Anda di halaman 1dari 20

3.

1 GAMBARAN UMUM pengangkatan buatan, stimulasi, dan produksi


minyak berat memiliki prasyarat yang berbeda dalam
Pemilihan dan penentuan ukuran tubing dan pemilihan ukuran tubing dan casing produksi. Maka,
casing produksi dan desain struktur dari lubang untuk sumur tertentu, factor-faktor yang diesebutkan
adalah hubungan yang penting dalam proses diatas seharusnya dipertimbangkan ketika ukuran
komplesi sumur. Dalam praktik tradisional, struktur rasional tubing dan casing ditentukan.
lubang didisain dan ukuran casing produksi
ditentukan oleh teknik pemboran. Setelah operasi Pada sumur natural gas, optimisasi produksi
komplesi sumuur, ukuran tubing dan mode produksi dan stimulasi seharusnya dipertimbangkan. Oleh
di pilih dan ditentukan oleh teknik produksi atas karena itu, ukuran tubing dan casing seharusnya
dasar casing produksi yang telah ditentukan. Hasil dihitung seperti ditunjukkan oleh persamaan(3-1):
dari praktik ini adalah operassi produksi dibatasi oleh (3-1) Ukuran tubing dan casing produksi pada
ukuran casing produksi, banyak sumur-sumur sumur natural gas = max {T1, T2, T3}
minyak dan gas tidak dapat mengadopsi teknologi
dan teknik yang dapat menyesuaikan, simulasi sulit dimana T1 = ukuran tubing dan casing produksi oleh
untuk dijalankan, dan syarat dalam meningkatkan optimisasi produksi; T2 = ukuran tubing dan casing
laju produksi fluida oleh sumur tidak dapat diraih produksi oleh stimulasi; T3 = ukuran tubing dan
pada tahapan water cut yang tinggi. Dalam rangka casing produksi oleh prasyarat teknologi spesial
mengubah praktik tradisional ini, bab ini akan lainnya; dan max = nilai maksimum dari fungsi.
membuktikan pemilihan dan pembuktian secara
Untuk sumur produksi minyak yang
rasional pada ukuran casing produksi secara luas.
konvensional, ukuran tubing dan casing produksi
Menurut energy dari reservoir dan syarat-syarat daru
seharusnya dihitung seperti yang ditunjukkan pada
teknik produksi, ukuran tubing yang rasional
persamaan (3-2):
seharusnya ditentukan lebih dahulu pada mode
produksi yang berbeda-beda, dan ukuran minimum (3-2) Ukuran tubing dan casing produksi pada
casing produksi yang dapat diterima kemudian sumur produksi minyak konvensional = max {t1, t2,
dipilih dan ditentukan. Pada tahap flowing t3, t4}
production, ukuran tubing yang rasional dapat dipilih
dimana t1 = ukuran tubing dan casing produksi pada
dan ditentukan dengan sensitivity analysis pada
tahap menglair oleh optimisasi produksi; t2 = ukuran
ukuran tubing, yang berdasar kepada nodal analysis.
tubing dan casing produksi oleh pemilihan
Pada tahap pengangkatan buatan, ukuran rasional
pengangkatan buatan; t3 = ukuran tubing dan casing
tubing sangat berhubungan kepada syarat dalam
produksi oleh stimulasi; t4 = ukuran tubing dan
produksi minyak yang stabil selama pengembangan
casing produksi oleh prasyarat teknologi special
lapangan dan mode pengangkatan tertentu. Oleh
lainnya; dan max = nilai maksimum dari fungsi.
karena itu, nodal analysis secara padat di
deskripsikan pertama-tama, dan pemilihan dan Untuk sumur produksi minyak berat, ukuran
penentuan ukuran tubing dan casing produksi tubing dan casing produksi seharusnya dihitung
kemudian dideskripsikan secara detil. seperti ditunjukkan persamaan (3-3):
Ukuran tubing dan casing produksi pada (3-3) Ukuran tubing dan casing produksi pada
sumur minyak dan gas seharusnya dipilih dan sumur produksi minyak berat = max {Tt1, Tt2, Tt3}
ditentukan sebelum komplesi sumur. ukuran tubing
dimana Tt1 = ukuran tubing dan casing produksi oleh
dapat dirubah, namun casing produksi tidak dapat
pemilihan pengangkatan buatan; Tt2 = ukuran tubing
dirubah setelah komplesi sumur. oleh karena itu, tipe
dan casing produksi oleh produksi minyak berat; Tt3
sumur, mode produksi, stimulasi, property minyak,
= ukuran tubing dan casing produksi oleh prasyarat
dan persyaratan dari teknik produksi dalam proses
teknologi special lainnya; max = nilai maksimum
produksi keseluruhan seharusnya di pertimbangkan
dari fungsi.
ketika ukuran casing produksi dipilih dan ditentukan;
sumur natural gas, sumur aktif, sumur dengan
Setelah ukuran tubing dan casing produksi minyak dan gas terbatas, dan ukura tubing dan casing
ditentukan, program casing dari sumur tertentu produksi sering dalam ukuran yang kecil. Setelah
ditentukan berdasar kepada kedalaman sumur, periode mengalir, sumur minyak dan gas dapat saja
prasyarat teknikal dari teknologi pemboran, berubah ke produksi dengan pengangkatan buatan.
kompleksitas dari reservoir minyak dan gas, dan Ukuran tubing dan casing produksi dalam periode
karakteristik overburden. produksi mengalir dari sumur minyak dan gas tidak
dapat sesuai dengan prasyarat dari produksi yang
Slim hole (ukuran lubang 5in.) mode
stabil pada periode produksi dengan pengangkatan
komplesi mencakup open hole, slotted liner, dan
buatan. Pada lapangan minyak dengan
komplesi liner cementing perforated. Sebagai
waterflooding, setelah memasuki periode water cut
tambahan, teknik komplesi sumur monobore telah
tingg dari sumur minyak, pompa ukuran besar
digunakan oleh Shell. Komplesi slim hole pada
dengan laju pompa yang tinggi seringnya digunakan
dasarnya sama dengan komplesi sumur
dalam rangka meyakinkan produksi minya yang
konvensional, kecuali teknik matching dari slim
stabil dan pressure drawdown rasional yang
hole, termasuk perforasi, stimulasi, pengangkatan
dihasilkan. Untuk mode pengangkatan buatan yang
buatan, peralatan bawah permukaan, dan peralatan
berbeda, berbeda pula ukuran tubing ddan casing
fishing, seharusnya dipertimbangkan dalam rangka
produksi yang dipakai. Diameter pompa seharusnya
meyakinkan produksi normal dari slim hole.
ditentukan atas dasar laju produksi fluida harian
selama seluruh periode pengembangan dari lapangan
minyak, dan ukuran tubing dan casing produksi
3.2 GAMBARAN UMUM NODAL kemudian dipilih. Sebagai tambahan, perbedaan
ANALYSIS ukuran tubing dan casing produksi diminta oleh
teknologi stimulasi dan sand control. Oleh karena itu,
Tubing adalah salah satu part komponen yang ukuran tubing dan casing produksi hanya dapat
penting dalam system produksi dari sumur yang ditentukan setelah semua syarat-syarat yang disebut
sedang mengalir dan saluran utama untuk diatas dipenuhi dalam pertimbangan.
pengembangan lapangan minyak dan gas. Pressure
drop untuk pengangkatan fluida dari bottomhole ke Sebagai permbanding dengan mode produksi
permukaan dapat mencapat 80% dari total pressure yang lain, dibawah moe produksi mengalir dan
