Anda di halaman 1dari 71
ALIRANTEOLOG! DEY | ‘Sani planggoran Pasl 72 Undang-undang Noor 19 Tahun 2002 Tertng Perobahan alas Undeng-ndang Noms 12 Teun 1907 Pasal 44 Tenor Hak ipa 1. Barna sopadengnconaa dn lana mebtanprin tsinana dina nal, berisi alasan etapkan an, baik nu kalam dikenal sebagai ilmu keislaman yang berdiri senditi, yakni pada masa khalifah al-Matmun (813-833) dari Bani Abbasiyah, Sebelum itu Pembahasan terhadap kepercayacan Islam disebut alfighu fi ab-din sebagai laywan dari alfighu fi alt Sesudah itu Kemudian ulama-ulama Mutazilahmempelajari bbuku-buke filsafat pada masa pemerintahan Khalifah al-Ma'mun, maka mereka’ mempertemukan sistem fisafat dengan sistem ilma Kalam, dan ‘menjadikannya imu yang berdiri sendiri di antara ilmur-ilmu yang ada, serta menamakannya dengan nama imu kalom, Ada kalanya masalah yang paling penting yang mereka bicarakan dan berselisih pendapat adalah masalah al-kalami (Firman Allah) maka ilmu ini dinamakan dengan ‘vamanya. Ada kalanya karena persesaian mereka dengan abli-ahii filsafat i dalam memberikan nama imu mantiq (logika) di antara ilm ‘mereka. Jadi mantiq dan kalam adalah sinonim.® nw Khaldun, Maqaddimak Uwe Khaki, he 468. Lihat jogs HS Pongantar lim Kala, (Jakarta: PT: Raja Gratndo Persada, 1990), him, * TEM, Hasbi ash-Shiddiogy, Sjeab dan Pengentor Hh 1 Binang, 1976), him. 9 ‘AL Syabrastan, a Mila wa abNihl, Juz, (Kairos Muassasaal-Halaiy 1387 11/1968. M), him, 22 2) LMU KALAM imu Kalam adalah salah satu bentuk imu keislaman Kajian dalam ilmu Kalam terfokns pasa aspek ketuhanan (devesivasinya) atau bentuk arena itu disebut teologi dialetika, dan rasional, Secara harfiah kata kalam. artinya pembicaraan tetapi bukan dalam arti pembicaraan sehari-hari (omongan) melainkan pembicaraan yang bernalar dan logika (akal). ma Kalam adalah Ima yang membicarakan bagaimana menetapkan kepercayaan-kepercayaan keagamaan (agama islam) dengan bukti-bukti yang yakin, mu Kalam adalah mu yang membahas soal-soal keimanan yang sering juga debut Ilmu Aqaid atau Iimu Ushuluddin. fimu ini adalah salah satu dari empat disiplin keilmuan yang telah tumbuh dan menjadi bagian dari tradisi cajan tentang agama Islam. Tiga lainnya ialah disiplin- Figh, Tasawuf, dan Falsafah, Jika Tima Figh membidangi segi-segi formal peribadatan dan hukum, sehingga tekanan orientasinya sangat eksoteristik, mengenai hal-hal lahiriah, dan imu Tasawut penghayatan dan pengamalan keagamaan yang lebih bersifat pribadi nya pun sangat esoteristik, ‘mengenai hal-hal batiniah, kemucdian Imu Falsafah membidangi hal-hal yang bersifat perenungan spekulatif tentang hidup ini dan lingkupnya rahkan pembahasannya kepada segi-segi mengenai Tuhan dan berbagai derivasinya. Karena itu ia sering sekalipun sebenarnya tidak selurubnya membidangi_ segi-se sehingga tekanan seluas-Iuasnya, masa Jima Kalam me diterjemahkan sebagai Teolo sama dengan pengertian Teologia dalam agama Kristen, misalnya. (Dalam ma kristen, tlmu Figh akan termasuk “Teologia). Karena itu sebagian kalangan abli yang menghendaki pengertian yang lebih persis akan menerjemahkan Ima Kalam sebagai ‘Teologia dialektis atau Teologia Rasional, dan mereka melihatnya sebagai suatu dlisiplin yang, sanga’ khas Islam, Sebagai unsur dalam studi klasik pemikiran keislaman. Ilmu Kalam. ati posisi yang cukup terhormat dali tradisi Keilmean kaum Muslim. Ini terbukti dari jenis-jenis penyebatan lain imu itu, yaitu sebutan sebagai tinw Aqdid (ilmu Akidah-akidah, yakni, Simpul-simpul {[Kepercayaan}), lima Tawhid (llmu tentang Kemaha-Esaan (Tuhan]), dan mu Ushulal-Din (Ashuluddin, yakni, mu Pokok-pokok Agama). Dinegeri kita, terutama seperti yang terdapat dalam sistem pengajaran madrasah dan pengertian ‘Teologa dalam rH. MUHAMMAD Hasal | 3 pesantren, kajian tentang Inu Kalam merupakan suatu Kegiatan yang tidak ‘mungkin ditinggalkan, Ditunjukkan oleh namanya sendiri dalam sebutan- sebutan Iain tersebut i atas, imu Kalam menjadi tumpuan pema tentang sendi-sendi paling pokok dalam ajaran agama Islam, yt simpul- simpul kepercayaan, masalah Kemaha-Esaan Tuhan, dan pokok-pokok sjaran agama, Karena itu, tujuan pengajaran Hmu Kalam di madrasah dan pesantren jalah untuk menanamkan paham keagamaan yang benat. Maka pendekatannya pun biasanya doktrin, seringkali juga dogmatis. Dari segi bahasa, istilah Kalam berarti_al-gaut (pembicaraan), Namun dalam tradisi keilmuan, Wolfson, berpendapat bahwa istilah ini dipakai sebagai terjemahan kata logos, yakai pikiran yanng terkandung dan menjadi dasar bagi suatu perkatsan, pembicaraan, dan argumen, Pendapat Wolfson ini sebenarnya telah menggambarkan ajaran dasar Islam bbaik secara badani dan bataini Jika di aspek malan badani, rumusan berdasarkan pads penggunaan pikiran dan pemahaman mendalam yang di sebut al-Fiqh, dalam aspek batini, argumen yang digunakan juga berdasar pada pikiran disebut Kalam. dari tentang penggunaan Kajian Islam terbagi kepada berbagoi bidang ilmu yang antara lain adalah i tas, ha imu tawhid, ima Kalam, dan ike fib. Hos L-rasul, waht, akbirat, iman dan hal: hhal yang berkaitan dengan itu, Himu kalam disebut juga imu ushuluddin, imu teologi, Dalam mengkajidan membahas mater imu kalam ini terda bermacam-macam cara memahaminya di kalangan umat Islam. Paham yang lahir dari suatu cara memahanyi materi ilu Kalam ini dalam bahasa Arab disebut figah yang jamaknya firag, Firqah dalam bahasa Indonesia dlisebut aliran, Aliran-aliran dalam ilmu kalam disebut dalam bahasa Arab alfiragal-Islamiyah alam membahas tentang Tuhan, ra Adapun ilma ini dinamakan ilmu kalam, disebabkan: 4. Persoalan yang terpenting yang menjadi pembicaraan pada abad- abad permulaan Hijriah jalah apakah Kalam Allah (al-Qur‘an) itu Qadim atau Hodis, Karena itu eseluruban imu Kalam itu inamai dengan salah satu bagiannya yang terpenting. 4| LMU KALAM b. Dasar imu Kalam ialah dal fikiran ini tampak jelas dalam pembiearsan para Mutakallimin, Mereka jarang mempergunakan dalil nagli (al-Quran dan Hadis), kecuali sesudah menetapkan benarnya pokok persoalan terlebih dahulu berdasarkan dalil-dalilfkiran. dail fikiran dan pengaruh dalit Poin lainnya adalah kenapa disiplin ini mendapat sebutan imu alam dan kapan sebutan itu diberikan, Sebagian orang mengatakan bahwa sebuitan kalam (seeara harfiab, perkataan atau percakapan) diberikan kepada dlsiplin ini karena disiplin berbicara dan berargumen kepada orang yang menguasainya, Sebagian lagi mengatakan bahwa penyebabnya adalah karena para pakar di bidang, imu ini suka mengawali pe buku mereka dengan ungkapan al-kelamu fi kazda. Sebagian lain menjelaskan bahwa sebutan “kalami” diberikan karena disiplin ini membahas topik- topik yang abli-ablihadis lebih mem igian lin lagi, sebu imu ini memberikan tambahan kemampuan fikiran mereka dalam bul hax u bahasa, Namun, h sikap diam s smenurut se i jadi mode ketika topik apakah al- Quran yang disebat kalamuliah (Firman Allah) itu: makhluk (ciptaan) atau bukan menjadi materi perdebatan seru dikalangan kaum mustimin ikan sebuah konteoversi yang, menyebabkan Perdebatan seru ita: menj {erjadinya dendam, kebencian, rasa permusuhan dikalangan pihak-pihak yang berseberangar, dan memicu pertumpahan darah, Int pula alasannya enapa periode itu diingat sebagai periode yang amat sulit atau: membawa penderitaan (mila), yaitu Karena sebagain besar perdebatan tentang akidah, Akidah Islam berkisar diseputar huduts(kemakhlukan, keterciptaan, dan temporalitas) atau gidama (keabadian) firman atau Kalan Allah, maka disiplin ini membahas akidah utama agama Isiam pan mendapat sebutan imu kalam, 1, Hu Tau Ima ini dinamakan ilma ‘Tauhid karena membicarakan tentang keesaan Allah, Yang terpenting dalam pembabasan ilmu ‘mengenai keesaan Allah. Menurut ulama-ulama Ab al-Sunnah bahwa ‘Tsuhid adalah bahwa Allah itu Bsa dalam zat-Nya, tidak “Martadha Mathaars oid, hm. 27. Dr. H. MUHAMMAD HASBI | 5 terbagi-bagi, Esa dalam sifat-sifat-Nya yang azali, tiada tara bandingan bagi-Nya dan Esa dalam perbuatan-perbuatan-Nya, tidak ada sekut bagi-Nya.? 2. Tima Ushaluddin mu ini dinamakan imu ushuluddin sebab membahas tentang prinsip-prinsip agama Islam, Hma usuluddin ialah ilma yang ‘membahas padanya tentang prinsip-prinsip kepercayaan agama dengan dalil-dalil yang gat’ l-uran dan Hadi Mutawatie) dan Aalil-daklfkican. 3. Hmu Akidah atau Aga mu linanvakan ihma akida atau aga’ scbab membicarakan tentang kepercayaan Islam, Syekh “Thahir al-Jazaiet (1851-1919) ‘menerangkan bahwaakidah Islam ialah hal-hal yang diyaking oleh ‘orang-orang Islam, artinya mereka menetapkan atas kebenaran.? jarah Ima Kalam Tmu Kalam adalah salah satu dari empatdisiplin keilmuan yang telah tumbuh dan menjadi bagian dari tradisi kajian tentang agama Islam. ‘Tiga Jainnya ialah disp Hin keilmuan Figh, ‘Tasawut, dan Palsafah, Jka mu Fiqh membidang! segi-segi formal peribadatan dan hukum, sehingga tekanan orientasinya sangat eksoteristik, mengenaihal-hal_lahi dan Ih i segi-segi penghayatan dan pengamalan keagamaan yang lebih bersfat pribadi, sehingga tekanan orientasinya pun Sangat esoteristik, mengenai hal-hal batiniah, kemudian Ima ‘membidangi hal-hal yang bersifat perenungan spekulatif tentang i dan ingkupnya seluas-luasnya, maka mu Kalam mengarahkan pembahasannya kepada segi-segi mengenai Tuhan dan berbagai derivasinya. Karena itu ia sering diterjemahkan sebagai Teologia, sekalipun sebenarnya idak selurubnya sama dengan pengertian Teologia dalam agama Kristen, ‘misalnya. (Dalam pengertian ‘feologia dalam agama kristen, Inu Fiqh termasuk Teologia). Karena itu sebagian kalangan abli yang menghendaki a Tasawaf’ membida c Wid Jamahiriya, bl. 2 6 | LMU KALA pengertian yang lebih persis akan menerjemahkan tlmu Kalam sebagai ‘Teologia dialektis atau Teologia Rasional, dan mereka melihatnya sebagai suatu disiplin yang sangat khas Islam. Sebagai unsur dalam studi Klasik pemiki ‘menempati posisi yang cukup terhormat Muslim, Ini terbukti dari jenis-jenis penyebutan lain immu itu, yaitu sebutan sebagai limu Aqaid (Ima Akidah-akidah, yakni kepercaysan, mu Tavhid (Ulmu tentang Kemaha-Esaan Tuhan), dan Hmu Ushul al Din (IImu Pokok-potok Agama). Di negeri kita, teratama seperti yang terdapat dalam sistem pengajaran madrasah dan pesantren, kajian tentang mu Kalam merupakan suatu Kegiatan yang tidak mungkin ditinggalkan, Ditunjukkan oleh namanya sendiri dalam sebutan-sebutan lain tersebut i atas, Tima Kalam menjadi tumpuan pemahaman tentang sendi-sendl paling pokok dalam ajaran agama Islam, yaitu simpul-simpul kepercayaan, masalah Kemaha-Esaan Tuhan, dan pokok-pokok ajaran agama, Karena 1, tujuan pengajaran Imu Kalam di madrasah dan pesantren ialah untuk ‘menanamkan paham keagamaan yang benar. Maka dar itu pendekatannya pun biasanya doktrin,seringkali juga dogmatis, Sejarah munculnya imu Kalam beravwal sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW, timbullah persoalan-persoalan dikalangan umat islam tentang siapakah pergganti Nabi (Khalifatul Rasul) kemudian persoalan itu dapat diatasi setdah dibatatnya/ diangkatnya Abu Bakar As-Shiddiq sebagai khalifah, seteah Abu Bakar wafat kekhalifahan dipimpin Umae bin Khattab pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab umat isk tampak {egar dan mengalami ekspansi seperti kejazirah Arabian, Palestina, Syiria, sebagian wilayah Persia dan Romawi serta Mesit. Setelah kekhalifshan Umar bin Khattab berakhir maka Utsman bin Affan menjadi Khalifh, Utsman termasuk dalam golongan Quraisy yang kaya kaum Keluarganya terdiri dari orang-orang Aristokrat Mekkah Karena pengalaman dagangaya mereka mempunyai pengetahuan administrasi Pengetahuan mereka ini bermanfaat dalam memimpin administrasi dacrah-daerah di Ivar semenanjung Arabiah yang bertambah masuk kebawah kekuasaaan islam, Namun karena pada masa kekhalifahan Utsman in keislaman, llmu Kalam Jam wadisi keilmuan kaum Dr. H. MUHAMMAD HASBI | 7 vender Kepada nepotisme terjadilah ketidakstabilan dikalangan umat Islam dengan banyaknya penentang-penentang yang tidak setuju kepada hulifal Ustinan puncaknya tewas terbunuh oleh pemberontak dari Kufah, Basroh ddan Mesie, Setelah Ustman wafat Ali bin Abi Thalib sebagai calon terkuat terpilih sebagai Khalifaly yang Keempat tetapi ia segera mendapat tantangan dari pemuka-pemuka yang ingin pula menjadi khalifah seperti Thalhah, Zubair ddan Aisyah peristiva ini dikenal dengan perang Jamal. sdatang dari Muawiyah bin Abi Sufyan yang juga ingin met ‘menuntut kepada ali supaya menghukum pembanuh-pembunuh Ustman, istiwa tersebut munculah Teologi asa muasal sejarah Hmw Kalam sebagai nu yang berdiri sendiri beh ‘masa nabi Muhammad s.a.w, maupun pada masa sahal tetapi baru dikenal pada masa berikutnya, setelah ilmu-ilmu ke-islaman yang lain satu persatu muncul dan setelah orang banyak membicarakan tentang kepercayaan alam gaib (meetafisika), Kita tidak akan dapat ‘memahami persoalan-persoalan ilmu Kalam sebaik-baiinya kalau kita tidak mempetajatifaktor-faktor yang mempengacuhi timbulnya, kejadian- kejadian politis dan historis yang menyertai_pertumbuhanny. penyebabnya itu dibagi menjadi dua bagian yaitus -sahabatnya, Akan Paktor stor-Faktor Internal a. Ab-quran sendiri disamping ajakannya kepada tauhid dan memercayai Kenabian dan hal-hal yang berhubungan dengan itu, menyinggung pula golongan-golongan dan agama-agama yang ada pada masa Nabi Muhammad saw. yang mempunyai Kepercayaan-kepercayaan yang tidak benar. Quean tidak membenarkan kepercayaan mereka dan_membantah alasan- alasannya, antara lain: 1) Golongan yang mengingkasi agama dan adanya tuhan dan ‘mereka mengatakan bahwa yang menyebabkan kebinasaan ddan kerusakan hanyalah waktu saja (QS. Al-Jatsiyah (45): 24) Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah Kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak 8) LMU KALAM, 2 3) 4) cada yang akan membinasakan kita selain masa’, dan mereka sekal-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang ita, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga soja” Golongan -golongan syirik (QS. AL-Maidah (5): 116) "Dan (ingatlah) Ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera ‘Maryam, Adakah Kamu mengatakan kepada manusias "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah?”, sa menjawab: “Maha suct Engkau, tidaklah patut bagiku ‘mergatakan apa yang bukan haku (mengatakannya),jika ‘aku pernak mengatakan Maka tentulah Engkaw mengetahui ‘apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetalui apa sya ada pada dri Engkaut. Sesungeuhnya Engkaw Maha ‘mergetahui perkara yang ghaib-ghaib”?” Golongan-golongan kafir (QS. ALHsra' (17): 94) "Dax tidak ada seswatw yang menghalangi manusia sntuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya, Kecwali Peskataan mereka: “Adakah Allah mengutus orang manusia smerjadi rasul?” Golongan-golongan munafik (QS. Ali Imran (3) : 154 "Kemudian setelah kamu berduka cita, Allah menurunkan epada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segelongan dari pada kamu, sedang segotongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yan tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah, ‘mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu hat. campur tangan) dalam urusan ini?”. Katakantah: "Sesunggulnya urusan itu seluruimya di tangan Alla’. ‘mereka Menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak ‘mereka teranghan kepadanius mercka berkata: “Sekiranya ada bag’ kita barang seswate (hak campur tangan) dalam urusa ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalabkan) di sini” Katukanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya omang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbumuls itu eluar (iuga) ke tempat mereka terbunuh? dan Allah (berbuat denikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadanwu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatin. Allah ‘Maka mengetahui isi hati” Dr. MUHAMMAD HASBI | 9 b Tuhan membantah alasan-alasan mereka dan meme- rintahkan Nabi Muhammad untuk dakwahnya dengan cara yang halus, Nab (16): 125 “Serulal (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikonah ddan petajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebis ‘mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” P_-menjalankan man Allah QS, An- Adanyanas-nas_ yang kelihatannya saling bertentangan, se- hhingga datang orang- orang yang mengumpulkan ayat terscbut dan memfilsafatinys, Comohnya; adanya ayat-ayat yang me- (jab), (QS. ALBaqarah(2): 6, AL nhunjukkan adanya paksa: Mudasir(74):17 Soal-soal politik, contoh soal Khilafat (pimpinan pemerintahan negara). Pergantian pemimpin umat sesudah meninggalnya Rasulullah, Awalnya persoalan politk tidak mengusik persoalan agama, tapi setelah peristiwa terbunuhnya Khaliah Usman, ‘aum mustimin terpecah menjadi beberapa partai yang masing.