Anda di halaman 1dari 46

Kompetensi dasar

1.1 Menjelaskan penurunan tekanan uap,


kenaikan titik didih, penurunan titik beku
larutan, dan tekanan osmosis termasuk sifat
koligatif larutan
1.2 Membandingkan antara sifat koligatif larutan
non elektrolit dengan sifat koligatif larutan
elektrolit yang konsentrasinya sama
berdasarkan data percobaan

A. Satuan Konsentrasi

D i kelas XI Anda sudah mempelajari satuan konsentrasi suatu larutan


yang dinyatakan secara kualitatif (jenis) yaitu encer dan pekatnya
suatu larutan maupun kuantitatif (jumlah) diantaranya % volume,
% berat, ppm atau bpj, dan molaritas. Di kelas XII ini anda akan mempelajari
satuan konsentrasi kuantitatif yang lain yaitu molalitas, normalitas, formalitas dan
fraksi mol (mol bagian). Sebelum mempelajari sifat koligatif larutan terlebih
dahulu kita pelajari satuan-satuan konsentrasi tersebut.
1. Molaritas (M)
Molaritas (M) : jumlah mol zat . dalam liter larutan
n g / Mr x 1000
M= Atau M=
V V
M = ...., n = .., g =
Mr = , V =
2. Molalitas (m)
Molalitas menyatakan perbandingan antara mol zat terlarut dengan massa
pelarutnya atau jumlah mol zat terlarut dalam 1000 gram (1 kg) pelarut.
m = n/1000; karena n = mol = g/Mr
maka untuk p gram pelarut, m = g/Mr atau m = g x 1000
p/1000 Mr P
dimana : m = molalitas, Mr = massa molekul relatif zat terlarut
g = massa zat terlarut, P = massa zat pelarut
Contoh : 1. Hitung molalitas larutan 20 % massa etanol (Mr = 46) ! (SPMB)
Jawab : (Karena dalam % massa, maka larutan dianggap 100 gram.
Jadi massa zat terlarut = 20 gram, dan massa pelarut = 80 gram)
m = g x 1000
Mr P
= 20 x 1000
46 80
= 5,4
2. Berapa % massa glukosa (Mr = 180) yang terdapat dalam 0,2 m larutan
glukosa, jika massa pelarut = 180 gram ?
Jawab : % massa glukosa = ........... gram x 100 %
g = ..... x ..... x ..... Massa larutan
1000
= .. x 100 %
= ......... = ..
1000 ..

= .. = .. %

3. Suatu larutan gliserin, C3H5(OH)3 dibuat dengan melarutkan 45,0 gram


senyawa tersebut dalam 100 gram H2O, jika diketahui Ar C =12, O =16, dan H
= 1, tentukan molalitas larutan ! (USM-UGM)
Jawab :
...................................................... ......................................................
...................................................... ......................................................
...................................................... ......................................................
Antara satuan konsentrasi molalitas (m) dengan molaritas (M) sepertinya hanya
mengubah pelarut dari satuan volume (liter atau mililiter) menjadi satuan massa
(kg atau gram) padahal antara kedua satuan konsentrasi tersebut ada perbedaan
sifat fisik yang lain yaitu :
Molalitas (m) Molaritas (M)
1. Tidak dipengaruhi oleh perubahan suhu 1. Dipengaruhi oleh perubahan suhu
2. Jumlah pelarut mudah ditentukan 2. Jumlah pelarut tidak dapat diten-
3. Jarang digunakan dalam perhitungan stoi- tukan tanpa diketahui massa
kiometri larutan karena umumnya stoikio- jenisnya
metri larutan dalam satuan mol bukan 3. Perhitungan stoikiometri lebih
dalam satuan massa mudah karena umumnya meng-
4. Jarang digunakan dalam metoda titrasi gunakan satuan mol bukan satuan
karena titrasi menggunakan perbandingan massa
volume dan konsentrasi, bukan perbandi- 4. Memudahkan perhitungan dalam
ngan massa metoda titrasi.
3. Fraksi Mol
Fraksi mol (notasi, X) atau mol bagian menyatakan perbandingan antara
jumlah mol suatu zat terlarut maupun jumlah mol pelarut dalam suatu larutan
dengan seluruh jumlah mol dalam larutan tersebut. Biasanya mol zat terlarut
dinotasikan dengan Xa dan mol pelarut dengan Xb.
nA mol suatu zat
nB
Xa = Fraksi
danmolXb(X)= = , Xa + Xb = 1
nA + nB nAmol
+ keseluruhan
nB
Xa = fraksi mol zat A, Xb = fraksi mol zat B, nA = mol zat A, nB = mol zat B
Contoh :
1. Fraksi mol suatu larutan metanol, CH3OH dalam air adalah 0,50.
Berapa % (massa) konsentrasi metanol dalam larutan tersebut ?
(Ar : H = 1, C = 12, O = 16). SPMB
Jawab : Misalkan : mol metanol = nA, mol air = nB
Xa + Xb = 1, karena Xa = Xb = 0,50, maka nA = nB = 0,50
% massa A = massa A x 100 %
massa larutan
= nA x mr A x 100 %
(nA x Mr A) + (nB x Mr B)
= 0,50 x 32 x 100 %
(0,50 x 32) + (0,50 x 18)
= 16/25 x 100 %
= 64 %
2. Tentukan fraksi mol larutan 36 gram glukosa (Mr =180) dalam 90 gram air
(Mr =18) ! UAN
Jawab :
...................................................... ......................................................
...................................................... ......................................................
...................................................... ......................................................
3. Tentukan fraksi mol larutan NaOH 2,5 M (Mr NaOH = 40) dan massa
jenis larutan 1 kg/l ! USM POLITEKNIK ITB
Jawab :
Molaritas NaOH = Molalitas NaOH = 2,5 mol/liter = 2,5 mol/ 1000 gram
Massa air = . (.. x ..) = gram
Xa = nA
nA + nB
= 2,5
2,5 + .. /18
= .
4. Formalitas (F)
Formalitas suatu larutan adalah perbandingan antara keformalan suatu zat
terlarut dengan volume larutan. Formalitas suatu larutan menyatakan
konsentrasi yang sesungguhnya dari zat-zat yang terdapat dalam suatu larutan,
misalnya dari larutan 1 mol asam asetat dalam 1 liter larutan (1 M), maka
komposisi analitik yang sesungguhnya dari dissosiasi asam asetat diperoleh
0,004 M H+ atau H3O+ dan 0,004 M CH3COO- sehingga asam asetat yang tidak
terurai sebanyak 0,996 M.
Oleh Swift, untuk menyatakan konsentrasi asam asetat ini diusulkan dalam
satuan konsentrasi yang lain yaitu 1 F (formal) bukan 1 M, demikian pula jika
melarutkan 1 mol garam natrium klorida dalam 1 liter air yang menghasilkan
konsentrasi ion Na+ 1 M dan ion Cl- 1 M menurut Swift konsentrasi NaCl adalah
1 F bukan 1 M.
Dari contoh di atas terlihat bahwa konsentrasi formalitas yang diusulkan
Swift hanya menyatakan konsentrasi awal zat terlarut sedangkan satuan
molaritas untuk menyatakan zat-zat yang sesungguhnya dalam larutan.
F = jumlah formal zat terlarut
volume larutan
5. Normalitas (N)
Normalitas suatu larutan menyatakan perbandingan antara jumlah equivalen zat
terlarut dalam 1 (satu) liter larutan.
N = mol equivalen zat terlarut
1 liter larutan
Massa zat
N= BE atau BE = Ar atau BE = Mr
V Biloks a
Massa zat x a Massa zat x a
Mr Ar
N= atau N =
V V
a = Jumlah ion H+/OH- pada reaksi asam basa ,jumlah elektron yang dilepas
/diterima pada reaksi redoks, atau biloks unsur logam.
N = normalitas larutan, V = volume larutan
Jika massa zat (g) sama dengan berat equivalen (Biloks atau a = 1 dari zat
tersebut), maka kenormalan larutan adalah :
N = g/B.E atau Normalitas = Molaritas
V
Berat equivalen (B.E) atau gram equivalen (grek) suatu zat menyatakan perbandi-
ngan antara massa 1 mol unsur dengan bilangan oksidasi unsur tersebut atau mas-
sa 1 mol suatu senyawa dengan jumlah elektron yang dilepas atau diterima dalam
suatu reaksi reduksi-oksidasi (redoks) dengan volume larutan.
Contoh : (konversi antara formalitas, molaritas, dan normalitas)
1. Dalam reaksi asam basa :
HCl(aq) H+(aq) + Cl-(aq)
B.E HCl = B.F HCl = M H+ = M Cl-
Jadi N HCL = M HCl
2. H2SO4(aq) 2 H+(aq) + SO42-(aq)
B.E H2SO4 = 1/2 B.F H2SO4 = 2 M H+ = 2 M SO42-
Jadi N H2SO4 = M H2SO4
3. Dalam reaksi redoks :
KMnO4(aq) K+(aq) + MnO4-(aq)
MnO4- (aq) + 8 H+(aq) + 5e Mn2+(aq) + 4 H2O(l)
B.E KMnO4 = B.F KMnO4
Jadi N KMnO4 = M KMnO4
4. Dalam reaksi pengendapan :
Ag+(aq) + e Ag(s)
B.E Ag+ = B.F Ag+
Jadi N Ag+ = M Ag+
5. Dalam 200 ml larutan terlarut 3,7 gram Ca(OH)2 (Mr = 74).
Hitung normalitasnya ?
Jawab :
(Cara 1)
mol Ca(OH)2 = .. / ..
= .. mol
Ca(OH)2 (aq) Ca2+(aq) + 2 OH-(aq)
mol mol mol
Setiap mol Ca(OH)2 setara dengan . mol ion OH-
Maka mol Ca(OH)2 setara dengan . mol equivalen
Jadi Normalitas Ca(OH)2 = mol equivalen
V
= ..............
200/1000
= .

