Anda di halaman 1dari 15

PENERAPAN KONSEP MIXED USE WALKABILITY

PADA KAWASAN JL IMAM BONJOL PADANG


Rangga Utama, Elfida Agus, Hasan Basri
Prodi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Bung Hatta
E-mail: rangga1786@gmail.com, syntac.pratama@gmail.com, basri.hasan@gmail.com

ABSTRAK

Tujuan dari perancangan bangunan Mixed Use Walkability ini adalah sebagai
upaya dari peningkatan dan mengoptimalkan fungsi lahan pada kawasan Jalan Imam
Bonjol. Lokasi kawasan Jalan Imam Bonjol memiliki area seluas 4,2 hektar yang
merupakan area pusat perdagangan Kota Padang. Disini hanya dapat ditemukan
deretan bangunan Ruko, sedangkan fasilitas lain seperti jalur pedestrian, area transit
angkutan kota, area parkir dan ruang terbuka masih belum bisa terpenuhi oleh kawasan
ini, sehingga perlu adanya pembenahan dari segi bentuk dan massa bangunan pada
kawasan Jalan Imam Bonjol ini. Konsep utama dari perancangan ini adalah
menyediakan akses bagi pejalan kaki dan kendaraan ke bangunan, baik kendaraan
pribadi sebagai area parkir kawasan maupun kendaraan angkutan kota sebagai tempat
transit bagi penumpang. Fungsi dari bangunan ini adalah Retail, Rusunawa, Kantor
Sewa, Foodcourt dan Gedung Parkir. Dengan didasari konsep walkability, jalur
pedestrian menjadi bagian dari bangunan, sehingga bangunan ini tidak saja memiliki
aksesbilitas yang tinggi tapi juga penyediaan ruang terbuka hijau bagi area kawasan.

Kata Kunci: perdagangan, walkability, pusat kota

APPLICATION THE CONCEPT OF MIXED USE WALKABILITY


ON AREA IMAM BONJOL STREET PADANG
Rangga Utama, Elfida Agus, Hasan Basri
Departement Of Architecture, Faculty Of Civil Engineering And Planning, Bung Hatta University
E-mail: rangga1786@gmail.com, syntac.pratama@gmail.com, basri.hasan@gmail.com

ABSTRACT

The purpose of this Mixed Use Walkability Building design is an effort to optimize
land use at Imam Bonjol Street. In 4,2 hectare area which as Central Business District in
City of Padang. In here, we can just find Row-Houses and no other facilities like
pedestrian way, public transportation transit area, parking area and open space, so it
needs to redesign in mass and form of the building. The main concept of this design is to
provide access for pedestrian to the building, a parking area for private vehicle and
transit area for public transportation. The function of this building is as a Retail Shop,
Flat, Rental Office, Food Court and Car Park Building. By using walkability concepts,
pedestrian way, would be part of the building, so this building is not just has high
accessibility but also provide a green space for this area.

Keywords: commercial, walkability, central business district

0
PENDAHULUAN Kecamatan Padang Barat, khususnya
Dari rencana struktur ruang Kota Padang area Jl Imam Bonjolhiligoo memiliki
area Imam Bonjol-Hiligoo berada pada Desire Line yang tinggi.
wilayah Kecamatan Padang Barat Untuk meningkatkan fungsi ruang pada
merupakan salah satu pusat pelayanan area ini perlu dilakukan pengoptimalan
utama Kota Padang, areal ini merupakan penggunaan lahan sehingga pada satu
areal yang paling strategis dan area yang areal dapat mememenuhi berbagai
paling sibuk oleh aktifitas masyarakat. kebutuhan fungsi seperti, fungsi
Dikarenakan tingginya aktifitas pada area komersial, transportasi, jasa, terminal,
menimbulkan bermacam permasalahan ruang terbuka publik dan sarana publik
seperti kemacetan, padatnya intesitas lainnya.
bangunan, dan kurangnya ketersedian Penggabungan berbagai fungsi ruang
lahan parkir. Penyebab utama dari pada satu areal dikenal dengan, Mixed-
permasalhan kawasan ini adalah use Development, Mixed-use
tingginya tingkat migrasi masyarakat Development diterapkan dengan tujuan
pada areal CBD ini dan didukung pula menggabunkan berbagai fungsi lahan,
dengan kurangya sarana bagi sehingga penggunaan lahan menjadi
Transportasi Umum yang belum dapat optimal. Sehinga dapat memenuhi
mengimbangi laju perpindahan penduduk kebutuhan areal kawasan Imam Bonjol-
pada areal ini. Hiligoo.

