Anda di halaman 1dari 29

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan
peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di
seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan
bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu Negara menjadi
semakin sempit.
Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan
antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama
lain yang melintasi batas Negara. Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai
banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah
ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi
yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.
Kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal.
Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja
(working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada
yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses
alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat
satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-
eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya
masyarakat.
Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung
oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan
negatif atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain
adalah kapitalisme dalam bentuk yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat
dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil
makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung
berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap
bidang-bidang lain seperti budaya dan agama. Globalisasi telah merambah telah
merambah hampir disemua sektor kehidupan masyarakat, baik dibidang ekonomi,
politik ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), budaya, pendidikan, dan lain-lain.

1
Globalisasi merupakan suatu proses alamiah yang timbul serta merta akibat
kompleksitas dan heterogenitas hubungan antar manusia sebagai makhluk sosial,
akibat penemuan alat-alat teknologi modern.

B. Identifikasi Masalah
Adapun rumusan permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini,
yaitu:
1. Apa pengertian Globalisasi?
2. Bagaimana Globalisasi Ekonomi berserta ciri-cirinya?
3. Bagaimana Sejarah dari Globalisasi?
4. Bagaimana Teori dari Globalisasi?
5. Bagaimana Proses dari Globalisasi dan Masyarakat Global?
6. Apa saja Manfaat dan Kerugian dari Globalisasi di bidang Ekonomi?
7. Bagaimana melakukan bisnis dalam dalam Lingkungan Global?
8. Bagaimana peraturan Organisasi bisnis dalam Lingkungan Global?
9. Apa saja bentuk kerjasama dalam organisasi bisnis?
10. Bagaimana Sikap Indonesia dalam menghadapi Globalisasi Ekonomi?
11. Apa saja dampak positif dan negatif Globalisasi Ekonomi bagi Indonesia?
12. Bagaimana aplikasi dan peran pemerintah ?

C. Tujuan Makalah
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini, yaitu:
1. Untuk mengetahui pengertian Globalisasi?
2. Untuk mengetahui Globalisasi Ekonomi berserta ciri-cirinya?
3. Untuk mengetahui Sejarah dari Globalisasi?
4. Untuk Mengetahui Teori dari Globalisasi?
5. Untuk Mengetahui Proses dari Globalisasi dan Masyarakat Global?
6. Untuk Mengetahui Manfaat dan Kerugian dari Globalisasi di bidang
Ekonomi?
7. Untuk Mengetahui melakukan bisnis dalam dalam Lingkungan Global?
8. Untuk Mengetahui peraturan Organisasi bisnis dalam Lingkungan Global?
9. Untuk Mengetahui bentuk kerjasama dalam organisasi bisnis?
10. Untuk Mengetahui Sikap Indonesia dalam menghadapi Globalisasi
Ekonomi?
11. Untuk Mengetahui dampak positif dan negatif Globalisasi Ekonomi bagi
Indonesia?

2
12. Untuk Mengetahuoi aplikasi dan peran pemerintah ?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Globalisasi
Kata globalisasi sebenarnya merupakan serapan dari bahasa asing yaitu
bahasa Inggris globalization. Kata globalization sendiri sebenarnya berasal dari

3
kata global yang berarti universal yang mendapat imbuhan ization yang bisa
dimaknai sebagai proses. Jadi dari asal mula katanya, globalisasi bisa diartikan
sebagai proses penyebaran unsur-unsur baru baik berupa informasi, pemikiran,
gaya hidup maupun teknologi secara mendunia.
Globalisasi diartikan sebagai suatu proses dimana batas-batas suatu negara
menjadi semakin sempit karena kemudahan interaksi antara negara baik berupa
pertukaran informasi, perdagangan, teknologi, gaya hidup dan bentuk-bentuk
interaksi yang lain. Achmad Suparman (dalam Rahmanilah, 2015) menyatakan
Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai
ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Globalisasi belum
memiliki pengertian yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working
definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang
menilai sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang
akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia semakin terikat satu sama
lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan
menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.
Globasisasi dapat diartikan sebagai sebuah proses dimana batas-batas
dalam suatu negara menjadi bertambah sempit, karena adanya kemudahan dalam
berinteraksi antar negara baik perdagangan, gaya hidup, informasi maupun dalam
bentuk interaksi yang lain. Globalisasi juga dapat diartikan sebagai suatu proses
dimana dalam kehidupan sehari-hari, informasi dan ide-ide menjadi tolak ukur
standar di seluruh dunia. Proses tersebut diakibatkan oleh bertambah canggihnya
teknologi informasi dan komunikasi serta transportasi dan kegiatan ekonomi yang
sudah memasuki pasar dunia.
Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantunan antar bangsa dan antar
manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya
populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga, batas-batas suatu negara
menjadi semakin sempit. Globalisasi adalah suatu proses pengintegrasian manusia
dengan segala macam aspek-aspeknya dalam satu kesatuan masyarakat yang utuh
dan lebih besar.
Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa
Globalisasi dapat juga diartikan sebagai proses penyebaran unsur-unsur baru baik

4
berupa informasi, pemikiran, gaya hidup maupun teknologi secara mendunia.
Berikut ini adalah ciri yang menandakan terjadinya globalisasi :
1. Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang
teknologi seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan
bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya yang membuat manusia
merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
2. Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling
bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional,
peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi
seperti World Trade Organization (WTO).
3. Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama
televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini
kita dapat mengkonsumsi dan mengalami pengalaman baru mengenai hal-hal
yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion,
literatur, dan makanan.
4. Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis
multinasional,inflasi regional dan lain-lain.

B. Globalisasi Ekonomi dan Ciri-cirinya


Globalisasi ekonomi dapat didefinisikan sebagai suatu kehidupan ekonomi
secara global dan terbuka, tanpa mengenal batasan teritorial atau kewilayahan
antara negara satu sama lain. Sisi kegiatan investasi perdagangan dan bergerak
menuju liberalisasi perdagangan dan investasi dunia secara keseluruhan.
Globalisasi ekonomi erat kaitannya dengan perdagangan bebas. Free trade
atau perdagangan bebas berusaha menciptakan kawasan perdagangan yang makin
luas dan menghilangkan hambatan-hambatan tidak lancarnya perdagangan
internasional.
Pengertian globalisasi ekonomi merupakan suatu proses aktivitas ekonomi
dan perdagangan, dimana berbagai negara di seluruh dunia menjadi kekuatan
pasar yang satu dan semakin terintegrasi tanpa hambatan atau batasan teritorial
negara. Globalisasi perekonomian ini berarti adanya keharusan penghapusan