Cara 2
N = mol equivalen .. x
V
Massa =
= BE ./.
V
massa Ca(OH)2 x jumlah OH- =
Mr Ca(OH)2
= =
V
Lembar Kerja Siswa 1.1. (Eksperimen/Demonstrasi)
Kenaikan titik didih larutan nonelektrolit dan elektrolit
Tujuan : Mengetahui perbedaan titik didih pelarut dengan larutan
Alat dan bahan
Alat Bahan
1. Gelas ukur (1) dan kimia 100 ml (2) 1. Air suling
2. Termometer (-10 s.d 110) 0C (1) 2. Gula pasir
3. Kaki tiga dan kasa 3. Garam (NaCl)
4. Alat pembakar spirtus (1) 4. Etanol
5. Stopwatch (1) 5. CaCl2
6. Pipa kaca (1)
Prosedur eksperimen
1. Rangkai alat-alat seperti gambar di samping
2. Isi gelas kimia dengan 25 ml air suling kemudian catat waktu yang diper-
lukan sampai mendidih, ukur titik didih air tersebut dan catat untuk data.
3. Ke dalam 25 ml air suling masukkan 17 gram gula pasir, catat waktu dan
suhu larutan saat mendidih.
4. Ulangi langkah 3 untuk zat terlarut 2,9 gram garam, 5,5 gram CaCl2, dan 3
gram urea
Pengamatan
Waktu Suhu
No Prosedur
(menit) (0C)
1. Titik didih air suling
2. Titik didih larutan gula
3. Titik didih larutan NaCl
4. Titik didih larutan CaCl2
5. Titik didih larutan etanol 10 %
Pertanyaan
1. Berdasarkan data eksperimen di atas buatlah grafik waktu versus suhu
untuk seluruh data eksperimen !

s
u
h
u

Waktu
2. Bagaimanakah titik didih pelarut (air murni) jika dibandingkan dengan
larutannya ?
......................................................................................................................
......................................................................................................................
3. Apa yang menyebabkan perbedaan titik didih tersebut ?
....................................................................................................................
....................................................................................................................
4. Pada jumlah mol zat terlarut yang sama bagaimanakah titik didih larutan
nonelektrolit jika dibandingkan dengan larutan elektrolit, dan mengapa hal ini
dapat terjadi ?
...................................................................................................................
...................................................................................................................
...................................................................................................................
Kesimpulan



Lembar Kerja Siswa 1.2. (Eksperimen/Demonstrasi)
Penurunan titik beku larutan nonelektrolit dan elektrolit
Tujuan : Mengetahui perbedaan titik beku larutan nonelektrolit dan elektrolit
Alat dan bahan
Alat Bahan
1. Gelas ukur (1) 4. Sendok dan sumbat gabus berlubang 1. Urea (Ureum)
2. Tabung reaksi besar 5. Termometer (-10 s.d 110) 0C (1) 2. Garam (NaCl)
3. Gelas kimia 6. Kawat pengaduk 3. Es

Prosedur
1. Pasang alat-alat seperti rangkaian di bawah ini
2. Ke dalam tabung reaksi yang berisi 25 ml air
murni masukkan 6 gram ureum, kemudian sumbat
dengan gabus/karet yang telah dilengkapi Termometer
termometer dan kawat pengaduk.
3. Isi gelas kimia dengan potongan-potongan es dan
ukur suhu es, setelah mencatat suhu es kemudian
Pengaduk
masukkan garam ke dalam potongan es tersebut
dan catat kembali suhunya.
4. Masukkan tabung reaksi yang telah diisi ureum
kedalam gelas kimia Es
5. Aduk larutan ureum dengan kawat pengaduk dan
amati suhunya setiap 30 detik sampai terjadi
kristal-kristal es di dalam tabung reaksi.
6. Teruskan pengamatan ini sampai semua cairan
dalam tabung reaksi membeku tetapi suhu tetap.
Setelah membeku, amati kembali selama 1 menit.
7. Lanjutkan langkah 2 s/d 6 dengan mengganti
Ureum oleh 4 gram kristal NaOH
Pengamatan
Bahan Waktu Temperatur Bahan Waktu
Temperatur
Es . (menit)
Ureum 0,5 . NaOH 0,5 .
1,0 . 1,0 .
1,5 . 1,5 .
2,0 . 2,0 .
2,5 . 2,5 .
3,0 . 3,0 .
3,5 . 3,5 .
4,0 . 4,0 .
4,5 . 4,5 .
5,0 . 5,0 .
. .
. .
. .
. .
. .
. .
. .

Pertanyaan
1. Berapakah titik beku air murni ? : 0C
2. Tentukan molalitas larutan ureum dan NaOH !
...............................................................
...............................................

...

3. Buatlah grafik temperatur versus waktu untuk ureum dan NaOH

S
u
h
u

0 0C
Waktu
Lembar Kerja Siswa 1.3. (Eksperimen/Demonstrasi)
Osmosis
Tujuan : Mengamati dan mengetahui peristiwa osmosis
Alat dan Bahan
Alat Bahan
1. Botol (1) 1. larutan gula pekat
2. gelas kimia 1 liter (1) 2. Kertas perkamen atau menggunakan kulit
kodok
Prosedur
1. Isi sebuah botol bermulut besar dengan larutan gula pekat sampai penuh
kemudian tutup dengan kertas perkamen (ikat dengan karet) agar tidak
lepas
2. Letakan botol secara perlahan (dimiringkan) di dalam gelas piala yang
berisi air (mulut botol di bawah), seperti gambar di bawah ini
3. Biarkan beberapa menit, dan amati apa yang terjadi ?

Pengamatan
Bandingkan keadaan kertas perkamen sebelum, dan sesudah
berada di dalam gelas piala !
Sebelum dimasukkan ke dalam gelas piala :
Sesudah dimasukkan ke dalam gelas piala :

Pertanyaan
1. Apa yang menyebabkan kertas perkamen seperti data hasil pengamatan ?

.
.
2. Apa fungsi kertas perkamen pada peristiwa tersebut ?

.
3. Apa yang dimaksud dengan osmosis ?

.
4. Dengan mengetahui peristiwa osmosis, bagaimanakah memperoleh air tawar
dari air laut ?

.
Kesimpulan :
....
..............................................................................................................................
Lembar Kerja Siswa 2.1. (Eksperimen/Demonstrasi)
Penentuan perubahan bilangan oksidasi
Tujuan : Mengetahui perubahan bilangan oksidasi suatu unsur dalam senyawanya
Alat dan bahan
Alat Bahan
1. Neraca 1. Kristal amonium besi (II) sulfat, (NH4)2Fe(SO4) 6H2O
2. Silinder ukur 10 ml 2. Larutan kalium permanganat,KMnO4 0,1 M
3. Selang plastik/balon pipet 3. Larutan asam sulfat, H2SO4 2 M
4. Pipet tetes
5. Labu erlenmeyer (2)
Prosedur
1. Timbang kristal (NH4)2Fe(SO4)2 6H2O untuk membuat 50 ml 0,1 M larutannya
(Hitung Massa (NH4)2Fe(SO4) 6H2O yang harus ditimbang) kemudian larutkan
zat itu dalam 10 ml larutan H2SO4 2 M (reaksi redoks ini berlangsung dalam
suasana asam) sebaiknya prosedur-1 ini dilakukan oleh guru
2. Dalam labu erlenmeyer encerkan larutan tersebut dengan air suling/aqudesk
hingga volume 50 ml)
3. Dengan menggunakan balon pipet pindahkan 10 ml larutan di atas dalam labu
erlenmeyer kedua, kemudian tambahkan 10 ml larutan H2SO4 2 M.
4. Dengan mengunakan pipet tetes, ke dalam larutan pada prosedur 3 tambahkan
(sambil menggoyang labu) tetes demi tetes larutan KMnO4 0,1 M. Hentikan
penetesan bila warna larutan kalium permanganat tidak menghilang (berarti
dalam lautan semua ion besi (II) telah bereaksi) dan catat jumlah tetes larutan
KMnO4 0,1 M yang digunakan.
5. Ulangi langkah 4 sampai tiga kali.
6. Konversikan jumlah tetes larutan KMnO4 0,1 M dalam satuan ml (20 tetes = 1 ml)
Pengamatan
1. Massa (NH4)2Fe(SO4) 6H2O = .. gram
2. Jumlah tetes larutan KMnO4 0,1 M Percobaan 1 = tetes
yang digunakan : Percobaan 2 = tetes
Percobaan 3 = tetes
Jumlah tetes rata-rata = . tetes /3 = . tetes
3. Konversi jumlah tetes dengan volume dalam ml : 1 tetes = .. ml
Pertanyaan
1. Jumlah mol Fe 2+ yang bereaksi
= Vol. (NH4)2Fe(SO4) 6H2O langkah -3 x Molaritasnya
Vol. total (volume (NH4)2Fe(SO4) 6H2O + H2SO4 2 M)
= x mmol = .. = . mol
. 1000
2. Jumlah mol MnO4 yang bereaksi = Vol KMnO4 pada langkah 4 x
-

