Anda di halaman 1dari 12

Makalah Sejarah Olimpiade

Dosen : Drs. R. Iwan Siswadijaya, M.Si.


Nama : Meidyanto
NPM : 163112350750001
Fakultas/Prodi : FISIP/Hubungan Internasional 2016
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pertandingan Olimpiade adalah pertandingan olahraga yang diselenggarakan

setiap empat tahun sejak tahun 1896 dan merupakan pesta olahraga tertua yang

dipertandingkan di dunia. Pertandingan ini diselenggarakan dengan inspirasi dari

Olimpiade kuno yang dilakukan oleh bangsa Yunani. Olimpiade kuno dipercaya telah

dipertandingan sejak tahun 776 SM sebagai bentuk tradisi penyembahan terhadap

1
dewa Zeus, dan dilaksanakan di Olympia.

Olimpiade modern sendiri dilaksanakan pertama kali pada tahun 1896 yang

dihidupkan kembali oleh bangsawan Prancis bernama Baron Pierre de Coubertin yang

mendirikan International Olympic Committee (IOC) pada tahun 1894 di kongres

pertama yang diselenggarakan di Paris. IOC sendiri didirikan sebagai organisasi yang

mengatur dan menaungi pertandingan Olimpiade dengan piagam Olimpiade yang

disepakati untuk mengatur wewenang serta aturan penyelenggaraan Olimpiade. IOC

merupakan organisasi internasional berupa NGO dan NPO yang diakui oleh Swiss

2
Federal Council sesuai perjanjian yang diakui pada 1 November 2000. Dalam IOC

juga dikenal istilah The Olympic Movement yang mengatur meliputi organisasi, atlet,

dan pihak lainnya yang sepakat untuk diatur berdasarkan prinsip dalam Piagam

1Ancient Olympic Games http://www.olympic.org/ancient-olympic-games diakses 20 Maret 2014


2Lihat Bagian 2 Pasal 15 angka 1 Piagam Olimpiade

1
Olimpiade. Komposisi dan aturan umum organisasi diatur dalam Pasal 1 dari Piagam

Olimpiade. The Olympic Movement sendiri terdiri dari 3 konstituen utama yaitu:

1. IOC: otoritas tertinggi dari The Olympic Movement

2. The International Federations (IF): organisasi non-pemerintah yang

mengadministrasi satu atau lebih olahraga di tingkat dunia dan juga yang

termasuk didalamnya olahraga dalam lingkup nasional masing-masing negara

3. The National Olympic Committees (NOC): yaitu panitia penyelenggara


3
nasional Olimpiade masing-masing negara.

Dalam perkembangannya, IOC menyelenggarakan Olimpiade Musim Dingin

sebagai bagian dari Olimpiade. Olimpiade Musim Dingin diadakan untuk

mengakomodasi pertandingan olahraga yang tidak dapat dilaksanakan pada saat

musim panas, dimana Olimpiade dilaksanakan. Pada tahun 1921, IOC

menyelenggarakan kongres dimana saat itulah diputuskan bahwa Olimpiade musim

dingin akan dilaksanakan pada tahun 1924 dengan memilih Chamonix, Prancis

sebagai tuan rumah pertama penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin. Olimpiade

Musim Dingin pertama sampai tahun 1992 dilaksanakan bersamaan dengan

Olimpiade di musim panas (Olimpiade pada umumnya). Pada tahun 1994 hingga

sekarang, penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin selalu berselang dua tahun

4
dengan Olimpiade yang diselenggarakan di musim panas.

3 Lihat Introduction to the Olympic Charter, Piagam Olimpiade


4The Organisation http://www.olympic.org/about-ioc-institution?tab=organisation diakses pada 20 Maret 2014

2
Pada tahun 2014, Olimpiade Musim Dingin dilaksanakan di Sochi, sebuah

kota di barat Rusia yang berdekatan dengan Laut Hitam. Sochi merupakan kota yang

dekat dengan pegunungan yang memiliki kualifikasi yang sesuai untuk

penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin. Olimpiade Musim Dingin yang ke-22 ini

diselenggarakan pada 7 23 Februari 2014.

Sochi ditunjuk sebagai tuan rumah yang pemilihannya telah sesuai dengan

5
peraturan Piagam Olimpiade pada tahun 2007. Rusia pada waktu itu, membuka

banyak lapangan pekerjaan untuk menyukseskan mega-proyek ini dan lapangan

pekerjaan yang tercipta akan bermanfaat bagi buruh migran dari negara sekitar Rusia.

Dalam persiapan untuk menyiapkan fasilitas selayaknya tuan rumah Olimpiade,

pemerintah Rusia mengadakan pembangunan besar-besaran di Sochi guna mencapai

hasil yang maksimal. Buruh migran yang berasal dari Asia Tengah telah berhasil

mengubah komplek Olimpiade yang sebelumnya hanya sebuah resor kecil di kota

Sochi menjadi pusat perhelatan pertandingan olahraga musim dingin terakbar.

