Anda di halaman 1dari 22

KELOMPOK 3

BAB 2
STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK

DISUSUN OLEH:
KETUA : DINDA SEPHIA
ANGGOTA : DESI RATNA AYU
FASYADILLAH SUFTY ALAIKA
FARIS KURNIAWAN
FAIZAH WAHYU NINGSIH
FINA TARUNA
i

1
KELOMPOK 3

2
KATA PENGANTAR

ASSALAMUALAIKUM WR. WB.

Segala puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah swt, karena atas
berkat rahmat dan hidayahnya, kami kelompok 3 dapat menyusun laporan ini
sebaik mungkin dan menyelesaikannya dengan sebagaimana mestinya.
Shalawat beserta salam kita curahkan kepada junjungan kita Nabi besar,
Nabi Muhammad SAW.

Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas makalah kelompok 3,


mata pelajaran Kimia. Dalam makalah ini terdapat terdapat dua materi pokok
yang telah diberikan oleh pembimbing kami sendiri. Ucapan terima kasih
kami tunjukan kepada pembimbing kami, Ibu Melly Rahmawati, S.Pd. , yang
telah memberikan arahan dalam menyelesaikan penyusunan makalah
mengenai Bab 2.

Makalah ini telah diusahakan untuk dapat diselesaikan dengan sebaik


mungkin. Namun, kami menyadari bahwa makalah kami jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, kami kelompok 3 mengharapkan kritik dan
saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini
di lain waktu. Semoga makalah ini bermanfaat dan menjadi salah satu
referensi dalam ilmu pengetahuan bagi para pembaca dan penyusun
sendiri.

Palembang, 06 Juli 2017

Penyusun

3
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.............................................................................................1

KATA PENGANTAR...........................................................................................3

DAFTAR ISI.......................................................................................................4

BAB I PENDAHULUAN......................................................................................5

1.1 Latar Belakang.......................................................................................5


1.2 Pokok Permasalahan .............................................................................5
1.3 Tujuan Penulisan....................................................................................5
1.4 Manfaat Penulisan..................................................................................5

BAB II PEMBAHASAN ......................................................................................6

2. 1 Teori Atom................................................................................................7
2. 2 Struktur Atom dan perkembangan model atom.......................................7
2. 3 Sistem Periodik........................................................................................12

BAB III PENUTUP ............................................................................................22

3.1 Kesimpulan ................................................................................................22

3. 2 Saran
..........................................................................................................................22

DAFTAR
PUSTAKA..........................................................................................................22

LAMPIRAN ........................................................................................................22

4
TUGAS KIMIA
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Atom merupakan bagian yang sangat kecil dari suatu unsur yang
masih memiliki sifat unsur tersebut. Sebagai contoh, logam emas jika
dipotong potong sedemikian rupa, maka akan diperoleh suatu bagian
yang sangat kecil yang tidak dapat dibagi lagi, namun masih memiliki
sifat emas. Bagian inilah yang disebut atom emas. Atom emas berbeda
jenisnya dengan atom perak, atom aluminium, atau atom besi. Atom-
atom yang sejenis dapat tergabung membentuk molekul unsur.
Contohnya, gas oksigen adalah unsur yang terbentuk dari gabungan
dua atom oksigen sedangkan gas hidrogen adalah unsur yang
terbentuk dari gabungan dua atom hidrogen. Akan tetapi, ada juga
unsur yang berupa atom tunggal, contohnya adalah logam emas. Unsur-
unsur tersebut, baik yang ada dialam contohnya adalah logam emas.
Unsur-unsur tersebut, baik yang ada dialam maupun unsur buatan,
disusun dan dikelompokkan dalam tabel periodik unsur.

1.2 POKOK PERMASALAHAN

1. Apa pengertian dari Atom?


2. Bagaimana teori tentang Atom?
3. Apa saja struktur dari atom dan bagaimana perkembangan modelnya?
4. Apa pengertian dari sistem periodik ?
5. 5.Apa saja tabel dari sistem periodik?

1.3 Tujuan Penulisan

Makalah ini dibuat agar kita dapat mengetahui apa itu atom dan
sistem periodik, lalu kita dapat memahami isi-isi dari atom dan tabel
dari sistem periodik. Kita akan dapat memahami bagian dari atom dan
sistem periodik, jika kita dapat mempelajarinya dengan baik, lalu
menjelaskannya.

