Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH BIOLOGI

SISTEM PENCERNAAN PADA UNGGAS


KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada allah swt yang telah memberikan hidayah dan nikmatnya kepada
kami sehingga makalah ini bisa di buat, serta sholawat beringan salam senantiasa kami aturkan
kepada junjungan kita nabi besar muhammad saw.
Ucapan terimakasih kepada dosen pengajar Anatomi dan Histologi Ternak yang telah
membirikan arahan dan masukan sehingga terbuatlah tulisan makalah ini, kami menyadari
bahwa penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan khilapan dalam penulisan karna
pepatah pun mengatakan tak ada gading yang tak retak, maka dari itu kami berharap ada
masukan kepada kami untuk penyumpurnaan penulisan makalah ini.
Semoga penulisan makalah ini bisa bermanfaat kepada seluruh pembaca terutama kami sendiri
sebagai penulis dan mendapatkan wawasan baru bagi pembaca untuk sebagai penunjang bagi
orang yang membutuhkannya.
Atas perhatianya, penulis ucapkan Terimah kasih,,

Padang, 13 September 2012

Penulis

BAB 1
PENDAHULUAN

Pencernaan adalah penguraian bahan makanan ke dalam zat- zat makanan dalam saluran
pencernaan untuk dapat diserap dan digunakan oleh jaringan jaringan tubuh. Pada pencernaan
tersangkut suatu seri proses mekanis dan khemis dan dipengaruhi oleh banyak factor.
Saluran Pencernaan dapat di anggap sebagai tabung memanjang yang dimulai dari mulut
sampai anus dan pada bagian dalam dilapisi oleh mukosa. Sistem pencernaan terdiri dari seluran
pencernaan dan organ asosori. Saluran pencernaan merupakan organ yang menghubungkan
dunia luar dengan dunia dalam tubuh hewan, yaitu proses metamolik di dalam tubuh.
Pencernaan merupakan serangkaian proses yang terjadi didalam saluran pencernaan yaitu
memecah bahan makanan menjadi bagian atau pertikel yang lebih kecil, dari senyawa kompleks
menjadi senyawa sederhana hingga larut dan dapat diabsorpsi lewat dinding saluran pencernaan
untuk memasuki sisitem peredaran darah atau getah bening, selanjutnya diedarkan keseluruh
tubuh. Organ pencernaan unggas berupa saluran berkembang sesuai dengan evaluasi yang
diarahkan untuk terbang. Modifikasi yang terjadi dalam sistem pencernaannya sangat sederhana.
Unggas tidak lagi memiliki gigi dan tulang rahang yang besar berikut ototnya, yang berkembang
adalah paruh, lidah, rempela. Unggas memakan beragam pakan dari biji-bijian ikan dan cacing
serta rerumputan maka ragam sistem pencernaannya berkembang sesuai dengan makanan
utamanya.

BAB II
ISI

Pencernaan merupakan serangkaian proses yang terjadi didalam saluran pencernaan yaitu
memecah bahan makanan menjadi bagian atau pertikel yang lebih kecil, dari senyawa kompleks
menjadi senyawa sederhana hingga larut dan dapat diabsorpsi lewat dinding saluran pencernaan
untuk memasuki sisitem peredaran darah atau getah bening, selanjutnya diedarkan keseluruh
tubuh. Organ pencernaan unggas berupa saluran berkembang sesuai dengan evaluasi yang
diarahkan untuk terbang. Modifikasi yang terjadi dalam sistem pencernaannya sangat sederhana.
Unggas tidak lagi memiliki gigi dan tulang rahang yang besar berikut ototnya, yang berkembang
adalah paruh, lidah, rempela. Unggas memakan beragam pakan dari biji-bijian ikan dan cacing
serta rerumputan maka ragam sistem pencernaannya berkembang sesuai dengan makanan
utamanya.

