Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang masalah


Pendidikan humaniora adalah suatu bahan pendidikan yang
mencerminkan keutuhan manusia dan membantu agar manusia menjadi
lebih manusiawi, yaitu membantu manusia untuk mengaktualkan potensi-
potensi yang ada, sehingga akhirnya terbentuk manusia yang utuh, yang
memiliki kematangan emosional, kematangan moral dan kematangan
spiritual.
Setiap bangsa pasti ditandai dengan pluralitas agama dan budaya.
Kehidupan dalam iklim yang berbeda ini diharapkan manusia atau setiap
pribadi itu memiliki dimensi individual dan sosial. Hal ini sangat berkaitan
dengan bagaimana hidup bersama orang lain, mengembangkan kepekaan
untuk saling menghormati dan menghargai.
Dalam mencapai kesempurnaan kehidupan setiap individu memiliki
akal dan budi atau yang lazim disebut pikiran dan perasaan yang
memungkinkan munculnya tuntutan-tuntutan hidup manusia yang lebih
daripada tuntutan hidup makhluk lain dan memungkinkan munculnya karya-
karya manusia yang sampai kapanpun tidak pernah akan dapat dihasilkan
oleh makhluk lain.
Berdasarkan uraian di atas kita mengetahui bahwa tujuan dari
pendidikan humaniora adalah untuk membimbing manusia menjadi manusia
seutuhnya dan mengembalikan nilai-nilai kemanusiaan yang semakin
terkikis, untuk kehidupan yang lebih sempurna.
Derasnya arus globalisasi yang semakin mempengaruhi kehidupan
sosial masyarakat dunia, juga mempengaruhi munculnya masalah/
penyimpangan etik sebagai akibat kemajuan teknologi/ilmu pengetahuan
yang menimbulkan konflik terhadap nilai. Arus kesejahteraan ini tidak dapat
dibendung, pasti akan mempengaruhi pelayanan kebidanan. Dalam hal ini
bidang yang praktek mandiri menjadi pekerja yang bebas Mengontrol

1
dirinya sendiri. Situasi ini akan besar sekali pengaruhnya terhadap
kemungkinan terjadinya penyimpangan nilai etik.
Istilah etik yang kita gunakan sehari-hari pada hakikatnya berkaitan
dengan falsafah moral yaitu menganai apa yang dianggap baik atau buruk di
masyarakat dalam kurun waktu tertentu, sesuai dengan perubahan atau
perkembangan norma atau niali. Dikatakan kurun waktu tertentu karena etik
dan moral bisa berubah dengan lewatnya waktu.

1.2 Rumusan Masalah


Dari latar belakang yang telah disampaikan, maka penulis
merumuskan beberapa masalah yang akan di jawab dalam makalah ini,
yaitu:
a. Apa pengertian nilai, kejujuran, kebenaran dalam pelayanan kebidanan?
b. Bagaimana cara Pembentukan dan transmisi nilai?
c. Bagaimana nilai Nilai luhur dalam pelayanan kebidanan ?
d. Bagaimana Nilai luhur dalam pelayanan kebidanan ?

1.3 Tujuan penulisan


a. Tujuan Umum
Mahasiswa mampu memahami, menjelaskan dan menerapkan
pendekatan nilai-nilai kejujuran dan kebenaran dalam pelayanan
kebidanan.
b. Tujuan Khusus
1. Mahasiswa bisa menjelaskan Apa itu pengertian nilai, kejujuran,
kebenaran dalam pelayanan kebidanan?
2. Mahasiswa bisa menjelaskan Bagaimana cara Pembentukan dan
transmisi nilai?
3. Mahasiswa bisa menjelaskan Bagaimana nilai Nilai luhur dalam
pelayanan kebidanan ?
4. Mahasiswa bisa menjelaskan Bagaimana Nilai luhur dalam
pelayanan kebidanan ?

