Anda di halaman 1dari 4

NAPKIN ECZEMA (DERMATITIS POPOK)

No. Kode :
Terbitan :1
SOP No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku :
KABUPATEN Halaman : 1-4 UPT
PEMALANG PUSKESMAS
PADURAKSA

Ditetapkan Oleh : dr Ali Jamaluddin


Plt. Kepala UPT Puskesmas NIP. 197709112009031 002
Paduraksa

1. Pengertian No. ICPC-2 : S89 Diaper rash


No. ICD-X : L22 Diaper (napkin) dermatitis
Tingkat Kemampuan 4A
Masalah Kesehatan
Napkin eczema sering disebut juga dengan dermatitis popok
atau diaper rash adalah dermatitis di daerah genito-krural
sesuai dengan tempat kontak popok. Umumnya pada bayi
pemakai popok dan juga orang dewasa yang sakit dan
memakai popok. Dermatitis ini merupakan salah satu
dermatitis kontak iritan akibat isi napkin (popok)
2. Tujuan Petugas dapat mendiagnosa, memberikan pengobatan dan
perawatan sesuai dengan prosedur pelayanan klinis
3. Kebijakan Kebijakan Kepala Puskesmas Warungpring No 440 / SK. 119 /
VI / 2016 Tentang Pemberlakuan Standart Operasional
Prosedur Puskesmas Warungpring

4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi
Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
5. Prosedur Hasil Anamnesis (Subjective)
Keluhan
Pasien datang dengan keluhan gatal dan bercak merah
berbatas tegas mengikuti bentuk popok yang berkontak,
kadang-kadang basah dan membentuk luka.

Faktor Risiko
1. Popok jarang diganti.
2. Kulit bayi yang kering sebelum dipasang popok.
3. Riwayat atopi diri dan keluarga.
4. Riwayat alergi terhadap bahan plastik dan kertas.

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana

1 /4
(Objective)
Pemeriksaan Fisik
Tanda patognomonis
1. Makula eritematosa berbatas agak tegas (bentuk
mengikuti bentuk popok yang berkontak)
2. Papul
3. Vesikel
4. Erosi
5. Ekskoriasi
6. Infiltran dan ulkus bila parah
7. Plak eritematosa (merah cerah), membasah, kadang
pustul, lesi satelit (bila terinfeksi jamur).
Bila diduga terinfeksi jamur kandida, perlu dilakukan
pemeriksaan KOH atau Gram dari kelainan kulit yang basah.

Penegakan Diagnostik (Assessment)


Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan
pemeriksaan fisik.

Diagnosis Banding
1. Penyakit Letterer-Siwe
2. Akrodermatitis enteropatika
3. Psoriasis infersa
4. Eritrasma

Komplikasi
Infeksi sekunder

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)


Penatalaksanaan
1. Untuk mengurangi gejala dan mencegah bertambah
beratnya lesi, perlu dilakukan hal berikut:
1.1. Ganti popok bayi lebih sering, gunakan pelembab
sebelum memakaikan popok bayi.
1.2. Dianjurkan pemakaian popok sekali pakai jenis highly
absorbent. 2. Prinsip pemberian farmakoterapi yaitu
untuk menekan inflamasi dan mengatasi infeksi
kandida.
1.3. Bila ringan: krim/salep bersifat protektif (zinc
oxide/pantenol) dipakai 2 kali sehari selama 1 minggu
atau kortikosteroid potensi lemah (hidrokortison salep
2 /4
1-2,5%) dipakai 2 kali sehari selama 3-7 hari.
1.4. Bila terinfeksi kandida: berikan antifungal nistatin
sistemik 1 kali sehari selama 7 hari atau derivat azol
topikal dikombinasi dengan zinc oxide diberikan 2 kali
sehari selama 7 hari.

Konseling dan Edukasi


1. Memberitahu keluarga mengenai penyebab dan
menjaga higiene kulit.
2. Mengajarkan cara penggunaan popok dan mengganti
secepatnya bila popok basah.
3. Mengganti popok sekali pakai bila kapasitas telah
penuh.

Pemeriksaan Penunjang Lanjutan


Biasanya tidak perlu dilakukan, hanya dilakukan untuk
mengekslusi diagnosis banding.

Rencana Tindak Lanjut


Bila gejala tidak menghilang setelah pengobatan standar
selama 1 minggu, dilakukan:
1. Pengobatan dapat diulang 7 hari lagi.
2. Pertimbangkan untuk pemeriksaan ulang KOH atau
Gram.

Kriteria Rujukan
Bila keluhan tidak membaik setelah pengobatan standarselama
2 minggu.

Peralatan
Peralatan laboratorium untuk pemeriksaan KOH dan Gram

Prognosis
Prognosis umumnya bonam dan dapat sembuh tanpa
komplikasi.

3 /4
6. Diagram Alir

7 Unit Terkait R. Pemeriksaan Umum

8 Rekaman Historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai


diberlakukan

4 /4