Anda di halaman 1dari 17

BAB II

THERMOMETER

2.1 Tujuan

1. Mengetahui pembacaan skala pada thermometer.


2. Mengetahui cara perhitungan suhu sebenarnya..
3. Mengetahui jenis-jenis Thermometer.
4. Mengetahui perhitungan koreksi thermometer.
5. Mengetahui kegunaan masing-masing Thermometer

2.2 Dasar Teori

Thermometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu


(temperatur) ataupun perubahan suhu. Thermometer berasal dari bahasa latin
yaitu, thermo yang berarti panas dan meter yang artinya untuk
mengukur.Thermometer menggunakan suatu zat yang mudah berubah sifat
akibat perubahan suhu/sifat termonetik benda. Zat cair termonetik adalah zat
cair yang mudah mengalami perubahan fisis jika dipanaskan atau didinginkan,
misalnya air raksa dan alkohol.

Thermometer memiliki beberapa jenis menurut cara kerjanya :

1. Thermometer Raksa
2. Thermometer Inframerah
3. Thermometer Kupel
4. Thermometer Galileo
5. Thermistor
6. Thermometer Bimetal Mekanik
7. Sensor suhu Bandgap silikon
8. Merkuri thermo
9. Thermometer Alkohol
10. Thermometer Badan

Apakah thermometer itu bekerja pada pemuaian zat cair atau tidak.
Untuk itu perlu memiliki zat cair yang peka terhadap perubahan suhu, yaitu
cepat memuai bila terkena hawa dingin dari benda yang diukur suhunya.
Umumnya zat cair yang dipakai peka terhadap perubahan suhu adalah air raksa.
Berikut ini adalah kelebihan dari air raksa:

a. Cepat menyerap panas yang diukur suhunya


b. Pemuaian teratur
c. Tidak membasahi dinding kaca

Laporan Resmi Praktikum Fisika Dasar I5


2

d. Warnanya mengkilap sehingga mudah untuk dilihat

Walaupun memiliki kelebihan, raksa juga memiliki kekurangan, yaitu


raksa berharga sangat mahal, kemudia bisa tabung yang mewadahi raksa pecah,
akan berbahaya bila cairan raksa tersebut terkena kulit.

Selain raksa, zat cair yang juga digunakan untuk mengisi thermometer
adalah alkohol. Thermometer alkohol memiliki keuntungan yakni harganya
yang murah. Juga thermometer alkohol dapat mengukur suhu yang jauh lebih
rendah dibandingkan air raksa dan bisa mengukur suhu yang jauh lebih tinggi
pula dari air raksa. Tetapi alkohol memiliki sifat yang sangat bertolak belakang
dengan air raksa.

Raksa (Hg) dan alkohol mudah menguap akibat perubahan suhu, sifat
termometrik inilah yang digunakan pada thermometer zat cair.

Thermometer Badan memiliki skala dari 35C sampai dengan 42C,


sehingga tidak dapat ditera secara langsung dengan es yang mencair atau
dengan air yang mendidih. Thermometer Badan dapat ditera dengan
Thermometer Batang.

Untuk peneraan suatu thermometer, diperlukan dua suhu referensi


tetap yaitu, titik beku air (es yang sedang mencair) pada 0 dan titik didih
air 100 pada tekanan 1 atm. Untuk menera Thermometer Badan,
diperlukan thermometer batang yang mempunyai range 0oC sampai dengan
100oC.

