Anda di halaman 1dari 20

AKUNTANSI MANAJEMEN TRADISIONAL (BIAYA PRODUK)

PENDAHULUAN
Akuntansi manajemen timbul akibat adanya kebutuhan akan Informasi akuntansi
yang dapat membantu manajemen dalam memimpin suatu perusahaan yang semakin besar
dan semakin kompleks. Akuntansi manajemen merupakan suatu sistem informasi yang
mana dengan informasi ini manajer dapat mengambil keputusan- keputusan dalam hal
memimpin serta mengendalikan kegiatan-kegiatan perusahaan. Akuntansi manajemen akan
memberikan informasi-informasi penting yang nantinya akan digunakan perusahaan. Ibarat
sirkulasi darah dalam tubuh, informasi yang tepat akan dibutuhkan perusahaan sama seperti
tubuh akan membutuhkan sirkulasi darah bagi kesehatan tubuh. Informasi yang tepat tentu
akan memberikan kontribusi yang baik bagi perusahaan untuk mencapai tujuaannya.
Akuntansi manajemen merupakan bagian dari akuntansi yang bertujuan membantu
manajer untuk menjalankan tiga fungsi pokoknya, yaitu perencanaan, pengendalian, dan
pengambilan keputusan. Kehadiran akuntansi manajemen dalam perusahaan akan
memberikan informasi-informasi kepada manajemen untuk membantu pihak-pihak internal
untuk mencapai tujuan perusahaan. Informasi akuntansi manajemen nantinya akan disusun
untuk keperluan para pembuat keputusan. Peningkatan persaingan global telah memberikan
tantangan besar terhadap manajer dan para ahli dengan paradigma bahwa jika akuntansi
manajemen ingin menjaga relevansinya, maka dibutuhkan adaptasi untuk menghadapi
perubahan kebutuhan manajer (Pavlatos dan Paggios, 2009). Hal ini diyakinkan oleh
Johnson dan Kaplan (1987), dalam bukunya Relevanve Lost : The Rise and Fall of
Management Accounting , yang menyatakan bahwa relevansi akuntansi sebagai alat
manajemen berkurang sejak tahun 1925 di Amerika. Hal ini dapat dibuktikan dengan
kenyataan, bahwa dalam tahun 80-an, perusahaan Amerika kalah persaingan dengan
perusahaan Jepang, yang menerapkan sistem akuntansi baru berdasarkan falsafah Just In
Time (JIT) atau tepat waktu dan menggunakan konsep -konsep baru dalam akuntansi
manajemen, sedangkan perusahaan Amerika masih menerapkan konsep-konsep tradisional.
Praktik-praktik akuntansi manajemen tradisional sudah tidak mampu lagi melayani
kebutuhan manajerial. Kalkulasi biaya produk yang lebih akurat lebih berguna serta dapat
menjelaskan secara rinci pengeluaran yang terjadi. Hal ini dibutuhkan untuk membantu
manajer meningkatkan kualitas, produktifitas, dan mengurangi biaya.

Page 1 of 20
LANDASAN TEORI
Perubahan peran akuntansi manajerial dalam lingkungan bisnis yang dinamis
Pada dasarnya, semua jenis organisasi baik pabrikan, pengecer, jasa, pertanian,
organisasinirlaba, dan pemerintah, memiliki suatu set tujuan atau objektif dan informasi
yangdibutuhkan manajer untuk mencapai tujuan.
Akuntansi manajerial merupakan proses pendidentifikasian, pengukuran,
penganalisaan, penginterpretasian, dan pengkomunikasian informasi dalam mencapai
tujuan-tujuan organisasi. Akuntansi manajerial merupakan bagian yang melengkapi
prosesmanajemen dan akuntan manajerial merupakan rekan strategik yang penting dalam
suatu timmanajemen organisasi.
Peran dari akuntansi manajerial sekarang ini sangatlah berbeda dengan beberapa
dekade yang lalu. Di masa lalu, akuntan manajerial beroperasi dalam kapasitas kepegawaian
yang keras. Sekarang ini, akuntan manajerial melayani sebagai konsultan bisnis
intern,diaman bekerja dari sisi ke sisi dalam tim lintas fungsi dengan manajer dari semua
area darisuatu organisasi.

Managing Resources, Activities, and People


Dalam mengejar tujuan, suatu organisasi menuntut sumber daya, mempekerjakan
orang, danmenyatukan mereka dengan kumpulan aktivitas yang terorganisasi. Tim
manajemenmelakukan empat aktivitas :
1. Pembuatan keputusan (decision making)
2. Perencanaa (planning)
3. Pengarahan aktivitas operasional (directing operasional activities)
4. Pengendalian (controlling)

Bagaimana Akuntansi Manajerial Menambah Nilai Bagi Organisasi


Akuntan manajerial menambah nilai untuk suatu organisasi dengan memberikan lima
objektif utama, yaitu:
1. Memberikan informasi untuk pengambilan keputusan dan perencanaan, serta secara
proaktif berpartisipasi sebagai bagian dari tim manajemen dalam pembuatan
keputusandan proses perencanaan.
2. Membantu manajer dalam mengarahkan dan mengontrol aktivitas operasi
3. Memotivasi manajer dan karyawan lainnya untuk mencapai tujuan organisasi

Page 2 of 20
4. Mengukur kinerja dari aktivitas, unit sub, manajer dan karyawan lainnya dalam
suatuorganisasi
5. Menilai posisi daya saing organisasi, dan bekerja dengan manajer lain untuk
memastikan daya saing organisasi secara jangka panjang dalam organisasi

Balanced scorecard merupakan model dari evaluasi kinerja suatu bisnis


yangmenyeimbangkan ukuran atas kinerja keuangan, operasi intern, inovasi dan
pembelajaran,serta kepuasan pelanggan.