Dengan terselenggaranya olimpiade ini, banyak dari pihak Rusia dan penyelenggara

berharap akan adanya perubahan citra dari negara Rusia pasca berakhirnya rezim Uni

Soviet di Rusia. Di tahun terpilihnya Sochi, panitia penyelenggara meyakinkan IOC

bahwa tidak hanya situasi keamanan disana telah dalam kontrol yang baik tetapi jug

5 Lihat Bagian 5, Pasal 33 Piagam Olimpiade

3
buruh migran asing dapat mencari pekerjaan dan ikut serta membangun tempat
6
dilaksanakannya Olimpiade Musim Dingin 2014.

Pemerintah Rusia, melakukan perubahan kebijakan dengan menginstitusikan

Federal Law On Hosting the 2014 Olympic and Paralympic Winter Games.

Kebijakan ini untuk mengefisiensikan tahap dalam persiapan penyelenggaraan

Olimpiade, disamping itu juga untuk menciptakan suasana yang menguntungkan bagi

panitia penyelenggara secara hukum, finansial, serta kondisi operasional bagi panitia.

Terkait hal ini, secara hati-hati Pemerintah Rusia bersama Sochi 2014 Bid Committee

mengadopsi beberapa elemen dari Federal Law untuk dimasukkan ke dalam aturan

penyelenggaraan. Hal-hal yang diadopsi antara lain

1. Federal Law Russian Federation on Legal Status of Foreign Nationals in

Russian Federation

2. Federal Law Russian Federation on Migration Registration of Foreign

Citizens and Stateless Persons in the Russian Federation

Aturan diatas kemudian dijawantahkan dalam undang-undang khusus yaitu

Federal Law Russian Federation on the Organization and Holding of the XXII

Olympic Winter Games and the XI Paralympic Winter Games in Sochi, the

Development of Sochi as a Mountain Climate Resort and the Amendment of Certain

Legislative Acts of the Russian Federation, dimana undang-undang ini berisi aturan

khusus penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin serta berisi amandemen di

6Sochi 2014. Candidature File, hlm. 61,


http://web.archive.org/web/20100103043040/http://sochi2014.com/sch_questionnaire diakses pada 21 Maret
2014.

4
beberapa aturan terkait penyelenggaraan yang dapat mempermudah pelaksanaan
7
Olimpiade Musim Dingin bagi semua pihak yang terkait.

Pembangunan di Sochi sendiri setidaknya melibatkan 10.000 buruh migran

yang berasal dari luar Rusia, sebut saja negara Bosnia, Serbia, dan negara Asia

Tengah lainnya. Buruh migran ini dijanjikan akan penghasilan tambahan dengan

prospek yang baik sehingga banyak yang memutuskan untuk berangkat ke kota Sochi

dimana mega-proyek ini akan dilaksanakan. Rata-rata bayaran dari seluruh buruh

migran adalah senilai antara US$ 1,80 US$ 2,60 per jam. Faktanya, banyak buruh

migran yang tidak dibayar sesuai dengan jumlah tersebut bahkan ada yang tidak

dibayar sama sekali. Bahkan bagi beberapa buruh yang berani protes tentang ini

8
berakhir dengan pemecatan bahkan di deportasi. Keadaan lain terkait kesejahteraan

buruh migran di Sochi yaitu tidak terakomodasinya kebutuhan pangan dan papan

yang pantas untuk buruh migran. Buruh migran tersebut dilaporkan bekerja 12 jam

sehari selama 7 hari tanpa waktu kosong. Makanan yang disediakan buruk dan

9
banyak dari mereka tinggal dalam satu rumah yang penuh sesak. Bagi masyarakat

awam, buruh migran dalam penulisan hukum ini merupakan buruh migran yang hadir

pada waktu yang pekerjaannya tergantung pada kondisi musiman, dan dilakukan

7 Ibid. hlm. 48
8 Human Rights Watch, Race to the Bottom: Exploitation of Migrant Workers Ahead of Russias 2014
Winter Olympic Games in Sochi, February 2013, www.hrw.org/reports/2013/02/06/race-bottom diakses
pada 22 Maret 2014
9 Ibid.

5
hanya dalam sebagian waktu setiap tahun atau dikenal dengan buruh migran
10
musiman.

