Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

ARSITEKTUR MODERN GAYA INTERNASIONAL


Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Perkembangan Arsitektur 3

Disusun oleh:
AQIL FAHRY (21314477)
MUTHIAH MUTTAQIN (27314662)
YANDA DESANDA (2C314349)

TEKNIK ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
KARAWACI
2016
BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Arsitektur merupakan produk budaya manusia dalam bentuk bangunan yang
pada awalnya digunakan sebagai tempat untuk bernaung, hidup dan berlindung
dari cuaca dan alam yang mengancam. Kehadiran arsitektur dalam kehidupan
manusia memberikan kontribusi positif yakni sebagai tempat manusia untuk
bertahan hidup juga sebagai sarana manusia untuk melakukan berbagai
aktivitasnya.
Perkembangan zaman kemudian mempengaruhi upaya mereka dalam
membangun sehingga produk arsitektur tercipta dan diwujudkan atas ide-ide
manusia yang dikondisikan oleh zaman yang menaunginya. Transisi zaman
menuju zaman modern adalah salah satu puncak keberhasilan modernisme
mencetak sejarah baru dunia. Modernisme lahir sebagai sebuah pilihan yang
menghendaki sesuatu yang baru dan yang berbeda, tidak terus berkutat pada
ajaran-ajaran lama. Kondisi tersebut terjadi setelah keberadaan lingkungan
manusia dipengaruhi oleh zaman yang melingkupinya, maka bangunan tercipta
dan diwujudkan atas ide-ide manusia yang dikondisikan oleh zaman yang
menaunginya. Transisi zaman menuju zaman modern adalah salah satu puncak
keberhasilan modernisme mencetak sejarah baru dunia. Modernisme lahir
sebagai sebuah pilihan yang menghendaki sesuatu yang baru dan yang berbeda,
tidak terus berkutat pada ajaran-ajaran lama.
Modernisme dengan berbagai turunan istilahnya ialah generasi yang ditandai
dengan keyakinan atas rasio, memudarnya regiusitas serta lahirnya
pemberontakan kreatif dalam dunia seni. Dampak pada dunia arsitektur adalah
perubahan yang benar-benar fundamental, hingga menjelang berakhirnya abad
19, pemikiran modern mendominasi dunia arsitektur sehingga arsitektur secara
paradigmatik merubah haluannya dengan menanggalkan kaidah dekoratif seperti
mereduksi penggunaan ornamen pada sebuah bangunan.
Yulianto Sumalyo (1997: 3), menyebutkan terjadi transisi signifikan dari gaya
arsitektur klasik murni menyatu dalam gaya modern di era Neo-klasik abad ke-
15. Beranjak dari transisi arsitektur tersebut, revolusi industri di Eropa
menyebabkan manusia ikut merasakan dampaknya, yang paling krusial adalah
penggunaan teknologi yang terbarukan, maka tercetuslah ide bahwa bangunan
harus sejalan dengan fungsi penghunian, artinya bangunan harus tepat guna
sesuai dengan fungsi utamanya.
II. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, rumusan masalah yang ingin
dijawab adalah sebagai berikut:
1. Apa itu Arsitektur modern?
2. Bagaimana perkembangan Arsitektur modern sehingga tercipta Gaya
Internasional?
3. Bagaimana Konsep, ciri, dan karakteristik Arsitektur Modern Gaya
Internasional
4. Bagaimana contoh bangunan Arsitektur Modern Gaya Internasional
III. Tujuan Penelitian
Tujuan yang diharapkan dari dilaksanakannya penelitian adalah menjawab
pertanyaan yang telah dikemukakan dalam rumusan masalah, yaitu:
1. Mengetahui apa itu Arsitektur Modern
2. Mengetahui perkembangan Arsitektur Modern dan sejarah munculnya
Gaya Internasional
3. Mengetahui konsep, ciri, dan karakteristik Arsitektur Modern Gaya
Internasional
4. Mengetahui contoh bangunan Arsitektur Modern Gaya Internasional
BAB II
PEMBAHASAN
I. ARSITEKTUR MODERN
A. Pengertian Arsitektur Modern
Menurut Frank Lloyd Wright, Arsitektur modern adalah sebuah sesi dalam
perkembangan arsitektur dimana ruang menjadi objek utama untuk diolah. Jika pada
masa sebelumnya arsitektur lebih memikirkan bagaimana cara mengolah faade,
ornamen, dan aspek-aspek lain yang sifatnya kualitas fisik, maka pada masa
arsitektur modern kualitas non- fisik lah yang lebih dipentingkan. Fokus dalam
arsitektur modern adalah bagaimana memunculkan sebuah gagasan ruang,
kemudian mengolah dan mengelaborasinya sedemikian rupa, hingga akhirnya
diartikulasikan dalam penyusunan elemen-elemen ruang secara nyata.