- ‘masing merasa sebagai pihak yang benar dan hanya calon dari padanya yang berhak menduduki pimpinan negara. Kemudian Partai-partai itu menjadi partai agama dan mengemukakan dalil- dalil Agama untuk membela pendiriannya, Dan selanjutnya perselisihan antara mereka menjadi perselisihan agama, dan Derkisar pada persoalan iman dan kafi Peristiva terbunubnya Usman menjadi titik yang jelas dari permulaan berlarut-laruinya perselisihan bahkan peperang: antara Kaum muslimin, Sebab sefak saat itu, imbullah orang yang _menilai dan menganalisa pembunuhan tersebut di samping menilsi perbuatan Usman ra, sewaktu hidupnya. Menurat segolongan kecil, Usman ra, salah babkan kafir dan pembunuhnya berada di pihak yang benar, karena perbuatannya yang dianggap salah selama memegang.khilafah. Sebaliknya 10 | LMU KALAM atas Usman a, pihak lain mengatakan bahwa_pembunuh: adalah kejahatan besar dan pembunuh-pembunuhnya adalah ‘orang-orang kafir, karena Usman adalah khalifah yang sah dan salah seorang,prajurit Islam yang setia, Penilaian yang saling bertentangan kemudian menjadi fitnah dan peperangan yang terjadi sowaktu Ali ra memegang pemerintahan, Dati sinilah mulai timbulnya persoalan besar yang selama inj banysk memenuhi buku-buk ke-Islaman, yaitu melakukan kejahatan besa, yang mula-mula dihubungkan dengan kejadian Khusus, yaitupembunahan terhadap Usman ra, kemudian berangsur-angsur menjadi persoalan yang umum, lepas dari siapa ‘orangnys. Kemudian timbul soal-soallainnya, seperti soal Iman dan hakikatnya, bertambah atau berkurangnya, soal Jmamah dan Jain-lain persoalan. Kenmudian soal dosa tersebut, dilanjutkan lagi, yaitu sumber Kesahatan atau sumber perbuatan di lingkungan-manusia, Karena dengan adanyapenentuan sumber ini mudah di berikan vonis kepada pelakunya itu, Kalau suumbernya, maka soalnya sudab jelas, akan tetapi kalau sumbe sebenarnya ‘Tuhan sendiri. Dan manusia itu sebagai pelakunya, maka pemberian keputusan bahwa manusia itu berdosa atau afir masih belum jelas. ‘Timbullah golongan Jabariyah yang ‘mengtakanbahwa semua perbuatan ity dari ‘Tuhan dan ‘golongan Qadariyah yang mengatakan bahva manusialah yang, bertanggang jawab sepenuhnya atas segala perbuatannya, Ke- ‘mudian timbulpala golongan-golongan lain, seperti Ma‘tazilah, Asyfariyah, yang membiearakan persoalan tersebut. sia itu sendirh 2. Faktor-Faktor Eksternal Banyak i antara pemeluk-pemeluk Islam yang mula-mula bberagama Yahudi, Masehi, dan fain-lain, babkan diantara mereka ada yang pernah menjadi ulama, Setelah mereka tenang dari tekanan kaum mustimin mulailah mereka mengkaji lagi aqidah- aqidah agama mereka dan mengembangkan ke dalam Islam, rH MUHAMMAD HAS! [11 b masa Daulsh Bani Abbasiyah di bawah pimpinan khalifah Golongan Islam yang dulu, terutama golongan Mu‘tazitah, ‘memusatkan perhatiannya untuk penyiaran Islam dan mem- bantal alasan mereka yang memusuhi Islam, dengan cara mengetahui dengan sebaik-baiknya agidah-agidah mereka, Sebagai Kelanjutan dati sebab tersebut, Mutakallimin hendak ‘mengimbangi lawan-lawannya yang mengguniakan filsafat, maka ‘mereka terpaksa mempelajari ca dan filsafat mu Kalam disebut sebagai ili yang berdiri sendiri yaitu pada |-Makmun, yang dipelopori oleh dua orang tokoh Islam yaitu Abu Hasan al-Asy'ari ddan al-Maturi C. Hubungan Hmu Kalam dengan IImu Keislaman Lainnya Berbeda dengan ilmu fikih yang membahas masalah syariat atau aturan Imanusia), objek kaj Allah dalam masalal habla annas (hubungan manusia dengan ‘ilmu kalam sedikit lebih rumit dan menimbulkan perdebatan panjang di antara aliran- alan teologi Islam yang ada namun perdebatan panjang tersebut dipahami bahvva haruslah dalam kerangka atau par wradigmya Islam yang sesuai thurats, Pokok permasalaban Ilmu Kalam terletak pada 3 persoalan, yait: Esensi ‘Tuhan itu sendiri dengan segenap sifa-sifat-Nya, Esensi ini inamakan Qismul Hahiyat, Masalah-masalah yang diperdebatkan yaitu: fat-sifat Tuhan, apakah memang ada Sifat Tuhan atau tidak. Masalah ini di perdebatkan oleh aliran Mu'tazilah dan Asyariyah, Quarat dan Iradat Tuhan, Persoakin ini menimbulkan aliran Qadariyah dan Jabbariyah Persoalan kemawian bebas manusia, masalah ini erat kaitannya ‘dengan Quelrat dan Iradat ‘Than, Masalah AL-Qur‘an, apakah makhluk atau tidak dan apakah Al- Quran azali atau baharu. 12 | ILMUKALAM dengan makhluk, dalam bal ini Qismul Nabubiyal, hubungan yang memperhatikan antara Kholik vembicarakan tentang: 4. Utusan-utusan Tuhan atau petugas-petugas yang telah di tetapkan, “Tahar melakukan pekerjaan tertentu yaitu Malaika. b. Wahys yang disampaikan Tuhan sendiri kepada para rasul-Nya baik secara langstng manpun dengan perantara Malaika, ma perintah dari‘Tuhan untuk menyampaikan ajarannya kepada manusia Para Rasul itu sendiri yang mene Persoalan yang berkenaan dengan kehidupan sesudah mati nantinya yang disebat dengan Qismul Al-Santiyat. Hal ini meliputi hal-hal sebagai berikut: a Kebangkitan manusia kembali di akhirat b. Hariperbitungan © Persoalan shirat Gembatan) 4. Persoslan yang berhubungan dengan tempat pembalasan yaitu stirga slau neraka Ayat yang berkaitan dengan ruang lingkup Ilmu Kalam, Dalam surat al-Bagarah ayat 177 yang berbunyi “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke ara timur dan barat itu sua kebajikan, akan fetapi Sesunggulinya kebajikan itu alah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, ktab-kitab, nabi-nabi dan memberikas hasta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak syatiny, orarg-orang miskin, musafir (yang memertukan pertolongan) ddan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat dan orang-orang ‘yang menefatijanjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dala kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Tilak ‘orang-orang yang benar (imannya): dan mereka Iulah orarg-orang yang bertakwa" Dan dalam hadits Rasulullah save: Dari Umar Radhiallahu Ani dia berkata : Ketika kami duduk-dieduk di sisi Rastlullah sav, suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki- aki yang mengenakan baju yung sangat putih dan berambut sangat hhitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dar tidak ‘adda seoranspua diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian Dr. H. MUHAMMAD HASBI | 13 dia duduk di hadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututya kepada dtutnya (Rasulullah saw.) seraya berkata: "Ya Muhammad, beritalnekan ‘aku tentang Islam 2, maka bersabdalah Rasululla saw: “Islan adalah cengkan bersaksi bahwwa tidak ada Mah (tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah ‘utusan Alla, engkaw mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi hha jika marnpu’s kemudian dia berkata: * anda benar' Kami semua hheran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kermudian dia tanya lagi: “Beritahukan aku tentang Iman Lalu beliaw bersabd rau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab- Nya, rasul-rastd-Nyea das hari akhir dan engkau beriman kepada takalir yang baik maupun yang buruk’, kemmudian dia berkata: “anda benar” Kesudian dic berkata lagi: " Beritahukan aku tentang Ihsan Lalu beliaw borsabda: “Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkaw melihatnyr, jika engkaw tidak metihatnya maka Dia melihat engkau". Kemudian dia berkata: “Beritahukan aku tentang hari kiamat (Kapa kejadiannya)”. Beliau bersabda: "Yang ditanya tidak lebih tala dari yang bertanya’s Dia berkata: “Beritalukan aku tentang tonda- tanya belie Bersabda: “Jika seorang hasnba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat scorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlombactomba meninggikan bangunannya’; Kemudian orang itu berlalu dan aku bendian sebentar Kemudian beliau (Rasulullahe) bertanya: “Tahukal engkan siapa yang Dertanya ?” aku berkata: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetalui Beliaw bersabdae “Dia adalah fibril yang datang kepada Kalion (bermaksud) mengajarkan agama kala’ (Riayat Muslinn) Dari ayat dan hadits di atas dapat diambil Kesimpulsn bahwa ruang Jingkup limu Kalam adalah Rukun Iman yang enam. Hubungan Hlmu Kalam dengan ilmu lainnya 1. Hubungan mu Kalam Dengan Filsafat Islam, ndapat bahwa imu kalam dan filsafat va pada dasarnya ilmu Kalam adalah filma Ketuhanan dan keagamaan, Sedangkan filsafat Islam adalah pembuktian intelektual. Seperti halaya Dr. Fuad Al-Ahvani dalam bukunya filsafat Islam tidak setuju kalau sama dengan ilmu kalam, Karena ilmu kalam dasarnya adalah keagamaan atau imu agama, Sedangkan filsafat’ merupakan pembuktian intelektual, Obyek lah: Banyak para abi yang ben Islam memiliki hubungan kar 14 | LMU KALA pembahasannya bagiilmu kalam berdasar pada Allah swt, Dan sifat- sifatnya serta hubungannya dengan alam dan manusia yang berada di bawah syariat-Nya, Obyek filsafat adalah alam dan manusia serta emikiran tentang prinsip wujud dan sebab-sebabnya. Sepert filosuf Aristoteles yarg dapat membuiktikan tentang sebab pertama yaitu Allah, ‘Tetapi ada juga yang mengingkari adanya wujud Allah swt. sebagaimana aliran materialisme. Dengan demikian dapat disimpulkan bbahwasanya ilu Kalam dan filsafat tidak memsliki hubungan Karena obyek kajiannya berbeda, Kalam obyek kajiannya lebih mendasar pada ketubanan sedangkanfilsaat Islam objek kajiannya tentang alam imanusia yang berada pada syar‘atnya, ‘Hubungan Inu Kalam Dengan Tasawuf fw Kalam adalah disiplin ilma kelslaman yang banyak menge- depankan pembicaraan tentang persoalan-persoalan kalarn Persoalan-perscalan alam ini biasanya mengarah sampat_pada perbincangan yang mendalam dengan dasar-dasar argumentasi, baile ‘sional (agliyah) maupun nagliyah. Argumentasi yang dimaksudkan adalah landasinpemahaman yang cenderung menggunakan metode berpikir filosofis, sedangkan argumentasi naqliyah biasanya bertendensi pada argumentasi berupa dalil-dalil Al-Quran dan hadits, Pembiceraan materi-materi yang tercakup dalam ilmu Kalam. ferkesan tidak menyentuh rasa rohaniah, Sebagai contoh, i alam menerangkan bahwa Allah bersifat Sama’, Bashar, Kalam, Jradah, Qudral, Hayat, dan sebagainya. Namvun, ilmu kalam tidak ‘menjelaskan bagaimana seorang hamba dapat merasakan langsung, bbahwa Allah mendengar dan melihatnya, bagaimana pula perasaan hhatiseseorang Ketika membaca Al-Quéan, bagaimana seseorang ‘merasa bahwa segala sesuatu yang tercipta merupakan pengaruh dari kkekuasaan Allah ? Pernyataan-pernyataan diatas suit terjawab hanya dengan berlandaskan pada ilmu kalam. Biasanya, yang membicarakan enghayatan sempai pada penanaman kejiwaan manusia adalah ilmu Tasawuf, Disiplin inilah yang membahas bagaimana merasakan Or. H. MUHAMMAD HASBI | 15 kup hal yang diwajiblan, Pada ilma kalam ditemukan pembahasan iman dan definisinya, Kekufuran dan manifestasinya, serta kemunafikan dan batasannya, Sementara pada imu tasawufditemukan pembahasan jalan atau metode praktis untuk rmerasakan keyakinan dan ketentraman, Sebagaimana dijelaskan juga tentang menyelamatkan diri dari kemunafikan, Serna itu tidak cukup, hanya diketahui batasan-batasannya oleh seseorang, Sebab terkadang. seseorang sudah tahu batasan-batasan kemuafikan, tetapi tetap saja melaksanakannya. Dalam kaitannya dengan ilmu kalam, imu Tasawaf mempunyai fangsi sebagai berikut a. Scbagaipemberiwawasan spiritual dalam pemahaman kkalam, Penghayatan yang mendalam lewat hati terhadap imu alam menjadikan imu ini lebih terhayatt atau teraplikasikan dalam perilakn, Dengan demikian, ilma penyempurna ilmu kalam. pasawuf merupakan b.Berfungsi sebagai pemberi ke: debatan- perdebatan Kalam. Sebagaimana disebutkan bahwa imu kalam dalam dunia Islam cenderung menjadi sebuah imu yang mengandung muatan rasional disamping muatan naqliyah, ima alam dapat bergerak kearah yang lebih bebas. Disinilah iim ‘Tasawuf berfungsi memberi muatan rohaniah schingga imu Kalam terkesan sebagai dialektika Kelslaman belaka, yang kering dari kesadaran penghayatan ataa sentuhan hati. 3. Hubungan Dalam Islam, ilmu kalam itu dasar diatasnya dibangun syariat Dalam Islam tanpa Kalam sebagaimana syariat tidak bisa subur dan berkembang kalau tidak di bawah lindungan akidah, Maka syarfat tanpa ilmu kalam tak ubahnya bagai bangunan yang tergantung awang-awang tiada mempunyai sandaran kekuatan moral, yang, rmemberikan ilham supaya syariat dihormati, dipatuhi dan dijalankan ssemestinya tanpa memerlukan bantuan kekuatan manapun selain dari perintah jiwa sendliti mnu Kalam Dengan Syariat 16) LMU KALA Mal ida dan syarfat memeriukan hubungan dan jatinan yang crat, schingga antara keduanya tidak dapat dipisahkan. Akidah pokok ddan pendorong bagi syariat. Sedang syariat merupakan jawaban dan sambutan dari panggilan jiwa yang ditimbulkan oleh akidah, Dengan terjaditah jalinan yang eratini,terbentanglah jalan menujukeselamatan ‘yang telah disediakan Tuban untuk hambanya yang beriman. Maka ‘dengan demikian, orang yang beriman dan mempunyai akidah, tetapi menyampingkan yar’ mematuhi syzriat tetapi tidak menjunjung akidah maka orang, itu bukanlah seorang muslim sejati dalam pandangan Tuhan, Orang itty bukan pula berjalan di sepanjang hukum Islam menuju Keselamatan dan kejayaan, i (meninggallan amal shaleh) ataw anya ‘Mubungan Ihnu Kalam Dengan AL Q\ Sebagai sumber imu kalam, Al-Quran banyak menyinggung hal yang berkaitan dengan masalah ketuhanan, diantaranya QS, AL-Ikhkas (112); 3-4, Ayat dan tidak dipe menunjukkan bahwa :” “Tuhan tidak beranak nakkan serta tidak ada sesuatupun di dunia ini yang, san-Nya tampak sejajar de Ayat di atas berkaitan dengan zat dan halal lain yang berkaitan dengan eksistensi ‘Tuhan, Hanya saja, penjelasan rincinya tidak ditemukan, Oleh sebab itu, para ali berbeda pendapat dalam menginterprestasikan rinciannya. Pembicarsan tentang hal-hal yang berkaitan dengan ketuhanan itu di sistematisasikan yang pada gilirannya menjadi sebuah ilmu yang dikenal dengan istilah ilmu alam, Dengan demikian, ilma kalam dengan Al-Quran adalah ilmu yang saling berketerkaitan yang tidak bisa dipisahkan, arena sumber dati ilmu kalam adalah ALQuean dan adits, Al-Quran sendiri di dalam isinya banyak membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan ‘Tuhan baik berupa zat, sifat, asma, perbuatan dan tuntunan sedangkan ilu kalam juga membahas keesaan Allah swt. Dr. H. MUHAMMAD HASBI | 17 5. Hubungan Ilmu Kalam Dengan Hmu Ushulud |imu kalam dapat dipahami sebagat satu Kajian ilmiah yang berupaya untuk memabami keyakinan-keyakinan keagamaan dengan didlasar- kan pada argumentasi yang kokoh.JImu ini dapat berguna untuk mempertahankan atau menguatkan penjelasan tentang akidah dan pemahaman keagamaan islam dari serangan lawan-lawannya melalui ppenalaran rasional.fimu kalam merupakan ilmu yang membahas segala sestatu yang berhubungan dengan uluhiah, termasuk kalamullah, ma Ushuludin adalah ilmu yang membahas pokok-pokok (dasar) agama, yaitu akidah, tauid dan Tikad (keyakinan) tentang rokun Iman yang enam, Sebutan lain bagi mu Ushuludin adalah ilmu Theologi (Ketuhanan), Karena membahas tentang ke tauhid-an (ke-Fsa an) Allah, sifat dan asma’ (nanva) Allah, Sebutan lain yang lebih populer adalah flmu Kalam, karena bahasan yang sedang ramai dlibabas pada saat lahirnya ilmu Kalam adalah masalah Kalam (firman Allah) disamping itu pembahasan ilmu ini menggunakan metode ilmu mantiq (logika) sedangkan kata mantiq secara etimologi bahasa sinonim dengan kalam, 6 Hubungan lima Kalan Dengam Tauhid Mmu Kalam adalah ilmu yang membahas tentang Tuhan dengan rmendasarkan pada argument logika atau rasio sebagai pembuktian Aerhadap argument nagli atau teks, “Taubid ialah percaya kepada Tuban Yang Maha Bsa (mengesakan Tuhan), tidak ada sekutu bagiNya. Mengesakan Allah pada sesuatu yang menjadi kekhususanNya, baik Rububiyah, Uluhiyah, atau Asma serta sifa-sifuNya, Tima Kalam dan Tauhid sama-samia membahas tentang Ketuhanan. 7. Hubungan Imu kalam dengan Figih dan Ushul Fiqih Menurut Abu Hanifah hukum Islam (igih) terbagi kedalam dua yaitu Figih ALakbar dan Figih Al-Asghar, Figih al-Akbar merupakan Keyakinan, pokok agama, ketauhidan sedangkan figih al-Asghar adalah cabang, agama berupa ara-cara beribadah seperti muamalah, 18) LMU KALAM Dari pendapat Abu Hanifah bahwa adanya hubungan antara imu alam dengan fiqih. tm kalam membahas soal-soal dasar dan pokok, pandangan lebih luas, tinjauan dapat memberi sikap toleran, member keyakinan yang mendalam berdasarkan pada landasan yang kuat sedangkan Figh membahas soa furu” atau cabang dan ranting, pandangannyaoun lebih detai dan tin Dalam memahami dan menafsirkan ayat-ayat al-Quran yang bberkenaan dengan hokum diperlukan ijihad yaita suatu usaha dengon mempergunakan akal dan prinsip Kelogisan untuk mengeluarkan ketentuan hokum dari sumbernya. Misalnya adalah qiyas.yaitu ‘menyamakan hokum sesuatu yang tidak ada nask hukumnya dengan hhokum sesuatuyanglainatas dasar persamaanllt, Dalam menentukan persamaan digerlukan pemikiran, Artinya, pertimbangan akal diniai lebih baik bagi kehidupan masyarakat dan perorangan, Aliran-aliran teologi dalam islam semuanya memakai_ akal dalam menyelsaikan persoalan teologinya dan berpedoman kepada wahyu, yang membedakannya yatt: dalam derajat Kekuataan yang diberikan kepada akal dan dalam interpretasi_ mengenai teks al- Quran dan Hodis. Teolog yang berpendapat akal memiliki daya yang ‘kuat member interpretasi yang liberal mengenai teks ayat al-Quran, ddan hadits (terikat ayat qatlvi) sehingga dinamakan teologt liberal yang bebas berkehendak yang berpegang teguh pada Jogika namun sukar ditangkap golongan awam dan Teolog, yang berpendapat akal ‘memiliki daya yang lemah member interpretasi harfi/dekat mengenai teks ayat al-Quran dan hadits sehingga dinamakan teologi tadisional yang terbatas dalam berkehendak yang berpegang pada arti barf dan Kurang menggunakan logika namun mudah diterima kawm awam, Begitupun madzhab-madzhab dalam figih adanya perbedaan dikarenakan kemampuan akal dalam menginterpretasikan teks Al- Quran dan Healts. Hobungan Hmu Kalam Dengan Ima Aqidah Timu Aqidah adalah yang membicarakan perkara-perkara_yang berkaitan keyakinan terhadap Allah swt dan sifat-sifat_kesem purnaanya. Dr. MUHAMMAD HASBI | 19 9. Hubungan Hlmu Kalam Dengan Syariah/Hukum Syariah adalah seluruby sjaran islam yang berupa norma-norma ilahiyah, baik yang mengatur tingkah faku batin (ystem kepercayaan) ‘maupun tingkah laku konkrit (legal-formal) yang individual dan kolektif. imu kalam juga membahas tentang syariah. 