Tabel 1.
Buruh migran asing dalam persiapan Olimpiade Musim Dingin pada tahun 2011

Negara Pekerja
Uzbekistan 2,338
Ukraina 886
Belarusia 593
Turki 546
Bosnia & Herzegovina 541
Moldova 511
Tajikistan 480
Serbia 317
Kirgizstan 187
Sumber: Russian Analytical Digest11

Sebagian besar buruh migran di Sochi terpikat dengan janji upah yang tinggi

namun pada akhirnya hanya diberikan jauh lebih sedikit dari yang dijanjikan. Buruh

migran yang mengeluh tentang hal ini kemudian diperlakukan kasar dengan

pengawas dari Rusia dan diancam dengan menggunakan senjata api. Sumber lain

mengatakan, buruh migran ini hanya dibekali visa turis selama 30 hari dan jika visa

akan habis, mereka diminta sendiri untuk memperpanjangnya dengan menyebrangi

12
perbatasan yang berbahaya dan kembali untuk memperbarui izin. Pada masa awal

kedatangan buruh migran asing di lokasi pekerjaan, buruh migran harus memasukkan

hal administratif dalam hal ini paspor dan visa kepada majikan masing-masing tempat

10 Lihat Pasal 2 Konvensi CMW


11 Sufian Zhemukhov, Migrant Workers and the Sochi Olympic, Russian Analytical Digest No. 143 9 February 2014
hlm. 8
12 Aleksandar Vasovic, For migrant workers, Olympic dream turns to nightmare in Sochi,
http://www.reuters.com/article/2014/02/05/us-olympics-migrants-idUSBREA140HW20140205 diakses pada 21 Maret
2014

6
bekerja, yang telah berjanji akan mengurus semua hal terkait registrasi dan akan

memberikan mereka kontrak kerja. Pada kenyataannya, janji tersebut tidak dapat

terealisasi dan pada akhirnya pengembalian data mereka hanya kembali ke tangan

masing-masing tanpa adanya kontrak kerja. Penelitian yang dilakukan oleh Human

Rights Watch melaporkan adanya buruh migran tanpa kontrak kerja dan petinggi dari

tempat mereka bekerja pun tidak menyediakan akomodasi kepada buruh migran.
13
Buruh migran asing tersebut tidak mendapatkan bayaran mereka seluruhnya.

Hal terkait pengeksploitasian buruh migran inilah yang kemudian muncul ke

permukaan sehingga memaksa Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Kozak

mengumumkan pada waktu itu akan membahas hal ini dengan Presiden Vladimir

Putin. Dmitry mengatakan, pertemuannya pada November 2013 dengan presiden

adalah pembahasan terkait pembantuan bahwa Rusia akan menyelesaikan ini dan

"membantu dalam penghapusan pekerja bukan penduduk dan menyelesaikan


14
perhitungan dengan mereka."

Tabel 2
Ratifikasi Konvensi ILO oleh Rusia
Konvensi ILO Ratifikasi
ILO Convention on Wage Protection (Konvensi ILO nomor 95 4 Mei 1961
Tahun 1949 Tentang Konvensi Perlindungan Pemberian Upah)
ILO Convention on Equal Remuneration (Konvensi ILO nomor 100 30 April 1956
Tahun 1951 Tentang Konvensi Kesetaraan Pemberian Upah)
ILO Convention on Labour Administration (Konvensi ILO nomor 2 Juli 1998
150 Tahun 1978 Tentang Konvensi Administrasi Buruh)

13 Sufian Zhemukhov, op.cit. hlm. 10


14 Esther Yu-Hsi Lee, How Sochis Olympic Facilities Were Built On Migrant Abuse and Wage Thef,
http://thinkprogress.org/immigration/2014/02/07/3256191/migrant-abuse-wage-sochi-olympics/# diakses pada
21 Maret 2014

7
ILO Convention on Occupational Safety and Health (Konvensi ILO 2 Juli 1998
nomor 155 Tahun 1981 Tentang Konvensi Keamanan dan Kesehatan Kerja)
15
Sumber: www.ilo.org

Ada aturan yang demikian dapat mengakomodasi kepentingan buruh migran

yang bekerja di luar negeri dan tentang hal administratif yang menjadi kewenangan

16
dari kebijakan nasional negara yang mengakuinya. Hal ini sangat kontradiktif

dengan fakta yang terjadi di lapangan ketika adanya ketidakadilan yang dirasakan

oleh buruh migran yang berasal dari luar negara Rusia. Dari sini, penulis ingin

membahas adanya ketidaksiapan tuan rumah penyelenggara dalam menjadikan Sochi

sebagai tempat bekerja yang ideal buruh migran asing dengan sesuai dengan konvensi

yang diakui negara Rusia dalam hal administratif buruh migran asing. Untuk itulah

Penulis dalam penulisan hukum ini akan membahas Perlindungan Hak Buruh

Migran Dalam Persiapan Olimpiade Musim Dingin 2014 di Sochi.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah Penulis kemukakan terkait persiapan

Olimpiade Musim Dingin, dirumuskan permasalahan yang ingin Penulis kaji sebagai

berikut.