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
A. Nilai
Nilai nilai (values) adalah suatu keyakinan seseorang tentang
penghargaan terhadap suatu standar atau pegangan yang mengarah pada
sikap / prilaku seseorang. System nilai dalam suatu organisasi adalah
tentang nilai nilai yang dianggap penting dan sering diartikan sebagai
perilaku personal.
Nilai merupakan milik setiap pribadi yang mengatur langkah
langkah yang seharusnya dilakukan karena merupakan cetusan dari hati
nurani yang dalam dan di peroleh seseorang sejak kecil.
Nilai dipengaruhi oleh lingkungan dan pendidikan, yang dewasa ini
mendapat perhatian khusus, terutama bagi para petugas kesehatan karena
perkembangan peran menjadikan mereka lebih menyadari nilai dan hak
orang lain.
Klasifikasi nilai- nilai adalah suatu proses dimana seorang dapat
menggunakannya untuk mengidentifikasi nilai- nilai mereka sendiri.
Seorang bidan dalam melaksanakan asuhan kebidanannya. Selain
menggunakan ilmu kebidanan yang ia miliki juga diperkuat oleh nilai
yang ada didalam diri mereka.
Nilai Menurut para Ahli :
1. Kimball Young
Mengemukakan nilai adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak
disadari tentang apa yang dianggap penting dalam masyarakat.
2. A.W.Green
Nilai adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi
terhadap objek.
3. Woods

3
Mengemukakan bahwa nilai merupakan petunjuk umum yang telah
berlangsung lama serta mengarahkan tingkah laku dan kepuasan
dalam kehidupan sehari-hari
4. M.Z.Lawang
Menyatakan nilai adalah gambaran mengenai apa yang
diinginkan,yang pantas,berharga,dan dapat memengaruhi perilaku
sosial dari orang yang bernilai tersebut.
5. Hendropuspito
Menyatakan nilai adalah segala sesuatu yang dihargai masyarakat
karena mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan
kehidupan manusia.
6. Karel J. Veeger
Menyatakan sosiologi memandang nilai-nilai sebagai pengertian-
pengertian (sesuatu di dalam kepala orang) tentang baik tidaknya
perbuatan-perbuatan. Dengan kata lain, nilai adalah hasil penilaian
atau pertimbangan moral.

B. Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai
dengan hati nuraninya apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan
yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-
benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-
perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu
kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan haruis sama
dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau
kesanggupan yang terlampir malalui kata-kata atau perbuatan.
Kejujuran bersangkut erat dengan masalah nurani. Menurut
Alamsyah dalam bukunya Budi Nurani. filsafat berfikir. yang disebut
nurani adalah sebuah wadah yang ada dalam perasaan manusia. Wadah
ini menyimpan suatu getaran kejujuran. ketulusan dalam meneropong
kebenaran lokal maupun kebenaran Iliahi.(M.Alanisyah.1986:83).

4
Nurani yang diperkembangkan dapat menjadi budi nurani yang
merupakan wadah yang menyimpan keyakinan. Jadi getaran kejujuran
ataupun ketulusan dapat ditingkatkan menjadi suatu keyakinan, dan atas
diri keyakinannya maka seseorang diketahui kepribadiannya. Orang yang
memiliki ketulusan tinggi akan memiliki keyakinan yang matang.
sebabnya orang yang hatinya tidak bersih dan mau berpikir curang.
memiliki keprihadian yang buruk dan rendah dan sering tidak yakin pada
dirinya. Karena apa yang ada dalam nuraninya banyak dipengaruhi oleh
pemikirannya yang kadang-kadang justru bertentangan.

C. Kebenaran
Kebenaran adalah satu nilai utama di dalam kehidupan human.
Sebagai nilai-nilai yang menjadi fungsi rohani manusia. Artinya sifat
manusiawi atau martabat kemanusiaan (human dignity) selalu berusaha
memeluk suatu kebenaran.

D. Pelayanan kebidanan
Pelayanan kebidanan adalah penerapan ilmu kebidanan melalui
asuhan kebidanan kepada klien yang menjadi tanggung jawab bidan,
mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, BBL, keluarga berencana (KB),
termasuk kesehatan reproduksi wanita dan pelayanan keshatan
masyarakat.

