Anda di halaman 1dari 39

CONTOH MAKALAH

INTERPERSONAL SKILL
Posted on 04.43 by annisa rachmalia

TUGAS MAKALAH
PENGANTAR PENTINGNYA
INTERPERSONAL SKILL

Disusun Oleh :
Annisa Rachmalia
13.01.53.0099
Teknik Informatika

DAFTAR ISI
Daftar isi 2
Isi
Konsep Interpersonal Skill.........................3
Cara Meningkatkan Interpersonal Skill..............................................................3
Manfaat Interpersonal Skill................................................................................3
Kesimpulan.............4
Daftar Pustaka........ 5
KONSEP INTERPERSONAL SKILL
Keterampilan interpersonal adalah ketrampilan untuk mengenali dan merespon secara layak
perasaan, sikap dan perilaku, motivasi serta keinginan orang lain. Ketrampilan interpersonal
mencakup bagaimana diri kita mampu membangun hubungan yang harmonis dengan
memahami dan merespon masnusia atau orang lain.
Untuk membangun hubungan dengan orang lain, terlebih dahulu kita harus menguasai
kemampuan dan ketrampilan dalam mengenal diri sendiri secara jelas, bagaimana merespon,
menyampaikan pesan dan maksud, bernegosiasi dan menyelesaikan konflik, berperan dalam
tim, dan banyak lagi.

Kita juga dapat mengukur dan melakukan penilaian mengenai interpersonal skillnya. Untuk
melakukan penilaian tentang kemampuan interpersonal, kita dapat melakukannya sendiri (self
assessment) atau dapat meminta orang lain untuk menilai berdasarkan persepsi mereka
tentang kemampuan interpersonal kita.
Namun demikian, apapun penilaian orang, kita dapat menggunakan bahan ini untuk
memperbaiki dan meningkatkan keterampilan interpersonal kita.

CARA MENINGKATKAN INTERPERSONAL SKILL


Ada cara untuk meningkatkan kemampuan interpersonal skill, yaitu:
1. Mengatasi persepsi negative karena hal ini dapat membantu kita untuk berpikir dahulu
sebelum menyertakan emosi.
2. Menerima pesan dengan baik dengan cara mendengarkan.
3. Menekan ego pribadi, dengan cara ini kita dapat memahami orang lain yang berbeda
pendapat dengan kita dan kita tidak boleh memaksakan kehendak.
4. Perbanyak belajar karena pengetahuan mempunyai peran penting dalam komunikasi dan juga
membangun hubungan.
5. Memperhatikan bahasa non-verbal. Bahasa merupakan alat yang penting dalam komunikasi.
Sering terjadi kesalahan akibat kesalahpahaman dari bahasa yang kita gunakan. Karena itu
kita harus lebih berhati-hati dalam menggunakan bahasa.
6. Memperbanyak bertemu dengan orang-orang baru akan melatih dan mengembangkan
interpersonal skill.
MANFAAT INTERPERSONAL SKILL
Penting sekali untuk kita mengembangkan interpersonal skill karena interpersonal skill dapat
terlihat dari bagaimana kita berkomunikasi, memotivasi, memimpin, bernegosiasi, dan
berprestasi dan juga interpersonal skill dalam diri manajer mempengaruhi kinerja anggota
organisasinya. Utamanya interpersonal skill dimiliki seseorang untuk memimpin
organisasinya mendapatkan kesuksesan dan keuntungan. Namun ada juga manfaat lain dari
interpersonal skill, seperti:
1. Meningkatkan human relations dalam kehidupan bermasyarakat dan organisasi.
2. Meningkatkan kemampuan menjadi pemimpin dan dapat bekerja sama dalam tim .
3. Interpersonal skill bukan merupakan bagian dari karakter kepribadian yang bersifat bawaan,
tetapi merupakan keterampilan yang dapat dipelajari.
4. Interpersonal skill yang baik dapat dibangun dari kemampuan mengembangkan perilaku dan
komunikasi yang asertif (secara aktif menyatakan gagasan) dan efektif.
5. Mempunyai kesadaran bertanggung jawab yang lebih besar untuk memperbaiki diri.

Di dunia kerja, mengembangkan interpersonal skill sangat penting dalam membina hubungan
antar atasan dengan atasan ataupun atasan dengan bawahan karena baik secara langsung
maupun tidak langsung kemampuan manajer sangat mempengaruhi produktivitas
anggotanya. Seorang manajer dituntut untuk memiliki skill ini untuk membimbing anggota
organisasi, tidak hanya untuk membimbing namun juga mengendalikan dan menjadi
penengah jikalau terjadi konflik dalam organisasi. Kunci utama suksesnya organisasi dalam
mencapai tujuan salah satunya harus mempunyai manajer yang berkompeten dan cakap
dalam memimpin.. Tanpa adanya interpersonal skill manajer tidak dapat memimpin anggota
organisasinya dan akan terjadi perselisihan terus menerus yang akan mengakibatkan
hancurnya organisasi.

KESIMPULAN
Keterampilan interpersonal adalah ketrampilan untuk mengenali dan merespon secara layak
perasaan, sikap dan perilaku, motivasi serta keinginan orang lain. Cara meningkatkan
interpersonal skill kita dengan mengatasi persepsi negative, menerima pesan dengan baik
dengan cara mendengarkan, menekan ego pribadi, meningkatkan knowledge, memperhatikan
juga bahasa non-verbal, memperbanyak bertemu dengan orang-orang baru, menghindari
judgement, open minded, empati, dan mengadapi konflik.

DAFTAR PUSTAKA
http://ayouk91.blogspot.co.id/2011/05/pentingnya-interpersonal-skill-dalam.html
http://layarasdos.blogspot.co.id/2014/06/pentingnya-interpersonal-skill.html
Makalah Interpersonal Skill

Makalah ini dibuat sebagai tugas mata kuliah Kecakapan Antar Personal

Dosen Pembimbing :

Ary Satria Kusuma, S.Kom

Disusun Oleh :

Kelompok 3 : 1. Abdul Rasid

2. Abraham Iskandar

3. Dede

4. Ratna Yuningsih

5. Riska Alfiana

6. Siti Maesaroh

7. Yati Nurhayati

TEKNIK PERANGKAT LUNAK FT UNPAM


Jl. Surya Kencana No. 1 Pamulang Telp (021) 7412566, Fax.(021)7412566

Tangerang Selatan Banten

Kata Pengantar
Puji Sukur kehadirat Allah SWT atas karunianya yang tidak terhingga sehingga penulis
dapat menyelesaikan Makalah yang berjudul Interpersonal Skill yang dilakukan untuk memenuhi
syarat mata kuliah Kecakapan Antar Personal Strata Satu Jurusan Teknik Informatika.Dalam
penulisan Makalah ini penulis telah mendapatkan bantuan dari banyak pihak, maka dari itu penulis
mengucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Bapak Ary Satria Kusuma S.Kom. Selaku dosen pembimbing Mata Kuliah Kecakapan Antar Personal

2. Bapak Ir.Atang Susila, M.Eng. Selaku ketua jurusan Tehnik Informatika.

3. Teman-teman mahasiswa Universitas Pamulang.

4. Dan semua pihak lainnya yang tidak dapat dituliskan satu persatu.

Tanpa bantuan dan dorongan dari rekan-rekan diatas penulis tidak dapat melaksanakan
pembuatan Laporan Makalah Kecakapan Antar Personal ini. Penulis masih tahap proses belajar
apabila ada banyak kesalahan penulis menerima kritik dan saran dengan lapang dada sebagai
masukan yang dapat membangun. Penulis juga memohon maaf sebesar-besarnya apabila ada
kesalahan dan kata-kata yang tidak berkenan di hati.Akhir kata semoga Laporan Makalah ini dapat
bermanfaat bagi penulis dan khususnya pembaca pada umumnya.

Hormat Saya,

Jakarta, Desember 2012

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

1. LATARBELAKANG

Keterampilan interpersonal adalah suatu yang sangat penting untuk kita gunakan dalam kehidupan
sehari-hari baik di dunia kerja ataupun dalam berorganisasi. Dengan latar belakang itulah makalah
ini dibuat agar dapat dignakan untuk belajar lebih jauh fungsi fungsi interpersonal skill dalam
penunjang kehidupan agar menjadi lebih baik.