drop dari system sumur minyak dan gas. Beberapa pengangkatan dengan gas, laju produksi dan tekanan
system sumur minyak memiliki ukuran optimum tubing shoe tertentu (tekanan alir dasar sumur jika
tubing. Tubing yang kekecilan dapat menahan laju tubing shoe di tengah dari reservoir minyak)
produksi karena meningkatnya resistansi friksi yang seharusnya dipertahankan. Dibawah mode produksi
disebabkan oleh kecepatan alir yang berlebihan. lainnya, tekanan alir dasar sumur dapat dikurangi ke
Secara kontras, tubing yang kebesaran dapat sepenuhnya jika itu masuk dengan tekanan reservoir
menimbulkan kehilangan yang berlebihan dalam dan kondisi casing.
fasa liquid karena efek selip atau liquid loading yang
berlebihan selama pengangkatan. Oleh karena itu,
Pentingnya Sensitivity Analysis Ukuran
sensitivity analysis dari ukuran tubing seharusnya Tubing
dihitung dilakukan dengan menggunakan metode Ukuran tubing seharusnya dioptimasi dalam rangka
nodal analysis. Atas dasar sensitivity analysis dari meyakinkan konsumsi energy terendah untuk
ukuran tubing, ukuran tubing dan casing produksi mengangkat dan waktu alir yang paling lama, yakni,
selama periode pengaliran dapat ditentukan. Namun, untuk menggunakan energy dari reservoir gas dan
ukuran casing produksi dari sumur belum dapat minyak secara rasonal.
ditentukan. Alasannya adalah ukuran tubing dan
casing produksi seharusnya pas dengan prasyarat IPR (Inflow Performance Relationship)
dari sumur selama umur produksi secara kurvanya mengindikasikan hubungan dalam sumur
keseluruhan, sedangkan periode mengalir dari sumur antara tekanan alir dasar sumur pada laju produksi
yang stabil dan laju produksi liquid, yang dapat
diperoleh atas dasar tekanan reservoir, tekanan alir
dasar sumur, laju produksi liquid, open flow rate
dibawah tekanan alir asar sumur 0. TPR (Tubing
Performance Relationship) kurvanya didapat atas
dasar tekanan kaki tubing (tekanan alir dasar sumur
jika tubing shoe ditengah reservoir minyak) dihitung
sesuai dengan aturan aliran (satu atau dua fasa)
dalam tubing dibawah GLR, water cut, kedalaman
sumur, dan tekanan wellhead yang diberikan untuk
laju produksi yang berbeda beda, merefleksikan
kemampuan pengangkatan dari tubing, yang hanya
bergantung pada parameter aliran tubing, seperti
tekanan wellhead, kedalaman sumur, diameter
tubing, dan GLR, dan tidak tergantung pada
produktifitas reservoir.
Banyak metode perhitungan IPR yang dapat Sensitivity Analysis dan Optimisasi
digunakan, dan formula Vogel dituliskan dalam Ukuran Tubing dari Sumur Mengalir
bentuk persamaan (3-4):
Aliran fluida dalam tubing selama aliran produksi
2
(3-4) = 1 0.2 0.8 ( ) dapat dianalisis sesuai dengan aturan aliran vertical
,
yang terlah disebut sebelumnya dalam tubing. Faktor
dimana Qo adalah laju produksi di permukaan dari yang paling senstif yang mempengaruhi distribusi
sumur minyak pada Pwf, m3/d; Qo,max adalah laju gradien tekanan dari aliran vertical banyak fasa
produksi di permukaan dari sumur minyak pada Pwf dalam tubing termasuk ukuran tubing, laju produksi,
= 0, m3/d; Pwf adalah tekananalr dasar sumur, MPa; GLR, viskositas, dan water cur. Untuk desain sumur,
dan Pr adalah tekanan rata rata reservoir dalam GLR, viskositas, dan water cut pada dasarnya dalam
daerah drainage minyak, MPa. kisaran, sedangkan laju produksi dapat dikontrol dan
dirubah. Atas dasar teori aliran banyak fasa dalam
Banyak metode dalam menghitung TPR yang
tubing, setiap nilai laju produksi sesuai dengan
dapat digunakan, dan metode Orkiszewski dan
ukuran optimum tubing maka gradient tekanan
Hagedorn Brown umumnya dipakai dalam
dalam tubing minimum. Untuk laju produksi yang
praktiknya.
diketahui, tubing yang kekecilan dapat memiliki
Koordinasi antara performa inflow dan kecepatan alir yang berlebih maka resistansi friksi
outflow harus dipelajari dengan kurva IPR dan TPR membesar, sedankan jika kebesaran kecepatan alir
sesuai dengan metode nodal analysis dalam rangka rendah yang membuat efek selip gas. Oleh karena itu,
meyakinkan penggunaan optimum dari energy alami. hanya dengan memilih ukuran tubing yang sesuai
mengurangi resistansi friksi dan kehilangan fasa
TPR di tunjukkan dalam gambar 3-2. Gambar
liquid karena efek selip
ini mengindikasikan ketika laju produksi tinggi
QL>QA, 114,3-mm(4,5in.) tubing memiliki efisiensi Karena laju produksi merupakan parameter
pengangkatan tertinggi; ketika QA>QL>QB, 73-mm yang penting untuk mengoptimasi dan memilih
(2,875in.) tubing lebih ekonomis; dan ketika QL<QC ukuran tubing dan ukuran optimum tubing berbeda
60,3-mm (2,375in.) tubing yang paling cocok. dibawah laju produksi yang berbeda, laju produksi
bertindak sebagai variable dalam semua analisis.
Dalam proses alir dari reservoir ke permukaan, laju
produksi sangat erat berhubungan dengan tekanan,
maka tekanan bertindak sebagai variable lain. Efek
perubahan ukuran tubing sering dianalisis dengan produksi. Semakin besar laju produksi, semakin
menggunakan diagram coordinasi dari tekanan dan besar tekanan kepala sumur tubing yang dibutuhkan.
laju produksi. Ukuran optimum tubing secara umum Pada gambar 3-3, kurva 1 merupakan kurva tekanan
ditentukan dengan metode nodal analysis. pipa permukaan dan tubing kepala sumur (tanpa
choke); kurva 2 adalah pipa permukaan, choke, dan
Ada 2 metode dalam menganalisis ukuran
tekanan kepala sumur tubing yang terkombinasi; dan
optimum tubing. (1) dibawah kondisi permukaan
kurva 3 adalah tekanan kepala sumur yang tersisa
yang diketahui (seperti tekanan separator, tekanan
dari aliran dari reservoir ke kepala sumur vs kurva
kepala sumur, atau ukuran pipa permukaan), ukuran
laju alur (Kurva OPR), seperti yang ditunjukkan di
tubing mampu dalam memaksimlkan laju produksi
gambar 3-4.
adalah ukuran optimum tubing. (2) dibawah laju
produksi tertentu, ukuran tubing mampu dalam
meminimalkan GOR, memaksimalkan efisiensi
penggunaan energi ekspansi gas, dan meyakinkan
waktu alir produksi yang paling lama adalah ukuran
optimum tubing; yakni, ada 2 metode dalam
memaksimalkan dan memilih ukuran tubing atau 2
fungsi tujuan yang berbeda. Atas dasar kondisi
tertentu dari lapangan minyak, salah satu metode
dapat dipilih atau 2 metode dapat digunakan untuk
menentukan ukuran optimum tubing; ukuran
optimum tubing akhirnya ditentukan dengan
pertimbangan komposit. Metode tersebut secara
umum digunakan termasuk metode optimasi
berdasarkan tekanan permukaan tubing yang
diturunkan dengan tekanan separator yang diketahui;
metode optimisasi atas dasar tekanan permukaan
tubing yang diketahui; dan metode optimisasi dalam
meyakinkan periode alir relative lama.