20) ium KALAM BAB II ALIRAN KHAWARIJS A. Sejarah Munculnya Khawarij Aliran Khawarij muncul Ketika peperangan memuncak antara pasukan Ali dan pasukan Muaviyah yang merasa terdesak, maka Mi merencanakan untuk mundus, tetapi dibanta dengan adanya pemikiran yang ideal untuk melakukan arbitrase yang menimbulkan perpecahan pada pasukan Ali vial Sekelompok orang dari pasukan Khawarij menuntut Ali agar ia ‘menerima usulan arbitrase, maka dengan terpaksa ia menetima ustlan tersebut, Mereka bakan arbitrase, Tetapi mereka masib menyalahkan Ali, kata Mereka: "Kam sala, {etapi mengapa engkau ikut perkataan kami, padahalengkau tah kami salah, Scbagai seorang khalifah, harus mempunyai pandangan yang jauh, melebihi pralangan kami, dan pendapat yong lebih tepat davi pendapat kami Dan juga Abu‘Ala al-Maududi dalam bukunya al-Khalif wa al- Mull menjelaskan bahuwa sejarah munculnya kelompok Khawarij adalah pada ‘waktu perang Shiffin ketika Ali dan Muawiyah menyetujui penunjukan dua ‘orang hakim sebagai penengah guna menyelesaikan pertikaian yang ada diantara keduanya, Sebenarnya sampai saat ini mereka adalah pendukung lak mengakui bahwa mereka tadinya menerima 7 Ahmed Sabi, ak Tarik ation yx al-Harat ak-tlamiyah, diterjemahkan oleh ‘Muchiae Yahya Jegan judul Soja dan Kebuaayaan Islan, Cet. 1, (kart: Pustaks alssn, 1983), hn. 304 Dr. H. MUHAMMAD HASBI | 21 All. tetoptkemdian secaratiba-tiba, Mercka berbalikketikaberlangsungnya Faikim dan borkata kepada kedua tersebut: "Kalian semuanya telah menjadi Kylir dengan memperhakinkan manusia sebagai ganti Allah diantara mereka" Hegitupan dengan ‘Thaib Abdul Muin, menjelaskan bahwa Khawarij Limbul setelah pera hifi antora Ali dan Muawiyah, Peperangan itu diakhiri dengan gencatan senjata, untuk mengadakan perundingan antara Kedua bela pihak, Golongan Khawarij adalah_pengil ‘memisabkan diti dari pihak Ali, dan jadilah penentang Ali dan Muawiyah, ‘mereka mengatakan Ali tidak konsekuen dalam membela kebenaran, Dalam aliran ini timbul dalam beberapa perpect ‘Tetapi dalam garis pokoknya, telap pada persamaan pend 1, Bahwa Ali, Usman dan orang-orang yang urut dalam peperangan Jamal, dan orang-orang yang setuju adanya perunding Ali dan Muawiyah, semua dilakukan orang kafir. in antara 2. Bahwa setiap umat Muhammad yang terus menerus berbuat ddosa besar, hingga matinya belum taubat, hukumnya kafir dan akan kekal dalam nerakea, 3. Bahwa boleh keluar dan tidak mematuhi aturan-aturan kepala negara bila ernyata aturan itu seorang yang dzalim atau khianat Kaum Khawarij bukan saja meninggalkan Ali, babkan berani pula ‘mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa dengan mengkafirkan Ali dan menghalalkan darah kaum muslimin, Khawarij tidak hanya ditandai dengan kuatnya berpegang pada makna tekstual Iafar-lafaz,tetapi juga dengan kegemaran menembus tawanan Perang. Cinta mati dan siap menghadapi resiko bahaya hanya. Karena hal-hal yang tidak prinsipil, sebahagian mereka kadang menjadi nekad ‘hanya karena kecerobohan dan kacaunya motif-motif mendasari tindakan ‘mereka 7 Laat, Abu Ala a-Maudue, ALM wx ol: Mul diterjemahkan oleh Mohamad al-Dagla, Cet. 1V, Bandung: Mizan, 1995), him, 275. 2 Lihat Ma Abvil Muin, Hm Kelana, (Joka: Bani Rest, 2006), him. 98 + tid © Abu Zahra, Tarik a Mazahib a-lamiah, Diterjemabkan Oleh Abducahman Dablan 22 | 1LMU KALAMA Para pengikut kelompok Khawarj pada umumnya terdiri atas orang- ‘orang, Arab pegunungan yang ceroboh dan berpikiran dangkal. Sebenarnya penganut aliran Khavarij banyak ikhlas dalam beragama, tetapi keikhlasan dalam beragama, atau dengan kata lain keikhlasan mereka dlibarengi dengan -esempatan berpikr yang hanya tertuju kepada satu arah tertentu saja Islam masuk ke lubuk hati mereka bercampingan dengan kepicikan berpikirdan imajinasi mereka sertajauhnya mereka dari ilmu pengetahuan, Daci sejumlah persoalan itu, muncullah jiwa yang beriman dan fanatik (Karena pola pikir yang picik), bersikap gigih (karena sesuai dengan alam padang pasir yang ganas), tidak cinta dunia atau zuhud, karena memang khidupan mereka miskin ® Kaum Khawarij mempunyai sikap yang berlebihan schingga mereka ‘mengkafirkan siapa saja yang berdiri diluar golongan mereka. Di samping itu, mereka mentntut sekeras-kerasnys, supayapemerintah dibentuk secara republik, Yang menentang pendirian inipun, mereka anggap kafi pula, Pemahaman semacam ini sudah tertanan dalam benak mereka dan ‘baru dapat dilumpahkan setelah berkobarnya api peperangan yang banyak seks bertebaran di pi ‘menelan korban kaum mustimin, Akhienya mereka lari Kocar-kacir pinggir negeri Islam, Dengan demikian kemunculan Khawar dengan perhelatan polifik dalam hal pengangkatan khalifab yang pada gilirannya menjadikan peristiwa perang, kemudian diakhiri dengan arbitrase. Arbitrase inilah yang menjadi awal dari pada keluarnya para pendukung Ali yang selanjutnya disebut sebagai Khawarij B. Pengertian Khawarij Pengertian Khawarij berkaitan dengan predikat yang disanda kepadanya yakni Khawarij itu sendiri, al-mudtakkimah, syurah, al-marigah dan havuriyah. Nama Khawarij berasal dari kata kharaja @*) yang berarti keluar, Nama itu diberikan kepada mereka yang keluar dari barisan al ‘dan Abad Qarib dengan judul Anan Poi dan Agia alarm Ikan Ct (kat ‘Logos Publishing Eouse, 1996), him. 65. © Abul bl. 67. Muhammad Abdub, Risla Tauhid Ct X, (Jakarta: Bulan Bintang, 1996) him 13. Dr. H. MUHAMMAD HASBI | 23 Ali, Tetapi ada pula pendapat yang mengatakan bahwa pemberian nama itu didasarkan pada ayat 100 dari surah al-Nisa (4) yang di dalamn disebutkan: “keluar dari rumah lari epade Allah dan Rasul-Nya” Dengan demikian, kaum Khawarij memandang diri mereka sebagai orang yang ‘meninggalkan rumah dari kampung halamannya untok mengabdikan dei kepada Allah dan Rasul-Nya.’ Adapun teks yang dimaksud adalah: “Barangsipa keluar dari rumalnya dengan maksud berhijral kepada Allah dan Rasul-Nya, kenudian kematian menimpanya (sebelum x ke tempat yang dituja), maka sugguk tetap pahalanya di sist Alla? Nama lain dari Khawarij adalah al-muhakkimah yang berasal dari semboyan mereka yang terkenal la frskma ila Alla (Viada Tuhan kecuali hhukum Allah) atau fa hakama ila Allah (tidak ada pembuat hukum kecuali Allah). Berdasarkan alasan inilah mereka menolak Keputusan Ali, Yang bberhak menmutuskan perkara hanya Allah swt. bukan arbitrase sebagaimana yang dijalankan oleh Ali!” Namun ada juge yang mengemukakan bahwa kaum Khawarij juga menyebut dirinya syurah berasal dari kata dasar yasyri (menjual) yang, berart golongan yang mengorbankan (menjual) dirinya untuk Allah!* Dan inipun terdapat secara tekstual dalam al-Qur'an surah al-Bagarah (2) ayat 207 yang berbunyi: Std A yl a) "Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan (menjual) dirinya karena mencar’keridhiaan Allah?” Tali Ila, Alvan-Ainen, Sera Anaisa Dan Perbandingan, Cet I. Jakarta: Universitas Indonesia Pres, 2002), hm. 13. sama Ri op. cl "© Dewan Redakst Ensikloped Baru Van Hoeve, 194) hl, 47 "Harun Nasation, occ epartenen Agata, of 50 wsikoped lan 1, Cat Makara: PT Hae 24 | LMU KALA, Khawarij dinanakan juga dengan al-marigal karena dianggap telah kkeluar dari agama, yang berasal dari kata maraga yang berarti anak panab keluar dari busurnya, Nama ini diberikan oleh lawan-lawan mereka.” Nama Jain Khavarij adalah haruriah dari kata harura, salah satu desa yang terletak di dekat kota Kufah Irak, Di tempat inilah mereka yang, ada pada waktu itu berjumbh dua belas ribu orang, berkumpul setelah ‘memisahkan diri dari Aliyang kemudian mengangkat Abdullah Ibn Wahab al-Rasyibi sebagai imam mereka. Sebagai wojud rasa penyesalannya kepada Ali yang menerima arbitrase tersebut CC. Pokok-Pokok Ajaran Khawarij Pada uraian selanjutnya akan dikemukakan pokok-pokok ajaran Khawarij yang merupakan manifestasi dari teknis dan kepicikan berpikir serta kebencian terhadap suku Queaisy dan semua kabilah mudhar,yaitu: n Khalifah akan sah jika berdasarkan pemilihan yang benat-benar bebas dan dilakukan oleh semua umat Islam tanpa riminasi, Seorang Khalifah tetap pada jabatannya selama ia Derlaku adil, melaksanakan syariat, serta jouh dari kesalahan dan penyelewengar. ka ia menyimpang, ia wajibdijatuhkan dark jabatannya atau dibunuh, 2, Jabatan Khalifa bukan hak khusus keluarga Arab tertentu, bukan monopoli suku Quraisy sebagaimana dianut oleh golongan lain, bukan pula Khusus o:ang Arab dengan menafikan bangsa lain, melainkan semua bangs: mempunyai hak yang sama. Bahkan Khawarij mengutamakan non-Quraisy untuk memegang jabatan khalifah Alasannya, apabila seorang Khalifah melakukan penyelewengan dan imelanggar syacfat akan mudah dijatuhkan tanpa ada fanatisme yang mempertahankannya atau keturunan keluarga yang mewarisinya 3. Pengangkatan Khalifah tidak dipertukan jikamasyarakat dapat rmenyelesaikan masalah-masalah mereka. Pengangkatan khalifah bukan suatu Kkewajiban berdasarkan syars tetapi hanya bersifat Dewan Reda foc cit Dr. H. MUHAMMAD HASBI | 25 Kebolehan, Kalaupun pengangkatan itu. wajib, maka kewajiban itu berdasarkan kemaslahatan dan kebutuhan. 4, Orang yang berdosa adalah kafir, Mereka tidak membedakan antara satu dosa dengan dosa yang lain, bahkan kesalahan berpendapat merupakan dosa,jika pendapat itu bertentangan dengan kebenaran, 5. Orang-orang yang terlibat dalam perang Jamal (perang antara para pelaku Aisyah, ‘Thalhah, dan Zubair, dengan Ali bin Abi ‘Thalib) dan para pelaku tablkim termasuk yang menerima dan membenarkannya slibukunn kati. Pokok ajaran tersebut di atas, membuat kaum Khawarlj keluar dari ‘mayoritas tumat Islam, Mereka memandang orang yang berbeda paham dengannya telah menjadi kati. Berdasarkan pendapat-pendapat khawarij di atas, maka perlu mengemukakan sebahagian dalil-dalil yang dipakai untuk mendasari alr pikiran mereka, antara lain Firman Allah dalam al-Qur’an surah al-Maidah (S)ayat 44-45. OYA A BG MN Opi ey Ss A 5 “Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunken Allah, maka mereka itu adalah orang-ornng yang kai? ec unig we. cad & Ha ac ann OyedUalh GS Beh G MW OBI Ly SSS A 5 “Barangsiapa tidak memutusan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itw adalah orang-orang yang dealin.” Dengan kemampuan nalar mereka memahami ayat di atas secara {ekstual mengkafirkan Ali, ‘thalahah, dan Zubair, dan para tokoh lai arena menerinva arbitvase tidak bedasarkan al-Qur‘an, 1 Abu Zalah, op ci. hl. 6 © Departemen Agana Ri, ALQur;an Dan Teyjemshnys, (Mumma al-Malik Fab Tibia Mushal Avy Syari Madinah Muaewarah th), 167 26 | ILMU KALA Secara_umum, ajaran-ajaranpokok golongan ini adalah kaum. _musfimin yang berbaat dosa besar adalah Kafr. Kemudian, kaum mushimin yang terlibat dalam perang jamal, yakni perang antara Aisyiah, Thalhah, ddan dan Zubair melawan Ali bin Abi Thalib dihukumi kafi, Koum Khawarij memutuskan untuk membunuh mereka berempat tetapi hanya berhasil membunuh Ali, Menurut mereka Khalifah harus dipilih rakyat serta tidak harus dari keturunan Nabi Muhammad SAW dan tidak mesti keturunan holifah Quraisy. Jad, seorang muslim dari golongan manapun bisa menjad asalkan mampu memimpin dengan benar. Dalam upaya kafir mengkafirkan ini, terdapat suatu golongan yang menolak ajaran kaum Khawarij yang mengkafirkan orang mukmin yang rmelakukan dosa besar. Schingga mereka membentuk sautu golongan yang. menolak ajaran pengkafiran tersebut, golongan ini disebut dengan golangan Musab, Berikut pokok-pokok doktrin ajaran aliran Khawarij 1. Setiap ummat Muhammad yang terus menerus melakukan dosa besar hingga matinya belum melakukan tobat, maka dihukumkan kafirserta kekal dalam neraka. 2, Membolehkan tidak mematuhi aturan-aturan kepala negara, bila kepala negara tersebut Khianat dan zalim, 3. Ada faham bahwa amal soleh merupakan bagian essensial dari man, Olsh Karena itu, para pelaku dosa besar tidak bisa lagi disebut muslim, tetapi kafir, Dengan latar belakang watak dan karakter kerasnya, mereka selalu. melancarkan jihad (perang suci) kepada pemerintah yang berkuasa dan masyarakat pada tumumnya 4, Keimanan itu tidak diperlukan tka masyarakat dapat rmenyelestikan masalahnya sendiri, Namun demikian, Karena pada umumnya ja tidak bisa memecahkan masalahnya, kaum Khawarij mewajibkan semua manusia untuk berpegang kepada ksimanan, apakah dalam berfikir, maupun dalam segala perbuatannya. Apabila segala tindakannya itu tidak didasarkan nya dihukumkan kafir kepada keimanan, maka konsekwen: ir. H. MUHAMMAD HASBI | 27 Dengan mengutip beb apa ayat AL-Quran, mereka berusaha untuk Anenpropoganddakan pemikiran-pemikiran politis yang berimplikasi ils, sebayalmana tercerm dibawah ini ‘Mengakui kekholifahan Abu Bakar dan U dan Ali, juga orang-orang. yang dipandiang telah berdosa, Dosa dalam pandangan mereka sama dengan kekufuran, Mereka mengkafirkan setiap pelaku dosa besar apabila ia tidak bertobat, Dari sinilah muncul term “kafic” dalam fahamn kaum Khawari Khalifah tidak sah, Kecuali melalui pemilihan bebas diantara kaum muslimin, Oleh karenanya, mereka menolak pandangan bahwa khalifah harus dari suku Quraisy. :sedangkan Usman dalam “Perang. Unta’, Ketaatan kepada khalifah adalah waji, sclama berada pada jalan kkeadilan dan kebaikan. fika menyimpang, wajib diperangi dan babkan dibunubaya, Mereka menerima Al Quran sebagai salah satu sumber diantara sumber-sumber hukum Islam, Khalifah sebelum Ali(Abu Bakar, Um: tetapi setelah tahun ke-7 kekhalifal telah menyeleweng. Kholifah Ali adalah sah, tetapi dianggap telah menyeleweng. ‘Mufawiyah dan Amr bin Al-Asy dan Abu Musa Al-Asyari juga dianggap menyeleweng dan telah menjacl kafit, rdan Ustman) adalah sab, wnnya Ulsman ra, dianggap telah terjadi arbitras (talkin) Selain pemikiran-pemikiran politis yang berimplikasi teologis, kaum Khawarij juga memiliki pandangan atau pemikiran (doktrin-doktrin) «alam bidang sosial yang berorientasi pada tcologi, sebagaimana tercermin dalam pemikiran-pemikiran sebagai berikut 1 Seorang yang berdosa besar tidak lagi disebut muslim, schingga harus dibunub, Yang sangat anarkis lagi, mereka menganggap seorang muslim bisa menjadi kafir apabila tidak mau membunuh muslim lain yang telah dianggap kalir dengan resiko ia nenanggung beban harus dilenyapkan pula, 28] LMU KALAM Setiap muslim harus berhijrah dan bergabung dengan golongan mereka, bila tidak ia wajib diperangi karena dianggap hidup dt negara musub, sedangkan golongan mereka dianggap berada dalam negeri islam, Sescorang harus menghindar dari pimpinan yang menyeleweng, ‘Adanya waiad dan wa'id (orang yang baik harus masuk kedalam, surga, sedangkan orang yang jahat harus masuk neraka), ‘Amar maruf nahi munkar, Manusia bebas memutuskan perbuatannya bukan dari than, Al-Qur'an adalah makhluk, Memalingkan ayat-ayat AI Quran yang bersifat mutasyabihiat (samar) Jai secara unum pokok ajaran aliran Khawarij adalah (Orang Islam yang melakukan Dosa besar adalah kafirs dan harus, dibunuh rang-orang yang terlibat dalam perang jamal (perang antara Aisyaly ‘alba, dan aubaie, dengan Ali bin abi tahAlib) dan p uk yangmenerima dan mambenarkannya pelakutaakim—ter ~ di hukum kafir Khalifa harus dipilih langsung oleh rakyat. Khalifa tidak harus keturunan Arab, Dengan demikian setiap ‘orang muslim bethak menjadi Khalifah apabila suda memenuhi syorat-syarat. Khalifa di pilib secara permanen selama yang bersangkutan bersikap adil dan menjalankan syariat islam, dan di jatubi hhukuman bunuh bila zhalim. Khalifahsebelum Aliadala sah, ttapisetelah tahun ke tujuh dari nya Usman ta dianggap telah menyeleweng, fahkim masa kekalifal Khalifah Ali dianggap menyelewang setelah terjadi (Arbitrase). Dr. H. MUHAMMAD HASBI | 29 D. Sekte-sekte Khawarij Sclanjutnya dikemukakan sekte-sekte Khawarij,antara