5
1.4 Manfaat Penulisan
1. Sebagai pedoman untuk menambah pengetahuan dalam
membuat suatu karya ilmiah.
2. Sebagai referensi bagi penulis dalam pembuatan makalah
berikutnya.

6
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Teori Tentang Atom

1. Democritus (500 SM)

Filsuf dari Yunani ini percaya bahwa semua materi (zat) tersusun
dari partikel yang sangat kecil dan tidak dapat dibagi lagi yang disebut
dengan atomos (tidak dapat dibagi)

2. John Dalton (1766 - 1844)


Seorang guru juga ilmuwan Inggris ini mendefinisikan bahwa
benda terkecil penyusun materi yang tidak dapat dibagi lagi sebagai
"atom". Ia membuat hipotesis yang menjadi dasar berkembangnya
kimia modern. Berikut hipotesis yang telah dibuatnya :

Unsur tersusun atas partikel yang sangat kecil dan tidak dapat dibagi
lagi yang disebut dengan atom
Atom-atom yang menyusun suatu unsur adalah identik, baik massa,
ukuran dan sifatnya sama. Sedangkan atom dari unsur yang berbeda
mempunyai massa, ukuran dan sifat yang beda
Senyawa tersusun dari atom-atom yang terdiri dari dua unsur atau
lebih dengan perbandingan tetap dan tertentu
Atom tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan.
2.2 Struktur Atom dan Perkembangan model Atom

Sampai sekarang tak ada alat yang mampu untuk melihat bagaimana
bentuk dan susunan atom. Penyelidikan dilakukan dengan mengamati
fenomena yang ditimbulkannya. Setelah diamati ternyata atom mempunyai
sifat listrik. Atom tersusun dari partikel-partikel penyusun yang

terdiri dari Elektron, Proton dan Neutron. Elektron bermula dengan


ditemukannya tabung sinar katode oleh Karl Ferdinand Braun. Mengamati
aliran radiasi dari kutub negatif (katode) menuju kutub positif (anode) yang

7
disebut sinar katode. Sifat sinar katode ini disempurnakan oleh Sir William
Crookes.Kemudian penelitian sinar katode disempurnakan oleh Joseph John
Thomson. J.J Thomson menemukan muatan elektron yaitu sebesar 1,76
x 1018 coulomb/gram.Penyelidikan lebih lanjut dilakukan Robert A.Milikan
dengan percobaan tetes minyak.Milikan menyebutkan bahwa muatan 1
elektron adalah 1,6022 x 10-19 C. J.J Thomson kemudian menyebutkan atom
merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan d dalamnya tersebar
muatan negatif elektron. Teori ini dikenal dengan teori roti kismis.

1. Inti Atom dan Proton


Tahun 1886, Eugene Goldstein memodifikasi tabung sinar katode
dengan melubangi lempeng katodenya. Ia menemukan sinar yang
menembus lubang katodenya yang disebut sinar kanal.Selanjutnya,
Wilhelm Wien menyebutkan bahwa sinar kanal tersebut disebut
proton.Untuk mengetahui kedudukan partikel-partikel tersebut, Ernest
Rutherford melakukan percobaan dengan hamburan sinar alfa terhadap
lempeng tipis emas. Rutherford menyimpulkan bahwa atom terdiri dari
inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh
elektron yang bermuatan negatif.

2. Neutron

Tahun 1932, James Chadwick menemukan kejanggalan pada


penelitian Rutherford. Penelitiannya menunjukkan kesalahan pada
perbandingan massa atom hidrogen dan massa atom helium. Chadwick
melakukan percobaan hamburan partikel alfa terhadap boron dan
parafin . Apabila partikel alfa ditembakkan pada lapisan logam boron,
ternyata logam tersebut memancarkan sinar yang serupa dengan
gelombang elektromagnetik berenergi tinggi. Sinar tersebut tidak
dibelokkan oleh medan listrik maupun medan magnet. Percobaan
selanjutnya menunjukkan bahwa sinar tersebut merupakan partikel
netral yang mempunyai massa sedikit lebih besar daripada massa
proton. Partikel ini diberi nama neutron .

8
C. Tanda Atom

-Nomor Atom (Z), adalah jumlah proton terdapat dalam inti atom
-Nomor Massa (A), adalah jumlah proton dan neutron.
secara umum :
A = nomor massa

= jumlah proton ( p ) + jumlah neutron ( n )

A = p+n=Z+n

1). ISOTOP

Adalah atom-atom dari unsur yang sama (mempunyai nomor atom yang
sama) tetapi berbeda nomor massanya.