Anatomi dan fungsi saluran Pencernaan Pada Unggas:


1. Mulut
Mulut ayam tidak memiliki lidah, pipi, dan gigi. Langit-langitnya lunak, tetapi memiliki
rahang atas dan bawah yang menulang untuk menutup mulut. Rahang atas melekat pada tulang
tengkorak dan yang bawah bergantung. Langit-langit kertas dibagi oleh celah sempit yang
panjang di bagian tengah yang terbuka ke bagian saluran nasal. Lubang ini dan tidak adanya
langit-langit lunak menjadikan tidak mungkin bagi burung untuk melakukan penghampaan untuk
menghisap air ke dalam mulut. Burung harus menyeduk air ke atas bila minum dan
membiarkannya turun kerongkongan oleh adanya gaya gravitasi.
Kedua rahang berhubungan sebagai paruh. Lidah berbentuk seperti pisau yang memiliki
permukaan kasar di bagian belakang untuk membantu mendorong makanan ke esophagus. Seliva
dengan enzim amilase disekresikan oleh kelenjer di mulut. Namun, pakan melalui mulut lajunya
terlalu cepat sehingga sedikit terjadi perubahan pada pencernaan di sini.
Fungsi paruh adalah untuk menyobek dan mengambil makanan, sedangkan lidah unggas
yang panjang dan terdapat penyaluran fungsi untuk memaksa bahan makanan masuk kedalam
kerongkongan atau oesophagus. Mulut mensekresikan saliva 12 cc per 24 jam. Berdasarkan hasil
penelitian menunjukan bahwa saliva unggas mengandung amylase dan sedikit lipase. Saliva
dalam jumlah sedikit dikeluarkan dalam mulut untuk membantu pada proses penelanan.
Makanan selama dalam mulut tidak terjadi mastikasi, karena makanan lewat dengan cepat masuk
lewat oesophagus ( gullet ).

2. Esophagus (Kerongkongan)
Esophagus sering disebut juga kerongkongan yang berupa pipa tempat pakan, melalui
saluran ini dari bagian belakang mulut (pharynx) ke proventrikulus. Bagian dalam kerongkngan
terdapat kelenjar mukosa yang berfungsi membasah makanan sehngga makanan menjadi licin.
Pada dinding kerongkongan terdapat otot-otot yang mengatur gerakan peristaltic, yaitu gerak
meremas-remas makanan yang berbentuk gumpalan-gumpalan untuk didorong masuk ke
proventrikulus.
3. Crop / tembolok
Sebelum kerongkongan memasuki rongga tubuh, ada bagian yang melebar di salah satu
sisinya menjadi kantong yang dikenal sebagai crop (tembolok). Tembolok berperan sebagai
tempat penyimpanan pakan, pakan disimpan dalam tembolok hanya sementara. Sedikit atau
bahkan tidak ada proses pencernaan disini, kecuali pencampuran sekresi saliva dari mulut yang
dilanjutkan aktifitasnya di tembolok. Di samping itu terdapat beberapa bakteri yang aktif yang
dapat menghasilkan asam organik, yaitu asam asetat dan asam laktat.

4. Proventrikulus
Proventriculus adalah suatu pelebaran dari kerongkongan sebelum berhubungan dengan
gizzard (empedal). Kadang-kadang di sebut glandula stomach atau true stomach. Di sini, gastric
juice di produksi. Pepsin, suatu enzim untuk membantu pencernaan protein, dan hidrocoloric
acid di sekresi oleh glandular cell. Oleh karena pakan berlalu cepat melalui proventriculus maka
tidak ada pencernaan material pakan di sini. Akan tetapi, sekresi enzim mengalir kedalam
gizzard sehingga dapat bekerja di sini.

