Anda di halaman 1dari 7

a-

38 Mekanika Untuk lnsinyur: STATIKA Statika partiket

pl
r OAB yang dipakai untuk n
2.31a dan c, dua buah s6i
menempati kedudukan d:le
berturut-turut untuk srdut
rumus yang sama tlengan.F,

D
Ketiga sudut 0r, 0r,0, m
maksud seperti itu dibadiS
Kosinus 0 ,, 0 y,0, dikenal r
Contoh /. Gaya seh
Gambar 2.30 sumbu x, y, dan z - Cari koq
bstitusikan (sutltarl
Su
kita dapat menuliskan
Tetapi Fa dapat diuraikan menjadi dua komponen tegak lurus F* dar. F, sepanjang sumbu x d.an y
berturutan. Oferasi ini ditunjukkan pada Gambar 2.30c, dan dilakukan pada bidang xz.Kita d,a-
palkan komponen skalar berikut rnr:
Seperti dalam kasus soal &rr
F*: Fn cosO - Fsind, cos@ arahyang sama dengan arah r
F" = Fnsine - Fsind, sine
(2.t1)
Sudut yang dibentuk s
selalu mempunyai besar ana
Iadi diketahui F telah diuraikan menjadi tiga komponen vektor tegak lurus (cartesian)
gaya yang nunjukkan bahwa F 6rang di
F, , Fy, , yang
F arahnya sesuai dengan ketiga arah sumbu koordinat. sumbu x positif ; cos 8- drn I
Eengan menerapkan teorema Phytagoras pada segitiga OAB danOCD pada Gambar 2.30, kita akan menunjukkan bahra Fl
menuliskan negatif. Dalam Contoh Id
sedangkanF, negatif.
F2 : (OA)1: (OB)2 + (BA)z : rl + Fl Harus kita perhatik:n p
F7: (OC)2 = (oD)2 + (DC)z : ri + F! F*, Fy, F" dat', Pergm:rn (
berikut:
Dengan mengeleminasi F1, dari kedua persamaan itu dan memecahkan tr', kita dapatkan hubungan
berikut ini antara besar F dan komponen skalar tegak lurus:
Misalnya, dalam Contoh l.l
(2.r2) alau l2O" supaya identitas (Z
Bila komponen F,, Fr,t
' Hubungan yang timbul antara gayaF dan ketiga komponennya F*, Fy,F, lebih mudah di. melalui (2.12). Hubunsnn (!1
bayangkan jika "kotak" berisi Fr, Fr, F, digambarkan seperti terlihat pada Gambar 2.31.
Gaya
F dinyatakan oleh diagonal OA d,aikotak tersebut. Gambar 2.31D menunjukkan segitiga sikri-sifu

a dansudut 0r,0y,0ryngrl
Contoh 2. Suatu geyel
F, F, kan besar F dan sudut 0 r.0t_
Dari rumus (2.12)kit. th

o
D
D

E c
E c *Dengan kalkuhtor y-t
(a) (b) (") kutub, prosedur berihrt ii E r
g;ak lurus F, dan F" (cilrEr ZI
Gambar 2.31
2.3Ob). Ofie yaag lebaanyerf -
Ekaika Untuk lnsinyur: STATIKA Statika Partikel 39

tv OAB yar,g dipakai untuk menurunkan satu dari rumusan (2.10): Fy = F cos 0r. Pada,Gambar
2.31a d,an c, dua buah segitiga siku-siku lainnya telah digambarkan: OAD dan OAE. Segitiga ini
,l menempati kedudukan dalam kotak seperti segitiga OAB. Dengan memberi lambang 0;4an0,
berturut-turut untuk sudut antara F dengan sumbux dan sumbu z,kitad,aptt menurunkan dua
rumus yang sama dengan F, = f'cos 0 r. Jadi kita dapat menuliskan