2). ISOBAR

Adalah atom-atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom


berbeda) tetapi mempunyai nomor massa yang sama.

3). ISOTON

Adalah atom-atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom


berbeda) tetapi mempunyai jumlah neutron yang sama.

9
D. Perkembangan Teori Atom

1) Model Atom Dalton

Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil.


Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dipecah lagi.
Atom suatu unsur sama memiliki sifat yang sama
Senyawa terbentuk jika atom bergabung satu sama lain.
Reaksi kimia hanyalah reorganisasi dari atom-atom
2) Model Atom Thomson

Setelah ditemukannya elektron oleh J.J Thomson, disusunlah model


atom Thomson yang merupakan penyempurnaan dari model atom
Dalton. Menurut Thomson :

Atom terdiri dari materi bermuatan positif dan di dalamnya


tersebar elektron (bagaikan kismis dalam roti kismis)
Atom bersifat netral, yaitu muatan positif dan muatan negatif
jumlahnya sama.

3) Model Atom Rutherford


Rutherford menemukan bukti bahwa dalam atom terdapat inti atom
yang bermuatan positif, berukuran lebih kecil daripada ukuran atom
tetapi massa atom hampir seluruhnya berasal dari massa intinya.

10
Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan berada pada
pusat atom serta elektron bergerak melintasi inti (seperti planet
dalam tata surya).
Atom bersifat netral.
Jari-jari inti atom dan jari-jari atom sudah dapat ditentukan.

4). Model Atom Niels Bohr


Model atomnya didasarkan pada teori kuantum untuk
menjelaskan spektrum gas hidrogen. Menurut Bohr, spektrum garis
menunjukkan bahwa elektron hanya menempati tingkat-tingkat
energi tertentu dalam atom.
Menurutnya :
Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan di sekitarnya
beredar elektron-elektron yang bermuatan negatif.
Elektron beredar mengelilingi inti atom pada orbit tertentu dengan
gerakan stasioner (tetap), selanjutnya disebut dengan tingkat energi
utama (kulit elektron) yang dinyatakan dengan bilangan kuantum
utama (n).
Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energinya akan
tetap
Elektron hanya dapat berpindah dari lintasan stasioner

yang lebih rendah ke lintasan stasioner yang lebih tinggi jika menyerap
energi. Sebaliknya, jika elektron berpindah dari lintasan stasioner yang lebih
tingi ke rendah terjadi pelepasan energi. Elektron-elektron yang mengelilingi
inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut dengan kulit elektron atau
tingkat energi. Elektron menempati mulai dari kulit pertama K (dekat atom),
kulit kedua disebut L, kulit ketiga disebut M, dan seterusnya. Tiap tiap kulit
elektron hanya dapat ditempati oleh maksimum 2n2, dengan n adalah nomor
kulit Jumlah elektron yang menempati kulit terluar disebut elektron valensi.
Contoh elektron valensi K adalah 1

5). Model Atom Modern ( Mekanika Kuantum )


Dikembangkan berdasarkan teori mekanika kuantum yang
disebut mekanika gelombang; diprakarsai oleh 3 ahli :

11
Louis Victor de Broglie
Menyatakan bahwa materi mempunyai dualisme sifat yaitu sebagai
materi dan sebagai gelombang.
Werner Heisenberg
Mengemukakan prinsip ketidakpastian untuk materi yang bersifat
sebagai partikel dan gelombang.
Erwin Schrodinger (menyempurnakan model Atom Bohr)
Berhasil menyusun persamaan gelombang untuk elektron dengan
menggunakan prinsip mekanika gelombang.

Teori tentang Model Atom Modern :


Atom terdiri dari inti atom yang mengandung proton dan neutron
sedangkan elektron-elektron bergerak mengitari inti atom dan berada
pada orbital-orbital tertentu yang membentuk kulit atom.
Orbital yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan
energi tertentu dapat ditemukan dengan kemungkinan terbesar.
Kedudukan elektron pada orbital-orbitalnya dinyatakan dengan
bilangan kuantum.
Orbital digambarkan sebagai awan elektron yaitu : kemungkinan
ditemukan. Semakin rapat awan elektron maka semakin

besar kemungkinan elektron ditemukan dan sebaliknya.

