Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH DEMOKRASI PANCASILA

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha esa yang hingga
saat ini masih berkenan menyatukan roh dan jasad kita. Dan nabi
Muhammad yang telah membawa kita dari zaman kebodohan menuju
manusia manusia yang berfikir sehingga saya dapat menyelesaikan
makalah ini. Dalam hal ini penyusun mencoba meramu dari berbagai
literature menjadi sebuah makalah.

Makalah yang membahas mengenai DEMOKRASI PANCASILA ini


bertujuan agar mahasiswa atau mahasisiwi dapat lebih memahami
tentang sejarah lahirnya demokrasi dan terkhusus DEMOKRASI
PANCASILA yang digunakan di Indonesia saat ini.

Penyusun telah berupaya maksimal agar makalah ini dapat


terselesaikan dengan baik walaupun demikian tentu masih ada
kekurangan. Untuk itu penyusun menerima dengan tangan terbuka
kritik dan saran dari berbagai pihak demi penyempurnaan makalah ini.
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........1

DAFTAR ISI..2

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar belakang3

2. Perumusan masalah....................3

3. Tujuan penulisan.3

BAB II PEMBAHASAN

a. Demokrasi

1. Pengertian demokrasi..4

2. Sejarah dan perkembangan demokrasi....4

b. Demokrasi pancasila

1. Pengertian demokrasi pancasila..5

2. Aspek-aspek demokrasi pancasila...5

3. Perkembangan demokrasi di Indonesia..5

4. Cara-cara pengamalan demokrasi pancasila.......6

BAB III PENUTUP

a. Kesimpulan8

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar belakang

Negara Republik Indonesia merupakan salah satu Negara yang menganut demokrasi yang
bersumber kepada nilai-nilai kehidupan yang berakar dari budaya bangsa Indonesia sendiri.
Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang dihayati oleh bangsa dan Negara Indonesia,
dihayati dan diintegrasikan oleh nilai-nilai luhur pancasila yang tidak lepas dari rasa
kekeluargaan. Para pakar berpendapat bahwa demokrasi pancasila itu salah satu bentuk
demokrasi yang mampu menjawab tantangan zaman, karena menurut Prof.dr.drs. Notonegoro,
S.H. demokrasi pancasila adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan yang berketuhanan Yang Maha Esa yang berkepribadian
kemanusiaan yang adil dan beradab yang mempersatukan Indonesia dan yang berkedaulatan
rakyat

2. Perumusan masalah

Apakah demokrasi itu,dan bagaimana proses lahirnya demokrasi ?

Apakah pengertian demokrasi pancasila ?

Bagaimana perkembangan demokrasi di Indonesia?

Bagaimana implementasi demokrasi Pancasila di era sekarang ini ?

3. Tujuan penulisan

Untuk lebih mengetahui hakekat dan arti demokrasi

Untuk lebih mengetahui bagaimana demokrasi Pancasila itu dijalankan di Indonesia

Agar dapat mengimplementasikan demokrasi pancasila secara benar


BAB II

PEMBAHASAN

a. Demokrasi

1. Pengertian demokrasi

Secara etimologi, istilah demokrasi berasal dari bahasa Yunani, demos yang berarti rakyat
dan kratos atau cratein berarti kekuasaan(pemerintahan). Konsep dasar demokrasi berartu
rakyat berkuasa (government of rule by the people). Istilah demokrasi secara singkat diartikan
sebagai pemerintahan atau kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

