Anda di halaman 1dari 6

KERANGKA ACUAN KERJA

RTT PERBAIKAN GORONG-GORONG CORUGATED STEEL YANG MELINTASI


RUNWAY DAN TAXIWAY

Kementerian / Lembaga : Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas


dan Pelabuhan Bebas Batam;
Unit Eselon II/Satker : Biro Perencanaan Teknik
Program : Penyusunan Perencanaan Teknis Pembangunan
Hasil : Terselenggaranya Penyusunan Perencanaan Teknis
Pembangunan Batam yang handal dan sistematis
Kegiatan : Penyusunan Perencanaan Perhubungan Udara
Indikator Kinerja Kegiatan : Layanan Perencanaan
Jenis Keluaran (Output) : Dokumen Rancangan Teknik Terinci Perbaikan
Gorong-gorong Corugated Steel yang Melintasi
Runway dan Taxiway
Volume Keluaran : 10 (sepuluh)
Satuan Ukur : Buku/Dokumen

A. LATAR BELAKANG

1. Dasar Hukum Tugas Fungsi / Kebijakan

a) Undang Undang nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang


(Lembaran Negara Republik Indonesianomor 68 tahun 2007, tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4725);
b) Undang - Undangnomor 44 tahun 2007 tentang Penetapan Perpu nomor
1 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang nomor 36 tahun
2000 tentang penetapan Perpu nomor 1 tahun 2000 tentang Kawasan
Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam menjadi Undang-
Undang;
c) Peraturan Pemerintah nomor 46 tahun 2007 tentang Kawasan
Perdagangan Bebas dan PelabuhanBebasBatam. Kawasan Batam
meliputi PulauBatam, Pulau Tonton, PulauSetokok, PulauNipah, Pulau
Rempang, Pulau Galang dan Pulau GalangBaru;
d) Peraturan Pemerintah nomor 5 tahun 2011 tentang Perubahan atas
Peraturan Pemerintah nomor 46 tahun 2007 tentang Kawasan
Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam;
e) Keputusan Presiden Nomor 9 tahun 2008 tentang Dewan Kawasan
Perdagangan Bebas dan Pelabuhan BebasBatam;
f) Keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Dewan
Nasional nomor 59 tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan
Kelembagaan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebasdan
Pelabuhan Bebas;
g) Peraturan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebasdan
Pelabuhan Bebas Batam nomor 23 tahun 2015 tentang SOTK;
h) Undang Undang No 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan
i) Manual Of Standar bagian 139 Aerodromes
j) Peraturan Pemerintah no.70 tahun 2001 tentang Kebandarudaraan.
k) Keputusan Menteri Perhubungan Peraturan Direktorat Perhubungan
Udara : SKEP/77/VI/20015
l) Keputusan Menteri Perhubungan Peraturan Direktorat Perhubungan
Udara : SKEP/78/VI/20015

2. Gambaran Umum
Bandar Udara International Hang Nadim Batam merupakan Bandara Kelas I
yang mempunyai landasan pacu sepanjang 4025 m dan merupakan landasan
terpanjang di Indonesia. Lokasi Bandar Udara merupakan suatu area yang luas
dengan permukaan yang rata, oleh karena itu pengolahan air hujan adalah
suatu hal yang harus diperhatikan supaya agar air hujan tidak menggenangi
konstruksi R/W dan T/W sehingga pengeringan permukaan landas pacu dan
taxiway secepat mungkin terlaksana.
Gorong-gorong Corrugated steel dia 1,80 m existing dibawah konstruksi
landas pacu dan paralel taxiway Delta yang telah dioperasikan sejak tahun
1992, kondisi sekarang sudah mengalami kerusakan / keropos yang
mengakibatkan mulai menurunnya kondisi tanah diatas permukaannya.
Survey awal yang dilakukan pada tahun 2013 menggambarkan bahwa kondisi
corugated sudah mengalami keropos didasar saluran dan kondisi corugated
sudah berubah fisiknya menjadi berbentuk elips karena dinding corugated yg
sudah keropos dan akibat tekanan hujan tanah berangsur-angsur turun. Untuk
lokasi kerusakan corugated saat ini saat mengkhawatirkan karena berada
diposisi tengah R/W yang jika tidak ditangani segera akan berakibat landas
pacu tidak bisa didarati oleh pesawat sejenis Boing.
Dikhawatirkan kejadian serupa di tahun 2012 akan terulang kembali yaitu
amblasnya permukaan tanah di shoulder R/W. Kondisi ini sudah terjadi pada
gorong-gorong corugated steel di 1,60 m existing dibawah konstruksi paralel
taxiway antara alpha dan bravo dimana tanah permukaan shoulder diatas
jalur corugated mengalami keruntuhan.
Untuk itu segera diperlukan perencanaan teknis untuk mengkaji perbaikan
gorong-gorong tersebut sehingga berfungsi kembali sebagai saluran yang
mengalirkan air hujan tanpa mengganggu operasional penerbangan.
Sebagaimana diketahui dari rancangan awal sistim drainase di sisi Airstrip
Bandara terdapat 2 gorong-gorong corugated yang sudah ditutup dan tidak
difungsikan lagi. Pada tahun 2013 kegiatan penutupan gorong-gorong
dibawah permukaan r/w dan t/w telah dilaksanakan dan pengalihan sistim
aliran air juga telah dilakukan. Namun melihat kondisi existing sekarang
drainase terbuka tersebut tidak dapat menampung aliran air yang masuk ke
drainase tersebut untuk diteruskan ke outlet sehingga permukaan shoulder
tergenang dengan air.
Maksud dan tujuan dari kegiatan Perencanaan Perbaikan Gorong-gorong
Corugated steel yang melintasi runway dan taxiway ini adalah agar gorong-
gorong yang berada dibawah permukaan runway dan shoulder bisa
difungsikan kembali atau dilakukan pengalihan sistim aliran air hujan dan
limpahan dari daerah sekitarnya tidak menggenangi shoulder R/W dan T/W.

