Anda di halaman 1dari 2

Liliana Rahmadewi S.

14.I1.0096

Keluarga Sebagai Sistem Pendidikan Utama Anak

Anak-anak merupakan salah satu bagian keluarga yang perlu dididik serta dijaga dengan
baik. Mereka akan mendapat pendidikan pertamanya dari suatu keluarga. perilaku dari Ibu
dan ayah merupakan contoh utama bagi anak karena keluarga merupakan suatu sistem
terkecil dimana terdapat hubungan timbal balik yang sangat dekat anatara anak ke orangtua
atau sebaliknya ataupun suami ke istri atau sebaliknya. Dari system ini, keluarga akan
mempengaruhi pendidikan, tumbuh kembang anak, termasuk pola makan serta aktifitas
anak selama pertumbuhannya.

Menurut data Riset Kesehatan Nasional (RIKESNAS) tahun 2015, pola makan yang tidak
baik membuka peluang untuk terserang penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker,
diabetes dan penyakit akibat gangguan metabolism, yang merupakan pembunuh paling
besar di Indonesia. Beberapa hasil survei Kesehatan Rumah Tangga Departemen Kesehatan
RI tahun 2015 menunjukkan anak-anak usia 7-12 tahun kekurangan asupan konsumsi buah
dan sayur dengan presentasi tinggi sebesar 93,6%. Kasus ini tidak menunjukkan perbedaan
antara konsumsi sayur dan buah pada penduduk kalangan kaya ataupun miskin. Sebesar
65,2 % masyarakat Indonesia mengkonsumsi makanan tinggi gula, 29,5 % masyarakat
mengkonsumsi makanan tinggi garam dan 12,8% mengkonsumsi makanan tinggi lemak.
Pola makan yang buruk menyebabkan penduduk di Indonesia mengkonsumsi gula, garam
dan lemak secara tidak seimbang. Sementara itu, pola makan yang tidak diimbangi dengan
aktivitas fisik akan menambah dampak negatif pertumbuhan fisik anak-anak. Berdasarkan
data Survei tahun 2015, tingkat obesitas pada anak Indonesia termasuk tinggi sebesar
43,7%. Tingginya tingkat obesitas pada anak Indonesia disebabkan karena adanya serangan
budaya pangan asing yang banyak mengandung lemak, gula dan garam yang secara tidak
langsung menggeser budaya pangan anak-anak Indonesia yang kaya serat dan mineral dari
sayur dan buah. Disamping itu, kemajuan teknologi juga menyebabkan anak-anak
Indonesia mengurangi aktifitas fisik untuk bermain dan berolah raga dengan teman-
temannya sehingga anak-anak lebih memilih untuk bermain dengan alat telepon seluler
dengan jaringan internet.

Dalam jurnal penelitian terhadap kebiasaan pola makan anak di Indonesia, pesan-pesan
yang senantiasa disampaikan oleh ayah dan ibu di rumah merupakan salah satu faktor
dimana anak dapat menentukan keputusannya dalam mengkonsumsi makanan yang dia
pilih. Pada umumnya, orang tua merupakan panutan serta teladan bagi anak-anaknya dan
secara tidak langsung panutan yang diberikan orangtua akan ditiru oleh anak-anak,
termasuk pola makan orang tua. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk
memberikan pengetahuan yang baik mengenai pola makan sehingga anak mengerti
makanan apa saja yang baik untuk dikonsumsi. Disamping itu, komunikasi yang baik antar
keluarga akan membentuk kepribadian masing-masing anggota keluarga sehingga anak
dapat memilih serta memilah bagaimana menyikapi serangan budaya asing dari segi
teknologi dan informasi. Fungsi kedua orang tua sangat berpengaruh besar dalam mendidik
dan memberikan pengertian kepada anak bahwa seyogyanya waktu bermain dengan teman
sebayanya merupakan hal yang penting bagi tumbuh kembang diri anak. Dengan
pembagian peran antara ayah dan ibu yang efektif, maka pola komunikasi akan terbentuk di
Liliana Rahmadewi S.
14.I1.0096

dalam keluarga, sehingga anak akan mengerti apa yang harus dipilih untuk mendapatkan
kehidupan yang sehat dalam era modern ini.

Daftar Pustaka

Wardyaningrum, D. 2010. Pola Komunikasi Keluarga dalam Menentukan Konsumsi


Nutrisi bagi Anggota Keluarga. Jurnal Ilmu Komunikasi. Vol. 8(3): 289-298.