Anda di halaman 1dari 20

Tabel 1 Matriks Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Pembangunan Mal Living World

Dampak Lingkungan Indikator Keberhasilan


No Sumber dampak Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
yang dikelola Pengelolaan Lingkungan Hidup

Dampak Penting yang dikelola


A. TAHAP PRA KONTRUKSI
1. Persepsi dan Sikap Pengadaan Lahan - Meningkatnya persepsi positif - Membangun wadah kelembagaan bersama
Masyarakat masyarakat (terutama para bisa berupa forum yang terdiri dari pemrakarsa
penggarap lahan) terhadap para penggarap, tokoh masyarakat dan Pemda
rencana pembangunan Mal untuk mencari alternatif terbaik pemecahan
Living World, khususnya yang masalah yang berkaitan dengan pembebasan
berkaitan dengan kegiatan lahan
pengadaan lahan. - Mensosialisasikan atau mengkomunikasikan
- Terciptanya kondisi proses dan hasil kegiatan pengadaan lahan
lingkungan sosial yang kepada stockholder terkait
semakin harmonis dan
kondusif.
2. Peningkatan Penerimaan Tenaga Minimum 50% dari kebutuhan - Penerimaan tenaga kerja harus transparan dan
Kesempatan Kerja Kerja Untuk Tahap tenaga kerja Kontruksi dipriori memberikan kesempatan kerja dan prioritas
Kontruksi taskan dari tenaga kerja lokal utama kepada masyarakat lokal yang akap
diserap pada Tahap kontruksi
- Memasang papan pengumuman secara
terbuka di kantor lurah Tangkerang dan juga
di Kantor Kecamatan Marpoyan Damai yang
berkaitan dengan lowongan dan jenis peker
jaan yang dapat diisi masyarakat lokal
3. Persepsi dan sikap Penerimaan tenaga - Berkurangnya persepsi - Melakukan sosialisasi terbuka kepada masya
Masyarakat kerja untuk tahap negatif masyarakat pencari rakat terkait jumlah tenaga kerja yang dibutuh
kontruksi kerja kan pada tahap Kontruksi
- Kurangnya intensitas keluhan - Pemrakarsa memberikan pelatihan keteram
dan protes masyarakat atas pilan bgi para pekerja lokal sesuai dengan
rencana pembangunan mal kebutuhan pada tahap kegiatan kontruksi
living world
B. TAHAP KONTRUKSI
1. Penurunan Kualitas Mobilisasi Peralatan Kualitas udara ambien yang - Menggunakan kendaraan proyek yang laik jalan
Udara Ambien dan material memenuhi baku mutu sesuai - Pengaturan jarak kendaraan pengangkut tidak
peraturan yang berlaku dalam waktu yang berdekatan
- Melakukan perawatan mesin kendaraan
secara berkala
- Membersihkan debu pada roda kendaraaan
dengan wheel washing machine
- Mengikuti SOP pencegahan pencemaran
lingkungan hidup
2. Peningkatan Mobilisasi peralatan Semakin bertambahnya jumlah - Mengupayakan tumbuh dan berkembangnya
Peluang Usaha dan pekerja serta dan jenis wirausaha baru dari wirausaha baru, baik perorangan maupun
material masyarakat yang berada di kelompok
sekitar proyek - Mengutamakan kemitraan dengan lembaga
ekonomi lokal seperti koperasi dan pengusaha
lokal seperti usaha catering, pemondokan
pekerja atau usaha rumah makan
3. Persepsi dan Sikap Mobilisasi peralatan Tidak terdapat keluhan warga Melakukan pengelolaan dampak primer
Masyarakat dan meterial akibat kegiatan mobilisasi kegiatan mobilisasi peralatan dan material
peralatan dan material akibat yang tercantum pada butir 1 dan 2
penurunan kualitas udara
ambien, peningkatan kebisingan
4. Potensi Gangguan Mobilisasi Peralatan Tidak ada peningkatan kasus Melakukan pengelolaan dampak primer
penyakit/kesehatan dan material gangguan saluran pernafasan yang terkait dengan penurunan kualitas udara
(ISPA) ambien