Metode Optimasi Berdasar Tekanan


Permukaan Tubing Diturunkan Dengan
Tekanan Separator yang Diketahui.
Dalam rangka meyakinkan aliran dari kepala sumur
ke separator untuk fluida terproduksi, tekanan
minimum kepala sumur Pwh seharusnya didapat atas
dasar desain jaringan pipa permukaan dan lokasi
spesifik sumur. Secara umum, tekanan masuk Secara jelas, perubahan di parameter
minimum dibutuhkan dalam memasuki separator. permukaan (termasuk ukuran tubing, pipa
Oleh karena itu, tekanan kepala sumur tubing dapat permukaan, dan tekanan separator) akan merubah
diturunkan sesuai dengan tekanan masuk, ukuran kurva TPR seperti yang ditunjukkan di gambar 3-4.
pipa permukaan, jalur pipa permukaan, dan laju alir Perubahan kondisi reservoir, mode komplesi, dan
di jalur pemipaan. Jika choke dibutuhkan oleh ukuran tubing (seperti pengurangan tekanan
pengontrol aliran sumur produksi, perubahan reservoir terhadap waktu, perbedaan parameter
tekanan choke melalui choke harus ditambahkan. perforasi, dan perubahan diameter tubing) akan juga
Oleh karena itu, tekanan kepala sumur tubing mempengaruhi kurva OPR.
dibawah tekanan minimum separator dapat
diperoleh. Dengan jelas, Pwh berkaitan dengan laju
Dibawah ketidaktentukan tekanan kepala
sumur tubing Pwh, perubahan ukuran tubing
ditampilkan oleh kurva OPR. Kurva performa inflow
kepala sumur dibawah 3 ukuran tubing dan kuerva
performa outflow kepala sumur dibawah 2 ukuran
choke ditunjukkan di gambar 3-5. Secara jelas,
ketika ukuran choke adalah dch1, tubing dengan
diameter dt1 adalah tubing produksi optimum; dan
ketika ukuran choke dch2, tubing dengan diameter
dt3 adalah tubing produksi optimum.