Managerial vs Financial Accounting


Akuntansi keuangan merupakan penggunaan informasi akuntansi untuk pelaporan kepada
sekelompok orang di luar organisasi. Laporan keuangan yang di publikasikan dan laporan
keuangan lainnya merupakan bentuk dari informasi akuntansi keuangan. Pengguna
informasi ini yaitu pengguna eksternal, seperti: pemegang saham, analis keuangan, serikat
buruh, grup pelanggan dan agensi pemerintah. Sedangkan akuntansi manajerial merupakan
informasiyang digunakan manajer di setiap tingkatan dalam organisasi untuk pembuatan
keputusan, perencanaan, pengarahan dan pengendalian dalam operasi organisasi, dan juga
digunakanuntuk menilai posisi daya saing. Perbedaan Managerial dan financial accounting
sbb:

Page 3 of 20
Dimana Akuntan Manajerial Ditempatkan dalam suatau Organisasi?
Struktur Organisasi
1. Line and staff positions, Manajer diline positions secara langsung terlibat dalam
ketentuan atas barang dan jasa.Sedangkan staff positions mensupervisi aktivitas yang
menopang misi keseluruhansuatu organisasi, tapi mereka terlibat secara tidak
langsung dalam aktivitas operasional
2. CFO atau controller, Jabatan yang diberikan sebagai pimpinan manajerial sebagai
akuntan keuangan. Dalamorganisasi lain biasa disebut sebagai controller.
3. Bendahara, bertanggung jawab atas timbulnya modal dan penjagaan aset organisasi
4. Audit Internal ,meninjau prosedur, pencatatan, dan laporan akuntansi baik pada
bendahara maupun controller.

Tema Utama dalam Akuntansi Manajerial


1. Informasi dan Insentif, kebutuhan informasi merupakan pendorong di balik
akuntansi manajerial. Sehingga,informasi akuntansi manajerial sering melayani dua
fungsi: fungsi pemfasilitasikeputusan dan fungsi pemengaruh keputusan. Informasi
biasanya di berikan kepada pembuat keputusan untuk menolong manajer memilih
suatu alternative, dan jugainformasi digunakan untuk mempengaruhi keputusan
manajemen.
2. Isu Perilaku, reaksi baik oleh individu maupun kelompok atas informasi akuntansi
akan secarasignifikan mempengaruh peristiwa dalam suatu organisasi. Sehingga,
semakin baik pengertian akuntan manajerial atas perilaku manusia, maka akan lebih
efektif dalammenghasilkan informasi.
3. Biaya dan Keuntungan, informasi merupakan komoditas, dimana terdapat biaya dan
keuntungan yangdihubungkan dengan informasi akuntansi manajerial. Teknik

Page 4 of 20
akuntansi manajerialtertentu yang diinginkan atau informasi harus ditentukan dengan
pertimbangan biayadan keuntungan.
4. Evolusi dan Adaptasi dalam Akuntansi Manajerial, lingkungan bisnis berubah
dengan tajam, sehingga akuntansi manajerial harus beradaptasi untuk mencerminkan
perubahan tersebut. Terdapat beberapa perubahandalam dunia bisnis, yaitu
1) E-business
2) Perusahaan jasa vs perusahaan pabrikan
3) Munculnya industri-industri baru
4) Kompetisi global
5) Fokus pada pelanggan
6) Tim lintas fungsi
7) Pabrikan dengan metode komputerisasi
8) Siklus hidup produk dan keanekaragaman
9) Kompetisi berbasis waktu
10) Teknologi informasi dan teknologi
11) Manajemen persediaan
12) ust -in-Time
13) Total quality management
14) Pengembangan secara berkala

Sistem Manajemen Biaya


Sistem manajemen biaya merupakan sistem kendali dan perencanaan manajemen dengan
objektif berikut ini:
Untuk mengukur biaya dari sumber daya yang dipakai dalam melaksanakan
aktivitasorganisasi yang signifikan.
Untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi biaya yang tidak menambah nilai.
Untuk menentukan efisiensi dan efektivitas atas semua aktivitas utama yang
dilakukandalam suatu perusahaan.
Untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi aktivitas baru yang dapat meningkatkankinerja
masa depan dari suatu organisasi.

Page 5 of 20
Manajemen Biaya Strategik dan Rantai Nilai
Sejalan dengan analisis rantai nilai, manajer harus dengan teliti menentukan
rantaiatas aktivitas yang berhubungan dengan mengidentifikasi ketidakleluasaan yang
dapatmenghambat suatu organisasi dalam mencapai pencapaian pada tingkatan
tertinggi.Theory of constraints digunakan untuk menemukan aktivitas dalam perusahaan
yang menjadi penghambat, dimana berbagai usaha akan dilakukan atas aktivitas
penghambat tersebut agar melalui perbaikan tersebut, perusahaan dapat dimampukan untuk
mencapai pencapaiantertinggi yang telah dirumuskan dalam tujuan perusahaan.
Konsep Dasar Manajemen Biaya dan Akuntansi untuk Operasi Kostumisasi
Biaya (cost ) didefinisikan sebagai pengorbanan yang dilakukan, biasanya diukur oleh
sumber daya yang diberikan untuk mencapai maksud khusus. Ada juga yang istilah yang dikenal beban
(expense)didefinisikan sebagai biaya yang terjadi pada saat suatu aset
digunakanataudijual sebagai tujuan mendapatkan pendapatan.
Biaya terbagi dua, yaitu biaya produk dan biaya periode. Biaya produk ialah biaya
yang dikategorikan ke produk yang telah dibeli atau diproduksi untuk dijual kembali,
dimana biaya produk digunakan untuk menilai persediaan dari barang yang diproduksi
sampai barangterjual. Dalam periode penjualan, biaya produk dikategorikan sebagai
beban yang dinamakanharga pokok penjualan. Sedangkan, biaya periode ialah semua
biaya diluar biaya produk,dimana biaya ini diidentifikasi dengan periode waktu yang
terjadi bukan dengan unit yangdibeli atau barang yang diproduksi. Contohnya ialah
semua biaya penelitian dan pengembangan, penjualan dan administratif.