2. Sejarah dan perkembangan demokrasi

Konsep demokrasi semula lahir dari pemikiran mengenai hubungan Negara dan hokum di
Yunani Kuno dan dipraktekkan dalam kehidupan bernegara antara abad 4 SM -6 M. pada waktu
itu, dilihat dari pelaksanaanya, demokrasi yang di peraktekkan bersifat langsung (direct
democracy),artinya hak rakyat untuk membuat keputusan- keputusan politik dijalankan secara
langsung oleh seluruh warga Negara yang bertindak berdasarkan prosedur mayoritas. Di
Yunani Kuno, demokrasi hanya berlaku untuk warga Negara yang resmi. Sedangkan penduduk
yang terdiri dari budak, pedagang asing, perempuan dan anak-anak tidak dapat menikmati hak
demokrasi.Gagasan demokrasi yunani Kuno lenyap Dunia Barat ketika bangsa Romawi
dikalahkan oleh suku Eropa Barat dan Benua Eropa memasuki abad pertengahan (600-1400).
Walaupun begitu, ada sesuatu yang penting yang menjadi tonggak baru berkenaan dengan
demokrasi abad pertengahan, yaitu lahirnya Magna Charta. Dari piagam tersebut, ada dua
prinsip dasar: Pertama, kekuasaan Raja harus dibatasi; Kedua, HAM lebih penting daripada
kedaulatan Raja. Dua filsuf besar yaitu John Locke (Inggris) dan Montesquieu (Perancis) telah
menyumbangkan gagasan mengenai pemerintahan demokrasi. Menurut John Locke (1632-
1704), hak-hak poitik rakyat mencakup hak hidup, kebebasan dan hak memiliki (live, liberal,
property). Sedangkan Montesquieu (1689-1955) menjamin hak-hak politik menurut Trias
Politika, yaitu suatu system pemisahan kekuasaan dalam Negara ke dalam kekuasaan
legislative, eksekutif, dan yudikatif yang masing-masing harus dipegang organisai sendiri yang
merdeka. Akibat pemikiran tentang hak-hak politik rakyat dan pemisahan kekuasaan, muncullah
kembali ide demokrasi.

b. Demokrasi Pancasila

1. Pengertian demokrasi Pancasila

Demokrasi pancasila adalah paham demokrasi berdasarkan paham kekeluargaan dan


kegotongroyongan yang ditujukan kepada kesejahteraan rakyat. Dasar Demokrasi pancasila
adalah kedaulatan rakyat seperti uang tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Pelaksanaanya
di atur dalam pasal 1 ayat 2 UUD 1945, yang berbunyi kedaulatan adalah di tangan rakyat dan
dilakukan sepenuhnya oleh majelis permusyawaratan rakyat.
Sedangkan menurut Ensiklopedi Indonesia, Demokrasi pancasila adalah kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan yang berketuhanan
Yang Maha Esa, yang berperikemanusiaan yang adil dan beradab, yang mempersatukan
Indonesia dan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

2. Aspek-aspek demokrasi Pancasila

Adapun aspek-aspek yang terkandung dalam demokrasi pancasila antara lain

Aspek material, demokrasi pancasila harus di jiwai dan di integrasikan oleh sila sila
lainnya. Karena itulah, pengertian demokrasi Pancasila tidak hanya merupakan demokrasi
politik tetapi juga demokrasi ekonomi dan social

Aspek formal, mempersoalkan proses dan cara rakyat menunjuk wakil-wakilnya dalam
badan-badan perwakilan rakyat dan pemerintahan dan bagaimana mengatur permusyawaratan
wakil-wakil rakyat secara bebas, terbuka,dan jujur untuk mencapai kesepakatan bersama.

Aspek normative, mengungkap seperangkat norma atau kaidah yang membimbing dan
menjadi criteria pencapaian tujuan.

Aspek oktatif, mengetengahkan tujuan dan keinginan yang hendak dicapai

Aspek organisasi, mempersoalkan organisasi sebagai wadah pelaksanaan demokrasi


Pancasila dimana wadah tersebut harus cocok dengan tujuan yang hendak dicapai.

Aspek kejiwaan, menjadi semangat para penyelenggara Negara dan semangat para
pemimpin pemerintah.

3. Perkembangan demokrasi di Indonesia

Dalam sejarah Negara Republik Indonesia, perkembangan demokrasi mengalami pasang surut.
Masalah pokok yang dihadapi bangsa Indonesia yakni bagaimana meningkat kesejahteraan
rakyat dan membangun kehidupan social dan politik yang demokratis seperti yang dicita-
citakan. Sehingga muncullah berbagai bentuk demokrasi yang pernah digunakan di Indonesia
antara lain:

periode 1945-1959 (Masa Demokrasi Parlementer).Demokrasi parlementer menonjolkan


peranan parlementer serta partai-partai. Akibatnya, persatuan yang digalang selama
perjuangan melawan musuh bersama menjadi kendor dan tidak dapat dibina menjadi
kekuatan konstruktif sesudah kemerdekaan.
periode 1959-1965 (Masa Demokrasi Terpimpin).Demokrasi terpimpin ini telah
m,enyimpang dari demokrasi konstitusional dan lebih menampilkan beberapa aspek dari
demokrasi rakyat. Masa ini ditandai dengan dominasi presiden, terbatasnya peran partai
politik, perkembangan pengaruh komunis dan peran ABRI sebagai unsure social-politik
semakin meluas.
periode 1966-1998 (Masa Demokrasi Pancasila Era Orde Baru).Demokrasi pancasila
merupakan demokrasi konstitusional yang menonjolkan system presidensial. Landasan
formal periode ini adalah pancasila, UUD 1945 dan Tap MPRS/MPR dalam rangka untuk
meluruskan kembali penyelewengan terhadap UUD 1945 yang terjadi di masa Demokrasi
Terpimpin, dalam perkembangannya, peran presiden semakin dominant terhadap lembaga-
lembaga Negara yang lain. Melihat praktek demokrasi pada masa ini, nama pancasila
hanya digunakan sebagai legitimasi politik penguasa saat itu sebab kenyataannya yang
dilaksanakan tidaka sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
periode 1999- sekarang (Masa Demokrasi Pancasila Era Reformasi).Pada masa ini, peran
partai politik kembali menonjol sehingga demokrasi dapat berkembang. Pelaksanaan
demokrasi setelah Pemilu banyak kebijakan yang tidak mendasarkan pada kepentingan
rakyat, melainkan lebih kearah pembagian kekuasaan antara presiden dan partai politik
dalam DPR. Dengan kata lain, model demokrasi era reformasi dewasa ini kurang
mendasarkan pada keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia (walfare state)

4. Cara-cara pengamalan Demokrasi Pancasila

Bidang politik

1. Menghargai kebebasan berpendapat, berorganisasi baik organisasi formal maupun non


formal

2. Melaksanakan hak pilih dalam Pemilu

3. Menghargai kebebasan berpolitik antar sesama warga Negara.

Bidang keagamaan

1. Menghargai cara beribadah dan dan keyakinan orang lain

2. Menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama

3. Kebebasan dalam mengamalkan ibadah kepada Tuhan yang Maha Esa

Bidang ekonomi

1. Mewujudnya perekonomian rakyat berdasarkan asas kekeluargaan dalam bentuk


koperasi

2. Mewujudkan kerja sama antar pengusaha kecil dan pengusaha besar sebagai mitra
usaha

3. Melaksanakan kerja sama yang baik antar pengusaha bank dan pinjaman awal.
Bidang keamanan

1. Melaksanakan piket siskamling

2. Mengadakan musyawarah untuk menghindari berbagai bentuk tindak kejahatan

3. Mehindari tindakan main hakim sendiri

Bidang social budaya

1. Memberikan pertolongan kepada masyarakat yang mendapat musibah

2. Menumbuhkan rasa solidaritas, kesetiakawanan dan kepeduliaan social

3. Membiasakan hidup gotong royong dan musyawarah untuk mencapai mufakat

4. Berusaha untuk melindungi budaya khas daerah dan sebagainya.

BAB III

PENUTUP

a. Kesimpulan

Menurut beberapa pakar, demokrasi merupakan system pemerintahan yang paling baik hingga
sekarang ini. Demokrasi sendiri lahir atas adanya kesadaran bahwa dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara segala kebijakan dan pengambil kebijakan harus berasal dari rakyat
dan untuk rakyat. Namun apabila dilihat dari kenyataan, keterpurukan dari berbagai sector
kehidupan Negara penganut demokrasi masih sangat besar, termasuk Indonesia.

Indonesia menggunakan system demokrasi pancasila yang dianggap merupakan perwujudan


nilai-nilai dan falsafah hidup bangsa Indonesia yang berasaskan kekeluargaan. Implementasi
demokrasi pancasila sendiri telah di buktikan dengan sebuah proses pemilihan umum yang
langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.
DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi

http://e-dukasi.net/

http://id.wikipedia.org/

http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi

http://dondsor.blogster.com/demokrasi_dan_Konstitusi.html
MAKALAH TENTANG DEMOKRASI PANCASILA

Disusun Oleh:

Bayuane Elba Jeihan

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS LANGLANGBUANA

BANDUNG

2016