5. Gizard / Empeal / Ventrikulus


Gizzard disebut juga muscular stomach (perut otot). Lokasinya berada diantara
ventriculus dan bagian atas usus halus. Gizzard memiliki dua pasang otot yang sangat kuat,
sehingga ayam mampu menggunakan tenaga yang kuat. Mukosa permukaan gizzard sangat tebal,
tetapi secara tetap tererosi. Reruntuhan gizzard tertinggal bila kosong, tetapi bila pakan masuk,
otot berkontraksi. Partikel pakan yang lebar besar menyebabkan kontraksi juga semakin cepat.
Gizzard biasanya mengandung material yang bersifat menggiling, seperti grit, karang, dan batu
kerikil. Partikel pakan segera digiling menjadi partikel kecil yang mampu melalui saluran usus.
Material halus akan masuk gizzard dan keluar lagi dalam beberapa menit, tetapi pakan berupa
material kasar akan tinggal di gizzard untuk beberapa jam. Gastric juice tidak dapat bekerja/
mencerna cellulose, biji-bijian dan tidak dapat bekerja aktif, sebelum makanan tadi dihaluskan
dan dihomogenkan oleh fungsi gizzard. Gizzard juga berfungsi sebagai filter, bahkan makanan
yang telah halus masuk kedalam duodenum satu menit setelah terbentuk ingesta.

6. UsusHalus
Usus halus merupakan organ utama tmpat berlangsungnya pencernaan dan absorpsi
produk pencernaan. Berbagai enzim yang masuk ke dalam saluran pencernaan ini berfungsi
mempercepat dan mangefisiensikan pemecahan karbohidrat, protein, dan lemak untuk
mempermudah proses absorpsi.
Pada ayam dewasa, panjang usus halus sekitar 62 inci atau 1,5 m. Secara anatomis, usus halus di
bagi menjadi tiga bagian, yaitu duodenum, jejunum, dan ileum.
Duodenum(12 jari)
- Bermula dari ujung distal gizzard
- Berbentuk kelokan, disebut duodenal loop
- Bermuara 2 saluran yaitu dari pancreas dan kantong empedu.
1. kantong empedu
berisi empedu,yang dihasilkan oleh hati dan berguna untuk mengemulsikan lemak.
2. pankreas menempel pada kelokan ini mengsekresikan pankreatik
juice yang mengandung enzim:
Amilase :mengubah tepung jadi gula
Tripsin : mengubah protein jadi peptide
Lipase : mengubah trigleserid/lemak:asam lemak+ gliserol
Jejenum dan Ilium
- Merupakan segmen yang sulit dibedakan pada saluran pencernakan ayam.Ada beberapa
ahli yang menyebut kedua segmen tsb disebut usus halus bagian bawah
- Langsung berbatasan dengan usus besar.
Jejenum (Usus kosong )
- Makanan mengalami pencernaan kimiawi oleh enzim yang dihasilkan didindig usus.
Enzim-enzim yang dihasilkan dinding usus sebagai berikut :
1. Enterokinase : fungsi, mengaktifkan tripsinogen yang dihasilkan pankreas.
2. Erepsin: mengubah dipeptida/peptone menjadi asam amino
3. Maltase: mengubah maltosa menjadi glukosa
4. Disakarase: mengubah disakarosa menjadi monosakarida
5. Peptidase: mengubah polipeptida menjadi asam amino
6. Sukrase: mencerna sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
7. Lipase: mengubah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak.
Ilium = Usus penyerapan
Sepanjang permukaan lumen usus halus terdapat banyak lipatan/lekukan yang disebut vili atau
jonjot usus. Vili berfungsi memperluas permukaan usus sebagai proses penyerapan zat makanan
akan lebih sempurna. Setiap vilus mengandung pembuluh limfa yang di sebut lacteal dan
pembuluh kapiler.

