Anda di halaman 1dari 10

EVALUASI

1. Belum dilaksanakanya ronde keperawatan secara rutin


Roleplay Ronde keperawatan dilaksanakan sebanyak 1 kali yaitu pada hari Kamis
tanggal 8 Juni 2017. Persiapan ronde sudah dimulai sejak hari Senin tanggal 05 Juni
2017 dengan mendiskusikan kasus dan pasien untuk ronde keperawatan dan terus
dilanjutkan dengan pelaksanaan asuhan keperawatan selama 1 hari. Roleplay ronde
keperawatan ini dilaksanakan di kamar 7 bed 1 Ruang Komering 1.1 pukul 15.00-
15.30 WIB dengan mengangkat kasus Myelodisplasia syndrome + anemia. Roleplay
dilakukan oleh mahasiswa coners UNSRI dengan posisi peran sebagai berikut :

Kepala ruangan : Nurul Intan


Perawat Primer I : Yunita Ika Sari
Perawat Primer II : Yulia Indah Permata Sari
Perawat Primer III : Fitri
Perawat Konselor I : Louis Destama
Perawat Konselor II : Suliana Mega Lestari
Perawat Pelaksana Tim 1:1. Febri Tri Andini
2. Ulfa Nur Rohmah
3. Hafiza Khoradiyah
4. Noci Dwi Candra Sari
Perawat Pelaksana Tim 2:1. Shilvia Nisa Noviantika
2. Hikmah Utari
3. Muhammad Ibrahim
4. Yunita
Perawat Pelaksana Tim 3:1. Nia Septiani
2. Melia Aini
3. Rini Diana Sari

KARU Komering 1,1 : Linda Aryani, S. Kep, Ns. sebagai pembimbing

Roleplay berisikan rangkaian kerja yang dimulai dari penjelasan pengkajian


mengenai pasien, diagnosa yang muncul, intervensi yang telah dilaksanakan dan rencana
tindak lanjut pasien. Co-ners yang berperan sebagai kepala ruangan mampu menjalankan
tugasnya sebagai kepala ruangan yaitu memimpin jalannya ronde keperawatan, co-ners
yang berperan sebagai ketua tim mampu menjalankan tugasnya yaitu memaparkan
kondisi pasien dan mendiskusikan bersama kepala ruangan dan perawat pelaksana
tindakan apa yang akan dilakukan. Co-ners yang berperan sebagai perawat pelaksana
mampu menjalankan tugasnya yaitu melaksanakan intervensi yang telah dibuat bersama
kepala ruangan dan ketua tim. Co-ners yang berperan sebagai konselor mampu
menjalankan tugasnya yaitu memberikan justifikasi mengenai tindakan keperawatan yang
dilakukan.Memberikan reinforcement, dan memberikan saran.
Roleplay ronde dimulai dengan pre conference yang dipimpin oleh Karu Coners
PSIK Unsri diruang Komering 1.1 pada pukul 15.00 WIB.Pre conference berlangsung
selama 15 menit.Pada saat pre conference dibahas mengenai identitas pasien, pengkajian,
diagnosa yang muncul dan intervensi tindakan.Setelah pre conference dilakukan ronde ke
kamar pasien di kamar 7 bed 1 dan memvalidasi ke pasien mengenai intervensi yang
telah dilakukan oleh perawat pelaksana.Setelah 10 menit, mahasiswa Coners kembali ke
ruangan dan melaksanakan post conference. Pada saat post conference dibahas mengenai
tindak lanjut intervensi pasien. Setelah selesai roleplay, pembimbing memberikan
evaluasi mengenai ronde yang telah dilakukan.Pada kesempatan ini pula Co-ners
mencoba untuk membuat SPO ronde keperawatan dikarenakan di RSMH belum memiliki
SPO tersebut.Berikut resume kegiatan ronde keperawatan:

RESUME HASIL KEGIATAN


PELAKSANAAN RONDE KEPERAWATAN

Hari/ Tanggal : Kamis 1 Juni 2017

Tempat: Ruang perawat Komering 1.1 RSUP dr. Mohammad Hoesin

Acara : Ronde Keperawatan

Acara dihadiri oleh :