(2.13)
D
Ketiga sudut 0*, 0y,0, mendefinisikan arah gaya F; ketiga sudutitu lebih biasa dipakai untuk
maksud seperti itu dibandingkan dengan sudut 8, dan Qyangdiperkenalkan pada awal bagian ini.
Kosinus 0 ,, 0 y ,0, dikenal sebagai arah kosinus dari gaya F.
Contoh 1. Gaya sebesar 500 N membentuk sudut 60, 45, dan l20o berturutan dengan
sumbu x, y, dan z. Cari komponen F*, Fy, d,an F, dari gaya ini.
Substitusikan (sulihkan) /r= 500 N,0, = 60",0y = 45",0, = l2O" pada persamaan(2.13),
kita dapat menuliskan
F = (500 N) cos 60' = *250 N
f. dar' F, sepanjang sumbu x" dan / F : (500 N) cos 45' - +354 N
dlakukan pada bidang xz. Kita da'
4 = (500 N) cos I20' - -250 N
Seperti dalam kasus soal dua dimensi, tanda plus rnenunjukkan bahwa komponennya metnpunyai
arah yang sama dengan arah sumbu yang bersangkutan dan tanda minus arah yang berlawanan.
lo (2.1 l) Sudut yang dibentuk suatu gaya F dengan sumbu harus diukur dari sisi positif sumbu itu dan
o
selalu mempunyai besar antara 0 dan 180". Suatu sudut 0, yang lebih kecil dari 90o (lancip) me-
nunjukkan bahwa F (yang dianggap terikat pada 0) ada pada sisi yang sama pada bidangxy dengar.r
IDnen vektor tegak lurus (cartesian)
sumbu x positif ; cos 0* dan F, akan berharga positif. Suatu sudut d, lebih besar dari 90' (tumpul)
rdinat.
akan menunjukkan bahwa F berada pada sisi lain dari bidang yz; harga cos 0 , dan F, akan menj adi
il8 dan OCD pada Gambar 2.3O,kita
negatif. Dalam Contoh 1 sudut 0, dan 0rlancip sedangkan 0, tumpul sehingga, F* danF, positif,
sedangkan F, negatif.
Harus kita perhatikan pula bahwa harga ketiga sudut 0r, 0 r, dan 0 z tidak bebas. Substitusikan
'4+Fl
,1 +FZ F' Fy, F, dai Pers:imaan (2.13) ke (2.13) kita dapatkan identitas yang harus dipenuhi sebagai
berikut:

-cahkan F, kita dapatkan hubungan (2.14)

Misalnya, dalam Contoh l, harga 0, = 60" darr 0, = 45o, maka harya 0, harus sama dengan 60o
atau I 20o supaya identitas (2.14) dipenuhi.
Bila komponen Fr, F", F, dari suatu gaya F diketahui, besar F dari gaya itu dapat diperoleh
melalui (2.12). Hubungan (2.13) dapat dipecahkan untuk mencari arah kosinus,
Dtrennya Fx, F),, F, lebih mudah di-
Iti terlihat pada Gambar 2.31. Gaya
231 D menunjukkan segitiga sikri-siku (2.rs)

dan sudut 0r,0y,0, yatgmenandai arah F dapat ditemukan.

Contoh 2. Suatu gaya F mempunJrai komponen Fx = 20lb, F, = - 3O lb, Fz = 60 lb. Tentu-


Fy
kan besar f'
dan sudut 0 r,0 y,0, yang dibentuknya dengan sumbu koordinat.
/ Dari rumus (2.12) kita dapatkan*
F = 1/Pla-ffiz
,-r D =@
= y2soo tb - To lb