2. MAKSUD DAN TUJUAN

Agar mahasiswa/i dapat mengetahui apa saja yang dipelajari dalam mata kuliah kecakapan antar
personal

Agar mahasiswa/i dapat memahami dari Interpersonal Skill

Agar mahasiswa/i dapat mendalami dalam kehidupan sehari-hari materi yang ada dalam makalah
ini.
BAB II

PEMBAHASAN MATERI

A. Interpersonal Skill

Keterampilan interpersonal adalah keterampilan yang digunakan seseorang untuk berinteraksi


dengan orang lain. Keterampilan interpersonal yang kadang-kadang juga disebut sebagai
keterampilan orang atau keterampilan komunikasi. Keterampilan interpersonal melibatkan
menggunakan keterampilan seperti mendengarkan secara aktif dan nada suara, mereka termasuk
delegasi dan kepemimpinan. Ini adalah seberapa baik Anda berkomunikasi dengan seseorang dan
seberapa baik Anda berperilaku atau membawa diri. Juga mereka membantu orang melanjutkan
karir mereka.

Memiliki keterampilan interpersonal yang positif meningkatkan produktivitas dalam organisasi


karena jumlah konflik berkurang. Dalam situasi informal, memungkinkan komunikasi menjadi mudah
dan nyaman. Orang dengan keterampilan interpersonal yang baik umumnya dapat mengendalikan
perasaan yang muncul dalam situasi sulit dan merespon dengan tepat, bukannya kewalahan oleh
emosi.

A. Kemampuan Interpersonal Skill, meliputi :

Kemampuan, kesanggupan, kepandaian atau kemahiran seseorang dalam mengerjakan sesuatu

Memiliki konsep diri dan berkepribadian yang kuat

Meningkatkan potensi diri menjadi pribadi yang mempunyai kompetensi dibidangnya

Percaya diri dan mengasah kemampuan berkomunikasi


Berpenampilan menarik dan menyenangkan

Meningkatkan human relations dalam kehidupan bermasyarakat dan organisasi

Meningkatkan kemampuan menjadi pemimpin dan dapat bekerjasama dalam team

B. Teori Teori Hubungan Manusia

1. Teori hubungan Biologis : manusia dapat berhubungan dengan manusia lain dengan menggunakan
anggota badan.

Hubungan sesama manusia dengan menggunakan anggota badan disebut sebagai komunikasi non
verbal atau komunikasi yang dilakukan tanpa kata-kata atau bahasa.

Jenis-jenis komunikasi nonverbal ini meliputi :

a. Kinesic, ialah komunikasi nonverbal yang dilakukan dengan anggota badan.

b.Occulesic, ialah komunikasi nonverbal yang dilakukan dengan mata

c. Proxemic, ialah komunikasi nonverbal yang dilakukan dengan mengatur jarak tbh

2. Teori hubungan Ekonomis : manusia itu akan berhubungan dengan manusia lain karena terdesak
kebutuhan ekonomi.

3. Teori hubungan Estetis : estetika yang berarti keindahan, dan menurut teori ini manusia itu akan
selalu ingin berhubungan dengan manusia lain yang dianggap mempunyai keindahan.

4. Teori hubungan Etis : menurut teori ini hubungan sesama manusia itu bersifat wajib (Emmanuel
Levinas )

C. Teori-Teori Komunikasi
Teori komunikasi dari Wilbur Schramm :
adanya komunikator ( sender ) dan komunikan (receiver), pesan ( message) dan frame of reference
(kerangka pengalaman seseorang)

Teori Komunikasi Jack Duncan : adanya attention, understanding, acceptence atau ada kesediaan
menerima komunikasi dan action atau respon positif

Teori Komunikasi Joseph A. DeVito : Adanya keterbukaan(openess), kesamaan(equality), empati


(empathy), dukungan (supportif) dan positif (positiveness )

Teori komunikasi Dr. KeithDavis : Menekankan perlunya dijaga agar dalam proses komunikasi tidak
terjadi penyampaian pesan (message) atau informasi yang berlebihan (overload informations).

Teori Komunikasi Herbert Kaufman: Untuk mengetahui efektivitas atau keberhasilan proses
komunikasi digunakan umpan balik (feedback ) yaitu reaksi yang diberikan oleh komunikan terhadap
pesan yang disampaikan oleh komunikator.
BAB III
PENUTUP

Pada dasarnya kita sebagai user atau pengguna menginginkan privasi dan keamanan dalam
hal penggunaan computer(system informasi). Tentunya kita sangat mengharapkan apa yang kita
kerjakan dengan menggunakan teknologi komputer bisa aman dan jauh dari kemungkinan untuk di
rusak, di curi, atau disalahgunakan oleh pihak-pihak yang sebetulnya tidak mempunyai hak.
Mengingat buruknya dampak yang di timbulkan akibat adanya kejahatan komputer maka hendaknya
kita berusaha meminimalisir dampak-dampak tersebut dengan cara mengatahui macam-macam
kejahatan computer serta bagai mana cara-cara menanggulanginya.
Makalah Interpersonal Skill

Makalah ini dibuat sebagai tugas mata kuliah Kecakapan Antar Personal

Dosen Pembimbing :

Ary Satria Kusuma, S.Kom

Disusun Oleh :

Kelompok 3 : 1. Abdul Rasid

2. Abraham Iskandar

3. Dede

4. Ratna Yuningsih

5. Riska Alfiana

6. Siti Maesaroh

7. Yati Nurhayati

TEKNIK PERANGKAT LUNAK FT UNPAM


Jl. Surya Kencana No. 1 Pamulang Telp (021) 7412566, Fax.(021)7412566

Tangerang Selatan Banten


Kata Pengantar

Puji Sukur kehadirat Allah SWT atas karunianya yang tidak terhingga sehingga penulis
dapat menyelesaikan Makalah yang berjudul Interpersonal Skill yang dilakukan untuk memenuhi
syarat mata kuliah Kecakapan Antar Personal Strata Satu Jurusan Teknik Informatika.Dalam
penulisan Makalah ini penulis telah mendapatkan bantuan dari banyak pihak, maka dari itu penulis
mengucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Bapak Ary Satria Kusuma S.Kom. Selaku dosen pembimbing Mata Kuliah Kecakapan Antar Personal

2. Bapak Ir.Atang Susila, M.Eng. Selaku ketua jurusan Tehnik Informatika.

3. Teman-teman mahasiswa Universitas Pamulang.

4. Dan semua pihak lainnya yang tidak dapat dituliskan satu persatu.

Tanpa bantuan dan dorongan dari rekan-rekan diatas penulis tidak dapat melaksanakan
pembuatan Laporan Makalah Kecakapan Antar Personal ini. Penulis masih tahap proses belajar
apabila ada banyak kesalahan penulis menerima kritik dan saran dengan lapang dada sebagai
masukan yang dapat membangun. Penulis juga memohon maaf sebesar-besarnya apabila ada
kesalahan dan kata-kata yang tidak berkenan di hati.Akhir kata semoga Laporan Makalah ini dapat
bermanfaat bagi penulis dan khususnya pembaca pada umumnya.

Hormat Saya,

Jakarta, Desember 2012


Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

1. LATARBELAKANG

Keterampilan interpersonal adalah suatu yang sangat penting untuk kita gunakan dalam kehidupan
sehari-hari baik di dunia kerja ataupun dalam berorganisasi. Dengan latar belakang itulah makalah
ini dibuat agar dapat dignakan untuk belajar lebih jauh fungsi fungsi interpersonal skill dalam
penunjang kehidupan agar menjadi lebih baik.

