Anda di halaman 1dari 5

INFLUENZA PERTUSIS

Influenza, sering dikenal dengan flu adalah pertusis adalah infeksi bakteri pada paru-paru
penyakit menular disebabkan oleh virus RNA yaitu dan saluran pernapasan yang mudah sekali
virus influenza A, B dan lebih jarang C menular.

Gejala: Gejala:

Demam, bersin, batuk, sakit tenggorokan, hidung Demam


meler, nyeri sendi dan badan, sakit kepala, lemah
badan
Lemas
batuk, tidak nafsu makan hidung berair dan
Faktor Risiko: tersumbat
Daya tahan tubuh menurun, kepadatan hunian Stadium Akut paroksismal (stadium
dan kepadatan penduduk yang tinggi, spasmodik) Lamanya 2-4 minggu atau lebih.
perubahan musim/cuaca, Penyakit Paru Obstruktif Gejalanya: batuk sering 5-10 kali, selama
Kronik (PPOK), usia lanjut batuk pada anak tidak dapat bernafas dan
pada akhir serangan batuk pasien menarik
Pencegahan:
nafas dengan cepat dan dalam sehingga
Imunisasi influenza terutama bagi orang-orang terdengar yang berbunyi melengking, dan
risiko tinggi, harus diwaspadai pasien yang baru diakhiri dengan muntah. c. Stadium
kembali dari daerah terjangkit epidemi influenza konvalesen Ditandai dengan berhentinya
whoop dan muntah. Batuk biasanya menetap
untuk beberapa waktu dan akan menghilang
sekitar 2-3 minggu.

FARINGITIS BAKTERIAL TONSILITIS

Faringitis bakterial adalah suatu peradangan Tonsilitis adalah peradangan yang terjadi pada
pada tenggorokan (faring) yang disebabkan oleh amandel atau tonsil yang disebabkan karena
bakteri. bakteri atau virus.

Gejala: Gejala:

Nyeri tenggorokan Sakit tenggorokan


Nyeri kepala hebat Demam
Jarang disertai batuk Ngorok
Merasa kelelahan Kesulitan menelan
Demam Tonsil berwarna kemerahan dan bengkak
Suara serak
Pengobatan:
Faktor Risiko:
Pemberian antibiotik
Paparan udara dingin, menurunnya daya tahan
tubuh, konsumsi makanan kurang gizi, iritasi kronik Pemberian obat antidemam dan antinyeri
oleh rokok, minum alkohol, makanan. Operasi pengangkatan amandel jika
terdapat indikasi pengangkatan amandel
Pengobatan:

Pemberian antibiotik, pemberian obat


antidemam dan antinyeri, dianjurkan untuk
beristirahat di rumah dan minum yang cukup.
ASMA BRONCHIALE BRONCHITIS AKUT
Asma bronkial adalah peradangan kronik saluran Bronkitis adalah suatu peradangan pada bronkus
napas yang melibatkan banyak sel inflamasi dan (saluran udara ke paruparu)
mediator
Gejala:
Gejala:
Batuk selama 2-3 minggu. Pada awalnya
Sesak napas yang episodik batuk tidak berdahak, 1-2 hari kemudian
Batuk-batuk berdahak yang memburuk mengeluarkan dahak berwarna putih atau
pada malam dan pagi hari kuning. Selanjutnya dahak bertambah
Mengi (nafas berbunyi ngik-ngik) banyak, berwarna kuning atau hijau
Demam (biasanya ringan)
Faktor Risiko: Rasa berat dan tidak nyaman di dada
Sesak nafas dan rasa berat bernapas,
Ada riwayat atopi pada penderita atau
sering ditemukan bunyi nafas ngik,
keluarganya, hipersensitif saluran napas, debu,
terutama setelah batuk
tungau, tepung sari bunga, makanan-makanan
tertentu, obat-obatan tertentu, iritan Penatalaksanaan:
Penatalaksanaan: Istirahat yang cukup, pemberian obat penekan
batuk, pemberian obat batuk pengencer dahak,
Mengendalikan faktor pencetusnya, perlu
pemberian obat antidemam, pemberian obat
dilakukan perencanaan dan pemberian
untuk melancarkan jalan napas, hindari rokok,
pengobatan jangka panjang serta menetapkan
dan nutrisi yang baik
pengobatan pada serangan akut

PNEUMONIA
Pneumonia adalah peradangan pada salah satu
atau kedua paru-paru, yaitu pada kantung
udara.