E c *Dengan kalkulator yang diprogram untuk menghitung konversi


koordinat tegak lurus menjadi koordinat
(.) kutub, prosedur berikut ini lebih memadai untuk menentukan F: Pertama tentukan F1, d,ai dta,komponen te.
gak lurus F* dan F" (Gambar 2.30c), kemudian tentukan F dari kedua komponen siku-siku F1, da1. F, (Gambar
2-30b). orde yang sebena:nya di dalam ketiga.komponen Fr, Fy, F, yang dimacrkkan tidak penting. '
Mekanika Untuk lnsinyur: STATIKA Statika Partikel

Substitusikan harga komponen dari besar F ke Persamaan (2.15), kita tulis diberikan.Dai (2.11) kita da
dr, d ke dalam (:.18) k
dan
F- 60 lb
cosd,=+=#+ "orou=|= -30Ib
70 lb
cosd. =
7 = mrr,
Perhitungan semacarn itu cen
lihatkan dalam Contoh Soal :,
Hitung berturut-turut masing-masing hasil bagi dan arkus kosinusnya, kita peroleh Sudut 0r, 0r,0, di mal.a
an diperoleh d.ti Pglsarnarn (1

0, = 73.4" 0
u= IL5.4" d, = 3L0" ponen-komponen dan besaran
kosinus garis ON:
Perhitungan akan lebih mudah dikerjakan dengan kalkulator..

ccs d

2.13. Gaya Didefinisikan dengan Besarnya dan Dua Titik pada Garis Kerianya. Metode lain-
nya untuk mendefinisikan arah gaya F yang beraksi pada titik-asal O dari suatu sistem koordinat Bila garis aksi gaya F Jrd
ialah memberi spesifikasi titik kedua .Iy' yang dilalui garis aksi F (Gambar 2.32). Melalui N kita da- Gambar 2.33, komponen d,. :
pat menarik garis sejajar sumbu koordinat, sehingga terbentuk suatu kotak. Sisi kotak ini diberi rus mempunyai tanda )'ans sa
ianda berturut:turut dengan dr, dy, d, yang memberi ukuran komponen vektor yang4nenghu- sitif bila koordinat x ben:rn:a
bungtrcan O ke N dalam arah sejajai dengan sumbu koordinat. Vektor ini diberi tanda Oly'. Dalam
/y' dalam kasus yang drnva-.a-
kurang. Tarrda d, dan d, :::::

Gambar 2.32

kasus yang sedang dibahas, O adalah titik-asal sistem koordinat, sehingga_gf dy, d, merupakan
,
koordinat titik ff. Dengan memperhatikan bahwa sudut yang dibentuk OIV dengan sumbu koor- 2.14. Penjumlahan Gayr
dinat ialah 0*,0y,0r, dan lambang d menyatakan jarak dari O ke N, kita lakukan seperti pada dua atau lebih ga.va dele- :--r
Pasal2.l2, atau trigonometrik blasarj: -.:
Metode yang hu :,<- :
dr: dcasf , d,o = dcos0u d" - dcos0, {2.16)
dang. Pertama kita urar-l<-:; :;
a: IQT@TE" (2.17) Dengan menjumlahliai
=:r:i
dengan caruyang sama k:3 :e:
Bagilah suku demi suku hubungan (2.16), kita dapatkan

F, n
d,--! d
-F" (2. l 8)
d"--Fu
dn- Besar resultan dan :tidu: :, i
Jara yang sama dala::. P:*_ - _

Rumus (2.18) menyatakan bahwa komponen dan besar gaya F ialah berbarrding lurus dengan kom-
ponen dan besar vektor O.A/. Hasil ini dapat diterima secara intuitif dengan memperhatikan bahwa
kedua kotak yang terlihat pada Gambar 2.32 memiliki bentuk yang serupa.
Hubungan (2.18) sangat mempernudah penentuan komponen suatu gaya F dari besaranF csf
yang diberikan dan beraksi di O jika koordinat dx,dy,d, dari suatu titikly'dari garis aksinya juga
Statika Partikel
1l
EErika Untlk lnsinYur: STATIKA