Manufacturing Operations and Manufacturing Costs


1. Mass-Customization Manufacturing
Dalam lingkungan produksi kostumisasi missal, banyak komponen terstandar
dikombinasikan dalam cara yang berbeda untuk memproduksi produk yang dibuat
berbeda untuk memenuhi pesanan pelanggan. Contohnya: Dell Computer Corporationdan
Gateway 2000.
2. Manufacturing Costs
Untuk membantu manajer dalam perencanaan, pembuatan keputusan, dan
manajemen biaya, maka akuntan manajerial mengklasifikasikan biaya berdasarkan area
fungsionaldari organisasi yang berhubungan dengan biaya. Beberapa contoh yaitu:
produksi, pemasaran, administrasi dan penelitian dan pengembangan. Biaya
produksidiklasifikasikan dalam tiga kategori, yaitu: yang pertama bahan baku langsung
Page 6 of 20
yaitu Bahan mentah yang digunakan dalam proses produksi, dimana secara fisik
dihubungkan dengan barang jadi, dan dapat ditelusuri ke produk dengan
mudahdiklasifikasikan sebagai bahan baku langsung. Contoh: lembar besi untuk
pembuatan mobil Subaru, kedua tenaga kerja langsung yaitu Biaya gaji, upah, dan
keuntungan lainnya untuk karyawan yang bekerja secaralangsung atas barang yang
diproduksi diklasifikasikan sebagai biaya tenaga kerja langsung contoh : gaji kepada
karyawan Comet Computers dalam perakitankomputer dan overhead produksi yang
terdiri dari :
Bahan baku tidak langsung, Biaya bahan yang dibutuhkan untuk proses produksi
tapi tidak menjadi bagian yangutuh atas barang jadi. Contoh: biaya baut dan mur
dalam departemen pabrik besidi Ford Motor Company.
Tenaga kerja tidak langsung, Biaya karyawan yang tidak bekerja secara langsung
untuk produk, tapi yang jasanyadiperlukan untuk proses produksi. Seperti:
supervisors, pekerja pembersih, dan petugas keamanan.
Biaya pabrik lainnya, Semua biaya pabrik lainnya yang terjadi di luar biaya bahan
baku dan tenaga kerja.Biaya ini meliputi depresiasi gedung dan peralatan, pajak
property, asuransi, dan utilities(seperti listrik, air, dan sejenisnya). Departemen jasa
juga termasuk dalam biaya ini, dimana tidak secara langsung bekerja untuk produksi
barang tetapidiperlukan untuk proses produksi, seperti departemen pemeliharaan
peralatan.Biaya lainnya yang tercakup yaitu overtime premium, dimana
merupakankompensasi lebih yang dibayarkan kepada karyawan yang bekerja di atas
waktunormal yang telah dijadwalkan. Contoh: Comet Computers membayar $16 per
jam untuk perakit. Ide time juga dapat menjadi penyebab dikeluarkan biaya,
olehkarena mesin tidak dioperasikan tetapi biaya gaji tetap berjalan bagikaryawannya.
3. Manufacturing Cost Flow
Bahan baku, tenaga kerja dan overhead pabrik merupakan tiga jenis biaya produksiyang
terjadi. Biaya-biaya ini merupakan biaya produk karena mereka di masukkan digudang
sampai periode waktu dimana barang tersebut dijual. Pada saat barang telah jadi, biaya-
biayanya ditransfer dari persediaan barang dalam proses menjadi persediaan barang jadi.
Biaya-biaya tersebut dikenal dengan sebutan biaya barang produksi.Setelah barang
dijual, sehingga mengurangi persediaan barang jadi, maka beban dari periode terjadi pada
saat penjualan dilakukan.
4. Production Cost in Service Industry and Non profit Organizations

Page 7 of 20
Perusahaan-perusahaan yang terdapat dalam industri jasa dan banyak organisasi
nirlaba juga sering dihubungkan dengan produksi, tetapi yang membedakannya ialah
jenis yangdihasilkan, yaitu jasa yang tidak dapat digudangkan menjadi persediaan.
Sebagaicontoh: Air France menawarkan jasa trasportasi udara. Bahan baku langsung
meliputi biaya bahan bakar jet, bagian-bagian pesawat, serta makanan dan minuman.
Tenagakerja langsung meliputi gaji dari kru penerbangan dan upah karyawan
pemeliharaan pesawat. Biaya over head meliputi depresiasi dari peralatan yang
menangani bagasi,asuransi, dan biaya pendaratan air port. Dengan demikian, psroses
pencatatan dan pengklasifikasian biaya juga penting dalam perusahaan jasa maupun
organisasi nirlabaseperti layaknya perusahaan manufaktur.

