Anda di halaman 1dari 14

Tugas Makalah:

Manajemen Bencana

Konsep Kesiapan Bencana

Oleh:

Indah Chairunnisa Mustafa

J1A1 16 051

FAKULTAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-NYA sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Kesiapan Bencana
Dan harapan penulis semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun
menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman penulis, penulis yakin masih
banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran
dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Kendari, Oktober 2017

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan
D. Manfaat Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Kesiapsiagaan
B. Tahap Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi bencana
C. Langkah-Langkah Pencegahan

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bencana diartikan sebagai suatu kejadian secara alami maupun karena ulah
manusia, terjadi secara mendadak atau berangsur-angsur, menimbulakn akibat
yang merugikan, sehingga masyarakat dipaksa untuk melakukan tindakan
penanggulangan.
Selain menimbulkan risiko bencana, kondisi geografis Indonesia juga
menyimpan potensi kekayaan alam seperti minyak, gas alam, emas, tembaga, dan
sebagainya, yang menarik begitu banyak investor asing dan menggerakkan
perekonomian nasional. Namun kondisi tersebut menimbulkan konsekuensi lain
yang lebih parah karena bukan saja kondisi rakyat Indonesia tak beranjak dari
kemiskinan tapi juga memunculkan bencana lainnya. Hutan dibabat habis
sehingga menimbulkan banjir dan longsor, limbah industri pertambangan
mencemarkan lingkungan hidup, dan bencana-bencana lainnya yang diakibatkan
oleh ulah manusia.
Menurut Triutomo (2007), di Indonesia, masih banyak penduduk yang
menganggap bahwa bencana itu merupakan suatu takdir. Pada umumnya mereka
percaya bahwa bencana itu adalah suatu kutukan atas dosa dan kesalahan yang
telah diperbuat, sehingga seseorang harus menerima bahwa itu sebagai takdir
akibat perbuatannya. Sehingga tidak perlu lagi berusaha untuk mengambil
langkah-langkah pencegahan atau penanggulangannya. Pengetahuan terkait
dengan persiapan menghadapi bencana pada kelompok rentan bencana menjadi
fokus utama. Berbagai pengalaman menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi
bencana ini seringkali terabaikan pada masyarakat yang belum memiliki
pengalaman langsung dengan bencana.
Pentingnya pemahaman dan pengetahuan mengenai kesiapan mengahadapi
bencana akan sangat bermanfaat untuk menanggulangi dan mengatasi bencana
bersama sama , demi mencapai hidup yang aman.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud Kesiapsiagaan ?
2. Apa Saja Tahap Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Bencana ?
3. Bagaimana LangkahLangkah Pencegahan dari Berbagai Fenomena alam?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk Mengetahui Pengertian Kesiapsiagaan.
2. Untuk Mengetahui Tahap Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Bencana.
3. Untuk Mengetahui Langkah-Langkah Pencegahan dari Berbagai
Fenomena Alam.

D. Manfaat Penulisan
Makalah ini diharapkan bermanfaat bagi semua pihak dalam rangka
mengetahui mengenai kesiapsiagaan bencana.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kesiapsiagaan
Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk
mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang
tepat guna dan berdaya guna (UU RI No.24 Tahun 2007). Sedangkan
Kesiapsiagaan menurut Carter (1991) adalah tindakan-tindakan yang
memungkinkan pemerintahan, organisasi, masyarakat, komunitas, dan individu
untuk mampu menanggapi suatu situasi bencana secara cepat dan tepat guna.
Termasuk kedalam tindakan kesiapsiagaan adalah penyusunan rencana
penanggulangan bencana, pemeliharan dan pelatihan personil.
Kesiapsiagaan adalah upaya yang dilaksanakan untuk mengantisipasi
kemungkinan terjadinya bencana guna menghindari jatuhnya korban jiwa,
kerugian harta benda, dan berubahnya tata kehidupan masyarakat.
Kesiapsiagaan menghadapi bencana adalah suatu kondisi suatu masyarakat
yang baik secara invidu maupun kelompok yang memiliki kemampuan secara
fisik dan psikis dalam menghadapi bencana. Kesiapsiagaan merupakan bagian
yang tak terpisahkan dari manajemen bencana secara terpadu. Kesiapsiagaan
adalah bentuk apabila suatu saat terjadi bencana dan apabila bencana masih lama
akan terjadi, maka cara yang terbaik adalah menghindari resiko yang akan terjadi,
tempat tinggal, seperti jauh dari jangkauan banjir. Kesiapsiagaan adalah setiap
aktivitas sebelum terjadinya bencana yang bertujuan untuk mengembangkan
kapasitas operasional dan memfasilitasi respon yang efektif ketika suatu bencana
terjadi.