AlMuhakkimab, yaitu Khawarij asli, pengikut-pengikut Ali, ‘Muawiyah dan kedua perantara Amr ibn Ash dan Abu Musa al-Asyani dan semua orang yang menyetujui arbitrase bersalah ddan menjadi kafir. Slanjutnya hukum kafir ini meteka huaskan, artinya termasuk di dalamnya tiap orang berbuat dosa besar, Azarigah dapat menyustn barisan baru tokobnya adalah Naf ibn al-Asraq. Menurut al-Bagdadi, pengikutnya lebih dati dua puluh ‘orang, daerah kekuasaannya terletak di perbatasan Irak dan Tran, Sub sekte ini sikapnya lebih radial dari al-Muhalkkimah, mereka dak memahami term kafir, tetapi term musyrik (polytheys) dosa besar lebih besar dari Kafr ALNadjah, tokohnya adalah Nadjah sbnu Amir al-Hanafi Yamanmah dan Abu Fadaik. Konsep ajarannya antara h ~ Orang yang mengerjakan dosa besar betul akan mendapat aan, tetapi bukan dalam neraka, dan kemudian akan masuk surga, ~ Setiap orang wajib mengetabui Allah dan Rasul-Nya dan percaya seluruh apa yang diwahyukan Allah, ~ Dalam lapangan politik berpendapat bahwa Imam perlu hanya jlka maslahat menghendaki demikian Ajavidah, pengikut dari Abd al-Karim ibn Ajrad dan merupakan salah satu teman dati Atah al-Hanafi, dan merupakan sekle yang lebih Junak dengan ajaran: = Berhijrah bukantah kewajiban tetapi merupakan kebajikan, boleh tinggal di Iuar daerah kekuaszan dan tidak dianggap kafir. ~ Tidak mengakui adanya surah Yusufdalam al-Quran, sebab al-Quran adalah kitab suci tidak mungkin mengandung cerita cinta di dalamnya Suftiah tokohnya adalah Zain ibn al-Asfar, Sekte ini hampir sama dengan golongan Azariqah (golongan eksteim), dengan konsep ajarannya: 301 LMU KALAM, That Horan Nasulion, opi = Orang suliiah tidak hijrah tidak dipandang kafir = Anak-anak kaum musyrik tidak boleh dibunuh, ~ Kafir dibagt dua kurf bi inkar al-nimah dan kurf bi inkar rububiyah, yaitu- mengingkari Tuban, Dengan demikian term kafir tidak selamanya harus berartiKeluar dari islam, Ab-badiyah, golongan ini yang paling moderat dari seluruh golongan Khawarij. Namanya diambil dari Abdullah ibn Ibad yang memisahikan diri dari golongan Azatigah, paham moderat mereka dapat cilihat dari ajarannya sebagai beriku = Orang Islam yang tidak sepaham dengan mereka bukanlah smusyrik tetapi kafir, Orang Islam demikian boleh diadakan hhubangan perkawinan dan hubungan warisan, syahadat ‘mereka dapat diterima, membunuh mereka adalah ha = Kampung Pemerintah (matskar) merupakan dar a-tauhid daerah orang yang meng-Esa-kan Tuhan, yang tidak boleh diperangi, hanya daerah dar al-kufr yang harus diperangi = Orang Islam yang berbuat dosa besar adlah Miaeahhid, yang meng-Esi-kan Tuhan tetapi bukan mokmin, dan kalanpun kafir hanya merupakan kafir al-ninah bukan kafir a-mi'lah, yaitu kafir agama, Jadi, mengerjakan dosa besa tidak membuat keluar dari Islam. Yang boteh dirampas dalam perang hanyalah kuda dan :mas dan perak harus dikembalikan kepada orang senjla ‘yang punya.!® Yaricliyyah, semula sekteini adalah pengikut sckteIbadiyah, tetopi emudian berpendapat bahwa Allah akan mengutus Rasul dari kalangan luar Arab yang akan diberi ktab yang menggantikan syariat Muhammad. Maimuniyyab, tokohnya adalsh Ma’mon al-Ajradi berbeda pendapa: dalam masalah pelunasan utang yang dikaitkan dengan kchendak Allah. Sekte ini membolehkan seseorang menikahi cucu perempuan dari anak laki-laki dan anak perempuan dari 9. 16-22, Dr. H. MUHAMMAD HASBI | 31 saudara dan anak perempuan dari saudara laki-laki dan saudara Perempuan. Alasannya bahwa al-Qur’an tidak menyebut wa ‘wanita dal ita kelompok wanita yang haram dinikahi, Mereka juga ‘mengingkari surah Yusuf dalam al- Qur'an karena surah ini berisi kkisah porno sehingga tidak pantas dinisbahkan kepada Allah, an sebenarnya mereka telah mencela Allah karena keyakinan mereka salah.” That, Abu Zahra op. city hl, 85 32) ILM KALAN BAB III ALIRAN SYIAH A. Sejarah Munculnya Syah Para sejaravan berbeda pendapat dalam menentakan ayval munculnya Syfah, Sebagian beranggapan baba Syi'ah telah ada semenjak masa Nabi, tepatnya pada perisiwa di Sagifah Bani Saidah. Ada pula yang mengatakan nunculnya Syiah di masa Usman, yang Jainnya lagi mengatakan bbahwa ia muncul pasca fahkin: dan terbunubnya ‘Ali, Bahkan ada yang, ‘mengatakan bahwa Syiah baru lahir setelah peristiwa di Padang Karbala. Dalam perjalanan sejarah umat Islam kelompok Syiah dinyatakan ‘sebagai mazhab politik yang pertama kali tampil dalam sejarah peradaban Islam? Untuk mengetahui sebab-sebab munculnya. dapat dilacak dari serentetan peristiwa yang terjadi mulai hari-hari pertama meninggalnya Rasulullah saw, yaitu pada peristiwa Sagifah, perang Jamal, perang Siffin, ddan tragedi Karbala Secarahistoris peristiwa Saqifah adalah peristiwa yang tak terpisahkan dengan kemunculan Syiah, sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa dengan terangkatnya. Abu Bakar al-Shiddiqi, ada sebagian kelompok yang merasakan bahwa hak kekuasaan Ali ibn Abi Thalib telah terampas, Sejarah bahwa ‘Said Agi Sia, Ausunnah Wal Jamal (Yoryakerta: LKFSM, 1997) him. 48. ‘Abu Zahra, Zariktrol- Masala tach, Dierjemalan Oleh Abliralynan Dab dan Ahmad Qarib dengan Jucul “Aira Politik da Agia dala an” Cel (karts ‘Logos Publishing House, 1996), him. 34 Dr, H. MUHAMMAD HASBI | 33 ‘mengungkapakan bahwa pada waktu itu umat Islam terbagi menjadi tiga _kelompok, yaitu kelompok Anshar yang. mencalonkan Saad ibn Ubadab, golongan Muhajirin mencalonkan Abu Bakar, dan Bani Hasyim ‘mencalonkan Aliibn Abi Thalib.2 Ini dapat dikatakan cikal kal tambuhnya sgolongan Syfah, Kalau dikembalikan pada penetapan istilah Sy di atas sgolongan atau faksi yang menginginkan ‘Ali dan keturunannya menjadi {khalifah, maka peristiwa di Sagifah Bani Saidah (632 M,) adalah aval dari Kelahiran Syah yang sekaligus menjadi awal kekalahan mereka. Sistem Pemiliban Khalifah pada saat itu dan kondisi sosiologis yang benar-benar ik menguntungkan pibak ‘Al, di mana pemilihan itu didasarkan pada sistem lama, yaitu mengikuti budaya patriarchal state, yang memperhatikan ‘masalah umur dan kelebihan-Kelebihan individu yang d itu, para pendukung ‘Ali bin Abi ‘Ihalib yang mayoritas berasald: Selatan banyak yang menyeberang ke pihak Abu Bakar karena terjadi perpecahan di dalamnya.s Versi lain mengatakan bahwa golongan Syiah muncul pada saat pemerintahan Usman ibn Affan dan berkembang pada masa pemerintahan Ali ibn Abi Thalib, Pada masa ini dapat disebutkan sebagai zaman pertama kealinya terjadi perang saudara, dan sekaligus zaman ini dapat juga disebut sebagai zaman baru dalam sejarah perkembangan Syiah.* Setelah Ali ra, walat (41 H./661 M.) terjadilah pertarungan berebut Kekuasaan antara pendukung Ali ibn Abi ‘Thalib dengan pendukung Muawsiyah ibn Abi Sofyan yang jika dilihat dari segi lokasi pendukung merupakan pertarungan antara penduduk Irak (Ali) dengan penduduk Syiria (Muawiyah), Orang-orang Kufah menuntut agar jabatan keimanan telap dipegang olch keluarga Ali ibn Abi Thalib (ah! al-Bait). Mereka merealisasikan tuntutannya dengan mengangkat Hasan putra Alt ibn Abi ‘Thali sebagai Khalifah (imam), Peristiwa pengangkat kkhalfah ini yang menjadi awal doktrin politik Syiah? Hasan sebagai Sidi, Sih dan Khawari dala Perspeki Sjaa Yogyakarta: PLP2M, 1955), him. 9 "san Pbrahimn Hasan, Tait a-Daulaha-Fatinpo, (esi: Maltazama, 1958, hn. 3. SEM Jali, Dari Seif samp nama, (BasaonPastoka Hidayty, 1983), hl i ‘Alou Zahra op cits hm 34 Faalur Rahman, fda, (Neus York: Anchor Books, 1988) hm. 208| 34 | uMu Kala Setelah Husain wafat-di padang Karbala, kelompok Syfah terpecah ‘menjadi dua sekte, penyebabnya ialah Karena Husain tidak meninggalkan pputra yang telah dewasa, Maka timbul pertanyaan apakah putea yang belum devasa bethak (sah) untuk menduduki jabatan imam, Golongan pertama mengatakan sah Karena dalam keadsan darurat, sebab Ali a tidak dari garis keturunan Nabi melal ‘meninggalkan putra atau keturunan l Fatimah, Golongan ini dinamakan golongan Imamiyah. Golongan kedua rmengatakan tidak sah, olch Karena itu mereka mencari putra Ali ra yang Inin yang telah dewass, walaupun dalam diri orang ita tidak mengalir darah Nabi Muhammad sav, Karena itu mereka menemukan putra Ali yang lain, yaity Muhammad Ali Hanafigh yang lahir dati seseorang perempuan d kalangan Bani Hanaiah, Golongan ini dinamakan Kaisaniyal.* Dari kedua golongan ini dalam perjalanan sejarahnya berkembang menjadi beberapa sekte. Dan Syfah texpecah menjadi Syiah Imamiyah (Ista Asyariyah), al Ghaliyah (Ghoilat),al-Zaidiyah? B. Pengertian Syah Kata Syiah berasal dari kata Arab yang mempunyai dua pengerti yaitu- menunjukkan arti “saling menolong” dan menunjukkan a “menyiarkan dan menyebarkan’" Ada juga yang mengatakan bahwa Syiah berartisahabat atau pengikut ‘Abu Bakar Acch mengatakan bahwa term Syfah pada masa Nabi ipergunakan untuk menamakan empat sahabat Nabi, yaitu Salman al- Farizi al-GI igdad ibn Aswad al-Kindi, dan Ama Kata Syiah dikemukakan dengan pengikut-pengikut nya.” Syiah adalah suatu golongan dalam Islam yang beranggapan bahwa ‘Aliibn Abi Thalib re, adalah orang yang berhak menjadi khalifah pengganti APS aia a Mil Ka: Msn Habs, 1471/1968 s+ Ala Hatn Ahad bn Fs Mijn Moy beg, (Mes Mata 0 Aivfauie ne Rebagen Mase th sane dan an, CM s+ fan ht Deer ay of yin Bg wo arg, Paiste: Mart a “jam Sua 0419, Dr. H. MUHAMMAD ASB! | 35, Nabi Muhammad saw. yang berdasarkan wasiat, Menurut McDonald bahwa para pengikut Ali atau yong mendukung Ali tidak pernah mau ‘menerima penamaan diri mereka dengan Syiah sebagai satu golongan atau sekte, kaum Sunnilah yang memberikan Syiah kepada mereka itu sebagai ejekan.”Tetapi menurut Montgomery Watt, penamaan Syiah terhadap para _pendukung Ali itu bukanlah diciptakan oleh lawan-lawan mereka termasuik kaum Sunni namun oleh mereka sendi ‘Tetlepas dari kedua perbedaan pendapat tersebut, pada saat sekarang Penamsan Syiah telah menjerumus kepada pengertian tersendliti yakni nama ba npok orang yang menjadi pengikut atau pendukung Ali ibn Abi Thalib ra. Syekh al-Syahrastani mengemukakan bahwa Syi'ah adalah nama kelompok bagi mereka yang menjadi pengikut Saiyyidina Al +a, dan berpendivian keimanan atau Kekhabifahan it adalah berdasarkan pengangkatan dan pendelegasian (Nash dan Wasiya), dilakukan secara ppercaya bahiva keim Walaupunal-Syah Ali patut pula diperhatikan bahwa di juga mereka yang berpendirian babwa keimanan kan Syrah sebagai nama pengikut dalam golongan Syfah itu termasuke berada dalam tangen Ali ibm Abi Thalib dalam atti yang lebih Iuas, Dalam hal ini, mereka tidak ‘membatasi bahwa yang berhak menjadi imam adalah keturonan Ali ibn Abi ‘halily dari istrinya yang lain, mereka memperluas keseluruhan Bani Hasyim."* Dari beberapa pengertian yang telah dikemukakan di atas, ddapatlah diambil suatu kesimpulan bahwa term Syiah dipergunakan untuk pendukung Alidan Afilu Bait, C._Sekte-sekte Syiah dan Para Tokohnya Sebagaimana telah di perkembangannya pecah menjadi beberapa sekte,antara lain 7 Danson Me Donal, Dahormen of MislinTelogy Yariporeneco Koni ‘Theory, (New York: Russel, 1965), hlm. 19. aon ‘em Wdonigomery Wat The Forma eo Mui: Tg (dab Th Universit ‘Press, 1973), him. 1 i sil seme « © Babin. of Noureweaman Siig. Syd don Khar doko Pepe Seah (Yogyaart: PLP2M, 1995), him. 7 " ee 36 | MU KALAM, 1, Syah Imamiyah (Istna Asyiariyah) Penamaan sekle ini tera imam yang mereka percayai, yakni dua belas tersebut, sekte ini discbut juga dengan nama Jafariyah, Karena sekte int ‘mereka nasabkan kepada sjaran-ajaran yang dikembangkan oleh Imam Jafar Muhammad Shadig.” Selain itu, sekte ini juga disebut imamiyah, arena Ali ibn Abi Thalib dan keturunannya yang berhak menjadi imam, serta percaya bahwa umat manusia harus selalu mempuny imam dan mereka percaya akan datangnya imam Mahdi setelah bersembunyi bebe-apa saat lamanya, lah dua belas imam yang apa yang, ditujukan oleh jumlah m terakhie.Selain nama ipercayai adalah sebagai Adapun ju berikut : 1. Hasan ibn Ali ibn AbiThalub 2. Zainal Abidin ibn Husain 3. Muhammad ibn Ali Bagir 4 5. Jatfar Muhammad Sabiq ‘Musa bin Jafar a 6. Aliiba Masa 7. ALRidha 8. Muhammad ibn al-Jawad 9. Alibin Muhammad 10. ALiadiy LL, Al-Hasan ibn Alial-Azkariy 12, Muhammad bin Hasan al-Munthasar (a-Mahdi."" dim Pada Muhammad ibn Hasan al-Monthasar (al-Mabdi) berhentilah sm-imam nyata, Karena Muhammad ibn Hasan al-Munthasar tidak meninggalkan keturunan. Ia diyakini bersembunyi dari pandangan ‘umum hanya dapat ditemui oleh orang-orang khusus. Dalam perjalanan sejarahnya Syfah Imamiyah terpecah menjadi ‘dua seKte, yaitu Syfah Ismaiiyah dan Syish Istna Asyariyah, Perpecahan lerjadi setelah meninggalnya imam Jafar Muhammad Sadiq, Syiah Nourouzaman Sid, op. cit lm. 15 than Mahl Dake, oi, hm. 269 Dr. H. MUHAMMAD HASBI | 37 Ismailiyah berpandangan bahwa imam yang ketujuh adalah jatuh pada Ismail dan inilah imam-imam yang nyata. Karena itu, sekte ini juga disebut dengan Syiah Sabei." Sedangkan sekte Syiah Istna Asyariyah berpendapat balwa Jafar ‘Muhammad Sadiq tidak pernah menyerahkan jabatannya kepada putranya yang tertua yaita Ismail, tetapi abatan ita diserahkan kepada Musa ibn Jafar al-Qadim, Alasannya adalah Ismail telah meninggal lebih awal dari pada ayahnya, jadi tidak logis kalau imam diserahkan kepada yang lebih dahl ‘meninggal, dan bahwa imam Jafar sampai akhir hayatnya tetap memegang imam, karena ita Ismail tidak berhak mendapatjabatan imam2* 2. Syi'ah Ghulat Dipenghujung pemerintahan Khs kan Syiah mula fah Usman (644-656 M), gerakan. gera pil dipermukaan dan menjadi suatu gerakan yang kkuat, Dalam situasi yang tidak menentu, ditambah lagi tersebarnya fitnah ke khalifah Usman, tiba-tiba muncul sosok pria masuk Islam bernama Abdullah ibn Sabai" Dengan mencermati kondisi seperti itu, Abdullah ibn Saba’ memicu untuk melahirkan gagasan yang bisa dijadikan dasar dalam rangka menarik perhatian masyarakat Islam saat i, Abdullah ibn Saba’ menindaklanjuti_gagason-gagasannya dengan berlindung dibalik kebesaran Islam, kemudian mengambil dua langkah penting dengan dua sasaran pokok 4 Mengorganisir Kaum oposisi dengan slogan mencintai serta mendukung all al-bait dengan tujuan tereiptanya simpati dari kaum maslimin, b. Mengadakan asimilasi pendapat dari filsafat dalam alan fikiran Syah, membuat tiwayat-riwayat, hadis-hadis seria menaburkan benih-benih pikiran sesat kemuclian dianggap sebagai pandangan Syfah? = Wooresaman i = Muth "Abul Ibn Sabi digs Hert ert drt Klompok penta Yau yn sergfs nak la suk memset pan pkey Taodiny dengan tues ‘menghancuan wnat ss il dlam- A Min a Navn Slarth dan Dodane buen Sa A ab kh sham Tm Tena (tp 1988) hm 30, » MCTihir€ Main thn aan ogysartas tp tah) him 30 op. cit, him. 16 38] LMU KALAM Keuletan Abdulah ibn Saba’ dalam mengaktualisasikan langkah- langkahnya diapresiast kawn mus Pada perkembangan sejarahnya tercatat sebagai peletak batu pertama paham Sabaiyah yang dikenal ‘dengan mazhab Syiah ekstrim (Ghulat). Keckstrimannya dapat dipahami keetika dialog, Ali dengan Abdullah ibn Saba. Abdullah ibn Saba’ berkata kepada Ali: anta-ante yaitu ante Allah, Maksudnya kata-kata in, engkaulah (ayyidina Ali sesungguhnya bersifat Tuan). Mendengar kata-kata tersebut ‘Ali tersentak dan marah kemudian Abdullah ibn Saba’ diasingkan ke Madain.? ‘Agaknya Syiak ghulat ekstrim terlalu berlebihan_menempatkan Kaldah elal ath satu sistem alt pikir yang digunakan oleh saabat Resalalah save dalam menempatkan sean pada tempatnya. Dengan dasa wawasan Kalamiyah etek mengurut 1 Tuan 2. Nabinys, 3. Kelompok manusasecara "Nb. Husain Syrafuddin a- Muses, ALFusil ab Mahiounal if l-Umma, alin ahosa Mublin dengan judl B-iouPenting If Su! Spa, (Bandung: tp. 1991), Nim, 58. A’ Syalabi, Masa Tarik a- eon a a-adarat al-llamiyah, lh bahasa Mubtar “Yiys dengan jal Sear dan Kebudayaan Islay (Jakante:Jaya Maru, 2h), 129 Dr. H. MUHAMMAD HASBI | 39 Pada perkembangan selanjutnya, Syiah Ghulat terpecah beberap golongan. Al-Syahrastani membagi Syfah Ghulat ke dalam 11 (sebelas) sgolongan yaitu: 1) al-Sabaiyah, 2) al-Kamiliyah, 3) al-Baliyah, 4) al- Mughiriyah, 5) al-Mansuriyah, 6) al-Khattabiya, 7) al-Kayalyah, 8) al- Hisyamiyah, 9) al-Nu’maniyah, 10) al-Yanusiyah, dan 11) al-Nusairiyah® Sylah Ghulat dalam perkembangannya termasuk golongan ec Dalameatatansejarah dinyatakanbahwa, setelah kaummuslimin memahami berbagai macam kesesatan Syiah Ghulat, secara terpaksa atau tidak mereka Linggalkan sekte ini dan akienya banyak yang berakhierivayat hidupnya ‘dan hanya mempunyai pengikut sedikit sekali 3. Syah Zaidiyah Syl tidak mengalami perpecahan selama masa tiga imam, yaitu Ali ‘bn Abi Thal, Hasan ibn Ali dan Husain, Akan ttap,setlahteyjadinya Peristiwa Karbala dengan menewaskan Husain tanggal 10 Muharram 68 1/687 M. maka mulailah timbul perpecahan, Kelompok pertama berpendirian bahwa imam keempatlah patra Husain yaitu Ali Zainal ibn al-Sajjaah, Kendati pun ia belum dewasa, karena keadsan darurat sebab idak meninggalkan keturunan dari garis Nabi savy. melalui Zabra, mah al- Sementara kelompok kedua percaya bahwa imam keempat adalah putera Alf ibn Abi Thalib yang telah dewasa yakni Muhammad ibn Hanifah Pputera Alt sbn Abi‘Thalib yang dilahirkan dai seorang perempuan dati Bani Hanalah, Jad secara heriditas ia tidak mempunyai bubungan darah dengan Nabi saw. Golongan ini disebut Kaisaniyah.