5. Peningkatan Lalu Mobilisasi Peralatan Tidak terjadi kemacetan pada - Mengatur keluar masuk kendaraan proyek
lintas darat dan material ruas jalan Soekarno Hatta terutama di jalan akses keluar masuk
terutama di titik pertemuan - Menempatkan petugas pengatur lalu lintas
dengan jalan akses di titik keluar masuknya kendaraan proyek

6. Perubahan Pelepasan tenaga - Tidak terjadinya penurunan - Melaksanakan kegiatan pelepasan tenaga
Pendapatan kerja tahap signifikan pendapatan rumah kerja sesuai peraturan yang berlaku
kontruksi tangga para tenaga kerja lokal - Memberikan informasi tentang rencana PHK
yang terkena PHK min 6 bulan sebelumnya agar para pekerja
- Tidak adanya keluhan tenaga dapat mempersiapkan diri mencari alternatif
kerja yang terkena PHK mata pencaharian lainnya
- Mengupayakan terciptanya lapangan kerja
baru dengan kerjasama dengan Pemerintah
setempat
7. Peningkatan Pelepasan Tenaga Terjadinya peningkatan Mengupayakan kegiatan pelatihan keterampilan
Keterampilan Kerja Tahap keterampilan/keahlian tenaga kepada tenaga kerja lokal yang disesuaikan
Kontruksi kerja lokal setelah pelepasan dengan minat/kebutuhan, bakat dan potensi
tenaga kerja tenaga kerja lokal serta potensi usaha yang
dapat dikembangkan di sekitar lokasi kegiatan
8. Persepsi dan Sikap Penerimaan tenaga Tidak terdapat keluhan warga - Melakukan sosialisasi terkait rencana
Masyarakat kerja tahap operasi dan tenaga kerja perekrutan tenaga kerja, terutama mengenai
keterbatasan jumlah tenaga kerja yang dapat
direkrut pada tahap operasi
- Perekrutan tenaga kerja untuk tahap operasi
dengan mengutamakan tenaga kerja lokal yang
telah direkrut pada tahap kontruksi
C. TAHAP OPERASI
1. Penurunan Kualitas Mobilisasi para Kualitas udara ambien yang - Mengelola sumber dampak primer yang
Udara Ambien pengunjung Mall memenuhi baku mutu sesuai terkait dengan komponen kualitas udara
peraturan yang berlaku - Melakukan program pelayanan masyarakat
berupa pemeriksaan dan pengobatan dengan
bekerjasama dengan instansi pemerintah
2. Peningkatan Operasional Mall Tingkat kebisingan memenuhi - Menempatkan alat-alat mekanikal sumber
Kebisingan baku mutu sesuai dengan bising di dalam ruangan tertutup yang
peraturan yang berlaku dilengkapi peredam suara
- Menanam pohon di sekitar area Mall sebagai
green barrier
3. Peningkatan Operasional Mall Adanya masyarakat setempat - Mengupayakan tumbuh dan berkembangnya
peluang usaha yang memanfaatkankesempatan wirausaha baru, baik perorangan maupun
kerja dan peluang berushaa kelompok berupa bimbingan teknis dan
manajemen terhadap usaha baru
- Mengutamakan kemitraan dengan masyarakat
lokal seperti usaha catering, pemondokan
para tenaga kerja
4. Perubahan Operasional Mall Terdapat peningkatan Memberikan peluang berusaha kepada
Pendapatan pendapatan warga di sekitar masyarakat lokal yang berminat berusaha dalam
Mall penyediaan kebutuhan bagi tenaga kerja
5. Persepsi dan Sikap Operasional Mall Tidak terdapat keluhan warga - Melakukan pengelolaan dampak primer
Masyarakat akibat kegiatan operasional mal kegiatan operasional Mall
- Melakukan koordinasi tentang aktivitas dan
dampak pengelolaan dampak dari operasional
mall melalui forum komunikasi para
pemangku kepentingan
D. DAMPAK LINGKUNGAN YANG DIKELOLA
1. Penurunan Kualitas Pengecatan, sisa Kualitas air permukaan - Membuat pengolahan limbah untuk setiap
air permukaan bahan kimia, sabun memenuhi baku mutu sesuai fasilitas yang menghasilkan air limbah
cuci piring, dan peraturan yang berlaku - Untuk sisa pengecatan dan bahan kimia lain
bahan lainnya pada dibuatkan tempat penyimpanan sementara
saat kontruksi dan yang kedap air
Operasional Mall - Untuk sumber limbah lain dibuatkan instalasi
air limbah yang disesuaikan dengan fungsinya
2. Limbah B3 Kegiatan kontruksi Tidak ada pencemaran limbah - Membangun gedung tempat penyimpanan
dan operasi Mal B3 ke lingkungan sekitar sementara (TPS) Limbah B3 selama kegiatan
kontruksi mall
- Mengacu kepada peraturan perundangan yang
berlaku yang mengatur tentang Limbah B3
unan Mal Living World