B. Sejarah Arsitektur Modern

Ide-ide tentang Arsitektur modern mulai berkembang pada tahun 1750-an


dieropa sebagai akibat adanya perubahan dalam teknologi, sosial, dan kebudayaan
yang dihubungkan dengan Revolusi Industri (1760 1863). Akan tetapi wujud
arsitektur modern baru muncul di eropa sekitar tahun 1860-an setelah dibangunnya
crystal palace, sebagai suatu reaksi akibat ketidakpuasan akan gaya arsitektur klasik
dan kombinasinya pada abad-18.
Pada umumnya perubahan-perubahan di dalam bidang arsitektur selalu
didahului dengan perubahan dalam masyarakat, karena itulah Revolusi Industri juga
berakibat pada perubahan dalam masyarakat yang mempengaruhi timbulnya
arsitektur modern. Yaitu:

1. Perubahan dalam kebudayaan yang menyangkut gaya neoklasik (1750


1900).
2. Perubahan pada perkotaan atau perkembangan kota-kota (1800 1909).
3. Perubahan dalam bidang teknologi bangunan terutama dalam bidang
konstruksi/struktur bangunan (1775 1939).
4. Diadakannya suatu konggres oleh CIAM yang menghasilkan metode berpikir
secara rasional untuk membangun kembali bangunan bangunan yang
hancur akibat perang dunia II. Dalam hal ini mereka menerapkan kecepatan
dalam membangun (pabrikasi komponen bangunan), efisien, ekonomis, dan
rasional. Penekanannya pada rasionalitas. Bangunan yang demikian ini
dianggap mencerminkan fungsinya dan gejala ini melintasi batas negara dan
budaya, sehingga dapat dianggap bersifat Internasional. (1930)

Akibat pertumbuhan Arsitektur Modern yang pesat, sekitar tahun 1880-an gaya
ini mulai muncul dan diminati di amerika. Pendorong Pertumbuhan Arsitektur
Modern antara lain:
Pendidikan formal mengajarkan & mendorong pemikiran modern.
Adanya fungsi-fungsi kebutuhan baru yang mendesak (istana/ puri
keagamaan, pabrik, kantor, stasiun, dsb).
Penggunaan bahan dan penanganannya sangat mudah, karena sudah
menggunakan fabrikasi
Adanya promosi tentang keberadaan arsitektur modern melalui pameran-
pameran, publikasi dan perdebatan.
Perencanaan suatu bangunan dimulai dari kebutuhan dan kegiatan, tidak dari
bentuk luar. Sehingga manusia dapat menuntut apa yang dibutuhkan secara
mutlak.

C. Konsep Arsitektur Modern

Arsitektur modern tidak bermula dengan revolusi dan tidak dengan tiba tiba
membuang gaya pra modern dan menggantinya dengan gaya geometris sebagai satu
satunya rupa arsitektur, tetapi secara setahap demi setahap menghapuskan
ornamen ornamen dan dekorasi yang kemudian digantikan oleh geometri.