diberikan. Dai (2.17) kita dapat menentukan larak d dari O ke N. Dengan niembawa F, dx, dy,
Itir rulb
d, dart d ke dalam (2.1S). kita peroleh komponen F,Fy, F, melalui perbandingan sederhana.
I
F. 60 Ib Perhitungan semacam itu dengan mudah dapat dilakukan dengan kalkulator, seperti yairg diper-
b9.=*=
'f 70Ib lihatkan dalam Contoh Soal2.27.
i
Sudut 0r, 0y, 0, di mana F membentuknya terhadap sumbu-sumbu koordinat dapat kemudi-
rF, kita Peroleh juga ditentukan secara langsung dari kom-
an diperoleh dari Persamaan (2.1 5). Sudut tersrebut dapat
por,.rr-ko-ponen dan besaran dari vektor OIV dengan menyelesaikan Persamaan (2.1 6) untuk arah
Fsr-o'
kosinus garis Oy'*

cos d, :+ .oreu:! cos 0, -d"


-d (2.r9)
d Garis Kerianya. Metode lain-
id O dari suatu sistem koordinat Bila garis aksi gaya F didefinisikan oleh dua tittk M dan N yang bukan merupakan titik-asal
F (Gambar 2.32)' Melalui 1[ kita da' Gambar 2.33, kompon et d*, dy, d, akar- sama dengan beda koordinat IvI dan N. Komponen ini ha-
k cratu kotak. Sisi kotak ini diberi rus mempunyai tanda yang sama dengan komponen gaya yang bersesuaian. Jadi tatda d* akan po'
r komponen vektor Yang4nenghu' sitif bila koordinat x bertambah jika kita tarik MM dalam arah yang didefinisikan oleh F (dari M ke
Yektor ini diberi tanda ON. Ealam .ly' dalam kasus yang dinyatakan dalam Gambar 2.33); tandanya negatif bila koordinat x ber-
kurang. Tandad, dan d, ditentukan dengan cara serupa itu.

kz,vz,,z)

do=a2-at

'zz-2t( 0

Gambar 2.33

-..:. sehingga
4*, dy d, meruPakan
: iibentuk O/V dengan sumbu koor- 2,14. penjumlahan Gaya Konkuren dalam Ruang. Kita akan menentukan resultan R dari
: i? ke N, kita lakukan sePerti Pada dua atau lebih gaya dalam ruang dengan menjumlahkan komponen tegak lurusnya. Metode grafik
atau trigonometrik biasanya tidak praktis untuk kasus gaya dalam ruang,
Metode yang kita pakai di sini serupa dengan yang dipakai pada Pasal 2.8 untuk gaya sebi
i- -- dasl, Q)6) rteng. Pertama kita uraikan masing-masing gya yang diketahui dalam komponen tegak lurusnya.
(2.11) Dengan menjumlahkan secqra aljabar semua komponen x, kita peroleh komponen resultanR*;
tlengan cara yang sama kita peroleh komponen 7 dart z-nya, kita tulis

R, : )-F) Ro = 2F, R' = 2F' (2.2O)


(2.18)
Besar resultan dan sudut 0x,0y,0, ymg dibentuknya dengan sumbu koordinat diperoleh dengan
crra yang sama dalam Pasal 2.1 I . Kita tulis
Fialah berbanding lurus dengan kom-
ntuitif dengan memperhatikan bahwa R:V (2.21)
( yang seruPa.
R-
mponen suatu gaya F dari besaran F cos d, : --J- (2.22)
rri suatu titik N dari garis aksinya juga
Mekanika Untuk lnsinyur: STATIKA
Statika Panikel

coNToH soAL 2.7


Seutas kawat penahan menara dipancangkan dengan sebuah
buat pada,4. Tegangan pada kawat adalah 2500 N. Tentukan
(a) komponen Fx, Fy, F, dari gaya yang beraksi pada baut,
(D) sudut 0r,0 y,0, lang mendefinisikan arah gaya itu.