™ Setelah kem: ian imam al-Sajjadah terjadi lagi Kemelut dalam tubuh Syfah, Kelompok pertama memilih putera al-Sajadah yang bernama Muhammad al-Bagir sebagai imam kelima, Sementara imam kedua memili 23 id al-Syahid putera al-Sajjadah yang lain yang dikenal dengan, ni opt, Nm. 174-188 Bandingkan dengan Abe al-tasan al-Asy'i ‘lamiyyin, Cet 1 (Kaira; Makatabah sl-Nabwah at Misriyay, 1950), ive 2 A.Syalabi toe, hm, 129 Duncan Me, Donald oct lm. 3 ‘Manavse Syarali,ilam dan Tatenegar, Scr dan Poiiran (Jaksea:UI-Press, 1990), 40 | IMU KALAMA -ngan demikian yah Zaidiyahadalah penisbahan kepada penditinya ‘Zan Ab Haan in Alin Tsai dan syahid tahun 122 H, Zaid di bafat di Kufah pada masa kekalifahan Hisyam ibn Abd, Malik. Dalam perjlanan sejrshnya ‘ah ini mengalami berbagai tekanan dan provokasi dari pibak penguasa (DinastiUnayah). Akibat pendirian mereka yang mengharuskan berjuang untuk mercbut kekuassan. Hal ini dapat dilibat pada Perea yang mereka lakukan seperti pada pertempuran melayran pasukan Yusul dliakhiri dengan wafatnya imam Za n Umar, Di mana pertempuran ‘oleh ganasnya pasukan pemerintah di Ku Yahya menggantikar kedudukan ayahnya, ia menyusun kekwatan kemudian ‘mengumumkan pemberontakan tapi akhirnya ia pun menemui nasib yang, ada tahun 125 H. (masa wa dengan ayahrya, Ia tewas dan dibakar pada t penesintahan Malt bn Yai Penggantinya Muhammad fbn Abdullah jung pedang Isa Ibn pemerintah: ibm Hasan ibn al-Hasan (cucu Nabi save) yang te Mahan (pasukan al- Mansur). Penggantinya yaitu saudaranya yang bernama Ibrahim yang juga tewas dalam sebuah pemberontakan terhadap Khali al-Mansur pada tahun 145 1. Kekosongan pemimpin dalamaliran Zaidiyah inisempat menimbulkan kekacatian hingga munculnya Nasir al-Utrusi seorang keturunan saudara laki-laki Zaid dari Khurasan, Karena dikejar-kejar oleh pengussa, maka ia lari ke Mazandaran di Tabaristan di mana pendudaknya masih belum beragama Islam, Berkat wsshanya, ia berbasil_menariksebagian besar penduduknya masck Islam dan mereka menganut paham Zaidiyah, Ta dljadikan imam Zaidiyah sampal beberapa keturunan.® Menurut Abd. Wahid Wafl mazhab Zaldiyal adalah mazhab terbesar di ‘Yaman Utara, Imam-imam yang mengikuti mazhab Zaidiyah berketurunan sampai pada Yahya Hamid al-Din di Yomnan 1a adalahseorangkhalfah wat Islam dan dinyakini sebagai keturunan Zaid, Sampai zaman ini mayoritas Itt {uhams >» AU Mi ub iri Mang Mat a Kala (Ki: Maas A Sah Pes th) 0. » Maal tamed Spa op, Ayan opt. M198 > oto 10 Dr. H. MUHAMMAD HASBI | 41 penduduk Yaman Utara pengikut mazhab terkemuka.’ iyah Khususnya golongan iyah menetapkan bahwa imamah berasal dari keturunan Fatimah al-Zahra dan tidak mengakui selain dati keturunan puteri Raswlullah save, tersebut. Sehingga menimbulkan implikasi penolokan terhadap keimanan, Muhammad Ibn al-Hanafiah.” Di samping itu, menurut Zaidiyah seorang yang ingin menduduki jabatan imam harus berjuang untuk mendapatkan jabatan tersebut. Karena itu golongan ini mengencam keras imam yang fasif tanpa ada perjungan. ‘Menanti dukungan bukanlah suatu sikap yang pantas bagi seseorang yang ‘menyatakan ditinya berhak menduduki jabatan imam, itulah sebabnya Zaid menolak hak Muhammad al-Baqir dan hak ayahnya sebagai imam, Zaidiyah_memperbolehkan semua keturunan Fatimah, baile dari naupun Husain dengan syarat berilma, bertagwa, ringan tangan, berani dan berkampanye serta berjuang untuk mendapatl iu” Hasa wn keimanannya ‘Mengenai kedudukan Aliibn Abi‘Thalib dan para khalifah sebelumnya, Zaid berpendapat bahwa Ali ib Abi “thalib adalah sahabat Rasulullah saw. yang terbaik, akan tetapi khalifah diserahkan kepada Abu bakar demi kemashalatan umat."” Hal ini, didukung oleh pemikiran yang rasional dan moderat Sebagaimana dalam ungkapan di atas, maka wajar golonga idak ‘mengklaim kafir teradap khalifah Abu Bakar, Umar dan Usman yang sering dlisebut merampas hak Ali sebagaimana paham sekte-sekte Syiah lainnya AWARE Wabi. dards tasinnya yng ej Gur a Mn da Aaa a Macha fro Ra a a nua ‘leh Ripa Kabah dengan jul keg Mca dal an aks 1987) in, 2, Devan Redks Ensikope am, Hp am Wl Cet abt: PT dar Bara Vn ocr, 1998) fim. 8 = AlSyahrst op Bln 134185 > ti eran yang erp masa Rash: blumla ers an, Ab on Ab Thali blurb ering dar tees dra kaum masini Quay denn ls tin, kaenanya Alan Ab thal sk san dscmang, tem ei cpt Kall ters lst ch crag yng lansh enya ess dane dk pe Nabi sae. Lihat Ahmad Ain, Du an Rts Maisto Nada a era 197) hin 27 Alma ka et 42 | ILMUKALAM Menurut Zaidiyah kekhalifahan mereka itu sah, Karena mereka diangkat oleh kesepakatan umat dalam wakta dan kondisi yang memerlukan epemimpinan mereka. Hal int sesuat dengan onsep imamah Zaidiyah yang mengakui adanya Khalifah yang “utama” sckalipun ada yang “lebih ‘tama’ Pengaktuan Zatdiyah tentang sahnya Khalifa selain Ali dbn Abi Thalib ‘mendapat reaksi keras dari Kufah karena mereka tetap tidak mengakui khalifah selain Abi ibn Abi“Thalib, golongan ini sangat menentang penclapat Zaid tersebut dan menolaknya. Golo inamai Rafidah (golongan rang menolak)."" sain dengan persyaratan yang ditetapkan Zaid untuk jadi imam, maka ia sendiri menenuhi pensyaratan tersebut. la berusaha untuk menjadi orang alim, berpengetahuan yang luas, memiliki keberanian, Zaid sama sekali menolak adanya yang makswm dan menurutnya tidak ada imam dalam kegetapan dan tersembunyi yang diliputi oleh mister” Dar sini kita dapat mengetahui tahwa Zaid tidak mengaku imam Mahdi yang misteri ddan jauh dari logika Zaid, sebagoimana pendapat sekte Kaisaniyah, ‘Ada kemungkinan pemikiran rasional Zaid tersebut dipengaruhi pemikiran Wazil ibn At, salah seorang gurunya dakim -memahami ‘obsesinya untuk mendalami dan menuntut ilmu pengetahuan. Dari sinilah Zaid dapat menyerap beberapa konsep dalam ilmu kalam dan Zaid sendiri memberi keleluasain berijhad kepada pengikutnya, Karenanya tidak heran dari golongan ini lahir para mojtahid di bidang fikih seperti Hasan ibn Zaid bin Muhammad ibn Ismail, al-Qasim ibn Ibrahim al-Alagh: ing poham-paham di alas, Zaidiyah juga menolak konsep siya ha ian atau menyembunyikan identitas dan tidak tagiyah yaitusikap kehati- terus terang di depan lawan. Juga menolak pahans ism yaitu kenya bahwa para imam aijamin oleh Allah swt. dari bentuk salab, lupa dan dosa. Juga tentang pahain istitar atau iktfa’ yaitu imam Ketika dalam keadaan mati merahasiakan identitas dir rH. MUHAWIMAD HASBI | 43 Mencermati paham-paham Zaidiyah tersebut di atas, maka nampak ‘onuia doktcin Syiah Zaidiyah bertolak belakang dari yah lainnya kecuali dalam hal Ali ibn Abi Thalib sebagai orang yang mula dan juga memili Hho setelah Rasuollah saw. Zaidiyah dalam mengembangkan ajarannya ‘muaupuin Keyakinannya tidak didominasi unsur emosional sebagaimana ‘liran Jalnnya yang selalu mengungkit-ungkit masa silam yang penuh dengan trogedi, Akan tetapi, kejernihan berpikir dalam menerapkan logika dasan kelompok ini dalam menyebatkan ajarannya, Dalam perkembangan selanjutnya, Syiah Zaidiyah mulai melemah Karena banyaknya kritkan-krtikan akibat paham dan doktrinnya yang berbeda dengan Syiah lainnya, Faktor lain yang tidak menyebabkan kelemahannya golongan ini adalah karena mereka suka dan bersedia ‘mengangkat senjata dalam medan perang, terutama tethadap pemerintahan yang mereka anggap 2alim, Karen tewas dalam peperangan, beberapa pemimpin Zaidiyah selalu D. Ajaran-Ajaran Syi’ah 1. Konsep Imamah Jstiah imamah berasal dari kata imam yang berarti pemimpin, Jai imamah berart kepemimpinan.* Dan pada uraian yang lain dapat dijumpai Kata imam sinonim dengan khalifah. Ali Syariati menjelaskan bahwa imamah dalam mazhab pemikiran Syiah adalah Kepemimpinan progresit ddan revolusioner yang bertentangan dengan rezim-rezim politik lainnya, guna membimbing manusia serta membangun masyarakat datas pondasi yang benar dan kuat, yang Kekal mengarahkan manusia menuju kesadaran, perubahan dan kemandirian dalam mengambil keputusan® Ibnu Khaldun menguraikan tentang konsep imamah bahwa sesunggulinya masalah imam bukan bagian dari Kemashalatan umum yang dapat diserahkan kepada pendapat umat untuk menentukan siapa yang akan memegangnya. Imamah merupakan sendi agama dan prinsip Islam. Allaah MAL Thabathaba, Sve slab bahasa Johan Evers dengan judul lan: Spiah Asal Use! dan erkembangarnyu, (akaets:Temypret, 1993), hl. 251 “ALE Syarat son Machob Pemikian dan Aksi, Cet I (Bandunge Mizan, 1995), hl. 65 44 | LMU KALA Seorang Nabi tidak oleh melalaikan dan menyerahkan kepada wmat,tetapi ‘wajib menentukan imam untuk umat.? ogi SyZah Imamah, khalifah adalah suatu kepentingan agama bukan hanya Kelayakan politksemata,Lembaga Keimanan adalah suatu rokun agama fundamental yang sama pentingnya al-Qu‘ran dan al-Sunnah. Tanpa adanya seorang imam, bukan saja dunia kan hancus, bahkan dunia sendit tidak pernah ada, Imam, apakah dia ataw dia tersembunyi adalah seorang Jujaj wakil Tuhan di bum, sejak dari zaman Adam as, sampai hari kkiamat harus selalu ada seorang imam, Jika tidak ada imam, maka tidak ‘ada penyembahan kepada Tuhan di bumi, sebab cara penyembahan kepada Tuhan haruslah belajar dari imam, hanya dengan perantaraan seorang imam sajalah, maka Tuban dapat dikenal, Inilah yang mereka maksud bale tanpa Kehadran seorang imam di bum, maka dunia akan hancur ‘mereka berpendapat pula bahwa imam adalah seorang yang mam, suck dati dosa* Dalam doktrin Syiah selain Zaidiyah pengangkatan seorang imam adalah hak suci Tohan, bukan berdasarkan prinsip pemilihan demokrat Setiap imam sejak dari Ali ibn Abi Thalib adalah orang-orang yang mengaku jabatan berdasarkan dengan nash dan wasiat, orang yang diangkat dinamakan manshas, Ali ibn Abi Thalib diongkat oleh Nabi Muhammad «aw, tnam sesudal Ali ibn Abi Thalib diangkat oleh Ali ibn Abi Thalib, sedang imam-imam berikutnya diangkat oleh imam pendahulunya Konsep imamah adalah merupakan sa satu ajaran yang paling banyak dibicaraken pada golongan Syiah.* Dalam ajaran Syiah dikemukakan bahwa keberadaan imam itu adalah wajib dan merupakan kearusan agama bahkan bahwa dunia akan hancur tanpa adanya imam: Penganut Syfah berpaham bahwa konsep imamah meliputi tiga aspek, 1, Pemberi petunjuk 2. Pemimpin umat, dan 4 3. Pengganti kedudukan Nabi dalam menyampaikan ajaran Islam. = Ran Mahi op itm. 303, Nowrowaman Sidi op. cit hm. 62 © Ahmad Amin, apc in, 212 © Nourwszaman Shida, opcit hm. 5 Allama BLL bai, opt him. 173 Dr. H. MUHAMMAD HASEI | 45 ‘Tampaknya bagt penganut Syiah berkenyal Islam sangat membutubkan ketiga aspek tersebut. Karenanya kehadiran seorang imam di tengah-tengah marcka merupakan suatu hal yang sangat penting. Dan juga persoalan ini tidak hanya bermakna dunia, melainkan jiuga bermakna spiritual, Dengan berpijak pada tiga aspek tersebut ditambah dengan makna spiritual, maka yang berhak menjadi imam setelah Nabi Muhammad wafat adalah Ali, Aiadalah penerima wasiat dari Nabi yang diberikan berdasarkan nas. Oleh sebab itu, tidak dapat diganggu gugat. Ketaatan terhadapnya dan anak keturunannya dituntut mutlak sebab sama dengan taat kepada nal ddan pemerintah Tuhan.? Syfah Gholat dikenal terlatu berlebihan terhadap hak-hakekeimamahan ntarnya keluar batas-batas makhluk dan menghukumkan hukum-hokum Ketuhanan dan terkadang menyerupakan imam dengan Tuhan dengan makbluk> Akibat dari konsep-konsep Ketuhanan tersebut, al-Mansuriyah juga tergiving untuk berpendapat bahwa Ali adalah potongan yang turun dari Jangit dan yang turun dari langit adalah ‘Tuhan Dalam pemahaman mereka bahwa rubnya Ali terus menerus menjelma dati imam ke imam sampai ke imam Mahdi yang ditunggu-tunggu. Menurut Marshal QS. Hudgson bahwa penjelmaan atau metempsikosis adalah sama yang dfanut ‘orang-orang Tibet terhadap Dalai Lamanya’* Dalam konteks imamah, Abdullah ibn Saba’ ((okoh al-Sabatiyah) ‘menyatakan bahwa jabatan khalifah sebenarnya adalah milik Ali, Oleh karena itu, orang-orang yang menduduki jabatan kekhalifahan sebelum Ali tlah bertindak merampas jabatan dengan nyata, Dan barang siapa yang ‘memberikan baiatnya atas dasar itu maka ia valim dan sesat. Dan sekaligus {indakan itu telah menghalangi atau mencegah imam yang benar (Sayyidina Ali) memperoleh haknya.** 5 Nourazzaman Shidlig ep.citshm, 85 Kamil Mustafa alSaii af Sia dyn a-Tasaweuf we al-Tasey (Kaito: Dar al-Medi 1h, hm. 123 % Nowrurzaman al-Shiddig, opi bien, 69 Lihat juga Ahmad Amin, Fajr alam (Singapura: Sulaiman Matt 1960), him. 271 Liat Marshal QS. Hudgoon, The Onder of Assasin (tip: Graven Hege Manion & Co, 1955), him. 8 %© Abul al-Maud al Khilofa ya Mulk ali basa Muhammad al-Bagie Khia 46 | LMU KALAM ‘Menurut al-Kemiliyah (kelompok Abi Kamal) bahwa imamah yaitu ‘eahaya yang berpindah-pindah dari seseorang kepada orang lain, Apabila ccahaya tersebut peda diri sescorang, maka ada kalangan berbentuk kkenabian dan pada orang lain hanya berbentuk imamah. Dan imamah itu seniri dapat berganti kenabian.” Kepercayaan seperti ini didasarkan atas| ‘anasug, yaitu bahwa ruh dapat berganti badan. Mereka yakin bahwa roh ‘Taban awalnya berada pada tubuh Adam kemudiaan berpindah ke tubuh anaknya dan seterusnya.** ‘Menurut al-Khattabiyah (kelompok Abi al-Khattab, Muhammad ibn [Abi al-Astadial-Ajdar) bah am adalah nabi-nabi kemudian Tuhan. Ketuhanan itu adalah cahaya yang ada pada imamah, Konsep ini memberikan pengertian kepada kita bahvra dalam hal ini terkand nsur-unsur ketubanan, Dalam pandangan al-Baiyah (kelompok al-Babin Dirait al-Daus bahwa Ali sesunggshnya lebih utama dari nabi Muhammad saw. Dan mereka mendakwahkan yang liutus sebenarnya Alibukan nabi Muhammad savy, Demian juga Ali dipersamakan dengan mencaci Nabi Muhummad dan mengatakan bahwa Muhammad dint ‘untuk menyampaikan kepada Ali tetapi dia menyerw untuk dirinya sendiri.? Apabila konsep al-Batiyah didekati dengan barometer akidah, maka dapat dinyatakan hal itu ferlalu jauh menyimpang. Bahkan telah meruntuhkan akidah yang tertanam kokoh di hati setiap muslim, terlebih lagi pada konsepnya yang memuliakan Ali dari pada Nabi Muhammad dan mempersamakan Ali dengan Tahan. Sekali lagi, konsep ini terlalu jauh ‘menyimpang dari akidah yang sesungguhnya. Berpijak pada uraian tersebut dapat dipahami bahwa_imamah ‘mengandung unsur ketuhanan, Dan baik dalam kepada kett dapat berpindah:-pitdah baik kepada nabi bahkan imam-imam lainnya Dengan demikian, dalam pandangan mereka Ali adalah Tuhan yang selalu ‘menjelma dalam die setiap imam sampai ke imam Maha nan i ‘on Kea andung: Mizan, 1990), ln 274. © AlSyahrastan op ct hm, 174175. Muhammad Kamil Hayim, Hakka Agia Sy 6 (akarta Blan Bintang, 1985), hh. > Al-Syahrastan opt, bm, 178-175, Dr. H. MUHAMMAD HASBI | 47 2. Konsep Taqiyah Klaim keturunan bagi jabatan imamah berdasarkan doktrin nash ddan. wasiat, sebagaimana dirincikan oleh Imam Jafar sebelumnya yang menekankan kepada kesucian ah al-bait sebagai kualitas yang diwariskan «lan terbatas pada anak-anak Fatimah yang diangkat menjadi imam, secara tidak langsung hal tersebut menolak klaim seluruh Hasyimiyah Jainnya, baik Akuwiyah maupun Abbasiyah, Tentu saja Kksim semacam itu telah ‘menjerumuskan diri pada bahaya penyikssan oleh pemerintahan Abbasiyah yang mengklaim diri juga sebagai pemimpin spiritual agama yang form: Dengan demikian, muncullah doktein tagiyah dengan penekanan bahwa tagiyah bukan saja suatu hal yang diperkirakan bahwvasuatu kew: ‘untuk melaksanakannya, Karena tugas menyelamatkan jivra dari kebinasaan adalah kewajiban yang harus diutamakan. Dengan mempraktekkan lagiyah ini, mereka telah banyak menyelamatkan jiwa mereka. iban Dalam ungkapan lain yang meriwayatkan bahwa Abu falar berkata tagiyah itu agamaka dan agama nenek moyangku, Tidak ada imam bagi orang yang tidak mempunyai tagiyah, hal yang serupa juga diungkapkan oleh Abu Abdallah bahwa tegiyah adalah agama Allah, kemudian ddan syekh al-Hadis mereka. Muhammad ibn Ali ibn Husain ibn Baveaihi al-Qummi sebagaimana dikutip olch Nourouzaman Sidliq berkata: bahwa keyakinan kami tentang tagiyah jalah bahwa dia itu adalah satu Kewajiban. Barang siapa yang ‘meninggalkan tagiyah adalah sama dengan orang yang meninggalkan shalat sampai muncul kembali Imamah al-Qaim. Tagiyal adalah satu kewajiban ddan sama sekali tidak diperkenankan tidak melakukannya, Barang siapa yang meninggalkan tagiyah sebelum kedatangan al-Qaim, sesunggubinya telah keluar dari agama Allah, dari goris Rasulullah dan Imam Rerdasarkan dati ungkapan yang dikemukakan di alas bila diamati secara cermat tentang perjalanan dan perkembangan Syiah yang sering mendapat tckanan, maka jelas bahwa konsep tersebut timbul sebagai eterpakssan kondisi pada saat itu, jadi wajar apabila konsep tagiyah yang, = Td Bin 72 © Mutimmad Kamil al-Hasyiml, Agidah a-Si fal Mizom ih Bahasa HLM Rasyidi nga judl Fakir Aaah Sy (Jakarta: Bulan Bintang, 1999), hm, 135 © "Noragzaman Siig opt a. 72 48 | iM KALAM ditawarkan oleh Jefor Sadiq dan Muhammad al-Bagir, Dengan demikian, ‘wajar pula pada saat pemerintahan Abbasiyah, keturunan Ali dan Fatimah yang diithami secara turun temorun berdasarkan wasiat atau nash dengan hak pretogatif untuk tidak mengumumkan ditt secara terang-terangan, Scbagai keturanan dari ah al-bait untuk menghindarkan kejaran Khalifa, Abbasiyah. Konsep tagipait bagi orang Syfah diambil pada firm (QS. al-Imran (3} : 28), n Allah dalam “Jangantals orang-orang mukrnin menganbil orang-orang kafir menjadi seal (Leman, pemimnpa,polindung atau penolong) dengan meninggalkan orang-orang smukmin. Barang siapa berbuat demikian niscaya ia lepaslah dar pertolongan Allah. Keeuali Karena (nat) memelihara diri dari sesuat yang ditakuti dari mercka. Dan Alla, memerintahkan avn dari siksanya. Dan hanya kepada Alla tempat Kembali n Allah swt, dalam (QS. al-Nahl {16} : 106). 