Anda di halaman 1dari 2

Irlani Sismonika Jayanti

16302241040
Sejarah, Kedudukan, dan Fungsi Bahasa Indonesia

Bahasa Melayu merupakan cikal bakal dari bahasa Indonesia yang awalnya digunakan oleh
Brunei, Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Berdasarkan catatatan sejarah bahasa Melayu mulai
berkembang pada abad ke-7. Pada abad tersebut ada beberapa prasasti di Indonesia yang ditulis
dengan huruf Pranagari dan menggunakan bahasa Melayu Kuna. Prasasti itu adalah prasasti
Kedukan Bukit, prasasti Talang Tuo, prasasti Kota Kapur, dan prasasti Karang Brahi.

Berdasarkan prasasti yang ditemukan, dapat disimpulkan bahwa dahulu kerajaan Sriwijaya
menggunakan bahasa Melayu, yaitu yang biasa disebut bahasa Melayu Kuna sebagai bahasa
resmi dalam pemerintahannnya. Disamping sebagai bahasa pemerintahan, bahasa Melayu
digunakan sebagai bahasa perdagangan dan bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi antar
suku yang awalnya dibawa dan dikenalkan oleh para pedagang Melayu ke tanah Jawa,
Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan pulau-pulau lainnya.

Seiring dengan perkembangannya, bahasa Melayu menjadi lingua franca, yaitu bahasa
yang digunakan untuk komunikasi sehari-hari di Indonesia (Badan Bahasa, 2015). Sebagai
lingua franca, bahasa Melayu berkembang dengan sangat cepat di Indonesia. Melihat adanya
perkembangan yang pesat dalam penggunaan bahasa Melayu, timbul kesadaran untuk
menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional yang dapat menyatukan bangsa. Bahasa
Melayu resmi menjadi bahasa persatuan sejak peristiwa Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928
di mana kedudukan bahasa Indonesia terdapat pada butir ketiga isi Sumpah Pemuda, yaitu Kami
poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia

Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa nasional merupakan wujud
dari simbol persatuan dan persaudaraaan. Kedudukan bahasa Indonesia tertulis pada Undang-
Undang Dasar Republik Indonesia Bab XV, pasal 36 yang berbunyi Bahasa Negara ialah
bahasa Indonesia. Landasan konstitusional ini memberikan kedudukan yang kuat bagi bahasa
Indonesia sebagai bahasa Negara. Bahasa Indonesia dapat digunakan dalam berbagai macam
urusan kenegaraan. Selain sebagai bahasa Negara, bahasa Indonesia juga berkedudukan sebagai
bahasa nasional yang berfungsi sebagai lambang kebangan kebangsaan, lambang identittas
nasional, alat penghubung antarwarga, dan alat pemersatu.

Selain sebagai alat komunikasi, bahasa juga berfungsi sebagai media untuk menyampaikan
gagasan dan perasaan manusia. Wardhaugh (1972: 38) menjelaskan bahwa bahasa adalah alat
komunikasi yang digunakan manusia secara lisan maupun tertulis. Secara lebih rinci Jakobson
(melaui Cheer dan Leonie Agustina, 1995: 19-22) menjelaskan bahwa bahasa memiliki fungsi:
1) emotif, 2) konatif, 3) referensial, 4) puitik, 5) fatik, dan 6) metalingual. Selain enam fungsi
tersebut, masih banyak fungsi-fungsi bahasa yang dikemukaan oleh para ahli yang menggunakan
sudut pandang beraneka macam. Fungsi-fungsi yang telah disebutkan di atas dapat kita
manfaatkan untuk berbagai macam tujuan, salah satunya untuk menulis jurnal ilmiah.

Daftar Pustaka

Suryatman, Maman. 2016. Bahasa Indonesia. Yogyakarta: UNY Press

Musaba, Zulkifli. 20111. Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa. Yogyakarta: CV. Aswaja
Pressindo