Molaritasnya = . ml x .. M = . mmol = .. = . mol


1000
3. Reaksi oksidasi pada langkah 4 : Fe 2+ Fe . + + e (didasari dari pe-
rubahan warna ion besi dari menjadi .saat ditetesi larutan
KMnO4), Maka terjadi perubahan biloks Fe dari menjadi (naik ..,
terjadi reaksi ...), sehingga 1 mol Fe 2+ dapat melepaskan mol elektron
Jumlah mol elektron yang dilepaskan pada eksperimen ini adalah : . mol.
4. Jumlah mol elektron diperlukan untuk mengubah biloks mangan (MnO4- yang
bereaksi) = ........... mol (sesuai dengan jumlah mol MnO4- pada pertanyaan - 2)
5. Jumlah mol elektron yang diperlukan untuk mengubah bilangan oksidasi
mangan pada 1 mol MnO4- = .. mol
6. Biloks mangan pada MnO4- = , biloks mangan setelah bereaksi = , maka
terjadi perubahan biloks Mn dari .. menjadi .( turun ..., terjadi reaksi )
7. Berdasarkan perubahan bilok Mn pada reaksi reduksi MnO4-, dapat dihasilkan
ion MnO4 2-, Mn2+, Mn3+ atau molekul MnO2. Yang terjadi pada eksperimen ini
adalah ion ..
8. Reaksi redoks pada eksperimen ini adalah :
Fe 2+(aq) + MnO4- (aq) (aq) + (aq)

Lembar Kerja Siswa 2.2. (Eksperimen/Demonstrasi)


Sel Volta
Tujuan : Mengetahui reaksi redoks spontan
Alat dan bahan
Alat Bahan
1. Gelas kimia 100 ml (1) 1. Logam Zn (1cm x 5 cm)
2. Larutan CuSO4 0,5 M
Prosedur
1. Celupkan logam Zn kedalam 25 ml larutan CuSO4 0,5 M, biarkan selama
1 menit
2. Angkat logam seng tersebut dan amati apa yang terjadi
3. Celupkan kembali logam Zn tersebut dan biarkan 60 menit sampai
warna larutan CuSO4 agak bening.
4. Angkat logam Zn dan amati apa yang terjadi ?
Pengamatan
1. Kondisi logam Zn selama 1 menit : .........................................................
2. Warna larutan CuSO4 setelah reaksi berlangsung 60 menit : ...............
3. Kondisi logam Zn setelah 60 menit : ....................................................
4. Reaksi redoks : Oksidasi : Zn(s) Zn2+ (aq) +
Reduksi : Cu2+(aq) + .. Cu(s)
Redoks : ........ (s) + ........ (aq) ..... (aq) + ..... (s)
Lembar Kerja Siswa 2.3 (Eksperimen/Demonstrasi)
Sel Volta
Tujuan : Mengamati dan mengetahui energi listrik yang dihasilkan reaksi redoks spontan
Alat dan bahan
Alat Bahan
1. Gelas kimia 250 ml (2) Larutan :
2. Silinder ukur (2) 1. Seng sulfat, ZnSO4, 0,5 M dan 1 M
3. Jembatan garam dalam pipa U 2. Tembaga (II) sulfat, CuSO4, 0,5 M dan 1 M
4. Elektroda Zn, Cu, dan kabel
5. Voltmeter (1) dan bohlam (1)
Prosedur
1. Didihkan 100 ml air murni kemudian larutkan 2
gram KCl, setelah larut masukkan agar-agar
secukupnya, aduk. Angkat agar-agar tersebut dan
selagi encer tapi masih hangat masukkan ke dalam
pipa U kemudian dinginkan untuk digunakan
sebagai jembatan garam.
2. Rangkai alat-alat seperti salah satu gambar di bawah ini (sumber general
Chemistry)
3. Gelas kimia sebelah kiri diisi dengan larutan ZnSO4 1 M, dan sebelah kanan
dengan larutan CuSO4 1 M
4. Dengan menggunakan kabel yang sudah dihubungkan dengan elektroda Zn, Cu,
dan voltmeter , masukkan elektroda Zn ke dalam larutan ZnSO4 1 M (1/2 sel
Zn) dan elektroda Cu ke dalam larutan CuSO4 1 M (1/2 sel Cu). Elektroda Zn
dihubungkan dengan kutub negatif voltmeter, sedangkan Cu dengan kurub
positif voltmeter.
5. Pada voltmeter, amati beda potensial yang dihasilkan.
Pengamatan
Beda potensial sel pada konsentrasi 1 M = .. volt
Pertanyaan
1. Tuliskan reaksi 1/2 sel yang terjadi pada anoda dan katoda !
Anoda : Zn . + 2e
Katoda : Cu. + 2e .
Redoks : . + .. . + E sel = volt
2. Apa fungsi jembatan garam ? :
.........................................................................................................................
Lembar Kerja Siswa 2.4 (Eksperimen/Demonstrasi)
Sel Volta
Tujuan : Mengamati dan mengetahui energi listrik yang dihasilkan dari
reaksi redoks spontan dengan menggunakan medium kentang
Alat dan bahan
Alat Bahan
1. Keping logam Zn 4. Keping logam Al 1. Kentang (5 buah)
2. Keping logam Cu 5. Kabel (2 untai)
3. Keping logam Fe 6. Volt meter
Prosedur
1. Rangkai alat-alat seperti pada LKS-2.3, tetapi larutan diganti dengan kentang.
2. Tusukkan keping Zn dan Cu dengan jarak kira-kira 3 cm pada sebuah kentang
3. Hubungkan kedua elektroda tersebut dengan voltmeter, catat beda potensial
yang dihasilkan.
4. Ulangi langkah 2 dan 3 dengan menggunakan pasangan elektroda Fe Al, Fe
Zn, Fe Cu, Al Zn, Al Cu. Kemudian catat semua beda potensial yang
dihasilkan pada voltmeter.
Pengamatan
1. Beda potensial dari pasangan elektroda Zn Cu = volt
2. Beda potensial dari pasangan elektroda Fe Al = volt
3. Beda potensial dari pasangan elektroda Fe Zn = volt
4. Beda potensial dari pasangan elektroda Fe Cu = volt
5. Beda potensial dari pasangan elektroda Al Zn = volt
6. Beda potensial dari pasangan elektroda Al Cu = volt
Pertanyaan
Apa fungsi kentang dalam eksperimen ini ? .................................................
Kesimpulan : .........................
.........................
Lembar Kerja Siswa 2.5. (Eksperimen/Demonstrasi)
Ekektrolisa
Tujuan : Mengamati dan mengetahui perubahan yang terjadi pada reaksi
redoks tidak spontan
Alat dan bahan
Alat Bahan
1. Pipa U 1. Larutan tembaga (II) sulfat, CuSO4 0,5 M
2. Elektroda karbon (C) 2. Larutan kalium iodida, KI 0,5 M
3. Elektroda tembaga(Cu) 3. Kertas lakmus merah dan biru
4. Battu battery /Accu dan Kabel 4. Larutan amilum (kanji)
5. Standard dan klem 5. Indikator phenolphtaleine (PP)
6. Gelas ukur dan pipet tetes

Gambar 2.2 Susunan alat untuk melakukan elektrolisa


1. Elektrolisa larutan CuSO4 0,5 M dengan elektroda karbon/C (elektroda inert)
Prosedur
1. Pasang alat-alat seperti gambar di atas. Isi pipa U dengan 25 ml CuSO4 0,5 M
2. Dalam keadaan bersih timbang elekrtoda C yang berfungsi sebagai katoda
3. Masukkan elekroda-elektroda karbon ke dalam pipa U kemudian sambungkan
kedua kutub elektroda ini dengan batterai dan tentukan anoda dan katodanya
4. Biarkan selama 5 menit, amati dan catat untuk data hasil pengamatan .
5. Keluarkan kedua elektroda, setelah dikeringkan timbang batang C sebagai katoda
6. Kedalam larutan di kedua mulut pipa U celupkan masing-masing kertas lakmus
merah dan biru, catat perubahan warna pada kertas lakmus tersebut
7. Teteskan masing-masing 5 tetes larutan indikator PP ke dalam kedua mulut
pipa U dan amati perubahan yang terjadi
2. Elektrolisa larutan KI 0,5 M dengan elektroda karbon/C (elektroda inert)
Prosedur
1. Pasang alat seperti gambar di atas. Isi pipa U dengan 25 ml larutan KI 0,5 M
2. Masukkan elekroda-elekroda karbon ke dalam pipa U kemudian sambungkan
kedua kutub elektroda ini dengan batterai dan tentukan anoda dan katodanya
3. Biarkan selama 5 menit, amati dan catat untuk data hasil pengamatan .
4. Keluarkan kedua elektroda
5. Ke dalam larutan di kedua mulut pipa U, pada anoda teteskan 5 tetes larutan ami-
lum dan pada katoda teteskan 5 tetes indikator PP, amati perubahan yang terjadi.
3. Elektrolisa larutan CuSO4 0,5 M dengan elektroda Cu (non inert)
Prosedur
1. Pasang alat-alat seperti gambar di atas. Isi pipa U dengan 25 ml larutan CuSO4 0,5 M
2. Masukkan elekroda-elekroda tembaga (Cu) ke dalam pipa U lalu sambungkan
kedua kutub elektroda ini dengan batterai dan tentukan anoda dan katodanya
3. Biarkan selama 5 menit, amati dan catat untuk data hasil pengamatan .
4. Keluarkan kedua elektroda, dan amati keadaan kedua elektroda tersebut
Pengamatan 1, elektrolisa larutan CuSO4 0,5 M dengan elektroda C
Elektroda Selama proses elektrolisis berlangsung
Anoda
Katoda
Massa C Awal : .. gram, Akhir : . Gram
Perubahan warna
Indikator Katoda Anoda
Lakmus merah . .
Lakmus biru . .
Phenolphtalein . .....
Pertanyaan
1. Persamaan reaksi elektrolisis larutan CuSO4 0,5 M
Ionisasi : CuSO4 0,5 M (aq) .(aq) + (aq)
Anoda : .(l) .(aq) + (g) + .
Katoda : .(aq) + . . (s)
+
CuSO4 (aq) elektrolisis
..(aq) + (g) + .(s)
Anoda Katoda
2. Reaksi oksidasi terjadi pada ..
3. Reaksi reduksi terjadi pada
4. Massa Cu yang diendapkan pada katoda adalah gram
5. Zat-zat yang dihasilkan pada anoda adalah
Pengamatan 2 Elektrolisa larutan KI 0,5 M dengan elektroda C
Elektroda Selama proses elektrolisis berlangsung
Anoda
Katoda
Indikator Perubahan warna
Amylum pada anoda .
Ditambah PP pada katoda .
Pertanyaan
1. Reaksi elektrolisa larutan KI