2. MAKSUD DAN TUJUAN

Agar mahasiswa/i dapat mengetahui apa saja yang dipelajari dalam mata kuliah kecakapan antar
personal

Agar mahasiswa/i dapat memahami dari Interpersonal Skill

Agar mahasiswa/i dapat mendalami dalam kehidupan sehari-hari materi yang ada dalam makalah
ini.
BAB II

PEMBAHASAN MATERI

A. Interpersonal Skill

Keterampilan interpersonal adalah keterampilan yang digunakan seseorang untuk berinteraksi


dengan orang lain. Keterampilan interpersonal yang kadang-kadang juga disebut sebagai
keterampilan orang atau keterampilan komunikasi. Keterampilan interpersonal melibatkan
menggunakan keterampilan seperti mendengarkan secara aktif dan nada suara, mereka termasuk
delegasi dan kepemimpinan. Ini adalah seberapa baik Anda berkomunikasi dengan seseorang dan
seberapa baik Anda berperilaku atau membawa diri. Juga mereka membantu orang melanjutkan
karir mereka.

Memiliki keterampilan interpersonal yang positif meningkatkan produktivitas dalam organisasi


karena jumlah konflik berkurang. Dalam situasi informal, memungkinkan komunikasi menjadi mudah
dan nyaman. Orang dengan keterampilan interpersonal yang baik umumnya dapat mengendalikan
perasaan yang muncul dalam situasi sulit dan merespon dengan tepat, bukannya kewalahan oleh
emosi.

A. Kemampuan Interpersonal Skill, meliputi :

Kemampuan, kesanggupan, kepandaian atau kemahiran seseorang dalam mengerjakan sesuatu

Memiliki konsep diri dan berkepribadian yang kuat

Meningkatkan potensi diri menjadi pribadi yang mempunyai kompetensi dibidangnya


Percaya diri dan mengasah kemampuan berkomunikasi

Berpenampilan menarik dan menyenangkan

Meningkatkan human relations dalam kehidupan bermasyarakat dan organisasi

Meningkatkan kemampuan menjadi pemimpin dan dapat bekerjasama dalam team

B. Teori Teori Hubungan Manusia

1. Teori hubungan Biologis : manusia dapat berhubungan dengan manusia lain dengan menggunakan
anggota badan.

Hubungan sesama manusia dengan menggunakan anggota badan disebut sebagai komunikasi non
verbal atau komunikasi yang dilakukan tanpa kata-kata atau bahasa.

Jenis-jenis komunikasi nonverbal ini meliputi :

a. Kinesic, ialah komunikasi nonverbal yang dilakukan dengan anggota badan.

b.Occulesic, ialah komunikasi nonverbal yang dilakukan dengan mata

c. Proxemic, ialah komunikasi nonverbal yang dilakukan dengan mengatur jarak tbh

2. Teori hubungan Ekonomis : manusia itu akan berhubungan dengan manusia lain karena terdesak
kebutuhan ekonomi.

3. Teori hubungan Estetis : estetika yang berarti keindahan, dan menurut teori ini manusia itu akan
selalu ingin berhubungan dengan manusia lain yang dianggap mempunyai keindahan.

4. Teori hubungan Etis : menurut teori ini hubungan sesama manusia itu bersifat wajib (Emmanuel
Levinas )

C. Teori-Teori Komunikasi
Teori komunikasi dari Wilbur Schramm :
adanya komunikator ( sender ) dan komunikan (receiver), pesan ( message) dan frame of reference
(kerangka pengalaman seseorang)

Teori Komunikasi Jack Duncan : adanya attention, understanding, acceptence atau ada kesediaan
menerima komunikasi dan action atau respon positif

Teori Komunikasi Joseph A. DeVito : Adanya keterbukaan(openess), kesamaan(equality), empati


(empathy), dukungan (supportif) dan positif (positiveness )

Teori komunikasi Dr. KeithDavis : Menekankan perlunya dijaga agar dalam proses komunikasi tidak
terjadi penyampaian pesan (message) atau informasi yang berlebihan (overload informations).

Teori Komunikasi Herbert Kaufman: Untuk mengetahui efektivitas atau keberhasilan proses
komunikasi digunakan umpan balik (feedback ) yaitu reaksi yang diberikan oleh komunikan terhadap
pesan yang disampaikan oleh komunikator.
BAB III
PENUTUP

Pada dasarnya kita sebagai user atau pengguna menginginkan privasi dan keamanan dalam
hal penggunaan computer(system informasi). Tentunya kita sangat mengharapkan apa yang kita
kerjakan dengan menggunakan teknologi komputer bisa aman dan jauh dari kemungkinan untuk di
rusak, di curi, atau disalahgunakan oleh pihak-pihak yang sebetulnya tidak mempunyai hak.
Mengingat buruknya dampak yang di timbulkan akibat adanya kejahatan komputer maka hendaknya
kita berusaha meminimalisir dampak-dampak tersebut dengan cara mengatahui macam-macam
kejahatan computer serta bagai mana cara-cara menanggulanginya.
ponco purwanto
Senin, 04 Juli 2011
makalah interpesonal skill

KATA PENGANTAR

Di dorong oleh rasa tanggung jawab yang besar sebagai mahasiswa , saya membuat makalah ini untuk
menyelesaikan tugas membuat makalah tentang interpersonal skill. Makalah yang saya buat ini di harapkan
mampu sedikit banyak membantu untuk memahami dan mengerti tentang apa itu interpersonal skill.Materi dalam
makalah ini sebagian saya ambil dari materi ajar yang diberikan oleh dosen pengajar dan beberapa yang saya
ambil dari internet.

Sebagai penyusun , saya berharap makalah ini bermanfaat sebagai penambah pengetahuan tentang apa
itu interpesoanl skill. Saya juga sangat mengharapkan banyak masukan kritik dan saran yang membangun guna
untuk menyempurnakan makalah ini agar menjadi lebih baik.

Surabaya juli 2011

Penyusun

PENDAHULUAN

Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan YME karena atas kasih dan karunia-Nya makalah
interpersonal skill ini dapat diselesaikan. Makalah ini di buat untuk menyelesaikan ujian akhir semester bidang
study Interpesonal Skill.
Tak lupa kepada pihak-pihak yang membantu dalam penyelesaian makalah ini.Saya ucapkan banyak terima
kasih atas masukan dan kritik saran dari kalian semua.

DAFTAR ISI

Kata pengantar i

Pendahuluan ii

Daftar isi iii

Bab I

i ) . latar belakang 1

ii ) . Tujuan dan manfaat 2

bab II

i ) interpesoanal skill & intrapersonal skill 3 /5

pengertian interpersonal skill

cara meningkatkan interpersonal skill

intrapersonal skill

pengertian intrapersonal skill

cara meningkatkan intrapersonal skill

ii ) soft skill & hard skill 6/7

pengertian soft skill

cara meningkatkan soft skill

pengertian hard skill

iii ) motivasi diri 7

beberapa cara memotivasi diri

iv ) managemen waktu & managemen stress 8


managemen waktu

contoh strategi menyusun jadwal

managemen stess

tips mengatasi stress

v ) penutup 9

vi ) Daftar
Pustaka 10

Bab I
LATAR BELAKANG

Latar belakang

Keterampilan interpesoanal adalah suatu yang sangat penting untuk kita gunakan dalam kehidupan
sehari hari baik di dunia kerja ataupun dalam berorganisasi. Dengan latar belakang itulah makalah ini di buat
agar dapat di gunakan untuk belajar lebih jauh fungsi fungsi interpersonal skill dalam penunjang kehidupan
agar menjadi yang lebih baik .

TUJUAN DAN MANFAAT

Tujuan :
Mengenal arti interpersonal skill dan cara cara meningkatkan interpesoanal skill .

Manfaat :

1. Mengetahui fungsi dan peranan interpersonal skill dalam dunia kerja


2. Dapat menerapkan interpersonal skill dalam kehidupan sehari-hari untuk
3. meningkatkan kemampuan diri dalam bidang interpersonal skill itu sendiri

Bab II

Interpersonal skill

Keterampilan interpersonal adalah keterampilan yang digunakan seseorang untuk berinteraksi dengan
orang lain. Keterampilan interpersonal yang kadang-kadang juga disebut sebagai keterampilan orang atau
keterampilan komunikasi. Keterampilan interpersonal melibatkan menggunakan keterampilan seperti
mendengarkan secara aktif dan nada suara, mereka termasuk delegasi dan kepemimpinan. Ini adalah seberapa
baik Anda berkomunikasi dengan seseorang dan seberapa baik Anda berperilaku atau membawa diri. Juga
mereka membantu orang melanjutkan karir mereka.