B. PENERIMA MANFAAT

Penerima manfaat adalah Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan


Pelabuhan Bebas Batam (BPKPBB-Batam), Khususnya Biro Perencanaan Teknik
untuk dapat menghasilkan kajian teknis perbaikan gorong-gorong corugated steel
yang melintasi runway.

C. STRATEGI PENCAPAIAN KELUARAN

1. Metode Pelaksanaan
Lingkup Kegiatan Perencanaan Perbaikan Gorong-gorong yang melintasi
Runway dan Taxiway ini meliputi :
a. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait di BP Kawasan Batam
untuk mendapatkan arahan dan kebijakan dalam proses perencanaan.
b. Melakukan peliputan data dan informasi terkait dengan kondisi existing
gorong-gorong.
c. Melakukan survey awal melihat kondisi existing gorong-gorong yang
berjarak 12 m dari permukaan runway. Ada 2 lokasi gorong-gorong yang
perlu disurvey kedalamnya.
d. Melakukan survey dan kajian terhadap kemampuan drainase terbuka
didaerah taxiway delta mengalirkan air ke outlet.
e. Melakukan koordinasi dengan unit kerja Bubu Hang Nadim terkait situasi
dilapangan dan tren curah hujan yang terjadi di Bandara Hang Nadim
f. Melakukan analisis pemecahan permasalahan dan perancangan yang
teridentifikasi.

g. Menetapkan konsep, perencanaan perbaikan gorong-gorong dan drainase


saluran terbuka
h. Menyiapkan gambar rancangan berupa gambar 2 dimensi (DED) dan 3
dimensi (3D),
i. Menetapkan spesifikasi teknis pelaksanaan fisik,
j. Membuat rencana anggaran biaya pelaksanaan fisik.

Metode Pelaksanaan yang dilakukan adaah :

a. Pengumpulan Data Curah Hujan


b. Survei Teknis di Lapangan
Pengumpulan data dilakukan dengan survei lapangan guna mendapatkan
data-data fisik area tersebut, seperti situasi lapangan dan kondisi fisik
yang ada saat ini.
c. Koordinasi dan Asistensi dengan Tim Teknis
d. Menyiapkan Dokumen RAB, Spesifikasi Teknis dan Album Gambar.

2. Tahapan dan Metode Pelaksanaan

a. Waktu Pelaksanaan Pekerjaan

Jangka Waktu Pelaksanaan Kegiatan untuk menyelesaikan pekerjaan ini


minimal 90 (Sembilan puluh) hari kalender terhitung sejak
ditandatanganinya Surat Perjanjian Kerja (SPK).

b. Matrik Pelaksanaan Pekerjaan


Minggu
No. Uraian Pekerjaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Survey awal
2 Laporan Pendahuluan
3 Laporan Akhir

D. BIAYA YANG DI PERLUKAN

Sumber pendanaan kegiatan RTT Perbaikan Gorong-gorong Bandara Hang Nadim


adalah PNBP Tahun 2017 dengan anggaran yang diperlukan untuk kegiatan ini
adalah sebesar Rp. 144.130.000,00,- (Seratus Empat Puluh Empat Juta Seratus
Tiga Puluh Ribu Rupiah).

Batam, Agustus 2017


Pejabat Pembuat Komitmen
Penyusunan dan Perencanaan
Teknis Pembangunan

Jonniar Manurung