1. Pembimbing ruangan

2. Konselor

3. Mahasiswa

Hasil Evaluasi

1. Struktur

Ronde Keperawatan dilaksanakan di Ruang Komering 1.1 Rumah


Sakit Mohamad Hoesin Palembang

Kelompok shift ronde keperawatan hadir di tempat pelaksanaan ronde


keperawatan
Persiapan ronde keperawatan meliputi proposal yang didalamnya
terdapat pengkajian masalah pasien, inform consent dll. Adapun
persiapannya dilakukan selama 3 hari sebelum kegiatan dimulai

2. Proses

Peserta mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir

Ronde Keperawatan dilakukan dengan metode diskusi kepala ruangan,


katim, perawat pelaksana

Kegiatan dimulai dari jam 15.00-15.30

Kegiatan berjalan dengan lancar dan tujuan mahasiswa tercapai dengan


baik

Masing-masing mahasiswa bekerja sesuai dengan tugas

Proses ronde keperawatan dipimpin oleh kepala ruangan dan


dilaksanakan oleh seluruh perawat yang bertugas

Ketua Tim menyajikan data beserta masalah pasien dan intervensi apa
saja yang sudah dilakukan

Seluruh peserta berperan aktif

3. Hasil

Kegiatan dimulai secara fleksibel pada pukul 15.00-15.30, saat pasien


kembali keruangan setelah menjalani pemeriksaan penunjang diagnosa
medisnya

Konselor memberikan masukan yang membangun untuk kesembuhan


pasien

Edukasi gerakan ROM sebagai intervensi diagnosa intoleransi aktivitas


dilakukan pada hari sabtu, 10 Juni 2017 pukul 10.30 dikarenakan pada
saat hari pengkajian yaitu hari jumat, 09 Juni 2017, pasien terlihat
lemas oleh karena puasa untuk tujuan pemeriksaan penunjang diagnosa
medisnya.
4. Ronde Keperawatan

a. Pelaksanaan Kegiatan

Roleplay Ronde keperawatan dilaksanakan sebanyak 1 kali yaitu pada hari


Kamis tanggal 1 Juni 2017. Persiapan ronde sudah dimulai sejak hari Senin
tanggal 5 Juni 2017 dengan mendiskusikan kasus dan pasien untuk ronde
keperawatan dan terus dilanjutkan dengan pelaksanaan asuhan keperawatan
selama 1 hari. Roleplay ronde keperawatan ini dilaksanakan di kamar 7
bed 1 Ruang Komering 1.1 pukul 14.00- 14.45 WIB dengan mengangkat
kasus Myelodisplasia syndrome + anemia

b. Struktur Organisasi

Kepala ruangan : Nurul Intan


Perawat Primer I : Yunita Ika Sari
Perawat Primer II : Yulia Indah Permata Sari
Perawat Primer III : Fitri
Perawat Konselor I : Louis Destama
Perawat Konselor II : Suliana Mega Lestari
Perawat Pelaksana Tim 1:1. Febri Tri Andini
2. Ulfa Nur Rohmah
3. Hafiza Khoradiyah
4. Noci Dwi Candra Sari
Perawat Pelaksana Tim 2:1. Shilvia Nisa Noviantika
2. Hikmah Utari
3. Muhammad Ibrahim
4. Yunita
Perawat Pelaksana Tim 3:1. Nia Septiani
2. Melia Aini
3. Rini Diana Sari

c. Kendala

Adapun kendala yang dihadapi selama melakukan ronde keperawatan :


Ketidakikutsertaan tim medis seperti dokter dalam kegiatan ronde
keperawatan
Belum pernah diadakannya ronde keperawatan oleh perawat di
ruang Komering 1.1
Tingkat pendidikan pasien dan keluarga yang rendah
Sulitnya menemukan waktu yang tepat untuk dilaksanakannya
ronde keperawatan
d. Solusi
Ronde bisa dilakukan dalam 1 tim, dimana yang melakukan
konselor adalah katim atau karu atau jika katim 1 sedang melakukan
ronde atau kegiatan lain, katim 2 bisa ditunjuk sebagai konselor.
Untuk kedepannya apabila bisa melaksanakan ronde lebih baik jika
ada beberapa tenaga medis lain yang tergabung diantaranya dokter
dan ahli gizi
Pasien yang dipilih untuk ronde lebih baik jika pasien yang sudah
lama dirawat di ruangan
e. Evaluasi
Ronde keperawatan telah dilaksanakan selama praktek manajemen di ruang
Komering 1.1 dengan menggunakan metode diskusi, adapun hasil yang
yang dicapai antara lain:
Edukasi latihan ROM bagi pasien yang dilakukan setidaknya
minimal 1 kali dalam sehari
Kurangi kegiatan atau aktivitas yang membuat pasien cepat
kelelahan
Memberikan leaflet ROM kepada pasien agar materi yang sudah
diberikan bisa dengan mudah diingat kembali oleh pasien saat
membacanya
Edukasi rencana aktivitas bertahap kepada pasien dari aktivitas yang
membutuhkan tenaga sedikit sampai bisa beraktivitas secara normal
kembali