Konsep Dasar Manajemen Biaya: Biaya yang Berbeda untuk Tujuan yang Berbeda
Frase biaya yang berbeda untuk tujuan yang berbeda biasanya digunakan untuk
menyampaikan ide bahwa karakteristik yang berbeda atas biaya dapat dimengerti
dalamsituasi manajerial yang bervariasi
1. The Cost Driver Team
Salah satu klasifikasi biaya yang paling penting ialah bagaimana biaya berubah
dalamhubungannya dengan perubahan aktivitas suatu organisasi. Aktivitas mengarah
kepadasuatu ukuran atas output organisasi yang berupa barang dan jasa. Aktivitas
yangmenyebabkan terjadinya biaya disebut juga cost drivers. Cost drivers
merupakankarakteristik dari suatu aktivitas atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya
biayaoleh karena aktivitas atau peristiwa. Jenis biaya yang berbeda memiliki cost driver
yang berbeda-beda. Sebagai contoh, biaya tenaga kerja perakit akan didorong oleh
kuantitas barang yang diproduksi dan sebaliknya dengan biaya tenaga kerja untuk
pemasanganmesin akan didorong oleh jumlah produksi yang dijalankan
2. Variable and Fixed Costs
Setelah biaya dan pendorong biayanya diidentifikasi, maka cost driver team
mempelajari hubungan dari biaya yang bervariasi untuk aktivitas yang telah dilakukan.
Hubungan tersebut lebih mengarah kepada cost behavior, dimana terbagi dua yaitu: biaya
variabel dan tetap.
Biaya Variable, Berubah secara proporsional sebagai akibat perubahan aktivitas (cost
driver).Jika aktivitas meningkat 20 persen, maka total biaya variabel akan
meningkatsebanyak 20 persen pula. Total biaya variabel akan berubah sesuai
peningkatanaktivitas, tetapi biaya per unitnya tetap.
Page 8 of 20
Biaya Tetap, Biaya tetap tidak berubah secara total walaupun tingkat aktivitas
berubah. Jika aktivitas meningkat atau menurun 20 persen, maka total biaya tetap
tidak berubah. Total biaya tetap tidak akan berubah walaupun terjadi peningkatan
aktivitas, tetapi perbedaan aktivitas akan menyebabkan biaya tetap per unit berubah.
3. The Cost Management and Control Team
Salah satu tujuan yang penting dari akuntansi manajerial ialah untuk menolong
manajer dalam mengatur dan mengontrol biaya. Kadang kala manajemen biaya
memudahkandengan menelusuri biaya ke departemen atau pusat kerja yang menjadi
tempatterjadinya biaya. Jenis penelusuran seperti ini dikenal dengan istilah akuntansi
pertanggungjawaban.
Biaya Langsung dan tidak langsung, Suatu entitas, seperti barang, jasa, atau
departemen, dimana biaya dilimpahkandisebut objek biaya (cost object ). Biaya yang
dapat ditelusuri ke objek biayatertentu disebut biaya langsung (direct cost ) atas
objek biaya. Sebagai contoh,gaji dari mekanik mobil merupakan biaya langsung dari
departemen jasa otomotif di Sear. Biaya cat yang digunakan dalam departemen
pengecatan di pabrik Toyota merupakan biaya langsung dari departemen pengecatan.
Sedangkan biaya yang tidak dapat ditelusuri ke objek biaya tertentu disebut biaya
tidak langsungatas objek biaya. Sebagai contoh. Biaya dari iklan nasional untuk Walt
DisneyWorld merupakan biaya tidak langsung dari setiap departemen maupun unit
sub yang ada.
Biaya uncontrollable dan controllable, Jika manajer dapat mengontrol atau
mempengaruhi tingkatan suatu biaya, maka biaya tersebut diklasifikasikan sebagai
controll able cost bagi manajer tersebut.Sedangkan jika biaya tidak dapat
dipengaruhi oleh manajer secara signifikan,maka diklasifikasikan sebagai
uncontrollable cost bagi manajer tersebut. Sebagai contoh, biaya atas bahan mentah
dan komponen, dimana kuantitas dari material yang digunakan dapat dikontrol oleh
supervisor produksi, tapi harga dari material lebih dipengaruhi oleh manajer
pembelian.

4. The Outsourching Team


Ada alternatif lainnya dimana suatu perusahaan dapat memilih untuk tidak membeli
bahan mentah dan komponennya dalam membuat produknya, melainkan bisa di-
outsource (dibeli dari luar).

Page 9 of 20
Sebagai tambahan dari klasifikasi biaya akuntansi, seperti biaya produk dan biaya
periode, anggota tim juga menemukan pengklasifikasian biaya dalam konsepekonomi,
seperti:
Opportunity costs
Didefinisikan sebagai keuntungan yang dikorbankan pada saat suatu pilihan dari satu
tindakan menghalangi untuk mengambil suatu alternatif pilihan dari suatu tindakan.
Sunk costs
Biaya yang telah terjadi di masa lalu dan hal itu tidak mempengaruhi biaya dimasa
depan serta tidak dapat dirubah oleh tindakan papaun yang sekarangmaupun di masa
depan.
Differential costs
Jumlah biaya dimana biaya akan hal yang sama berbeda di bawah dua
alternativetindakan.
Marginal cost and average costs
Marginal cost ialah biaya lebih yang terjadi pada saat satu penambahan
unitdiproduksi. Sedangkan average costs ialah biaya total, untuk berapapun unit
yangdiproduksi, dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi.