Metode Optimisasi Berdasar Tekanan


Kepala Sumur Tubing yang Diketahui
Pwh.
Dalam banyak situasi, kondisi pipa permukaan tidak
dapat ditentukan sebelumnya dan metode pertama Kurva IPR pertama-tama didapat. Kemudian, sesuai
tidak dapat digunakan untuk sensitivity analysis dengan tekanan kepala sumur tubing yang diketahui
ukuran tubing. Maka, ukuran tubing dioptimasi dan berbagai laju produksi yang seharusnya, tekanan
dengan mengatur tekanan kepala surmur tubing Pwh. tubing shoe dihitung pada ukuran tubing yang
berebda. (tekanan tubing shoe sama dengan tekanan
alir dasar sumur jika tubing shoe ditengan reservoir
minyak.) kurva hubungan laju produksi vs tekanan
tubing shoe (TPR) pada ukuran tubing yang berebda
dapat diperoleh. Gambar 3-6 menunjukkan kurva
TPR pada bergabagai ukuran tubing. Perpotongan
antara kurva TPR dan IPR adalah titik produksi pada
ukuran tubing yang berbeda.
Secara umum, pertambahan ukuran tubing
akan mengingkatkan laju produksi dari sumur
mengalir. Namun, ketika ukuran tubing melebihi
ukuran tubing kritis, pertambahan ukuran tubing
dapat mengacu kepada pengurangan laju produksi,
seperti ditunjukkan gambar 3-6.
Kasus 1. Shen adalah sumur 77 dari lapangan
minyak Lioahe Shenyang diketahui memiliki nilai
parameter seperti berikut: tekanan rata rata reservoir
Pr = 16.3 MPa, kedalaman pada tengah reservoir H =
1673.1 m, GLR = 108.7 m3/m3, tekanan saturasi Pb
= 18.89 MPa, massa jenis relative minyak SG =
0.856, massa jenis relative gas SG = 0.73, dan water
cut fw = 0. Kurva IPR yang didapat dengan data
produksi yang terukur ditunjukkan pada gambar 3-7.
Tekanan kepala sumur tubing Pwh = 4.4 MPa, suhu
kepala sumur Twh = 20oC, dan suhu dasar sumur =
68oC. Coba menentukan ukuran optimum tubing
pada mode produksi mengalir.
Proses Penyelesaian. Performa outflow dari ukuran tubing meningkat ke 127 mm. oleh karena itu,
berbagai ukuran tubing dihitung dengan metode ukuran optimum tubing adalah 114.3 mm (4.5in.).
Orkizewski, dan ditemukan bahwa ketika ukuran
tubing dt melebihi 60.3 mm (2.375 in.), sumur akan
berhenti mengalir. Gambar 3-8 menunjukkan kurva
outflow tubing pada sumur. gambar 3-9
menunjukkan hubungan yang diperoleh dari laju
produksi vs ukuran tubing dengan perpotongan nilai
dari kurva IPR dan TPR. Dengan jelas, laju produksi
sangat sensitive terhadap ukuran tubing. Ketika
ukuran tubing ditambah dari 42.2 mm (1.660in.,
diameter dalam 35.1 mm) ke 48.3 mm (1.900in.,
diameter dalam 40.3 mm), laju produksi jelas terlihat
meningkat. Ketika ukuran tubing jauh dinaikkan ke
60.3 mm (2.375in., diameter dalam 50.7 mm), laju
produksi mungkin sangat berkurang. Oleh karena itu,
ukuran optimum tubing adalah 48.3 mm (1.900in.,
diameter dalam 40.3 mm).
Kasus 2. The Tazhon sumur 402 dari lapangan
minyak Talimu diketahui memiliki nilai parameter
sebagai berikut: tekanan rata rata reservoir Pr = 42.49
MPa, kedalaman pada tengah reservoir H = 3695 m,
GLR = 220 m3/m3, tekanan saturasi minyak Pb =
42.49 MPa, massa jenis relative dari minyak SG =
0.8331, massa jenis relative dari gas SG = 0.7851,
dan water cut fw = 0. Kurva IPR yang didapat dengan
mencocokkan data tes step-rate ditunjukkan pada
gambar 3-10 dan mengindikasikan sumur minya
produktivitas tinggi. Suhu kepala sumur Twh =
30oC, sedangkan suhu dasar sumur Twb = 85oC.
Coba tentukan ukuran optimum tubing pada mode
produksi mengalir.
Proses Penyelesaian. Kurva hubungan preforma
outflow pada berbagai ukuran tubing didperoleh
dengan analisis dan perhitungan. Ukuran tubing-
tubing ini mencakup 73.0 mm (2.875in., diameter
dalam 62 mm), 88.9 mm (3.5in., diameter dalam 75.9
mm), 101.6mm (4in., diameter dalam 90.1 mm),
114.3 mm (4.5in., diameter dalam 100.5 mm), 127
mm (5in., diameter dalam 115.8 mm), dan 139.7 mm
(5.5in., diameter dalam 127.3 mm). Kurva Q dt dan
pwf dt, yang didapat dengan nilai perpotangan
antara kurva IPR dan TPR, ditunjukkan pada gambar
3-11 dan 3-12, secara berurutan. Laju produksi
meningkan dengan meningkatnya ukuran tubing
ketika ukuran tubing lebih kecil dari 114.3 mm,
sedangkan laju produksi akan mulai menurun ketika
kelamana di tengah reservoir H = 1600 m, GLR = 4.5
m3/m3, tekanan saturasi minyak Pb = 1.56 MPa,
massa jenis relative minyak SG = 0.82, massa jenis
relative gas SG = 0.76, massa jenis relative air
reservoir SG = 1.05, dan water ccut fw = 2%. Suhu
kepala sumur Twh = 40oC dan suhu dasar sumur
Twb = 77.4oC. indeks produktifitas fluida 764.6
m3/(d . MPa) diperoleh dengan analisis uji sumur.
Coba menetukan ukuran optimum tubing untuk
mendapatkan laju produksi 3000 m3/d pada mode
pengangkatan buatan oleh gas ketika tekanan
reservoir berkurang hingga 13 MPa. (Nilai tekanan
tubing 0.6 MPa penting untuk transportasi.)
Proses Penyelesaian. Kurva performa gas lift pada
berbagai ukuran tubing diperoleh dengan analisis dan
perhitngan seperti ditunjukkan gambar 3-13. Ketika
ukuran tubing lebih kecil dari 168.27 mm (6.833in.,
diameter dalam 153.6 mm), laju produksi meningkat
seiring peningkatan ukuran tubing pada laju injeksi
gas lift konstan; dan ketika ukuran tubing ukuran
tubing lebih besar dari 168.27 mm (6.625in.,
diameter dalam 153.6 mm), laju produksi menurun
seiringg meningkatnya ukuran tubing. Laju injeksi
gas lift pada laju produksi 3000 m3/d (pada kurva
performa gas lift) vs diameter dalam tubing
ditunjukkan di gambar 3-14. Dalam rangka untuk
memperoleh laju produksi 3000 m3/d, ukuran tubing
168.27 mm (6.625in., diameter dalam 153.6 mm)
membutuhkan laju injeksi gas lift minimum dan
mempunyai efisiensi tertinggi. Oleh karena itu,
ukuran tubing optimum adalah 168.27 mm (6.625in.,
diameter dalam 153.6 mm).
Metode Optimisasi Ukuran Tubing dari
Memperpanjang Peride Pengaliran.
Pengaliran produksi minyak adalah metode produksi
yang paling ekonomis dan periode pengaliran sumur
minyak seharusnya diperpanjang keseluruhan. Kunci
yang bermain di penggunaan energi secara ekonomis
dan rasional
Contoh ini menunjukkan bahwa tubing yang lebih
besar seharusnya digunakan pada sumur
produktifitas tinggi, tapi tubing kebesaran dapat
mengurangi laju produksi karena selip dan
meningkatkan biaya konstruksi.
Kasus 3. Lapangan minyak lepas pantai, Oudna,
Tunisia, diketahui memiliki nilai parameter sebagai
berikut: tekanan awal reservoir Pr = 16MPa,
Telah dipercaya bahwa ukuran tubing terpilih
seharusnya meyakinkan produksi pada efisiensi
maksimum pengangkatan pada akhir dari periode
aliran. Formula dalam memilih diameter tubing
ditunjukkan pada persamaan (3-5).
1
1 0.5 1 3
(3-5) = 0.074 ( ) [
1 10()
] 25.4

dimana, d = diameter dalam tubing, mm; 1 = massa


jenis relative liquid; Q1 = laju produksi pada akhir
periode aliran, t/d; L = panjang tubing, m; Pwf =
tekanan alir dasar sumur pada akhir periode aliran,
105Pa; Pwh = tekanan alir tubing pada akhir periode
aliran, 105Pa.
Laju produksi pada akhir periode aliran dapat
ditentukan dengan perpotongan kurva masa depan
IPR dan TPR. Ukuran tubing, yang dapat
memaksimalkan laju produksi sekarang, dapat
digunakan untuk memperoleh kurva IPR tubing.
Perpotongan kurva IPR dan TPR pada tahapan yang
berbeda dari penurunan tekanan reservoir digambar.
Titik tangensial dari kurva IPR dan TPR adalah
hanya titik keluar aliran. Laju produksi dan tekanan
dasar sumur pada waktu ini secara berurutan laju
keluar aliran produksi dan tekanan keluar alir dasar
sumur. Pada praktiknya, kurva performa tubing
mungkin juga secara bertahap berubah. Dengan
produksi yang kontinu, water cut dan viskositas
mungkin secara bertahap meningkat dan GLR
mungkin secara bertahap menurun; oleh karena itu
kurva TPR juga berubah. Ketika tekanan kepala
sumur tubing konstan, kurva TPR mungkin secara
dari fluida reservoir, termasuk energi tekanan dari bertahap bergerak keatas, sedangkan kurva IPR
fluida dan energi ekspansi gas. Ketika tekanan alir mungkin bergerak kebawah, seperti ditunjukkan
kepala sumur tubing lebih kecil dari tekanan saturasi pada gambar 3-15.
atau bahkan ketika tekanan bawah sumur lebih kecil
dari tekanan saturasi, energgi reservoir di lepas Setelah laju keluar aliran produksi dan
dalam bentuk energi gas ekspansi. Ketika GLR dari tekanan dasar sumur diprediksi, ukuran tubing yang
fluida teproduksi dari reservoir tidak cukup, minyak dapat memaksimalkan periode alir dapat dipilih
mungkin berhenti mengalir. dengan persamaan (3-5).