Pengamatan 3 Elektrolisa larutan CuSO4 0,5 M dengan elektroda Cu
Elektroda Selama proses elektrolisis berlangsung
Anoda
Katoda
Pertanyaan
1. Reaksi elektrolisa larutan CuSO4
...
...
Kesimpulan :..................
.
Lembar Kerja Siswa 4.1. (Demonstrasi)

Daya oksidasi halogen


Tujuan : Mengetahui daya oksidasi klor terhadap
ion ion Br- dan I-, Br2 terhadap ion I-
Alat dan bahan
Alat Bahan Rangkaian alat Amonia (NH3)
1. Tabung reaksi (5) 1. Padatan MnO2 dan KBr
2. Pipa bengkok (1) 2. HCl pekat (9 M) dan H2SO4 pekat
3. Sumbat karet berlubang (1) 3. Larutan KBr, KI , dan KCl 1 M
4. Rak tabung reaksi 4. CCl4 atau CHCl3 (kloroform)
Prosedur
1. Isi 2 buah tabung reaksi masing dengan 10 ml larutan KBr 1 M dan 10 ml
larutan KI 1 M. Teteskan masing-masing 10 tetes CCl4 atau CHCl3 ke dalam 2
larutan tersebut, simpan dalam rak tabung.
2. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0,5 gram mangan (IV) oksida kemudian
tambahkan 20 tetes HCl pekat. Tutup dengan sumbat yang sudah dipasang pipa
bengkok seperti gambar rangkaian alat (bila perlu panaskan beberapa saat). Gas
yang keluar jangan terhirup.
3. Alirkan gas yang dihasilkan pada langkah 2 ke dalam tabung reaksi yang berisi
larutan KBr 1 M (sampai terjadi perubahan) amati dan catat perubahan yang
terjadi. Dengan cara yang sama alirkan pada tabung yang berisi larutan KI.
Amati dan catat perubahan yang terjadi.
4. Buang dan bersihkan alat-alat yang digunakan pada langkah 1,2,dan 3.
masukkan ke dalam satu buah tabung reaksi padatan KBr dan MnO2 masing-
masing 0,5 gram (dicampur) kemudian tambahkan 10 tetes H2SO4 pekat
kemudian tutup dengan sumbat yang sudah dipasang pipa bengkok.
5. Lakukan seperti pada langkah 3, tetapi larutan diganti dengan 10 ml larutan
HCl 1 M dan 10 ml KI 1 M (kedua larutan sudah ditambah 10 tetes CCl4 atau
CHCl3) catat hasil pengamatan.
Pengamatan
Warna larutan
No Zat yang diamati
Lapisan atas Lapisan bawah
1 KBr + CCl4
2 Setelah dialirkan gas Cl2
3 KI + CCl4
4 Setelah dialirkan gas Cl2
5 KCl + CCl4
6 Setelah dialirkan gas Br2
7 KI + CCl4
8 Setelah dialirkan gas Br2
Pertanyaan
1. Tuliskan reaksi redoks :
MnO2(s) + HCl(l) ............ (aq) + ........ (g) + ........ (l)
KBr(s) + MnO2(s) + H2SO4(l) ....... (aq) + ....... (aq) + .......(g) + ...... (l)
2. Tuliskan reaksi redoks pada eksperimen langkah 3 dan 5
a. KBr(aq) + Cl2(g) asam ...........( .... ) + ...........( .... )
b. KI(aq) + Cl2(g) asam ...........( .... ) + ...........( .... )
c. KCl(aq) + Br2(g) asam * berlangsung/tidak berlangsung (pilih salah satu)
d. KI(aq) + Br2(g) asam ........... (....) + ........... ( .... )
3. Tentukan oksidator dan reduktor dari reaksi a, b, dan d.
a. oksidator = ..............., reduktor = ............... Tabel di bawah menunjukkan reaksi pendesakan
halogen. Berilah tanda + (berlangsung) dan tanda
b. oksidator = ..............., reduktor = ............... (tidak berlangsung)
d. oksidator = ..............., reduktor = ............... X-
X2 F- Cl- Br- I-
4. Kesimpulan
......................................................................... F2 *
Cl2 *
......................................................................... Br2 *
......................................................................... I2 *
Lembar Kerja Siswa 4.2. (Eksperimen/Demonstrasi)
Daya reduksi halogen
Tujuan: Mengetahui daya reduksi ion halida terhadap ion besi (III), Fe3+
a. Alat dan bahan
Alat Bahan
1. Tabung reaksi (3) 1. Larutan besi (III) sulfat, Fe2(SO4)3 0,1 M
2. Gelas ukur (1) 2. Larutan NaCl, NaBr, dan KI masing-masing 0,1 M
3. Pipet tetes (1)
b. Prosedur
Isi 3 buah tabung reaksi masing-masing dengan 1 ml larutan Fe2(SO4)3 0,1 M
kemudian tambahkan pada tabung reaksi pertama 1 ml larutan NaCl 0,1 M,
pada tabung kedua 1 ml larutan NaBr 0,1 M, dan pada tabung ketiga 1 ml
larutan KI 0,1 M. Amati dan bandingkan warna ketiga tabung reaksi tersebut !
c. Pengamatan

Tabung Warna larutan Larutan yang Perubahan yang terjadi setelah


Fe2(SO4)3 ditambahkan penambahan larutan
1 NaCl .
2 NaBr .
3 KI .
d. Pertanyaan
1. Berdasarkan data hasil pengamatan, apa yang dapat Anda simpulkan ?
Kesimpulan ..