5. Cost and Benefit of Information


Suatu tugas yang penting bagi akuntan manajerial ialah untuk menentukan konsep
biaya yang mana yang paling tepat untuk setiap situasi yang ada.

Product Costing and Cost Accumulation in a Batch Production Environment


1. Product and Service Costing
Fokus perubahan dari biaya laporan keuangan untuk operasi yaitu dari Akuntansi
Keuangan yaitu biaya produk digunakan untuk persediaan nilai dan untuk
menghitung harga pokok penjualan ke akuntansi manajerial dan Manajemen Biaya
yaitu biaya Produk yang digunakan untuk perencanaan, pengendalian, mengarahkan,
dan pengambilan keputusan manajemen.
2. Arus Biaya di Perusahaan Manufaktur

Work-in-Process Inventory Finished Goods Inventory


Direct material cost Product cost transferred
Direct labor cost
Manufacturing overhead when product is finished

Cost of Goods Sold Income Summary


Expense closed into

Income Summary at end


of accounting period Page 10 of 20
Biaya produksi terdiri dari bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan
manufaktur overhead. Sebagai produksi berlangsung, semua biaya manufaktur
ditambahkan ke akun Persediaan Work-in-Proses dengan debit. Begitu produk
selesai, biaya produk mereka ditransfer dari Persediaan Work-in-Proses Inventarisasi
Barang-Selesai.

3. Jenis Sistem Produk-Biaya


Job Order Costing
Job-order costing digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi
pekerjaan-toko atau operasi batch produksi.
Process Costing
Proses costing digunakan oleh perusahaan yang menghasilkan sejumlah besar
unit yang identik.

4. Manufaktur Biaya Overhead


Departemen akuntansi memilih beberapa ukuran aktivitas produktif untuk
digunakan sebagai dasar untuk aplikasi overhead.
Overhead diterapkan untuk pekerjaan menggunakan overhead tingkat yang telah
ditentukan (POHR) berdasarkan estimasi yang dibuat pada awal periode akuntansi.

Overhaed applied = POHR X Actual Activity


POHR : Berdasarkan perkiraan, dan ditentukan sebelum periode
dimulai
Actual Activity : Jumlah aktual dari dasar alokasi, seperti jam tenaga kerja langsung,
terjadi selama periode berjalan

5. Job-Order Arus Sistem Biaya


Bahan pembelian dicatat dengan debit ke rekening bahan baku. Ketika bahan
ditempatkan ke dalam produksi, akun bahan baku dikreditkan. Work-in-proses
meningkat dengan debit untuk jumlah bahan baku dan overhead manufaktur

Page 11 of 20
meningkat dengan debit untuk jumlah bahan tidak langsung. Jumlah bahan langsung
untuk setiap pekerjaan dicatat pada catatan pekerjaan-biaya individual.

6. Actual and Normal Costing


Kebanyakan perusahaan menggunakan tingkat biaya overhead yang telah
ditentukan. Ketika bahan langsung dan tenaga kerja langsung ditambahkan ke Work-
in-Proses Persediaan pada jumlah mereka yang sebenarnya, tetapi biaya overhead
diterapkan untuk Bekerja-in-Proses Inventarisasi menggunakan tarif overhead yang
telah ditentukan, sistem produk-biaya disebut costing seperti biasa.

7. Job-Order Costing in Nonmanufacturing Organizations


Job-order costing juga digunakan dalam perusahaan industri jasa dan
organisasi non manufaktur lainnya. Tahap satu: Overhead pertama terakumulasi
dalam departemen produksi. Hal ini sering membutuhkan alokasi biaya departemen
pelayanan kepada departemen produksi. Tahap dua: Sebagai langkah terakhir, biaya
departemen produksi yang ditugaskan untuk pekerjaan individu dan produk melalui
aplikasi overhead.

8. Changing Technology in Manufacturing Operations


Pertukaran data elektronik (EDI) adalah pertukaran langsung data antara
organisasi melalui antarmuka komputer-ke-komputer. EDI digunakan untuk
mengirimkan dokumen-dokumen seperti pesanan pembelian, pemberitahuan
pengiriman, penerimaan pemberitahuan, faktur, dan sejumlah data yang terkait
produksi-lain.

Process Costing and Hybrid Product-Costing Systems


Perbandingan Job-Order Costing dan Process Costing
Pada Job order costing Biaya dikumpulkan berdasarkan pekerjaan, pekerjaan dalam
proses memiliki biaya lembar untuk setiap pekerjaan dan banyak yang unik, pekerjaan
biaya tinggi, pekerjaan dibangun dari pesanan pelanggan.
Sedangkan Process Costing Biaya dikumpulkan oleh departemen atau proses, dalam
proses memiliki laporan produksi untuk setiap batch produk, beberapa identik, produk
biaya rendah, dan unit terus diproduksi untuk persediaan dalam proses otomatis.

Page 12 of 20
One Production Department
Work-in-Process Finished Goods
Inventory Inventory Cost of Goods Sold
Direct material
Cost of goods completed Cost of goods sold
Direct labor
Applied manufacturing and transferred to during current
overhead finished goods period

1. Process Cost Flows


Dalam situasi departemen produksi tunggal, langsung material, tenaga kerja
langsung, dan biaya produksi-overhead ditambahkan ke akun Persediaan Work-in-
Proses. Sebagai barang selesai, biaya akan ditransfer ke persediaan barang jadi. Selama
periode ketika barang yang dijual, biaya produk akan ditransfer ke Harga Pokok
Penjualan.