2. Belum rapinya arsip status pasien

PERENOVASIAN TEMPAT PENYIMPANAN ARSIP DAN ALAT

Wawancara : menurut kepala ruangan tempat penyimpanan dokumentasi dan arsip, dan
tempat untuk menyimpan alat sudah ada sejak dulu, namun terkadang bukan hanya
tenaga perawat yang menggunakan buku medrec pasien, mengambil arsip dan alat-alat
kesehatan yang ada di komering 1.1 sehingga terlihat berantakan karena tidak
dikembalikan pada tempat semula.

Observasi : Hasil pengamatan yang dilakukan di ruang komering 1.1 terlihat bahwa
peletakan arsip yang ada di komering 1.1 sudah cukup tersusun rapi namun masih ada
beberapa arsip yang ada belum terbagi dan belum ada pembatas antara dokumentasi satu
dengan yang lainnya sehingga akan menyulitkan perawat ketika akan mengambil salah
satunya, sehingga seharusnya diberikan pembatas. Buku medical Record pasien juga
sudah terlihat cukup rapi akan tetapi pembatas sudah tidak ada lagi sehingga seharusnya
diberikan pembatas untuk memudahkan membuka status dan status pasien tetap rapi.
Pada tempat peletakan alat dan barang juga sudah cckup rapi hanya dibenahi ulang untuk
tetap terlihat rapi dan bersih.

Masalah :Belum rapinya arsip status pasien dan alat.

ALTERNATIF PENYELESAIAN MASALAH

Dari masalah arsip dan alat yang ditemukan di ruangan Komering 1.1, dan dengan
mempertimbangkan sumber daya, waktu, kewenangan, dan kemampuan untuk mengatasi
masalah yang ada, maka masalah ini dapat di tindak lanjuti.

Seleksi alternatif penyelesaian masalah dengan menggunakan pembobotan CARL, yaitu :

C = Capability, artinya kemampuan melaksanakan alternatif

A = Accesability, artinya kemudahan dalam melaksanakan alternatif

R = Readiness, Kesiapan dalam melakukan alternatif

L = Leverage, daya ungkit alternatif tersebut dalam menyelesaikan masalah.

Rentang Nilai 1-5 dengan kriteria sebagai berikut

1 = Sangat Kurang sesuai


2 = kurang sesuai
3 = cukup sesuai
4 = sesuai
5 = sangat sesuai

Jadwal waktu dan jenis kegiatan


SCORE
N
ALTERNATIF
JENIS
o KEGIATAN RENCANA TERLAKSANA
PENYELESAIAN
.
MASALAH
lembar
1 pembatas 5 4 4 4
kelengkapan
. status
pasien dengan
menggunakan kertas
kambing yang
dilaminating

Merapikan
2 lembar 5 4 4 4
dokumentasi
.
pembuatan
3 kardus 5 5 5 4
tempat
. penyimpanan
alat kesehatan dan
atk perawat.