Laju produksi dan tekanan bawah sumur akan


secara bertahap mengecil pada seluruh proses aliran
produksi. Pengurangan pada tekanan alir bawah
sumur akan mengacu kepada meningkatnya GLR,
yang pertama tama akan secara cepat meningkat atas
dasar nilai awal yang lebih rendah dan kemudian
secara bertahap menurun ke titik awal yang lebih
rendah. Oleh karena itu, masalah memperpanjang
periode alir dari sumur minyak berubah menjadi
masalah menggunakan energi ekspansi gas secara
rasional.
dari perubahan performa inflow pada ukuran tubing
dapat dianalisa.
Tekanan reservoir berkurang akibat waktu produksi,
dan hal itu dapat membawa perubahan pada inflow
performance dan perubahan bertahap pada properti
fluida, pada akhirnya memengaruhi tubing outflow
performance dan berpengaruh pada optimasi ukuran
tubing. Untuk memudahkan analisis, efek dari
perubahan inflow performance pada ukuran tubing
optimum didiskusikan disini.
Kasus 5. Sumur Tuha Wenxi memiliki beberapa data
berikut: tekanan reservoir rata-rata 24.6 MPa,
kedalaman dari bagian tengah reservoir 2513m, GLR
terproduksi 116 m3/m3, tekanan saturasi minyak
18.89 MPa, densitas relatif minyak 0.814, densitas
relatif air 1.05, densitas relative gas 0.824, water cut
30%, indeks produktivitas fuida dibawah tekanan alir
dasar sumur lebih besar dari tekanan saturasi 5 m3/(d.
MPa), tekanan tubing kepala sumur 1.5 MPa,
temperatur dasar sumur 79oC, dan temperatur kepala
sumur 20oC. Coba lakukan analisa perubahan dari
ukuran tubing optimum ketike tekanan reservoir
Kasus 4. Sumur tertentu diprediksi Q = 75 x 103
dikurangi dari 20.6 MPa menjadi 18.6 MPa.
kg/d, tekanan tubing kepala sumur minimum Pwh =
2 x 105 Pa, tekanan alir dasar sumur Pd = 23 x 105 Proses Penyelesaian. IPR berbasis data yang
Pa, kedalaman sumur L = 1000m, dan densitas diberikan dan tiga tekanan reservoir yang berbeda
relative dan fluida yang diproduksi = 0.9. ditunjukkan pada figure 3-16. Laju produksi vs.
Percobaan dilakukan dengan memilih ukuran tubing ukuran tubing dibawah tekanan reservoir yang
dengan periode alir yang terpanjang. berbeda diperoleh dari basis titik temu dari kurva
inflow performance dan kurva tubing performance,
Proses Penyelesaian. Diameter dalam dari tubing
ditunjukkan pada figure 3-17. Ketika tekanan
dikalkulasi menggunakan persamaan (3-5).
reservoir adalah 24.6 MPa, ukuran tubing optimum
0.9 1000 0.5 75 1000 1
adalah 48.3 mm (1.900 in.) atau 60.3 mm (2 3/8 in).
= 0.074 ( ) [ ]3 25.4 = 58.7
23 2 0.9 1000 10(23 2)
Ketika Pr dikurangi menjadi 20.6 MPa, laju produksi
Tubing dengan diameter dalam lebih dekat dengan secara jelas akan menurun, ukuran tubing yang lebih
hasil diatas adalah tubing berukuran 2 7/8 in. besar dari 60.3 mm (2 3/8 in.) dapat memberhentikan
(diameter dalam 62 mm) tubing dapat digunakan. aliran dari sumur minyak, dan ukuran tubing
optimum diubah ke 48.3 mm (1.900in.). Ketika
Metode Analisa Sensitivitas Ukuran Tubing
tekanan reservoir dikurangi hingga 18.6 MPa, ukuran
dipengaruhi oleh Inflow Performance. Prinsip dan
tubing optimum adalah 42.2 mm (1.660 in.).
metode dari optimasi ukuran tubing untuk sumur
beraliran sudah secara singkat dideskripsikan pada Jika produksi alir hanya dapat dicapai dengan
bagian terdahulu. Inflow performance dan outflow menggunakan tubing berukuran kecil, sejumlah
performance pada suatu sumur produksi dipengaruhi masalah dari teknologi produksi akan ada seperti
dan terkondisikan satu sama lain. Inflow kesulitan dalam menghilangkan paraffin. Oleh
performance adalah faktor internal dari siste karena itu, lebih baik menggunakan tubing dengan
pengondisian, sedangkan tubing sendiri adalah hanya ukuran besar untuk pengangkatan buatan, dan
merupakan faktor eksternal. Oleh karena itu, efek keuntungan ekonomi menjadi lebih baik. Metode ini
dapat digunakan untuk prediksi waktu dari turning
ke pumping.
Penentuan Ukuran Casing Produksi dari Sumur
Alir
Ukuran tubing harus dioptimasi dan ditentukan
dengan basis mode pengembangan lapangan minyak
(waterflooding dan produksi alir atau produksi
pengangkatan buatan), laju produksi minyak, laju
produksi liquid, laju recovery, tekanan reservoir,
peraturan peningkatan water cut, water cut, ultimate Figure 3-17 Ukuran Tubing vs Laju Produksi dibawah Tekanan
Reservoir yang Berbeda
recovery factor, waktu perpindahan dari
pengangkatan buatan ke produksi alir, property Pemilihan dan Penentuan Ukuran Tubing
minyak (thin oil, heavy oil, high pour-point oil, dan
dari Sumur Gas Alam
kondensat oil), produksi sand dari sumur minyak,
dan stimulasi. Setelah itu, ukuran maksimum dari Metode Pemilihan dan Penentuan Ukuran
alat matching pada bawah sumur (seperti diameter Tubing dengan Konsumsi Energi Minimum
luar maksimum dari katup aman di bawah sumur untuk Mengangkat pada Laju Produksi Rasional.
yang spesifikasinya berbeda) harus dianggap dan Ukuran tubing dari sumur gas harus menghindari
ukuran casing produksi harus ditentukan pada kelebihan kehilangan tekanan pada tubing an harus
akhirnya. memastikan tekanan tubing pada situasi tertentu
untuk periode yang lebih lama dengan tujuan
memenuhi kebutuhan dari fasilitas permukaan.
Tekanan alir dasar sumur (MPa)

Kehilangan tekanan secara umum dikalkulasi


menggunakan metode kalkulasi kehilangan tekanan
aliran fasa gas pada laju produksi, tekanan alir dasar
sumur, dan ukuran tubing yang berbeda.
Laju Produksi

Kurva inflow performace dari sumur gas pada


umumnya diperoleh dengan menggunakan
persamaan exponential deliverability atau persamaan
Figure 3-16 Analisis Sensitivitas Tubing dibawah binomial deliverability.
Perubahan Tekanan Reservoir