2. Tuliskan persaman reaksi ion dari tiga eksperimen tersebut !
Jawab


Lembar Kerja Siswa 4.3. (Eksperimen/Demonstrasi)
IDENTIFIKASI REAKSI NYALA LOGAM ALKALI DAN ALKALI TANAH
Tujuan : Siswa dapat menunjukkan warna nyala beberapa logam alkali dan alkali tanah.
Alat dan Bahan
Alat Bahan
1. Kawat nikrom (1) 3. Pembakar spirtus (1) 1. Larutan HCl pekat
2. Tabung reaksi (7) 4. Rak tabung (1) 2. Larutan pekat LiCl , NaCl,
KCl, MgCl2, SrCl2, BaCl2
Prosedur :
1. Siapkan larutan HCl pekat dalam tabung reaksi. bersihkan kawat nikrom
dengan cara mencelupkan ke dalam HCl pekat kemudian panaskan kawat itu
dalam nyala api.
2. Ulangi langkah 1 di atas sampai kawat nikrom tidak menghasilkan warna lain
dalam nyala api. (kawat yang bersih tidak mengubah warna nyala)
3. Celupkan kawat nikrom tadi ke dalam larutan LiCl pekat dan amati warna
nyala yang timbul.
4. Ulangi langkah 1 dan 2 untuk memeriksa warna nyala larutan pekat NaCl,
KCl, MgCl2, SrCl2, dan BaCl2.
Hasil Pengamatan :
Larutan logam Larutan logam
Warna Nyala Warna Nyala
alkali alkali tanah
Warna nyala api Warna nyala api
pembakar spirtus pembakar spirtus
LiCl MgCl2
NaCl SrCl2
KCl BaCl2
Pertanyaan :
1. Apa kegunaan HCl pekat pada ekspeimen ini ?
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
2. Apa yang menyebabkan perbedaan warna nyala logam alkali ?
............................................................................................................................
...........................................................................................................................
3. Apa yang menyebabkan perbedaan warna nyala logam alkali tanah ?
............................................................................................................................
...........................................................................................................................
4. Berikan 2 contoh warna nyala dari logam alkali yang dimanfaatkan dalam
kehidupan sehari-hari ?
...........................................................................................................................
............................................................................................................................
5. Berikan 2 contoh warna nyala dari logam alkali tanah yang dimanfaatkan
dalam kehidupan sehari-hari ?
...........................................................................................................................
............................................................................................................................
Kesimpulan : (untuk pembanding lihat lampiran foto pendukung hal 299)
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
Lembar Kerja Siswa 4.4. (Eksperimen / Demonstrasi)
KEREAKTIFAN UNSUR-UNSUR
LOGAM ALKALI DAN ALKALI TANAH
Tujuan : Siswa dapat menunjukkan perbedaan kereaktifan unsur-unsur logam
alkali dan alkali tanah terhadap air.
Alat dan Bahan
Alat Bahan
1. Pinggan penguap (1) 1. Logam natrium, kalsium
2. Sumbat (1) dan pita magnesium
3. Tabung reaksi (2) 2. Larutan indikator PP
4. Penjepit tabung (1) 3. Air suling
5. Pipet tetes (1) 4. Kertas saring
Prosedur :
1. Siapkan sebuah pinggan penguap dan isi dengan sedikit air suling, letakkan di
atasnya kertas saring biarkan kertas saring tadi basah. Ambil sepotong kecil
logam natrium dan tempatkan di atas kertas saring tadi (jangan sampai tersentuh
tangan). Amati apa yang terjadi !
2. Tambahkan satu tetes PP pada larutan dalam pinggan penguap. Amati warna
yang timbul !
3. Isi sebuah tabung reaksi dengan air sampai separuhnya. Masukkan sepotong
logam kalsium dan segera tutup dengan sumbat. Amati apa yang terjadi !
4. Setelah langkah 3 selesai, buka sumbat penutup tabung itu, dan segera sulut
mulut tabung dengan api. Amati apa yang terjadi ?
5. Teteskan satu tetes indikator PP pada larutan tersebut, amati apa yang terjadi !
6. Bersihkan sepotong pita magnesium dengan kertas ampelas, masukkan ke dalam
tabung reaksi yang berisi air biarkan beberapa menit. Amati apa yang terjadi !
Pengamatan :
Percobaan Pengamatan
1. Logam natrium dalam kertas saring basah ..............................................................
2. Logam natrium dalam kertas saring basah + PP ..............................................................
1. Air + logam kalsium (kemudian ditutup) ..............................................................
2. Setelah tutup dibuka kemudian disulut api ..............................................................
3. Setelah ditambah 1 tetes PP ..............................................................
1. Warna pita magnesium setelah diampelas ..............................................................
2. Pita magnesium dalam air ..............................................................
Pertanyaan :
1. Apa yang menyebabkan larutan dalam pinggan penguap dan dalam tabung
setelah ditambah 1 tetes indikator PP pada langkah 2 dan 5 ?
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
2. Dari data percobaan diatas logam mana yang paling mudah bereaksi dengan air?
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
3. Urutkan kereaktifan logam-logam tersebut !
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
Kesimpulan : ...........................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
Lembar Kerja Siswa 4.5. (Eksperimen / Demonstrasi)
REAKSI GARAM ALKALI TANAH
Tujuan :
Siswa dapat menunjukkan kecenderungan kelarutan garam karbonat, sulfat, sulfit
dan hidroksida dari golongan alkali tanah
Alat dan Bahan
Alat Bahan
1. Tabung reaksi 1. Larutan yang mengandung kation Mg2+, Ca2+, Sr2+, Ba22+ 0,1 M
2. Rak tabung reaksi 2. Larutan yang mengandung anion SO42-, SO32- masing-
3. Pipet tetes masing 0,5 M, CO32- 0,05 M, OH- 1 M
3. Air suling
Prosedur :
1. Deretkan 4 buah rak tabung reaksi kemudian isi masing-masing dengan 4
tabung reaksi.
2. Pada keempat deret rak tabung reaksi tersebut,
isikan pada setiap tabung reaksi pertama dengan 1 ml larutan yang
mengandung kation Mg2+
isikan pada setiap tabung reaksi kedua dengan 1 ml larutan yang
mengandung kation Ca2+
isikan pada setiap tabung reaksi ketiga dengan 1 ml larutan yang
mengandung kation Sr2+
isikan pada setiap tabung reaksi keempat dengan 1 ml larutan yang
mengandung kation Ba2+
3. Bila pengendapan terjadi dengan segera selama penambahan larutan anion,
maka klasifikasikan sebagai pengendapan cepat.
4. Bila penambahan larutan anion telah mencapai 40 tetes tidak terjadi pengenda-
pan, maka beri tanda 40+ dan klasifikasikan sebagai garam mudah larut.
5. Ke dalam masing-masing tabung tambahkan tetes demi tetes larutan berikut,
sampai terjadi pengendapan.
larutan yang mengandung anion OH- pada deret pertama
larutan yang mengandung anion SO42- pada deret kedua
larutan yang mengandung anion SO32- pada deret ketiga
larutan yang mengandung anion CO32- pada deret keempat
6. Catat jumlah tetes penambahan larutan anion yang diperlukan pada tabel data
pengamatan
Data Pengamatan
Larutan Jumlah tetes larutan anion yang ditambahkan sampai terjadi endapan
Kation OH- SO42- SO32- CO32-
Mg2+
Ca2+
Sr2+
Ba2+
Pertanyaan :
1. Berdasarkan data yang Anda peroleh pada tabel data pengamatan,
bagaimanakah kecenderungan pembentukan :
a. endapan hidroksida
............................................................................................................................
............................................................................................................................
b. endapan sulfat
............................................................................................................................
............................................................................................................................
c. endapan sulfit
............................................................................................................................
............................................................................................................................
d. endapan karbonat
............................................................................................................................
............................................................................................................................
2. Urutkan kelarutan kation Mg2+, Ca2+, Sr2+, Ba22+ sebagai basa, garam sulfat,
garam sulfit dan garam karbonat berdasarkan eksperimen yang Anda lakukan,
kemudian bandingkan dengan data hasil kali kelarutan (Ksp) yang telah Anda
pelajari di kelas XI semester 2.
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
Kesimpulan :
...............................................................................................................................
................................................................................................................................
Lembar Kerja Siswa 4.6. (Eksperimen/Demonstrasi)
KESADAHAN AIR
Tujuan : Mengamati sifat-sifat air sadah dan cara menghilangkan kesadahan air
Alat dan Bahan
Alat Bahan
1. Tabung Reaksi 1. Air yang mengandung Ca(HCO3)2
2. Rak Tabung Reaksi 2. Air yang mengandung MgSO4
3. Pipet Tetes 3. Air sabun
4. Pembakar gas/spirtus 4. Larutan Na3PO4
5. Larutan Na2CO3
Prosedur - Kesadahan sementara
1. Isi tabung reaksi dengan 5 ml air sadah sementara dan 5 tetes air sabun
kemudian kocok
2. Amati apa yang terjadi ?
3. Isi tabung reaksi dengan 5 ml air sadah sementara kemudian didihkan.
4. Setelah dingin tambahkan 5 tetes air sabun kemudian dikocok.
5. Amati, apa yang terjadi ?
Prosedur - Kesadahan tetap
1. Isi tabung reaksi dengan 5 ml air yang mengandung Ca(HCO3)2 dan 5 tetes air
sabun kemudian kocok
2. Amati apa yang terjadi ?
3. Isi tabung reaksi dengan 5 ml air yang mengandung MgSO4, tambahkan 3 ml
larutan Na2CO3, kemudian kocok.
4. Pindahkan larutan bening di bagian atas ke dalam tabung reaksi yang lain,
tambahkan 5 tetes air sabun kemudian kocok
5. Amati, apa yang terjadi ?
6. Isi tabung reaksi dengan yang mengandung MgSO4, tambahkan 3 ml larutan
Na3PO4, kemudian kocok.
7. Pindahkan larutan bening di bagian atas ke dalam tabung reaksi yang lain,
tambahkan 5 tetes air sabun kemudian kocok
8. Amati, apa yang terjadi ?
Pengamatan :
No. Percobaan Pengamatan
Air yang mengandung Ca(HCO3)2
1
+ air sabun
Air yang mengandung Ca(HCO3)2
2
yang dididihkan + air sabun
Air yang mengandung MgSO4 +
3
air sabun
Air yang mengandung MgSO4 +
4
air sabun + larutan Na2CO3
Air yang mengandung MgSO4 +
5
air sabun + larutan Na3PO4
Pertanyaan :
1. Apakah yang terjadi ketika air yang mengandung Ca(HCO3)2 yang dididihkan
dicampur dengan air sabun? Bandingkan dengan air yang mengandung
Ca(HCO3)2 tanpa dididihkan dicampur dengan air sabun !


2. Apakah yang terjadi ketika air yang mengandung MgSO4 yang ditambahkan
Na2CO3 dicampur dengan air sabun? Bandingkan dengan air yang mengandung
MgSO4 tanpa Na2CO3 dicampur dengan air sabun !


3. Apakah yang terjadi ketika air yang mengandung MgSO4 yang ditambahkan
Na3PO4 dicampur dengan air sabun? Bandingkan dengan air yang mengandung
MgSO4 tanpa Na3PO4 dicampur dengan air sabun !


Kesimpulan :