Isu-isu yang berkembang:


1. Pengembangan kawasan CBD
(Central Business District)
sebagaimana termuat RTRWK Kota
Padang 2010-2030 sebagai salah
satu potensi-potensi startegis untuk
meningkatkan pertumbuhan Kota
Padang.
2. Kebutuhan akan sarana fasilitas
Gambar 1 Desire Line Kota Padang
Sumber: Dinas Perhubungan,Rencana Induk umum seperti Gedung Parkir dan
Transportasi Kota Padang
sarana bagi transit penumpang
Dapat dilihat dari data Dinas
Angkutan Umum.
Perhubungan Kota Padang, area

1
3. Tingkat kepadatan bangunan yang pemerintah, literatur mengenai
tinggi pada area kawasan Jl Imam Mixed Use Building dan
Bonjol, sehingga tidak lagi Walkability, dan standar-standar
menyisakan ruang terbuka pada blok yang berkaitan dengan
kawasan. perancangan kawasan.
4. Terpusatnya migrasi masyarakat dari b. Studi Banding
area pemukiman pada area CBD ini Melakukan perbandingan dan
sehingga mengakibatkan sirkulasi mengkaji keunggulan dan
yang padat, sehingga dibutuhkan kekurangan dengan bangunan
hunian bagi kelas pekerja. yang sudah.
5. Kebutuhan akan penggunaan 2. Tahap Analisa Fisik Kawasan
bangunan fungsi campuran yang a. Tahap pengumpulan data-data
dapat memfasilitasi kegiatan aktifitas survey yang berkaitan dengan
perkotaan. tapak/site pada Jl Imam Bonjol
Padang.
Rumusan Masalah: b. Tahap analisa data fisik adalah
1. Bagaimana mengoptimalkan fungsi proses peningkatan kualitas
lahan pada areal Jl. Imam Bonjol- kawasan agar kondisi site dapat
Hiligoo. mendukung perencanaan sesuai
2. Penerapan konsep Mixed-use yang dengan tujuan dan sasaran
bagaimanakah yang cocok pada area perancangan yang diharapkan,
Jl. Imam Bonjol-Hiligoo sehingga analisa ini diambil berdasarkan
tidak fungsi komersial saja akan tetapi dari data fisik yang didapati
juga dapat mendukung aktifitas ruang dilapangan dan mempelajari solusi
publik. yang dapat dilakukan untuk
3. Upaya apa yang dilakukan untuk pembenahan kualitas kawasan Jl
meningkatkan aksesbilitas kawasan. Imam Bonjol.
c. Zoning adalah proses pentetapan
METODOLOGI zonasi berdasarkan orientasi
1. Metode Pengumpulan Data kawasan dan mempertimbangkan
a. Kajian Pustaka fungsi- fungsi yang akan
Dilakukan dengan mengambil berlangsung, zoning ini dilakukan
beberapa referensi yang berkaitan bersamaan dengan analisa
dengan judul, seperti peraturan
2
aktifitas-aktifitas yang akan orang yang tinggal pada area tersebut,
berlangsung dalam kawasan. seperti berbelanja, berkunjung,
3. Tahap Analisa Fungsi menikmati atau menghabiskan waktu di
Analisa fungsi kawasan adalah kajian suatu tempat (Abley,2005).
yang dilakukan untuk mendukung Ada 5 faktor yang dapat menciptakan
fungsi-fungsi yang akan dilakukan, lingkungan yang nyaman untuk pejalan
dengan pengumpulan data-data yang kaki, feasibility, accessibility, safety,
terkait dengan fungsi yang telah comfort and pleasurability (Mariela,2005).
berlangsung disekitar kawasan. Faktor Kelayakan lebih terkait pada
4. Perumusan Konsep tingkat keadaan individual atau kelompok
Merumuskan sintesa dari hasil (Dieleman, 2002). Jadi faktor yang lebih
kolerasi antar komponen terkait adalah kemudahan akses
pembahasan outputnya digunakan (accessibility), keamanan (safety),
sebagai pedoman penentuan desain. kenyamanan (comfort) dan suasana
yang baik (pleasurability). Faktor
KAJIAN PUSTAKA pembentuk itu adalah:
Mixed Use 1. Accesbility/ aksesblitas
Kawasan Mixed Use adalah kawasan Pertimbangan aksesbiliti ini adalah:
yang memiliki 3 atau lebih fungsi a. Jarak antar bangunan
bangunan. Keberadaan tempat seperti b. Pola pedestrian
berbelanja, bermain, bekerja, dan tempat c. Konektifitas antar ruang
tinggal yang bisa dijangkau dengan 2. Safety/ keamanan
berjalan kaki adalah karakteristik dari a. Fasilitas penyebrangan
kawasan campuran. (Coupland, 1997; 4). b. Batas antara jalan dan pedestrian
Kawasan Mixed Use biasanya c. Pencahayaan
didominasi oleh kawasan perdagangan 3. Comfort/ kenyamanan
dan jasa dengan mempunyai ciri dan a. Pembatas pedestrian
model tertentu, ada beberapa macam b. Kemiringan pedestrian
fasilitas perdagangan, baik yang bersifat c. Lebar pedestrian
tradisional maupun yang bersifat modern 4. Pleasurability/ suasana
(Rahardian, 2003). a. Elemen arsitektur
Walkability b. Tanaman pelindung
Walkability adalah Suatu lingkungan c. Furniture pedestrian
binaan yang ramah terhadap kehadiran
3
DATA DAN ANALISIS Fungsi Lahan:
Secara umum kondisi fisik site kawasan Pusat Kegiatan Perdagangan Kota
yang akan di rancang adalah sebagai Padang
berikut: KLB-KDB : 2 3.5, 60%

