Anda di halaman 1dari 11

NYERI EKSTREMITAS

KASUS
Skenario 3
Laki-laki umur 36 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan utama nyeri pada daerah siku kanan
menjalar ke lengan bawah yang dirasakan sejak 9 bulan lalu. Keadaan ini dirasakan semakin bertambah
berat terutama bila penderita memflexikan sikunya. Ada riwayat fraktur supracondylar pada waktu
berusia 5 tahun. Pada siku kanan terlihat valgus deformitas, gangguan sensoris pada ujung jari kelingking.
Atrophy otot pada web space I.

KATA SULIT
Valgus deformitas

Adanya kelainan dari valgus, yakni angulasi secara imajiner yang tidak ada hubungannya dengan
lingkaran imajiner dimana penderita ditempatkan.

Web space 1

Fraktur Supracondylar

KATA/KALIMAT KUNCI
Laki laki umur 36 tahun

Nyeri pada daerah siku kanan menjalar ke lengan bawah

Dirasakan sejak 9 bulan lalu

Nyeri bertambah bila memflexikan siku

Riwayat fraktur supracondylar (usia 5 thn)

Valgus deformitas (siku kanan)

Gangguan sensoris (ujung jari kelingking)

Atrophy otot pd web space I

PERTANYAAN
1. Bagaimana topografi extremitas atas?
2. Jelaskan mekanisme nyeri pada extremitas!

3. Bagaimana hubungan riwayat fraktur dengan kasus?

4. Jelaskan DD kasus!

5. Jelaskan penyebab terjadinya sindrom jebakan!

6. Pemeriksaan penunjang apa saja yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis?

7. Bagaimana penatalaksanaan penyakit pasien pada skenario?

JAWABAN PERTANYAAN
1. Innervasi Ekstremitas Superior
Secara umum, extremitas superior dipersarafi oleh cabang-cabang plexus brachialis. Cabang-cabang
terminal plexus brachialis adalah N.musculocutaneus, N.medianus, N.ulnaris, dan N.radialis

Nervus medianus
Dibentuk oleh radix superior dari fasciculus lateralis dan radix inferior dari fasciculus medialis, berada di
sebelah lateral arteria axillaris. Dibentuk oleh serabut saraf yang berpusat pada medulla spinalis
segmental C5 Thoracal 1.

Sepanjang brachium n.medianus berjalan berdampingan dengan arteria brachialis, mula-mula berada di
sebelah lateral, lalu menyilang di sebelah ventral arteria tersebut kira-kira pada pertengahan brachium,
selanjutnya memasuki fossa cubiti dan berada di sebelah arteria brachialis. Di dareah brachium nervus ini
tidak memberi percabangan.

Memasuki daerah antebrachium, n.medianus berada di antara kedua caput m.pronator teres, berjalan ke
distal di bagian medial antebrachium, oleh karena itu disebut nervus medianus, berada di sebelah
profunda m.flexor digitorum sublimis.

Di regio antebrachium, nervus ini mempersarafi m.flexor pollicis longus, pars lateralis m.flexor digitorum
profundus, dan m.pronator quadratus.

Nervus ulnaris
Merupakan cabang utama dari fasciculus medialis, berada di sebelah medial a.axillaris, selanjutnya
berada di sebelah medial a.brachialis. Pada pertengahan brachium, saraf ini berjalan ke arah dorsal
menembusi septum intermusculare medial, berjalan terus ke caudal dan berada pada facies dorsalis
epicondylus medialis humeri, yaitu di dalam sulcus nervi ulnaris humeri. Di daerah brachium n.ulnaris
tidak memberi percabangan.
Saraf ini masuk regio anterbrachium dengan melewati celah antara kedua caput m.flexor carpi ulnaris,
lalu berjalan di antara m.flexor carpi ulnaris dan m.flexor digitorum profundus. Di sebelah distal
pertengahan antebrachium n.ulnaris memberi dua cabang cutaneus, yaitu:

1) ramus dorsalis, yang berjlaan ke dorsal, berada di sebelah parofunda tendo m.flexor carpi ulnaris,
mempersarafi kulit pada sisi ulnaris manus dan facies dorsalis 1 jari, sejauh phalanx intermedia;

2) ramus palmaris, yang mempersarafi kulit sisi ulnaris pergelangan tangan dan manus.