7. Ceca / Usus Buntu


Diantara usus halus dan usus besar, terdapat dua kantong yang disebut sebagai ceca(usus
buntu). Dalam keadaan normal, panjang setiap ceca cekitar 6 inci atau 15 cm. Pada unggas
dewasa yang sehat, ceca berisi pakan lembut yang keluar-masuk. Akan tetapi, tidak ada bukti
mengenai peran serta dalam pencernaan. Hanya sedikit air terserap, sedikit karbohidrat dan
protein dicerna berkat bantuan beberapa bakteri.
8. Usus Besar
Panjang usus besar sekitar 10 cm dan diameternya dua kali usus halus, hal ini dapat dilihat
pada ayam dewasa
Bentuknya melebar dan terdapat pada bagian akhir usus halus dan kloaka
Berfungsi mengatur kadar air sisa makanan. didalam usus besar terdapat bakteri Esecherichia
coli yang membusukan sisa-sisa makanan menjadi feses. Pembusukan menyebabkan feses lunak
dan mudah di keluarkan.
Bagian akhir usus besar (rectum) tidak terjadi lagi penyerapan air. Rectum dapat berkontraksi
sehingga menimbulkan terjadinya defekasi yaitu pengeluaran zat-zat sisa makanan melalui anus.
9. Kloaka
Kloaka sering disebut common sewer yaitu saluran umum tempat saluran pencernaan, saluran
reproduksi dan saluran kencing bermuara.
Air kencing yang sebagian besar merupakan endapan asam urat (dalam bentuk pasta berwarna
putih) dikeluarkan melalui kloaka bersama sisa pencernaan atau tinja.
Kloaka berbentuk bulat terletak pada akhir saluran pencernaan.
10. Vents atau Anus
Vent (anus) adalah lubang bagian luar dari cloaca. Pada ayam betina, ukurannya sangat
bervariasi karena di pengaruhi oleh masa produksi atau tidak. Ketika bertelur, ukuran vent lebih
besar dari pada tidak berproduksi.

Organ pencernaan tambahan


Organ-organ tertentu berkaitan erat dengan pencernaan sebagai saluran sekresi ke dalam
saluran pencernaan. Fungsinya membantu dalam pemprosesan pakan organ tersebut yaitu
pangkreas, lever, kantong empedu.
a. Pangkreas
Pangkreas terletak di antara duodenal loop pada usus halus. Pangkreas merupakan suatu
kelenjer yang berfungsi sebagai kelenjer endokrin maupun sebagai kelenjer eksokrin. Sebagai
kelenjer endokrin, pangkreas mensekresikan hormon insulin dan glukagon. Sementara sebagai
kelenjer eksokrin, pangkreas mensekrsikan cairan yang diperlukan sebagai proses pencernaan di
dalam usus halus, yaitu pencreatic juice. Cairan ini selanjutnya mengalir kedalam duodenum
melalui pancreatic duct (saluran pangkreas), dimana lima enzim yang kuat membantu
pencernaan pati, lemak, dan protein.
Beberapa enzim dari pangkreas di simpan dan disekresikan dalam bentuk inaktif dan
menjadi aktif pada saat berada di saluran pencernaan. Tripsinogen adalah enzim proteolitikyang
di aktifkan di dalam usus halus oleh enterokinase, suatu enzim yang di sekresikan dari mukosa
usus. Tripsinogen di aktifkan menjadi tripsin. Kemudian, tripsin akan mengaktifkan
kimotripsinogenmenjadi kimotripsin. Enzim yang lainnya-nuklease, lipase dan amilase-
disekresikan dalam bentuk aktif. Beberapa enzimmembutuhkan kondisi lingkungan optimal
untuk dapat berfungsi.
Pankreas adalah kelenjar ganda, yakni sebagai :

- Kelenjar esokrin :

Kelenjar pankreas sendiri mampu menghasilkan getah pankreas yang mengandung


berbagai macam enzim, dan dialirkan kedalam Duodenum.
- Kelenjar endokrin :

Terdiri dari pulau Langerhans yang tersebar secara merata. Hormon yang dihasilkan
berperan dalam metabolisme hidrat arang.

Kelenjar pankreas terletak menempel pada Duodenum, kapsula kurang jelas karena mengandung
jaringan ikat longgar dna lobulus yang cukup jelas.