Thermometer Batang ditera secara langsung pada suhu titik beku air
0oC dan titik didih 100oC, pada tekanan udara luar 1 atm. Selanjutnya
dimasukkan ke dalam air hangat yang diperkirakan suhunya berada antara 35 oC
sampai 42oC. Bila titik didih air ToC, sedangkan Thermometer Batang dalam air
mendidih menunjukkan boC dan dalam air yang membeku a oC maka harga
skala thermometer yaitu:

T ...........................................................................Persamaan 2.1
b-a

Laporan Praktikum Fisika Dasar I


3

Bila Thermometer Batang yang dimasukkan kedalam air hangat


menunjukkan TC maka temperatur yang terdapat di Thermometer Batang dapat
disampaikan melalui persamaan:

X = (t a)

T ...............................................................Persamaan 2.2
b a
Koresksi Thermometer Batang adalah selisih antara suhu
sebenarnyanya dan suhu terbaca, yaitu:

..............................................................................Persamaan 2.3

Jika thermometer badan menunjukkan t, maka koreksi Thermometer


Badan adalah:

X-t
.............................................................................Persamaan 2.4
Keterangan :
T = Titik didih air
a = Suhu membeku pada Thermometer Batang ()
b = Suhu air mendidih pada Thermometer Batang ()
t = Suhu air hangat pada Thermometer Batang ()
t = Suhu air hangat pada Thermometer Badan ()
X = Suhu sebenarnya ( )

Pada mulanya, thermometer ditemukan oleh Galileo Galilei. Menurut


Galileo Galilei, thermometer adalah alat identik dengan suhu badan karena alat
tersebut dikenal sebagai sarana untuk mengetahui suhu badan seseorang.
Santorio, seorang ilmuwan dari Italia yang memperkenalkan thermoscope
dengan skala numerik, alat ini merupakan cikal bakal dari thermometer.

Pada tahun 1593, Galileo Galilei memperkenalkan penemuannya


yang merupakan dasar bagi pengembangan thermometer lainnya. Pada tahun
1714, seorang ahli Fisika dari German yaitu Gabriel Fahrenheit yang
menemukan Thermometer Alkohol dan Thermometer Merkuri. Dari sini ia
memperkenalkan skala suhu perhitungannya yang selanjutnya dikenal sebagai

Laporan Praktikum Fisika Dasar I


4

derajat Fahrenheit. Setelah Fahrenheit, muncul Anders Celcius, ia adalh


seorang ahli astronomi dari Swedia yang menemukan sebutan atau satuan
dalam suhu yaitu celcius .

Thomoson Kelvin , seorang ahli dari Scotlandia , nama ia muncul


karena ia menemukan Skala Kelvin pada suhu (thermometer) . Skala suhu yang
digunakan untuk mengukur suhu dalam satuan Sistem Satuan Internasional
adalah Celcius yang dinyatakan dalam C . Pada Skala Celcius , dipilllih dua
suhu acuan atau dua titik tetap yaitu :

1. Titik tetap bawah ( titik s atau icepoint )yaitu suhu es


yang sedang mencair pada tekanan 1 atm .
2. Titik tetapp atas ( titik uap atau steampoint ) yaitu suhu
air murni mendidih pada tekanan 1 atm.

Suhu pada titik tetap atas di definisikan sebagai suhu air dan uap yang
berada dalam keadaan setimbang yakni pada tekanan 1 atm . Suhu pada titik
tetap bawah adalah suhu campuran es degan air pada keadaan setimbang dengan
udara jenuh pada tekana 1 atm . Pada Skala Celcius , titik tetap bawah diberi
angka pada 0 sampai 100 untuk tepi atas . Dapat dinyatakan pula bahwa suhu
adalah suatu besaran skalar yang memiliki system thermodinamika . Macam
macam skala thermometer :

1. Skala Fahrenheit
Skala ini diperkenalkan seorang ilmuwan asal German pada
tahun 1714 bernama Daniel Gabriel Fahrenheit (1686-1736)
yang juga penemu Thermometer Merkuri yang pertama serta
Thermometer Alkohol. Titik tetap bawah pada Skala Fahrenheit
di beri angka 32 dan titik atas pada skala ini angka 212.

2. Skala Celcius
Skala ini dikembangkan oleh ahli astronomi asal Swedia yaitu
Andreas Celcius (1701 -1744) pada tahun 1992 menggunakan
usulan sebagai acuan untuk mengukur suhu. Skala Celcius ini
memiliki titik beku 0C dan titik didih 100C .

