Anda di halaman 1dari 13

1.

Jelaskan hubungan antara siklus pengajian dan personalia serta penilaian


persediaan ?
Jawab :
Siklus pengajian berhubungan dengan siklus personalia karena dalam siklus
personalia juga mengandung ungsur yang berkaitan dengan sistem pengajian
karyawan dan upah karyawan serta personalia juga meliputi penilaian kinerja dan
karakter karyawan meliputin tentang penilaian persediaan yang terjadi. Contoh
karyawan yang ceroboh akan membuat ketidak sesuaian stok dengan kondisi serta
persediaan yang ada.
2. Jelaskan alasan mengapa perusahaan menggunakan metode pengujian impres?
Jawab :

Metode Imprest
Dalam sistem ini jumlah rekening dalam kas kecil selalu tetap, yaitu sebesar
yang diserahkan kepada kasir kas kecil untuk membentuk dana kas kecil.
Apabila dan kas kecil tinggal sedikit dan juga pada akhir periode, kasir kas kecil
akan meminta pengisian kembali kas kecilnya sejumlah jumlah yang sudah
dibayar dari kas kecil. Dengan cara ini jumlah uang dalam kas kecil kembali lagi
seperti semula. Pengisian kembali pada akhir periode ini perlu dikatakan agar
biaya-biaya yang sudah dibayar dari kas kecil bisa dicatat, karena dalam sistem
imprest, pengeluaran-pengeluaran kas kecil baru dicatat pada saat pengisian
kembali.

Itulah sebabnya banyak perusahaan mengunakan sistem ini. Misalnya, membuat


akun penggajian impres terpisah untuk meningkatkan pengendalian internal
pembayaran gaji. Saldo tetap, misalkan Rp. 5.000.000,- dibuat dalam akun bank
penggajian. Segera sebelum setiap periode pembayaran, suatu cek atas transfer
elektronik ditarik pada akun kas umum untuk menyetorkan total jumlah
penggajian bersih ke akun penggajian. Setelah cek untuk gaji dilakukan pada
akun penggajian impres, akun bank seharusnya memiliki saldo Rp. 5.000.000,-.
Satu-satunya setoran ke dalam akun adalah untuk penggajian mingguan dan semi
bulanan dan satu-satunya pengeluaran adalah pembayaran cek kepada karyawan.

3. Jelaskan hubungan antara pengujian siklus akuisisi dan pembayaran serta


pengujian hutang usaha dan berikan contoh spesifik bbagaimana ke 2 jenis
pengujian tersebut mepengaruhi satu sama lain?
Jawab :
Tujuan keselururhan di dalam audit siklus perolehan (akuisisi) dan
pembayaran yaitu untuk mengevaluasi apakah akun yang dipengaruhi oleh
perolehan barang dan jasa dan apakah pengeluaran kas untuk perolehan tersebut
secara wajar disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterima umum.
Gambar 18-1 menggambarkancara arus informasi akuntansi melalui macam-macam
akun di dalam siklus perolehan dan pembayaran. Gambar tersebut menunjukkan
bahwa ada tiga kelompok transaksi yang termasuk ke dalam siklus itu;
1. Perolehan barang dan jasa
2. Pengeluaran kas
3. Retur dan cadangan pembelian serta potongan pembelian

Karena semua transaksi siklus perolehan dan pembayaran biasanya mengalir


melalui hutang dagang/usaha, maka akun ini sangat menentukan keberhasilan
audit manapun atas siklus perolehan dan pembayaran.

Hutang dagang adalah kewajiban yang belum dibayarkan atas barang


dan jasa yang diterima dalam kegiatan usaha normal perusahaan. Terkadang
sulit untuk membedakan antara hutang usaha dan kewajiban yang masih harus
dibayar, tetapi ada manfaatnya untuk mendefinisikan kewajiban sebagai
hutang usaha kalau keseluruhan kewajiban itu sudah diketahui dan terhutang
pada tanggal neraca. Jadi, akaun hutang usaha mencakup kewajiban karena
perolehan bahan baku, peralatan, prasaran, perbaikan, dan banyak lagi jenis
barang dan jasa yang telah diterima sebelum akhir tahun.