16ft

a. Komponen Gaya. Garis aksi gaXlyang beraksi pada baut melalui A dan B, dan gayanya
Jawaban. Gaya 1.are i:;;-
terarah dai A ke B Komponen vektor AB yang memiliki arah yang sama dengan gaya tersebut
adalah menjadi komponen _t. _r . C:: _-
dengan mengukurnya dan -{ i:
c
d,--4pm dr-+80m d,:{30m
AB: d-= ---
Jarak total dari,4 ke B adalah AC: d. : --n
AB - d: \/A,rT-AF@: e4.3m
Karena komponen gaya F berbanding lurus dengan kompo-
nen vektor .47, kita trrlis

F, Fa F, _ 2500 )J
-40 m +80m *30m 94,3 m

Dengan kalkulator mula-mula kita hitung dan simpan harga hasil bagi suku terakhir. Dengan
mengalikan harga tersebut berturutan dengan -40, +80. dan +30, kita peroieh

F"=-1060N 4=+2120N 4=+795N <

Arah Gaya. Dengan menggunakan Persamaan (2.15), kita tulis


Gaya

Kabel AB
ti-
I

F F +2120 N Kabel AC I 'r


cosd =--L:- -1060 N cosda: --!:--:--
2500 N F 2500N

cos d, =
F"- +795 N
F 2500 N
Besar dan arah resultan sek--=: .

Hitung berturut-turut masing-masing hasil bagi dan arkus ko- R = :- -


sinusnya, kita ieroleh
Dari Persamaan (2 .22') ht= --
-.-i:
0, = 115r1o 0u = 32,Oo 0, ='ll,go a
cmt - -i

(Cdtataft. Hasil yang sama akan diperoleh dengan mema-


hami komponen dan besaran dari vektor .47 sebagai peng -
ganti gaya F.) Hasil perhitungan setiap p er_\ ai a=
---L. :
E<.enika Untuk lnsinYUr: STATIKA 43
Statika Pa rtikel

coNToH soAL 2.8


Era iiPancangkan dengan sebuah
Sebidang dinding beton cetakan ditahan oleh kabel seperti
Je<aq'at adalah 2500 N. Tentukan
gaya yang beraksi pada baut,
terlihat pada gambar. Diketahui tegangan sebesar 840 lb di
, -:r kabel AB dan 1200 Ib di kabel,4C, tentukan besar dan arah
IErBJefinisikan arah gaya itu' resultan gaya yaflE ditimbulkan oleh kabel .4.8 dan AC pada
pzncang A.

Leut melalui A dan B, dan gaYanYa


A
Jawaban. Gaya yang ditirnbulkan oleh masing-masing kabel pada pancang akan diuraikan
& fang sama dengan gaYa tersebut
menjadikomponen x,y,danz. Mula-mulakitatentukankomponendanbesarvektorAidarrAi,
dengan mengukurnya dari.4 ke arah dinding.
+80 m d," = 1-3O m
1.^E' il, - _ r6ft d, - +8ft d, = +llft d = 2lft
xirl-h rt, (1.: -LOfr da = *8lt d, : _16 ft d - 24fr

tr;aTTT" - e4.3 m
Supaya dapat menentukan komponen gaya-
nya, kita perlu menyatakan bahwa komponen gaya
F berbanding lurus dengan komPo-
danjarak berbanding lurus. Hal ini dapat dilakukan
secara efisi,en dengan bentuk tabel. Informasi yang
dimasukkan ke dalam tabel termasuk komponen
R 2500 N dan besar jarak serta Eayayar:^g diketahui. Kompo-
- +30 m 94,3 m nen gaya dapat dicari melalui perbandingan dari
Persamaan (2.18) dan ditambahkan untuk men-
dapatkan komponen resultan Rr, Ry, dan Rr.
rga hasil bagi suku terakhir' Dengan
'30, kita Peroleh
Jarak Gaya
4= +2120 N 4 = +795N < Komponen, ft Komponen, lb
cl,
Gaya cl, d, cl, tt F, Fu F, F, tb
. kita tulis
Kabel AB -16 +8 +11 2I
F +2120 N
Kabel AC -16 +8 -16 24
0r=i = -2500 N- R.= Rr= Rr=
95\ -1440 +720 -360
n\ ....-/)
Besar dan arah resultan sekarang dapat ditentukan