Lembar Kerja Siswa 4.7. (Eksperimen/Demonstrasi)
Sifat-sifat Asam Basa Beberapa Unsur Periode Ketiga
Tujuan :
Setelah melakukan praktikum, siswa dapat menunjukkan sifat logam natrium,
logam aluminium dan belerang.
Alat Bahan
1. Tabung reaksi dan rak 1. Logam natrium 6. Larutan HCl 3 M
2. Pipet Tetes 2. Kertas lakmus 7. Serbuk belerang
3. Sendok Bakar merah dan bir 8. Air suling
4. Erlenmeyer mulut 3. Kertas saring
lebar 250 mL 4. Logam aluminium
5. Corong 5. Larutan NaOH 3 M
Prosedur :
a. Sifat Logam Natrium
1. Siapkan sebuah pinggan porselin. Isi dengan sedikit air suling. Tambahkan
ke dalamnya sebutir kecil logam natrium. Amati yang terjadi. Setelah itu uji
larutan yang terjadi dengan indikator kertas lakmus biru dan merah.
Tuliskan hasil pengamatan Anda !
b. Sifat Logam Aluminium
2. Siapkan sebuah tabung reaksi dan isi dengan butiran atau lempeng logam
aluminium. Tambahkan larutan NaOH 3 M tetes demi tetes. Kocok bebera-
pa kali dan biarkan sampai terjadi reaksi. Amati apa yang terjadi !
3. Saring campuran dan pada filtrat yang terjadi tambahkan terus larutan
NaOH 3 M sampai alkalis sambil dikocok.
4. Masukkan ke dalam sebuah tabung reaksi beberapa butir/lempeng logam
aluminium.
5. Tambahkan ke dalam tabung tadi larutan HCl 3 M. Kocok sehingga terjadi
reaksi.
6. Saring dan pada filtrat yang diperoleh tambahkan sedikit larutan NaOH 3 M
sampai terjadi endapan. Bagi endapan menjadi dua bagian, masukkan ke
dalam dua tabung reaksi.
7. Pada endapan pertama tambahkan larutan HCl 3 M. Amati yang terjadi.
8. Pada endapan kedua tambahkan larutan NaOH 3 M berlebih. Amati apa
yang terjadi !
c. Sifat Belerang
9. Siapkan sebuah labu erlenmeyer bermulut lebar dan isi dengan air suling
kira-kira 50 mL.
10. Isi sendok bakar dengan serbuk belerang kemudian panaskan sendok
tersebut. Begitu terjadi gas, segera masukkan sendok bakar ke dalam labu
erlenmeyer. Goyangkan labu erlenmeyer sehingga gas yang terjadi larut
dalam air suling.
11. Amati larutan yang terjadi dengan menggunakan indikator kertas lakmus.
Tuliskan hasil pengamatan Anda !
Hasil Pengamatan :
No. Percobaan Pengamatan
....................................................................
1. Logam Na + air suling ....................................................................
....................................................................
....................................................................
2. Logam Al + NaOH 3 M sedikit ....................................................................
....................................................................
....................................................................
3. Logam Al + NaOH 3 M berlebih ....................................................................
....................................................................
....................................................................
4. Logam Al + HCl 3 M ....................................................................
....................................................................
....................................................................
5. Filtrat + NaOH 3 M sedikit ....................................................................
....................................................................
....................................................................
6. Endapan I + HCl 3 M ....................................................................
....................................................................
....................................................................
Endapan II + NaOH 3 M
7. ....................................................................
berlebih
....................................................................
....................................................................
8. Berelang dibakar + air suling ....................................................................
....................................................................
Pertanyaan :
1. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi antara logam natrium dengan air !
................................................................................................................................
................................................................................................................................
2. Bersifat apakah sifat larutan yang diperoleh ?
................................................................................................................................
................................................................................................................................
3. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi antara logam aluminium dengan larutan
NaOH (sedikit) !
................................................................................................................................
................................................................................................................................
4. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi antara logam aluminium dengan larutan
NaOH (berlebih) !
................................................................................................................................
................................................................................................................................
5. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi antara logam aluminium dengan larutan
HCl !
................................................................................................................................
................................................................................................................................
6. Tuliskan persamaan reaksi antara larutan yang diperoleh pada soal nomor 5 di
atas dengan larutan NaOH (sedikit) !
................................................................................................................................
................................................................................................................................
7. Tuliskan persamaan reaksi antara endapan yang diperoleh pada butir soal
nomor 6 di atas dengan larutan HCl !
................................................................................................................................
................................................................................................................................
8. Tuliskan persamaan reaksi antara endapan yang diperoleh pada butir soal
nomor 6 di atas dengan larutan NaOH (berlebih) !
................................................................................................................................
................................................................................................................................
9. Atas dasar beberapa reaksi yang Anda peroleh pada praktikum dengan menggu-
nakan logam aluminium, berikan kesimpulan tentang sifat logam aluminium !
................................................................................................................................
................................................................................................................................
10. Tuliskan persamaan reaksi pada pembakaran serbuk belerang !
................................................................................................................................
................................................................................................................................
11. Tuliskan persamaan reaksi antara gas hasil pembakaran serbuk belerang dengan
air !
................................................................................................................................
................................................................................................................................
12. Bagaimanakah sifat larutan yang terjadi (soal butir nomor 11) ?
................................................................................................................................
................................................................................................................................
Kesimpulan :
................................................................................................................................
...............................................................................................................................
Lembar Kerja Siswa 4.8. (Eksperimen/Demonstrasi)
Senyawa koordinasi
Tujuan : mengetahui pembentukan ion kompleks antara Ag+ dan Cu2+ dengan NH3
Alat Bahan
1. Tabung reaksi 1. Larutan perak nitrat 0,1 M
2. Gelas ukur 2. Larutan amonia (NH4OH) 0,2 M
3. Pipet tetes
Prosedur
Masukkan ke dalam sebuah tabung reaksi 1 ml larutan perak nitrat (AgNO3)
0,1 M, kemudian teteskan larutan amonia 0,2 M sampai terjadi endapan. Teteskan
kembali larutan amonia tersebut sehingga larutan menjadi bening (kembali seperti
semula). Catat data yang anda peroleh dalam tabel hasil pengamatan.
Pengamatan
Larutan Pengamatan
Perak nitrat .......................................
Diteteskan larutan amonia .......................................
Diteteskan amonia berlebih .......................................
Pertanyaan
1. Ikatan kovalen koordinasi adalah
................................................................................................................................
................................................................................................................................
Pada reaksi ion Ag+ dengan NH3, atom pusat = .............., ligan = ...............,
bilangan koordinasi = .........
2. Tuliskan reaksi yang terjadi antara ion Ag+ dengan NH3 !
Jawab : ...................................................................................................................
3. Jelaskan mengapa bentuk geometri ion kompleks Ag(NH3)2 + linear ?
Jawab : ...................................................................................................................
.............................................................................................................................
................................................................................................................................
Kesimpulan
..............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
Lembar Kerja Siswa 4.9. (Eksperimen/Demonstrasi)
Pembentukan senyawa koordinasi Cu(NH3)4 2+
Alat dan bahan
Alat Bahan
1. Tabung reaksi 1. Larutan kupri sulfat, CuSO4 0,1 M
2. Gelas ukur 2. Larutan amonia NH3 0,2 M
3. Pipet tetes
Prosedur
Masukkan ke dalam sebuah tabung reaksi 1 ml larutan kupri sulfat, CuSO4
0,1 M, kemudian teteskan larutan amonia 0,2 M sampai terjadi endapan. Teteskan
kembali larutan amonia tersebut sehingga larutan menjadi biru tua. Catat data yang
anda peroleh dalam tabel hasil pengamatan.
Pengamatan
Larutan Pengamatan
Perak nitrat .......................................
Diteteskan larutan amonia .......................................
Diteteskan amonia berlebih .......................................
Pertanyaan
1. Tuliskan reaksi antara CuSO4 dengan NH3
Jawab : ...................................................................................................................
................................................................................................................................
2. Tuliskan reaksi antara CuSO4 dengan NH3 berlebih
................................................................................................................................
3. Pada reaksi ion kompleks Cu(NH3)4 2+ atom pusat = ........, ligan = ...............,
bilangan koordinasi = .........
4. Pada pembentukan ion kompleks Cu(NH3)4 2+, tentukan hibridisasi dan bentuk
geomeri molekulnya !
Jawab
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
Kesimpulan
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
Lembar Kerja Siswa 6.1. (Eksperimen/Demonstrasi)
Reaksi gugus fungsi senyawa karbon
Tujuan : Mengetahui reaksi pengenal terhadap alkanol, alkanal, alkanon, asam
alkanoat dan ester
a. Alat dan bahan
Alat
1. Rak tabung reaksi 7. Termometer
2. sumbat gabus 8. Gelas kimia 600 mL
3. Penjepit tabung 9. Pipet tetes
4. Tabung reaksi (12) 10. Spatula/sendok kecil
5. Tabung reaksi kecil (5) 11. Pembakar spiritus
6. Tabung reaksi lengan samping (5)
Bahan
1. Metanol, etanol, n-butanol, n-pentanol,
2. Formalin. dan aseton
3. Asam asetat pekat, asam benzoat, asam salisilat,
4. Asam sulfat pekat, Larutan Fehling (A dan B), Larutan natrium hidrok-
sida, perak nitrat, amonia, Larutan kalium bikromat, lempeng tembaga
dan Iodium.
b. Prosedur
Cara membuat pereaksi Fehling dan Tollen :
a. pereaksi Fehling : Campurkan 5 ml larutan Fehling A (CuSO4) dengan 5 ml
Fehling B ( NaOH + K-Na-tartrat ), bila keruh tambahkan
larutan fehling B sampai terbentuk larutan biru bening.
b. pereaksi Tollen : ke dalam 5 ml AgNO3 0,1 M tambahkan larutan NaOH sampai
tidak terbentuk endapan, buang cairan, tambahkan amoniak
ke dalam endapan tadi sampai seluruhnya larut.
(Simpan kedua larutan tersebut untuk menguji gugus fungsi alkanal)
1. Oksidasi alkanol (alkohol) dan alkanal (aldehida)
Panaskan 300 ml air dalam gelas kimia yang akan digunakan sebagai pemanas.
a. Ke dalam tabung reaksi masukan 2 ml formalin (cium baunya) kemudian
tambahkan 1 ml larutan fehling yang telah dibuat. Amati endapan yang
terjadi, bila tidak jelas perubahannya simpan dalam pemanas air kira-kira 5
menit.
b. Ulangi langkah (a) dengan larutan Tollen (perak-amoniakal) pengganti laru-
tan Fehling. (Sebaiknya tabung reaksi untuk uji Tollen dicuci dengan HCl pe-
kat yang dididihkan dan setelah dingin dibilas dengan NaOH lalu dibilas air)
c. Siapkan 3 ml metanol dalam tabung reaksi dan lempeng tembaga (0,5 x 15
cm) dililitkan pada pensil/bolpoin membentuk spiral. Ujung yang satu
ditusukkan ke dalam sumbat gabus dan ujung yang lain siap dibakar sampai
pijar, kemudian masukkan ke dalam tabung yang berisi metanol, lakukan
berulang sampai 5-10 kali. Cium bau zat yang terjadi ?
Uji hasil reaksi ini dengan larutan fehling seperti pada percobaan (a)
2. Tes iodoform
a. Satu ml aseton, 1 ml larutan natrium hidroksida (5 %), dan 1 ml larutan Iod.
Bagaimana bau zat yang terjadi serta warna larutan setelah dicampurkan ?
b. Satu ml etanol, 1 ml larutan natrium hidroksida (5 %), dan 1 ml larutan Iod.
Bagaimana bau zat yang terjadi serta warna larutan setelah dicampurkan ?
3. Pembuatan senyawa Ester (Esterifikasi)
a. Ke dalam tabung reaksi lengan samping campurkan tiga ml metanol, satu
spatula asam salisilat, dan 10 tetes asam sulfat pekat cium bagaimana bau-
nya lalu tutup dengan sumbat gabus yang sudah dipasangi tabung reaksi ke-
cil berisi air. Kemudian panaskan dalam pemanas air dan atur suhunya anta-
ra 70 s/d 80oC. Setelah campuran dalam tabung terlihat mendidih angkat
dan cium bau zat yang terjadi melalui lubang pada lengan samping tabung ?
b. Ulangi langkah pada percobaan (a) dengan mengganti campuran tiga ml
etanol, satu spatula asam benzoat dan 10 tetes asam sulfat pekat. Ulangi
langkah pada percobaan (a) dengan mengganti campuran satu ml entanol,
satu ml asam asetat pekat dan 10 tetes asam sulfat pekat.
c. Ulangi langkah pada percobaan (a) dengan mengganti campuran satu ml n-
butanol, satu ml asam asetat pekat dan 10 tetes asam sulfat pekat.
d. Ulangi langkah pada percobaan (a) dengan mengganti campuran satu ml n-
pentanol, satu ml asam asetat pekat dan 10 tetes asam sulfat pekat.
c. Pengamatan
No Persamaan reaksi Bau dan warna zat yang terjadi
1. a.
b.
c.
2. a
b.
3. a.
b.
c.
d.
e.