5
seluruh batasan dan hambatan terhadap arus barang, jasa serta modal. Contoh dari
adanya gobalisasi ekonomi adalah sebagai berikut:
1. Banyaknya Supermarket;
2. Adanya jual beli online yang memungkinkan melakukan transaksi
dengan orang yang jauh;
3. Terciptanya mesin-mesin canggih untuk menunjang proses produksi;
4. Adanya Ekspor dan Impor;
5. Masuknya produk luar negeri dengan mudah; dan
6. Terbukanya pasar bursa Internasional.
Perwujudan nyata terjadinya globalisasi ekonomi menurut Tanri Abeng
(dalam Sidratullah, 2014) terjadi dalam bentuk-bentuk sebagai berikut:
1. Globalisasi produksi.
Dalam hal ini, perusahaan berproduksi di berbagai Negara dengan
tujuan agar biaya produksi jadi lebih rendah. Upaya ini dilakukan baik
karena rendahnya upah buruh, tarif bea masuk murah, infrastruktur
memadai ataupun karena adanya iklim usaha dan politik yang
mendukung atau kondusif. Dunia dalam kondisi ini menjadi lokasi
manufaktur global.
2. Globalisasi pembiayaan.
Perusahaan global dalam hal ini mempunyai akses untuk mendapatkan
pinjaman atau melakukan kegiatan investasi (baik dalam bentuk
portofolio maupun langsung) di seluruh negara di dunia. Contohnya, PT.
Telkom dalam upaya memperbanyak satuan sambungan telepon, atau
PT. Jasa Marga dalam usahanya memperluas jaringan jalan tol telah
menggunakan sistem pembiayaan dengan pola build-operate-
transfer (BOT) bersama mitra usaha dari mancanegara.

3. Globalisasi tenaga kerja.


Hadirnya tenaga kerja asing adalah gejala terjadinya globalisasi di
bidang tenaga kerja. Perusahaan global dalam kondisi ini akan mampu
memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai tingkatannya,
misalnya penggunaan staf profesional dari tenaga kerja yang sudah

6
memiliki pengalaman internasional atau pemanfaatan buruh kasar yang
umumnya diperoleh dari negara-negara berkembang.
4. Globalisasi jaringan informasi.
Bentuk globalisasi jaringan informasi dapat dilihat pada masyarakat
suatu negara dimana dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi
dari berbagai negara di dunia dengan majunya teknologi, diantaranya
melalui: Radio, TV, media cetak, dan lain-lain. Jaringan komunikasi
yang makin maju membantu meluasnya pasar ke penjuru dunia untuk
produk yang sama. Contohnya: Celana jeans levi's, KFC, atau
hamburger yang telah melanda pasar di seluruh dunia, sehingga
berakibat pada selera masyarakat negara-negara di dunia, yang ada di
kota maupun di desa menuju selera global.
5. Globalisasi Perdagangan.
Di bidang perdangan, globalisasi terwujud dalam bentuk penyeragaman
dan penurunan tarif serta penghapusan hambatan-hambatan non tarif,
sehingga kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi makin ketat,
cepat dan fair.

C. Sejarah Globalisasi
Banyak sejarawan yang menyebut globalisasi sebagai fenomena di abad
ke-20 ini yang dihubungkan dengan bangkitnya ekonomi internasional. Padahal
interaksi dan globalisasi dalam hubungan antarbangsa di dunia telah ada sejak
berabad-abad yang lalu. Bila ditelusuri, benih-benih globalisasi telah tumbuh
ketika manusia mulai mengenal perdagangan antarnegeri sekitar tahun 1000 dan
1500 M. Saat itu, para pedagang dari Tiongkok dan India mulai menelusuri negeri
lain baik melalui jalan darat (seperti misalnya jalur sutera) maupun jalan laut
untuk berdagang. Fenomena berkembangnya perusahaan McDonald di seluroh
pelosok dunia menunjukkan telah terjadinya globalisasi.
Fase selanjutnya ditandai dengan dominasi perdagangan kaum muslim di
Asia dan Afrika. Kaum muslim membentuk jaringan perdagangan yang antara lain
meliputi Jepang, Tiongkok, Vietnam, Indonesia, Malaka, India, Persia, pantai
Afrika Timur, Laut Tengah, Venesia, dan Genoa. Di samping membentuk jaringan

7
dagang, kaum pedagang muslim juga menyebarkan nilai-nilai agamanya, nama-
nama, abjad, arsitek, nilai sosial dan budaya Arab ke warga dunia.
Fase selanjutnya ditandai dengan eksplorasi dunia secara besar-besaran
oleh bangsa Eropa. Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda adalah pelopor-
pelopor eksplorasi ini. Hal ini didukung pula dengan terjadinya revolusi industri
yang meningkatkan keterkaitan antarbangsa dunia. berbagai teknologi mulai
ditemukan dan menjadi dasar perkembangan teknologi saat ini, seperti komputer
dan internet. Pada saat itu, berkembang pula kolonialisasi di dunia yang
membawa pengaruh besar terhadap difusi kebudayaan di dunia.
Semakin berkembangnya industri dan kebutuhan akan bahan baku serta
pasar juga memunculkan berbagai perusahaan multinasional di dunia. Di
Indonesia misalnya, sejak politik pintu terbuka, perusahaan-perusahaan Eropa
membuka berbagai cabangnya di Indonesia. Freeport dan Exxon dari Amerika
Serikat, Unilever dari Belanda, British Petroleum dari Inggris adalah beberapa
contohnya. Perusahaan multinasional seperti ini tetap menjadi ikon globalisasi
hingga saat ini. Fase selanjutnya terus berjalan dan mendapat momentumnya
ketika perang dingin berakhir dan komunisme di dunia runtuh. Runtuhnya
komunisme seakan memberi pembenaran bahwa kapitalisme adalah jalan terbaik
dalam mewujudkan kesejahteraan dunia. Implikasinya, negara negara di dunia
mulai menyediakan diri sebagai pasar yang bebas. Hal ini didukung pula dengan
perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi. Alhasil, sekat-sekat
antarnegara pun mulai kabur.

D. Teori Globalisasi
Cochrane dan Pain menegaskan bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi,
terdapat tiga posisi teoritis yang dapat dilihat, yaitu:
1. Para globalis percaya bahwa globalisasi adalah sebuah kenyataan yang
memiliki konsekuensi nyata terhadap bagaimana orang dan lembaga di
seluruh dunia berjalan. Mereka percaya bahwa negara-negara dan
kebudayaan lokal akan hilang diterpa kebudayaan dan ekonomi global
yang homogen. meskipun demikian, para globalis tidak memiliki pendapat
sama mengenai konsekuensi terhadap proses tersebut.

8
2. Para globalis positif dan optimistis menanggapi dengan baik
perkembangan semacam itu dan menyatakan bahwa globalisasi akan
menghasilkan masyarakat dunia yang toleran dan bertanggung jawab
3. Para globalis pesimis berpendapat bahwa globalisasi adalah sebuah
fenomena negatif karena hal tersebut sebenarnya adalah bentuk penjajahan
barat (terutama Amerika Serikat) yang memaksa sejumlah bentuk budaya
dan konsumsi yang homogen dan terlihat sebagai sesuatu yang benar
dipermukaan. Beberapa dari mereka kemudian membentuk kelompok
untuk menentang globalisasi (antiglobalisasi).
4. Para tradisionalis tidak percaya bahwa globalisasi tengah terjadi. Mereka
berpendapat bahwa fenomena ini adalah sebuah mitos semata atau, jika
memang ada, terlalu dibesar-besarkan. Mereka merujuk bahwa kapitalisme
telah menjadi sebuah fenomena internasional selama ratusan tahun. Apa
yang tengah kita alami saat ini hanyalah merupakan tahap lanjutan, atau
evolusi, dari produksi dan perdagangan kapital.
5. Para transformasionalis berada di antara para globalis dan tradisionalis.
Mereka setuju bahwa pengaruh globalisasi telah sangat dilebih-lebihkan
oleh para globalis. Namun, mereka juga berpendapat bahwa sangat bodoh
jika kita menyangkal keberadaan konsep ini. Posisi teoritis ini berpendapat
bahwa globalisasi seharusnya dipahami sebagai "seperangkat hubungan
yang saling berkaitan dengan murni melalui sebuah kekuatan, yang
sebagian besar tidak terjadi secara langsung". Mereka menyatakan bahwa
proses ini bisa dibalik, terutama ketika hal tersebut negatif atau,
setidaknya, dapat dikendalikan.