Lokasi Pengelolaan Institusi pengelolaan


Lingkungan Hidup Periode lingkungan hidup
pengelolaan
lingkungan hidup

Jalan Soekarno Selama Tahap pra - Pelaksana : PT. Total


- Hatta No 01 A kontruksi berlang Bangun Persada
Kel Tangkeran sung - Pengawas : Dinas
Kec Marpoyan 3 Bulan sebelum Sosial Kota Pekanbaru
Damai kegiatan pembe
basan berlangsung

Kel Tangkerang Selama kegiatan - Pelaksana : PT. Total


Kec Marpoyan penerimaaan Bangun Persada
Damai tenaga kerja - Pengawas : Dinas
berlangsung Sosial Kota Pekanbaru

Kel Tangkerang Sejak Tahap Pra - Pelaksana : PT. Total


Kec Marpoyan Kontruksi dimulai Bangun Persada
Damai - Pengawas : Dinas
Tenaga kerja Kota
Pekanbaru

Di sekitar Proyek Selama proyek - Pelaksana : PT. Total


pembangunan Pembanguna Bangun Persada
Mal living world Mal living World - Pengawas : BLHD
berlangsung Kota Pekanbaru

Kel Tangkerang - Pelaksana : PT. Total


Kec Marpoyan Sejak Tahap Bangun Persada
Damai Kontruksi dimulai - Pengawas : Dinas
Tenaga kerja Kota
Pekanbaru

Kel Tangkerang Selama Tahap - Pelaksana : PT. Total


Kec Marpoyan Kontrusi Dimulai Bangun Persada
Damai - Pengawas : BLHD
Kota Pekanbaru

Kel Tangkerang Sejak Tahap - Pelaksana : PT. Total


Kec Marpoyan Kontruksi dimulai Bangun Persada
Damai - Pengawas : BLHD
Kota Pekanbaru
Titik keluar masuk Sejak Tahap - Pelaksana : PT. Total
kendaraan Proyek Kontruksi dimulai Bangun Persada
- Pengawas : Dinas
Perhubungan Kota
Pekanbaru
Kel Tangkerang Pada Tahap akhir - Pelaksana : PT. Total
Kec Marpoyan pekerjaan Bangun Persada
damai kontruksi - Pengawas : Dinas
Tenaga kerja Kota
Pekanbaru

PT. Total Bangun Akhir Masa Tahap - Pelaksana : PT. Total


khususnya yang Kontruksi Bangun Persada
menangani - Pengawas : Dinas
pengembangan Tenaga kerja Kota
SDM Pekanbaru
Kel Tangkerang Akhir Masa Tahap - Pelaksana : PT. Total
Kec Marpoyan Kontruksi Bangun Persada
Damai - Pengawas : BLHD
Kota Pekanbaru

kel Tangkerang Selama Tahap - Pelaksana : Owner


Kec Marpoyan Operasi - Pengawas : Dinas
Damai kesehatan kota
Pekanbaru

Area Mall Dilakukan sejak - Pelaksana : Owner


tahap awal - Pengawas : BLHD
Operasi Kota Pekanbaru
Kel Tangkerang Selama Tahap - Pelaksana : Owner
Kec Marpoyan Operasi - Pengawas : Dinas
Damai Tenaga kerja Kota
Pekanbaru

Kel Tangkerang Selama Tahap - Pelaksana : Owner


Kec Marpoyan Operasi - Pengawas : BLHD
Damai Kota Pekanbaru
Area Mall Selama Tahap - Pelaksana : Owner
Operasi - Pengawas : BLHD
Kel Tangkerang Kota Pekanbaru
Kec Marpoyan
Damai