3. Skala Reamur

Laporan Praktikum Fisika Dasar I


5

Titik tetap bawahnya 0R dan titik tetap atas nya 80R . Diantara
kedua titik tetap dibagi menjadi 80 skala . Penemu skala ini
adalah ilmuwan asal Perancis yang bernama Rene Antoine
Ferchault de Reamur (1683 1757 )

4. Skala Kelvin
Skala ini diperkenalkan oleh ilmuwan asal Britania yang
bernama Wiliam Thomson ( 1824 1970 ) . Skala ini mengukur
suhu secara ekstreem batas akhir dari suhu panas dan batas akhir
dari suhu dingin . Pada Thermometer Kelvin titik kebawah diberi
angka nol yang merupakan titik pada suhu mutlak ( suhu terkecil
yang dimiliki benda ketika energi total partikel benda itu nol ) .
Kelvin menetapkan suhu es melebur dengan angka 273 dan suhu
air mendidih dengan angka 373 . Rentang titik tetap bawah dan
atas pada thermometer kelvin dibagi menjadi 100 skala .

Titik tetap bawah thermometer skala Fahrenheit ( 0F) adalah suhu


campuran es dan garam . Sebagai titik tetap atas mula mula digunakan suhu
tubuh manusia yang sehat ( 100F) , titik beku ( 32F).

Dalam dunia migas, thermometer diterapkan pada pengukuran suhu


saat proses pengeboran untuk mengetahui suhu formasi batuan, saat proses
produksi untuk mengukur suhu reservoir, diterapkan pada proses pengolahan
minyak mentah menjadi produk olahan mintak lainnya.

2.3 Alat dan Bahan


2.3.1 Alat
Beaker glass
Electric heater
Gegep Besi

Laporan Praktikum Fisika Dasar I


6

Thermometer Badan
Thermometer Batang
2.3.2 Bahan
Air
Es

2.4 Prosedur Percobaan

Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan pada percobaan


thermometer.

Catat suhu ruangan saat itu juga.

Masukan Thermometer Batang kedalam bejana yang telah diisi oleh es


yang mencair es.

Catat pembacaam thermometer batang sebagai a oC.

Mngkalibrasi thermometer

Masukan Thermometer Batang kedalam bejana yang telah diisi oleh air
mendidih.

Catat pembacaan Thermometer Batang sebagai boC.

Mengkalibrasi thermometer kembali

Masukan Thermometer Batang kedalam bejana yang telah diisi oleh air
hangat.

Catat pembacaan Thermometer Batang sebagai toC.

Laporan Praktikum Fisika Dasar I


7

Masukan Thermometer Badan kedalam bejana yang telah diisi oleh air
hangat.

Catat pembacaan Thermometer Badan sebagai toC.

Mencatat pembacaan Thermometer Badan sebagai toC.

Mengulangi langkah ke 3 samai 12 dengan benar sebanyak 2 kali.

Merapikan kembali alat dan bahan.

2.5 Hasil Pengamatan


Tabel 2.1
Hasil Pengamatan Thermometer Batang Pada Kondisi Air Es yang
Mencair dan Air Mendidih
Penunjukan Thermometer Batang
Percobaan
aC bC

1 8,5 C 90 C

2 7 C 91 C

3 7 C 92 C

Tabel 2.2
Hasil Pengamatan Thermometer Batang dan Thermometer Badan
Pada kondisi Air Hangat

Penunjukan Thermometer Batang dan


Percobaan Thermometer Badan
t oC t oC
1 43oC 42,9 oC

Laporan Praktikum Fisika Dasar I


8

2 42 oC 43,8 oC

3 41 oC 43,2 oC

2.6 Pengolahan Data


2.6.1 Pengolahan Data Thermometer Batang
1. Percobaan Pertama

Diketahui :

aC = 8,5C

bC = 90C
tC = 43C
tC = 42C
Ditanya :

x = ?