Keterampilan interpersonal mengacu pada algoritma mental dan komunikatif yang diterapkan selama komunikasi
sosial dan interaksi untuk mencapai efek tertentu atau hasil. [Klarifikasi diperlukan] Istilah "keterampilan
interpersonal" sering digunakan dalam konteks bisnis untuk merujuk pada ukuran kemampuan seseorang untuk
beroperasi dalam bisnis organisasi melalui komunikasi dan interaksi sosial. Keterampilan interpersonal adalah
bagaimana orang berhubungan satu sama lain.

Sebagai ilustrasi, secara umum dipahami bahwa berkomunikasi menghormati orang lain atau profesional dalam
akan memungkinkan seseorang untuk mengurangi konflik dan meningkatkan partisipasi atau bantuan dalam
memperoleh informasi atau menyelesaikan tugas. Misalnya, untuk mengganggu seseorang yang saat ini
disibukkan dengan tugas untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan segera, disarankan bahwa penggunaan
profesional pendekatan hormat dengan bahasa seperti, "Maaf, apakah Anda sibuk? Saya memiliki sebuah hal
yang mendesak untuk mendiskusikan dengan Anda jika Anda punya waktu saat ini. " Hal ini memungkinkan
profesional penerima untuk membuat penilaian mereka sendiri mengenai pentingnya tugas mereka saat ini
dibandingkan masuk ke dalam diskusi dengan rekan mereka. Meskipun umumnya dipahami bahwa
mengganggu seseorang dengan permintaan "mendesak" akan sering mengambil prioritas, yang memungkinkan
penerima pesan untuk menilai secara independen permintaan dan setuju untuk interaksi lebih lanjut
kemungkinan akan menghasilkan interaksi yang lebih berkualitas. Berikut ini jenis heuristik untuk mencapai hasil
yang profesional yang lebih baik umumnya menghasilkan seorang profesional menjadi peringkat sebagai salah
satu dengan 'keterampilan interpersonal yang baik. " Seringkali evaluasi ini terjadi pada pengaturan formal
dan informal.

Memiliki keterampilan interpersonal yang positif meningkatkan produktivitas dalam organisasi karena jumlah
konflik berkurang. Dalam situasi informal, memungkinkan komunikasi menjadi mudah dan nyaman. Orang
dengan keterampilan interpersonal yang baik umumnya dapat mengendalikan perasaan yang muncul dalam
situasi sulit dan merespon dengan tepat, bukannya kewalahan oleh emosi.

Kemampuan Interpersonal skill meliputi :


Communication skills
Relationship building
Motivation skills
Leadership skills
Self-marketing skills
Negotiation skills
Presentation skills
Public speaking skills

Cara meningkatkan interpersonal skill pada diri kita.

1. Smile. Sedikit orang yang ingin berada di sekitar seseorang yang selalu terlihat tak bahagia. Lakukan yang
terbaik untuk menjadi seseorang yang friendly dan antusias dengan rekan-rekan kerja anda. Bangun sikap
positif dan ceria mengenai pekerjaan dan mengenai kehidupan. Seringlah tersenyum. Energi positif yang anda
pancarkan akan menarik yang lain kepada anda.

2. Jadilah apresiatif. Carilah satu hal positif tentang setiap orang yang anda bekerja sama dan biarlah mereka
mendengarnya. Jadilah murah hati dengan pujian dan kata-kata yang mengobarkan semangat. Ucapkan terima
kasih ketika seseorang menolong anda. Buatlah kolega anda merasa diterima ketika mereka menelepon atau
datang ke kantor anda. Jika anda membiarkan orang lain mengetahui bahwa mereka dihargai, mereka akan mau
memberikan yang terbaik untuk anda.

3. Perhatikanlah orang lain. Cermatilah apa yang sedang terjadi dalam kehidupan orang lain. Ketahuilah
momen-momen bahagia mereka, dan tunjukkanlah perhatian dan simpati pada situasi-situasi sulit seperti waktu
sakit atau kematian. Buatlah eye contact dan ingatlah orang dari nama pertama mereka. Tanyakan yang lain
akan opini-opini mereka.

4. Latihlah mendengarkan dengan aktif. Untuk mendengarkan dengan aktif adalah dengan
mendemonstrasikan bahwa anda memang mau untuk mendengar dan mengerti akan pandangan orang lain. Itu
berarti menegaskan kembali, dengan bahasa anda sendiri, apa yang orang lain telah katakan. Dengan cara ini,
anda mengetahui bahwa anda mengerti apa yang mereka maksudkan dan mereka mengetahui bahwa respon
anda melebihi lip service. Rekan-rekan kerja anda akan menghargai mengetahui bahwa anda benar-benar
mendengarkan dengan apa yang telah mereka katakan.

5. Bawalah kebersamaan. Ciptakanlah lingkungan yang mengajak orang lain untuk bekerja sama.
Perlakukanlah setiap orang dengan sama, dan jangan bermain `siapa yang favorit.` Hindari berbicara tentang
orang lain di belakang mereka. Tindak lanjutkan apa yang orang lain sarankan atau minta. Ketika anda membuat
pernyataan atau pengumuman, pastikan bahwa anda telah dimengerti. Jika rekan-rekan anda melihat anda
sebagai seseorang yang solid dan fair, mereka akan mempercayai anda.
6. Tangani konflik-konflik. Ambillah sebuah langkah mudah untuk membawa kebersamaan, dan menjadi
seseorang yang menangani konflik-konflik ketika akan terjadi. Pelajari bagaimana menjadi mediator yang efektif.
Jika ada rekan-rekan kerja yang ber-cekcok mengenai permasalahan personal atau professional, aturlah agar
kedua pihak duduk bersama dan bantu mengatasi perbedaan mereka. Dengan mengambil peranan memimpin,
anda akan mendapatkan respek dan kekaguman dari orang sekitar anda.

7. Berkomunikasi dengan jelas. Perhatikanlah apa yang anda katakan dan bagaimana anda mengatakannya.
Seorang komunikator yang jelas dan efektif menghindari salah pengertian dengan rekan-rekan kerja, kolega-
kolega, dan rekan sejawat anda. Kelancaran verbal anda memproyeksikan gambaran akan intelijensi dan
kedewasaan, tidak peduli berapa pun usia anda. Jika anda tetap mengeluarkan semua apa yang ada di pikiran
anda, orang tidak akan terlalu menaruh perhatian dengan kata-kata ataupun opini anda.

8. Hiburlah mereka. Janganlah takut untuk menjadi lucu ataupun pandai. Banyak orang yang mau berada di
dekat orang-orang yang bisa membuat mereka tertawa. Gunakanlah rasa humor anda sebagai alat efektif untuk
menurunkan batas dan menghimpun perhatian orang.

9. Lihatlah dari sisi mereka. Empati berarti menjadi mampu untuk menaruh diri anda dalam sepatu orang lain
dan mengerti apa yang mereka rasakan. Cobalah untuk melihat situasi dan respon-respon dari perspektif orang
lain. Ini bisa terjadi dengan tetap berhubungan dengan emosi-emosi anda sendiri; orang-orang yang
menghindari perasaan mereka sendiri terkadang menjadi sulit untuk ber-empati dengan orang lain.

10. Janganlah mengeluh. Tidak ada yang lebih buruk dibandingkan seorang pengeluh yang kronis ataupun
perengek. Jika anda harus mengemukakan tentang sesuatu, simpanlah itu dalam buku harian anda. Jika anda
harus mengungkapkan dengan kata-kata keluhan-keluhan anda, ungkapkan kepada teman terdekat anda dan
keluarga saja, dan jadikanlah singkat. Bagikan itu kepada semua orang sekitar anda atau yang lainnya dan anda
akan mendapatkan reputasi buruk.