Pada regio manus, n.ulnaris terbagi ke dalam ujung-ujung terminal, yaitu:

1) ramus superficialis, mempersarafi m.palmaris brevis, lalu terbagi dua membentuk nn.digitales
palmares communes. Cabang ini mempersarafi kulit 1 jari bagian medial, pada facies palmaris
seluruhnya dan pada facies dorsalis sampai phalanx distalis;

2) ramus profundus, yang berjalan bersama dengan arteri ulnaris, mempersarafi otot-otot hypothenar,
memberi dua buah cabang yang masing-masing menuju ke ruang interossea, bersifat motoris untuk
mm.interossei. Juga mempersarafi kedua otot lumbricales bagian medial. Ramus profundis ini berakhir
dengan mempersarafi m.adductor pollicis dan m.interosseus palmaris I.

Nervus radialis
Merupakan cabang terbesar dari plexus brachialis, merupakan lanjutan dari fasciculus posterior. Berjalan
menyilang pada tendo m.latissimus dorsi, melewati tepi caudal m.teres major, di antara caput longum
m.triceps brachii dan humeris. Saraf ini berjalan ke distal melingkari humerus, berada di dalam sulcus
spiralis bersama dengan arteria profunda brachii. Tiba pada sisi lateal brachium n.radialis menembusi
septum intermusculare lateral, berjalan di antara m.brachialis dan m.coracobrachialis, di sebelah ventral
epicondylus lateralis humeri, terbagi menjadi ramus superficialis dan ramus profundus.
Ramus superficialis nervi radialis merupakan lanjutan dari n.radialis, berjalan pada sisi lateral
antebrachium, ditutupi oleh m.brachioradialis. Setelah mencapai facies dorsalis pergelangan tangan,
nervus ini bercabang dua mementuk ramus lateralis dan ramus medialis. Ramus lateral kecil dan
mempersarafi kulit bagian radialis. Ramus medialis mengadakan anastomose dengan cabang-cabang
nervus cutaneus antebrachii lateralis dan ramus dorsalis nervi ulnaris, selanjutnya membentuk 4 buah
nervus digitalis dorsalis, yang mempersarafi sisi ulnaris jari I, sisi radialis jari II, sisi ulnaris jari III dan
sisi radialis jari III, sisi ulnaris jari III dan sisi radialis jari IV.
Nervus nusculocutaneus
Merupakan cabang dari fasciculus lateralis dan berpusat pada medulla spinalis segmen C 5 7,
menembusi m.coracobrachialis, berjalan menyilang le arah lateral di antara m.biceps brachii dan
m.brachialis. Memberi cabang ramus muscularis untuk m.coracobrachialis, m.biceps brachii, dan
m.brachialis. Saraf ini berjalan meninggalkan tepi lateral m.biceps brachii, tembus fascia, melanjutkan
diri sebagai nervus cutaneus antebrachii lateralis, yang mempersarafi facies lateralis regio
antebrachium.
Sistema Arteriosum
- Arteria Brachialis

Dengan percabangan : Areteria Profunda brachii, arteria nutricia humeri, arteria collateralis ulnaris
superioris, arteria collateralis ulnaris inferior, dan rami musculares.

- Anastomose di sekeliling Articulatio Cubiti dikeal juga dengan nama Rete articulatio Cubiti.
Dibagi menjadi yang terletak di bagian ventral dan di bagian dorsal epicondylus

- Arteria radialis dengan diameter lebih kecil daripada arteria ulnaris. Dibagi menjadi tiga bagian.

- Arteria Ulnaris, setelah dipercabangkan oleh arteri brachialis maka arteria ulnaris berjalan oblique
ke arah caudal, mencapai sisi ulnaris antebrachium, memberi percabangan sebagai berikut :

Pada antebrachium, arteria recurrens ulnaris anterior, arteria recurrens posterior, arteria interossea
communis, rami musculares. Pada pergelangan tangan arteria interossea anterior dan arteria interossea
posterior. Pada manus arcus palmaris superficialis, ramus palmaris profundus.

Sistema Venosum
Terdiri dari vena superficialis dan vena profunda. Vena superficialis terdiri dari vena cephalica dan vena
basilica. Pada fossa cubiti terdapat vena mediana cubiti. Vena profunda berjalan bersama-sama dengan
arteri bersangkutan.