Bangun Histologi :

Pankreas merupakan kelenjar tubuloasineus. Lobulasi cukup jelas dengan jaringan ikat
yang mengandung pembuluh darah dan saraf, dan saluran getah pankreas. Struktur ujung
kelenjarnya mirip dengan kelenjar parotis. Adapun ciri-ciri kelenjar pankreas ini adalah sebagai
berikut :

a. Epitel ujung kelenjar berbentuk piramid yang dapat dibedakan adanya dua daerah. Sitoplasma
daerah basal mengambil warna gelap dengan biru metilin (basa) klarena mengandung banyak
ribonukleoprotein, sedangkan sitoplasma daerah apeks berwarna agak cerah karena banyak
mengandung butir skreta (zymogen).

b. Pada lumen ujung kelenjar terdapat sel sentroasiner yang merupakan bagian dari duktus
interkalatus yang menjorok ke dalam.

c. Pankreas memiliki duktus interkalatus panjang yang langsung bermuara ke dalam duktus
interlobularis diluar lobulus. Duktus striatus tidak terdapat pada pankreas.

d. Pada ujung kelenjar pankreas dilengkapi oleh sel-sel myoepitel (Basket cells)

e. Pankreas memiliki pulau langerhans.

Dengan mikroskop elektron sel asinus ujung kelenjar menunjukkan, pada kutub basal
terdapat rough ER dalam bentuk cysternae tersusun paralel. Ribosoma bebas banyak tersebar
dalam sitoplasma. Struktur mitokhondria panjang dengan krista mitokhondria cukup jelas.
Apparatus golgi terdapat supra nuklear. Lisosoma banyak terdapat disekitar golgi komplek.

Pada kutub bebas sel asinus mikrovilli, meskipun sedikit pendek. Sitoplasmanya banyak
mengandung butir zymogen pada saat butir zymogen dieksresikan. Selaput hancur bersama
membran plasma, sehingga sekreta berasfek homogen mengisi lumen asinus. Dan membran
plasma akan terbentuk kembali.

Pulau Langerhans

Pankreas mammalia memiliki pulau Langerhans yang tersebar pada tiap lobulus,
terutama pada ekor pankreas. Diameternya sekitar 100-400 mikron.

Bangun Histologi

Pulau Langerhans merupakan kumpulan sel dengan banyak pembuluh darah rambut,
dipisah dari pankreas oleh jaringan ikat tipis. Susunan selnya tidak teratur dan mengambil warna
lebih pucat dari sel-sel asinus. Dengan pewarnaan HE butir-butir sekreta tidak jelas, tapi dengan
pewarnaan Mallory-azan dapat dibedakan :

a. Sel alpha (Sel A)

Bentuk selnya besar, inti lonjong dan dalam sitoplasma tersebar butir bersifat asidofil
(merah) yang tidak larut dalam alkohol.

b. Sel betha (sel B)

Sel serta butir sekretanya lebih kecil dari sel A tapi pada anjing jumlahnya lebih banyak,
sekitar 75 % dari seluruh sel. Butir sekreta mudah larut dalam alkohol. Pada anjing, kelelawar
dan manusia bentuk sel betha memberikan gambaran kristal dengan matrik cerah
mengelilinginya.

c. Sel Delta (sel C)

Sel ini tidak banyak jumlahnya, memiliki butir sekreta berwarna biru. Pada anjing
diperkirakan hanya 5 % saja. Butir sekretanya sedikit lebih besar dari sel A.

d. Sel G

Sel ini jarang sekali dijumpai, hanya tampak pada cavia, dan tidak memiliki butir sekreta
sama sekali.
Susunan sel-sel pada pulau Langerhans terdapat mengitari pembuluh darah kapiler. Butir
sekretanya banyak terdapat pada sitoplasma ebrbatasan dengan kapiler. Dua hormon yang
penting adalah :

- Insulin :

Hormon ini dihasilkan oleh sel betha, dan bekerja merangsang perubahan glukosa
menjadi glikogen. Apabila tubuh kekurangan insulin, kadar glukosa darah naik (Diabetes
Melitus) dan simpanan glikogen dalam otot berkurang. Diabetes yang tidak ditangani dapat
mempercepat kematian hewan. Pemberian Alloxan pada hewan percobaan dapat mernagsang
kemunduran sel betha.