B. Tahap Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Bencana


Berikut ini merupakan tahapan-tahapan dalam menghadapi bencana yang
terdiridari sembilan (9) tahapan :
1. Penilaian Risiko / Risk Assesment
Pada aspek ini Merupakan suatu program kerja yang didalamnya terdapat
proses mengenali bahaya pada suatu pekerjaan, membuat identifikasi
bahaya dan menilai terhadap resiko yang akan terjadi diantaranya:
a. Mengidentifikasi seluruh proses area dan wilayah yang ada.
b. Mengidentifikasi sebanyak mungkin aspek area dan wilayah yang
telahdiidentifikasi sebelumnya.
c. Mengidentifikasi seluruh area yang ada baik dalam kondisi normal
maupunabnormal.
d. Menganalisis resiko dan tingkat resiko yang ada dengan melakukan
pemetaan.
2. Perencanaan Siaga /Contingency Planning
Penyusunan rencana kontinjensi dapat dilakukan melalui tahapan dan
proses persiapan dan pelaksanaan sebagai berikut :
a. Melakukan penilaian bahaya
b. Melakukan penentuan kejadian
c. Melakukan pengembangan skenario terhadap segala aspek
d. Penetapan kebijakan dan strategi yang tepat
e. Perencanaan pada setiap sektoral
f. Sinkronisasi yaitu dengan mengitegrasikan semua elemen dan
sektor sektor yangterkait
g. Terstruktur dengan formal dalam setiap kegiatan
3. Mobilisasi Sumberdaya /Resource Mobilization
Mobilisasi sumberdaya merupakan tindakan pengerahan dan penggunaan
sumberdaya, sarana dan prasarana telah dibina dan dipersiapkan sebagai
komponen kekuatan pertahanan keamanan negara untuk digunakan secara
tepat, terpadu, dan terarah bagi penanggulangan setiap ancaman, baik dari
luar maupun dari dalam negeri. Adapun tindakan yang dapat dilakukan
sebagai berikut :
a. Melakukan inventarisasi semua sumberdaya yang dimiliki oleh
daerah dan setiap sektor.
b. Mengidentifikasi sumberdaya yang tersedia dan siap digunakan.
c. Mengidentifikasi sumberdaya dari luar yang dapat dimobilisasi
untuk keperluan darurat.
4. Pendidikan dan pelatihan / training & education
Peran pendidikan merupakan knowledge aset yang dapat diwariskan
kepada generasi yang mendatang khususnya mengenai ilmu kebencanaan,
peran pendidikan tersebutdapat di terapkan melalui :
a. Pendidikan disekolah-sekolah dengan memasukkan kurikulum
kebencanaan.
b. Pelatihan-pelatihan yang dilakukan secara berkala kepada
masyarakat masyarakat dengan menerapkan pengetahuan yang
berbasis penanggulangan resiko bencana secara terstruktur.
5. Koordinasi / coordination
Merupakan suatu usaha yang dilakukan dengan teratur dan terstruktur dan
mengarah dengan harapan dapat menghasilkan suatu tindakan dan
keputusan yang tepat dan berkelanjutan. Dalam aspek kebencanaan tahap
koordinasi dapat dilakukan sebagai betikut:
a. Membentuk forum koordinasi dengan tujuan adanya sharing
pengetahuan dan pengalaman khususnya lembaga-lembaga
kebencanaan dengan masyarakat dan public.
b. Menyelenggarakan pertemuan berkala secara rutin, dengan harapan
koordinasi antara pihak pihak terkait dapat terkoneksi sehingga
tidak adanya ketimpangan dalam menjalankan tugas.
c. Menyusun Rencana Terpadu dengan melakukan pertemuan-
pertemuan dengan pihak terkait untuk menyusun suatu konsep
rencana penanggulangan bencana sesui tupoksi-tupoksi tiap sektor.
6. Mekanisme respon / respon mechanism
Merupakan suatu respon terhadap suatu sistem yang telah dibangun dan
dirancangkan dalam kesiapsiagaan bencana, pada aspek ini pelaksanaan
dimaktubkan pada masa tanggap darurat, adapun mekanismenya sebagai
berikut :
a. Menyediakan posko-posko yang merupakan sumber informasi
dilapangan terhadap korban bencana dan pemantauan situasi yang
berkala.
b. Menyediakan tim reaksi cepat untuk penanggulangan bencana yang
telah dipersiapkan sebelumnya dengan membekali standar standar
di lapangan.
c. Adanya suatu protap maupun SOP dalam melaksanakan respon
tanggap darurat,sehingga pertolongan dan penanganan korban
dapat tertangani dengan baik.
d. Mengambil inisiatif lain dalam masa tanggap darurat yang
terkadang tidaktermaktub dalam protap, akan tetapi harus
memenuhi syarat dalam artian memanusiakan manusia.
7. Peringatan dini / early warning
Merupakan sebuah sistem yang dirancang untuk mendeteksi suatu
ancaman bahaya sehingga memberikan peringatan untuk mencegah
jatuhnya korban. Adapun peringatan dini dalam mengahadapi bencana
dapat dilakukakan dengan cara :
a. Memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang resiko, hal
ini dapa tdilakukan dengan adanya data yang sinkron yaitu dengan
terlebih dahulu melakukan assessment.
b. Melakukan pemantauan dan memberikan layanan peringatan,
sehingga parameter yang diberikan kepada masyarakat dapat
diterima dengan baik.
c. Menyeba rluaskan dan memberikan informasi tentang resiko, pada
tahap ini harus dipastikan bahwa sistem peringatan dini harus dapat
dijangkau oleh masyarakat dengan baik dan harus dimengerti oleh
masyarakat sehingga tidak adanya miskomunikasi antara
peringatan yang diberikan dengan informasi yang diterima
masyarakat.
d. Membangun kemampuan respons dari masyarakat, dalam artian
sebuah sistem peringatan harus teralokasi oleh masyarakat dengan
mempertimbangkan aspek lokal wisdom sehingga mampu
melakukan upaya tanggap darurat yang efektif jika terjadi bencana.
8. Manajemen informasi / information systems
Merupakan suatu pengelolaan data dimana didalamnya mencakup proses
mencari,menyusun, mengklasifikasikan, serta menyajikan berbagai data
yang terkait dengan informasi kebencanaan dengan tujuan dapat terlaksana
suatu kegiatan dengan baik. Adapun manajemen informasi dalam
kebencanaan dapat dilakukan dengan cara :
a. Menciptakan dan tersedianya suatu sistem informasi yang mudah
di akses, mudah dimengerti dan dapat disebarluaskan.
b. Informasi yang diberikan dan disampaikan kepada masyarakat
harus akurat, tepatwaktu, dapat dipercaya dan mudah
dikomunikasikan.
9. Gladi/Simulasi/drilling/simulation
Uji coba dilakukan untuk menguji ketepatan Rencana Kontinjensi yang
dibuat,Dalam melakukan gladi ini diharapkan supaya besaran dan skalanya
mendekati peristiwa/ kejadian yang di-skenario kan. Apabila tidak
memungkinkan, dapat diambil sebagian dari luas yang sesungguhnya dan
Gladi atau Simulasi harus dilakukan secara berkala, agar masyarakat dapat
membiasakan diri dengan terhadapuji coba tersebut.