Contoh
Jika ada sebuah perusahaan A tidak dapat membayar hutang usaha biasanya
perusahaan yang profesional akan membayar hutang tersebut dengan mengunakan
sistem pembayaran berupa barang atau lisensi atau gedung yang kemudian diakuisisi
atau mendapat perolehan oleh pihak yang memiliki piutang usaha perusahaan B dari
perusahaan A. Misal gedung A dinilai 200jt maka akan dilihat berapa utang yang
dimiliki maka akan dibayar dan melakukan pembayaran terhitung lebih atau kurang
bayar yang tersedia.

4. Jelaskan mengapa siklus persediaan sering kali merupakan bagian yang paling
sulit dan yang paling menghabiskan waktu dalam audit?
Jawab:
Sebab karena siklus persediaan sering kali mengalami ketidak sesuaian dengan
data yang ada di stok yang dimiliki dan tingkat penyusutan yang tidak mudah
terkendali serta waktu dalam melakukan perhitungan langsung tentang stok
yang ada langsung di persediaan langsung perusahaan.
5. Jelaskan proses dari siklus audit kas mengenai berawal dan berakhirnya siklus
ini?
Jawab :
PROSES PEMERIKSAAN
1.Lakukan pengamatan terhadap pemisahan fungsi penyimpanan kas dengan
fungsi pencatatan kas.
2.Lakukan pengamatan terhadap fasilitas pengamanan yang melindungi
pemegang kas dari kemungkinan pencurian dan permapokan terhadap kas yang
disimpannya.
3.Mintalah kopi notulen rapat pimpinan mengenai pembukaan dan penutupan
rekening bank
4.Ambil sampel bukti kas masuk
5.Ambil sampel bukti kas keluar yang telah dibayar
6.Ambil berita acara penghitungan kas.

6. Jelaskan mengapa siklus audit saldo kas mempengaruhi siklus audit yang lain
dan siklus apa saja yang mepengaruhinya?
Jawab :
Dalam Siklus saldo kas merupakan akumulasi dari siklus-siklus Audit. Seluruh
transaksi dalam kelima siklus diatas memiliki kaitan dengan kas, baik langsung
maupun tidak langsung. Seperti
Siklus Audit :
1. Siklus Pendapatan : penghasilan yang didapatkan oleh perusahaan
2. Siklus Pengeluaran : segala pengeluaran termasuk pembelian, beban, biaya,
dan lain-lain.
3. Siklus Personalia : segala keperluan yang digunakan untuk karyawan
contoh : gaji, tunjangan, dan bonus-bonus.
4. Siklus Produksi : yaitu segala keperluan yang berhubungan dengan
produksi produk
5. Siklus Investasi dan Pendanaan
6. Siklus Kas

Dalam hal ini segala siklus saldo kas ini saling berpengaruh penting dengan
siklus-siklus lainnya.

7. Jelaskan tahap penyelesaian audit?


Jawab :
Prosedur prosedur yang diterapkan pada tahap penyelesaian audit
mempunyai beberapa karakteristik khusus, yaitu :
a. Prosedur prosedur tersebut tidak mengacu kesiklus transaksi maupun
saldo rekening tertentu

b. Prosedur prosedur tersebut dilaksanakan setelah tanggal neraca

c. Prosedur prosedur tersebut sangat memerlukan pertimbangan subyektif


auditor

d. Prosedur prosedur tersebut biasanya dilaksanakan oleh manajer audit


atau akuntan senior yang berpengalaman.