Lokasi Proyek Selama Tahap - Pelaksana : PT. Total


kontruksi dan Bangun Persada
Operasi - Pengawas : BLHD
Kota Pekanbaru

Lokasi Proyek Selama Tahap - Pelaksana : PT. Total


Kontruksi dan Bangun Persada
Operasi - Pengawas : BLHD
Kota Pekanbaru
Tabel 2 Matriks Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Pembangunan M

Dampak lingkungan yang dipantau

No
Jenis dampak yang Indikator atau parameter Sumber dampak
timbul

Dampak penting yang dipantau


A. TAHAP KONTRUKSI
1. Persepsi dan Sikap - Jumlah masyarakat yang Pengadaan lahan
Masyarakat mempunyai persepsi negatif
- Jumlah dan jenis kegiatan
sosialisasi yang dilakukan
kepada pengarap lahan

2. Peningkatan - Data jumlah dan kriteria tenaga Penempatan


Kesempatan Kerja kerja lokal yang direkrut tenaga kerja pada
- Tersedianya media untuk tahap kontruksi
mengumumkan penerimaan
tenaga kerja di kantor lurah
- Proporsi tenaga kerja lokal
terhadap total tenaga kerja
kontruksi minimal 50% pekerja

3. Persepsi dan sikap - Jumlah masyarakat yang Penerimaan


Masyarakat mempunyai persepsi negatif tenaga kerja
- Jumlah keluhan terkait untuk tahap
kegiatan penerimaan tenaga Konstruksi
kerja untuk tahap kontruksi

B. TAHAP KONTRUKSI
1. Penurunan Kualitas Parameter TSP, PM10, NO2 Mobilisasi
Udara Ambien SO2, dan co peralatan dan
material
2. Peningkatan - jumlah dan jenis usaha baru Mobilisasi
Peluang Usaha yang timbul peralatan dan
- jumlah pengusaha lokal atau material
lembaga ekonomi lokal yang
menjalin kemitraan dengan
perusahaan

3. Persepsi dan Sikap - Jumlah masyarakat yang Mobilisasi


Masyarakat mempunyai persepsi negatif peralatan dan
- Jumlah keluhan terkait material
kegiatan mobilisasi perlatan
dan material

4. Potensi Gangguan Jumlah kasus gangguan saluran Mobilisasi


penyakit/kesehatan nafas ( khususnya ISPA) peralatan dan
material

5. Peningkatan Lalu Tidak terjadi kemacetan pada Mobilisasi


lintas darat ruas jalan Soekarno Hatta peralatan dan
terutama pada pertemuan jalan material
akses proyek
6. Perubahan - jumlah pendapatan yang Pelepasan tenaga
Pendapatan diterima sebagai tenaga kerja kerja tahap
- Tingkat pendapatan masyarakat kontruksi

7. Peningkatan meningkatnya kemampuan (skill) Pelepasan tenaga


Keterampilan tenaga kerja lokal yang terkena kerja tahap
atau akan terkena PHK kontruksi

8. Persepsi dan Sikap - jumlah masyarakat yang Penerimaan


Masyarakat mempunyai persepsi negatif tenaga kerja
- Jumlah keluhan terkait kegiatan tahap operasi
penerimaan tenaga kerja tahao
operasional

C. TAHAP OPERASI
1. Penurunan Kualitas - Parameter SO2, NO2, CO dan Mobilisasi para
Udara Ambien partikulat sesuai perundangan pengunjung Mall
yang berlaku

2. Peningkatan Tingkat kebisingan sesuai dengan Operasional Mall


Kebisingan peraturan yang berlaku tentang
baku tingkat kebisingan
3. Peningkatan - jumlah dan jenis usaha baru Operasional Mall
peluang usaha yang timbul
- jumlah pengusaha lokal atau
lembaga ekonomi lokal yang
menjalin kemitraan dengan
perusahaan

4. Perubahan - jumlah pendapatan yang Operasional Mall


Pendapatan diterima sebagai tenaga kerja
- Tingkat pendapatan masyarakat

5. Persepsi dan Sikap - jumlah masyarakat yang Operasional Mall


Masyarakat mempunyai persepsi negatif
- Jumlah keluhan terkait kegiatan
operasional mall

D. Dampak Lingkungan Lainnya yang dipantau


1. Penurunan Kualitas Kualitas air permukaan Pembangunan mall
air permukaan memenuhi baku mutu sesuai dan fasilitasnya
aturan yang berlaku