1 Mengapa Rusia sebagai tuan rumah penyelenggara tidak

mengimplementasikan Konvensi-Konvensi ILO bagi perlindungan buruh

migran musiman dalam persiapan Olimpiade Musim Dingin 2014?

15
Ratifations of ILO Conventions for Russian Federations http://www.ilo.org/dyn/normlex/en/f?
p=NORMLEXPUB:11200:0::NO::P11200_COUNTRY_ID:102884 (diakses pada 7 Oktober 2014)
16 Lihat Pasal 1 Konvensi ILO Administrasi Buruh 1978

8
2 Bagaimana perlindungan buruh migran musiman dalam persiapan

penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin di masa mendatang?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Objektif

a. Untuk mengetahui usaha-usaha penegakan hak buruh migran musiman dalam

persiapan penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin 2014 oleh Rusia sebagai

tuan rumah

b. Untuk mengetahui perlindungan hukum yang dibutuhkan terhadap buruh

migran musiman dalam persiapan Olimpiade Musim Dingin pada

penyelenggaraannya di masa mendatang

2. Tujuan Subjektif

Untuk melengkapi persyaratan penulisan hukum untuk memperoleh gelar

Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada

D. Keaslian Penelitian

Sepanjang Penulis melakukan penelitian terhadap judul penulisan hukum

yang ada di fakultas hukum di beberapa universitas di Indonesia, belum ditemukan

judul penulisan hukum terkait perlindungan buruh migran musiman dalam persiapan

Olimpiade Musim Dingin. Jikalau ada, terkait buruh migran tidak terkait dengan

persiapan olimpiade. Penulis menemukan judul penelitian terkait perlindungan

hukum buruh migran secara umum antara lain:

9
1. Penulisan Hukum berjudul Upaya Peningkatan Perlindungan Hukum Bagi

Buruh Migran Indonesia (BMI) Melalui Pergesaran Kebijakan Penempatan

BMI dari BMI Informal ke BMI Formal Studi Kasus Employment Permit

System (EPS) di Korea Selatan oleh Yola Dwi Prastika di tahun 2012.

Penulisan hukum ini memfokuskan perlindungan hukum buruh migran

dalam pengiriman buruh migran Indonesia di Korea Selatan dengan

mengkaji perubahan sistem penempatan BMI. Penulisan hukum ini

menggunakan dasar konvensi yaitu antara lain Undang-Undang No. 13

Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Koreas Labour Act. Keduanya

tidak digunakan Penulis dalam melakukan penelitian Penulis pada penulisan

hukum ini.

2. Penulisan Hukum berjudul Perbandingan Perlindungan Hukum Terhadap

Pekerja Migran Asal Indonesia dengan Filipina Pada Tahap Pra

Penempatan oleh Anisa Yurisartika pada tahun 2012. Penulisan hukum ini

memfokuskan buruh migran Indonesia dalam hal pra penempatan di negara

Filipina. Dalam penulisan hukum ini dilakukan penelitian dengan

membandingkan dua kebijakan dari masing-masing negara sehingga dapat

dibentuk analisis mengenai perlindungan hukum yang diperlukan bagi BMI

dalam tahap pra penempatan.

Berdasarkan uraian pembahasan penulisan hukum yang Penulis sampaikan,

belum terdapat fokus penulisan hukum terkait penyelenggaraan Olimpiade Musim

Dingin. Oleh karena itu, keaslian penulisan hukum ini dapat dipertanggungjawabkan

10
dan sesuai dengan asas keilmuan yang harus dijunjung tinggi yaitu kejujuran,

rasional, objektif serta terbuka. Hal ini merupakan implikasi dari proses menemukan

kebenaran ilmiah sehingga dengan demikian penelitian ini dapat dipertanggung-

jawabkan kebenarannya secara ilmiah, keilmuan dan terbuka serta kritik yang

membangun

E. Kegunaan Penelitian

Penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara langsung

maupun tidak langsung terhadap antara lain:

1. Kegunaan Teoritis

Penulis mengharapkan dengan dibuatnya penulisan hukum yang meneliti

terkait buruh migran dapat memberikan solusi permasalahan dalam menyelesaikan

masalah di bidang perburuhan. Selain itu, penulisan hukum ini diharapkan dapat

mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya di bidang Hukum Internasional.

2. Kegunaan Praktis

Penulis berharap dengan disusunnya Penulisan Hukum ini dapat bermanfaat

bagi Penulis dalam mengamalkan pengetahuan yang Penulis miliki dengan

melakukan analisis langsung dalam topik terpilih. Penulis juga mengharapkan

Penulisan hukum ini dapat menjadi acuan dari apa yang Penulis dapatkan tentang

usaha penegakan hak buruh migran pada umumnya apakah sudah sesuai dan efektif.

11