Tahap penyelesaian
1. PENYELESAIAN PEKERJAAN LAPANGAN
Ada lima prosedur yang dapat dilakukan oleh auditor, yaitu :
a. Melakukan penelaahan peristiwa kemudian ( subsequent event
review )
b. Membaca notulen rapat
c. Mengajukan pertanyaan atau melakukan konfirmasi dengan
penasihat hukum klien
d. Menghimpun surat representasi klien
e. Melaksanakan prosedur analitis komprehensif

2. MELAKUKAN PENELAAHAN PERISTIWA KEMUDIAN


( SUBSEQUENT EVENT REVIEW )
Periode peristiwa kemudian adalah periode yang dihitung sejak tanggal
neraca sampai dengan tanggal berakhirnya pekerjaan lapangan ( tanggal
laporan audit ).
Jenis Peristiwa Kemudian
Ada dua jenis peristiwa kemudian, yaitu:
a. Tipe peristiwa kemudian I
b. Tipe peristiwa kemudian II

Tipe peristiwa kemudian I meliputi peristiwa yang memberikan


tambahan bukti yang berhubungan dengan kondisi yang ada pada
tanggal neraca dan berdampak terhadap taksiran yang melekat dalam
proses penyusunan laporan keuangan. Contohnya : peristiwa yang
dikelompokkan kedalam tipe pertama, yang memerlukan penyesuaian
dan pengungkapan dalam laporan keuangan adalah :
a. Kerugian akibat piutang tak tertagih yang disebabkan adanya
pelanggan yang mengalami kesulitan keuangan dan menuju kepailitan
sesudah tanggal neraca, merupakan indikasi keadaan yang ada pada
tanggal neraca
b. Penyelesaian tuntunan hukum baik yang dilakukan klien maupun
yang ditujukan pada klien, yang jumlahnya berbeda dengan jumlah
utang atau piutang yang dicatat, membutuhkan penyesuaian laporan
keuangan jika peristiwa yang menimbulkan tuntunan tersebut telah
terjadi atau ada sebelum tanggal neraca
c. Penghentian operasi perusahaan cabang dengan rugi terestimasi
yang diakibatkan oleh kondisi yang ada sebelum tanggal neraca
Tipe peristiwa kemudian II meliputi peristiwa peristiwa yang
memberikan tambahan bukti yang berhubungan dengan kondisi yang
tidak ada pada tanggal neraca yang dilaporkan, tetapi kondisi tersebut
ada sesudah tanggal neraca. Contoh peristiwa yang dikelompokan
kedalam tipe kedua, yang tidak memerlukan penyesuaian, tetapi
memerlukan pengungkapan dalam laporan keuangan, adalah :
a. Penjualan obligasi maupun penerbitan saham baru
b. Akuisisi pada perusahaan lain
c. Kerugian aktiva tetap yang disebabkan kebakaran yang terjadi
setelah tanggal neraca
d. Business combination misalnya perusahaan klien
akan merger dengan sebuah perusahaan lain
e. Perubahan struktur modal
f. Pengumuman dividen saham ataupun dividen kas yang lain dari
biasanya
Prosedur audit yang dapat dilakukan auditor berkaitan dengan peristiwa
kemudian, antara lain :
a. Membaca dan menganalisis laporan keuangan interim terbaru
setelah tanggal neraca serta membandingkannya dengan laporan
keuangan tahunan
b. Mengajukan pertanyaan kepada manajer atau eksekutif perusahaan
mengenai apakah laporan keuangan interim telah disajikan dengan dasar
yang sama dengan penyusunan laporan keuangan tahunan
c. Mengajukan pertanyaan kepada pejabat atau eksekutif yang
bertanggung jawab tasa masalah keuangan dan akuntansi.
d. Membaca notulen rapat para pemegang saham, direktur, komite
resmi lainnya
e. Mengajukan pertanyaan kepada konsultan hukum klien mengenai
adanya tuntutan hukum, klaim, dan keputusan pengendalian
f. Mendapatkan surat representasi dari manajer yang berwenang
mengenai peristiwa kemudian yang perlu penyesuaian dan
pengungkapan, yang bertanggal sama dengan tanggal laporan audit.
g. Mengajukan pertanyaan tambahan
h. Melaksanakan beberapa prosedur yang dipertimbangkan perlu dan
semestinya dilakukan
Auditor dapat mengeluarkan laporan audit sebagai berikut (
tertangantung materialitas peristiwa kemudian ) :
a. Pendapat tidak wajar apabila peristiwa kemudian sangat material
b. Pendapat menolak memberikan pendapat