d. Pertanyaan
Berdasarkan data eksperimen, pada eksperimen mana dihasilkan ester ?
Adakah bahan-bahan seperti ester dirumah anda ?
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
Lembar Kerja Siswa 6.2. (Eksperimen / Demonstrasi)
Sabun
Tujuan : Membuat sabun dari minyak (ester gliserol) dan soda kaustik (NaOH)
A. Alat dan bahan
Alat Bahan
1. Gelas kimia 250 ml (1) 4. Kaki tiga dan asbes 1. NaOH padat
2. Batang pengaduk (1) 5. Gelas ukur 100 ml (1) 2. Minyak kelapa
3. Kain untuk menyaring 3. Garam dapur
4. Air
B. Prosedur
1. Timbang 20 gram NaOH dalam gelas kimia dan larutkan dalam 80 ml air,
kemudian tambahkan minyak kelapa
2. Panaskan campuran tersebut sambil diaduk secara perlahan
3. Selama pemanasan usahakan volume campuran tetap (dilakukan dengan menam-
bah air untuk mengimbangi penguapan)
4. Setelah dipanaskan selama 45-60 menit tambahkan 1 sendok garam (NaCl), aduk
sampai larut kemudian dinginkan dengan cara meletakkan gelas kimia dalam air.
5. Catat semua perubahan yang terjadi selama proses pembuatan sabun
6. Pisahkan sabun yang dihasilkan dengan cara menyaring dengan kain (usahakan ca-
iran dalam sabun terpisah sebanyak mungkin dilakukan dengan cara memilin kain)
7. Cucilah sabun tersebut dengan 5-10 ml air dan pisahkan lagi seperti langkah 6,
kemudian sabun yang diperoleh disimpan ditempat yang sudah disediakan
C. Pengamatan
NO Langkah Pengamatan
1 Sebelum campuran dipanaskan
2. Selama pemanasan
3 Setelah ditambah garam ....
4 Sifat fisik sabun yang dihasilkan
D. Pertanyaan
1. Apa nama senyawa hasil sampingan dari pembutan sabun ?
.........................................................................................................................
2. Apa fungsi garam dalam proses pembuatan sabun ?
.........................................................................................................................
3. Tuliskan persamaan reaksi pembuatan sabun.
.........................................................................................................................
Lembar Kerja Siswa 8.1. (Eksperimen/Demonstrasi)
UJI KARBOHIDRAT
Tujuan : Mengetahui beberapa Karbohidrat
a. Alat dan bahan
Alat Bahan
1. Rak tabung reaksi 6. Gelas kimia 100 mL (2) 1. glukosa
2. Tabung reaksi (6) 7. kaca arloji 2. kertas Saring,kapas,dan amilum
3. Penjepit tabung 8. Pipet tetes 3. Asam sulfat pekat, Larutan
4. Spatula/sendok kecil 9. lumpang + alu natrium hidroksida 6 M
5. Pembakar spiritus 4. Larutan Fehling (A dan B),
larutan iodium 1 %, dan kertas
lakmus.
b. Prosedur
Pereaksi Fehling : Campurkan 2 ml larutan Fehling A dengan 2 ml Fehling B
1. Dalam kaca arloji simpan potongan kertas saring, kapas dan serbuk amilum.
teteskan masing-masing 3 tetes larutan iodium 1 %, pada kertas Saring, kapas,
dan amilum. Amati perubahan warna iodium yang terjadi,
2. Ke dalam tabung masukkan glukosa sebanyak ujung spatula dan 2 ml air lalu
kocok. kemudian tambahkan 1 ml larutan fehling yang telah dibuat. Amati
endapan yang terjadi, bila tidak jelas perubahannya simpan dalam pemanas air
kira-kira 5 menit.
3. Gerus amilum yang telah diberi 10 tetes larutan asam sulfat pekat dan
tambahkan 15 ml air. Didihkan campuran tersebut, setelah didinginkan
dinetralkan dengan kira-kira 2 ml NaOH tetes demi tetes dan diperiksa dengan
kertas lakmus.Uji adanya glukosa dalam amilum dengan larutan fehling seperti
pada percobaan (2)
4. Ulangi langkah pada percobaan (3) dengan mengganti amilum dengan kertas
saring.
c. Pengamatan
No Persamaan reaksi warna zat yang terjadi
1.
2.
3.
4.
d. Pertanyaan
Berdasarkan data eksperimen bagaimana cara membedakan amilum dengan
selulosa ?
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
Lembar Kerja Siswa 8.2. (Eksperimen / Demonstrasi)
UJI KUALITATIF ASAM AMINO
Tujuan : Melalui pengamatan dengan indera penglihat siswa dapat menentukan
jenis asam amino tertentu.
Alat dan Bahan:
Alat Bahan
Tabung reaksi dan Ninhidrin CuSO4 1 %
rak tabung reaksi Asam nitrat pekat NaOH 6 M
Pipet tetes NaOH 10 M Asam amino :
Gelas ukur 5 ml NaNO3 (10 gr/l) glisin, tirosin, triptofan, fenilalanin
Reagen millon Asam asetat yang disinari cahaya matahari
Prosedur : Putih telur Asam sulfat pekat
Tugas 1
Prosedur a : uji reaksi Ninhidrin
1. Isilah empat tabung reaksi masing-masing dengan 1 ml larutan glisin, tirosin,
triptofan dan fenilalanin.
2. Tambahkan lima tetes larutan ninhidrin dan didihkan selama dua menit dan
catat serta amati perubahan yang terjadi.
Prosedur b : uji reaksi Millon
1. Isilah empat tabung reaksi masing-masing dengan 1 ml larutan glisin, tirosin,
triptofan dan fenilalanin.
2. Tambahkan lima tetes reagen millon dan panaskan pada penangas air mendidih
selama 10 menit.
3. Dinginkan sampai temperatur ruang dan tambahkan 5 tetes NaNO3. Catat dan
amati perubahan yang terjadi.
Prosedur c : uji reaksi Xantoproteat
1. Isilah empat tabung reaksi masing-masing dengan 0,5 ml larutan glisin, tirosin,
triptofan dan fenilalanin.
2. Tambahkan 0,5 ml HNO3 pekat. Dinginkan dan amati perubahan yang terjadi.
3. Tambahkan NaOH sampai alkalis. Amati perubahan yang terjadi.
Prosedur d : uji reaksi Hopkin-Cole
1. Isilah empat tabung reaksi masing-masing dengan 2 ml larutan glisin, tirosin,
triptofan dan fenilalanin.
2. Tambahkan 2 ml asam asetat glasial yang telah didihkan ke dalam masing-
masing tabung reaksi.
3. Tambahkan perlahan-lahan 2 ml asam sulfat pekat melewati dinding tabung
reaksi sehingga terbentuk dua cairan yang terpisah. Amati warna yang terjadi
pada batas kedua cairan tersebut.
Pengamatan
Reaksi Perubahan yang terjadi
Ninhidrin
Millon
Xantoproteat
Hopkin-Cole
Berdasarkan hasil pengamatanmu dari percobaan yang telah dilakukan, lengkapi
tabel berikut dengan membubuhkan tanda (+) bila reaksi menunjukkan hasil positif
dan tanda (-) bila reaksi menunjukkan hasil negatif.
Jenis Asam Jenis Reaksi
Amino Ninhidrin Millon Xantoproteat HopkinCole
Glisin
Tirosin
Tripthopan
Phenilalanin
Pertanyaan
Bila suatu larutan protein X bereaksi positif dengan uji Xantoproteat dan uji
Hopkin-Cole, maka asam-asam amino yang terdapat dalam larutan protein tersebut
terdiri dari .....
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
Tugas 2
Tujuan
Melalui pengamatan dengan indera penglihat siswa dapat menyebutkan beberapa
asam amino penyusun protein dalam putih telur
Prosedur
1. Masukkan 2 mL putih telur ke dalam gelas kimia 50 mL dan tambahkan 12 mL
aquadest. Aduk dan jika larutan yang terjadi tidak menjadi bening tambahkan
sedikit garam.
2. Sediakan 5 tabung reaksi dan masukkan ke dalamnya masing-masing 2 mL
larutan putih telur tersebut.
3. Pada tabung pertama tambahkan CuSO4 1 % dan teteskan ke dalamnya larutan
NaOH 6 M. Catat dan amati perubahan yang terjadi.
4. Pada 4 tabung yang lain masing-masing lakukan uji Hopkin-Cole, uji Xanto-
proteat, uji ninhidrin dan uji Millon. Amati setiap perubahan yang terjadi.
5. Catatlah hasil pengamatan pada Tabel Hasil Pengamatan
Tabel Hasil Pengamatan
Jenis uji Perubahan yang terjadi Uji (+/-)

.............................................. .............................................. ..........................................