2. Mekanisme Nyeri pada Ekstremitas


Nyeri pada ekstremitas disebabkan oleh banyak hal. Namun penyebab yang paling sering adalah trauma
atau fraktur pada daerah yang dilalui serabut saraf. Dapat juga karena tendinitis maupun peradangan atau
pembengkakan tendon yang menjepit nervus yang ada di dekatnya. Apabila daerah yang dilalui serabut
saraf mengalami tekanan yang berlebihan, tidak menutup kemungkinan tekanan pada daerah nervus ulnar,
nervus radialis, maupun nervus medianus yang dapat disebabkan oleh beberapa cara. Dapat juga bila
jaringan ikat (penyambung) disekitar nervus menebal, atau adanya perubahan/variasi dari struktur otot
yang berada di sekitar nervus. Sebagai contoh, bila siku diposisikan dengan keadaan tulang yang menekan,
maka akan menekan nervus ulnaris pula. Bila meletakkan lengan di atas meja dengan sisi bagian dalam
siku yang melekat pada sisi meja, lengan akan terasa nyeri akibat penekanan nervus ulnar ini, dan bila
berlangsung dalam jangka waktu yang lama, kekakuan dan nyeri akan persisten.
3. Hubungan Riwayat Fraktur dengan Kasus
Fraktur suprakondilar yang dialami pasien pada masa anak-anak merupakan fraktur supracondylar humer
(transkondiler) yang berdasarkan pergeseran fragmen distal. Dikenal dua tipe, yakni tipe posterior (tipe
ekstensi yang merupakan 99% dari seluruh jenis fraktur suprakondilar humeri dengan fragmen distal
bergeser ke arah posterior) dan tipe anterior (anti fleksi, yang fragmen distal bergeser ke arah
anterior). Bila pada pasien mengalami fraktur tipe ekstensi, maka kemungkinan untuk valgus deformitas
yang muncul dalam skenario setelah dewasa akan muncul, dan dengan demikian, akan mampu menekan
perjalanan dari nervus yang berada di sekitar daerah tersebut.

4. DD Kasus
Pada kasus, nyeri terjadi pada daerah siku kanan menjalar ke bagian bawah. Dari riwayat penyakit
diketahui bahwa penderita pernah mengalami fraktur supracondylar. Hal inilah yang kemungkinannya
menimbulkan nyeri.

Maka dengan penekanan nervus yang terlihat dengan gejala pada pasien, didapatkan diagnosis banding
sebagai berikut:

1. Carpal Tunnel Syndrome.


Atau disebut juga CTS/Sindrom terowongan Karpal. Sindrom ini terjadi pada pergelangan tangan.
Penyebab yang pasti umumnya tidak diketahui. Pada beberapa kasus kelainan ini ditemukan bersama
dengan fraktur pergelangan tangan, osteoarthritis, penyakit Paget Tulang, mieloma, akromegali,
hipertiroidisme, penderita diabetes, alkoholisme.

Gambaran klinis : kelainan ini terutama ditemukan pada wanita berumur 40 60 tahun, bersifat bilateral
sebesar 20 30% dan biasanya berlangsung 6 12 bulan. Ditemukan rasa tebal, perih, dan tertusuk pada
jari terutama pada bagian ujung ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah. Gejala bertambah hebat pada malam
hari, pada saat bangun, pada waktu mengangkat tangan atau setelah mengerjakan sesuatu seperti menjahit,
mengetik. Gejala dapat bertambah berat pada masa kehamilan. Bila kelainan sudah berlangsung lama,
maka terdapat atrofi muskulus abduktor pollicis brevis pada bagian penonjolan thenar disertai gangguan
sensibilitas.
Diagnosis : sebanyak setengah dari penderita memiliki gejala klinis yang ringan. Diagnosis dapat
ditegakkan dengan pemeriksaan klinik semata-mata, selain itu diagnosis dapat ditegkkan dengan elektro
diagnosis dengan pemeriksaan konduksi saraf.
Pengobatan :
1. Konservatif :
1. Pemberian obat-obatan seperti vitamin B12 untuk jangka waktu yang panjang
2. Pemakaian bidai pada lengan bawah
3. Injeksi lokal hidrokortison
2. Operatif :

Tindakan operatif yang dapat dilakukan berupa dekompresi dan pemotongan retinaculum fleksor pada
pergelangan tangan disertai dengan neurolis eksterna/interna pada nervus medianus. Semua perdarahan
kecil harus diligasi agar tidak terjadi fibrosis di kemudian hari. Pada saat ini dengan kemajuan teknologi
pembedahan, tindakan operasi dapat dilakukan denga artroskopi untuk membebaskan semua jepitan

