Anda di halaman 1dari 1

TUGAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

JOGJA ISLAMIC FAIR (2-8 SEPTEMBER 2017 DI GOR UNY)


Oleh Rahma Nafila Fitri Sabrina (16/397510/GE/08389)

Kunjungan menuju Jogja Islamic Fair di Gor UNY saya lakukan bersama 5 teman wanita
saya dari Fakultas Geografi. Kunjungan kami lakukan pada tanggal 7 September 2017, hari Kamis
tepatnya pada pukul 17.15 sampai dengan kurang lebih 19.00. Perjalanan kami tempuh
menggunakan sepeda motor dan berboncengan. Latar belakang kami mengunjungi Jogja Islamic
Fair ini yang pertama selain untuk menyelesaikan tugas Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam,
adalah untuk mencari buku-buku yang menarik untuk dibaca dan membeli beberapa aksesoris.
Saya menyukai Jogja Islamic Fair pertama karena tiket masuknya gratis, pengunjung tidak
dipungut biaya sepeserpun untuk dapat masuk ke arena pameran. Hanya tersedia kotak infak
didekat pintu masuk yang pastinya tidak memaksa pengunjung untuk beramal dan ikut
mendukung acara. Selain itu, terdapat buku-buku di salah satu stand pameran yang dijual dengan
harga amat murah, yakni dimulai dari harga Rp 10.000. Walaupun harganya sangat murah,
namun kualitas bukunya pun masih tergolong baik dan baru. Tak heran mengapa stand buku
disana ramai akan pengunjung. Ada lagi hal menarik yang saya temui, yaitu aksesoris muslimah
yang sangat lengkap. Dari rok panjang hingga peniti dan bross untuk mempercantik hijab. Para
hijabers tak akan betah disana jika hanya sekadar melihat-lihat karena barang-barang yang
dipajang begitu unik dan lucu untuk digunakan
Secara keseluruhan, acara Jogja Islamic Fair ini merupakan suatu acara yang
menyenangkan dan menjadi salah satu rekomendasi pameran terbaik dari saya. Namun, untuk
terus mengembangkan dan memperbaiki kesalahan dan ketidakenakan yang terjadi, maka saya
memiliki tiga kritik dan saran untuk acara ini. Pertama, dekorasi di tiap stand dan panggung
utama kurang bisa menarik perhatian pengunjung. Hal ini menjadikan pengunjung yang datang
hanya memiliki tujuan kebutuhan saja, bukan karena ketertarikan apalagi untuk rentang usia
anak-anak. Lebih baik diberi sedikit tema sehingga dekorasi dapat menyesuaikan tema tersebut.
Misalnya tema qurban dengan dekorasi sapi dan kambing yang ditempel pada tiap sisi panggung.
Kedua, tempat sholat yang terdekat dari area stand memiliki kebersihan dan kerapihan yang
tergolong buruk. Lantai becek dan yang saya lihat tidak ada persediaan mukena umum yang
dapat dipakai pengunjung. Sebaiknya, walaupun lokasi sholat berada tepat di depan kamar
mandi, namun kebersihan tetap terjaga dengan memberikan 2-3 keset diantara pintu masuk
kamar mandi dan pintu masuk lokasi shalat, serta menyediakan mukena umum bagi pengunjung
muslimah yang tidak membawa mukena. Yang terakhir, saat tiba di lokasi saya tidak
mendapatkan denah stand dan stand apa saja yang didirikan di pameran tersebut sehingga
harapan saya esok adalah dibuatnya denah stand tersebut di depan panggung dan di dekat pintu
masuk.