Two Sequential Production Departments


Work-in-Process Inventory Work-in-Process Inventory
Production Department A Production Department B
Direct material Cost of goods completed
Direct labor in department A and Cost of goods completed
Applied manufacturing transferred to and transferred to
overhead department B finished goods

Direct material
Direct labor
Applied manufacturing
overhead

Finished Goods Inventory Cost of Goods Sold


Cost of goods sold

during current period

Dalam kasus dua departemen, saat barang selesai di departemen produksi pertama,
biaya akumulasi dalam akun Persediaan Work-in-Proses untuk departemen produksi A
ditransfer ke rekening Persediaan Work-in-Proses untuk departemen produksi B.

Equivalent Units: A Key Concept


Biaya diakumulasi untuk jangka waktu untuk produk dalam persediaan barang dalam
proses. Produk dalam persediaan barang dalam proses pada awal dan akhir periode hanya

Page 13 of 20
sebagian lengkap. unit Equivalent adalah konsep mengungkapkan produk ini selesai
sebagian sebagai jumlah yang lebih kecil dari produk sepenuhnya selesai.

Calculating and Using Equivalent Units of Production


Untuk menghitung bahan langsung dan biaya konversi per setara satuan untuk periode
yaitu:

=

Bahan langsung biasanya ditempatkan ke dalam produksi pada awal proses produksi.
Sebaliknya, tenaga kerja dan manufaktur langsung di atas kepala, yang disebut biaya
konversi, biasanya terjadi merata di seluruh proses.

Departmental Production Report


Dokumen kunci dalam sistem proses-biaya yang khas adalah laporan produksi
departemen, disiapkan untuk setiap departemen produksi pada akhir periode akuntansi.
Laporan produksi departemen merangkum aliran jumlah produksi melalui departemen,
dan itu menunjukkan jumlah biaya produksi ditransfer dari rekening Persediaan Work-in-
Proses departemen selama periode tersebut. Ada empat langkah yang digunakan dalam
penyusunan laporan produksi departemen:
1. Analisis aliran fisik unit.
2. Perhitungan unit setara.
3. Perhitungan biaya unit.
4. Analisis dari total biaya.

Operation Costing

Page 14 of 20
Job-order dan proses costing mewakili ekstrem polar sistem produk-biaya. Tetapi
beberapa proses produksi menunjukkan karakteristik dari kedua pekerjaan-order dan proses
biaya lingkungan. proses produksi ini sering disebut sebagai proses manufaktur batch.

PEMBAHASAN JURNAL
Jurnal 1 :
Tradisional VS Praktek Akuntansi Manajemen kontemporer dan Peran dan Penggunaan di
Bisnis Hidup Tahapan Siklus: Bukti dari Sektor Keuangan Pakistan (Vol. 4, No.4, Oktober
2014, hlm. 104-125 E-ISSN: 2225-8329, P-ISSN: 2308-0337, Khurram Ashfaq, Sohail
Younas, Muhammad Usman, Zahid Hanif- Pakistan).

Penelitian ini meneliti praktik akuntansi manajemen dan tingkat penggunaan di


sektor jasa dari Pakistan. Untuk tujuan ini, perusahaan perbankan, perusahaan asuransi,
perusahaan telekomunikasi dan perusahaan Layanan Komputer dipilih. Pengumpulan data
dilakukan melalui kuesioner diadaptasi mengenai praktik akuntansi manajemen dan tingkat
penggunaan. Ada 90 sasaran perusahaan perusahaan jasa terdaftar dari industri jasa di mana
data yang telah dikumpulkan. Unit analisis adalah perusahaan dan tanggapan dianalisis
melalui statistik deskriptif. Temuan dengan tahap siklus hidup ada 69% responden
perusahaan milik dari tahap pertumbuhan dan 24,4% berada di tahap lanjut.
Hasil ini menyiratkan bahwa praktik akuntansi manajemen yang lebih rumit sebagai
perusahaan bergerak dari pertumbuhan tahap kedewasaan. Selain itu, praktik akuntansi
manajemen tradisional masih memiliki tingkat tertinggi di sektor keuangan Pakistan
berdasarkan kepentingannya & penggunaan.

Page 15 of 20
Jurnal 2 :
Biaya dan Praktek Akuntansi Manajemen: Sebuah Survei perusahaan Manufaktur (Eurasia
Jurnal Bisnis dan Ekonomi 2010, 3 (6), 113-125, Ali UYAR)

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi praktek biaya dan akuntansi
manajemen digunakan oleh perusahaan-perusahaan manufaktur yang beroperasi di Istanbul,
Turki. Sampel penelitian terdiri dari 61 perusahaan, yang mengandung usaha kecil dan
menengah, dan perusahaan besar. Metodologi pengumpulan data dari penelitian ini adalah
survei kuesioner. Isi dari survei kuesioner didasarkan pada beberapa penelitian sebelumnya.
Temuan utama dari studi ini adalah sebagai berikut: produk yang paling banyak digunakan
metode biaya adalah biaya pekerjaan; kompleksitas produksi bertindak sebagai peringkat
kesulitan tertinggi dalam produk biaya; yang paling banyak digunakan tiga basis alokasi
overhead biaya perdana, unit yang diproduksi, dan biaya tenaga kerja langsung; keputusan
harga adalah daerah yang paling penting di mana biaya informasi digunakan; rata
keseluruhan rasio overhead untuk total biaya adalah 34,48 persen untuk semua industri; dan
tiga praktik akuntansi manajemen yang paling penting adalah penganggaran, perencanaan
dan pengendalian, dan analisis biaya-volume-profit. Selanjutnya, penurunan profitabilitas,
meningkatkan biaya dan kompetisi, dan krisis ekonomi merupakan faktor yang
meningkatkan dirasakan pentingnya akuntansi biaya.