4 24 YY ote ats by dy 5p Bs se aE paid Ge Ry er “Barang siape menginginkan Allah sesudah mengimaninya, (dia mnendpatKemurkanan Ml) Acad trp nti eka 1 sedang hatinya nasi tentram dalam keimanan; akaot tetapi barang siapa membuks dadanya untuk kekafiran, maka laknat Tuhan menimpa amercka dan boginya azab yang dahsyat. Dari Kedua ayat tersebut, pada dasarnya tidak menyalahkan sikap terpaksa untuk menyembunyikan sesuatu. demi memelihara diri dari sesuatt. yang berbihaya, Dan konsep tagivh dapat dipahami sebagai ‘menyembunyikan sesuatu dari apa yang dirahasikan dengan berpura-pura mengikuti untuk hadi atau menjauhkan iri segenap bahaya, Or. H. MUHAMMAD HASB! | 49 Embrio dari kepercayaan akan datangnya al-Mahl ini telah terbentuk sejak ibn Abi Thalib wafat yang disebabkan olch Abdullah ibn Saba’ yang mencanangkan bahwa Ali tidaklah wafat, tetapi yang terbunuh oleh Thnw Muljam sebenarnya bukanlah Ali, tetapi Iblis yang menyerupakan siti sebagai Ali, Sedang Ali sekarang berada di avvan, Guntur adalah stiara hhardikannya dan kilat adalah sinar cemetinya, Dia akan kembali menghalau si pembuat bathil dan durjana dengan tongkatnya yang bermata tiga (risula), Dia akan mengisi bumi ini dengan Keadilan dan kebesarannya yang sekarang ini penuh pemerkosaan dan penindasan,” Harun Nasution-mngungkapkan bahwa al-M yang diberi petunjuk.Yang dimaksudkan dengan imam Mahdi tersebut adalah Muhammad al-Qaim al-Munthazar, imam gaib yang ditunggu bagi sina Asy‘ariyah yang menghilang buat sementara dan akan muncul di dunia sebagai al-Mahci untuk memimpin umat, menegakkan keadilan ‘menghancurkan kedzaliman dan membangun kembali kekuasaan mereka, ahdi adalah seoran Berdasarkan hal tersebut, maka dapat id id, 26 ‘56 | ILMU KALAM 2. Yunusiyah Tokohnya adalah Yunus Ibn Aun al-Namiry, ajaran pokonya antara Jain sebagai berikut a. Imanadalah berartimatifat (mengenal) Allah, tundukkepadanya, tidak memunjukkan kesombongan kepadanya serta cinta kepada Nya. b. Ketaatan bukan merupakan bagian dari iman dan meninggalkan ketaatan dak merusakhakekat iman dan meteka tidak mendapat hhukuman apabila mereka benar-benar beriman cc. Iblis termasuk makhluk yang ma‘rifet kepada Allah, hanya ia ‘menjadi Kafr karena kesombongannya.” Orang makmin masuk surga karena keikhlasannya dan cintanya kepada Allah bukan karena amal atau perbuatannya Iman ada dalam hati dan lisan {. Iman tek bisa oli bag, serta tidak bi & Allah boleh memasukkan orang kafir ke dalam neraka smengekalkannya atau tidak mengekalkannya 2° ertambah dan berkurang, boleh 3. Ghasssaniyah “Tokohnya adslah Ghassaniya al Kufy, ajaran pokoknya antara lain sebagai berikut : a. Iman adalah ikrar cinta kepada Allah, mi sombong kepada-Nya Iman tidak dapat bertambah dan berkurang Jka seorang mengatakan bahvwa, “saya tabu Tuhan melarang ‘makan babi, tetapi saya tidak tahu apakah babi yang dibaramkan itu adalsh kambing ini, orang yang demikian tetap mukmin bukan kafir. Dan jika seseorang mengatakan, “saya tahu Tuhan ‘mewajibkan haji ke Ketbah tetapi saya tidak thu apakah Karbah itu di India atau di tempat lain’, orang yang demikian juga tetap igagungkan serta tidak FAiSpabrasianh opi bln. ao © ALASyae, Magala al’ tanjoh wu 1a l-Mavalin, capt tah), him. 212 2. ALSyabrastanl op i, hm. 140 Dr. H, MUHAMMAD HASBI | 57 4, Tuminiyah ‘Tokohnya Abu Muaz, berikut : “Tuminy, pokok ajarannya antara lain sebagai a. Iman adalah sesuatu yang dapat menghindarkan diri dari ke- kufuran b. Kafirnya orang yang membunuh Nabi bukan karena menikam dan membunubnya, tetapi Karena adanya rasa benei, memusthi ddan meremehkan haknya Orang yang meninggalkan ibadah fardu karena keingkaran dan penolakannya menjadi kafir 4. Allah mempunyaikewenangan untuk menyiksa orang. yang ‘mengesakan Allah.’* 5. ‘Tsaubaniyah Tokohnya adalah Abu ‘Tsauban, ajaran pokoknya antara lain scba berikut: a. Iman adalah pengenalan dan pengakuan adanya Allah dan ke- rasulan Muhammad. b. -Mengetahui setiap apa yang wajib dikerjakan menurut akal dan apa yang tidak boleh dikerjakan bukanlah iman. Akal mengetahui kewajiban sebelum adanya kewajiban s 6. Marisiyah ‘Tokohnya adalah Basyar al-Marisy, ajaran pokoknya antara lain: AL-Qufan adalah makhluk Iman adalah tashdig Iman ada data hati dan lisan ‘Orang yang sujud pada matahari tidaklah kafir melainkan tanda- (anda kekufuran Mustahil bagi Allah untuk mengekalkan masuknya orang ‘mukmin durhaka di dalam mereka, pees Sid 5B LMU KALAM 7. Ubaidiyah ‘Tokohnya Ubaid al-Muktaib,ajaran pokonya antara lan a. Seimua dosa selain syirik diampuni oleh Allah b. Seorang yang meninggal asal ia bertauhid, ia akan bebas stksa eskipun ia berdosa* Dari_pendapal berbagai sekte Murjfah di atas, nampak bahwa _gplongan ini banyakdipengoruhi oleh aliran-aliran seperti kataal-Baghdadi yang dikutip oleh Harun Nasution dalam catatan kaki buku teolo menyatakan bahiva Murjiah itu ada yang dipengarubi oleh Jabariyah, Qadariyah dan ada yang tidak dipengaruhi oleh ajaran itu.” Sementara itu al-Syahrastani menyebutnya Murjiah as Dengan demikian di antara pendapat golongan ini dalam kasus- keasus tertentu same dengan golongan-golongan Iainnya. Karenanya tidak :mengherankan ketika golongan ini telah hilang dalam arti tidak berbentak sebagai aliran yang kongkerit dan berdisi seni penclapat mereka banyak ada saat iu Karena pada masa Harun al-Rasyid banyak orang yang dikirim ke Eropa untuk mencari manuskrip-manuskrip Yunani ‘untuk dibeli dan cikumpulkan di Baghdad dan kemudian diterjemabkan, Kemudian pada zaman pemerintahan putranya, al-Maimun penerjermah diintensitkan dan dibentuk Bayt al-Hikma dibawah pimpinan Hunain ibn Ishaq? Kelebihan yang dimiliki oleh al-Alla adalah mempunyai pengetahuan yang luas, pemikican yang mendalam, lidsh yang fasih, argumentasi yang kuat, serta suka berdebat. Sering kali dalam perdebatan al-Allat berhasil membuat orang takjub. Ia sangat terampil berdiskusi sehingga mampu mementahkan argumentasi lawan bahkan berhasil menarikkaum penentang untuk memeluk Islam, al-Allaf menulis dan mengarang banyak buku. Nan zaman. Ia sampai pada sejumlah pandangan yang luas dan aneh, sehingga ‘menjadi sumber debat dan kritik* AL-Allaf adalay seorang fisofis Islam, Ia banyak mengetahui falsafah n karya-karya itu tidak diselamatkan dan musnah dimakan ‘Yunani_ sehinggamemudahkannya untuk Matava yang bercorak filsfat. Ja membuat uraian mengenai nafy al-sifat yenyusunajaran-ajaran Ja menjelaskan bahwa Tuhan Maha Mengetabui dengan pengetahuan-Nya ddan pengetahuan-Nya ini adalah zat-Nya, bukan sifat-Nya Tuhan Maha KKuasa dengan kektasaan-Nya dan kekuasaan-Nya adalah zat-Nya bukan sifat-Nya, demikianseterusnya, Penjelasan inidimaksudkan oleh Abu Huzail ‘untuk menghindariadanya qadim selain ‘Tuhan, arena kalau dikatakan ada sifat (dalam arti sesuatu yang melekat diluarzat Tahan), berart sifat-Nya itu ‘gad. Iniakan membavea keadzan kemusyrikan. Ajaran lain adalah bahwa “Tuban_menganugerahkan akal kepada manusia agar digunakan untuk ‘membedakan yang baik dan yang buruk. Dengan pengetahuannya tentang yang bail dan yang buruk, menusia wajib mengerjakan perbuatan yang baik dan menjauhi perbuatan yang buruk. Dengan akal its, manusia dapat sampai pada pengetahuan tentang adanya ‘Tuhan dan tentang kewajibanya berbuat baik kepada ‘uhan.” 5 arn Nasu, um Rasionsk Gagasan lan Porikiran, Ct. IVs (Bandung? Mizan, 1996), him. 2 dbyahim Madkour, pit. lm. 54 2% M. Qurash Shihab. Dr, H. MUHAMMAD HASB! | 65 Di sisi lain semua perbuatan maksiat yang bisa saja Allah memerintahkannya maka perbuatan itu menjadi buruk karen adanya Jarangan sedangkan perbuatan maksiat yang Allah tidak mungkin membolehkannya, maka perbuatan nya sendiri, seperti tidak mengetahui Tuan dan meyakini bukan Tuhan sebagai Tuhan, Demikian juga semua perbustan yang tidak boleh dilakukan kecuali karena perintah Allah, maka perbuatan itu menjadi baik karena diperintahkan, dan semua perbuatan yang semestinya diperintahkan Allah, maka perbuatan alah baik karena ditinya sendiri2* la mampu melakukan yang bukan {erbaikitu, tapi ia tidak akan melakukan-Nya. Kezaliman atau ketidakadilan yang ada di dunia, hanya karena perbuatan manusia saja." Abu al-Huzhail_ merupakan_ per ht yang, banyak: ber-hubungan dengan filsafat Yunani. Pengetahuannya tentang ylapangkan jalan baginya untuk menyusun dasar-dasar Muttazilah secara teratur. Ajaran-ajaran Abu al-Viozail merupakan kelanjutan dari ajaran Washil bin Atha tentang peniadaan sifat ‘Tuhan, Dan kemampuan akal ‘manusia mengetahui masalal-masalah ke-agamaan.” buruk Karena di impin Mulazi fat Pertama, ‘Tuhan adalah Maha Sempurna. Olehnya itu, Tuban itu tidak bisa tidak berbuat baik, Tuhan tidak menghendaki kecuali hal-hal yang baik bagi nelahirkan paham al-Shalih wa al- Asia, Menurat al-Huzail, betul Tuhan mengetahui tetapi bukan dengan sifat, malahan mengetahui dengan pengetahuannya. Dan pengetahuannya adalah zat-Nya.* isla, Asm: Kedua, menurut al-Huzail, akal dapat mengetahui dua masalah dasar dan pokok dalam tiap-tiap agama yaitu ‘Tuhan dan soal kebaikan serta kejahatan, Ja menjelaskan bahwa akal manusia dapat : a. -mengetahui adanya Tuan, b. -mengetahui kewajiban manusia berterima kash kepada ‘Tuhan ‘mengetahui apa yang baik dan buruk ® Muhammad Abu Zahra, Tari al-Macahib a-samiyal, Dahlan dan Ahmad Qarib dengan judul “Alin Politi dan Agila dam Isl Cat 1, (kara: Logs Publishing House, 19%), h.158 %AbSyahrastan, op et in. 52 © Lihat et % Lihat ibid, la, 132 66 | LMU KALAN, ,-mengetabui kewajil ‘menjauhi perbuatan jahat.” manusia berbuat baik dan kewajibannya Ajacan Kedua in elas Abu al-Hluzhail erpengarub oleh filsaat Yunani lah pandangan al-Allal yang anlah ia ‘yang mengagungkan kekuatan akal. Demiki bagi masyarakat awam dianggopnya aneh an kontras. Tap de memberikan pemahaman tethadap apa yang ada dalam nas. 2. Ishaq Ibrahim Sayyar al-Nazhzham ‘Nama lengkapnya adalah Ibrahim ibn Sayyar ibn Haniy dan lebih, nal dengan nama al-Nazhzham, Ia dilahirkan pada tahun 185 H. di Basrah dan wafat pida tahun 231 H, Ia adalah salah satu tokoh Mutazilah yang paling muda usianya dalam mengarungi dunia kemuttazilahan."* Al-Nazhzham adalah filosof pertama dari kalangan Mutazilah yang. paling mendalam pemikirannya, paling berani, paling banyak berfikir ‘merdeka, di samping orisinil pendapatnya di antara mereka, Ia adalah anak saudara perempuar.al“‘Allafdan sekaligus muridnya, ta belajar kepada al- Allaf kemudian kontras dengannya dan berfikir merdeka. Al-Nazizham sejalan dengan al-Allaf dalam hal Keleltasaan cakrawala. pengetahvan, kefasthan lidah dan kekuasaan berargumentasi sya, al-Nazh mengungguli al-Allaf dalam semua ini. adinisbabkan kepada Balkh, sebuah kota beberapa abad sebelumnya telah mengenal kebudayaan Yunani, fa juga sebagai Kota dimana berbagai aan dan agama berkembang, seperti Zoroaster, Mandtiah dan Kristen hidup berdampingan. _Al-Nazhizham tidak diberi umur panjang seperti gurunya,al-AllafDiantara pendapat yang kuat mengatakan bahwa ja meninggal pada usia antara enam puluh sampaitujuah puluh tahun, Bakat dan kecerdasannya adalah mampu menguasai dan mengkritikteori-teori yang berkembang disekitarnya, dan ‘membawa pada Kesimpulan yang baru. Untuk memperoleh kepastian, ia menggunakan metode keraguan, di samping memanfaatkan eksperimen untuk memahami realitas-realitas baru.” woe Klasike muncul dan 7 Gihat Haran Nasuton, ibid Bandingkan dengan too 45-46. Alp Mustalaa-Ghurabiy. pit hn. 184 » “iat Ibrahim Madcout, op ci, hm 55-56 Dr. H. MUHAMMAD HASBI | 67 Mengenal Keadilan Tuhan al-Nazhzham berpendapat, Karena “Tuban itu Maha Adil, ia tidak berkuasa untuk berlaku zalim, Dalam hal ini ia berpendapat lebih jaub dari gurunya, yaitu al-Allaf, Kalaw al-Allaf ‘mengatakan bahwa ‘Tuhan mustahil berbuat zalim kepada hamba-Nya, ‘maka al-Nazhzham menegaskan hal itu bukan hanya mustahil, bahkan “Tuhan tidak mempunyai kemampuan untuk berbuat zalim. fa berpendapat bahwa perbuatan zalim hanya dikerjakan oleh orang yang bodoh dan tidak sempurna, sedangkan Tuhan jauh dari keadaan yang demikian, Ia juga mengeluarkan pendapat mengenai mutjizat al-Quran, Menurut al Nazhzham, mujizat al-Quran terletak pada kandungannya, bukan pada gaya bahasa (uslub) dan retorikanya (balaghah). la juga memberi penjelasan tentang kalam Allah swt. Kalam adalah segala sesuatu yang tersusun dari huruf-huruf dan dapat didengar. Karena itu, kalam adalah sesuatu yang bersifat baru dan tidak gadin.® Dalam masalah sifat-sifat Tuhan, ia berpendapat persis yang dlikemokakanteman-temannya. Ia berusaha untuk memecahk problematika sifat-sifat Tuhan ini dalam pola khusus. Ia berpendapat bahia konotasisifat itu selalu soja negatif Jadi,Allgh Maha Tahu berattt smpositfisir zat-Nya tetapi menegaskan Ketidakmampuan dari-Nya, Demikian pula halnya dengan sifat-sift yang lain, Perbedsan_sifat- sift Than itt disebabkan oleh perbedaan kebalikan dari sifat itu yang ‘menegaskan dari Allah, Perbedaan itu sama sekali tidak mengakibatkan ‘Allah berbilang, Karena sift. ‘Tenlang metode kesangsian atau keraguan, menurut al-Nazhzham, apabila seseorang yang sangsi lebih akrab bagimu dari seseorang yang. rmenyangkal dengan membabi buta. Sesuatu keyakinan tidak ada artinya bila tidak bermula dari kesangsian, Sesuatu tidak akan bisa beralih dari sebuah kepercayaan kepada keper yaan yang Jain Kecuali melintas tembok. kesangsian. Dan pelajarilah kesangsian pada sesuatu yang disangsikan itu dengan segala kesungguhan."* ‘QuraishSyab, op cit, cab Mdkout opt, hm. 86 2» JoesoefSyuai, Alam Pikiva san: brahim an Nashzham (Mojlah Harmon), hn 15 68 | LMU kaLau py adalah, Abo AH Mhammad ibn Abd Wahab ibn Salam ibn Kh: wv ibn Abban Maula Usman ibn Affan ta Ia dilahirkan di daerah Jubbah pada tahun 230 H dan wafat pada tabun 308 H. pada butan Syatban.* Ab-Jubbali adalsh tokoh besar terakhir dari kalangan Mu‘tazilah, Ja dilahirkan dan dibesarkan di Basrah. Ta belajar pada ayabnya sendiri, Al- Juba dan al-Asyatipada awalnya merupakan sendi yang sama. Kemudian memisabkan diri dasinya dan mendirikan kelompok Khusus. Ia berpindah dari Baghdad, di mana di kota ini al-Jubbsti mengenal gerakan filsafat, Ja hidup sezaman dengan al-Farabi dan sebagai kaum paripatek Arab. ‘Teorinya tentang koudisi-kondis,al-akhiwal merupakan saksi terbaik yang membuktikan anggapan itn. Kalam atau sabda tersusun dari huruf dan suara, ‘Tuhan disebut Matakallim dalam arti menciptakan kalom, Mutakallim tidak mengandung ati sesuatu yang berbicara, fa juga berpendapat bahwa ‘Tuhan tidak akan dapat dilihat oleh manusia dengan mata kepalanya di akhirat. Daya untuk berbuat sesuatu telah ada di dalam diri manusia sebelum perbuatan dilakukan, dan daya ita merupakan sesuatu di Tuar tubub yang baik lagi schat, Mengetahui Tuhan dan bersyukur kepadla-Nya dan _-mengetahui perbuatan baik dan perbuatan buruk adalah wajib bagi manusia dalam arti kewajiban-kewajiban yang diketahui oleh akal. Oleh sebab itu, mereka ‘mengakui adanya ayat-ayat yang disebut ajaran-ajaran akal (syariah agli). Ajaran-ajaran yang dibawa nabi-nabi (arial nabawiyah) perl untuk ‘mengenal besarnya Salasan dan hukuman terhadap perbuatan-perbuatan ‘manusia, Akal manusia hanya dapat mengetahui bahwa orang yang patut pada ‘Than akan mendapat upah dan bahwa orang yang melswan Tuan akan memperoleh Iukuman, Tapi berapa besar upah atau hukuman itu hhanya bisa diketahui manusia melalui way." Pada masalah ‘ilmu (fat Maha Mengetahui ) dan quirat (Maha Kuasa) adalah Kondisi-kondisi (al-ahwal). Sedangkan kondisi (al-hal) 3 Ai Masta a Ghrbiy opt hl. 218, % rahi Madkourop ct hm. 58 Haran Nasution, Tel! sam, oi bi. 0. Dr. H. MUHAMMAD HASBI | 69 adalah tidak ada dan tidak diketahui, dan tidak eternal serta tidak temporal, tapi sebenarnya berhubungin dengan zat. Oleh sebab ita, kita tidak bisa ‘mengetahui kecuali melalui jalurnya, yang dengan kondisi-kondist itu substansi bisa diketahui dan dibedakan demi substansilain.