3.4 Pemilihan dan Penentuan Ukuran Casing Persamaan exponential deliverability adalah seperti
berikut (3-6)
Produksi dan Tubing untuk Sumur Gas
Optimasi ukuran tubing pada sumur gas alam harus
dapat dipastikan konsumsi energy minium untuk Dimana qg = laju produksi harian gas, 104 m3/d; Pr =
mengangkat laju produksi rasional dari suatu sumur tekanan reservoir rata-rata, MPa; Pwf = tekanan alir
gas, dan harus mempertimbangkan ukuran tubing dasar sumur, MPa; C = indeks produktivitas gas
maksimum yang dapat sesuai dengan kebutuhan (berkaitan dengan permeabilitas reservoir gas dan
untuk membawa liquid dan ukuran tubing minimum ketebalan, viskositas gas, dan kebersihan dari dasar
dibutuhkan untuk menghindari korosi. sumur) 104 m3/d(MPa)-n; n= indeks filtrate
bergantung pada mode aliran gas (n=1 untuk aliran
linear; n<1 untuk aliran multifasa atau laju aliran
yang tinggi).
Persamaan binomial deliverability ditunjukkan pada
persamaan (3-7).
tekanan tubing kepala suur Pwh = 2 MPa. Tentukan
dan gambar TPR berdasarkan laju produksi air Qw =
Dimana A = koefisien laminar; B = koefisien
1, 10, 20, 50, 100 m3/d.
turbulen.
Proses Penyelesaian. Tekanan alir dasar sumur
Koefisien A berarti kehilangan tekanan disebabkan
dikalkulasi menggunakan metode Hagedorn-Brown
oleh viskositas dan Bqg berarti kehilangan tekanan
kalkulasi alir 2 fasa dengan peningkatan yang
karena inersia. Total dari keduanya membentuk total
progresif yaitu 10 x 104 m3 pada perbedaan laju
kehilangan tekanan dari inflow. Ketika laju alir
produksi air, dan TPR dari sumur gas dengan
rendah dan aliran linear, Bqg dapat diabaikan dan
perbedaan laju produksi air dapat diperoleh. (Figure
(Pr2-Pwf2) bs qg linear. Ketika laju alir meningkat
3-19).
atau alirannya multifasa, resistansi inersia (yaitu
Bqg) harus dipertimbangkan. Figure 3-19 menunjukkan bahwa ketika laju
produksi gas sangat rendah, densitas efektif dari
Kasus 6. Sumur gas tertentu memiliki data berikut:
campuran pada tubing akan tinggi dan tekanan alir
kedalaman sumur H=3000 m, temperature reservoir
dasar sumur akan cenderung tinggi; dengan
gas rata-rata T=50oC, densitas relative gas g = 0.65,
peningkatan laju produksi gas, densitas campuran
kekasaran dinding tubing e = 0.016 mm, dan tekanan
akan menurun dan tekanan alir dasar sumur akan
tubing kepala sumur = 2 MPa. Ttentukan TPR untuk
menurun pada suatu titik; dan dengan peningkatan
tubing diameter dalam yaitu d=40.8mm, 50.7mm,
yang terjadi secara menerus pada laju produksi gas,
dan 101.6 mm.
laju alir meningkat, resistansi friksi meningkat, dan
Proses Penyelesaian. Tekanan alir dasar sumur tekanan alir dasar sumur juga akan meningkat.
dikalkulasi dengan berbagai macam ukuran tubing Ketika laju produksi air sangat rendah, densitas
dan laju produksi gas. Qsc = 1, 10, 20, 40, 60, 80 x efektif dari campuran sedikit dipengaruhi oleh air
104 m3/d sesuai dengan formula kalkulasi tekanan alir dan tekanan alir dasar sumur tidak mengalami
dasar sumur. Kurva performa tubing ditunjukkan kondisi penurunan, dan tekanan alir dasar sumur naik
pada figure 3-18. Ditunjukkan bahwa dengan seiring dengan naiknya laju produksi gas.
kenaikan laju produksi gas, kurva TPR dari tubing
dengan ukuran yang lebih kecil akan lebih tajam,
sementara kurva TPR oleh tubing yang lebih besar
akan lebih landai. Laju alir gas dan resistansi friksi
naik ketika ukuran tubing menurun.

Figure 3-19 Kurva TPR dari Sumur Gas Water-Bearing

Kurva TPR yang disebutkan sebelumnya diperoleh


dengan memberikan tekanan tubing dan mengubah
laju produksi. Jika tekanan tubing konstan terkadang
tidak dibutuhkan, perubahan pada tekanan tubing
dibawah kondisi yang dikoordinasi untuk tekanan
Figure 3-18 TPR dari Sumur Gas Murni
reservoir dan aliran tubing harus ditentukan. (figure
Kasus 7. Suatu sumur gas water-bearing memiliki 3-20). Pada figure, garis ordinat mewakilkan tekanan
data-data berikut: kedalaman sumur H = 3000m, termasuk tekanan reservoir, laju alir dasar sumur,
ukuran tubing = 73mm (2 7/8 in), densitas relative dan tekanan tubing. Kurva OPR, yang diketahui
gas = 0.65, densitas relative dari air pada reservoir = sebagai kurva outflow dari suatu sumur gas
1.05, viskositas air reservoir = 0.8 MPa.s, dan diturunkan dengan basis kurva IPR dan tekanan
tubing kepala sumur diperoleh menggunakan Berkebalikan dengan hal itu, pada range laju gas
tekanan alir dasar sumur yang diberikan dan formula produksi yang lebih tinggi, diameter tubing yang
aliran tubing. besar memiliki laju efisiensi yang lebih tinggi. Oleh
karena itu, tubing dengan diameter yang besar
digunakan pada periode pengembangan lapangan gas
dengan tujuan melakukan utilisasi secara rasional
energy dari reservoir gas dan memperpanjang
periode produksi gas.
Figure 3-20 juga menunjukkan bahwa penurunan
tekanan pada proses pengangkatan pada sumur gas
tidak tentu untuk menaikan dengan kenaikan dari
laju produksi serta memiliki nilai yang lebih rendah
dari laju produksi kritikal. Ukuran tubing yang
Figure 3-20 Efek dari Ukuran Tubing pada Deliverability Sumur Gas berbeda memiliki laju produksi gas yang berbeda,
beda penurunan tekanan akibat pengangkatan, dan
Kurva IPR dari sumur gas water-bearing dan kurva
beda tekanan tubing. Oleh karena itu, ukuran tubing
OPR untuk ukuran tubing yang berbeda digambarkan
harus secara rasional dipilih dengan tujuan untuk
pada figure 3-20 yang mengindikasi bahwa produksi
memenuhi persyaratan optimasi produksi.
dari sumur gas dikontrol oleh choke, dan kedua garis
lurus A dan B mewakili masing-masing choke Kasus 8. Hasil kalkulasi dari sumur gas Kelaz 2
performance relationship (CPR) dari dua choke ditunjukkan pada table 3-1.
dengan ukuran yang berbeda. Menurut analisis
stabilitas, produksi sumur gas harus dilakukan pada Proses Penyelesaian. Sebagai contoh ambil tekanan
bagian kanan dari nilai puncak untuk setiap kurva alir dasar sumur yaitu 70 MPa, kurva dapat
OPR. Kalau tidak, pressure surge dan pemberhentian digambarkan (figure 3-21). Dapat ditunjukkan
produksi mungkin terjadi. Ketika laju produksi gas bahwa ketika tekanan alir dasar sumur lebih rendah,
harian sangat rendah, tubing dengan diameter yang kehilangan tekanan akan menjadi lebih rendah, dan
besar dapat menyebabkan produksi dari gas berhenti, kebutuhan untuk mengalirkan gas dengan laju
sedangkan diameter yang lebih kecil dapat produksi yang tinggi masih bisa dilakukan.
membantu menjaga produksi sumur gas.
Ukuran Tubing Laju Produksi Harian Tekanan Alir Dasar Sumur (MPa)
(ID mm) (104m3)