x2 = ?
Jawab :

T T T
x = (t a) ( ta ) ( t-a )
ba b-a b-a

100
= (43C 8,5 C)
9 08,5

= 42,331C

x2 = (x)2
= (42,331)2
= 1791,913C

2. Percobaan Kedua

Diketahui :

aC = 7C

bC = 91C
tC = 42C
tC = 43,8C
Ditanya :

Laporan Praktikum Fisika Dasar I


9

x = ..?

x2 = ..?
Jawab :

T
x = (t a)
ba

100
= (42 7)
9 17

= 41,667C

x2 = (x)2
= (41,667)2
= 1736,111C

3. Percobaan Ketiga

Diketahui :

aC = 7C

bC = 92C
tC = 41C
tC = 43,2C
Ditanya :

X = ..?

x2 = ..?
Jawab :

T
x = (t a)
ba

100
= (41-7)
9 27

= 40C

x2 = (x)2
= (40)2

Laporan Praktikum Fisika Dasar I


10

= 1600C

2.6.2 Koreksi Thermometer Batang


1. Koreksi percobaan pertama

=x-t
= 43,331 - 43
= -0,667 C
2. Koreksi percobaan kedua

=x-t
= 41,667 42
= -0,333C
3. Koreksi percobaan ketiga

=x-t
= 40 41

= -1 C

2.6.3 Koreksi Thermometer Badan

1. Koreksi percobaan pertama


= x - t

= 43,331 42

= -0,331C

2. Koreksi percobaan kedua


= x - t

= 41,667 43,8

= - 2,133C

3. Koreksi percobaan ketiga


= x - t

= 40 41

= -1C

Laporan Praktikum Fisika Dasar I


11

2.6.4 Data Terbaik Thermometer Batang

x = x1 + x2 + x3

= 42,331 + 41,667 + 40
= 123,998C

x2 = x12 + x22 + x32

= 1791,913 + 1736,111 +1600

= 5128,024C

x =
x x
3 n

160,35 123,998
=
3 3

= 41,333C

x n( x)
2 2
x = 2
n(n-1) x 2 n


2
= 5128,024 - 3 ( 41,333 )
3(3-1)
= 0,679C
x+ x = 41,333+ 0,679
= 42,012C
x+ x = 41,333 - 0,593
= 40,654C
Jadi, data terbaik dari percobaan thermometer batang berkisar antara
40,654C sampai dengan 42,012C.
Tabel 2.3
Hasil Pengolahan Data Percobaan Thermometer
a b t
Percobaan t (C) x(
(C) (C) (C)

1 4 91 33 33,7 33,

Laporan Praktikum Fisika Dasar I


12

2 5 92 33 33,6 32,

3 5 93 32,5 33,6 31

96,
x

Grafik 2.1
Suhu Sebenarnya X (oC) terhadap suhu Thermometer Batang (t oC)

Laporan Praktikum Fisika Dasar I


13

Grafik 2.2
Suhu Sebenarnya (X C) terhadap Suhu Thermometer Badan (toC)
o

2.7 Analisa Data


2.7.1 Analisa Percobaan

Tujuan dari percobaan thermometer ini untuk mengetahui tata


cara pembacaan skala pada thermometer, mengetahui tata cara
menggunakan thermometer badan dan thermometer batang, mengetahui
range thermometer badan dan thermometer batang, mengetahui tata cara
menghitung harga skala pada thermometer, mengetahui cara koreksi pada
thermometer badan dan thermometer batang.

Thermometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu


ataupun perubahan suhu. Untuk penerapan suatu thermometer, diperlukan
dua suhu referensi tetap yaitu, titik beku air (es yang sedang mencair)
pada 0oC dan titik didih air 100oC pada tekanan 1 atm. Untuk menera
thermometer badan, diperlukan thermometer batang yang mempunyai
range 0oC sampai dengan 100oC. Thermometer batang ditera secara
langsung pada suhu titik beku air 0 oC dan titik didih 100oC, pada tekanan
udara luar 1 atm. Selanjutnya dimasukkan ke dalam air hangat yang
diperkirakan suhunya berada antara 35oC sampai 42oC.