Temuan menunjukkan bahwa perusahaan menganggap alat akuntansi manajemen


tradisional masih penting. Namun, praktik akuntansi manajemen baru seperti perencanaan
strategis, dan transfer pricing dianggap kurang penting daripada yang tradisional. Oleh
karena itu, perusahaan perlu memperbaiki diri dalam aspek ini.

Jurnal 3 :

Sebuah studi eksplorasi dari Tingkat Kecanggihan Praktek Akuntansi Manajemen di


perusahaan Manufaktur Libya (International Journal of Bisnis dan Manajemen Vol. II (2),
2014, Nassr Saleh Mohamad Ahmad, Abdulghani Leftesi).

MAPS tradisional seperti standar biaya dan varians analisis, penganggaran


tradisional dan analisis biaya volume profit telah diserang selama beberapa waktu
sekarang sebagai ketinggalan zaman dan tidak cocok untuk manufaktur dan lingkungan

Page 16 of 20
bisnis baru hari ini. Dengan demikian, untuk mengikuti dengan manufaktur baru tersebut
dan lingkungan bisnis, menjadi penting untuk organisasi, termasuk organisasi Libya untuk
mengadopsi MAPS canggih seperti ABC, JIT, TQM, penilaian siklus hidup dan target
biaya. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji sejauh mana MAPS tradisional dan
canggih yang digunakan di perusahaan manufaktur Libya, dan menyelidiki tahap evolusi
akuntansi manajemen di negara ini. Data telah dikumpulkan dengan memanfaatkan
delapan puluh satu kuesioner pos dengan staf keuangan senior, seperti direktur keuangan,
manajer keuangan, akuntan manajemen senior ukuran perusahaan manufaktur Libya besar
dan menengah dari sektor industri yang berbeda. Kemudian, model berbasis IFAC
diaplikasikan analisis tahap evolusi praktik akuntansi manajemen di Libya. Akhirnya,
alasan di balik ini tingkat adopsi rendah MAPS canggih dijelaskan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan manufaktur Libya sangat
bergantung pada teknik akuntansi manajemen tradisional, sedangkan tingkat adopsi alat
baru dikembangkan atau lanjutan yang agak rendah, lambat dan mirip daripada yang
disajikan di negara-negara berkembang lainnya. Selain itu, analisis mengungkapkan
bahwa MAPS di Libya masih antara tahap satu dan dua dalam model berbasis IFAC.
Dengan demikian, hampir semua perusahaan manufaktur Libya menerapkan MAPS yang
memberikan informasi untuk biaya tekad dan kontrol keuangan dan informasi untuk
perencanaan pengelolaan dan pengendalian. Akhirnya, alasan yang mendasari tingkat
adopsi rendah jelas MAPS canggih dijelaskan. Alasan ini terkait dengan faktor
kelembagaan, atribut adopter dan atribut canggih MAPS.

Jurnal 4 :
New Cost Management System Dalam Era Kontemporer ( Jurnal Eksis Vol.6 No.1, Maret
2010: 1267 1266 ISSN : 0216-6437, Muhammad Kadafi Staf Pengajar Jurusan Akuntansi
Politeknik Negeri Samarinda).

Lingkungan bisnis yang selalu berubah menuntut perusahaan untuk selalu


melakukan evaluasi terhadap kinerjanya. Untuk itu perusahaan akan selalu menempuh jalan
untuk mengeliminasi pemborosan dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan
(Continuous Improvement). Akuntansi manajemen sebagai sebuah informasi yang
terintegrasi memegang peranan yang sangat penting dalam hal memberi masukan data baik
keuangan maupun non keuangan untuk tujuan perencanaan, pengorganisasian,
menggerakkan maupun dalam melakukan pengawasan.

Page 17 of 20
Pembuatan keputusan (decision making) merupakan proses dalam memilih satu
diantara alternative yang kompetitif. Di era kontemporer ini akuntansi manajemen
tradisional belum dapat menjawab kebutuhan tersebut, sehingga munculah New Cost
Management System yang berkomitmen untuk selalu melakukan continous improvement,
dimana para manager dituntut untuk memahami dan mampu menerapkan Just In Time, Total
Quality of Management, Process Reengenering ataupun Theory of Constraints sehingga
perusahaan akan mencapai kepuasan pelanggan dengan peningkatan kualitas produk,
membuat life cycle product tepat waktu dan memberikan biaya produk yang lebih rendah
dari perusahaan pesaing.

Global competition menuntut perusahaan untuk melakukan continuous improvement


yang menyebabkan timbulnya sistem manajemen biaya baru. Perusahaan harus melakukan
perbaikan berkelanjutan untuk mencapai kepuasan pelanggan dengan meningkatkan kualitas
produk, membuat life cycle product tepat waktu dan memberikan biaya produk yang lebih
rendah dari perusahaan pesaing. Akuntansi manajemen tradisional belum cukup untuk
menjawab tantangan bisnis yang selalu berubah pada era kontemporer. Muncullah sistem
manajemen biaya baru (New Cost anagement System) yang berorientasi pada proses
manajemen dan aktivitas, di mana proses merupakan cara kerja. Melakukan perubahan cara
kerja berarti merubah proses. Ada dua metode perubahan cara kerja yaitu perbaikan proses
dan inovasi proses. Perbaikan proses berorientasi pada peningkatan efisiensi, sedangkan
inovasi proses berorientasi pada kinerja proses dengan tujuan untuk mencapai perbaikan,
kualitas, dan efisiensi.