2.3 Sistem Periodik Unsur

1. Perkembangan Sistem Periodik

1. Triade Dobereiner
menyatakan : Bila unsur-unsur dikelompokkan berdasarkan kesamaan
sifat dan diurutkan nomor massa atomnya, maka disetiap kelompok
terdapat tiga unsur dimana nomor massa unsur yang di tengah
merupakan rata-rata dari massa unsur yang di tepi.- Dikemukakan oleh
Johan Wolfgang Dobereiner (Jerman).
- Unsur-unsur dikelompokkan ke dalam kelompok tiga unsur yang
disebut Triade.
- Dasarnya : kemiripan sifat fisika dan kimia dari unsur-unsur tersebut.

12
No atom Li = 3, No atom K = 19, maka No. atom Na = (3+19)/2 = 11

Oktaf Newlands
menyatakan : Jika unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom,
maka sifat unsur tersebut akan berulang setelah unsur kedelapan

- Dikemukakan oleh John Newlands (Inggris).


- Unsur-unsur dikelompokkan berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya
(Ar).
- Unsur ke-8 memiliki sifat kimia mirip dengan unsur pertama; unsur ke-9
memiliki sifat yang mirip dengan unsur ke-2 dst.
- Sifat-sifat unsur yang ditemukan berkala

Berdasarkan Daftar Oktaf Newlands di atas; unsur H, F dan Cl mempunyai


kemiripan sifat.
Sistem Periodik Mendeleev

- Dua ahli kimia, Lothar Meyer (Jerman) dan Dmitri Ivanovich Mendeleev
(Rusia) berdasarkan pada prinsip dari Newlands, melakukan penggolongan
unsur.
- Lothar Meyer lebih mengutamakan sifat-sifat kimia unsur sedangkan
Mendeleev lebih mengutamakan kenaikan massa atom.
- Menurut Mendeleev : sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari massa
atom relatifnya. Artinya : jika unsur-unsur disusun menurut kenaikan massa
atom relatifnya, maka sifat tertentu akan berulang secara periodik.

13
- Unsur-unsur yang memiliki sifat-sifat serupa ditempatkan pada satu lajur
tegak, disebut Golongan.
- Sedangkan lajur horizontal, untuk unsur-unsur berdasarkan pada kenaikan
massa atom relatifnya dan disebut Periode.
Sistem Periodik Modern
- Dikemukakan oleh Henry G Moseley, yang berpendapat bahwa sifat-sifat
unsur merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya.
- Artinya : sifat dasar suatu unsur ditentukan oleh nomor atomnya bukan oleh
massa atom relatifnya (Ar).
- Pada lajur mendatar disebut periode, lajur tegak disebut golongan

2. Hubungan Konfigurasi Elektron dan Sistem Periodik

14
Jumlah kulit elektron menunjukkan letak periode.
Pada konfigurasi unsur-unsur periode ke-2 mempunyai jumlah kulit
sebanyak 2 buah
Contoh :
9F :2,7 periode ke-2
12Mg :2,8,2 periode ke-3
31Ga : 2 , 8 , 18 , 3 periode ke-4

Jumlah elektron valensi suatu atom unsur menunjukkan golongan


Pada konfigurasi unsur-unsur golongan ke-2, elektron valensi golongan
IIA mempunyai elektron valensi sebanyak 2 elektron
Contoh : __
4 Be :22 |
12Mg :282 |----> golongan IIA
20Ca : 2 8 8 2 __|

3. Sifat-Sifat Keperiodikan

1). Jari-Jari Atom

Adalah jarak dari inti atom sampai ke elektron di kulit terluar. Besarnya
jari-jari atom dipengaruhi oleh besarnya nomor atom unsur tersebut.

Semakin besar nomor atom unsur-unsur segolongan, semakin banyak pula


jumlah kulit elektronnya, sehingga semakin besar pula jari-jari atomnya.
Jadi : dalam satu golongan (dari atas ke bawah), jari-jari atomnya semakin
besar.

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), nomor atomnya bertambah yang
berarti semakin bertambahnya muatan inti, sedangkan jumlah kulit
elektronnya tetap. Akibatnya tarikan inti terhadap elektron terluar makin
besar pula, sehingga menyebabkan semakin kecilnya jari-jari atom.
Jadi : dalam satu periode (dari kiri ke kanan), jari-jari atomnya semakin kecil.

15
2). Jari-Jari Ion

Ion mempunyai jari-jari yang berbeda secara nyata (signifikan) jika


dibandingkan dengan jari-jari atom netralnya.

