT (V) Output
1 1 0 0
1 1 2,55 1
1 0 1 0
1 0 1,87 1
1 0 0 0
0 1 1,84 1
0 1 1 0
0 0 160m 0
0 1 0 0
Dari tabel hasil percobaan di atas, terlihat jelas
0 0 1 0 bahwa ada perbedaan di antara output HIGH dan
LOW yang muncul. Output HIGH berkisar di antara
0 0 0 0 1,5 V hingga 2,5 V sedangkan output LOW berkisar
di antara 150 mV. Karena terdapat perbedaan yang
Dari tabel di atas dapat dilihat semua macam jelas di antara nilai LOW dan HIGH, maka dapat
input yang diberikan pada IC kedua disimpulkan bahwa tiga output
menghasilkan output LOW kecuali ketika input
yang diberikan bernilai HIGH ketiganya. Maka
dari itu, dapat disimpulkan kalau IC tersebut
merupakan IC gerbang AND.
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 12
pertama bernilai 1 dan output terakhir bernilai 0. DAFTAR PUSTAKA
Dengan demikian, tabel kebenaran yang
[1] Jaeger, Microelectronics Ciruit Design, McGraw-
dihasilkan oleh rangkaian tersebut sesuai dengan
Hill, 1997.
tabel kebenar OR, yang memberikan keluaran
bernilai 1 selama ada input yang bernilai 1. [2] Mervin T. Hutabarat dkk., Petunjuk Praktikum
Sistem Digital, Institut Teknologi Bandung,
Bandung, 2015.
Percobaan 1F Gerbang Logika NOR TTL
Hasil pengujian percobaan 1F Gerbang Logika
NOR TTL disajikan dalam tabel berikut ini.
Tabel 4-4 Hasil Pengujian Rangkaian Gerbang NOR TTL

Input 1 Input 2 Input 3 Vout Output


(V)

0 0 0 4,07 1

1 0 0 1,37 0

1 1 0 1,96 0

1 1 1 2,16 0

Dari hasil pengujian di atas ini, dapat dilihat


bahwa seluruh output rangkaian gerbang NOR
TTL bernilai LOW kecuali di saat seluruh input
yang diberikan pada rangkaian bernilai 0. Oleh
karena itu dapat disimpulkan bahwa rangkaian
yang diberikan memang benar-benar merupakan
gerbang NOR.

5. KESIMPULAN
Setelah mengerjakan modul 1 Parameter Gerbang
Logika, kami memahami beberapa materi yang
ingin disampaikan pada pokok bahasan ini.
Pertama-tama, kami memahami mengenai
karakter-karakter yang dimiliki oleh gerbang
logika dan dampaknya dalam pemakaian gerbang
logika. Karakteristik-karakteristik tersebut antara
lain merupakan voltage transfer, noise margin, dan
propagation delay.
Berikutnya kami juga memahami mengenai
parameter dari gerbang logika yaitu operating point
yang merepresentasikan range logika HIGH dan
LOW.
Yang terakhir kami mempelajari mengenai
penggunaan hukum-hukum aljabar Boolean
dalam membuat rangkaian kombinasional
sederhana dan penggunaan tabel kebenaran untuk
mengecek output dari suatu gerbang logika.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 13