Laporan Praktikum Fisika Dasar I


14

Dalam melakukan percobaan thermometer memerlukan alat dan


bahan yaitu beaker glass, elecric heater, thermometer badan,
thermometer batang, dan bahannya ialah air dan es.

Percobaan thermometer ini dilakukan dengan langkah-langkah


yaitu menyiapkan alat dan bahan praktikum yang akan digunakan,
mengukur dan mencatat suhu ruangan saat itu juga, memasukkan
thermometer batang ke dalam bejana yang berisi es yang sedang mencair,
mencatat hasil peneraan thermometer batang tersebut sebagai aoC,
memasukkan thermometer batang ke dalam bejana didih, mencatat hasil
peneraan thermometer batang tersebut sebagai boC, memasukkan
thermometer batang ke dalam bejana yang berisi air hangat, mencatat
hasil peneraan thermometer batang tersebut sebagai t oC, memasukkan
thermometer badan ke dalam air hangat tersebut dan mencatat hasil
peneraan sebagai toC, mengulangi percobaan sebanyak 2 kali, mencatat
hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan, merapikan alat dan bahan
yang telah digunakan.

Pada percobaan thermometer ini dilakukan tiga kali percobaan.


Percobaan pertama dengan menggunakan thermometer batang pada es
yang sedang mencair diperoleh suhu sebesar 4oC, pada air panas suhu
yang diperoleh sebesar 91oC, pada air hangat dengan menggunakan
thermometer batang diperoleh suhu sebesar 33oC, dan pada air hangat
dengan menggunakan thermometer badan diperoleh suhu sebesar 33,7oC.
Dengan data-data tersebut diperoleh suhu sebenarnya sebesar 33,33oC.
Sedangkan untuk derajat koreksi dengan thermometer batang yaitu
-0,033oC dan derajat koreksi dengan thermometer badan yaitu -1,025oC.

Percobaan kedua dengan menggunakan thermometer batang


pada es yang sedang mencair diperoleh suhu sebesar 5oC, pada air panas
suhu yang diperoleh sebesar 92oC, pada air hangat dengan menggunakan
thermometer batang diperoleh suhu sebesar 33oC, dan pada air hangat
dengan menggunakan thermometer badan diperoleh suhu sebesar 33,6oC.
Dengan data-data tersebut diperoleh suhu sebenarnya sebesar 32,184oC.
Sedangkan untuk derajat koreksi dengan thermometer batang yaitu
3,376oC dan dengan thermometer badan yaitu 2,736oC. Percobaan ketiga

Laporan Praktikum Fisika Dasar I


15

dengan menggunakan thermometer batang pada es yang sedang mencair


diperoleh suhu sebesar 5oC, pada air panas suhu yang diperoleh sebesar
93oC, pada air hangat dengan menggunakan thermometer batang
diperoleh suhu sebesar 32,5oC, dan pada air hangat dengan menggunakan
thermometer badan diperoleh suhu sebesar 33,6oC. Dengan data-data
tersebut diperoleh suhu sebenarnya sebesar 43,589oC. Sedangkan untuk
derajat koreksi dengan thermometer batang yaitu 3,589oC dan dengan
thermometer badan yaitu 5,589oC.