Ion bermuatan positif (kation) mempunyai jari-jari yang lebih kecil,


sedangkan ion bermuatan negatif (anion) mempunyai jari-jari yang lebih
besar jika dibandingkan dengan jari-jari atom netralnya.

3). Energi Ionisasi ( satuannya = kJ.mol-1 )

Adalah energi minimum yang diperlukan atom netral dalam wujud gas
untuk melepaskan satu elektron sehingga membentuk ion bermuatan
+1 (kation).

Jika atom tersebut melepaskan elektronnya yang ke-2 maka akan


diperlukan energi yang lebih besar (disebut energi ionisasi kedua), dst.

EI 1< EI 2 < EI 3 dst

-Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), EI semakin kecil karena jari-
jari atom bertambah sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar
semakin kecil. Akibatnya elektron terluar semakin mudah untuk
dilepaskan.

-Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), EI semakin besar karena jari-
jari atom semakin kecil sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar
semakin besar/kuat. Akibatnya elektron terluar semakin sulit untuk
dilepaskan.

4). Afinitas Elektron ( satuannya = kJ.mol-1 )

16
Adalah energi yang dilepaskan atau diserap oleh atom netral dalam wujud
gas apabila menerima sebuah elektron untuk membentuk ion negatif
(anion).

Semakin negatif harga afinitas elektron, semakin mudah atom tersebut


menerima/menarik elektron dan semakin reaktif pula unsurnya.

Afinitas elektron bukanlah kebalikan dari energi ionisasi.

Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga afinitas elektronnya


semakin kecil.

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga afinitas elektronnya sUnsur
golongan utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif, kecuali
golongan IIA dan VIIIA.

Afinitas elektron terbesar dimiliki golongan VIIA.

6). Sifat Logam dan Non Logam

Sifat logam dikaitkan dengan keelektropositifan, yaitu kecenderungan


atom untuk melepaskan elektron membentuk kation.

Sifat logam bergantung pada besarnya energi ionisasi ( EI ).

Makin besar harga EI, makin sulit bagi atom untuk melepaskan Sifat
non logam dikaitkan dengan keelektronegatifan, yaitu kecenderungan
atom untuk menarik elektron.

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), sifat logam berkurang sedangkan
sifat non logam bertambah.

Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), sifat logam bertambah


sedangkan sifat non logam berkurang.

Unsur logam terletak pada bagian kiri-bawah dalam sistem


periodikunsur, sedangkan unsur non logam terletak pada bagian kanan-
atas.

17
Unsur yang paling bersifat non logam adalah unsur-unsur yang terletak
pada golongan VIIA, bukan golongan VIIIA.

Unsur-unsur yang terletak pada daerah peralihan antara unsur logam


dengan non logam disebut unsur Metaloid ( = unsur yang mempunyai sifat
logam dan sekaligus non logam ). Misalnya : boron dan silikon

7). Kereaktifan

Kereaktifan bergantung pada kecenderungan unsur untuk melepas atau


menarik elektron.

Unsur logam yang paling reaktif adalah golongan IA (logam alkali).

Unsur non logam yang paling reaktif adalah golongan VIIA (halogen).

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), mula-mula kereaktifan menurun,


kemudian semakin bertambah hingga golongan VIIA.

Golongan VIIIA merupakan unsur yang paling tidak reaktif

D. SIFAT-SIFAT PERIODIK UNSUR

Meliputi :

1). Jari-Jari Atom

Adalah jarak dari inti atom sampai ke elektron di kulit terluar.

Besarnya jari-jari atom dipengaruhi oleh besarnya nomor atom unsur


tersebut.

Semakin besar nomor atom unsur-unsur segolongan, semakin banyak pula


jumlah kulit elektronnya, sehingga semakin besar pula jari-jari atomnya.

Jadi : dalam satu golongan (dari atas ke bawah), jari-jari atomnya semakin
esar.

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), nomor atomnya bertambah yang
berarti semakin bertambahnya muatan inti, sedangkan jumlah kulit

18
elektronnya tetap. Akibatnya tarikan inti terhadap elektron terluar makin
besar pula, sehingga menyebabkan semakin kecilnya jari-jari atom.

Jadi : dalam satu periode (dari kiri ke kanan), jari-jari atomnya semakin
kecil.

2). Energi Ionisasi

Adalah energi minimum yang diperlukan atom netral dalam bentuk gas
untuk melepaskan satu elektron membentuk ion bermuatan +1.