masing-masing hasil bagi dan arkus ko' R:\/E,riEi-P=@


R = 1650Ib <
Dari Persamaan (2.22) kita hasilkan
5Jo ou

cos d, :&= R
-
1650
1440
lb
lb
cos0o = &=
R
+720Lb
1650 Ib

E sama akan diPeroleh dengan mema- -360 Ib


cos0" -R"
R - 1650 Ib
tresaran dari vektor .4.8 sebagai peng -
I{r.il perhitungan setiap pemamaan dan arkus kosinusnya, kita peroleh
d, = 150,8o 0, = 64,1" 0, :102,6o <
47
Statika Partikel
Egrika Untuk lnsinYur: STATIKA

I kabel seperti diperlihatkan' Di-


ri i:eban P be Yang
kabel
coNToH soAL 2.9
L{- tentukan Sebuah silinder 200 kg digantung dengan 2 kabel AB dan
AC yarrg diikatkan pada puncak dinding vertikal. Gaya hori
rc besar beban P sontal P yang tegak lurus pada dinding memegang silinder
pada kedudukan seperti terlihat pada gambar. Tentukan
besar P dan tegangan-pada masing-masing kabel.

in:t definisi Yang diberikan dalam


*m semua gaya Yang beraksi Pa-
me-
robh hubungat (2'20); dengan

(2.23) Jawaban. Titik ,4 dapat dipilih sebagai benda-bebas;


-0 titik .4 mengalami empat Baya sepefii tergambar' Besar ke-
t\ga gaya itu P. Tas, dan Tag, tidak diketahui; besar gaya
rdmbangan sebuah Partikel dalam
berat W adalah
h mengenai keseimbangan s"ebuah
h dftetahui' W = mg = (200 kg)(9,81 m/s2; : 1962 N
ben-
harus menggambarkan diagram
dn semui gaqa Yang beraksi Pada-
n (2.23) dan mencari tiga besaran Komponen x, y, dan z dari masing-masing EayayarrE
saran tak diketahui itu menyatakan
tak diketahui harus dinyatakan dalam besaran yang tak di-
ketahui P, T.q.e, dan Ta6. Dalam hal T,43 dan Ta6 perlu
rrahnya sudah diketahui'
kita tinjau dahulu komponen jarak yang bersesuaian'

rc*"t AS(,4 ke B) :

d' = -7'2 m du=12-2-10m d"-8m d-72,86m


Kabel AC (A ke C):
d' = -\'2 m do=12-2=l0m d,: -10m d:74,Lgm
jika
ti tergambar. Tentukan berat I4l'
di
Komponen gaya diPeroleh melalui perbandingan lurus dan hasilnya ditunjukkan dalam tabel
bawah ini.
E yang tergambar. Tentukan berat W'

Persamaan Keseimbangan (Equilibrium Equations). Persamaan keseimbangan dapat ditulis


langsung dengan menjumlahkan berturut-turut kolom komponen gaya dalam tabel tersebut.

){-0: *P:0
-0,0933I,q c -0,0846TAC 1962 N:0
){=0: +oj78TAB * o,705Tag -
){=0: *0,622Ta3-o,705Tag:o
/5
Dengan memecahkan persamaan itu kita peroleh
P-235N T{B:1.{0IN T{c:1236N <
pada gambar'
seperti yang diperlihatkan
a kabei.4B sebesar 4 kN'