- Glikogen :

Hormon ini dihasilkan oleh sel alpha yang bekerja yang berlawanan dengan insulin.
Bahan ini disebut Hyperglicemic-glycogenolytic factor, sebab dengan pemberian glukagon dapat
mengurangi cadangan glikogen hati dan kadar glukosa darah naik. Pemberian kobal klorida
berakibat mundurnya sel A sehingga produksi glukagon menurun.
b. Liver (hati)
Dari perut dan usus halus, sebagian besar pakan yang diserap masuk ke dalam vena portal
menuju hati, suatu kelenjar terbesar kedalam tubuh. Hati tersusun dari dua lobi besar.
Fungsi fisiologi hati sebagai berikut:
1. Sekresi empedu.
2. Detoksifikasi persenyawaan racun bagi tubuh.
3. Metabolisme protein, karbohidrat, dan lipida.
4. Penyimpan vitamin.
5. Penyimpan karbohidrat.
6. Destruksi sel-sel darah merah.
7. Pembentukan protein plasma.
8. Inaktifasi hormon polipeptida.
Fungsi utama hati dalam pencernaan dan absorpsi adalah produksi empedu. Empedu
penting dalam proses penyerapan lemak pakan dan ekskresi limbah produk, seperti kolesterol
dan hasil sampingan degradasi hemoglobin. Warna kehijauan empedu disebabkan karena produk
akhir destruksi sel darah merah, yaitu biliverdin dan dilirubin.
Volume empedu tergantung pada.
1. Aliran darah
2. Status nutrisi unggas
3. Tipe pakan yang dikonsumsi
4. Sirkulasi empedu enterohepatic.
Menurut Dellman (1971) hati (hepar) dianggap kelenjar yang paling besar dalam tubuh
hewan dan memiliki fungsi banyak. Pada tahap kehidupan awal (intra uterin) hati berfungsi
sebagai pembentuk benda-benda darah. Baru kemudian bangun hati disesuaikan dengan
fungsinya sebagai kelenjar eksokrin dan mengatur metabolisme tubuh. Bahkan pendapat
mutakhir mengatakan hati sebagai kelenjar endokrin, karena mampum engadakan sintesa
berbagai bahan yang selanjutnya dilepas kedalam aliran darh seperti halnya hormon.

Letak hati yang strategis diantara usus dan aliran darah umum, menyebabkan hati menerima
darah portal, yang mengangkut zat makanan dari usus halus, kecuali lemak yang diangkat
melalui pembuluh khil. Jadi lemak akan melalui duktus thorasikus masuk aliran darah venosus
dekat jantung (Delmann, 41 ; Ham, 74).

Bahan makanan yang telah diserap setelah sampai dihati diolah dan keluar sebagai bahan baru
dalam aliran darah umum. Sebagian bahan tersebut disimpan dlaam sel-sel tertentu dan
selebihnya dipergunakan untuk metabolisme tubuh. Bersama makanan dapat pula terserap zat
toksis yang setelah sampai dihati akan ditawar melalui oksidasi, hasil yang tidak berbahaya
dibuang melalui empedu.

Fungsi Hati

Sebagai kelenjar eksokrin hati menghasilkan empedu, pada empedu terkandung pigmen, musim,
asam empedu, garam empedu, lipoida, lesitin, kholesterol. Pada empedu sering terdapat sel epitel
yang berasal dari saluran empedu (Bloom and Fawcett. 78).