Jurnal 5 :

Kegiatan berbasis biaya (ABC) vs sistem akuntansi biaya tradisional antara Top 500
perusahaan di Filipina (College of Business dan Ekonomi, CHED Pusat Pengembangan
Bisnis dan Manajemen Pendidikan, SERIES 2004-011, Marivic V. Manalo, CPA MBA, De
La Salle University - Manila, Filipina).

Activity-Based Costing adalah alat akuntansi manajemen yang digunakan untuk


memandu dalam formulasi strategi perusahaan. Tulisan ini meneliti adopsi saat Activity
Based Costing antara Top 500 Perusahaan di Filipina. Sebuah survei telepon yang
dilakukan untuk mengetahui metode biaya saat perusahaan-perusahaan ini menggunakan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sedikit perusahaan telah mengadopsi

Page 18 of 20
Activity Based Costing dalam operasi mereka saat ini. Penelitian sederhana ini juga
mengungkapkan bahwa Activity-Based Costing Sistem belum sepenuhnya dihargai oleh
sebagian besar perusahaan di sini di Filipina. Terlepas dari kekuatan yang melekat dalam
model ABC, sangat sedikit perusahaan telah memilih untuk mengadopsi itu dalam operasi
bisnis mereka. Peneliti, melalui survei yang dilakukan mampu mengetahui beberapa
alasan untuk adopsi rendah ABC di Filipina. Di antara alasan yang: (1) karyawan kurang
dari pengetahuan dasar teknik ABC; (2) resistensi karyawan; (3) perubahan organisasi
penting dengan menggunakan ABC.

Beberapa responden melacak sumber adopsi terhalang dari ABC untuk teknis serta
kompleksitas dari langkah-langkah yang terlibat sejak ABC membutuhkan catatan rinci
dari biaya yang berkaitan dengan memproduksi produk dan jasa dibandingkan dengan
metode tradisional. Menurut beberapa responden, pencatatan rinci ini membutuhkan lebih
banyak usaha dari akuntan dan waktu memakan. Yang lain merasa bahwa berbagai
perusahaan akan mengadopsi ABC lebih jika akuntan sendiri dipasarkan lebih baik. Studi
ini berfungsi sebagai pembuka mata mengenai tingkat adopsi sistem ABC di Filipina.
Masih banyak hal yang dapat diteliti di mengenai implementasi dan efektivitas kegiatan
berdasarkan sistem biaya sebagai alat manajemen untuk perusahaan di Filipina.

KESIMPULAN

Praktik-praktik akuntansi manajemen tradisional sudah tidak mampu lagi


melayani kebutuhan manajerial. Akuntansi manajerial merupakan proses pendidentifikasian,
pengukuran, penganalisaan, penginterpretasian, dan pengkomunikasian informasi dalam
mencapai tujuan-tujuan organisasi. Akuntansi manajerial merupakan bagian yang
melengkapi proses manajemen dan akuntan manajerial merupakan rekan strategik yang
penting dalam suatu tim manajemen organisasi.
Akuntansi keuangan merupakan penggunaan informasi akuntansi untuk pelaporan
kepada sekelompok orang di luar organisasi. Laporan keuangan yang di publikasikan dan
laporan keuangan lainnya merupakan bentuk dari informasi akuntansi keuangan. Pengguna
informasi ini yaitu pengguna eksternal, seperti: pemegang saham, analis keuangan, serikat
buruh, grup pelanggan dan agensi pemerintah. Sedangkan akuntansi manajerial merupakan
informasiyang digunakan manajer di setiap tingkatan dalam organisasi untuk pembuatan

Page 19 of 20
keputusan, perencanaan, pengarahan dan pengendalian dalam operasi organisasi, dan juga
digunakanuntuk menilai posisi daya saing.

DAFTAR PUSTAKA
Hilton, Ronald. 2007. Managerial Accounting. McGraw Hill International Edition, 7th
Edition.

Ashfaq Khurram, Younas Sohail, Usman Muhammad, Hanif Zahid, Tradisional VS Praktek
Akuntansi Manajemen kontemporer dan Peran dan Penggunaan di Bisnis Hidup
Tahapan Siklus: Bukti dari Sektor Keuangan Pakistan, Vol. 4, No.4, Oktober 2014,
hlm. 104-125 E-ISSN: 2225-8329, P-ISSN: 2308-0337.

Uyar Ali, Biaya dan Praktek Akuntansi Manajemen: Sebuah Survei perusahaan Manufaktur
Eurasia, Jurnal Bisnis dan Ekonomi 2010, 3 (6).

Saleh Nassr, Ahmad Mohamad, Leftesi Abdulghani, Sebuah studi eksplorasi dari Tingkat
Kecanggihan Praktek Akuntansi Manajemen di perusahaan Manufaktur Libya,
International Journal of Bisnis dan Manajemen Vol. II (2), 2014.

Kadafi Muhammad, New Cost Management System Dalam Era Kontemporer, Jurnal Eksis
Vol.6 No.1, Maret 2010: 1267 1266 ISSN : 0216-6437.

Manalo Marivic V., CPA MBA,, Kegiatan berbasis biaya (ABC) vs sistem akuntansi biaya
tradisional antara Top 500 perusahaan di Filipina, College of Business dan
Ekonomi, CHED Pusat Pengembangan Bisnis dan Manajemen Pendidikan, SERIES
2004-011.

Page 20 of 20