Pada grafik 2.1 (suhu sebenarnya terhadap suhu thermometer


batang) dapat disebutkan bahwa mulai dari suhu thermometer batang
sebesar 41oC dan suhu sebenarnya sebesar 42,696oC menuju suhu
thermometer batang sebesar 42oC dan suhu sebenarnya sebesar 46,067 oC
grafik tersebut naik, dan mulai dari suhu thermometer batang sebesar
42oC dan suhu sebenarnya sebesar 46,067oC menuju suhu thermometer
batang sebesar 42oC dan suhu sebenarnya sebesar 48,809oC grafik
tersebut juga naik. Pada grafik 5.2 (suhu sebenarnya terhadap suhu
thermometer badan) dapat disebutkan bahwa mulai dari suhu
thermometer badan sebesar 38,3 C dan suhu sebenarnya sebesar 42,696oC
o

menuju suhu thermometer badan sebesar 38,3oC dan suhu sebenarnya


sebesar 46,067oC grafik tersebut naik, dan mulai dari suhu thermometer
badan sebesar 38,3oC dan suhu sebenarnya sebesar 46,067oC menuju
suhu thermometer badan sebesar 38,3oC dan suhu sebenarnya sebesar
48,809oC grafik tersebut juga naik.

2.7.2 Analisa Kesalahan


Pada percobaan thermometer ini terdapat beberapa kesalahan
yang dilakukan, yaitu:
Menempelnya thermometer batang pada permukaan beaker glass
pada saat pengukuran.

2.8 Kesimpulan
Dari percobaan thermometer yang telah dilakukan dapat diperoleh
kesimpulan yaitu:

Laporan Praktikum Fisika Dasar I


16

1. Thermometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu


ataupun perubahan suhu.
2. Untuk peneraan suatu thermometer, diperlukan dua suhu
referensi tetap yaitu, titik beku air (es yang sedang mencair) pada 0 oC dan
titik didih air 100oC pada tekanan 1 atm.
3. Suhu sebenarnya (x) dari percobaan ini adalah:
Percobaan pertama sebesar 33,333oC.
Percobaan kedua sebesar 32,184oC.
Percobaan ketiga sebesar 31,25oC.
4. Suhu yang ditunjukkan thermometer batang pada air dingin
adalah:
Percobaan pertama sebesar 4oC.
Percobaan kedua sebesar 5oC.
Percobaan ketiga sebesar 5oC.
5. Suhu yang ditunjukkan thermometer batang pada air hangat
adalah:
Percobaan pertama sebesar 33oC.
Percobaan kedua sebesar 33oC.
Percobaan ketiga sebesar 32,5oC.
6. Suhu yang ditunjukkan thermometer batang pada air mendidih
adalah:
Percobaan pertama sebesar 91oC.
Percobaan kedua sebesar 92oC.
Percobaan ketiga sebesar 93oC.
7. Suhu yang ditunjukkan thermometer badan pada air hangat
adalah:
Percobaan pertama sebesar 33,7oC.
Percobaan kedua sebesar 33,6oC.
Percobaan ketiga sebesar 33,60C.
8. Koreksi thermometer batang yang dihasilkan yaitu:
Percobaan pertama sebesar 0,333oC.
Percobaan kedua sebesar -0,816oC.
Percobaan ketiga sebesar -1,25oC.
9. Koreksi thermometer badan yang dihasilkan yaitu:
Percobaan pertama sebesar -0,367oC.
Percobaan kedua sebesar -1,416oC.
Percobaan ketiga sebesar -2,35oC.
10. Data terbaik pada percobaan Thermometer adalah berkisar
31,663 0C sampai dengan 32,849 0C.
11. Suhu adalah suatu besaran pokok yang menyatakan panas atau
dinginnya suatu benda.
12. Faktor yang mempengaruhi pada percobaan thermometer, yaitu :

Laporan Praktikum Fisika Dasar I


17

Pembacaan suhu menggunakan Thermometer Batang pada


kondisi air hangat.

Semakin besar suhu pada Thermometer Batang, maka semakin


besar pula suhu sesungguhnya. Sehingga suhu pada Thermometer Batang
berbanding lurus dengan suhu sesungguhnya.

Semakin besar suhu pada Thermometer badan, maka semakin


kecil suhu sesungguhnya. Sehingga suhu pada Thermometer badan
berbanding terbalik dengan suhu sesungguhnya

Laporan Praktikum Fisika Dasar I