E. Proses Globalisasi dan Masyarakat Global


Menurut sejarahnya, akar munculnya globalisasi adalah revolusi elektronik
dan disintegrasi negara-negara komunis. Revolusi elektronik melipat gandakan
akselerasi komunikasi, transportasi, produksi, dan informasi. Disintegrasi negara-
negara komunis yang mengakhiri Perang Dingin memungkinkan kapitalisme
Barat menjadi satu-satunya kekuatan yang memangku hegemoni global. Itu
sebabnya di bidang ideologi perdagangan dan ekonomi, globalisasi sering disebut
sebagai Dekolonisasi (Oommen), Rekolonisasi ( Oliver, Balasuriya, Chandran),

9
Neo-Kapitalisme (Menon), Neo-Liberalisme (Ramakrishnan). Malahan ada
menyebut globalisasi sebagai eksistensi Kapitalisme Euro-Amerika di Dunia
Ketiga. Perusahaan bisa masuk dan bersaing di pasar global dengan tiga cara,
yaitu:
1. Mengekspor produknya (membangun pasar global).
2. Membangun pabrik atau memberikan pelayanan diluar negeri.
3. Membeli bahan baku, komponen, maupun persediaan lain dari Negara
lain.
Ketiga strategi globalisasi jika disimpulkan menjadi 3 kata yaitu:
1. sell (menjual),
2. make (membuat), dan
3. buy (membeli).
Masyarakat global dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang memiliki
pemikiran secara meluas tidak lagi terbatas pada batas suatu Negara. Tetapi
bersifat universal dan mengglobal tidak hanya peduli terhadap permasalahan di
negaranya saja namun juga mencakup masalah orang-orang di Negara lain.
Masyarakat konsumen yang hidup dari tanda-tanda yang ditawarkan oleh
globalisasi pada gilirannya akan menjadi masyarakat yang menganut
individualisme baru. Individualisme baru ini muncul sejalan dengan
berkembangnya neoliberalisme dalam kapitalisme global. Dalam liberalisme awal
muncul individualisme klasik yang masih identik dengan kaum kapitalis.
Liberalisme awal menawarkan konsep tentang kebebasan individu termasuk di
dalamnya kebebasan hak milik yang masih terbatas dalam sekat-sekat kedaulatan
suatu negara.
Oleh Baudrillard, individualisme baru dihubungkan dengan masyarakat
konsumen yang pasif dan mendasarkan identitasnya pada tanda yang berada di
belakang barang komoditi yang dikonsumsinya. Hal ini tentunya menjadi
mungkin karena dalam kapitalisme global kegiatan produksi sudah bergeser dari
penciptaan barang konsumsi, ke penciptaan tanda (Baudrillard, 1998: 72-75).
Menurut Baudrillard individualisme baru merupakan sifat yang tercermin
dalam tindakan-tindakan konsumsi secara kontinyu dari masyarakat konsumen.
Relasi sosial yang terjadi dalam masyarakat konsumen sangat bergantung pada
pola konsumsi ini. Nilai-nilai yang diperkenalkan oleh kaum kapitalis menjadi

10
nilai-nilai yang disharingkan dan dianggap sebagai kewajaran yang seharusnya
ditaati oleh setiap anggota masyarakat.
Fitur-fitur yang muncul bersamaan dengan munculnya tipe-tipe baru dari HP
telah ikut membuat pola relasi masyarakat berubah terus. Cara masing-masing
individu melihat dirinya dan melihat orang lain-pun turut berubah seiring dengan
perkembangan di dunia komunikasi. Pola-pola relasi tradisional dan modern yang
masih mengandalkan kebutuhan untuk bertatap muka secara langsung dan
berdiskusi panjang lebar kini telah mulai bergeser menjadi pola komunikasi
singkat melalui SMS.
Akibat dari perkembangan ini adalah munculnya kebutuhan setiap orang untuk
selalu menyesuaikan jenis alat komunikasi yang dimilikinya dengan
perkembangan yang ada agar ia tidak terlempar dari sistem komunikasi, baik yang
dalam batas relasi kelompok pergaulannya sendiri maupun dalam sistem
komunikasi global

F. Manfaat dan Kerugian dari Globalisasi di bidang Ekonomi


Bebarapa manfaat dan kerugian yang bisa terjadi dengan adanya globalisasi
disebutkan berikut. Manfaat yang bisa diperoleh dengan adanya globalisasi :
a. Produksi global dapat ditingkatkan
Pandangan ini sesuai dengan teori 'Keuntungan Komparatif' dari David
Ricardo. Melalui spesialisasi dan perdagangan faktor-faktor produksi dunia
dapat digunakan dengan lebih efesien, output dunia bertambah dan
masyarakat akan memperoleh keuntungan dari spesialisasi dan perdagangan
dalam bentuk pendapatan yang meningkat, yang selanjutnya dapat
meningkatkan pembelanjaan dan tabungan.
b. Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu Negara
Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan masyarakat dari berbagai
negara mengimpor lebih banyak barang dari luar negeri. Hal ini
menyebabkan konsumen mempunyai pilihan barang yang lebih banyak.
Selain itu, konsumen juga dapat menikmati barang yang lebih baik dengan
harga yang lebih rendah.
c. Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri
Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara
memperoleh pasar yang jauh lebih luas dari pasar dalam negeri.
d. Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik

11
Modal dapat diperoleh dari investasi asing dan terutama dinikmati oleh
negara-negara berkembang karena masalah kekurangan modal dan tenaga
ahli serta tenaga terdidik yang berpengalaman kebanyakan dihadapi oleh
negara-negara berkembang.
e. Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi
Pembangunan sektor industri dan berbagai sektor lainnya bukan saja
dikembangkan oleh perusahaan asing, tetapi terutamanya melalui investasi
yang dilakukan oleh perusahaan swasta domestik. Perusahaan domestik ini
seringkali memerlukan modal dari bank atau pasar saham. dana dari luar
negeri terutama dari negara-negara maju yang memasuki pasar uang dan
pasar modal di dalam negeri dapat membantu menyediakan modal yang
dibutuhkan tersebut.
Sedangkan kerugian yang mungkin timbul dengan adanya globalisasi yaitu :
a. Menghambat pertumbuhan sektor industry
Salah satu efek dari globalisasi adalah perkembangan sistem perdagangan
luar negeri yang lebih bebas. Perkembangan ini menyebabkan negara-
negara berkembang tidak dapat lagi menggunakan tarif yang tingi untuk
memberikan proteksi kepada industri yang baru berkembang (infant
industry). Dengan demikian, perdagangan luar negeri yang lebih bebas
menimbulkan hambatan kepada negara berkembang untuk memajukan
sektor industri domestik yang lebih cepat. Selain itu, ketergantungan kepada
industri-industri yang dimiliki perusahaan multinasional semakin
meningkat.
b. Memperburuk neraca pembayaran
Globalisasi cenderung menaikkan barang-barang impor. Sebaliknya, apabila
suatu negara tidak mampu bersaing, maka ekspor tidak berkembang.
Keadaan ini dapat memperburuk kondisi neraca pembayaran. Efek buruk
lain dari globaliassi terhadap neraca pembayaran adalah pembayaran neto
pendapatan faktor produksi dari luar negeri cenderung mengalami defisit.
Investasi asing yang bertambah banyak menyebabkan aliran pembayaran
keuntungan (pendapatan) investasi ke luar negeri semakin meningkat. Tidak
berkembangnya ekspor dapat berakibat buruk terhadap neraca pembayaran.
c. Sektor keuangan semakin tidak stabil

12
Salah satu efek penting dari globalisasi adalah pengaliran investasi (modal)
portofolio yang semakin besar. Investasi ini terutama meliputi partisipasi
dana luar negeri ke pasar saham. Ketika pasar saham sedang meningkat,
dana ini akan mengalir masuk, neraca pembayaran bertambah bak dan nilai
uang akan bertambah baik. Sebaliknya, ketika harga-harga saham di pasar
saham menurun, dana dalam negeri akan mengalir ke luar negeri, neraca
pembayaran cenderung menjadi bertambah buruk dan nilai mata uang
domestik merosot. Ketidakstabilan di sektor keuangan ini dapat
menimbulkan efek buruk kepada kestabilan kegiatan ekonomisecara
keseluruhan.
d. Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang
Apabila hal-hal yang dinyatakan di atas berlaku dalam suatu negara, maka
dlam jangka pendek pertumbuhan ekonominya menjadi tidak stabil. Dalam
jangka panjang pertumbuhan yang seperti ini akan mengurangi lajunya
pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional dan kesempatan kerja akan
semakin lambat pertumbuhannya dan masalah pengangguran tidak dapat
diatasi atau malah semakin memburuk. Pada akhirnya, apabila globalisasi
menimbulkan efek buruk kepada prospek pertumbuhan ekonomi jangka
panjang suatu negara, distribusi pendapatan menjadi semakin tidak adil dan
masalah sosial-ekonomi masyarakat semakin bertambah buruk.

G. Bisnis dalam dalam Lingkungan Global


Cara melakukan bisnis dalam lingkungan global :
1. Ekspor
Kegiatan ekspor merupakan kegiatan yang banyak dilakukan perusahaan
untuk mengembangkan bisnisnya di pasar global. Kegitan ekspor memiliki
kelebihan dan kekurangan,
Kelebihannya adalah menghindari biaya substansi dan membantu
perusahaan mencapai kurva pengalaman dan lokasi yang ekonomis apalagi
jika negara itu tersentralisasi maka bisa memanfaatkan skala ekonomi dari
volume penjualan global.
Kekurangannya adalah biaya transportasi yang tinggi dan ancaman tarif
membuat menjadi kurang ekonomis serta sangat beresiko.

13
2. Lisensi
Merupakan suatu perjanjian antara pemberi lisensi yang mengibahkan
haknya dengan pembeli lisensi dalam beberapa waktu tertentu dimana
pemilik lisensi akan menerima pengembaliannya dalam bentuk royalti dari
pembeli lisensi.
Keuntungannya :
a) Biaya dan resiko yang dihasilkan rendah atau kecil.
b) Merupakan kesempatan yang menarik bagi perusahaan yang
memiliki dana terbatas dan ingin melakukan operasional di negara
asing.
c) Mempermudah perusahaan yang ingin masuk pasar asing melalui
investasi.
d) Kelemahannya :
e) Tidak adanya hak bagi perusahaan dalam mengendalikan atau
melakukan kontrol terhadap manufaktur, pemasaran, strategi dan
memanfaatkan lokasi untuk tujuan ekonomis
f) Sulit dalam hal bersaing karena memerlukan koordinasi dan
strategi.
Ada solusi untuk mengatasi kelemahan diatas, yaitu melalui cross licensing
agreement, merupakan cara yang umum digunakan industri-industri
teknologi dimana ada perjanjian atau kesepakatan bahwa perusahaan bisa
melisensi beberapa kepemilikannya yang intangibel dan memberikan
pengetahuan teknologinya kepada perusahaan asal.
3. Waralaba (Franchising)
Waralaba merupakan bentuk lisensi, waralaba menjual tidak hanya property
yang intangibel tetapi juga sesuatu hal yang disetujui dengan aturan yang
ketat sesuai tata cara melakukan bisnis. Dimana frenchisor memberi bantuan
kepada frenchisee dalam menjalankan bisnisnya dengan imbalan yaitu
royalti sejumlah prosentase tertentu dari hasil bisnis frenchisee. Biasanya
waralaba terdapat pada perusahaan jasa.
Keunggulannya :
a) Biaya dan resiko yang rendah.
b) Mudah masuk pasar asing.
c) Mempercepat dalam mendapatkan keuntungan.

14
Kelemahannya :
a) Masalah dalam pengendalian kualitas.
4. Joint Venture dengan perusahaan setempat
Joint venture merupakan suatu bentuk kerjasama antar dua perusahaan atau
lebih menjadi satu perusahaan (bergabung) atau keberadaan satu perusahaan
yang dimiliki oleh dua atau lebih perusahaan.
Keunggulannya :
a) Mendapat manfaat dari pengetahuan partner lokal.
b) Dapat berbagi biaya dan resiko dengan partner lokal.
c) Merupakan cara untuk memasuki pasar asing.
Kelemahannya :
a) Resiko dalam hal memberikan teknologinya kepada partner
lokal.
b) Tidak ada pengendalian yang ketat.
c) Kepemilikan dapat mengarah pada konflik dan perang
pengendalian antar perusahaan.
5. Dimiliki sepenuhnya oleh cabang
Dalam hal ini 100% saham dimiliki sendiri oleh perusahaan yang akan
memasuki pasar asing. Dimana ada dua cara untuk melakukan strategi ini :
a) Dengan membentuk operasional baru pada negara tersebut.
b) Dengan meminta dan menggunakan perusahaan yang ada di
negara tersebut untuk mempromosikan produknya dipasar.
Keunggulannya :
a) Meniadakan resiko kehilangan keunggulan bersaingnya.
b) Adanya pengendalian yang ketat pada proses operasional
diberbagai negara.
Kelemahannya :
a) Mahalnya biaya yang dikeluarkan untuk memasuki pasar di
negara asing.
b) Karena perusahaan membuat seluruh proses operasi di negara
tujuan sendiri saja maka biaya dan resiko yang ditanggung
besar.