1. Cubital Tunnel Syndrome


Atau disebut juga dengan Jepita saraf ulnaris pada bagian Siku. Cubital tunnel syndrome adalah kondisi
yang menyebabkan saraf ulnaris yang berada di siku terjepit. Nervus ulnaris masuk ke dalam
kompartemen ekstensor dari lengan atau melalui septum intermuskularis ulnaris pada insersi muskulus
deltoideus. Selanjutnya saraf ini berada di belakang epikondilus medialis humerus dan mencapai
kompartemen fleksor pada lengan bawah dan berjalan di antara olekranon dan kaput epikondilus dari
fleksor karpi ulnaris.
Jepitan pada sendi diku ini juga disebut neuritis ulnar, pada daerah ini biasanya disebabkan oleh adanya
tekaan di bagian belakang epikondilus lateralis.

Gambar di atas menunjukkan Jepitan Saraf Ulnaris

Pada anak-anak biasanya disebabkan oleh karena valgus pada sendi siku serta fraktur kondilus lateralis
humeri dan pada orang dewasa karena oleh karena adanay penyempitan atau traksi yang berulang-ulang.
Penyempitan dapat terjadi oleh adanya osteoartritis atau osteofit pada cekungan nervus ulnaris. Pada
kedua keadaan ini, saraf mengalami fibrosis dan apabila tidak dilakukan tindakan sesegera mungkin maka
kelainan akan bersifat secara reversible.

Gambaran klinis : gambaran klinis yang biasa ditemukan yaitu penderita mengeluh adanya rasa tebal
dan nyeri di sekitar distribusi nervus ulnaris atau adanya gangguan gerakan halus pada perjarian misalnya
pada pemain musik. Pada pemeriksaan ditemukan hlangnya persarafan sensoris nervus ulnaris pada
sebagian jari kelingking dan sebagian metakarpal serta terdapat artrofi dan kelemahan otot-otot yang
dipersarafi nervus ulnaris dan keadaan kulit yang dilewati oleh nerevus ulnaris menjadi kering.
Pemeriksaan tambahan yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan elektrodiagnostik.
Gambar daerah pada manus yang dipersarafi oleh Nervus ulnaris
Pengobatan : Tindakan operatif biasanya merupakanjalan terbaik dengan pembebesan atau transposisi
nervus ulnaris pada tempat jepitan di pergelangan tangan .Setelah melewati pergelangan tangan, nervus
ulnaris berjalan secara superfisial melewati ligamentum karpal transversa berjalan ke lateral os pisiform
dan masuk ke dalam canalis Guyton. Setelah saraf itu terbagi dalam dua bagian yaitu bagian superficialis
dan bagian profunda di dalam kanal dimana yang superficialis menginnervasi daerah kutaneus jari-jari
tangan dan bagian profunda memberikan inervasi motorik pada tiga otot hipothenar, muskulus interosseus
dan sebagian muskulus lumbrikalis dan muskuls abduktor pollicis. Dapat pula terjadi jepitan pada daerah
ini yang disebabkan oleh adanya ganglion pada aspek palmaris sendi karpal yang menyebabkan tekanan
pada cabang ini.
1. Radial Tunnel Syndrome
Cabang interosseus posterior dari nervus radialis berada dalam saluran antara muskulus radialis dan
muskulus brachioradialis. Nervus interossea posterior selanjutnya di belakang dan sekitar leher dari radius
di antara kedua kaput muskulus supinator. Jepitan nervus radialis dapat terjadi sewaktu nervus interosseus
posterior menuju supinator. Jepitan yang terjadi bisa berupa pita yang menekan, ganglion, lipoma, atau
fibroma pada daerah leher radius. Neuropati radialis dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor mana
mungkin terjadi sendiri-sendiri atau secara bersamaan (multiple factors). Misalnya, suatu diabetes melitus
yang pada mulanya subklinis akan menjadi simptomatis sesudah adanya suatu trauma atau kompresi yang
mengenai saraf.

1. Trauma

Pada fraktur dan dislokasi, neuropati terjadi karena penekanan safar oleh fragmen tulang, hematom, kallus
yang berbentuk sesudah fraktur, atau karena peregangan sarar akibat suatu dislokasi. Neuropati radialis
sering terjadi pada fraktur kaput humerus. Presis nervus radialis dapat terjadi akibat tidur dengan
menggantungkan lengan diatas sandaran kursi (Saturday night palsy), atau tidur dengan kepala diatas
lengan atas. Akibat penekanan pada waktu saraf ini menembus septum intermuskularis lateralis. Pada
tempat mana saraf ini terletak agak superfisial dan menempel pada tulang (Dyck 1987). Disamping itu
trauma pada waktu olah raga, kerja, pemakain kruk, atau posisi tangan pada waktu operasi dapat
menyebabkan terjadinya parese NR.