Jika atom tersebut melepaskan elektronnya yang ke-2 maka akan


diperlukan energi yang lebih besar (disebut energi ionisasi kedua), dst.

EI 1< EI 2 < EI 3 dst

Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), EI semakin kecil karena jari-
jari atom bertambah sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar
semakin kecil. Akibatnya elektron terluar semakin mudah untuk
dilepaskan.

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), EI semakin besar karena jari-jari
atom semakin kecil sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar
semakin besar/kuat. Akibatnya elektron terluar semakin sulit untuk
dilepaskan.

4). Keelektronegatifan

Adalah energi yang dilepaskan atau diserap oleh atom netral dalam bentuk
gas apabila menerima sebuah elektron untuk membentuk ion negatif.

Semakin negatif harga afinitas elektron, semakin mudah atom tersebut


menerima/menarik elektron dan semakin reaktif pula unsurnya.

Afinitas elektron bukanlah kebalikan dari energi ionisasi.

Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga afinitas elektronnya


semakin kecil.

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga afinitas elektronnya


semakin besar.

19
Unsur golongan utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif, kecuali
golongan IIA dan VIIIA.

Afinitas elektron terbesar dimiliki golongan VIIA.

4). Keelektronegatifan

Adalah kemampuan suatu unsur untuk menarik elektron dalam molekul


suatu senyawa (dalam ikatannya).

Diukur dengan menggunakan skala Pauling yang besarnya antara 0,7


(keelektronegatifan Cs) sampai 4 (keelektronegatifan F).

Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan besar, cenderung


menerima elektron dan akan membentuk ion negatif.

Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan kecil, cenderung


melepaskan elektron dan akan membentuk ion positif.

Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga keelektronegatifan


semakin kecil.

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga keelektronegatifan


semakin besar.

4). Keelektronegatifan

Adalah energi yang dilepaskan atau diserap oleh atom netral dalam
bentuk gas apabila menerima sebuah elektron untuk membentuk ion
negatif.

Semakin negatif harga afinitas elektron, semakin mudah atom tersebut


menerima/menarik elektron dan semakin reaktif pula unsurnya.

Afinitas elektron bukanlah kebalikan dari energi ionisasi.

Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga afinitas elektronnya


semakin kecil.

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga afinitas elektronnya


semakin besar.

20
Unsur golongan utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif,
kecuali golongan IIA dan VIIIA.

Afinitas elektron terbesar dimiliki golongan VIIA.

4). Keelektronegatifan

Adalah kemampuan suatu unsur untuk menarik elektron dalam molekul


suatu senyawa (dalam ikatannya).

Diukur dengan menggunakan skala Pauling yang besarnya antara 0,7


(keelektronegatifan Cs) sampai 4 (keelektronegatifan F).

Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan besar, cenderung


menerima elektron dan akan membentuk ion negatif.

Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan kecil, cenderung


melepaskan elektron dan akan membentuk ion positif.

Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga keelektronegatifan


semakin kecil.

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga keelektronegatifan


semakin besar.

21
BAB 3

PENUTUP

A. Kesimpulan

Struktur atom merupakan satuan dasar materi yang terdiri dari inti
atom beserta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya.
Inti atom mengandung campuran proton yang bermuatan positif dan
neutron yang bermuatan netral (terkecuali pada Hidrogen-1 yang tidak
memiliki neutron).

Model atom Dalton memiliki kelebihan yaitu mulai membangkitkan minat


terhadap penelitian mengenai model atom. Namun terdapat pula
kelemahan yaitu teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan
dapat menghantarkan arus listrik. Bagaimana mungkin bola pejal dapat
menghantarkan arus listrik? padahal listrik adalah elektron yang sistem
periodik unsur, memuat :

perkembangan sistem periodik unsur

unsur-unsur dalam sistem periodik unsur

sifat-sifat unsur dalam sistem periodik

kecenderungan jari-jari unsur dalam sistem periodik

sifat keelektronegatifan unsur dalam sistem periodik

energi ionisasi unsur dalam sisitem periodik

sifat unsur dalam satu golongan dan satu periode

B. Saran

Bagi para pembaca makalah ini, sebaiknya tidak merasa puas, karena
masih banyak ilmu-ilmu yang didapat dari berbagai sumber. Sebaiknya
mencari sumber lain untuk lebih memperdalam materi mengenai Kimia
Unsur Alangkah baiknya jika mempelajari juga unsur-unsur kimia yang lain
dalam tabel periodik.

22