PELAKSANAAN

a. Persiapan perangkat
Persiapan perangkat dalam merapikan alat dan dokumen di ruang komering 1.1 dilakukan
dengan berdiskusi terlebih dahulu dengan kepala ruangan.Lalu dilanjutkan dengan
persiapan alat dan bahan yang akan digunakan, persiapan ini dilakukan pada hari rabu
kamis, 7-8 july 2017.
b. Pelaksanaan
Pelaksanaan nya dilakukan pada hari kamis tanggal 8 juli yaitu mendata beberapa status
dan tulisan keterangan yang sudah ada di ruangan untuk dilakukan pembenahan setelah
dilakukan pendataan lalu membuat material yang akan digunakan seperti lebel, kardus,
rak penyimpanan atk, dll. Pada tanggal 9 dilakukan pemberian pembatas pada aris dan
ststus pasien, membedakan dokumen yang masuk dalam map besar.Dan merapikan dan
membenahi tempat penyimpanan alat kesehatan seperti selang oksigen, dll. Pemberian
label pada kunci-kunci ruangan dan nama-nama alat pada wadah serta menuliskan label
silahkan mencuci tangan pada setiap handsrcub yabg bertujuan untuk mengingatkan
pengunjung dan tenaga medis untuk mencuci tangan.Penerapan kegiatan meletakan status
pada tempatnya merupakan salah satu butir paling penting untuk tetap menjaga kerapian
nurse station, tenaga perawat yang ada di komering 1.1 sudah menerapkannya.
c. Evaluasi
evaluasi kegiatan adalah proses untuk mengamati secara terus menerus pelaksanaan dan
mengadakan koreksi terhadap penyimpangan yang terjadi. Untuk butir masalah kerapian
ini sudah dapatr berjalan dengan baik, namun unmtuk peletakan status di kembalikan
pada tempatnya belum berjalan secara maksimal karena bukan saja perawat yang
menggunakan status tersebut namun juga dokter spesialis, ppds, dan co-as,.Untuk
penyimpanan arsip, atk, dan alat kesehatan sudah berjalan cukup baik, dan sudah cukup
rapi.

3. Perawat di ruang komering 1.1 tidak melakukan pengukuran vital sign dan
menimbang TB/BB pasien baru dan head to toe.

Tanggal 5-12 juni 2017 jumlah pasien baru adalah : 12 Orang, dari 12 orang
tersebut tidak ada yang di lakukan salah satu SOP penerimaan pasien baru yaitu
penimbangan berat badan dan tinggi badan.
Pelaksanaan POA tentang penerimaan pasien baru yang seharusnya melakukan
penimbangan berat badan dan tinggi badan dilakukan tanggal 5 juni 2017. Sebelumnya
mahasiswa telah mencontohkan bahwa penerimaan pasien baru seharusnya di lakukan
tindakan penimbangan berat badan dan tinggi badan, tetapi selama kurang lebih 6 hari
perawat belum melakukan salah satu SOP penerimaan pasien baru yaitu penimbangan
berat badan dan tinggi badan. Di karenakan kurangnya tenaga perawat, beban kerja
perawat yang berlebihan dan kurangnya waktu perawat melakukannya.

Perawat sebaiknya memiliki penanggungjawab untuk setiap shift, sehingga saat ada
pasien baru perawat dapat melakukan penerimaan pasien baru sesuai SOP dari Rumah
Sakit. Bagi pasien yang bedrest, sebaiknya berat badan dan tinggi badan di tanyakan
kepada keluarga , adapun jika keluarga tidak mengetahui berat badan dan tinggi badan
pasien, maka harus diukur dengan pengukuran berat badan digital yang mana alat ukur
tersebut dapat digunakan untuk pasien yang bedrest.

Penimbangan berat badan dan tinggi badan merupakan salah satu hal yang sangat
perlu dilakukan karena selisish berat badan 1 kg dapat berpengaruh pada pemberian dosis
obat, nutrisi dan tindakan medis lainnya.

4. Kurang pengetahuan pasien/keluarga pasien cara melatih ROM

LAPORAN HASIL PELAKSANAAN PENDIDIKAN KESEHATAN ROM AKTIF


DAN PASIF

A. Persiapan

Persiapan kegiatan penyuluhan tentang ROM aktif dan pasif dilakukan oleh
mahasiswa Profesi Ners PSIK UNSRI 2016-2017 dengan sebelumnya berkoordinasi
dengan kepala ruangan dalam hal pengadaan penyuluhan di ruang Komering 1.1 meliputi
kamar 1 - 7. Kemudian mahasiswa Profesi Ners PSIK FK UNSRI 2016-2017
mempersiapkan materi yang akan disampaikan melalui media leaflet.