2. Infeksi.

Dapat terjadi karena: sifilis, herpes zoster, lepres dan TBC. Bisa mengenai saraf atau banyak saraf

3. Toksi.

Lebih spesifik mengenai nervus radialis adalah pada lead intoxication

4. Penyakit vaskuler

5. Neoplasma

Lesi penyebab neuropati radialis dapat mengenai saraf disepanjang perjalanannya. Gejala yang timbul
dipengaruhi oleh lokasi lesi:

A. Pada level lengan atas lesi pada n.radialis dapat terjadi pada aksila, pada waktu melilit humerus di
musculoradialis groove, atau sewaktu berjalan superfisial pada sisi lateral lenga atas. Menyebabkan
parese semua otot yang diper sarafinya yaitu triseps, ekstensor pergelangan tangan, ekstensor jari dan
brakhioradialis, dan disertai defisit sensorik pada daerah yang dipersarafi yaitu sisi lateral-dorsal tangan,
ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah. Lesi pada aksila dapat disebabkan kompresi oleh kruk, dislokasi
sendi bahu, fraktur humerus dan luka tembus (Dejong 1979, Dyck 1975, Patten 1980).

B. Lesi neuropati radialis

Lesi neuropati radialis sewaktu melilit humerus atau sewaktu berjalan seperfisial pada aspek lateral
lengan atas, sering akibat kelamaan menggantung lengan diatas sandaran kursi (Saturday nigth palsy),
akibat tertekannya lengan karena posisi yang tidak tepat selama anestesi atau tidur, penggunaan tomiket
yang tidak benar atau akibat iritasi dan kompresi oleh kallus sesudah fraktur tulang.

Gejalanya:

- tidak dapat ekstensi siku karena parese triseps

- tidak dapat fleksi siku pada posisi lengan bawah antara pronasi dan supinasi karena parese
m.brakhioradialis

- tidak dapat supinasi lengan bawah karena parese m.brakhioradialis

- tidak dapat supinasi lengan bawah karena parese m. supinator

- wrist drop dan finger drop karena parese ekstensor pergelangan tangan dan jari

- gangguan abduksi ibu jari tangan

- refleks trispes negatif atau menurun

- gangguan sensorik berupa parestesi atau baal pada bagian dorsal distal lengan bawah, sisi leteral dan
dorsal tangan, ibu jari, telunjuk dan jari tengah.

C. Lesi pada bagian saraf yang berjalan antara septum intermuskularis lateralis dan tempat dimana
n.interosseus posterior menembus m.supinator mengakibatkan jari yang dipersarafi oleh nerpus ini.

Gejalanya:

- tidak dapat supinasi dan meluruskan jari

- tidak ada wrist drop


- refleks triseps positif

- gangguan sensorik tidak ada

D. Lesi pada punggung pergelangan tangan, hanya akan menimbulkan gejala sensorik, tanpa defisit
motorik.

5. Penyebab Terjadinya Sindrom Jebakan


Kompresi akibat kompartemen yagn menyempit baik oleh karen penyakit lokal maupun sistemik
atau karena adanya pembengkakan jaringn di sekitarnya.

Ketegangan berulang-ulang pada saraf yang melalui struktur yang mengalami kelainan.

Tekanan karena penyembuhan tulang yang tidak baik, mis: pada nervus medianus.

Gesekan yang disebabkan oleh penyempitan yang berulang-ulang dari seranut saraf.

Dislokasi yang berulang-ulang.

6. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan dapat berupa Radiologi maupunTes Pemeriksaan
Sindroma Jebakan.
Pada pemeriksaan radiologi, bila ditemukan osteofit (dapat karena pasien sebelumnya menderita
osteoarthritis) maupun gambaran yang lebih jelas terhadap fraktur yang sebelumnya terjadi pada masa
kanak-kanak. Terlebih ditemukan keluhan berupa valgus deformiotas sehingga akan memudahkan
menegakkan diagnosis. Pada pemeriksaan siondroma jebakan dapat dengan :