Intrapersonal skill

Kecerdasan Intrapersonal adalah kemampuan untuk menjadi reflektif dan akses perasaan batin seseorang.
Ada kemampuan yang kuat untuk belajar dari peristiwa masa lalu karena orang menunjukkan kekuatan ini
menganalisis dan menginterpretasikan peristiwa-peristiwa yang telah mempengaruhi mereka dengan baik.

Kemampuan Intrapersonal skill meliputi :

Transforming Character
Transforming Beliefs
Change management
Stress management
Time management
Creative thinking processes
Goal setting & life purpose
Accelerated learning techniques
Cara-cara di mana individu dapat meningkatkan atau mengembangkan kecerdasan intrapersonal meliputi:

* Belajarlah untuk bermeditasi - atau hanya meluangkan waktu tenang sendirian untuk berpikir.
* Studi filsafat - khususnya sekolah yang berbeda pemikiran dari budaya yang berbeda.
* Cari konselor atau terapis dan mengeksplorasi diri.
* Buat ritual pribadi Anda yang membuat Anda merasa baik sesering Anda memilih untuk.
* Merekam dan menganalisis impian Anda.
* Baca buku self-help dan mendengarkan kaset.
* Tentukan tempat yang tenang di rumah Anda untuk introspeksi.
* Mengembangkan minat atau hobi yang membuat Anda terpisah dari kerumunan.
* Buatlah rencana pengembangan pribadi.
* Tetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang untuk diri sendiri dan kemudian menindaklanjuti mereka
(kami telah tertutup contoh daftar satu anak laki-laki muda itu tujuan untuk menginspirasi Anda!).
* Menghadiri kursus dirancang untuk membantu Anda mengeksplorasi diri dan potensi Anda (misalnya
Neuro-Linguistic Programming, sintesis Psycho, Analisis Transaksional, psikodrama atau Gestalt).
* Buatlah jurnal harian untuk merekam pikiran, impian, tujuan, perasaan dan kenangan.
* Pelajari biografi orang besar dengan kepribadian yang kuat yang membuat dampak yang nyata pada dunia.
* Lakukan sesuatu untuk memanjakan diri sendiri setidaknya sekali sehari.
* Jauhkan cermin berguna dan perhatikan bagaimana perubahan wajah Anda tergantung pada jenis suasana
hati Anda masuk
* Luangkan waktu dengan orang-orang yang memiliki rasa yang kuat dan sehat diri.
* Terlibat dalam sehari harga diri meningkatkan perilaku - seperti daftar kesuksesan Anda, self-talk positif dan
seterusnya.
* Tulis autobiografi Anda sendiri.

Soft Skill

Soft skill adalah istilah sosiologis yang berkaitan dengan seseorang "EQ" (Quotient Emotional Intelligence),
cluster sifat kepribadian, keterampilan sosial, komunikasi, bahasa, kebiasaan pribadi, keramahan, dan
optimisme yang menjadi ciri hubungan dengan orang lain. Soft skill jg berarti suatu kemampuan yang tidak
terlihat , tetapi Nampak dalam aktifitas nyata ( visible ) dari karakter seseorang.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh negara-negara Inggris, Amerika dan Kanada, ada 23
atribut softskills yang dominan di lapangan kerja. Ke 23 atribut tersebut diurut berdasarkan prioritas
kepentingan di dunia kerja, yaitu:

1. Inisiatif
2. Etika/integritas
3. Berfikir kritis

4. Kemauan belajar

5. Komitmen

6. Motivasi

7. Bersemangat

8. Dapat diandalkan

9. Komunikasi lisan

10. Kreatif

11. Kemampuan analitis

12. Dapat mengatasi stres

13. Menyelesaikan persoalan

14. Dapat meringkas

15. Berkoperasi

16. Fleksibel

17. Kerja dalam tim

18. Mandiri

19. Mendengarkan

20. Manajemen diri

21. Tangguh

22. Berargumentasi logis

23. Manajemen waktu

Implementasi softskill dalam dunia kerja :

1. Mengumpulkan data

2. Wawancara

3. Presentasi ide & gagasan

4. Presentasi rancangan
Berikut ini adalah beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan soft skills :

1. Menjadi bagian dari suatu organisasi, untuk belajar menghargai orang lain
2. Minta pada salah seorang anggota keluarga untuk meneliti kepribadian Anda dan menulis sisi baik dan
buruk kepribadian Anda
3. Berusaha mengatur waktu dengan lebih baik
4. Berlatih menghadapi kritik
5. Berlatih cara memberi kritik dengan positif
6. Berusaha untuk hidup dengan lebih baik
Hard skill
Hard skill adalah penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan ketrampilan teknis yang berhubungan
dengan bidang ilmunya atau juga bias diartikan kemampuan yang dapat menghasilkan sesuatu sifatnya visible
dan immediate . Contohnya adalah skill untuk mengoperasikan forklift . Perusahaan dapat dengan segera
melihat apakah seseorang calon karyawan benar-benar dapat mengoperasikan forklift pada saat ia diuji untuk
mengoperasikan mesin forklift tersebut.

Faktor dalam interpersonal skill menumbuhkan :

Ketahanan pribadi : pantang menyerah , motivasi tinggi dan tahan terhadap beban pekerjaan , sistematis dan
karakter yang gigih

Extraversi : ketrampilan membina hubungan dan komunikasi yang efektif , pandai bergaul

Keramahan : sikap ramah , rendah hati , tidak mau menunjukan kelebihan

Emosi stabil : tenang , tidak mudah marah

Keterbukaan terhadap pengalaman : punya daya fikir yang imajinasif

Beberapa elemen skill yang terkait dengan kesuksesan dalam dunia kerja :

Kecerdasan emosi

Gaya hidup sehat

Komunikasi efektif

Beberapa Cara untuk memotivasi diri :

1. Bacalah buku buku maupun artikel positif. Anda tidak akan sukses tanpa melakukan hal ini. Anda dapat
memperkaya diri sendiri dengan berbagai buku dan artikel dengan berbagai topik positif. Sukses membutuhkan
kesiapan anda diberbagai hal. Tidak hanya sekedar motivasi, karena untuk sukses ada banyak tantangan
dengan berbagai ragam permasalahan. Dengan membaca buku dan artikel anda akan lebih siap
menghadapinya. Kalau perlu anda tambah dengan berbagai audio atau rekaman motivasi.

2. Memotivasi diri sendiri dengan self talk. Ini adalah bagian dari kekuatan intrapersonal. Anda harus berjuang
untuk selalu berkata pada diri anda sendiri bahwa anda bisa mendapatkan kesuksesan yang ingin anda raih
3. Tetap fokus pada impian anda tersebut. Jangan buang waktu anda untuk mendengarkan hal hal negatif yang
dapat membuat anda makin menjauh dari tujuan. Pilihlah lingkungan anda dengan bijak. Cari lingkungan yang
memberi nilai positif.

4. Tetapkan tindakan tindakan yang perlu anda lakukan untuk mencapai tujuan anda baik jangka panjang
maupun pendek ( bulanan atau tahunan ). Belajarlah cara membuat goal setting, action dan reward. Jangan
harap anda bisa sukses apabila anda tidak melakukan tindakan apapun.

5. Evaluasi tindakan anda dan lakukan perubahan atau perbaikan yang diperlukan untuk selalu fokus pada
impian anda

Managemen waktu

Manajemen waktu merupakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan,danpengawasan


produktivitas waktu. Waktu menjadi salah satu sumber daya unjuk kerja. Sumber daya yang mesti di kelola
secara efektif dan efisien. Efektifitas terlihat dari tercapainya tujuan menggunakan waktu yang telah ditetapkan
sebelumnya.

Kualitas manajamen waktu berpedoman kepada empat indikator,yaitu: tetap merencanakan, tetap
mengorganisasikan, tetap menggerakkan, dan tetap melakukan pengawasan.

Sebagai Contoh langkah langkah menyusun jadwal

Strategi menyusun jadwal

1. Buat daftar kegiatan

2. Buat skala prioritas

3. Perkiraan kebutuhan waktu

4. Alokasi waktu

5. evaluasi
Managemen stress

Manajemen stres adalah kemampuan penggunaan sumber daya (manusia) secara efektif
untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang muncul karena tanggapan
(respon). Tujuan dari manajemen stres itu sendiri adalah untuk memperbaiki kualitas hidup individu
itu agar menjadi lebih baik.