2.2 Pembentukan dan transmisi nilai


Individu tidak lahir dengan membawa nilai-nilai (values). Nilai-nilai
ini diperoleh dan berkembang melalui informasi, lingkungan keluarga, serta
budaya sepanjang perjalanan hidupnya. Mereka belajar dari keseharian dan
menentukan tentang nilai-nilai mana yang benar dan mana yang salah.
Untuk memahami perbedaan nilai-nilai kehidupan ini sangat tergantung
pada situasi dan kondisi dimana mereka tumbuh dan berkembang. Nilai-
nilai tersebut diambil dengan berbagai cara antara lain :

5
1. Modeling
Model atau contoh, dimana individu belajar tentang nilai-nilai yang baik
atau buruk melalui observasi perilaku keluarga, sahabat, teman sejawat
dan masyarakat lingkungannya dimana dia bergaul
2. Moralizing
Moralitas diperoleh dari keluarga, ajaran agama, sekolah, dan institusi
tempatnya bekerja dan memberikan ruang dan waktu atau kesempatan
kepada individu untuk mempertimbangkan nilai-nilai yang berbeda
3. Laissez-Faire
Sesuka hati adalah proses dimana adaptasi nilai-nilai ini kurang terarah
dan sangat tergantung kepada nilai-nilai yang ada di dalam diri seseorang
dan memilih serta mengembangkan sistem nilai-nilai tersebut menurut
kemauan mereka sendiri. Hal ini lebih sering disebabkan karena
kurangnya pendekatan, atau tidak adanya bimbingan atau pembinaan
sehingga dapat menimbulkan kebingungan, dan konflik internal bagi
individu tersebut
4. Responsible Choice
Tanggung jawab untuk memilih; adanya dorongan internal untuk
menggali nilai-nilai tertentu dan mempertimbangkan konsekuensinya
untuk diadaptasi. Disamping itu, adanya dukungan dan bimbingan dari
seseorang yang akan menyempurnakan perkembangan sistem nilai
dirinya sendiri
5. Reward and Punishment
Penghargaan dan Sanksi; Perlakuan yang biasa diterima seperti
mendapatkan penghargaan bila menunjukkan perilaku yang baik, dan
sebaliknya akan mendapat sanksi atau hukuman bila menunjukkan
perilaku yang tidak baik

6
2.3 Nilai luhur dalam pelayanan kebidanan
A. Pengertian nilai luhur
Merupakan suatu keyakinan dan sikap-sikap yang dimiliki oleh
setiap orang, dimana sikap-sikap tersebut berupa kebaikan, kejujuran,
kebenaran yang berorientasi pada tindakan dan pemberian arah serta
makna pada kehidupan seseorang.
Nilai luhur dalam pelayanan kebidanan yaitu suatu penerapan
fungsi nilai dalam etika profesi seorang bidan, dimana seorang bidan
yang professional dapat memberikan pelayanan pada klien dengan
berdasarkan kebenaran, kejujuran, serta ilmu yang diperoleh agar tercipta
hubungan yang baik antara bidan dan klien.

B. Penerapan nilai luhur


Seorang bidan harus mampu menerapkan nilai nilai luhur
dimanapun dan kapanpun dia memberikan pelayanan kebidanan. Karena
nilia luhur dalam praktek kebidanan sangat menunjang dalam proses
pelayanan serta pemberian asuhan pada klien.
Nilai luhur yang dimiliki oleh setiap orang mempunyai kadar yang
berbeda. Nilai luhur tergantung oleh setiap individu, bagaimana cara
individu menerapakan dan mengelola dalam kehidupannya.
Nilai luhur bukan hanya diterapkan pada klien saja, tetapi juga
pada rekan rekan seprofesi, tenaga kesehatan lainnya, serta masyarakat
secara umum. Sebab hubungan yang dijalin berdasarkan nilai nilai
luhur dapat membantu dalam peningkatan paradigma kesehatan,
khususnya dalam praktek kebidanan.
Nilai nilai luhur yang sangat diperlukan oleh bidan yaitu :
1. Kejujuran
2. Lemah lembut
3. Ketetapan setiap tindakan
4. Menghargai orang lain