.............................................. .............................................. ..........................................
.............................................. .............................................. ..........................................
.............................................. .............................................. ..........................................
Pertanyaan
1. Apakah nama protein yang terdapat pada putih telur ?
Jawab : ..........................................................................................................
..........................................................................................................
2. Apakah yang dapat anda ketahui apabila suatu larutan X memberikan hasil
positif dengan uji biuret ?
Jawab : ..........................................................................................................
..........................................................................................................
3. Dari beberapa cara uji yang telah anda lakukan, uji manakah yang dapat
digunakan untuk menentukan ada tidaknya suatu protein secara umum di dalam
suatu bahan ?
Jawab : ..........................................................................................................
..........................................................................................................
Kesimpulan
Dari data hasil pengamatan, maka asam amino sebagai penysun protein putih
telur diantaranya
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
Lampiran Foto Pendukung Materi

Warna Nyala Logam


Golongan Utama

Warna Khas
Logam Transisi

Ca Sr Ba
dalam bentuk larutan

Pirit tembaga Malakhit


(kalkopirit) (bijih tembaga)

Hematit
Pirit besi (bijih besi)

bijih emas
dan perak
dalam bentuk padatan
sebagai mineral di alam

warna nyala warna nyala


Unsur-Unsur Golongan Utama (A)
IA II A III A IV A

Lithium (Li) Berilium (Be) Boron (B) Karbon (C)

Natrium (Na) Magnesium (Mg) Aluminium (Al) Silikon (Si)

Kalium (K) Kalsium (Ca) Galium (Ga) Germanium (Ge)

Rubidium (Rb) Stronsium (Sr) Indium (In) Timah (Sn)

Sesium (Cs Barium (Ba) Titanium (Ti) Timbal (Pb)

Fransium (Fr) Radium (Ra) Hidrogen (H)


Gas tidak berwarna
VA VI A VII A VIII A
Nitrogen (N) Oksigen (O) Fluor (F) Helium (He)
Tak berwarna Tak berwarna Tak berwarna Tak berwarna

Posfor (P) Belerang (S) Klor (Cl) Neon (Ne)


Putih & merah kuning hijau (dari lucutan listrik)

Arsen (As) Selenium (Se) Brom (Br) coklat Argon (Ar) ungu lucutan list

Kripton (Kr) Tak berwarna

Stibium/Antimon (Sb) Telurium (Te) Iodium (I) ungu Xenon (Xe) Tak berwarna

Bismut (Bi) Polonium(Po) Astatin (At) Radon (Rn)Tak berwarna

UNSUR-UNSUR GOLONGAN TRANSISI ( B )


IB II B III B IV B

Tembaga (Cu) Seng (Zn) Skandium (Sc) Titanium (Ti)

Perak (Ag) Kadmium (Cd) Yetrium (Y) Zirkonium (Zr)

Emas (Au) Raksa (Hg) Lantanium (La) Hafnium (Hf)

Uranium (U) Aktinium (Ac) Thorium (Th)


VB VI B VII B
Kompete
Kompetensi

DU
EM
BA
SE
TI

Penampang
Inti
Mantel
Deretan
Kloroform
Perbandingan
Tabel
PtF
XePtF
Esterifikasi
Tabung
Berdasarka
A.
Penurunan
Menurut
Tf
Massa
Pelatihan
(Cara-
Hukum WIndustri
Litosfer
Atmosfer
Elektroda
6000
Tabel=luar
dalam
hidrosfer
5000
3000
1=
km
Tambang
6Zn(s)
Pelatihan glukosa
= 1sel
4
3
2
5 (100
6tekanan
:denganH
W g3.1non
inert
2)23.3
| x:
Pelatih
Pelati
Dasar
Bumi
mengandung
/selimut
elektrolisis
inert,
km)
nsi
C atau bagian
Dasar
Pt:| (atm)
di
Catatan
model
osmotik
Albumin
W
Kelimpahan
nWarna
equivalen
:Ujian
reaksi
Zn
2H
drajat
tekanan
penemuan
F.M
=
Uji
uji
1000
Faraday
3.2.
logam
industri
dalam
Bumi(300
emas 2+
Kelimpaha
pemurnian
tabel
Tf
2 O
diluar C atau
Gunung
(aq)
Roult
Fen
Si, RT asam
air
3.4,
=
dan
Mg, dan
km)Ni :1-:
||ePt
:1
gstearat
an - 3-
Kasein
Tf
larutan
penyebaran + = Pongkor
C massa=
hasil
hanoksida,
pembuatanNaOH
padat
cair
Asam
rak
maka
Ag
4H
dissosiasi
uap
F.M
Penurunan
Akhir
Kompeten
:kompetens
II ne:Bogor
molekul
2logam
:(aq):+:tabung
Mende
Roult,
Mr eP e=n=
MB
GA
PA
A
B
3z1.
(C18:0,
zat
isolasi terlarut atas),
Jawa
dari
akhir
dan
O
halogen lelehan
gas klorin
skripsi
air
Ar
karboksilat
reaksi
kandungan
Jika
O
dan
Kenaikan
titik
i|Ag(s)
Bidang
si
P
V
dari
batuan
hidrosfer
tembaga
0
2
.tiap
(g)
23=89nkan
larutan (uji =ml
+beku
(Uji NaCl
asam
Mr
4.4. |massa
oleat
Barat
23 susu
(untuk
edalam
pekat -= Meng i
2+ . airt
+
Pipet
terbesar
B.
muatan
4e
jumlah
titik
larutan
Studi
Diri)
diri) udara
(nt.i)/(nt.i+
Atau
(C18:1,
molekul Zn tetes
kecend
Mend
identipada
didih
(aq)
mol
pembelaj
=
dan
unsur)
daripemekatan
mol H (0
CCl C
erunga 4dan
ILA
T
tengah),
relatif
1listrik
alkohol
Gelas
|pada
ion
larutan
sebanding
Kimia
Waktu
np)
air mol
Zn(s)
lapisan
laut. dalam eskrip
nt Oyang
air
fikasi ~=dan
ukur
2||
: 4
OH 0
0,93)
asam
W
V

mol
5mol
laut
Ag(s)
sama
laru-
sebanding
dengan
60
Waktu
90 ==
1menit
atmosfer
mL =nsikan
, |C
-volume
eadalah
kelim
fisik
sifat
ie:1. -t
|jadi
earan
biloks
linolenat
larutan
mol,
.........
HO
Ag
dialirkan
tan
dengan
hasil =Mr/4 + dan
maka,
(aq) strukt
paha Cmaka =
120
60
terlarut
lemak menit
=menit ekali
N
(C18:3,
R
W = ur,
e tetapan
kimia . F
H
dan
C.
pada
dari
hasil
molalitas
=
elektrolit
+ - 2 =
Ag(s)
0,93 airn e 20. i .
kali C|
Kimia
Mr
bawah).
gas
tKenaikanW +1 F
tata
unsur
unsur
x
nama,
utama |
ideal
..................
Ag
beberapa
ionisasi
molalitas
(m)
Posisi(aq)
(0,082
(untuk L ||atm cis
HO
Untuk
biloks-2 -1 2+dan -C
pengg-1 F=
pada
K
......
Zn
sel
tersebut
larutan
molekul)
titik R unsur
_________ mol (aq) ikatan
didih (m)
| Vanadium (V) Kromium (Cr) Mangan (Mn)
H
unsur
W
rangkap
T 2 =x unsur
olong
= esuhu .duaq:
Zn(s)
elektrolisis,
dengan
COOH transis
- = an,
_________
mengakibatka
mutlak
W utam
e (|0.K) i: .
biloks-1
e (red/oks)
D.
maka
kenaikan
tetapan
+
nTb H Ag(s)
i (titik
per-
sifat,
HO
a C dan
F
|t
atau += didih,
Ar-1 Wm|| =.
Ag
bandingan
titik
penurunan
_________
R
melengkungn
OH (aq) dan
transi
titik
didih
Ar 2+. kegun i dan
Kb
R rantai
Zn
qmassa
molal
titik
ya =COO iW
si
leleh,
(aq) di
|zat-
beku |.Ft
aan
_________
np
mengubah
Zn(s)
zat
pelarut
molal
R yang +=alam
kekera
=mol
lemak
san,
Ar-2
perilaku
CH
E.
dihasilkan
W
(Kb).
pelarut
pelarut
H AgF2OH dan+ fisik
warna, (aq)
_________2O
dan
|Penurunan
pada
(Kf) Ag(s) prod
kimiawi
kelarut ||e
Asam Niobium (Nb) Molybdenium (Mo) Teknesium (Tc)
2+ an, ukasam
ketiga
F
_________
Zn
elektroda,
Mr/4
lemak(aq)
alkanoat kereak |
ini.
titik
biloks yang beku
Zn(s)
berbanding
Pelengkungan tifan,
_________
96.500
tidak
=meng dan4W terjadi:
lurus
alkanol andu
sifat
F
Tf =khusus = 4.
ngm
secara nyata
_xpada
dengan
Untuk mol alki
xikatanF
Kf
massa
lrangkap
alkanoat
molekul . ilainnya
unsur:
) Mr
_________
equivalen
3.3.
W
dengan = terse e posisi.i.t
=Menjelbut
_________
zat-zat
trans.
atau askan
4Wx =
Tantalum (Ta) Wolfram (W) Rhenium (Rh)
1,12
tersebut.
xF
Mr manfa
_________
at,
i . t dampa VIII B
22,4
_________
k dan
=proses
0,2
_________
pembu
faraday
atan
F unsur-
_________
unsur
dan
_________
senyae- Ferrum/besi (Fe) Kobal (Co) Nikel (Ni)
wanya
(red/oks)
_ dalam
96.500
kehidu
_________
pan
W = sehari-
massa
hari
_________
zat
(gram); e
_________
= massa Rhutenium (Ru) Rhodium (Rd) Paladium (Pd)
_________
equivalen
(gram), i =
_________
kuat arus
_________
t = waktu
(detik);
_________F
= jumlah Osmium (Os) Iridium (Ir) Platina (Pt)
_
arus listrik
dalam
_________
faraday =
_________
96.500
Coulomb
_________