Tes Tinel = dapat pada pemeriksaan narvus medianus dengan melakukan penekanan pada pertengahan
ligamentum carpi transversum (volare). Tinels test postif jika timbul nyeri yang berarti terdapat
penjepitan saraf. Pada pemeriksaan nervus ulnaris, penekanan dilakukan pada sulcus nervi ulnaris yatu di
bagian posterior epicondylus medialis humeri. Jika positif jebakan nervus ulnaris, akan terasa nyeri yang
hebat dan menjalar sepanjang perjalanan nervus ulnaris. Pada pemriksaan Jebakan nervus radialis,
penekanan dilakukan pada bagian proksimal dari processus styloideus os radii.
Phalents test = pada pemeriksaan jebakan nervus medianus, melakukan hiperfleksi pada pergelangan
tangan dengan mempertemukan kedua punggung tangan. Pada paseien yang menderita carpal Tunnel
Syndrome, akan terasa nyeri yang sangat hebat.
Pemeriksaan gangguan sensibilitas = yakni dengan pemeriksaan sensibilitas dari daerah yang
dipersarafi oleh nervus medianus, ervus radialis. Dan nervus ulnaris. Adanya kekurang sensitifan pada
pemeriksaan (dapat dengan menkan menggunakan benda tajam/tumpul) mengarahkan kita kepada
jebakan nervus mana yang dialami.
7. Penatalaksanaan
1. Konservatif

obat anti inflamasi non steroid (NSAID)

Vitamin B6 100 mg/hari, masih kontroversi

membatasi aktivitas pada siku, bila perlu menggunakan elbow pad selama beraktivitas untuk
melindungi saraf dari tekanan langsung dari luar.

2. Bedah (tindakan operatif)

ulnar nerve transposition : membentuk terowongan baru dari otot flexor pada pada lengan. Nervus
ulnaris dikeluarkan dari terowongan cubital dan ditempatkan pada terowongan baru yang telah dibuat tadi.

Dekompresi ulnar : dengan memotong salah satu ligamentum pada cubital tunnel untuk membuka
terowongan dan mengurangi tekanan pada nervus

medial epicondylectomy : dapat membantu menggerakkan nervus ulnar di dalam dan luar cubital
tunnel.

HASIL ANALISIS DAN SINTESIS PERMASALAHAN


Berdasarkan hasil diskusi, maka kelompok kami menganalisis sebagai berikut:

CTS Cub.TS Rad.TS


Laki-laki 36 thn + + +
Nyeri menjalar ke lengan bawah - + +
Dirasa sejak 9 bulan + +
Riwayat fraktur supracondylar - + +
Valgus deformitas - + +
Gangguan sensoris kelingking - + -
Atrophy web space 1 + + -
Total 3 7 4
Riwayat fraktur berhubungan dengan valgus deformitas pada pasien, sehingga mendukung terjadinya
jebakan/jepitan pada saraf ulnaris. Olehnya, terdapat gangguan sensoris pada jari yang dipersarafi oleh
nervus ulnaris, yakni jari kelingking dan sebagian jari manis. Artrofi pada web space 1 dikarenakan
nervus ulnaris juga mempersarafi daerah muskulus abductor pollicis sehingga artrofi pada daerah web
space 1.

KESIMPULAN
Pasien mengalami jebakan pada saraf ulnaris dengan penekanan pada bagian cubital (siku) sehingga
dinamakan juga sebagai Cubital Tunnel Syndrome. Dengan riwayat fraktur supracondylar, didapatkan
bahwa terjadi valgus deformitas dan menyebabkan fibrosis sehingga terasa nyeri pada bagian siku kanan
yang menjalar ke lengan bawah.

DAFTAR PUSTAKA

Rasjad, Chairuddin, Prof.Ph.D. 2000. Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi. Makassar : Bintang
Lamumpatue.
Japardi, Iskandar. 2004. Neuropati Radialis. Universitas Sumetra Utara: Bagian Bedah, Fakultas
Kedokteran.
American Society for Surgey of Hand.
2006. Cubital Tunnel Syndrome.http://www.assh.org/AM/Template.cfm?Section=Hand_Conditions&Te
mplate=/CustomSource/HandMap.cfm. Accesed on 28th May, 2008.
American Academic of Orthopaedic Surgeons (AAOS) .
2000. Ulnar NerveEntrapment. http://www.hss.edu/index.htm. Accesed 0n 28th May 2008.
Michael Bermant, MD. 1996-2008. Cubital Tunnel
Syndrome .http://www.plasticsurgery4u.com/index.html. Accesed on 28th May, 2008.