Anda di halaman 1dari 4

Mapping Concept

1
Analisis Skenario

Pada kasus di skenario, dapat dihubungkan dengan dua hukum fisika, hukum Boyle dan hukum
Henry berkenan dengan patofisiologi AGE dan DCS. Hukum Boyle menjelaskan tentan
patofisiologi dari AGE dan penyait barotrauma lainnya. Hukum ini menjelaskan bahwa volume
gas berbanding terbalik dengan tekanan yang diberikan dalam keadaan temperatur yang tetap.
Hukum Henry sangat penting dalam menjelaskan patofisiologi DCS. Hukum ini menjelaskan
bahwa solubilitas suatu gas di dalam cairan berbanding lurus dengan tekanan parsial dari gas
tersebut dengan kondisi suhu dalam keadaan tetap atau konstan.
Rasa gatal; rasa gatal yang timbul pada pasien merupakan manifestasi awal yang sering muncul
pada pasien deng DCS. Rasa gatal ini mucul karena gelembung nitrogen yang terbentuk
merangsang pelepasan histamin dan senyawa kimia lain yang menyerupa reaksi alergi.
Rash yang muncul pada pasien ini juga disebabkan oleh gelembung nitrogen yang menyebabkan
peningkatan volume intravaskular yang kemudian meningkatkan permeabilitas pembuluh darah.
Gelembung nitrogen ini juga menyebabkan kerusakan pada endotel yang kemudian menagtifasi
jalur fibrinolisis dan koagulasi yang dalam kondisi parah menyebabkan terjadinya DIC.
Rasa kebas dan lumpuh pada pasien disebabkan karena gelembung nitrogen menyebabkan
penyumbatan aliran darah ke korda spinalis melalui kongesti vena sehingga menyebabkan
ischemia corda spinalis. Selain itu geala neurologis ini dapat disebabkan oleh karena narkosis
nitrogen, dimana nitrogen memiliki afinitas yang tinggi terhadap sel saraf, karena mengandung
lamak pada lapisan seringomelinnya, hal ini menyebabkan gangguan dalam penghantaran impuls
saraf. Dalam corda spinalis ini berjalan berbagai jaras yang fungsinya termasuk dalam
penghantaran impuls untuk sensoris dan motoris.
Rasa nyeri pada perut bagian bawah disebabkan oleh distensi dari organ pencernaag yang
termasuk organ berongga. Ketika seorang melakukan penyelaman ia menghirup udara didalam
air memasuki organ pencernaan, yang kemudian udara ini akan bertambah volumenya ketika
penyelam naik ke permukaan. Bertambahnya volume ini menyebabkan distensi dari organ-organ
yang berongga ini sehingga mengakibatkan nyeri.
Terkait dengan riwayat penyelaman pasien, pasien melakukan penyelaman pada kedalaman 55
feet (16,7 meter) selama 60 menit penyelaman kedua dilakukan pada kedalaman 50 feet (15,24
2
meter) selama 45 menit, selang waktu antara penyelaman pertama dan kedua sebesar 5 jam.
Berdasarkan tabel No Decompression Limit, pasien masuk dalam group designation J, untuk
repetitive diven pasien masuk kedalam new group designation C dengan Residual Nitrogen Time
sebesar 21 menit (Bottom time penyelaman kedua lebih besar dibandingkan dengan residual
nitrogen timenya).

3
4