5 Tips menangani stress

1. Melakukan perencanaan yang cermat

2. Mengenali penyebab

3. menyelesaian masalah yang sesungguhnya

4. mengganti suasana

5. mendekatkan diri pada Tuhan YME

PENUTUP

Segala puji dan syukur selalu saya panjatkan kepada Tuhan YME berkat rahmat dan karunianya
makalah ini dapat tersusun dan dapat terselesaikan . Buat pihak-pihak yang membantu dalam penyelesaian
makalah ini saya ucapkan juga banyak-banyak terima kasih terutama kedua orang tua saya yang sangat
menyayangi saya.

Saya sadar masih banyak kekurangan kekurangan dalam penulisan makalah ini. Disini penulis sangat
menerima kritik dan saran dari pembaca guna menjadikan makalah ini menjadi lebih baik lagi. Mungkin masih
banyak kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah ini, saya selaku penulis meminta maaf yang sebesar
besarnya kepada para pembaca.

Sekian dari saya terimakasih sebesar besarnya untuk semua kritik dan saran yang sangat membangun
nantinya.Wassalam

DAFTAR PUSTAKA

http://www.infocomcareer.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_stres

http://tarmidi.wordpress.com/

http://www.mail-archive.com/buni@yahoogroups.com/msg00199.html

http://yohanestantama.com/2007/cara-memotivasi-diri-sendiri/

http://id.shvoong.com/business-management/management/1658500-manajemen-waktu/

http://en.wikipedia.org/wiki/Interpersonal_skills

http://www.google.co.id/
POLA PELAKSANAAN PENDIDIKAN
BERORIENTASI KECAKAPAN HIDUP
(LIFE SKILL EDUCATION)
Disarikan oleh
Zulkarnaini
(Widyaiswara Madya, Lembaga Penjamain Mutu Pendidikan Sumbar)

1. Tujuan

Setelah mengikuti kegiatan, peserta diharapkan:

1. mengenal dan memahami konsep dasar Pendidikan Berorientasi Kecakapan Hidup


(Life Skill Education);
2. mengenal dan memhamai pola pelaksanaan Pendidikan Berorientasi Kecakapan
Hidup (Life Skill Education)
3. dapat menerapkan atau melaksanakan Pendidikan Berorientasi Kecakapan Hidup (Life
Skill Education) di kelas yang dibinanya.(4) Melakukan penilaian terhadap
pelaksanaan Pendidikan Berorientasi Kecakapan Hidup (Life Skill Education)

2. Uraian Materi

2.1 Konsep Dasar Pendidikan Berorientasi Kecakapan Hidup (PBKH)

Pendidikan berlangsung pada setiap saat dan di setiap tempat. Setiap orang mengalami proses
pendidikan melalui yang dijumpai dan dikerjakannya. Pendidikan berlangsung secara alamiah
walau tanpa kesengajaan. Anak-anak sampai orang dewasa berinteraksi dengan
lingkungannya. Lingkungan sosial, lingkungan budaya, dan lingkungan alam, memberinya
pendidikan. Di Minangkabau itulah yang dikenal dengan ungkapan alam takmbang jadi
guru (alam terkembang menjadi guru).

Pendidikan merupakan suatu sistem, yaitu sistematisasi dari proses perolehan pengalaman
sehingga menjadi pengetahuan. Oleh karena itu, filsosofi pendidikan diartikan sebagai proses
perolehan pengalaman belajar yang berguna bagi peserta didik dalam hidup dan
kehidupannya. Dengan pengalaman belajar itu, diharapkan pembelajar mampu
mengembangkan potensi dirinya, sehingga siap digunakan untuk memecahkan problema
hidupnya. Pengalaman belajar itu diharapkan juga mengilhami pembelajar menghadapi
problema hidup sesungguhnya dalam kehidupan sehari-hari.
Apa tujuan pendidikan itu secara hakiki bagi manusia? Jawabnya amat sederhana. Tujuan
pendidikan bagi setiap manusia adalah agar peserta didik mampu memecahkan dan
mengatasi permasalahan hidup dan kehidupan yang dihadapinya. Jika selesai mengikuti
pendidikan, mereka belum mampu memecahkan masalah hidup dan kehidupan, pertanda
tujuan pendidikan belum tercapai. Berdasarkan hal itulah, dalam pelaksanaan pendidikan,
peserta didik perlu dibekali dengan kecakapan hidup (life skill). Pendidikan kecakapan hidup
itu kemudian dikenal dengan Pendidikan Berorientasi Kecakapan Hidup (PBKH).

Apakah kecakapan hidup itu?

Kecakapan hidup adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi
problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara
proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu
mengatasnya.

Konsep atau pengertian kecakapan hidup, lebih luas dari keterampilan untuk bekerja. Orang
yang tidak bekerja, orang pensiunan, siswa, mahasiswa, dan sejenisnya tetap memerlukan
kecakapan hidup. Seperti orang yang bekerja, mereka juga menghadapi berbagai masalah
yang harus dipecahkan di dalam hidupnya. Hal itu jelas, karena hidup dan kehidupan ini
merupakan masalah yang bersambung-sambung, selesai satu masalah, akan muncul masalah
baru yang perlu dipecahkan dan diselesaikan. Oleh sebab itu, pembelajar kita perlu dibekali
dengan kecakapan hidup.

Kecakapan hidup dapat dipilah atas dua jenis. Kedua jenis itu adalah kecakapan hidup yang
bersifat umum (General Life Skill) dan kecakapan hidup yang bersifat khusus (Specific
Life Skill). Kecakapan hidup yang bersifat umum adalah kecakapan hidup yang harus dimiliki
seorang untuk dapat melakukan hal-hal yang brsifat umum. Kecakapan hidup yang bersifat
khusus adalah kecakapan yang harus dimiliki seseorang untuk dapat melakukan hal-hal yang
bersifat khusus. Dengan bekal kecakapan umum dan kecakapan khusus itu, dimungkinkan
seseorang untuk dapat menghadapi kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan dan
mampu memcahkan masalah hidup dan kehidupannya.

Kecakapan hidup yang bersifat umum (General Life Skill) dapat dipilah lagi atas tiga
bagian. Ketiga bagian itu adalah kecakapan personal (Personal Skill), kecakapan sosial
(Social Skill), dan kecakapan berpikir (Thinking Skill). Kecakapan hidup yang bersifat
khusus (Specific Life Skill) dapat pula dipilah atas dua bagian. Kedua bagian itu adalah
kecakapan akademika (Academic Skill) dan kecakapan vokasional (Vocational Skill).

Kecakapan personal (personal skill) adalah kecakapan yang dimiliki oleh seseorang untuk
memiliki kesadaran atas eksistensi dirinya dan kesadaran akan potensi dirinya. Kesadaran
akan eksistensi diri merupakan kesadaran atas keberadaan diri. Kesadaran atas keberadaan
diri dapat dilihat dari beberapa sisi. Misalnya kesadaran diri sebagai makhluk Allah, sebagai
makhluk sosial, sebagai makhluk hidup, dan sebagainya. Kesadaran akan potensi diri adalah
kesadaran yang dimiliki seseorang atas kemampuan dirinya. Dengan kesadaran atas
kemampuan diri itu seseorang akan tahu kelebihan dan kekurangannya, kekuatan dan
kelamahannya. Dengan kesadaran eksistensi diri dan potensi diri, seseorang akan dapat
menempuh kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan dan mampu memecahkan masalah
hidup dan kehidupannya.
Kecakapan sosial (social skill) adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk mampu
berkomunikasi lisan, berkomunikasi tertulis, dan bekerja sama. Kemampuan berkomunikasi
(lisan dan tulisan) diperlukan untuk menghadapi hidup dan kehidupan dengan wajar.
Kemampuan itu bukan hanya sekedar dapat berkomunikasi, tetapi juga terkait dengan santun
berkomunikasi, tatakrama berkomunikasi, dan sebagainya. Kecakapan bekerja sama sangat
diperlukan, karena kehidupan ini dilalui dalam kebersamaan. Kecakapan bekerja sama ini
banyak hal yang terkandung di dalamnya, seperti memahami perasaan orang lain, memahami
kesukaan orang lain, menghormati orang lain, dan sebagainya. Kecakapan sosial ini
diperlukan oleh setiap orang agar ia mampu menghadapi kehidupan secara wajar tanpa
merasa tertekan.