Mengatur kadar bahan-bahan tertentu misalnya : glukagon, kalsium dan sebagainya. Kadar
glukosa diatur dengan cara melepas cadangan glikogen atau merubahnya melalui lemak atau
protein.

Selain itu hati berfungsi : Sintesa komponen protein plasma darah, merubah karoten menjadi
vitamin A dan menyimpannya, membentuk erythrocyt maturing faktor, membersihkan darah dari
benda asing oleh sel kuffer pada sinusoid.
Bangun Histologi

Hati menurut Hurst and Brown. 1976 adalah sebagai berikut :

Kapsula :

Hati dibalut kapsula yang terdiri dari dua unsur, yakni Kapsula yang terdiri dari dua unsur, yakni
Kapsula serosa terdiri dari serosa dan Kapsula fibrosa (Glisson capsule) yang terdiri dari jaringan
ikat fibrous. Kapsula dibrosa ini tipis, tetapi menebal didaerah hilus (porta hepatis) yang
menunjang pembuluh darah, saraf dan aliran empedu.

Lobulus :

Tiap lobulus dibatasi oleh jaringan ikat interlobularis, yang tebal pada babi sedangkan pada
hewan lain misalnya : anjing, kucing, kambing, sapi, kuda, ayam tipis bahkan tidak jelas. Bentuk
lobulus adalah heksagonal dan pada daerah antara 3 lobulus jaringan ikat interlobularis menebal
membentuk segitiga kiernan (portal triad) didalamnya terdapat : arteria interlobularis, vena
interlobularis dan duktus interlobularis.

Parenkhim :

Parenkhim hati terdiri dari sel-sel hati yang membentuk laminae tersusun radier terhadap
vena sentralis sebagai pusat lobulus. Diantara laminae terdapat sinusoid, suatu kapiler dengan
lumen meluas dna dindingnya terdiri dari endotelial dan sel kuffer (sel RES) (Husrt and Brown,
1970).

Sel hati berbentuk polihedral, diameter 20-25 mikron pada hewan dewasa, sedang pada
hewan muda 2-7 mikron. Inti bulat terletak ditengah, dan tiap sel sering mempunyai lebih dari
satu inti. Dengan perawrnaan HE pada sitoplasma sering tampak lubang-lubang yang sebenarnya
suatu artefak, karena glikogen dan lemak yang larut pada proses pengerjaan sediaan. Untuk
menunjukkan glikogen dan lemak pada sel hati diperlukan teknik pewarnaan khusus misalnya :
Metode Best untuk glikogen, dan metode Sudan II atau asam osmeum untuk lemak.

Secara mikroskop elektron terlihat pada inti dekat masa khromatin tampak butir-butir
berukuran 300 A, dikelilingi daerah agak cerah disebut butir perikhromatin (perichromatin
granules). Ternyata butir tersebut mengandung asam nuklein. Pada sitoplasma terdapat daerah
Rough dan smmoth endoplasmik retikulum. Rough ER merupakan tempat sintesa protein daerah
smmoth terdapat partikel-partikel glikogen Apparatus golgi terdapat berbatasan dengan
kanalikuli empedu. Mithokondria tersebar lisosoma terdapat disekitar kanalikuli empedu.
Peranan lisosoma adalah untuk pencernaan intraseluler, khususnya untuk organoida dan bahan
lain yang telah rusak.

c. Kantong empedu (gallblader)


Ayam memiliki kantong empedu tetapi beberapa jenis burung tidak. Dua saluran empedu
mentransfer empedu dari hati ke usus. Saluran kanan kantong empedu terbentuk melebar, dimana
sebagian besar empedu mengalir dan kadang-kadang di tampung. Sementara pada seluran
sebelah kiri tidak melebar. Oleh karena itu, hanya sedikit empedu yang mengalir melelui bagian
ini secara langsung ke usus
Menurut Dellman (1971) hati (hepar) dianggap kelenjar yang paling besar dalam tubuh hewan
dan memiliki fungsi banyak. Pada tahap kehidupan awal (intra uterin) hati berfungsi sebagai
pembentuk benda-benda darah. Baru kemudian bangun hati disesuaikan dengan fungsinya
sebagai kelenjar eksokrin dan mengatur metabolisme tubuh. Bahkan pendapat mutakhir
mengatakan hati sebagai kelenjar endokrin, karena mampum engadakan sintesa berbagai bahan
yang selanjutnya dilepas kedalam aliran darh seperti halnya hormon.