3. MENELAAH NOTULEN RAPAT


Notulen rapat para pemegang saham, direktur, komite resmi lainnya (
komite keuangan dan komite audit ), dapat berisi hal hal yang secara
signifikan berkaitan erat dengan audit yang dilaksanakan, misalnya :
a. Otorisasi pengeluaran obligasi
b. Otorisasi pengeluaran saham baru
c. Otorisasi pembelian kembali saham sendiri
d. Otorisasi pembayaran dividen
e. Otorisasi penghentian jenis produk tertentu
kelima hal tersebut diatas berpengaruh pada asersi asersi manajemen
dalam laporan keuangan. Informasi yang diperoleh dari penelaahan
tersebut dapat menyebabkan auditor :
a. Melakukan pengujian substantif tambahan
b. Meminta klien mengungkapkan peristiwa kemudian dalam laporan
keuangan

4. MENGAJUKAN PERTANYAAN ATAU KONFIRMASI


KEPADA PENASIHAT HUKUM KLIEN
Kontinjensi adalah keadaan, situasi, atau kondisi yang meliputi ketidak
pastian yang mungkin melibatkan keuntungan atau kerugian dimasa
datang perlakuan akuntansi terhadap kontinjensi kerugian dapat berupa :
a. Dicatat sebagai contingent liability ( kewajiban bersyarat )
b. Diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan
c. Tidak dicatat

Kontinjensi dapat timbul karena :


a. Ketidakpastian jumlah pajak terhutang
b. Pemberian generasi produk
c. Adanya tuntutan hukum, klaim, dan keputusan pengadilan
Auditor harus menghimpun bahan bukti mengenai :
a. Keberadaan keadaan, situasi, atau kondisi yang meliputi
ketidakpastian yang mungkin mengakibatkan kerugian pada perusahaan
sebagai akibat adanya tuntutan hukum, klaim, dan keputusan
pengadilan.
b. Periode atau waktu terjadinya kejadian yang menyebabkan
tindakan hukum tersebut
c. Tingkat kemungkinan hasil yang tidak menguntungkan
d. Jumlah kerugian potensial
Prosedur yang dapat dilaksanakan auditor untuk itu adalah :
a. Mengajukan Pertnyaan kepada dan diskusi dengan manajemen
b. Membaca notulen rapat dewan komisaris
c. Menelaah perjanjian kontrak atau pinjaman
d. Konfirmasi dengan bank mengenai ada nya jaminan ( agunan )
pinjaman
e. Auditor meminta manajemen perusahaan
MENGHIMPUN SURAT REPRESENTASI KLIEN
Auditor mengendalikan representasi klien untuk :
a. Mengkonfirmasikan pernyataan lisan yang disampaikan pada
auditor
b. Mendokumentasikan ketepatan representasi yang kontinu
c. Menurunkan kesalahpahaman mengenai representasi manajemen
Representasi klien melengkapi dan mendukung prosedur audit lainnya.
Isi representasi klien meliputi :
a. Pengakuan manajemen mengenai tanggungjawabnya untuk laporan
keuangan dengan prinsip akuntansi yang berterima umum
b. Tersedianya catatan keuangan dan data yang berkaitan
c. Kelengkapan dan tersedianya semua notulen rapat
d. Tidak terdapat kesalahan dalam laporan keuangan dan transaksi
yang tidak tercatat
e. Informasi mengenai transaksi antar pihak yang memiliki hubungan
istimewa
f. Ketidakpatuhan dengan berbagai isi perjanjian kontrak yang
mungkin berdampak pada laporan keuangan
g. Informasi mengenai peristiwa kemudian
h. Ketidakberesan yang melibatkan karyawan dan manajemen
i. Komunikasi dari instansi pemerintah atau pelaporan keuangan
j. Rencana atau maksud yang mungkin akan mempengaruhi, dan lain
berbagai