Materi penyuluhan yang dipersiapkan disesuaikan dengan susunan materi yang


telah disusun dalam satuan acara pengajaran (SAP) yaitu tentang pengertian dari ROM
aktif dan pasif, waktu dilaksanakan ROM aktif dan pasif, memperagakan langkah ROM
aktif dan pasif

B. Pelaksanaan

Adapun tujuan umum dari pelaksanaan penyuluhan adalah Setelah dilakukan


penyuluhan, diharapkan keluarga dan pasien mengerti dan memahami tentang pengertian
ROM aktif dan pasif dan dapat melakukan gerakan ROM aktif dan pasif secara mandiri
setelah diperagakan oleh mahasiswa profesi Ners PSIK UNSRI 2016- 2017
Hari/ tanggal : 12 Juni 2017

Tempat : Ruang Rawat Komering 1.1 meliputi kamar 1-7

Pemateri : Para mahasiswa Program profesi Ners 2016-2017

Waktu : 11.00 - selesai

Penyuluhan dimulai setelah melakukan operan keliling para perawat dan mahasiswa
program profesi NERS PSIK FK UNSRI 2016-2017 bersama kepala ruangan meliputi
kamar 1 - 7.Penyuluhan diberikan kepada seluruh pasien dan keluarga yang terdapat di
tujuh ruangan rawat komering 1.1.Materi disampaikan dengan baik. Penyuluhan
dilakukan diawali dengan menanyakan kepada peserta tentang pengetahuan keluarga dan
pasien mengenai apa pengertian dari ROM aktif dan pasif itu sendiri, kemudian
dilanjutkan dengan penjelasan dan diselingi dengan menanyakan pemahaman keluarga
pasien dan pasien mengenai materi yang disampaikan terkait ROM aktif dan pasif.
Kemudian dilakukan pendemostrasian dengan memperagakan gerakan mengenai ROM
aktif dan pasif.

C. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
Kegiatan dilaksanakan di tujuh ruang rawat inap komering 1.1 yaitu kamar 1, kamar 2,
kamar 3, kamar 4, kamar 5, kamar 6, dan kamar 7
Penyuluhan dimulai pukul 11.00 WIB selama 30 menit dan diakhiri pada pukul 13.20
WIB.
Media yang digunakan berupa leaflet.
2. Evaluasi Proses
Penyuluhan dimulai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Durasi
waktu penyuluhan sesuai dengan yang direncanakan yaitu 30 menit.
Sebelumnya peserta memiliki pengetahuan dan informasi yang kurang mengenai ROM
aktif dan Pasif
Mahasiswa menyampaikan pengertian dari ROM aktif dan Pasif, dan mendemonstrasikan
gerakan ROM aktif kepada seluruh pasien, karena pasien dapat mengikuti gerakan yang
diperagakan tanpa menggunakan bantuan.
Kesiapan peserta masih kurang dalam mengikuti penyuluhan dimana peserta masih
belum bisa mengikuti gerakan sepenuhnya ROM aktif yang dilakukan dalam mengikuti
penyuluhan, dikarenakan baru kali pertama mengetahui tentang ROM aktif dan pasif
Peserta dapat kooperatif selama penyuluhan mengenai ROM aktif dan pasif

3. Evaluasi Hasil
Seluruh pasien dan keluarga pasien mengatakan pengetahuan mereka bertambah dengan
adanya pemaparan dan demonstrasi tentang ROM aktif dan pasif
Pasien dan keluarga pasien dapat mengikuti gerakan ROM aktif, hampir seluruhnya
pasien dapat menggerakkan anggota tubuhnya tanpa keterbatasan dan bantuan
Keluarga pasien merasa senang dan sangat berterima kasih dengan adanya pemeparan
dan demonstrasi yang dilakukan mahasiswa program profesi Ners UNSRI Psik 2016-
2017
Keluarga pasien dan pasien dapat menjawab pertanyaan yang diajukan mahasiswa
program profesi Ners mengenai pengertian dann langkah- langkah gerakan ROM aktif
dan pasif.
keluarga pasien dan pasien mendengarkan dan mengikuti penyuluhan dengan baik dan
mengikuti gerakan ROM aktif dan pasif yang dilakukan oleh mahasiswa program profesi
Ners PSIK UNSRI 2016-2017