2. Limbah B3 Parameter sesuai peraturan Kegiatan kontruksi


pemerintah tentang Limbah B3 dan operasi Mal
tauan Lingkungan Hidup (RPL) Pembangunan Mal Living World

Institusi pemantauan lingkungan


Bentuk Pemanfaatan Lingkungan Hidup hidup

Lokasi Waktu dan


Metode Pengumpulan dan Analisis Data Pelaksana
pemantauan Frekuensi

Metode pengumpulan : kel tangkerang satu kali PT. Total


- sensus terhadap semua penggarap kec marpoyan selama Bangun Persada
lahan di wilayah studi damai kegiatan
- Studi dokumentasi, berupa foto pengadaan
kegiatan sosialisasi lahan

Analisa Data :
Deskriftif, kuantitatif dan kualitatif
Metode pengumpulan : kel tangkerang enam bulan PT. Total
- wawancara secara mendalam dengan kec marpoyan sekali selama Bangun Persada
wakil masyarakat dalam komite tenaga damai masa kontruksi
kerja lokal yang dibentuk
- Studi dokumentasi, berupa foto
pengumuman rekruitment

Analisis Data :
Deskriftif, kuantitatif dan kualitatif
Metode pengumpulan : kel tangkerang enam bulan PT. Total
- Studi dokumentasi foto survei kec marpoyan sekali selama Bangun Persada
dan wawancara damai masa kontruksi
- Survei terhadap masyarakat yang
terkena dampak dengan menggunakan
quisioner dan wawancara mendalam

Analisis Data :
Deskriftif, kuantitatif dan kualitatif

Metode pengumpulan : Jalur mobilisasi tiga bulan PT. Total


- Pengambilan Sampel TSP peralatan sekali selama Bangun Persada
- Pengambilan Sampel PM10 dan material masa kontruksi
- Pengambilan Sampel NO2 yang terdekat
- Pengambilan Sampel SO2 dengan
- Pengambilan Sampel CO pemukiman
- Pengamatan langsung dan
dokumentasi pada tahap kontruksi

Analisi Data :
Analisis laboratorium yang
terakreditasi KAN dan dilakukan
berdasarkan pada pedoman SNI dan
membandingkan baku mutu yang
ditetapkan
Metode pengumpulan : kel tangkerang enam bulan PT. Total
- Survei dengan menggunakan quisioner kec marpoyan sekali selama Bangun Persada
terstruktur dan wawancara mendalam damai masa kontruksi
- Studi dokumentasi meliputi usaha
warga lokal atau kelembagaaan lokal

Analisis Data :
Deskriftif, kuantitatif dan kualitatif
Metode pengumpulan : kel tangkerang enam bulan PT. Total
- Survei dengan menggunakan quisioner kec marpoyan sekali selama Bangun Persada
terstruktur dan wawancara mendalam damai masa kontruksi
- Studi dokumentasi meliputi
pencatatan keluhan warga pada
kegiatan mobilisasi peralatan dan
material

Analisis Data :
Deskriftif, kuantitatif dan kualitatif
Metode Pengumpulan : Puskemas tiga bulan PT. Total
- Pengumpulan data bulanan khusus dan sekali selama Bangun Persada
penyakit dari puskesmas pemukiman masa kontruksi
- Wawancara dengan masyarakat penduduk
mengenai keluhan pada saluran
pernafasan (ISPA)
- Pengamatan pada sanitasi lingkungan

Analisis Data :
Deskripsi dengan melihat incident rate
kasus penyakit saluran pernafasan
Metode Pengumpulan : Titik pertemuan hari libur dan PT. Total
- Observasi secara langsung ruas jalan hari kerja Bangun Persada
- Studi dokumentasi meliputi foto soekarno hatta dengan
kondisi lalu lintas di titik pertemuan dengan jalan frekuensi
dengan jalan akses akses selama 3 kali
selama masa
Analisis Data : kontruksi
V/C ratio mengacu kepada MKJI (1997)
Metode pengumpulan : kel tangkerang enam bulan PT. Total
Survei menggunakan quisioner ter kec marpoyan sekali selama Bangun Persada
struktur dan wawancara mendalam damai masa kontruksi
kepada pekerja lokal kontruksi dan
masyarakat yg tidak bekerja di kontruksi