5. MELAKSANAKAN PROSEDUR ANALITIS KOMPREHENSIF


Data perusahaan dapat dibandingkan dengan :
a. Hasil perusahaan yang diharapkan misalnya seperti yang
tercantum dalam anggaran
b. Data industri
c. Data non keuangan yang relavan seperti jumlah produksi, atau
jumlah tenaga kerja

6. PENGEVALUASIAN TEMUAN
Auditor melaksanakan pengevaluasian atas temuan dengan tujuan :
a. Untuk menentukan jenis pendapat yang akan diberikan
b. Untuk menentukan apakah standar pengauditan telah dilaksanakan
dengan baik dalam audit
Untuk mencapai tujuan tersebut, auditor melaksanakan beberapa
langkah berikut:
1. Membuat penetapan akhir mengenai materialitas dan risiko audit
2. Melakukan penelaahan teknis mengenai laporan keuangan
3. Merumuskan pendapat dan membuat draft laporan audit
4. Melakukan penelaahan akhir atas kertas kerja

7. MEMBUAT PENETAPPAN AKHIR


MENGENAI MATERIALITAS DAN RISIKO AUDIT
Berkaitan dengan hal ini, ada 2 kasus yang mungkin ditemui auditor
yaitu:
a. Salah saji yang tidak atau belum dikoreksi mungkin secara
individual tidak material
b. Klien tidak mau melakukan koreksi sesuai dengan yang diminta
oleh auditor
Penentuan salah saji oleh auditor dalam suatu akun meliputi beberapa
komponen berikut :
a. Salah saji yang tidak dikoreksi yang terdeteksi melalui pengujian
substantif ( known misstatement )
b. Proyeksi salah saji yang tidak dikoreksi, yang diperkirakan
melalui teknik sampling audit
c. Estimasi salah saji yang dideteksi melalui prosedur analitis, dan
yang dikuantifikasikan dengan prosedur audit lainnya

8. MELAKUKAN PENELAAHAN TEKNIS MENGENAI


LAPORAN KEUANGAN
Banyak kantor akuntan publik ( KAP ) yang mempunyai checklist (
daftar pengecek ) rincian laporan keuangan. Checklist yang telah
lengkap, dan temuan yang diperoleh melalui penelaahan, yang diperoleh
melalui penelaahan, harus dimasukkan dalam kertas kerja.

9. MERUMUSKAN PENDAPAT DAN MEMBUAT DRAF


LAPORAN AUDIT
Sebelum mencapai keputusan pendapat yang final, auditor perlu
berdiskusi dengan klien. Auditor dapat meminta klien ( manajer
perusahaan ) untuk melakukan penyesuaian atau pengungkapan
tambahan.

10. MELAKUKAN PENELAAHAN AKHIR ATAS KERTAS KERJA


Manajer dapat melakukan penelaahan atas kertas kerja yang dibuat oleh
seseorang auditor, maupun yang dibuat oleh asisten atau junior auditor
yang telah ditelaah oleh senior auditor.

11. BERKOMUNIKASI DENGAN KLIEN


Komunikasi oleh auditor dapat dilkasanakan dengan :
a. Komite audit
b. Manajemen

12. KOMUNIKASI HAL HAL YANG BERKAITAN DENGAN


STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN
Auditor tidak berkewajiban untuk mencari kondisi yang dapat
dilaporkan. Tetapi, auditor mungkin menemukan kondisi yang dapat
dilaporkan melalui :
a. Pertimbangannya atau pemahamannya atas unsur unsur SPI
b. Penerapan prosedur audit terhadap saldo maupun transaksi
Laporan tersebut harus :
a. Mengindikasikan kegunaan audit laporan keuangan adalah
memberikan pendapat atas laporan keuangan, bukan menyediakan
mengenai struktur pengendalian intern klien
b. Mencakup definisi reportable condition
c. Mencakup pembatasan distribusi laporan