1. Posisi Site Lantai Maks : 6 lantai


KDH Min : 10%
Site berada pada area CBD kota Padang
yaitu Jl. Imam Bonjol- Hiligoo Kecamatan
Padang Barat, Padang Sumatera Barat.
Pada area kawasan site merupakan area
yang di dominasi oleh bagunan
komersial, site merupakan area yang
padat akan sirkulasi kendaraan terutama
pada pagi hari dan sore hari.

Gambar 3 Foto Udara dan Batasan Site


Sumber: google map 2014

Gambar 2 Posisi Site Terhadap Kota Padang


Sumber: RTRW Kota Padang 2010-2030

2. Data Site
Lokasi : Jl Imam Bonjol, Kec.
Padang Barat, Padang Sumatera
Barat.
Luas Site :
Area 1 = 5.461 m2 Gambar 4 Peta BLAD Jl Imam Bonjol
2 Sumber: Peta BLAD Kota Padang 2014
Area 2 = 36.798 m
Total = 42.259 m2

4
3. Eksisting Site

Gambar 5 Eksisting Site


Sumber: Analisa Penulis, Tahun 2014
4. Permasalahan Site
Areal sekitar tapak memiliki
permasalahan yang komplit, berikut
titik permasalahan pada site.

Gambar 6 Lokasi Dan Situasi Permasalahan Site


Sumber: Analisa Penulis, Tahun 2014

5
Permasalahan site dapat diuraikan c. Kurangnya area lahan parkir
sebagai berikut: menjadi penyebab kemacetan.
a. Penggunaan bahu jalan sebagai d. Banyak terdapat pedagang kaki
terminal bayangan yang lima yang berjualan pada
menghambat lalu lintas pedestrian.
kendaraan.
b. Kepadatan bangunan yang tinggi
dan fungsi yang seragam, tidak
dapat lagi menyisakan area
terbuka pada blok bangunan.
5. Lingkungan Dan Fungsi Lahan

Gambar 7 Analisis Lingkungan Sekitar


Sumber: Analisa Penulis, Tahun 2014

6. Jalur Sirkulasi Dan Rute Angkutan Umum

Gambar 8 Analisis Jalur Sirkulasi Kendaraan Dan Rute Angkutan Umum


Sumber: Analisa Penulis, Tahun 2014

6
7. Ruas Badan Jalan

Gambar 9 Analisis Lebar Ruas Badan Jalan


Sumber: Analisa Penulis, Tahun 2014
8. Sirkulasi Pejalan Kaki

Gambar 10 Analisis Sirkulasi Pejalan Kaki


Sumber: Analisa Penulis, Tahun 2014

7
HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Zonasi Kawasan

Pada awalnya sebelum


pendisainan area ini hanya memiliki satu
fungsi yaitu area komersial berupa Row
House atau Ruko.

