Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN F.

5 PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN


PENYAKIT MENULAR DAN TIDAK MENULAR
(ISPA Dan Pneumonia)

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Pelayanan Kesehatan Masyarakat Primer


Program Internsip Dokter Indonesia

Disusun oleh:
dr. Randika Rachman

Pendamping
dr. H. Asep Firmansjah, M.H.Kes.

PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA


UPT PUSKESMAS KLANGENAN
CIREBON
2017
BAB I

1. PENDAHULUAN

Pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita di dunia, lebih banyak dibanding

dengan gabungan penyakit AIDS, malaria dan campak. Penyakit ini lebih banyak menyerang

pada anak khususnya di bawah usia 5 tahun dan diperkirakan 1,1 juta kematian setiap tahun

disebabkan Pneumonia (WHO, 2012).

Di Indonesia, Pneumonia masih merupakan masalah besar mengingat angka kematian

akibat penyakit ini masih tinggi. Berdasarkan SDKI (Survei Demografi Kesehatan Indonesia)

2012, Angka kematian bayi 32/1.000 kelahiran hidup, angka kematian balita 40/1.000 kelahiran

hidup, lebih dari 3/4 kematian balita pada tahun pertama kehidupan, terbanyak saat neonatus.

Hasil survey Sistem Registrasi Sampel (SRS) oleh Balitbangkes tahun 2014 menyebutkan

proporsi kematian Pneumonia pada balita yaitu 9,4%

Berdasarkan kelompok umur, Period Prevalence Pneumonia yang tinggi pada kelompok

umur 1-4 tahun, kemudian mulai meningkat pada umur 45-54 tahun dan terus meninggi pada

kelompok umur berikutnya. Lima besar yang mempunyai insiden pneumonia balita tertinggi

adalah Nusa Tenggara Timur (3.85%), Aceh (3.56%), Kepulauan Bangka Belitung dan Sulawesi

Barat (3.48%), Kalimantan Tengah (3.27%).


BAB II

2. PEMBAHASAN

2.1 Definisi Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan pau-paru (alveoli). Tanda dan

gejala penyakit infeksi saluran pernapasan dapat berupa: batuk, kesukaran bernapas, sakit

tenggorok, pilek, sakit telinga dan demam.

Anak dengan batuk atau kesukaran bernapas mungkin menderita pneumonia atau infeksi

saluran pernapasan yang berat lainnya. Akan tetapi sebagian besar anak batuk yang datang ke

Puskesmas/fasilitas kesehatan lainnya hanya menderita infeksi saluran pernapasan yang ringan.

Petugas kesehatan perlu mengenal anak-anak yang sakit serius dengan gejala batuk atau

kesukaran bernapas yang membutuhkan pengobatan dengan antibiotik, yaitu pneumonia (infeksi

paru) yang ditandai dengan napas cepat dan mungkin juga Tarikan Dinding Dada bagian bawah

Ke dalam (TDDK).

2.2 Menilai Anak Batuk Atau Kesukaran Bernapas

Untuk menilai anak batuk atau kesukaran bernapas, mulailah pemeriksaan sesuai dengan

kotak penilaian yang terdiri dari :

- TANYAKAN (5 langkah)

- LIHAT (3 langkah)

- DENGAR (2 langkah)

TANYAKAN

Perlu diperhatikan, yang ditanyakan adalah sebagai berikut:

Berapa umur anak? (dibagi menjadi Umur anak 2 bulan s.d 59 bulan dan umur anak <2

bulan)
Apakah anak menderita batuk atau kesukaran bernapas? (bernapas cepat atau

berbunyi atau terputus-putus

Sudah berapa lama? (apabila lebih dari 2 minggu berarti menderita batuk kronik)

Kemudian masuk ke pertanyaan tentang ada tidaknya tanda bahaya, sebagai berikut:

Apakah anak BISA minum atau menetek? (Jika anak berusia 2 bulan - s.d 59

bulan)

Anak menunjukkan tanda tidak bisa minum atau menetek jika anak terlalu lemah untuk minum

atau tidak bisa mengisap atau menelan apabila diberi minum atau diteteki.

Apakan anak KURANG BISA minum atau menetek? (Jika anak berusia < 2 bulan)

Pertanyaan ini mirip dengan pertanyaan di atas. Bedanya, pada anak yang lebih tua adalah tidak

bisa minum sama sekali, sedangkan pada usia < 2 bulan, kemampuan minumnya paling banyak

hanya setengah dari kebiasaan menyusu/minum susu buatan. Ibu dapat memperkirakan jumlah

ASI yang dihisap anaknya berdasarkan lamanya menyusu.

Apakah anak demam? Sudah berapa lama?

Apakah anak kejang?

LIHAT

Apakah napas cepat?

Apakah terlihat tarikan dinding dada bagian bawah kedalam (TDDK)?


Anak dikatakan mempunyai TDDK jika dinding dada bagian bawah MASUK kedalam

saat anak MENARIK napas

Apakah terlihat kesadaran menurun?

Anak yang kesadarannya turun akan sulit dibangunkan sebagaimana seharusnya. Anak tampak

mengantuk dan tidak punya perhatian akan apa yang terjadi di sekelilingnya (letargis). Tanda

anak yang tidak sadar yaitu tidak dapat dibangunkan, tidak bereaksi ketika disentuh, digoyang

atau diajak bicara

DENGAR

Apakah terdengar stridor?

Apakah terdengan wheezing?

2.3 Klasifikasi & Tindakan Untuk Anak Umur 2 Bulan s.d 59 Bulan

Lakukan penilaian tanda bahaya untuk menentukan tindakan rujukan sebelum menentukan

klasifikasi pneumonia
Bila tidak ditemukan tanda bahaya, tentukan klasifikasi apakah termasuk Pneumonia

Berat, Pneumonia, atau Batuk Bukan Pneumonia. Tabel klasifikasi mempunyai 3 (tiga) kolom:

merah, kuning, hijau. Warna kolom menunjukkan derajat keparahan penyakit serta tindakan

maupun pengobatan yang diperlukan.Tindakan diberikan sesuai klasifikasi yang telah

ditentukan, sebagai berikut :


2.4 Klasifikasi Dan Tindakan Untuk Bayi Batuk Atau Kesukaran Bernapas Umur < 2

Bulan