Arsitektur modern mempunyai pandangan bahwa arsitektur adalah olah pikir


dan bukan olah rasa (tahun 1750), dan permainan ruang dan bukan permainan
bentuk. Sejalan dengan kemajuan teknologi yang pesat ikut mempengaruhi
arsitektur. Munculnya teknologi bahan bangunan yang mendukung arsitektur
modern. Misalnya kaca yang dapat digunakan untuk mengekspresikan space atau
ruang karena ciri cirinya yang ada tapi tak terlihat.
Selain itu untuk mewujudkan kecepatan dalam membangun maka dilakukan
dengan produksi masal bahan bangunan sehingga mengakibatkan arsitektur modern
dapat menembus batas budaya dan geografis, dan arsitektur menjadi suatu gaya
internasional serta bangunan bangunan di dunia menjadi seragam. Ornamen
ornamen dalam bangunan dianggap suatu kejahatan dan klasisme yang pernah
dipakai oleh kaum fasis dan nazi menjadi symbol yang negatif dan perlu diolah.
Arsitektur modern international menjunjung tinggi kesederhanaan bentuk,
kejujuran dalam bahan yang digunakan dan Klarifikasi terhadap fungsi atau
Simplification, Honesty and Clarification Sehingga menurut Le Corbusier, tujuan
dari arsitektur modern internasional ini dapat dirangkum dalam empat slogan
berikut:
1. ornament is a crime
2. truth to materials
3. form follows function
4. machines for living

D. Ciri-Ciri Arsitektur Modern


Satu gaya Internasional atau tanpa gaya (seragam).
Merupakan suatu arsitektur yang dapat menembus budaya dan geografis.
Berupa khayalan, idealis.
Bentuk tertentu, fungsional.
Bentuk mengikuti fungsi, sehingga bentuk menjadi monoton karena tidak diolah.
Less is more.
Semakin sederhana merupakan suatu nilai tambah terhadap arsitektur tersebut.
Ornamen adalah suatu kejahatan sehingga perlu ditolak.
Penambahan ornamen dianggap suatu hal yang tidak efisien. Karena dianggap
tidak memiliki fungsi, hal ini disebabkan karena dibutuhkan kecepatan dalam
membangun setelah berakhirnya perang dunia II.
Singular (tunggal).
Arsitektur modern tidak memiliki suatu ciri individu dari arsitek, sehingga tidak
dapat dibedakan antara arsitek yang satu dengan yang lainnya (seragam).
Nihilism.
Penekanan perancangan pada space, maka desain menjadi polos, simple, bidang-
bidang kaca lebar. Tidak ada apaapanya kecuali geometri dan bahan.
E. Pemahaman Bentuk dan Ruang dalam Arsitektur Modern
Perkembangan Arsitektur Modern meliputi perkembangan pemikiran mengenai
konsep fungsi, bentuk, konstruksi dan ruang.

Merujuk pada buku Rayner Banham Guide to Modern Architecture, Chapter


2,3,4 and 5. Tentang bentuk dan ruang.

Bentuk

Bentuk dalam arsitektur modern adalah merupakan periode yang


membingungkan bagi para praktisi, karena tidak ditentukan dan dibentuk dari
fungsi maupun bahan bangunan yang dipakai. Tidak satupun dari fungsi maupun
konstruksi tanpa pengaruhnya, dan pelaku yang antusias pada pemecahan
fungsional yang baru dan metode baru struktur seperti terlibat juga pada
ekspresi yang baru.

Dalam arsitektur modern bentuk, fungsi dan konstruksi harus tampak satu
kesatuan dan muncul menjadi bentuk yang khusus dan kita selalu mengharapkan
solusi yang tepat agar menghasilkan bentuk yang spesifik antara gabungan
ketiganya. Solusi-solusi yang unik umumnya layak karena teknik-teknik konstruksi
modern menjadikan semua bentuk mungkin untuk dibangun. Bentuk yang
diinginkan adalah bentuk-bentuk sederhana, karena semua style lama amat
kompleks dan dipenuhi oleh ornamen. Bentuk dasar pada arsitektur modern
adalah bentukbentuk geometri (platonic solid) yang ditampilkan apa adanya.