Gambar 11 Zonasi Eksisiting Kawasan


Sumber: Analisa Penulis, Tahun 2014

Gambar 12 Zonasi Setelah Pendisainan


Sumber: Konsep Penulis, Tahun 2014

8
2. Transformasi Massa Bangunan

Gambar 13 Tahapan Transformasi Massa Bangunan


Sumber: Konsep Penulis, Tahun 2014

9
3. Site Plan, Blok Plan dan Layout Denah

Gambar 14 Site Plan


Sumber: Desain Penulis, Tahun 2014

Gambar 15 Blok Plan


Sumber: Desain Penulis, Tahun 2014

Gambar 16 Layout Denah


Sumber: Desain Penulis, Tahun 2014

10
4. Faade Bangunan

Gambar 17 Filosofis Faade Bangunan


Sumber: Konsep Penulis, Tahun 2014

Gambar 18 Tampak Barat


Sumber: Desain Penulis, Tahun 2014

Gambar 19 Tampak Timur


Sumber: Desain Penulis, Tahun 2014

Gambar 20 Tampak Utara


Sumber: Desain Penulis, Tahun 2014

Gambar 21 Tampak Selatan


Sumber: Desain Penulis, Tahun 2014

11
5. Perspektif Bangunan

Gambar 22 Perspektif Area Kantor Sewa


Sumber: Desain Penulis,Tahun 2014

Gambar 23 Perspektif Area Retail Dan Entrance Parkir Mobil


Sumber: Desain Penulis,Tahun 2014

Gambar 24 Perspektif Area Food Court Dan Entrance Jalur Angkutan Umum
Sumber: Desain Penulis,Tahun 2014

12
Gambar 25 Perspektif Area Courtyard
Sumber: Desain Penulis,Tahun 2014

Gambar 26 Perspektif Roof Garden Pada Atap Bangunan


Sumber: Desain Penulis,Tahun 2014

Gambar 27 Perspektif Kawasan Mixed Use


Sumber: Desain Penulis, Tahun 2014

13
KESIMPULAN
Setelah dilakukan evaluasi dengan DAFTAR PUSTAKA
menerapkan konsep Mixed Use American Institute of Steel Construction,
Walkability pada desain maka dapat Inc., Designing With Structural
disimpulkan bahwa : Steel A Guide For Architects 2nd
1. Site merupakan lokasi yang baik Edition, USA: American Institute
untuk pengembangan kawasan pusat of Steel Construction, Inc
perdagangan kota Padang, dengan Barry,R, 1996, The Construction of
menerapkan konsep Mixed-use Building Volume 4,
Walkability. Oxford: Brickwell Science.
2. Konsep Desain yang diterapkan Ching, Francis DK, 1996, Arsitektur,
sesuai dengan konsep Mixed Use Bentuk, Ruang, Dan susunannya,
Walkability. Jakarta : Erlangga.
3. Desain bangunan Mixed-use Darwis Harmaini Ir, MSc. (1985).
Walkability ini diharapkan nantinya Laporan Perencanaan Proyek
dapat meningkatkan kualitas hidup Akhir Ujian Sarjana Lengkap
kota dan kenyamanan bagi pengguna Negara Jurusan Asitektur F.
bangunan. Teknik Univ. Bung Hatta
4. Dengan menyediakan akses pejalan Padang.
kaki dan fasilitas penunjang lainnya De Chiara, Joseph, 1987, Time-Saver
dapat menciptakan aksebilitas Standard For Building Types 2nd
terhadap fungsi dari bangunan. Edition, Singapore: McGraw-Hill.
5. Ruang terbuka hijau sebagai ruang Goldsmith, Selwin, 2000, Universal
penunjang dari bangunan, dapat Design A Manual Of Practical
memenuhi kebutuhan ruang hijau Guidance For Architects,
bagi area ini yang menurut regulasi Oxford : Architectural Press.
kawasan pada areal ini minimal 10%. Neufert, Ernts, 2002, Data Arsitektur
Dengan melengkapi fasilitas umum Edisi 33 jilid 1, Jakarta : Erlangga.
lainnya diharapkan desain bangunan ini White, Edward T, 1985, Buku pedoman
dapat menunjang kegiatan aktifitas Konsep, Bandung : Intermedia.
perkotaan.

14