Letak hati yang strategis diantara usus dan aliran darah umum, menyebabkan hati menerima
darah portal, yang mengangkut zat makanan dari usus halus, kecuali lemak yang diangkat
melalui pembuluh khil. Jadi lemak akan melalui duktus thorasikus masuk aliran darah venosus
dekat jantung (Delmann, 41 ; Ham, 74).

Bahan makanan yang telah diserap setelah sampai dihati diolah dan keluar sebagai bahan baru
dalam aliran darah umum. Sebagian bahan tersebut disimpan dlaam sel-sel tertentu dan
selebihnya dipergunakan untuk metabolisme tubuh. Bersama makanan dapat pula terserap zat
toksis yang setelah sampai dihati akan ditawar melalui oksidasi, hasil yang tidak berbahaya
dibuang melalui empedu.

SISTEM EKSKRETORIA PADA UNGGAS:


a. Ginjal
Ekskresi air dan sisa metabolik sebagian besar terjadi melalui ginjal. Jumlahnya dua buah
(sinister dan dexter) masing-masing 3-4 lobus berwarna cokelat dan lunak, terletak menempel
pada columna vertebralis tepat di belakang pulmo. Sistem ekskresi pada unggas terdiri dari dua
buah ginjal yang bentuknya relatif besar-memanjang, berlokasi di belakang paru-paru, dan
menempel pada tulang punggung. Masing-masing ginjal terdiri dari tiga lobus yang tampak
dengan jelas. Ginjal terdiri dari banyak tubulus kecil atau nephron yang menjadi unit fungsional
utama dari ginjal. Fungsi utama ginjal adalah memproduksi urine, melalui proses sebagai
berikut:
1. Filtrasi darah sehingga air dan limbah metabolisme diekskresikan;
2. Reabsopsi beberapa nutrient (misalnya glukosa dan elektrolit) yang kemungkinan
digunakankembali. Sel dan protein darah dengan demikian disaring keluar dari darah, sedangkan
filter melewati tubuh ginjal. Air dan zat-zat tertentu untuk tubuh sebagian besar diabsopsi
kembali, sedangkan sisa-sisa produk yang harus dibuang diekskresikan melalui urine. Ginjal
memiliki peran kunci dalam pengaturan keseimbangan asam basa dan mempertahankan
keseimbangan osmotik cairan tubuh.
b. Ureter
Ureter merupakan saluran yang menghubungkan ginjal dan cloaca. Unggas yang normal, urine
melewati ureter sekitar 700 800 cc setiap hari. Serupa dengan yang terjadi di dalam usus besar,
di sepanjang ureter juga terjadi di reabsorpsi cairan oleh dinding ureter yang selanjutnya akan
diteruskan dalam sirkulasi dalam tubuh. Urine pada unggas terutama tersusun atas asam urat
yang bercampur dengan feses pada cloaca dan keluar sebagai kotoran berupa material berwarna
putih seperti pasta.

BAB 111
KESIMPULAN

. Sistem pencernaan pada unggas terdiri dari dua bagian, yaitu :


Tractus alimentarius, meliputi organ-organ :
a. Mulut
b. Oesophagus
c. Crop
d. Proventriculus
e. Gizzard
f. Usus halus
g. Ceca (usus buntu)
h. Usus besar
i. Cloaca
j. Vent
Organ Tambahan:
Pangkreas
Hati

SISTEM EKSKRETORIA PADA UNGGAS:


a. Ginjal
b. Ureter