* peniadaan sifat Tuhan, al-Jubba berpendapat bahwa Tuhan mengetabui melalui esensinya, demikian pula berkuasa dan hidup ‘melalui esansinya.” C. Ajaran-Ajaran Mu'tazilah Mu’tazitah sebagai salah satu alirandalam Islam yang lahir schubungan dengan persoalan dosa besar yang dihadapi oleh golongan Khawarij dan Marjfah. Khawarij mengatakan bahwa orang yang berdosa besar adalah kafir dalam arti keluar dari Islam oleh Karena itu wajib dibunuh, Muncul alican Murjfah yang menegaskan bahwa orang yang buat dosa besar tetap ‘mukmin dan bukan kafir. Persoalan dosa yang dilakukannya terserah kepada Allah swt, Multazilah tidak menerima pendapat tersebut. Mereka yang berbuat dosa besar bukan kafir ttapi pula bukan mukmin (posis d antara dua posisi). Pandangan-pandangan inilah yang memberikan corak bagi masing-masing aliran terseb Mu'tazilah dalam pandangan tersebut yang dipelopori oleh Washil ibn ‘Atha;" yang dalam perkembangan selanjutnya dikenal sebagai kaum rasionalis Islam karena mereka membahas persoalan teologi yang lebih mendalam dan betsifat flosofis dari persoalan-persoalan yang dibawa aun Khawarij dan Murjiah.” Mattazilah sebagai salah satu aliran yang berciri rasional dan filosofis selalu mengedepankan rasio (akal) dalam memberikan bantahan terhadap Jawan-lawannya, Multazilah pada fase-fase perkembangan_selanjutnya ‘merangkum asas-asas pemikiran dalam bentuk global yang terkenal dengan th ab-usul al Khamsah., Istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh Thrahim Madkour, op ci, hl. 58-59 fun Nasution, opi, Kim. 5 bid bn. ? Al-Syahrstani, op cit, him. 48 Harun Nasution, of. ci hm. 38 70] WMUKALAM ibn Said dan Abu Usmatr al-Zafarany." yang kemudian oleh Abu Huzail ddipadakannya dengan pengetahuannya tentang filsafat dan setelah dirasa sudah mulai matang lal dituliskan sebuah buku yang berjudul Ustel al- Khaneah sebagai suatu karya monumental dan merupakan pegangan para pengikut Mu‘tazlah*? Kemudian oleh Harum Nasution diistilahkan sebagi “Paneasila Muttazleh.® Usul al-Khonsah yang merupakan tlm dasar wtama. yang harus nya sebagei pengikut Mu'tazilah dipegang oleh setiap orang mengaku « dan ini telah merupakan kesempatan mereka semua. Kelima dasar u limaksud adalah sebagai berikut 1. aleTauhid 2. akAdlu 3. al-Waidu wa al- Wate. 4. al-Manziat bain al-Manzilatain 5. al-Amr bval-Mairuf wa al-Nahyi ian al-Munkar.* si emunculannya, tetapi disesuaikan dengan tata aturan menurut Klasifikast itasnya dan keterkaitannya antara satu sama lainnya. Secara harfiah, al-Usul al-khamsah yang berarti lima pokok atau lima asas. Lima asas lersebut menjadi pegangan kaum Mu‘tazilah Karena orang yang diakui menjadi pengikut atau penganut Mu‘tazilah hanyalah orang yang mengakui dan menerima kelinra Kelima dasar atau ajaran Mu'tazilah ini adalah merupakan pengem- jakusan oleh murid-murid atau pengikut-pengikut terhadap kasi terhadap unsur lain maka matika ajiran dasar ini tidak disusun berdasarkan kronologis sas tersebut, bangan yang ‘Wasil ibn ‘Atha’ setelah melalui proses modi Iabirlah ajaran dasar dan baku bagi aliran Muttazilah yang dikenal dengan al-Usul al-khamsah, sedang Wasil ibn'Ath? sebagai pendirialiran ini telah meletakkan tiga ajarannya sebagai dasar pertama dalam bidang teologi, ‘Nay, asi al ir alam, fz (Karo: Da al Mit th) akan oleh bu Matin Nastiq bahvea Kitab: Kita yong dit ch Ab tidak dtemukan spi skarang, daar Ii © “Harun Nasution, of et hl. Ahmad Amin, Dita allan, jr Ils (Kairo: Matabahal-Nabdah a Mi ‘lm. 22. Dr. H. MUHAMMAD HASBE | 71 yall Naf al-Sifut, Qadar dan al-Manzilat bain al-Mancilatain * Naum du gjaran di antaranya merupakan warisan dari Wasi ibn ‘Atha yaitu al- ‘Taubid, sebagai materi intinya adalah penjagean sifat-sfat Allah (Naf al- SV) daw al-Mavzilah bain al-manzilatain dengan topik pembahasannya adalah stasus orang yang telah berbuat dosa besar Untuk memperjelas tentang bagaimana pentingnya sul al-Khamsah) ini, maka berikut akan dijelaskan intis (ersebuit sebagai berikut ma dasar (al- iap-tiap ajaran hid. pertama dari al-Usul al-Khamsah adalah a-taubid (Keesaan Allah), Dan ini adalah merupakan Faham keesaan Tuhan (a-tautid) menurut Matta ‘makna bahia Allah betubbetal Maha Es, tidak ada yang serupa dengan Dia, Oleh Karena itu, mereka menolak faham anthropomorphisme yang menggombarkan ‘Tuhan dekat dan_menyerupai makbluknya, dan juga nenolak beatific vicion yang mengatakan Tuhan dapat dilihat manusia dengan mata kepala.* Tuhan dalam pandangan Mu'tazilah adalah sosok yang berbeda dengan manusia, Oleh Karena itu, kaum Mu'tazilah menolak adanya ipunyal_wujud sendiri dliluar zat ‘Tuhan. Bagi mereka Tuhan Maha Tahu, Maha Hidup, Maha Kuasa, Maha Mendengat, Maha Melibat yang tak dapat dipisahkan dengan zat-Nya send Jedi, naif al-sifat bagi Muttazilah adalah bukan semata-mata mengadakan sifa-sifat Allah, akan tetapi sifat itu sendiri berada dalam «sensi Allah, Kalausfat itu berada diluar esensi Allah, maka sifatitu qacim, dan faham semacam ini akan membayva kepada Tahan syirik, yaitw adanya yang qadinr selain Allah, Dengan demikian, menurut Mutazilah, untuk membersihkan ketauhidan dan untuk menjaga kemurniannya, maka sifat- sifat Tuban tidak berada di luaresensi Tuhan, sip dasar dan utama agama Islam, jah ini mengandung fat ‘Tuan yang me 5 AlSyahrastnt op thm. 46-49 Harun Nasution, op cil, hi, 52 hid 72 | LMU KALAM leh Karena itulah mereka lebih suka disebut Afi al-Tauhid wa al-Adl (pembela tauhid dan keadilan). Mereka membela tauhid dengan pengertian ‘membersihkan Allah swt, darisifat-sfat yang mungkin membawa seseorang kepada syirik. Alt al-Adl adalah pembela keadilan Tuhan bahwa Allah awt telah memberikan kebebasan dan kemerdekaan kepada manusia tersebut luntuk menentukan pilihannya, Jadi, baik dan buruk, bahagia dan celaka tergantung kepada manusia ita sendiri, bukan kepada Allah. 2. AleAdln Al-Adlu adalah pokok ajaran kedua yang merupakan Kelanjutan dari Pokok ajaran pertama, yaitw tauhid, A/Adhe mengandung pengertian keyakinan kepada keadilan ‘Tuhan, Bila pada ajaran tauhid penckanannya adalah menjaubkan unsur penyeropsan bagi ‘Tuhan dalam segata sifat- nya, maka pada ajaran al-iadlu ini adalah peniadaan untuk menyerupakan ‘Tahan dalam segala bentuk pekerjaan manusia, Tuhan dalam pandangan Muttazilah tidaklahserupa dengan manusia dalam segala tindsk tanduknya, Dalam dri manusia dijumpai sifat zalim dan dendam, berbeda pada ‘Tuhan, Tahan adalah suatu sosok yang selalu berbuat kebaikan dan tidak ‘melupakan apa yang. semestinya dikerjokan." Muttazilah meletakkan pertanggungjawaban terhadap manusia atas segala perbuatannya, Kala ‘manusia itu berbuat jahat, maka Allah membalasnya dengan kejahatan yaitt: memasukkanya ke dalam neraka dan kalau manusia itu berbuat baik dengan memasukkannya ke dalam sorga. Kala manusia itu bahagia dan sengsara, itu bukan karena perbuatan Allah tetapi adalah karen usaha dan perbuatan manusia itu sendiri. Dengan konsepsi keadilan ini, Mu‘tazlah ingin mensucikan perbuatan ‘Tuhan dari persamaan dengan perbuatan ‘mahkluk, Hanya Tuhanlah yang berbuat adil, Tuhan tidak bisa berbuat valim, Pada mahkluk terdapat perbuatan zalim, Dengan demikian, maka kalau Tauhid membahas keunikan diti Tuhan, alAd! membahas keunikan perbuatan Tuhan.* Golongan Mu'twzilah menafsirkankeadilan denganmengatakan,bahwa: ‘Tuhan tidak menghendaki keburukan, dan tidak menciptakan perbutatan ‘5 Taran Nasution, op cit, hm, $3. Abd a-Jabbar Hon Alona, Shr al-Usul al Khanh (Kairo: Maktabah Winbah, 1965), hm. 132. © Hatun Nasution doe et Dr. H.MUHAMMAD HASBI | 73 ‘manusia, Manusia hanya bisa mengerjakan perintah dan meninggalkan Jarangannya, karena qudrat (kekuasaan) yang dijadikan Tuhan pada ‘mereka. Ia tidak memerintah kecuali apa yang dikehendakinya dan tidak rmelarang kecualiapa yang dilarang, Nya. la hanya menguasai kebaikan yang, dipertanggungjawabkannya, dan tidak tahu menah keburakan-kebus yang dilarang-Nya.” Dengan meletakkan pertanggungjawaban terhadap manusia, maka Allah membalas seseorang atas perbuatannya sendiri, Faham ini jelas menolak pendapat Jabariysh yang mengatakan bahwa manusia. tidak mempunyai Kebebasan dalam perbuatannya. Manusia tidak ubshaya, seperti debu yang diterbangkan angin, tanpa ada daya dan upaya, Di lah timbulnya fabam Keadilan Tuhan menurut Mutaziah, Kalau fabam, djadikan pegangan, maka di mana letak eadilan itu? Tentu Tahan tidak adi, sebab memberikan kesenangan kepada in memberikan siksaan atau kesengsaraan kepada yang lainnya th ditentukan oleh kekuasaan ‘Tuhan. Untuk menjawab pettanyaantersebut, maka Mo'tazilah menafsitkan keadilan ‘Tuhan tersebut dengan memberi pertanggungjawaban terhadap manusia atau perbuatannya, ‘Oleh karena tu kaum Mu'tazilah sepakat mengatakan babuwa seseorang, berkuasa menciptakan perbuatannnya yang baik maupan perbuatan yang buruk dan la atau siksaan atas perbuatan-Nya ita yang baik dan mendatangkan kemaslahatan bagi umat manusia ia berhak menerima pal: 3. Al Waid wa al-Wa'id Ajaran yang ketiga int adalah kelanjutan dari ajaran kedua yaite tang keadilan Tuhan, Ajaran ketiga ini membicarakan tentang janji da ancamian. Al-waidyaitu seluruh informas! yang menyampaikan tentangakan terwujudnya balasan Kebaikan atau ditiadakan-Nya azab bagi seseorang atau ditiadakan-Nya kebaikan terhadap orang tersebut paca masa yang akan datang.* Jad yang dimaksud dengan al-wald alah janji Allah terhadap orang yang berbuat bail, yakni balasannya dengan kebaikan, Sedangkan al- \ ‘FA Mnak PegntarTeologé an, Ct (Jakarta: Pastka al-Hasna, 1980), him. 77-78 it Hn 5. ‘Ahad fcc 74| MU KALAM ‘watid ialoh ancaman Allah terhadap orang-orang, yang berbuat jabat dan tidak mau bertobat, Realisasi dari pelaksanaan jas ‘erat sekali kaitannya dengan keadilan-Nya, yakni memberikan balasan bagi ‘umat manusia sesuai dengan apa yang telah diusahakan dalam hidupnya Pada hari pembalasan nanti. Atas dasar keadilan tersebut, maka Allah svt akan memasukkan orang-orang berbuat baik ke dalam sorga dan orang yang, berbuat jahat ke dalam neraka, Al-Nazhzham menjelaskan, bahwa Tuhan tidak mempunyai kesinggupan untuk melebihkan siksaanya terhadap abl netaka, begitu pula tidak sanggup untuk mengurangi kenikmatan penghuni sorga, juga tidak sanggup untuk mengeluarkan penghuni sorga dari sorga, sebaliknya tidak sanggup memasukkan ke neraka melainkan penghuni neraka.® Kanm Muitazilah sepakat mengatskan bahwa apabila seseorang mukmin keluar dari dalam dunia (meninggal) dalam keadaan toat dan bertobat maka dia berhak mendapat pahala. Scbaliknya apabila seorang ‘mukmin keluar dari dunia dalam keadaan berdosa besar tanpa tobal, maka dia akan kekal di neraka, hanya saja diberikan kepadanya siksaan yang lebih ringan dari siksaan orang kafirs* Jan ancaman Tuhan sesungguhnya Pemikiransebgaimena tedihat pada uraian-uraian terdahulu ‘memberikan corak pemikiran secara matematis bahwa Kenikmata ‘adalah merupakan jawaban terhadap soal-soal kehidupan di dunia. yang berhubungan dengan perbuatan yang telah dilakukan sebagai perimbangan {echadap keadilan sesungguhnys. saab 4. AbManzilak bain al-Manzilatain. Ajaran dasar yang keempat dari aliran Mua bain al-manzilatain iposisi di antara dua posisi). Prinsip al al-manzilatain atau posisi menengah ini, erat sekall kai timbulnya faham Moitazilah yang mula-mula sekali dibawa oleh Wasi ibn ‘Atal Ajoran dasar keempat ini menyangkut stasus seorang mukmin yang telah melakukan dosa besar. Mukmin dalam pengertian ini belum ternoda lah ialah al-manzilal SAL Sjabrasant op ct, hm. 5 Bi hm. 45 Dr. H. MUHAMMAD HASBI | 75, perbuatan yang berakibat sangsi hukum berdosa besar, dan kafir dengan ‘menafikkan nilai iman yang masih ada dalam diri seseorang, ‘Awal mula persoalan ini sebagaimana dijelaskan bahwa ada sescorang yang mendatangi Hasan Basrah menanyakan tentang kedudukan orang yang berbuat cosa besar jimana pandangan golongan Khawarij yang mengatakan orang yang berbuat dosa besar itu telah keluar dari ag kkaum Murjfah mengatakan bahwa orang yang berdosa besar itu tidak merusak keimanan atau mereka tetap mukmin, Sementara Hasan ale Basti berpikir untuk memberikan jawaban, Wasil ibn ‘Ata’ mengeluarkan pendapatnya dengan mengatakan bahwa orang yang berdosa besar bul rmukmin mmutlak dan bukan kafir mutlak, akan tetapi dia berada pada posisi «di antara dua posisi(al-manzilal bain al-manzilatain), tidak kafir dan tidak, rmukmin, Kemudian Wasil berdiri dan menjaubkan diri pergi ke tempat Jain di mesjid dan mengulang-tlang apa yang telah dijawabnya terhadap ata: Wasi telah suatu pertemuan di me sebay 1a dan kafir. Dan pandangan jamafah Hasan al-Basti, Dan ketika itu Hasan al-Ba menjauhkan d Berdasarkan pada keterangan ini dapat diketahui bahwva faham posisi ‘menengah yang membawa Wasil memisabkan isi dari gurunya dan ‘membuat kelompok bara yang akhirnya menimbulkan satu faham teologi Islam yang dikenal dengan nama faham ataw aliran Muitazilah, Menurut kaum Mu'tazih, pelaku dosa besar tidak dapat dikategorikan sebagai kafir, Karena dalam ditinya masih terpancar nilai Keimanan, seperti keyakinannya akan Tuhan, amal-amal kebajikan masih menjadi bahagian dari kehidupannya, tetapi jika perbuatan dosa besar itu tidak dibarengi dengan taubat kepada Allah swvt., maka akan kekal di neraka. Begitu pula, ia tidak dikatakan sebagai mukmin sebab perbuatan yang dilakukan (dlosa besar) merupakan proyeksi perbuatan kufur, schingga dalam keadaan seperti ini orang tersebut adalah fasik.** lari kita. 5. Al-Amr bi al-Ma’ruf wa al-Nahy ‘an al-Munkar, ‘Ajaran dasar yang kelima dari aliran Multazilah adalah al-Amr bi al- ‘maruf wa al-Nahy ‘an al-Munkar, yaitu perintah berbuatbaik dan larangan 5 Tin. 48 Biarun Nasution, op. cit, hn. 38 Ab. AFHakim, Adab al-Mutaclh, Cet Il, (Mest: Dar Nabdat tt), bl. 137-138 76 | LMU KALAM berbuat jahat, Kewajiban untuk melaksanakan perintah ini ditujukan kepada seluruh umat Islam, sesuai dengan penjelasan al-Quran:"Hendaklah Kebajikan, menyuruh yang mairuf dan mencegah dari yang mungkar "3 ‘Akan tetapi yang menjadi permasalahan adalah teknis pelaksa schingga persoalan tersebut telah muncul sejak zaman sahabat Nabi sampai epada saat sekarang ini, Menurut Mu'tazilah, kewajiban menunaikan amanah ‘avar matrujnahy munkar dapat dilaksanakan cukup dengan serwan akan telapi kalau perlu dengan kekerasan.* jaannya, Pelaksanaan amr mairuf nahy munkar tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhetikan yaitu diketahui bahwa yang diperintahkan ita adalah maruf dan yang dilarang itu adalah meunkar, pelaksansannya tidak ‘menimbulkan Kerogian yang lebih besar dari keadaan yang sebenarnya, serta tidak pula membahayakan diti maupun harta seseorang, Kecuali yang sifatnya persengketnan.” Semuanya iksanakan agar Kebenaran dan ketentraman senantiasa terwajud dalam kehidupan sehari-hari, serta lebih memperkokoh keberadaannya, Kalangan Me'azilsh mendasarkan aliran mereka ini pada lima prinsip yakni tauhid (keesain Tuban), ad! (keadilan, al-waid wa al-waid (janji dan ancaman), al-mnanzlah bayn manzita tayn (satu posisi di antara dua posisi) dan Amir bin al-Mauf wa al-Nahy an Munkar (menegakkan kebajikan dan smenghentikan kemangkaran), Berdasarkan prinsip tauhid mereka mengatakan bahwa sifat-sifat ‘Tuhan adalah satu Can tidak dapat dilepaskan dari esensi (eat) Tuhan. Sifat- sifat yang tersebut dalam Alquran, khususnya yang bersesuaian dengan ‘nama-nama Tuhan, mestilah diyakit n ealitas yang absolut. Sesuatu yang absolut seharusnya tidak terbatas dan tidak terbagi-bagi yakni tunggal:® Berdasarkam peinsip al-adi, maka mereka mempertegas statmennya bbahwa_manusia memiliki kebebasan berkehendak, yang merupakan 5 QS Airman (9):104 Harun Nasition, cit, him. 56 Ab. ALJoblar bin Alma opi ih 142-143 © hat Cyl Glee qp cb 291. Banding hun Nason, ay h 38 Bandingkan pula dengan man Muhammad Abs Zahra, lark obMazaht-lamipag {Bleremafkan oleh Abd. rahman Dahan dan Amd Carib dengan jl fran Poti dn Agidal dal Han (Cet aka: Logos, 1996). 12 yeaa did Dr. H. MUHAMMAD HASBI | 77 keniscayaan dari keadifan ‘Tuhan, Menurut mereka, ‘Tuhan mestilah berbuat sesuatu yang terbaik (shalalt atau ashlah) terhadap dunia yang diciptakannya.* Segala perbuatan dan kehendak Tuhan tidak bisa bertentangan dengan paham keadilan, Inilah titi tolak pemikiran rasional mereka tentang pendapat-pendapat keagamaan.” Dengan prinsip ketiga, yakni al-waind wa al-vva'd yang dimaksudkan adalah syurga dan neraka. Menurut keyakinan mercka bahwa jka seseorang ‘masuk neraka , semestinya ia tidak akan menuju ke sana dengan alasan sifat Rahman ‘Tuhan atau adanya intervensi Tuhan.” Dengan kata lain, Tuhan tidak adil kalau ia tidak memberi pahala kepada orang yang berbuat bail dan menghukum orang yang berbuat jahat'* Prinsip keempat, yakni sebuah posisi di antara dua posisi, Prinsip ini pada satu sisi merupakan metode filsafat mereka, namun pada sisi lain, Prinsip ini merupakan wavvasan politik dalam kontroversi kesejarahan.** Prinsip ini merupakan posisi menengah bagi pembuat dosa besa, tidak posisi mukmin dan tidak kafir, Bukan posisi syurga, bukan pula posist neraka. Prinsip kelima, sebuah prinsip yang ditunjukkan untuk pembentukan corak masyarakat Islami. Hal ini tidak berbeda dengan golongan yang Jain, Perbedaannya antara golongan tersebut pada bentuk pelaksanannya, Menurut Mutazilah, perintah berbuat baik dan larangan berbuat jahat kalau dapat cukup dengan serua,tetapi kalau perlu dengan kekerasan.** Menurut Harun Nasution, uraian di atas mencerminkan bentuk rasionalisme, tetapt bukan rasionalisme yang menentang dan menolak agama serta tidak percaya kepada Kebenaran dan Keabsahan_wahyu, ‘malahan rasionalisme yang tunduk dan menyesuaikan iti dengan kebenaran wahyu.”” aan a Liat Harun Nasuton, sans, oe Lihat Cyril Gleso ci Lihat Harun Nasutin, be. cit [iat Cyril eso,