Kecakapan berpikir (thinking skill) meliputi kecakapan menggali informasi, kecakapan


mengolah informasi, kecakapan mengambil keputusan, dan kecakapan memecahkan masalah.
Kecakapan menggali informasi adalah kecakapan untuk memperoleh informasi dari berbagai
sumber dengan berbagai cara. Kecakapan mengolah informasi adalah kecakapan menyaring,
menyeleksi, dan menyimpan informasi. Kecakapan mengambil keputusan ialah kecakapan
memanfaatkan informasi untuk mengambil keputusan-keputusan tertentu sesuai dengan
keperluannya. Sedangkan kecakapan memecahkan masalah adalah kecakapan dalam
memecahkan problema hidup dan kehidupan dengan menggunakan informasi dan keputusan
yang telah ada. Dengan kecakapan berpikir rasional ini (thinking skill), diharapkan seseorang
tidak akan gamang menghadapi kehidupan, sehingga dia dapat menghadapi problema hidup
dan kehidupan secara wajar tanpa merasa tertekan.

Kecakapan akademik (Academic Skill) adalah kecakapan yang dimiliki seseorang di bidang
akademik. Kecakapan akademik sering juga disebut kecakapan berpikir ilmiah yang
merupakan kelanjutan dari kecakapan berpikir rasional. Jika kecakapan berpikir rasional
(thinking skill) masih bersifat umum, kecakapan akademik sudah mengarah kepada
kecakapan yang bersifat keilmuan (akademik). Kecakapan akademik antara lain meliputi
kecakapan mengidentifikasi variabel, menghubungkan variabel dengan fenomena tertentu,
merumuskan hipotesis, dan merancang serta melakukan penelitian. Hal ini mungkin dapat
dilatihkan dalam skala-skala sederhana kepada siswa SD dan MI sehingga tidak terkesan
memaksakan.

Kecakapan vokasional (Vocational Skill) sering juga disebut kecakapan kejuruan.


Kecakapan kejuruan artinya kecakapan yang dikaitkan dengan bidang pekerjaan tertentu yang
terdapat di dalam masyarakat. Pada tingkat SD dan MI mungkin dapat dilaksanakan dalam
bentuk pravokasional seperti keterampilan-keterampilan sederhana yang tidak terlalu
memberatkan.

Kecakapan personal, kecakapan sosial, kecakapan berpikir, kecakapan akademik, dan


kecakapan vokasional bukanlah kecakapan hidup (life skill) yang dapat dipilah-pilah dalam
pelaksanaan atau dalam kenyataan. Kelima kecakapan itu kadang-kadang bisa menyatu
dalam dan melebur dalam tindakan. Tindakan yang menyatukan dan meleburkan kecakapan
tersebut biasanya melibatkan aspek fisik, mental, emosional, dan intelektual. Akan tetapi di
dalam pembelajaran, guru dapat memberikan stresing (penekanan) kepada kecakapan
tertentu.

2.2 Pola Pelaksanaan PBKH


Pendidikan Berorientasi Kecakapan Hidup dalam pelaksanannya tidak mengubah kurikulum.
Mata pelajaran yang ada di dalam kurikulum saat ini tetap berlaku. Hal yang diperlukan
adalah menyiasati pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran agar bergeser dari orientasi
kepada mata pelajaran menjadi orientasi kepada kecakapan hidup. Pelaksanaannya
dilakukan melalui empat cara yaitu: (1) rerorientasi pembelajaran; (2) pengembangan budaya
sekolah; (3) manajemen pendidikan, dan (4) hubungan sinergis dengan masyarakat.

2.2.1 Reorientasi Pembelajaran

Pada reorientasi pembelajaran hal yang diperlukan adalah menyiasati kurikulum, khususnya
mengintegrasikan PBKH ke dalam mata pelajaran. Langkah-langkah yang dapat dilakukan
untuk itu adalah:

1. membaca dan memahami GBPP mata pelajaran atau Daftar Standar Kompetensi
(kurikulum 2004);
2. mengidentifikasi pokok bahasan dan subpokok bahasan, konsep dan subkonsep, dan
pembelajaran yang dapat dikaitkan dengan kecakapan hidup atau menyusun
pengalaman belajar yang dilengkapi dengan kecakapan hidup untuk kurikulum 2004.
3. merancang persiapan mengajar (PSP, RP) yang bermuatan kecakapan hidup;
4. menyiapkan alat penilaian autentik (riil) yang dapat melihat keberhasilan PBKH;
5. melaksanakan pembelajaran yang bermuatan kecakapan hidup;
6. melakukan evaluasi pembelajaran yang bermuatan kecakapan hidup;
7. merefleksi semua kegiatan yang dilakukan.

Di dalam persiapan pembelajaran, kecakapan hidup dapat digambar di dalam Program Satuan
Pelajaran atau Rencana Pembelajaran. Di dalam kedua peangkat administrasi kegiatan belajar
mengajar (KBM) itu, kecakapan hidup diterakan di skenario pembelajaran. F

Basis utama pelaksanaan pembelajaran adalah Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP)
atau Daftar Standar Kompetensi (kurikulum 2004). Dari dokumen itulah PBM dilaksanakan.
Oleh karena itu, kemampuan guru membaca dan memahami dokumen tersebut sangat
diperlukan. Terkait dengan penyusunan persiapan mengajar yang bermuatan kecakapan
hidup, hal penting yang harus dibaca dan dipahami guru dari GBPP adalah tujuan
pembelajaran dengan kode satu digit di depannya (1.), pokok bahasan dengan kode dua digit
di depannya (1.1), subpokok bahasan dengan kode tiga digit di depannya (1.1.1), dan
pembelajaran yang diberi kode (o) di depannya.

Sedangkan untuk kurikulum 2004, hal yang perlu dipahami adalah standar kompetensi,
kompetensi dasar, indikator, dan materi pokok. Dari pemahaman itu dirumuskan pengalaman
belajar yang bernuansa kecakapan hidup dan penilaiannya. Hal-hal tersebut perlu dibaca dan
dipahami untuk merancang silabus dan persiapan mengajar. (PSP atau RP).

Rencana Pembelajaran (RP) adalah persiapan mengajar yang dibuat oleh guru untuk setiap
kali tatap muka atau untuk setiap kali pertemuan dalam satu mata pelajaran. Fungsinya adalah
agar pembelajaran berlangsung secara efektif dan efisien. Komponen utamanya ialah Tujuan
Pembelajaran Khusus (TPK), materi pelajaran, langkah KBM atau skenario pembelajaran,
dan alat penilaian. Sedangkan untuk kurikulum 2004 hal penting dalam rencana pembelajaran
adalah skenario pembelajaran. Dapat dilihat dalam bahan ajar pembelajaran bahasa
terintegrasi. Keempat komponen itu merupakan komponen utama di samping komponen lain
seperti identitas, media pembelajaran, dan sebagainya.
TPK adalah harapan seorang guru terhadap siswanya setelah KBM dilaksanakan. TPK
biasanya diturunkan dari tujuan pembelajarn yang ada di dalam GBPP dan diformulasikan
dengan PB, SPB, dan pembelajaran. Hal itu berlaku untuk semua mata pelajaran, kecuali
Bahasa Indonesia yang TPK-nya diturunkan dari pembelajaran. TPK ini menjadi penting
dalam pembelajaran, karena merupakan harapan dari guru terhadap siswanya. Jika TPK tidak
ada, kemudian guru masuk kelas, berarti guru tidak memiliki harapan yang jelas dan tegas.
Oleh karena itu, sebelum masuk kelas guru benar-benar mempersiapkan harapannya yang
diaktualisasikan di dalam TPK itu.