Analisis Data :
Deskriftif, kuantitatif dan kualitatif
Metode pengumpulan : kel tangkerang enam bulan PT. Total
- Survei menggunakan quisioner ter kec marpoyan sekali selama Bangun Persada
struktur dan wawancara mendalam damai masa kontruksi
- Studi dokumentasi meliputi jumlah dan enam
pelatihan serta jumlah tenaga kerja bulan setelah
lokal yang memperoleh pelatihan kegiatan PHK
selama Tahap Kontruksi

Analisis Data :
Deskriftif, kuantitatif dan kualitatif
Metode pengumpulan : Kantor PT. Total
- Survei menggunakan quisioner ter Bangun Persada
struktur dan wawancara mendalam
- Studi dokumentasi foto survei

Analisis data :
Deskriftif, kuantitatif dan kualitatif

Metode pengumpulan : Lokasi mall dan enam bulan Owner


- Pengambilan sampel SO2 permukiman sekali selama
- Pengambilan sampel NO2 masyarakat tahap
- Pengambilan sampel CO operasional
- Pengambilan sampel TSP

Analisis Data :
Analisis laboratorium yang
terakreditasi KAN dan dilakukan
berdasarkan pada pedoman SNI dan
membandingkan baku mutu yang
ditetapkan
Metode Pengumpulan : Area sekitar mal enam bulan Owner
- Pengamatan langsung pelaksanaan sekali selama
pengelolaan dampak kebisingan tahap
sesuai dengan rencana operasional
- mengukur kebisingan menggunaka
sound level meter dan dihitung Ls , Lm
dan Lsm
Analisis data :
Membandingkan tingkat kebisingan
dengan baku mutu menurut keputusan
Menteri tentang baku tingkat kebisingan
Metode pengumpulan : kel tangkerang enam bulan Owner
- Survei dengan menggunakan quisioner kec marpoyan sekali selama
terstruktur dan wawancara mendalam damai tahap
- Studi dokumentasi meliputi usaha operasional
warga lokal atau kelembagaaan lokal

Analisis Data :
Deskriftif, kuantitatif dan kualitatif
Metode pengumpulan : kel tangkerang enam bulan Owner
Survei menggunakan quisioner ter kec marpoyan sekali selama
struktur dan wawancara mendalam damai tahap
kepada pekerja lokal di mall dan operasional
masyarakat yg tidak bekerja di mall

Analisis Data :
Deskriftif, kuantitatif dan kualitatif
Metode pengumpulan : kel tangkerang enam bulan Owner
- Survei menggunakan quisioner ter kec marpoyan sekali selama
struktur dan wawancara mendalam damai tahap
- Studi dokumentasi foto survei operasional

Analisis data :
Deskriftif, kuantitatif dan kualitatif

Metode pengumpulan : di titik enam bulan PT. Total


- Mengambil sampel air permukaan penataan izin sekali selama Bangun Persada
di outlet pengolahan air limbah dan pembuangan tahap
badan air penerima dan dianalisis di limbah cair operasional
laboratorium berstandar KAN\ dan kontruksi
-Pengambilan sampel air dan
pengawetan sampel dan analisis
laboratorium berstandar KAN\
Metode pengumpulan : Area Mall tiga bulan PT. Total
- Mengacu pada peraturan pemerintah sekali selama Bangun Persada
tentang pengelolaan limbah B3 tahap
operasional
Analisis Data : dan kontruksi
Deskriftif kualitatif
tusi pemantauan lingkungan
hidup

Pengawas

Dinas Sosial
Kota Pekanbaru

BLHD Kota
Pekanbaru

Dinas Tenaga
Kerja Kota
Pekanbaru

Dinas Tenaga
Kerja Kota
Pekanbaru
BLHD Kota
Pekanbaru

BLHD Kota
Pekanbaru

Dinas Kesehatan
Kota Pekanbaru

Dinas
perhubungan
kota pekanbaru
Dinas tenaga
kerja kota
Pekanbaru

Dinas tenaga
kerja kota
Pekanbaru

BLHD Kota
Pekanbaru

BLHD Kota
Pekanbaru
Dinas tenaga
kerja kota
Pekanbaru

BLHD Kota
Pekanbaru

BLHD Kota
Pekanbaru

BLHD Kota
Pekanbaru

BLHD Kota
Pekanbaru