H. Peraturan Organisasi bisnis dalam Lingkungan Global

15
Beberapa aturan dunia telah dibuat untuk menghasilkan standar-standar bagi
perusahaan yang akan melaksanakan bisnis lewat batas Negara, contohnya adalah
1) UN global compact
Pada tanggal 26 Juli 2000, program Global Compact secara resmi
dideklarasikan oleh PBB (Persatuan Bangsa Bangsa) di New York, sebagai
sebuah gerakan yang bersifat internasional dan sukarela. Hal ini
merupakan seruan bagi pemimpin dunia bisnis, institusi dan LSM di
seluruh dunia untuk menerapkan sepuluh prinsip tentang HAM, Buruh,
Lingkungan dan Anti Korupsi. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi
jembatan bagi kepentingan masyarakat Internasional dan kepentingan
bisnis perusahaan.
Global Compact adalah suatu inisiatif internasional untuk
mempertemukan perusahaan-perusahaan swasta dengan badan-badan
PBB, organisasi buruh dan masyarakat sipil, guna mendukung sepuluh
prinsip dalam hal hak asasi manusia, perburuhan dan lingkungan hidup.
Kesepuluh prinsip tersebut adalah : Bisnis harus mendukung dan
menghargai perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia yang diakui
secara internasional dalam ruang lingkup pengaruh mereka, dan
memastikan agar mereka tidak terlibat dalam pelanggaran hak asasi
manusia. Bisnis harus menghormati kebebasan berserikat serta mengakui
secara efektif adanya hak perundingan kolektif. Menghapus segala bentuk
kerja paksa dan kerja wajib, meniadakan pekerja kanak-kanak, dan
menghilangkan diskriminasi berkenaan dengan pencarian kerja dan
pekerjaan. Bisnis harus mendukung pendekatan terhadap tantangan-
tantangan lingkungan hidup yang bersifat melindungi, dan melakukan
inisiatif-inisiatif untuk mendorong tanggung jawab yang lebih besar
terhadap lingkungan.
2) The OECD Guideliness
Pedoman OECD ini merupakan rekomendasi bersama-sama
pemerintah yang ditujukan bagi Perusahaan Multinasional. Pedoman ini
memuat prinsip dan standar dari praktek baik bisnis yang sejalan dengan
aturan yang berlaku. Pengawasan dijalankannya Pedoman ini dijalankan
secara sukarela dan tidak mengikat secara hukum untuk dapat diterapkan
I. Bentuk kerjasama dalam organisasi bisnis

16
1. Joint Venture
Joint Venture merupakan suatu kerjasama antar beberapa perusahaan
untuk mencapai konsentrasi kekuatan ekonomi yang lebih padat. Ciri
utamanya adalah kegiatan yang dilakukan oleh salah seorang partner
masih tetap mengikat partner yang lain. Selanjutnya, kewajiban semua
pihak dalam joint venture sama seperti kewajiban dalam partnership. Oleh
karena itu joint venture dapat dimasukkan dalam jenis partnership.
Joint venture bisa disebut sebagai aliansi strategis (strtegic aliances) dan
mungkin dilakukan oleh perusahaan besar serta dapat menjadi strategi
yang efektif dengan memanfaatkan kelebihan yang dimiliki partner.
2. Syndicate
Adalah kerjasama antara dua unit usaha untuk mencapai tujuan tertentu
yang spesifik. Pembentukan sindikat biasanya dilakukan pada perusahaan
penjamin (underwriter). Misalnya suatu sindikat kelompok perusahaan
investasi dibentuk dengan tujuan menjual sejumlah besar saham
perusahaan. Keputusan manajerialnya ada ditangan kelompok pada
sindikat tersebut.
3. Trust
Trust merupakan organisasi yang sengaja dibentuk untuk menghindari
kerugian-kerugian dan meningkatkan keuntungan. Trust adalah
penggabungan dua unit usaha menjadi satu dan masing-masing unit usaha
kehilangan identitasnya. Beberapa perusahaan yang telah melebur akan
melahirkan perusahaan baru yang lebih besar. Seluruh kekayaan
perusahaan lama dipindahkan keperusahaan baru. Trust dapat
mengeluarkan saham atau obligasi. Tanggung jawab pemilik saham hanya
sebatas modal yang ditanamkan. Karena itu trust merupakan salah satu
jenis perseroan.
4. Kartel
Adalah persekutuan perusahaan-perusahaan dibawah suatu perjanjian
untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam kartel identitas masing-masing
perusahaan masih utuh dan tetap berdiri sendiri. Bentuk-bentuk kartel
adalah kartel daerah (pembagian daerah pemasaran), kartel produksi
(penentuan luas produksi), kartel kondisi (pengaturan syarat-syarat
penjualan, penyerahan barang, pemberian diskon, dan sebagainya), kartel

17
pembagian laba (penentuan cara pembagian dan besarnya laba), dan kartel
harga (penentuan harga minimal).
5. Holding Company
Holding Company terjadi bila ada suatu perusahaan dalam kondisi
yang baik secara finansial kemudian membeli saham-saham dari
perusahaan lain. Atau terjadi pengambilalihan kekuasaan dan kekayaan
dari suatu perusahaan ke holding company. Holding Company sendiri
adalah perusahaan induk yang memiliki saham pada beberapa anak
perusahaan. Umumnya menyerahkan pengelolaan bisnis yang dimilikinya
pada manajemen yang terpisah. Contoh holding company misalnya
Bakerie & Brothers.
J. Sikap Indonesia dalam menghadapi Globalisasi Ekonomi
Pada dasarnya negara-negara di dunia terdapat dua kutub dalam menyikapi
globalisasi ekonomi ini. kutub yang pertama adalah negara-negara yang
mendukung pelaksanaan globalisasi. Negara-negara ini terdiri dari negara-negara
maju dan negara-negara yang memiliki perekonomian yang kuat. Di kutub yang
lain terdapat negara-negara yang menolak pemberlakuan perdagangan bebas di
dunia. Negara-negara ini biasanya merupakan negara-negara yang memiliki
Sumber Daya Alam (SDA) yang banyak tetapi Sumber Daya Manusia (SDM)nya
masih rendah. Negara-negara Amerika Latin banyak memposisikan di kutub ini.
Indonesia, dengan sebuah keberanian yang sedikit kurang antisipatif
memberanikan untuk berkecimpung bebas dalam perdagangan bebas ini. Dengan
ditandatangani AC-FTA (ASEAN-Chine Free Trade Agreement), berarti Indonesia
telah siap ikut ambil bagian dalam perdagangan bebas.
Beberapa upaya yang harus dilakukan Indonesia dalam menyongsong era
perdagangan bebas adalah :
1. Menyiapkan SDM yang kompeten, kompetitif dan memiliki skill yang
baik dalam menghadapi kompetisi globalisasi.
2. Melaksanakan standarisasi dan sertifikasi bagi perusahaan dan lembaga
pemerintah untuk citra, kesungguhan dan kualitas produk.
3. Menghilangkan praktek-praktek korupsi, kolusi, nepotisme dan
manipulasi.