13. KOMUNIKASI MENGENAI PELAKSANAAN AUDIT (


DENGAN KOMITE AUDIT )
Komunikasi dapat berbentuk lisan atau tertulis. Komunikasi dengan
komite audit meliputi masalah masalah berikut :
a. Tanggung jawab auditor berdasarkan standar pengauditan yang
ditetapkan ikatan akuntan indonesia termasuk :
Jaminan yang disediakan audit bahwa laporan keuangan bebas dari
salah saji material
Konsep materialitas yang digunakan dalam audit
Jenis pengujian yang dilaksanakan
b. Kebijakan akuntansi yang signifikan termasuk pilihan dan
perubahan kebijakan akuntansi serta metode akuntansi yang digunakan
untuk transaksi yang tidak biasa
c. Pertimbangan manajemen dan estimasi akuntansi termasuk dasar
pertimbangan yang dilakukan, dan proses pembuatan estimasi
d. Penyesuaian audit yang signifikan yang berdampak signifikan atas
proses pelaporan satuan usaha.
e. Ketidaksepakatan dengan manejemen. Ketidaksepakatan tersebut
dapat berupa :
Penerapan prinsip akuntansi
Perlakuan akuntansi atas kejadian tertentu
Lingkup audit
Pengungkapan informasi dalam laporan keuangan
Kata kata auditor dalam laporan audit
f. Konsultasi dengan akuntan lain mengenai masalah akuntansi dan
pengauditan
g. Kesulitan yang dijumpai selama pelaksanaan audit.
Penundaan yang tidak beralasan oleh manajemen mengenai saat
dimulainya audit
Penyediaan informasi dan data yang diperlukan
Tidak tersedianya karyawan klien dan kegagalan karyawan klien
untuk menyelesaikan daftar yang dibuat klien pada waktunya

14. MENYUSUN MANAGEMENT LETTER ( SURAT PERNYATAAN


MANAJEMEN )
Management letter dapat mencakup komentar atas :
a. Struktur pengendalian intern, yang bukan termasuk reportable
condition
b. Sumber daya manajemen seperti kas, persediaan, dan investasi
c. Masalah perpajakan

15. TANGGUNG JAWAB SETELAH AUDIT


Tanggung jawab setelah audit meliputi pertimbangan :
a. Peristiwa kemudiaan yang terjadi antara tanggal laporan audit dan
tanggal dipublikasikannya laporan audit
b. Penemuan fakta fakta baru
c. Penemuan adanya prosedur yang tidak dilaksanakan

16. PERISTIWA KEMUDIAN YANG TERJADI ANTARA


TANGGAL LAPORAN AUDIT DAN TANGGAL
DIPUBLIKASIKANNYA LAPORAN AUDIT
Sebenarnya auditor tidak bertanggung jawab untuk menemukan hal
hal yang mempengaruhi laporan keuangan auditan setelah tanggal
laporan audit. Bila auditor menetapkan perlunya penyesuaian atau
pengungkapan, dan manajemen setuju, maka auditor dapat
mengeluarkan laporan audit bentuk baku.

17. PENEMUAN FAKTA FAKTA BARU


Langkah langkah tersebut meliputi :
a. Memberitahu ( tertulis ) klien bahwa laporan audit tidak dapat
lagi dikaitkan dengan laporan keuangan
b. Memberitahu ( tertulis ) badan yang berwenang seperti
BAPEPAM bahwa laporan audit tidak dapat diandalkan lagi
c. Memberitahu ( tertulis ) melalui bda berwenang (BAPEPAM )
kepada setiap individu yang diketahui mengandalkan laporan keuangan,
bahwa laporan audit tidak dapat diandalkan lagi
18. PENEMUAN ADANYA PROSEDUR YANG TIDAK
DILAKSANAKAN
Penemuan adanya prosedur audit yang tidak dilaksanakan dapat
diketahui melalui :
a. Pelaksanaan program pengendalian kualitas kantor akuntan publik
b. Pelaksanaan peer review.