Dimana Qmin = laju produksi minimum yang


diperbolehkan, 104 m3/d; D = diameter dalam
tubing, cm; Pwf = tekanan alir dasar sumur,
MPa; Mt = massa relative molecular dari
fluida di bawah; T = temperature alir dasar
Figure 3-21 Kehilangan Tekanan pada berbagai Diameter Dalam Tubing sumur, K; Z = faktor deviasi gas pada kondisi
dibawah Tekanan Alir Dasar Sumur 70 MPa
di dasar sumur, tidak berdimensi.
Metode pemilihan dan penentuan ukuran
Diameter dalam tubing maksimum vs kurva
tubing maksimum dibawah kondisi suatu
laju produksi harian pada suatu sumur gas
sumur gas yang membawa liquid. Ukuran
dibawah kondisi tekanan alir dasar sumur
tubing dari sumur gas harus memenuhi
yang berbeda ditunjukkan pada figure 3-22.
kebutuhan untuk dapat membawa liquid
dengan tujuan menghindari akumulasi liquid Ukuran tubing maksimum yang masih
di dasar lubang karena adanya slip dan diperbolehkan pada kondisi tekanan alir
meningkatkan laju alir dasar sumur yang dasar sumur berbeda dan laju produksi gas
dapat menyebabkan penurunan pada laju harian yang berbeda dapat ditentukan seperti
produksi. Oleh karena itu, ukuran tubing tergambar pada figure 3-22. Ketika ukuran
maksimum yang mencapai limit harus tubing yang terpilih tidak melewati ukuran
ditentukan. Pada umumnya, digunakan maksimum yang diperbolehkan, akumulasi
kalkulasi menggunakan formula Jones Pork. liquid pada bagian bawah sumur dapat
dihindari.
(3-8)
MPa) ketika d = 88.9 mm (3 in). pada
sejarah ksus ini, laju produksi dari system
dapat ditingkatkan sekitar 21% ketika ukuran
tubing diperbesar dari 2 3/8 in menjadi 3
in.
Ukuran tubing maksimum yang dipebolehan
pada laju produksi aliran harian yang berbeda
Figure 3-22 ukuran tubing maksimum yang dapat
membawa liquid dan tekanan alir dasar sumur dapat dihitung
menggunakan persamaan (3-8) dan dilist
Kasus 9. Suatu sumur gas memiliki performa pada table 3-2.
inflow berikut: Qg = 0.3246 (13.4952
Pwf2)0.8294 (Qg = 104 m3/d: MPa). Densitas Metode Pemilihan dan Penentuan Ukuran
relative gas = 0.6. Kedalaman rerservoir Tubing untuk Menghindari Erosi karena
bagian tengah H = 2100 m. temperature Laju Alir Berlebih pada Sumur Gas. Erosi
reservoir = 80oC dan temperature kepala yang serius dapat terjadi pada tubing dari
sumur Twh = 25oC. tekanan tubing kepala sumur gas karena laju alir yang berlebih, oleh
sumur Pwh = 6 MPa. Coba analisa efek dari karena itu mengakibatkan kegagalan pada
ukuran tubing 2 3/8 in. (60.3 mm, diameter tubing. Formula Beggs digunakan pada
dalam 50.7 mm) dan 3 in. (88.9 mm, kalkulasi ini.
diameter dalam 75.9 mm) pada kemampuan
sistem mengalirkan gas (deliverability
system).
Proses Penyelesaian. Kurva pertama dari
IPR sumur gas digambarkan (figure 3-23).
Lalu, kurva TPR (TPR 1 dan TPR 2) pada
ukuran kedua tubing digambarkan,
menggunakan metode kalkulasi dari aliran
tubing vertical sumur gas alami. Hasil
diperoleh seperti berikut dengan
Figure 3-23 Efek dari Ukuran Tubing yang Berbeda pada
mempertemukan IPR dan kedua TPR. Laju Laju Produksi
alir Qg = 15.1 x 104 m3/d (Pwf = 8.97 MPa)
ketika d = 60.3 mm ( 2 3/8 in); dan laju
produksi Q = 18.27 x 104 m3/d (Pwf = 7.37

Ukuran Tubing Maksimum dibutuhkan untuk Membawa Liquid


1. Formula laju erosi Beggs, sumur dan laju produksi gas pada
ditunjukkan pada persamaan (3-9): table 3-3.
(3-9)
Laju produksi gas harian vs. ukuran
tubing minimum anti-erosi dapat
digambarkan dibawah tekanan alir
Dimana Ve = laju alir erosi m/s; = dasar sumur yang berbeda (figure 3-
densitas gas, kg/m3; C = konstan, 24). Ukuran tubing minimum anti-
tidak berdimensi (pada umumnya erosi dibawah tekanan dasar sumur
1.22; 1.5 atau beberapa nilai lainnya yang berbeda dan laju produksi gas
bergantung pada kondisi korosi). ditunjukkan.
2. Formula laju produksi anti-erosi,
ditunjukkan pada persamaan (3-10): Kasus 10. Kegagalan erosi pada
(3-10) dinding tubing dan alat-alat bawah
lubang dapat disebabkan karena
aliran gas yang tinggi di dalam
tubing. Sebagai pertimbangan dari
Dimana Qmax = batas laju produksi
efek erosi pada pemilihan ukuran
anti-erosi, 104 m3/d; A = area internal
tubing untuk sumur gas Kelaz 2,
m2; p = tekanan rata-rata tubing, MPa;
persamaan binomial deliverability
T = temperature rata-rata tubing, K; Z
ditunjukkan pada persamaan (3-11).
= factor deviasi dibawah kondisi
(3-11)
dasar sumur, tidak berdimensi; g =
densitas relative gas.

Ukuran tubing minimum anti-korosi Dimana q = laju alir gas, 104 m3/d;
dapat dikalkulasi dengan persamaan Pwf = tekanan alir dasar sumur,
(3-10) pada kondisi tekanan alir dasar MPa.

Ukuran Tubing Minimum Anti-Erosi


55 MPa. Coba pilih ukuran tubing
yang rasional.
Figure 3-24 Ukuran Tubing MInimum Anti-Korosi
Proses Penyelesaian. Erosi dapat
Densitas relative gas adalah 0.578. disebabkan oeh aliran gas dengan laju
densitas relative dari gas kondensat yang tinggi pada tubing dan akan
adalah 0.843. densitas air reservoir sangat jelas ketika laju alir melebihi
adalah 1.01. water cut adalah 80%. laju alir tertentu (laju alir yang
GLR 145000 m3/m3. Kedalaman dari bersifat erosif). Oleh karena itu,
bagian tengah reservoir adalah 3670 kapasitas dari tubing sumur gas
m. temperature reservoir adalah bergantung pada laju alir erosif. Laju
103.5oC. temperature kepala sumur produksi anti-erosi kritis dapat
adalah 76.2oC. Tekanan tubing adalah
dikalkulasi ditentukan oleh laju alir
erosif dan persamaan (3-10).