18
4. Mendorong pengusaha-pengusaha lokal khususnya pengusaha kecil dan
menengah untuk berkompetisi secara sehat.
5. Mendorong munculnya produk-produk kreatif dan inovatif dari
masyarakat Indonesia.
Globalisasi ekonomi bukanlah sesuatu yang harus dihindari tetapi
globalisasi ekonomi adalah sesuatu yang musti dihadapi. Usaha-usaha yang harus
kita lakukan dalam menghadapi era globalisasi ini adalah sebagai berikut :
1. Menghayati dan mengintensifkan pembelajaran budaya tradisional
yang bernilai luhur agar tidak musnah diganti oleh kebudayaan asing.
2. Meningkatkan pendidikan adalah upaya meningkatkan kualitas diri
agar dapat bersaing dengan bangsa lain baik dalam mencari lapangan
kerja di dalam maupun di luar negeri.
3. Meningkatkan kualitas produk dalam negeri agar dapat bersaing
merebut pasar lokal, nasional, dan internasional.
4. Meningkatkan penguasaan teknologi di segala bidang agar kita tidak
bergantung pada bangsa lain, mandiri, dan percaya pada diri sendiri.
5. Menumbuhkan kinerja yang berwawasan luas dan beretos kerja tinggi.
Perubahan mental ke arah sikap yang modern, seperti ulet, rajin,
berdisiplin, beretos kerja tinggi, cerdas, terampil, kreatif, dan berjiwa wiraswasta
sangat diperlukan untuk menghadapi era globalisasi tersebut. Globalisasi bagi
bangsa Indonesia dapat menjadi peluang dan tantangan. Peluang yang dapat
diperoleh adalah pasaran hasil produksi yang semakin luas, perkembangan ilmu
pengetahuan yang semakin cepat, lapangan kerja yang semakin luas dan peluang
bisnis yang makin terbuka.
Dalam menerima pengaruh asing, bangsa Indonesia jangan bersifat pasif
atau menerima begitu saja pengaruh tersebut. Bangsa Indonesia harus bersifat
aktif menyeleksi pengaruh tersebut. Kebudayaan asing diakulturasikan secara
serasi dengan kebudayaan asli, sehingga menghasilkan kebudayaan yang bercorak
khas. Kebudayaan material dan gaya hidup kebarat-baratan cenderung lebih cepat
menjalar dan diterima oleh masyarakat. Kesalahpahaman mengartikan hidup
modern akan membawa kita dalam kehidupan yang tanpa moral dan hilangnya
kepribadian bangsa. Individualisme, konsumerisme berlebihan, minuman keras,

19
hidup bebas, obat terlarang, dan atheisme adalah sikap dan gaya hidup yang harus
dihindarkan akibat negatif dari globalisasi. Bagi bangsa Indonesia, Pancasila
dalam proses pembangunan sosial budaya bangsa akan dapat berfungsi sesuai
penyaring dan sekaligus sebagai dasar pembangunan. Oleh karena itu, nilai
budaya Indonesia diharapkan tidak ada tergeser dan nilai hakikinya, yaitu nilai
kekeluargaan dan kegotongroyongan.
Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) memberikan kontribusi yang
sangat besar bagi pembangunan bangsa, khususnya perkembangan budaya.
Kedatangan setiap teknologi baru harus kita terima dengan pikiran terbuka dan
penuh kewaspadaan. Selain itu, sifat kebudayaan kita yang tertutup dan membuat
orang merahasiakan apa yang diketahuinya, padahal sangat penting bagi
perkembangan dan kemajuan bangsa dengan tujuan agar tetap unggul secara
individu. Arus informasi yang berkesinambungan dari media dan kontak langsung
dengan dunia luar akan mempengaruhi perubahan sosial. Sistem komunikasi
internasional dan nasional yang disajikan melalui media sangat berhubungan
dengan IPTEK, masalah ekonomi, kebudayaan, dan agama. Keadaan tersebut
mempengaruhi cara berpikir dan berperilaku masyarakat sehingga dapat
menumbuhkan sifat masyarakat yang mengarah pada Individualistis, Materialisme
dan Hedonisme.
Pengaruh unsur-unsur budaya dari luar yang bersumber dari paham
individualisme sempat menggoyahkan masyarakat sebagai akibat adanya sikap
indivualisme, materialisme, dan hedonisme. Hal ini mengakibatkan timbulnya
sikap konsumerisme yang berlebihan, karena terlalu mengejar kenikmatan hidup
lahiriah. Pada masyarakat tersebut, tenggang rasa, kekeluargaan, gotong dan
kesetiakawanan sosial yang merupakan ciri kepribadian bangsa Indonesia.
Akibatnya, dapat merusak sistem kehidupan bangsa Indonesia pada masa yang
akan datang. Oleh karena itu, diperlukan saluran yang dipergunakan sebagai
wahana perubahan. Saluran tersebut berupa lembaga masyarakat. Lembaga-
lembaga masyarakat tersebut, yaitu sebagai berikut :
a. Keagamaan
Lembaga keagamaan mempunyai pengaruh yang sangat besar, karena
berhubungan dengan aspek mental atau jiwa manusia. Aspek mental ini

20
akan membentuk pandangan hidup, ide, gagasan, etika, sikap, dan perilaku
sebagai landasan dalam berkarya.
b. Keluarga
Keluarga adalah lembaga pertama yang dikenal oleh seorang anak.
Keluarga juga merupakan pewaris atau pengubah pertama dalam
kebudayaan. Agama, bahasa, dan adat istiadat pertama kali diperkenalkan
melalui keluarga. Unsur kebudayaan dapat hilang kalau tidak diwariskan
melalui keluarga.
c. Sekolah dan lembaga pendidikan yang lainnya
Sekolah dan lembaga pendidikan lainnya adalah tempat yang sengaja
dibentuk untuk menyalurkan ide, gagasan, pengetahuan, dan keterampilan.
d. Pemerintahan
Pemerintah mempunyai kewenangan dan kekuasaan untuk menentukan
suatu kebijakan.

K. Dampak Globalisasi Ekonomi bagi Indonesia


Dampak nyata dari globalisasi terhadap perekonomian Indonesia adalah
Dampak negatif globalisasi salah satunya bagi negara berkembang seperti
Indonesia adalah terutama bersumber dari ketidaksiapan ekonomi Indonesia
dalam persaingan yang semakin bebas.
Dampak negatifnya sebagai berikut:
1. Kemungkinan hilangnya pasar produk ekspor Indonesia, karena kalah
bersaing dengan produksi negara lain yang lebih murah dan berkualitas.
Misalnya produk pertanian kita kalah jauh dari Thailand.
2. Membanjirnya produk impor di pasaran Indonesia, sehingga mematikan
usaha-usaha di Indonesia. Misalnya, ancaman produk batik Cina yang lebih
murah bagi industri batik di tanah air.
3. Ancaman masuknya tenaga kerja asing (ekspatriat) di Indonesia yang
lebih profesional SDMnya.
4. Lapangan kerja di Indonesia yang sudah sempit jadi semakin sempit.
5. Perusahaan dalam negeri lebih tertarik bermitra dengan perusahaan dari
luar. Akibatnya kondisi industri dalam negeri sulit berkembang.
6. Terjadi kerusakan lingkungan dan polusi limbah industri
Dampak positif bagi Indonesia