thd him. 31. Dr. H. MUHAMMAD HAse! | 87 atawuntuk tidak melaksanakan kehendaknyaitu, Dalam menentukan an yang menyangkut perbuatannya sendiri, manusialah yang ‘menentukan, tanpa ada campur tangan Tuhan, Menurut Ghilan al-Dimasygy, manusia berkuasa atas perbuatan- perbuatannya, manusia sendirilah yang melakukan perbuatan-perbuatan baik atas kebendak dan kekuasaannya sendiri dan manusia sendiei pula yang melakukan ataw menjauhi perbuatan-perbuatan jahat atas kemauan ddan dayanya sendiri Selanjutnya menyatakan “bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan manusia dan menjadikan baginya kekuatan agar dapat melaksanakan apa yong dibebankan oleh Tuhan kepadanya, Karena jika Allah memberi beban kepada manusia, namun ia tidak memberikan ekuatan pada manusia, maka beban itu adalah sia-sia, sedangkan kesta- siaan itu bagi Allah adalah suatu hal yang tidak boleh terjai: Dalam paham {ni manusia merdeka dalam tingkah lakunya, la berbuat baik adalah atas Kemanan dan kehendaknya sendiri, Di sini tidak terdapat paham yai ‘mengatakan bahwa nasib manusia telsh ditentukan terlebih dahulu, dan bahwa manusia dalam perbuatan-perbuatannya hanya menurut na yang telah ditentukan semenjak azali." Pemahaman tentang Qadariah ini jangan dikacaukan dengan pemahaman tentang sifat a-qudrah yang dimiliki oleh Allah swt, karena pemahaman tentang sifat Tuban al-quarah lebih ditujukan kepada upaya marifat kepada Allah swt. sedangkan paham Qadariak lebih ditojukan kepada qudrat yang dimiliki oleh manusia, Namun terdapat perbedaan antara gudrat yang dimiliki manusia dengan qudrat yang dimiliki oleh ‘Tuhan. Qudrat pada Tuhan adalah bersifat abadi, kekal, berada pada zat Allah swt, tunggal, tidak berbilang, dan berhubungan dengan segala yang dlijadikan objek kekuatan, serta tidak berakbie dalam hubungannya dengan va Sedangkan qudrat manusia adalah bersifat sementara, berproses, bertambah, berkurang bah kan bisa hilang. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa paham Qudariah telah ‘meletakkan manusia pada posisi merdcka dalam menentukan tingkah, ibnya 5 Tarun Nasation, opt, him. 33-34. bid 2 Al Musafal-Ghuraby epit,hhnt74 8B) ILMU KALAM laku dan kehendaknya. Jika manusia berbuat baik maka hal itu adalah atas kehendak dan kemauannya sendiri serta berdasarkan kemerdekaan dan kebebasan memilih yang, ia miliki, Oleh Karena itu, jika seseorang diberi ganjaran yang baik berupa surga di akhirat, atau diberi siksaam di neraka, anya sendii maka semuanya ituadalah alas pi Adapun alasan argumentasi_golongan yang berfaham Qadariyah dalam memperkual pahamnya atau argumentasinya sering dipakai dali naqli atau al-Quean? yaitu: 1. QS.(13) al Read ayat 11. peotl wis S ga ua ao “Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatw awn sohingga mereka merobah keadaan” 2. QS(41) Fushilat aya 40. ivi, Fon a titer teal Glass ty SI He wish “Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; Sesunggulnya dia Maha ‘melihat ava yang kamu kerjakan” 3. QS:(18) al-Kabfi ayat 29, SEE of5 A5B AS TS on Gol BF “Dan Ketakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Thani; ‘Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan baraugsiapa yen ingin (kafr) Biarlah ia kale” Departemen Agama Rl Al-Quri dan Tevjemalowa,(Jskars:Yayasan Penyelenggora Peterjemah al-Quran, 2000), b Dr. H. MUHAMMAD HASBI | 89 BAB VII ALIRAN AL-MATURIDIYAH A. Sejarah Munculnya al-Maturidiyah Dari perspektif Islam, aspek politik dan akidah termasuk persoalan serius yang banyak menguras energi para pemikiran dan politikus muslim -semenjak Rasufullah wafat Kedua hal tersebutterkait dan saling berkorelasi Karena dari persoalan politik tersebut meningkat menjadi persoalan akidah, seperti tentang dosa besar, kafir dan mukmin yang kennudian melabirkan beberapa aliran teologi seperti Khawarji, Murjiab dan Mu'tazlah, ‘Mutazilah adalah golongan yang membawa masalah-masalah teologi yang lebih radikal dan bersifetflosofis dari pada problem-problem yang i bava kaum Khawarij dan Murjiah, schingga banyak produk pemikiran tidak sejalan dengan pandangan kaum tradisional. Reaksi eras kaum {radisional mencuat menentang Mu'tazilah. Pada akhirnya terwujud dalam bentuk aliran teologi yang di kenal dengan nama Ah! al-Sunmiah wa al-Jamaah. Dengan tokoh utamanya Hasan al-Asyari dan Abu Mansur al-Maturidi.' Kedua tokoh tersebut menonjol ppada akhir abad ketiga Hijriyah yaitu Abu Hasan Al-Asylri di Basrah dan ‘Abu Mansur al-Maturidi di Samarkhan, Mereka bersatu untuk membantah atau menentang tethadap Mu'tazilsh, meskipun al-Asyari dan al-Maturidi terdapat perbedaan paham.? TEMG Yosran Asami, Hn Tau, kara: PU Raja Graf, 1983), bla, 16 * Muhammad Abu Zakrah, “Alan Polit dan Agila dala Bowral bbass Abdur Rahman Dahlan dan Ahmed Qari, Cet (pkat: Legos Publishing house, 1986), Hn. 18) ‘90 | LMU KALA Aliran Maturidiyah Berdiri atas prakarsa al-Maturidi pada tahun pertamaabad ke4 H.’ AL-Maturidi muneul darifaham teologi Ah al-Sunnal 'wa al-Jamaak, yang berpegang teguh pada sunnah, yang berbeda dengan ‘Murtazilah yang tidak kuat berpegang teguh pada sunnah Oleh Karena ita golongan Ahfi Sunnah wal Jamaah merupakan golongan yang mayoritas dan golongan Mu'tarilah yang merupakan golongan minoritas. Sehingga yang dimaksud dengan Ahl Sunnah Wal Jamach didatam lapangan teologi Islam adalah Asyari dan Maturili Al-Maturidi dan Asyari tampil bersama dalam satu. sosial dan pemikiran yang sama, AL-Asyari dan al-Maturidi datang untuk memenuhi Kebutuhan mendesac yang menyerukan untuk menyelamatkan diri dari ckstriminasi kaum tasional yang berada dibarisan paling depan adalah Mu’tazilah, maupun ekstriminitas kaum tekstualitas yang berada dibarisan paling depan adalah kaum Hanabilah (para pengikut Imam Ibn Hambal)* ssungguhnya al-Matari sebaya dengan al-Asy'ari, akan_tetapi berbeda tempat tinggal. AL-Asyari hidup di Basrah Trak, sebagai pengikut Imam Syafii, sedangal-Maturidi bertempat tinggal di Samarkhan, sebagai pengikut mazhab Hanafi, Oleh korena itu tidak heran kalau pengikut Asy’ari pada umumnya bermazhab Syafii, dan pengikut al-Maturidi bermazhab Hanafis Samarkhan merupakan tempat diskusi imu figh dan ushul figh. Diskusi dibidang figh berlangsung antara pendukung mazhab Hanafi dengan mozhab Sef, Di daerah Samarkhan hadis tidak berkembang sehingga mengakibatkan al-Maturidi memakai pertimbangan akal dalam memecahkan masalsh keagamaan, Pemikiran-pemikiran al-Maturidi bertujuan untuk membendang paham Mutavilah seperti juga aliran Asyariyah, Nomun demikian tidak seluruh pemikirannya bertentangan dengan Mutazilah, Bahkan dalam 7 Terai Madkour, Fal Rakafaha-lamiye: Mana) wa Tarball uz alan. Ab Dahasa Vudian Walaa Asmin dengan judul "Alita dan Teor’ Fisaft Ilan” Cet. t, (akarta: Bom Aksar, 195), hm. 8 + NIC Aba Fatah al-Mafey nant A Sul wal Jamia (Abu Mansur at-Mawuridy) ila I tape Makltabah wea Haba, 1985) lm. 12 * bid +H. Sahihun A. Nasir, Pengamtar I Kalan, (Cet 3; Jakarta: PE: Roja Grafindo Persia, 1996) hn, 168-169 Dr. H. MUHAMMAD HASB! | 91 beberapa hal pemikirannya’ hampir sama dengan pendapat Mutazilah. Oleh Karena itu, sering kali al-Maturidi disebut “berada di antara teologi Ma‘tazilah dan Asyariyalt? Dalam perkembangan selanjutnya aliran al- Maturidi terbagi menjadi 2 sekte yakni sekte al-Maturidiyah Samarkhan (Abu Mansur al-Maturidiyah) dan al-Maturidiyah al Bukhara (Abu al-Yusr Muhammad Bazdawi). B, Tokoh al-Maturidiyah Samarkhan Nama aslinya Muhammad ibn Muhammad ibn Muhammad Abu Mansur al-Maturidi. Asalnya dari Maturidi yaitu sesuatu daerah di Samarkhan, Schingga terkadang namanya disandarkan pada Samarkhan «dan biasa di panggil Abu Mansur Muhammad ibn Mubammadibn Mahmud al-Maturidias-Samarkhani* Betiow dilahirkan tepatnya di Maturid, Uzbekistan para paruh kedua abad ke 9 M2 Sebenarnya tahun kelahirannya tidak diketahui secara pasti, naman Muhammad Abu Zahrah menuliskan, irakan pada pertengahan abad ke 3 H. karena betiaur mereguk ilmnt fikih mazhab Hanafi dan itm Kalam dari Nasr Ibn Yahya al-Balkbi yang. wwafat pada tahun 268 H. Abu Mansur al-Maturidi merupakan seorang teologian (nutakallinn) pembentuk imu kalam dari Nasr Ibn Yahya al-Balkhi yang wafat pada tahun 268 H. Pandangan lain mengatakan bahwa Abu Mansur al-Maturidt merupakan seorang teologian (mutekillimin) pembentuk imu Kalam ((cologi Islam) yang wafat pada tahun 333 11/944 M.M Beliaw hidup pada sekitar abad ketiga dan keempat Hijriyah atau pada pertengahan abad kesembilan sampai dengan pertengahan abad kesepuluh Maschi. Devan RedaksiFnsillopedia sar, Fnsitopedr slam, 3, Cet (Jakarta: PL Nine Baru Van Hove, 1991) him. 206 + Imam Ali Abel Fttah al’ Mafraliy ot, hin 11, Nama lengkapnya adalah Aba Monsar ‘Muhamumad ibn Mahmud al-Honaial-Mutakalim al-Maturih a Samarkand. Blin lebih dikenal dengan nama Aba Mansur Maram l-Maruridh, Lihat Ib + Dewan Redaksi Ensikloped slam loci, "© Muhammad Abu Zabrah, op. ci, him 207 © Ghufton A. Masia, Enshlpedisrn, Cot. (kta: PE Raja Grafindo Persad, 1999), him. 265. Lihat pula imam Abl alSunnah wa al-Jamash (Abu Mansue at Maturi), opcit, him. 12 92| uM Kava Semasa hidupnya al-Maturidi: menerima ilmu dari banyak guru, di antaranya dari Abu Nashr Ahmad ibn al-Abbasal-Bayadi, Ahmad ibn Ishak al-Jurjani dan Nashribn Yabya al-Balkhi yang merupakan ulama terkemuka dalam mazhab Hanafiab.!* Al-Maturidi dilam bidang yang dikajinya menyusun sejumnlah Kitab yang cukup banyak Di antaranya adalah : “Kitab Ta'wil al-Qurian, Kitab fl-Ma'khuz al-Syarai, Kitab al-jadal, Kitab al-Usul fi Usul al-Din, Kitab al- Magalet fi al-Kalam, Kitab Radd Tahdzib al-Jadal li al-Ka'bi, Kitab Radd al-Usul al-khamsah Ii Abi Muhammad al-Babil, Radd Buithial-Ravwafid den al-Radd ‘ala al-Quramnitah™* Al-Maturidi merupakan pengikut setia dari Abu Hanifah yang terkenal ketat dengan keabsahan pendapat akal, Sehingga al-Maturidit banyak memakai kemparasi akal dalam penyelesaikan problem keagamaan (teologi). Pengikut dari al-Maturidi, salah satunya adalah Abu al-Yasr ‘Muhammad al-Baadawi (421-493 11), Nenek al-Dazdawi merupakan murid darial-Maturidi, dan ajaran al- Maturidi dari orang tuanya. Al-Bazdawi tidak selamanya sepaham dengan al-Maturidi, Perbedsan pendapat di antara mereka menyebabkan aliran al-Maturidi terbagi menjadi dua gotongan, {golongan Samarkhan dan golongan Bukhara.!* ib al-fmamah ft ©. Tokoh Maturidiyah Bukhara Al-Bazdavwi lahir di Hudud sebuah negeri di Bazdah akhir 400 1/1010 ‘M, Nama lengkapnya Ali ibn Abi Muhammad ibn al-Husaein ibn Abd al- Karim ibn Musa ibnisa ibn Mujahis a-Bazdavi. AL-Bazdawi adalah seorang tokoh besar yang berpengaruh pada zaman itu, Hal ini terlihat dengan kebethasilannya menjadi sub aliran Maturidiyah yang kemucdian di kenal dengan nama Maturidiyah Bukhara. Di samping itu, al-Bazdawi memiiki beberapa gelar yaitu al-Mujtalrid i al-Masail (nmujtahid yang tidak berjtihad sepanjang masih ada pendapat imamnya, tetapi apabila ada masalah hhukum yang belum dibahas oleh imamnya, maka mereka berjitihad untak © Matmmonad Abu Zahra, epeit, him. 209 id % Harun Neston, Teli lame Mian-AMan,Sejarah Anais dan Ferbandingan (Cet. 5; Jakarta: Universitas Indonesia Press, 1986), him. 8 rH. MUHAMMAD HASBt | 93 ‘memecabkannya), huffads al-mazhab al-Hanafi (pelestari mazhab Hanafi), kebanggan Islam, dan Abu al-Usr’(bapak kesulitan).!* Keberhasilan-keberhasilan itu. dicapainya dengan menorehkan beberapa hasil pemikirannya sesuai dengan bidang ilu yang diketahuinya, di antaranya sebagai berikut: 4. Menurutnya ilmu terbagi atas 2 yakni pertama, imu tauhid dan fat, lmu ini pada prinsipnya berpegang teguh pada al-Qur’an ‘dan hadis serta menghindari dari hawa nafsu dan bid’ah. Umat Islam harus mengikuti terikat (cara-cara yang ditempuh) sunnah, atau jamaah yang ditempuh olch sahabat,tab'in dan orang-orang, salch, sebagaimana diajarkan oleh ulama sebelumnya. Kedua, imu syariat dan hukumn. b, —Bidang usu fikih, al-Bazdawi mengajukan pemikiran di sekitar ijmat Baginya ada beberapa tingkatan ijma, yakni 1). Ima’ sahabat, edudukannya sama dengan ayat dan khabar mutawatir , 2) Jjma’ orang-orang sesudah sahabat, kedudukannya sama dengan hhadis masyhur, dan 3). Ijma’ mujtahid, yakni pada masa salaf, kedudukannya sama dengan hadisahad. Menurutnya jmak dapat dinasakh oleh ijma yang setaraf. Inilah yang membuat perbedaan, dengan wlama-ulama usul fikih lainnya yang menyatakan bahwa, ijmat tidak dapat dibatalkan dengan jjma"” Dalam bidang fikih, bahwa fikih dari tiga sumber yaitu kitab, sunnah dan jim, sedangkan qiyas di istinbat-kan dari asal yang tiga tersebut. Hukum-hukum syarst hanya diketahui dengan mengetahui peraturan dan pengertian (nazhamt wa al-maina) yang terdiri dari empat bagian. Pertama, dalam bentuk peraturan adalah sighat dan bahasa. Kedua, penjelasan peraturan, ketiga Aida Ais Dall, etal, Bsittope Hvku Ison 1 Cet f Jakarta: PTIRbtiar Bars Yan Hoeve, 1996), him, 209. Ada yang menuliskan balwa nama lengkspaya Abu al Jase Muhammad ibn Mohammad tbo Abd. Karim al-Hardayd, H.MLYusran Asm, Hue Tah, Ct. Ui (skacta: PE Raj Grafindo Persad, 1993), hm. 129. Moma Tn Muhammad ibn l-Fhassinsba Abd. Karin Ab al-Yaral-lordnw disandarkan ‘eepodanya Kepada nama daeralnya Karena Mud tidak beg dicen. H.Syahrir Harahap dan Husain Bhakti Nesuton, Enslopedi Agida Islam, Cet. 1 (akarts “Tid, Wm. 211. Lihat joga Spare Harahap, op it, .73 Abdul Adis Dablan, bid (94 | 1LMU KALAM, mempergunakan peraturan dalam bab bayan (penjelasan),, dan Keeripat, mengetaboi batas maksud dan makna Karena keluasannya dan banyak kemungkinannys."* Dalam bidang ilmu fikih, al-Bazdawi termasuk pengikut mazhab Hanafi yang itempatkan pada posisi paling tinggi. Karena Imam Hanafi menurutnya berani menasakh al-Quran dengan hadis dan mengamalkan hadis mursal dan beranggapan beramal dengan hhadis mutsal lebih baik dari pada beramal dengan ray (pemikiran has itihad).” 4. Pemikirannya yang sulit dipahami olch Abdul Avis Bukhari ketika menulis Kasyf al-Asrar adalah ungkapan wa Janina haza al-kitab hasyifan ‘an sammaitulu ghavaid muhtajibal ‘an al- aabsar, nasib ‘an sammaitulne kasyifal-asrar. (berhubung karena kitab ini berfungst sebaga usaha untak menyikap masalah yang, tidak terjangkau oleh pengertian (sulit sekali, apabila aku memberinya judul Menyingkap Rahasia® ca tepatlah Selain dari itu, al-Bazdawi semasa hidupnya memiliki karya-karya yang terbilang tidak sedikit jumlahnya antara lain 1). Ab-Mabsut (yang terbentang), 2). Syar Jann" al-Kabir (Komentar terhadap al-Jarn” al-Kabir karangan_al-Syaibani), 3). Syarh alam al-Sagir (komentar terhadap al-Jami’ alSagir karangan al-Syaibani). 4). Syarh al-Ziyadaly ak-Ziyadat (Komentar terhadapbuku Ziyadah al-Ziyadat karangan al-Syaibani, 5). Usul al-Bazdawt (pokok pokok pikiran al-Bazdawi). 6). Usul al-Din (pokok- pokok agama), 7) Kasyfal-Asrar fi Tafsir al-Qurian (menyikap tabir dalam lafsir al-Quran), 8), Amali Tafsir al-Quran (beberapa ide tentang tafsir al-Quran), 9). Sirah ab-Mazhab fi Sifah al-Adab, (Lentang sejarah, tokoh, ‘dan aliran sastra) 10). Syarh Tagwim al-Adifah (komentar terhadap buike ‘Taqwion al-Adillah), 11). Syarh al-Jami? al-Sahih Wi al-Fugaha (senandung bli fkih) dan 13), AL-Wiagiat (buku yang berisi mengenai keputusan pengadilan).” ‘Syabri Harahap, Bnikloped! Akideh Mla, locit Ais Dahlan, Ensiklepod Hukuo Mlan, oc, cit Dr. H. MUHAMMAD HASBI | 95 Al-Bazdawi semasa hidupnya pernah menjabat sebagai hakim dan ‘mengajarkan ilmunya kepada para murid-muridnya, salah satu muridnya {alah Najm al-Din Muhammad al-Nasafi (460-573 H.) serta mengajarkan ajarannya terutama mengenai teologi Maturidiyah Bukhara sampai ‘menjelang tulup usia pada tahun 493 2 D. Pokok-pokok Ajaran al-Maturidiyah Metode berpikir al-Maturidi dalam penetapan kewajiban mtifah teshadap Allah dapat dijangkau berdasarkankemampuan akal untuk ‘menalar, Oleh karena itu, terhadap sesuatu dapat dinilai dengan penilaian kal, Menurut al-Maturidi, ilmu semacam keragu-raguan kare rmengembalikan pada persoalan yang memungkinkan dari dua persoalan sehingga petlu adanya penalaran® Imu pada hakekatnya mencakup terhadap sesuatu bagian-bagian yang nampak dari sesuatu. Sean itt, al Maturidi berpendapat bahwa ilmu dan malrfah mengandung make yang sama, sehingga tidak dibedakan, Oleh karena itu, apabila matrifah