C. Langkah Langkah Pencegahan dari Berbagai Fenomena Alam


Langkah langkah pencegahan yang akan dilakukan ketika Pra bencana, saat
bencana, dan pasca bencana adalah :
1. Gempa bumi
Sebelum terjadi gempa bumi, kita bisa melakukan kesiapsiagaan dengan
cara berdiam diri di tempat yang aman sampai bantuan datang, maka dari
itu hindarkan barang barang yang akan jatuh pada saat terjadinya gempa
bumi.
Setelah peristiwa gempa terjadi, Keluar dari tempat yang tertutup
menuju tempat yang jauh dari lereng seperti lapangan, Periksalah apakah
tubuhmu terdapat perubahan bentuk, luka terbuka, nyeri tekan dan
bengkak.
2. Banjir
Sebelum banjir
Untuk mencegah daerah kita dari banjir, maka kamu perlu melakukan hal
hal ini :
Membersihkan got got yang penuh dengan sampah
Membuat biopori agar banjir itu meresap ke dalamnnya, dll.
Saat banjir terjadi
pindahkan barang barang ke tempat yang lebih tinggi
matikan aliran listrik dan kompor gas untuk menghindari hal hal yang
tidak di inginkan
pergi ke pengungsian atau pergi ke tempat yang lebih tinggi dari
genangan air
minta bantuan untuk menghindari genangan air.