Materi pelajaran adalah alat untuk mencapai tujuan. Bukan tujuan, bukan tujuan! Materi
dapat berupa konsep kelimuan, norma, dan cara. Jenis materi itu tergantung kepada sifat dan
karakterisitik mata pelajaran. Formulasi materi yang tepat dan berdaya guna, ialah formulasi
yang mengacu kepada pencapaian tujuan. Dengan demikian, materi hanyalah sebagai alat
semata, bukan tujuan.

Langkah-langkah KBM adalah skenario pembelajaran. Skenario tersebut merupakan


pengalaman belajar yang dirancang guru untuk siswanya dalam rangka mencapai tujuan.
Pengalaman-pengalaman kecil yang dipersiapkan guru untuk dilalui siswa merupakan
kegiatan belajar siswa di kelas. Melalui pengalaman-pengalaman itulah siswa belajar, siswa
mencapai tujuan atau harapan yang telah dirumuskan guru. Dalam konteks ini, siswa bukan
diajari, tetapi dibelajarkan. Di sini pulalah kesempatan bagi guru untuk membiasakan diri
menjaid fasilitator, motivator, dan pembimbing siswa di kelas.

Alat penilaian adalah seperangkat tes atau nontes untuk melihat atau mengumpulkan data
tentang kemajuan belajar siswa. Informasi yang dikumpulkan dari pembelajaran adalah
meliputi tiga aspek yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik. Aspek kognitif dapat dinilai
melalui tes, aspek afektif melalui observasi, dan aspek psikomotorik melalui tes dan
observasi. Alat penilaian tersebut perlu dirumuskan oleh guru sebagai sarana untuk
mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar siswa.

Pelaksanaan pembelajaran berorientasi kecakapan hidup dapat menggunakan berbagai


pendekatan. Pendekatan yang disarankan antara lain pendekatan konstruktivisme dan
pendekatan pembelajaran kontekstual. Kedua pendekatan itu digunakan sehingga: (1) siswa
lebih aktif; (2) fungsi guru lebih sebagai fasilitator daripada sebagai informan; (3) materi
yang dipelajari bermanfaat untuk menghadapi kehidupan; (4) iklim di dalam kelas
menyenangkan; (5) siswa terbiasa mencari informasi dari berbagai sumber; dan (6)
menggeser teaching menjadi learning. Untuk melaksanakan tuntutan tersebut, salah satu jalan
yang dapat dilakukan guru adalah membuat persiapan mengajar (RP) yang aplikatif,
berdayaguna, dan berhasil guna.

2.2.2 Pengembangan Budaya (Kultur) Sekolah

Pendidikan berlangsung bukan hanya di dalam kelas. Pendidikan juga terjadi di luar kelas. Di
lingkungan sekolah, di lingkungan keluarga, di lingkungan masyarakat, dan lingkungan-
lingkungan lain, pendidikan juga berlangsung. Terkait dengan PBKH tidak dapat dibebankan
kepada guru semata, tetapi ditunjang oleh lingkungan yang kondusif. Lingkungan itu di
antaranya ialah lingkungan sekolah.

Pelaksanaan PBKH memerlukan dukungan perubahan budaya sekolah yang mendorong


berkembangnya budaya belajar, sehingga di sekolah tercipta prinsip belajar bukan untuk
sekolah, tetapi belajar untuk hidup, belajar bukan untuk ujian, tetapi untuk memecahkan
masalah (problema) kehidupan.

Ada tiga aspek pendidikan yang dapat dikembangkan melalui budaya sekolah yang kondusif.
Ketiga aspek itu adalah pengembangan disiplin diri dan rasa tanggung jawab,
pengembangan motivasi belajar, dan pengembangan rasa kebersamaan. Oleh karena itu,
ketiga aspek itu hendaknya menjadi budaya warga sekolah yang dipraktikkan dalam
kehidupan sehari-hari.

2.2.3 Manajemen Sekolah

Departemen Pendidikan Nasional telah meluncurkan rintisan manajemen berbasis sekolah.


Manajemen berbasis sekolah (MBS) adalah salah satu model manajemen yang memberikan
kewenangan kepada sekolah untuk mengurus dirinya dalam rangka peningkatan mutu.
Prinsip dasar manajemen berbasis sekolah itu adalah kemandirian, transparansi, kerja sama,
akuntabilitas, dan sustainbilitas. Kelima prinsip dasar itu sangat terkait dengan prinsip-prinisp
kecakapan hidup yang akan dikembangkan di dalam Pendidikan Berorientasi Kecakapan
Hidup. (untuk manajemen sekolah perlu dibahas tersendiri pada kegiatan lain).

2.2.4 Hubungan Sinergis antara Sekolah dengan Masyarakat

Penanggung jawab pertama terhadap pendidikan anak adalah orang tua. Sekolah hanya
membantu orang tua dalam pelaksanaan pendidikan. Anak-anak, ternyata jauh lebih
berhadapan dengan orang tua dan mayarakat dalam kesehariannya dibandingkan dengan
sekolah. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan PBKH keterlibatan orang tua dan masyarakat
tidak dapat dihindari.

Hubungan sinergis artinya saling bekerjasama dan saling mendukung. Orang tua atau
masyarakat dan sekolah perlu bersama-sama menentukan arah pendidikan bagi anak-anak.
Kemudian memikirkan usaha-usaha untuk mencapai arah tersebut. Di dalam manajemen
Berbasis Sekolah, orang tua sebagai orang yang berkepentingan memiliki kesempatan ikut
menentukan kebijakan pendidikan di sekolah. Misalnya, orang tua ikut menentukan rencana
pengembangan sekolah, aplikasi kurikulum, pembiayaan dan sebagainya. Khusus hubungan
sinergis sekolah dengan masyarakat ini perlu dibahas dalam waktu tertentu.

2.3 Penilaian

Reorientasi Pembelajaran menuju kecakapan hidup mengandung konsekuensi kepada


evaluasi hasil belajar. Evaluasi dengan bentuk tertulis (paper and pencil test), apalagi dengan
soal-soal pilihan ganda yang bersifat satu jawaban yang benar (konvergen) tidak lagi
memadai. Masalah dalam hidup dapat dipecahkan dengan berbagai alternatif. Oleh karena
itu, soal-soal ujian atau ulangan sebaiknya mengacu kepada pemecahan masalah (problem
based). Hal itu bisa mencakup uji kinerja (performance based test). Yang paling dianjurkan
adalah bentuk evaluasi otentik atau penilaian yang sebenarnya (authentic assessment).

Penilaian yang sebenarnya dilakukan terhadap proses belajar, bukan hanya hasil belajar.
Penilaian ini meliputi tiga aspek atau ranah pembelajaran. Ketiga ranah itu adalah kognitif
(pengetahuan), ranah afektif (sikap dan nilai-nilai), dan ranah psikomotor (keterampilan dan
kemampuan berpraktik). Ketiga ranah itu dinilai melalui alat penilaian yang sesuai dengan
informasi yang akan dikumpulkan.
3. Pertanyaan dan Tugas

3.1 Pertanyaan

Setelah membaca sarian materi ini, jawablah pertanyaan berikut:

1. Apa yang dimaksud dengan Life Skill ? Jelaskanlah jawaban Anda!


2. Kecakapan hidup dapat dipilah menjadi dua yakni, kecakapan hidup yang bersifat
umum dan kecakapan hidup yang bersifat khusus. Jelaskanlah kedua kecakapan hidup
itu dengan rinciannya!
3. Menurut Anda, apakah kelima kecakapan hidup yang dikemukakan di dalam tulisan
ini dapat diterapkan dalam pembelajaran? Berilah alasan atas jawaban Anda!
4. Ada empat pola pelaksanaan PBKH di sekolah. Jelaskanlah satu persatu!

3.2 Tugas

Pilihlah indikator dalamsilabus mata pelajaran, kemudian rancanglah persiapan mengajar


untuk satu kali pertemuan atau lebih. Kegiatan dapat dilakukan secara individu atau
berkelompok.

Selamat bekerja!

Padang, Juni 2004

Anda mungkin juga menyukai