Arsitektur modern pada dasarnya masih melakukan pengulangan bentuk-


bentuk rasional pada awal abad 20 dimana fungsi masih menjadi inspirasi utama,
dan pada masa kini bebas dalam mengembangkannya. Selanjutnya mereka
memanfaatkan material dan teknik konstruksi yang baru, Jika material baru tidak
dapat ditentukan dengan tegas dalam menetapkan bentuk-bentuk arsitektur
modern. Muncul pemikiran baru tentang struktur yang tergantung pada tempat
dimana bangunan itu dibangun.

Ruang

Satu hal yang tak dapat disangkal tentang arsitektur modern adalah kesadaran
dalam memanipulasi ruang. Dalam sejarah, ruang telah ada hanya di dalam struktur
(di luar hanyalah alam, ketidakaturan dan tidak dapat diukur). Renesan telah
mengulangi proses dan dapat melihat tampak luar dari bangunan (seperti yang
dilakukan bangsa Yunani) dan terpisah dari seni. Ciri bangunan bangunan dari
mereka: kecil, kotak, mempunyai pusat dan tertutup.

Konsep ruang pada arsitektur modern yaitu ruang tidak terbatas meluas kesegala
arah, ruang terukur/terbatasi/terlihat bayangan strukturnya (segi empat) arsitektur
dipahami dalam tiga dimensi, ruang dari arsitektur modern memiliki hubungan
dengan pengamat. Ruang yang di dalam merupakan eksperimen ruang tak terbatas
dengan partisi yang dapat diterusuri melalui ruang-ruang yang dilalui. Pola
perletakan ruang lebih mengalir dan berurutan berdasarkan proses kegiatan.

Pada perkembangannya arsitektur modern memiliki bentuk dan struktur yang


tetap. Bagian fisik dari arsitektur modern sebagai pemecahan yang radikal dari
sebuah masalah yang fungsional yang tidak dapat hilang sebagai bagian dari estetika
yang merupakan manipulasi dari ruang yang tidak terbatas dan terukur.

F. Contoh Bangunan yang Bergaya Arsitektur Modern

Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3

Rumah hunian pada Gambar 1, Gambar 2, dan Gambar 3 merupakan contoh dari
bangunan dengan gaya Arsitektur modern. Hal tersebut terlihat sangat jelas dari
banyaknya penggunaan kaca, tidak adanya ornamen yang nampak dari
kesederhanaan bentuknya, serta menonjolkan atau memperlihatkan bahan yang
digunakan secara jelas.
Gambar 4, Gambar 5, dan Gambar 6 menunjukan bangunan-bangunan yang
menjadi ikon untuk gaya Arsitektur Modern.

Gambar 5. United Nations Headquarters Gambar 6. Glass Palace (the Netherlands-


(New York- Le Corbusier) 1952 Frits Peutz) 1935

Gambar 4. Ludwig Mies Van der


Rohewig - Chicago, Illinois 1973
BAB III

KESIMPULAN

Arsitektur modern memiliki ornament yang sangat minim. Pada arsitektur modern
fungsi lebih diutamakan dalam menentukan bentuk, ukuran dan bahan. Arsitektur
modern gaya Internasional diresmikan pada kongres yang diadakan oleh CIAM untuk
membangun kembali bangunan bangunan yang hancur akibat perang dunia II
dengan menerapkan kecepatan dalam membangun (pabrikasi), efisien, ekonomis,
dan rasionalserta mampu melintasi batas negara dan budaya, sehingga dapat
dianggap bersifat Internasional.
DAFTAR PUSTAKA
Anggraini, Niswa. CIAM. 24 Juni 2015
Banham, Rayner. Age of the Masters: A Personal View of Modern Architecture. 1978
Gossel, Peter. Architecture in the Twentieth Century. 2001
Rahayu, Agus. Arsitektur Futuristik. 15 Desember 2014. http://rumahwaskita.com/artikel/arsitektur-
futuristik/
Santoso, Jo. Menyiasati Kota Tanpa Warga. 2006
Utami, Amalia. Glass Underwater. 2006