Analisis sensitivitas dari ukuran


tubing 193.7 mm (7 5 / 8 in.), 177.8
mm (7 in.), 168.2 mm (6 5 / 8 in.),
139.7 mm (5 in.), dan 127 mm
(5in.) dengan diameter dalam
masing-masing 177.0 mm, 154.0
Figure 3-25 efek dari diameter tubing pada
mm, 147.2 mm, 124.2 mm, dan 112.0 laju alir
mm sehingga laju produksi gas
diperoleh. Laju alir erosive dihitung Penentuan Ukuran Casing
Produksi dari Sumur Gas Alami
dengan substitusi diameter dalam
tubing ke persamaan (3-10). Laju Pemilihan ukuran casing produksi
produksi gas dan laju alir erosive vs dari sumur gas alami harus dapat
kurva ukuran tubing diperoleh (figure dipastikan dapat mengangkat
3-25). Hal ini menunjukkan bahwa resistansi friksi atau konsumsi energy
erosi akan terbentuk bila tubing pada laju produksi gas alami yang
terpilih berukuran kecil. Dengan rasional, ukuran tubing yang
tujuan menghindari erosi dan maksimum dapat membawa liquid,
dan ukuran tubing minimum untuk
mengurangi biaya, tubing terpilih
dapat mengurangi gaya erosi. Sebagai
berada diantara 168.2 mm (6 5/8 in)
contoh, ukuran maksimum dari
dan 177.8 mm (7 in).
matching downhole tools (seperti
katup pengaman dengan diameter luar
maksimum), simulasi di dalam proses
menjadikan sumur produksi, dan
pengukuran dewatering produksi gas
pada periode akhir produsi harus Tubing untuk Sumur
dipertibangkan dengan tujan memilih Pengangkatan Buatan
ukuran tubing yang tepat. Akhirnya,
Ketika energy reservoir tidak cukup
ukuran casing produksi dapat
atau water cut lebih besar daripada
ditentukan (table 3-4).
kecukupan energy reservoir,
Diameter nominal tubing yang sudah pengangakatan buatan digunakan
tertinggal adalah diameter dalam, untuk dapat mengontrol produksi
sedangkan diameter nominal tubing sumur pada tekanan drawdown
internasional adalah diameter luar produksi yang rasional.
(lihat table 3,5 dan 3.6).
3.5 Pemilihan dan Penentuan
Ukuran Casing Produksi dan
Ukuran Tubing yang Sesuai dengan Ukuran Casing Produksi untuk Sumur Minyak dan Gas

Perbandingan Ukuran Tubing Nominal Update dan Tertinggal

Ukuran Casing Produksi yang Umum


Perbedaan metode pengangkatan buatan dibutuhkan pengangkatan buatan selama waterflooding, untuk
karena adanya beda ukuran tubing dan casing menyesuaikan pressure drawdown, utilisasi potensi
produksi yang berakibat pada berbedanya alat yang reservoir, dan memperoleh produksi minyak yang
dibutuhkan untuk mengangkat dan kondisi sumur stabil, laju produksi fluida harian harus secara
yang berbeda. Sebagai contoh, ketika pompa tubing bertahap naik dengan naiknya water cut dan tekanan
konventional 56mm digunakan untuk memompakan alir dasar sumur, oleh karena itu perlu mengatur
minyak, ukuran tubing yang tepat adalah 73 mm atau pressure drawdown yang rasional.
2 7/8 in. dan maksmium diameter pompa yang dapat
Desain komplesi sumur harus dilakukan sebelum
digunakan adalah 89.5 mm dan casing produksi yang
pengeboran. Oleh karena itu kepemimpinan harus
dapat digunakan adalah 139.7 mm (5 1/2in). dapat
disediakan untuk memilih dan menetukan ukuran
dipilih dengan pertimbangan produksi dengan
casing produksi dan tubing. Laju produksi liquid
single-string tanpa sand control. Jika metode di
harian selama pengembangan lapangan minyak,
dalam casing gravel pack sand control digunakan dan
khusunya pada periode tingginya water cut, dan
pompa yang dibutuhkan diatur pada posisi reservoir
kebutuhan untuk tubing dan ukuran casing produksi
(factor ini dipertimbangkan ketika ukuran screen
harus dipertimbangkan.
wire-wrapped terpilih), casing produksi harus lebih
besar dari 177.8 mm atau 7in. Ketika pompa tubing Pada umumnya, laju produksi liquid harian pada
konvensional adalah 110 mm digunakan untuk periode alir relative rendah dan berakibat pada
memompakan minyak, ukuran tubing yang ukuran casing produksi dan tubing yang juga rendah.
digunakan adalah 114.3 mm ( 4 in) dan pompa Setelah menjadi sumur pengangkatan buatan,
memilki diameter maksimum 146 mm dan casing khususnya pada periode dengan water cut yang
produksi berukuran minimal 177.8 mm (7 in) bahkan tinggi, ukuran tubing dan casing produksi yang lebih
jika single string diaopsi pada produksi tanpa sand besar dibutuhkan untuk dapat tetap melakukan
control ini. Jika metode dibutuhkan, casing produksi produksi dengan menggunakan pompa yang besar.
yang lebih dapat diadaptasi adalah 244.5 mm atau 9 Setelah metode pengangkatan suatu sumur minyak
5/8 in. ditentukan, laju alir produksi di masa depan harus
diprediksi sehingga dapat ditentukan ukuran tubing
Ketika ukuran tubing dan casing produksi
dan casing produksi yang sesuai. Kalau tidak, laju
pada sumur pengangkatan buatan ditentukan, metode
produksi akan terbatas karena string yang bekerja
pengangkatan harus dipertimbangkan. Metode
pada sumur minyak. Contohnya, suatu sumur
produksi pengangkatan buatan yang biasanya
memilih sucker rod pump dan conventional tubing
digunakan adalah sucker rod pump, electric
pump sebagai mode pengangkatan buatannya. Laju
submersible pump, hydraulic piston pump, hydraulic
produksi hariannya adalah 50t/d. water cut 10%.
jet pump, screw pump, and gas lift production.
Laju produksi harian 55.6 t. jika efisiensi pompa 60%
Sucker rod pump banyak digunakan di 90% lapangan
dan pompa tubing 56mm dipilih, maka tubing yang
di China. Kunci lain dari penentuan tipe pompa an
sesuai adalah berukuran 73 mm (2 7/8in.), diameter
tubing dan ukuran casing produksi adalah level laju
luar pompa adalah 89.5 mm dan casing produksi
produksi fluida harian pada periode tengah dan akhir
yang sesuai adalah 139.7 mm (5 1/2in) mungkin
proses waterflooding.
dapat digunakan. Walaupun begitu, ketika water
Prediksi Level Laju Produksi Liquid Harian cutnya 90% dan level laju produksi liquid harian
pada Periode dengan Water Cut Tinggi harusnya minimum 400 t/d. jika rata-rata efisiensi
pompa masih 60%, tubing pompa 110 mm yang
Pada sumur baru dengan energi yang memadai,
harus dipilih.
produksi alir dapat dilakukan, tapi dengan laju
produksi liquid harian yang masih rendah karena
tekanan tubing shoe tertentu masih dijaga. Setelah
sumur produksi minyak menjadi sumur