Gejala:

Batuk dengan dahak kental kekuningan kadang


disertai darah, sesak napas, demam tinggi dan
nyeri dada

Faktor Risiko:

Lebih rentan pada usia >65 tahun, infeksi saluran


napas atas yang tidak ditangani, merokok,
penyakit penyerta seperti DM, PPOK, gangguan
kardiovaskuler, terpajan bahan kimia berbahaya,
imunodefisiensi, malnutrisi, HIV.

Penatalaksanaan:

Pengobatan suportif seperti istirahat di tempat


tidur dan minum secukupnya untuk mengatasi
dehidrasi, terapi definitif dapat dilakukan
menggunakan antibiotik
KANDIDIASIS MULUT

Kandidiasis mulut adalah suatu infeksi


dalam rongga mulut yang disebabkan oleh jamur
Kandida.

Gejala:

lidah yang menjadi agak licin, berwarna kemerah-


merahan
Adanya bercak-bercak putih pada mulut dan
lidah
Sudut-sudut mulut retak
Sulit sakit saat menelan

Pengobatan:

PAROTITIS GASTRITIS

Parotitis atau penyakit gondongan adalah suatu Gastritis adalah peradangan lapisan mukosa dan
infeksi virus menular yang menyebabkan submukosa lambung sebagai mekanisme proteksi
pembengkakan pada kelenjar liur. terhadap akumulasi bakteri atau bahan iritan lain.

Gejala: Gejala:

Demam Rasa nyeri dan panas seperti terbakar pada


perut bagian atas, mual, dan muntah
Sakit kepla
Nafsu makan berkurang Faktor Risiko:
Nyeri saat mengunyah dan menelan
pembengkakan yang nyeri pada pipi Pola makan tidak baik, jenis makanan pedas,
bagian belakang dekat dengan rahang, sering minum kopi dan teh, infeksi bakteri atau
sebelah kiri atau kanan atau keduanya. parasit, pengunaan obat analgetik dan steroid,
alkoholisme
Pengobatan:
Tatalaksana:
Pemberian obat antidemam dan antinyeri.
Bed rest Menginformasikan kepada pasien untuk
Makan cair & lunak menghindari pemicu dengan makan tepat waktu,
makan sering dengan porsi kecil, hindari makanan
Pencegahan: yang meningkatkan asam lambung atau perut
Vaksinasi gondongan kembung seperti kopi, teh, makanan pedas dan
kol, selain itu diberikan juga obat untuk lambung.
HIPERTENSI
Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan
darah sistolik 140 mmHg dan atau diastolik 90
mmHg

Gejala:

Mulai dari tidak bergejala sampai dengan


bergejala. Keluhan hipertensi antara lain:
sakit/nyeri kepala, gelisah, jantung
berdebardebar, pusing, leher kaku, penglihatan
kabur, dan rasa sakit di dada.

Penatalaksanaan:

Pemberian obat anti hipertensi. Kontrol


setiap 2 minggu atau 1 bulan
Gizi seimbang dan pembatasan gula,
garam dan lemak
Mempertahankan berat badan dan
lingkar pinggang ideal
Gaya hidup aktif/olah raga teratur
Stop merokok
Membatasi konsumsi alkohol (bagi yang
minum).
HEPATITIS A
Hepatitis A adalah kondisi penyakit infeksi akut di
liver yang disebabkan oleh hepatitis A virus (HAV).

Gejala:

Demam, mata dan kulit kuning , penurunan nafsu


makan, nyeri otot dan sendi, lemah, letih, lesu,
mual, muntah, warna urine seperti teh, tinja seperti
dempu.

Faktor Risiko:

Sering mengkonsumsi makanan atau minuman


yang kurang terjaga sanitasinya, menggunakan
alat makan dan minum dari penderita hepatitis.

Edukasi:

Sanitasi dan higiene mampu mencegah


penularan virus, vaksinasi Hepatitis A diberikan
kepada orang yang berisiko tinggi terinfeksi,
keluarga ikut menjaga asupan kalori dan cairan
adekuat, dan membatasi aktivitas fisik pasien
selama fase akut.

Hemoroid
Hemoroid atau ambien adalah suatu benjolan
disekitar anus yang berisi pembuluh darah yang
membesar.

Gejala:

Perdarahan waktu BAB berwarna merah segar,


benjolan yang keluar saat BAB yang mula-mula
kembali spontan sesudah BAB, tetapi kemudian
harus dimasukkan manual dan akhirnya tidak
dapat dimasukkan, pengeluaran lendir, Iritasi kulit
perianal, gejala anemia (pusing, lemah, pucat,dll)

Pencegahan:

Konsumsi serat 25-30 gram perhari, minum air


sebanyak 6-8 gelas sehari, mengubah kebiasaan
buang air besar, segerakan ke kamar mandi saat
merasa akan buang air besar, hindari mengedan.