7
C. Dasar pelayanan kebidanan yang baik
1. Rasa kecintaan pada sesama manusia
2. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tolong menolong
dalam menghadapi pasien
3. Mengembangkan sikap tidak semena mena terhadap orang lain
4. Menjunjung tinggi nilai nilai kemanusiaan
5. Memberi pelayanan kesehatan pada ibu dan anak
6. Berani membela kebenaran dan keadilan
7. Mengmbangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan
bangsa lain
8. Bekerjasama dengan tim kesehatan lainnya

2.4 Penyerapan / pembentukan nilai


A. Pengertian Dasar Etika
Istilah atau kata etika sering kita dengar, baik di ruang kuliah
maupun dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya dalam segi keprofesian
tertentu, tetapi menjadi kata-kata umum yang sering digunakan, termasuk
diluar kalangan cendekiawan. Dalam profesi bidan etika lebih
dimengerti sebagai filsafat moral.
Istilah etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Kata Yunani etos
dalam bentuk tunggal mempunyai arti kebiasaan-kebiasaan tingkah laku
manusia; adat; akhlak; watak; perasaan; sikap; dan cara berfikir. Dalam
bentuk jamak ta etha mempunyai arti adat kebiasaan. Menurur filsuf
Yunani Aristoteles, istilah etika sudah dipakai untuk menunjukkan
filsafat moral. Sehingga berdasarkan asal usul kata, maka etika berarti :
ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.

B. Pengenalan Etika Umum


1. Kode Etik Bidan Indonesia
Sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 369/ Mengkes/SK/III/2007 Tentang Standar Profesi Bidan,

8
didalamnya terdapat Kode Etik Bidan Indonesia. Deskripsi Kode Etik
Bidan Indonesia adalah merupakan suatu ciri profesi yang bersumber
dari nilai-nilai internal dan eksternal suatu disiplin ilmu dan
merupakan pernyataan komprehensif suatu profesi yang memberikan
tuntunan bagi anggota dalam melaksanakan pengabdian profesi.
2. Etika Moral dan Nilai Dalam Praktik Kebidanan
Kemajuan ilmu pngetahuan dan tehnologi dalam segala bidang
berpengaruh terhadap meningkatya kritis masyarakat terhadap mutu
pelayanan kesehatan terutama pelayanan kebidanan. Menjadi
tantangan bagi profesi bidan untuk mengembangkan kompetensi dan
profesionalisme dalam menjalankan praktik kebidanan serta dalam
memberikan pelayanan berkualitas.
Sikap etis profesional bidan akan mewarnai dalam setiap
langkahnya, termasuk dalam mengambil keputusan dalam merespon
situasi yang muncul dalam usaha. Pemahaman tentang etika dan moral
menjadi bagian yang fundamental dan sangat penting dalam
memberikan asuhan kebidanan. dengan senantiasa menghormati nilai-
nilai pasien.
Etika merupakan suatu pertimbangan yang sistematis tentang
perilaku benar atau salah, kebajikan atau kejahatan yang berhubungan
dengan perilaku. Etika berfokus pada prinsip dan konsep yang
membimbang manusia berfikir dan bertindak dalam kehidupannya
dilandasi nilai-nilai yang dianutnya.
3. Perilaku Etis Profesional Bidan
Bidan harus memiliki komitmen yang tinggi untuk memberikan
asuhan kebidanan yang berkualatas berdasarkan standar perilaku yang
etis dalam praktek asuhan kebidanan. Pengetahuan tentang perilaku
etis dimulai dari pendidikan bidan dan berlanjut pada forum atau
kegiatan ilmiah baik formal atau non formal dengan teman, sejawat,
profesi lain maupun masyarakat. Salah satu perilaku etis adalah bila
bidan menampilkan prilaku pengambilan keputusan yang etis dalam

9
membantu memecahkan masalah klien. Dalam membantu
memecahkan masalah ini bidan menggunakan dua pedekatan dalam
asuhan kebidanan, yaitu :
a. Pendekatan berdasarkan prinsip
Pendekatan berdasarkan prinsip sering dilakukan dalam etika
kedokteran atau kesehatan untuk menawarkan bimbingan tindakan
khusus.
b. Pendekatan berdasarkan asuhan atau pelayanan
Bidan memandang care atau asuhan sebagai dasar dan kewajiban
moral. Hubungan bidan dengan pasien merupakan pusat
pedekataan berdasarkan asuhan, dimana memberikan perhatian
khusus kepada pasien.