Setelah banjir
Periksalah aliran kabel agar tidak terjadinya konsleting
Bersihkannlah barang barang yang terkena genangan air
3. Tsunami
Sebelum tsunami
kenalilah tanda tanda akan terjadi nya tsunami, seperti meningginya
genangan air yang sudah melebihi batas normal. Dan selalu waspada.
Saat tsunami
saat tsunami terjadi diharapkan untuk tetap tidak panik, lari ke zona aman
seperti ke bukit tinggi untuk menghindari gelombang air yang tinggi,
meminta bantuan.
Sesudah tsunami
saat air sudah mulai surut cobalah untuk tetap tenang, dan meminta dan
mengikuti himbauan regu penyelamat.
4. Kekeringan
untuk mengurangi rasa kekeringan, sering seringlah hemat air, hemat akan
sumber daya manusia seperti makanan, dan ikut serta dalam menjaga
kelestarian hutan sebagai sumber air kita.
Di negara kita ini sudah banyak penebangan pohon secara ilegal, maka
dari itu sumber persediaan air bersih kita mengurang, sungai sungai pun
tercemar akibat banyaknya sampah masyarakat yang akhir akhir ini
meningkat karena adanya kemajuan teknologi.
5. Angin topan
Untuk mengurangi rasa kebahayaan pada saat terjadinya angin topan, ini
tips tips nya sebagai berikut ini :
Memperkuat kondisi bangunan yang kita tempati
Membangun pelindungan seperti ruang dibawah tanah dan mempunyai
alat untuk menghidari konsleting listrik.
Mengamankan barang barang yang mudah terbang seperti pygura, jam
dinding, dan tempelan tempelan atau hiasan hiasan yang di tempel di
tembok rumah kita.
6. Gunung berapi
Langkah aman gunung api
Pemerintah melalui pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi (PVG)
melakukan pengawasan pada gunung aktif di indonesia.
Dibawah ini adalah tingkat isyarat gunung api di INDONESIA :
Status AWAS, pada situasi ini gunung api dalam keadaan siap meletus
atau kristis.
Status SIAGA, pada situasi ini gunung api sudah menunjukkan tanda
tanda akan meletus, terjadi peningkatan kegiatan seismik.
Status WASPADA, pada situasi ini gunung api menunjukkan aksivitas
nya yang cenderung diatas normal.
Status NORMAL, tidak ada gejala aksivitas magma.
Jika gunung api meletus
Pada saat gunung api menujukkan aksivitas akan terjadi nya peletusan,
lakukan lah langkah langkah berikut ini
Ikuti jika ada himbauan mengungsi
Sebelum mengungsi, periksa keadaan rumah apakah sudah aman ?
dan tutup rapat rapat
Jika terjebak di luar, lindungi dirimu dari benda benda yang
disemburkan oleh gunung api, dan carilah tempat untuk berlindung.
Lindungi juga tubuhmu dari hujan abu.
Setelah gunung api meletus
Ikuti himbauan tim siaga, dan kembali kerumah saat keadaan sudah
benar - benar aman.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesiapsiagaan adalah upaya yang dilaksanakan untuk mengantisipasi
kemungkinan terjadinya bencana guna menghindari jatuhnya korban jiwa, kerugian
harta benda, dan berubahnya tata kehidupan masyarakat.
Adapun tahap kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana adalah: (1)
kemampuan menilai risiko; (2) perencanaan siaga; (3) mobilisasi sumberdaya; (4)
pendidikan dan pelatihan; (5) koordinasi; (6) mekanisme respon; (7) peringatan dini;
(8) manajemen informasi; (9) gladi/ simulasi.
Langkah langkah pencegahan berbagai fenomena alam meliputi pra bencana,
saat bencana, dan pasca bencana.

B. Saran
Posisi Indonesia yang terletakpada tiga lempeng bumi (Indo- Australia,
Furasia dan pasifik) mengakibatkan Indonesia rawan terjadi bencana. Oleh sebab itu
pengetahuan mengenai kesiapan bencana diperlukan untuk mencapai tujuan hidup
yang aman.
DAFTAR PUSTAKA

Repository.usu.ac.id

Julie Morton., Sembilan Tahap Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana.


https://www.scribd.com/document/249880807/Sembilan-Tahap-Kesiapsiagaan-Dalam-
Menghadapi-Bencana#. Diakses pada 11 Desember 2014.

Andika Rizky Dwiyanto., https://andikarizkydwiyanto.blogspot.co.id/2016/09/contoh-


makalah-tentang-kesiapsiagaan.html . Diakses pada 28 september 2016