21
1. Pasar yang sangat terbuka untuk produk-produk ekspor (dengn catatan
produk ekspor Indonesia dapat bersaing si pasar internasional). Dengan
demikian kesempatan pengusaha Indonesia sangat terbuka dalam
menciptakan produk berkualitas yang dibutuhkan oleh pasar dunia.
2. Mudah untuk mengakses modal investasi yang berasal dari luar negeri
3. Mudah mendapatkan barang yang dibutuhkan masyarakat dan belum
diproduksi di Indonesia
4. Kegiatan pariwisata akan meningkat sehingga mampu membuka lapangan
kerja dan juga menjadi ajang promosi produk-produk Indonesia

L. Aplikasi dan peran pemerintah


Peran pemerintah dalam tantangan globalisasi dianggap penting selain
daripada peran swasta karena muncul asumsi peran pemerintah cenderung
melemah oleh tuntutan globalisasi yang lebih mengandalkan swasta dan
masyarakat. Ditengah hiruk-pikuk aktivitas perdagangan dan perekonomian
global, peran pemerintah sebagai regulator justru semakin penting dan
menentukan. Kekacauan akan mudah terjadi jika tidak ada regulasi yang jelas.
Fungsi regulasi pemerintah justru dibutuhkan untuk menjamin kompetisi yang
lebih sehat dikalangan swasta yang bertarung keras dalam kegiatan ekonomi.
Pebisnis perlu rambu jelas dalam kegiatannya sehingga tidak kehilangan arah
dalam arus perubahan global yang berlangsung cepat.
Proses globalisasi mempercepat pula langkah privatisasi dalam bidang
ekonomi banyak negara. Kegiatan ekonomi dimana-mana semakin berada dalam
kendali dan kepemilikan swasta. Tuntutan percepatan privatisasi di banyak negara
tidak hanya karena dampak langsung proses liberalisasi dan globalisasi ekonomi,
tetapi juga karena badan usaha yang berada dalam pengelolaan negara cenderung
kurang efisien dan efektif. Pergaulan antar bangsa dan negara masih berdasarkan
kerangka negara dan pemerintahan. Sudah menjadi tuntutan umum tentang
pentingnya pemerintahan baik dan bersih, good and clean governance.
Beberapa bentuk peranan pemerintah yaitu :
1. Pemerintah sebagai penyedia prasarana
Pemerintah menyediakan berbagai prasarana agar masyarakat dapat
melakukan kegiatan ekonomi. Salah satu bentuk intervensi pemerintah adalah
dengan penyediaan barang-barang publik (public goods).

22
2. Pemerintah untuk meminimalisasi side effect
Pemerintah melakukan upaya-upaya memperkecil dampak dari krisis
global agar Indonesia tidak terlalu terkena dampak dari krisis tersebut. Contoh :
Pemerintah mengundang para investor dengan memberikan jaminan hukum
kepada investor (membuat undang-undang yang tidak menyulitkan para investor
untuk menanamkan modalnya di Indonesia), membangun infrastruktur yang baik,
menjamin stabilitas ekonomi dan politik dalam negeri.
3. Pemerintah sebagai pedoman
Pemerintah menjadi acuan dalam kegiatan perekonomian di Indonesia.
Pertumbuhan ekonomi suatu negara dipengaruhi oleh akumulasi modal (investasi
pada tanah, peralatan, prasarana dan sarana dan sumber daya manusia), sumber
daya alam, sumber daya manusia (human resources) baik jumlah maupun tingkat
kualitas penduduknya, kemajuan teknologi, akses terhadap informasi, keinginan
untuk melakukan inovasi dan mengembangkan diri serta budaya kerja.
Pertumbuhan ekonomi yang positif menunjukkan adanya peningkatan sebaliknya
pertumbuhan ekonomi yang negatif menunjukkan adanya penurunan.
4. Peran pemerintah dalam membuat kebijakan publik
Pemerintah melaksanakan peran vital dan penting dalam masyarakat
modern. Masyarakat tidak dapat berfungsi secara baik tanpa aktivitas pemerintah.
Masyarakat melihat pemerintah dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar
yang penting. Hal-hal yang penting diantaranya mengenai keamanan dan
perlindungan yang diberikan oleh keamanan dalam negeri, polisi, dan departemen
kebakaran. Pemerintah juga diharapkan memberikan keamanan ekonomi, layanan
sosial, dan hal-hal yag berkaitan dengan masalah sosial yang membutuhkan
tindakan kolektif, atau kebijakan publik. Kebijakan publik merupakan rencana
tindakan yang akan dilakukan oleh pejabat pemerintah untuk mencapai beberapa
tujuan umum yang mempengaruhi segmen substansial warga negara. Kebijakan
publik yang dibuat oleh pemerintah ada dua jenis yaitu :

1) Kebijakan Ekonomi
Kebijakan ini berkaitan dengan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter.
Kebijakan fiskal berhubungan dengan pola perpajakan dan pengeluaran

23
pemerintah dalam mendukung perekonomian. Sedangkan kebijakan moneter
mengacu pada kebijakan yang berpengaruh terhadap penawaran, permintaan, dan
nilai mata uang suatu negara yang berpengaruh terhadap bisnis dan masyarakat.
2) Kebijakan Sosial
Negara-negara industri maju mengembangkan sistem layanan sosial untuk
warganya. Perkembangan ekonomi telah memperbaiki wilayah kunci pelayanan
bantuan sosial (seperti layanan kesehatan dan pendidikan) dan akan berlanjut
mengikuti pertumbuhan ekonomi.

M. Peraturan Pemerintah Dalam Organsiasi Bisnis Lokal dan Global


1) REGULASI DALAM KONTEKS LOKAL
Karena pemerintah beroperasi pada banyak tingkatan (pusat, povinsi,
kabupaten), bisnis modern menghadapi sejumlah regulasi yang komplek.
Masyarakat mengandalkan pemerintah untuk menetapkan aturan tingkah laku
atau regulasi untuk masyarakat dan organisasi. Ada beberapa jenis regulasi,
yaitu:
1. Regulasi Ekonomi
Regulasi ekonomi bertujuan untuk memodifikasi operasi normal pasar bebas
dan kekuatan penawaran dan permintaan. Regulasi ekonomi meliputi regulasi
yang mengendalikan harga atau gaji, alokasi sumber daya publik, penetapan
area layanan, penetapan banyaknya peserta, dan penjatahan sumber daya.
Keputusan komisi komunikasi pemerintahan (FCC) berkenaan dengan
bagaimana untuk mengalokasikan porsi spektrum elektromagnetik. Perhatikan
beberapa contoh berikut ini:
a) Perusahaan telepon lokal diperbolehkan menawarkan layanan jarak
jauh, tetapi hanya jika mereka membuka jaringannya kepada penyedia
layanan lainnya. Tujuan dari regulasi FCC ini adalah untuk
mendorong adanya kompetisi terbuka untuk layanan jarak jauh,
memberikan konsumen lebih banyak pilihan dan harga yang lebih
rendah.
b) Komisi Regulasi Energi Pemrintah, di beberapa situasi,
mengendalikan harga listrik. Sebagai contoh, badan ini menutup
(menetapkan batas atas) harga jual keseluruhan di California, setelah
harga membumbung tinggi dan pengelapan terjadi.