2.5 Nilai personal dalam pelyanan kebidanan


A. Pengertian Nilai personal
Nilai personal merupakan nilai yang timbul dari pengalaman
pribadi seseorang, nilai tersebut membentuk dasar prilaku seseorang yang
nyata melalui pola prilaku yang konsisten dan menjadi control internal
bagi seseorang, serta merupakan komponen intelektual dan emosional
dari seseorang.

B. Nilai personal profesi


Pada tahun 1985, The American Association Colleges Of
Nursing melaksanakan suatu proyek termasuk didalamnya
mengidentifikasi nilai nilai personal dalam praktek kebidanan
profesional. Perkumpulan ini mengidentifikasikan tujuh nilai-nilai
personal profesi, yaitu :
1. Aesthetics (keindahan)
Kualitas obyek suatu peristiwa / kejadian, seseorang memberikan
kepuasan termasuk penghargaan, kreatifitas, imajinasi, sensitifitas dan
kepedulian.

10
2. Alturism (mengutamakan orang lain)
Kesediaan memperhatikan kesejahteraan orang lain termasuk
keperawatan atau kebidanan, komitmen, asuhan, kedermawanan /
kemurahan hati serta ketekunan.
3. Equality (kesetaraan)
Memiliki hak atau status yang sama termasuk penerimaan dengan
sikap kejujuran, harga diri dan toleransi.
4. Freedom (kebebasan)
Memiliki kafasitas untuk memiliki kegiatan termasuk percaya diri,
harapan, disiplin, serta kebebasan dalam pengarahan diri sendiri.
5. Human digrity (martabat manusia)
Berhubungan dengan penghargaan yang melekat terhadap martabat
manusia sebagai individu, termasuk didalamnya yaitu kemanusiaan,
kebaikan, pertimbangan, dan penghargaan penuh terhadap
kepercayaan.
6. Justice ( keadilan)
Menjunjung tinggi moral dan prinsip prinsip legal. Temasuk
objektifitas, moralitas, integritas, dorongan dan keadilan serta
keawajaran.
7. Truth (kebenaran)
Menerima kenyataan dan realita. Termasuk akontabilitas, kejujuran,
keunikan, dan reflektifitas yang rasional.

11
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dalam upaya mendorong profesi keperawatan dan kebidanan agar
dapat diterima dan dihargai oleh pasien, masyarakat atau profesi lain, maka
mereka harus memanfaatkan nilai-nilai kebidanan dalam menerapkan etika
dan moral disertai komitmen yang kuat dalam mengemban peran
profesionalnya. Dengan demikian bidan yang menerima tanggung jawab,
dapat melaksanakan asuhan keperawatan atau kebidanan secara etis
profesional dengan jujur dan benar. Sikap etis profesional berarti bekerja
sesuai dengan standar, melaksanakan advokasi, keadaan tersebut akan dapat
memberi jaminan bagi keselamatan pasen, penghormatan terhadap hak-hak
pasen, akan berdampak terhadap peningkatan kualitas asuhan kebidanan.

3.2 Saran
Bidan sebagai tenaga kesehatan profesional diharapkan bisa menjadi
bidan yang jujur dan benar dalam memberikan pelayanan kebidanan
sehingga bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

12
DAFTAR PUSTAKA

http://pustakapinkpink.blogspot.com/2010/11/nilai-personal-dan-nilai-luhur-
dalam
htmlhttp://aminudinharahap.webs.com/apps/blog/show/10494293-makalah-etika-
profesi-dan-hukum-kesehatan-tentang-mengidentifikasikan-nilai-nilai-personal-
dan-nilai-luhur-
http://www.general-
files.com/download/gs4fc143a1h17i0/nilai%20personal%20dan%20nilai%20luhu
r%20profesi%20dalam%20pelayanan%20kebidanan.ppt.html

13