24
c) Regulator baik di tingkat povinsi maupun pusat menetapkan aturan
yang ketat mengenai kapan dan dimana kapal-kapal perikanan
komersial dapat beroperasi, dan juga aturan mengenai jenis ikan apa
yang dapat ditangkap. Satu alasan untuk aturan tersebut adalah untuk
membagi sumber daya umum (ikan liar) diantara bisnis dengan cara
yang adil.
Operasi tertentu atau fungsi bisnis telah dipilih untuk diperhatikan secara
khusus oleh regulator pemerintah. Badan pemerintahan menetapkan gaji
minimum, mengatur gaji lembur, menetapkan aturan bagi kampanye serikat
kerja, dan menengahi perselisihan pekerja dengan manajemen. Kompetisi
adalah fungsi bisnis yang lain yang sangat dipengaruhi oleh regulasi. Hukum
antitrust berusaha untuk mencegah monopoli, mempertahankan harga yang
kompetitif, dan melindungi konsumen terhadap praktek-praktek yang tidak
jujur.
2. Regulasi sosial
Regulasi sosial dimaksudkan pada pentingnya tujuan sosial seperti
perlindungan konsumen dan lingkungan serta menyediakan para karyawan
dengan kondisi kerja yang aman dan sehat. Kesempatan kerja yang sama,
perlindungan terhadap imbalan pensiun, dan perawatan kesehatan bagi para
karyawan merupakan area lain yang penting dalam regulasi sosial. Regulasi
sosial tidak terbatas pada satu jenis bisnis atau industri. Hukum memperhatikan
polusi, keamanan dan kesehatan, dan diskriminasi pekerjaan yang diterapkan
untuk semua bisnis, hukum perlindungan konsumen diterapkan untuk semua
bisnis terkait dengan produksi dan penjualan barang-barang konsumsi
2) REGULASI DALAM KONTEKS GLOBAL
Perdagangan internasional menyatukan orang dan bisnis dengan cara baru dan
komplek. Pola perdagangan internasional tumbuh lebih komplek, pemerintah
merasa perlu untuk menetapkan aturan yang melindungi kepentingan
warganya. Tidak ada negara yang mau menerima produk-produk manufaktur
yang berbahaya bagi warganya dan tidak ada pemerintah yang ingin melihat
ekonominya rusak karena persaingan yang tidak jujur dari para pesaing luar
negeri. Hal-hal inilah yang menjadi perhatian untuk dijadikan dasar adanya
kerjasama dan kesepakatan regulasi internasional.

25
1. Regulasi Terhadap Produk Impor
Setiap negara mempunyai kekuasaan terhadap produk yang dijual dinegaranya.
Contoh: Mainan yang diproduksi diluar negeri tapi dijual di Indonesia haruslah
memenuhi standar keamanan yang berlaku seperti halnya yang berlaku bagi
industri sejenis yang berasal dari dalam negeri.
2. Regulasi Terhadap Produk Ekspor
Pemerintah mempunyai kepentingan untuk mengetahui apakah produk-produk
bisnis di ekspor keseluruh dunia. Pemerintah pusat memperhatikan produk
yang dibuat Di Indonesia merupakan produk berkualitas bagus.
3. Regulasi Terhadap Perilaku Bisnis Internasional
WTO (World Trade Organization), yang bertugas membentuk aturan-aturan
pelaksanaan perdagangan internasional. Aturan ini dapat dipertimbangkan
sebagai regulasi multinasional. Mengutip sebuah contoh, WHO, sebuah badan
PBB, bekerja dengan industri farmasi untuk menciptakan database mengenai
efek samping produk obat, penetapan standar kualitas, dan memecahkan
konflik praktek pemasaran dan manufaktur yang dapat membahayakan
masyarakat. Pembuatan regulasi bilateral atau multilateral menyebabkan
perundingan panjang lebar diantara para pemimpin bisnis, pemerintahan, dan
organisasi non pemerintah (seperti kelompok konsumen). Interaksi ini
diperlukan karena banyaknya stakeholder yang terlibat. Pemasaran
internasional WHO mengkodifikasi produk-produk formula bayi, sebagai
contoh, membutuhkan dalam hampir tiga tahun untuk rapat dan perundingan
sebelum pengodean yang sesuai siap untuk diterapkan oleh pemerintah negara.
Negara juga bekerja sama untuk menetapkan standar penggunaan sumberdaya
global yang tidak dimiliki oleh negara manapun. Dalam setiap kasus,
pengetahuan pemerintah terhadap masalah tidak dapat diselesaikan melalui
tindakan satu negara. Hal ini menghasilkan kerangka kesepakatan
internasional, standar, dan pemahaman terhadap usaha untuk
mengharmonisasikan aktifitas bisnis dan kepentingan publik.

26
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Globalisasi adalah suatu perubahan yang terjadi dalam segala aspek yang
bersifat mendunia.Baik bagi bidang ekonomi, politik, dan sosio-budaya.
Globalisasi ekonomi yang terjadi di dunia merupakan salah satu bentuk dari
globalisasi yang membuka batas-batas teritorial suatu negara dengan negara lain

27
di bidang ekonomi. Perubahan-perubahan yang terjadi di bidang perekonomian
terjadi dalam segala aspek baik modal, barang dan jasa.Globalisasi ekonomi yang
mendunia tersebut tentunya terjadi di seluruh negara salah satunya yaitu
Indonesia.
Globalisasi ekonomi yang terjadi di Indonesia tentunya memiliki dampak
baik negatif maupun positif. Dampak positifnya yaitu diantaranya memotivasi
SDM dalam meningkatkan kualitas, meningkatkan devisa, membuka lapangan
pekerjaan, dan meningkatkan transfer teknologi dan ilmu pengetahuan. Sedangkan
dampak negatifnya yaitu diantaranya banyaknya perusahaan-perusahaan dalam
negeri yang gulung tikar dan menurunnya konsumsi produk-produk dalam negeri.

B. Saran
Globalisasi dan dampak-dampaknya tentu akan selalu hadir dalam era
globalisasi bagi negara kita. Semua itu dapat kita cegah dan tanggulangi dengan
baik secara bersama. Kita harus bersikap kritis dalam menerima berbagai
pengaruh dari luar negeri di era globalisasi ini, dengan menyaring segala yang
negatif dan menerima segala yang positif bagi perkembangan dan pembangunan
negara Indonesia agar negara Indonesia tetap berkembang sesuai dengan
perkembangan zaman namun tidak mengurangi nilai-nilai, karakter dan jati diri
bangsa kita sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

http://rainyviolet.blogspot.com/2017/6/tantangan-dalam-globalisasi.html
www.Hukum+Komersial/Globalisasi/Globalisasi.html.com
www.google.hubungan+antara+organisasi+bisnis+pemerintah+ppt+com

28
29