Anda di halaman 1dari 13

Pengantar Akuntansi I

Pertemuan 7. Siklus Akuntansi perusahaan Dagang

Operasi Perusahaan Dagang

Pengertian Perusahaan Dagang:


Perusahaan dagang adalah perusahaan yang memperoleh pendapatan dengan cara
menjual kembali produk yang dibelinya dari perusahaan lain. Di perusahaaan dagang barang
yang dibeli tersebut tidak mengalami perubahan proses artinya akan langsung dijual kepada
konsumen.Persediaan meliputi semua barang yang dimiliki perusahaan yang diharapkan
dapat dijual dalam siklus operasi normal perusahaan atau masih dalam proses produksi yang
akan diolah lebih lanjut menjadi barang jadi yang kemudian akan dijual.

Operasi Perusahaan Dagang


Jumlah pendapatan yang dihasilkan oleh seorang pedagang dari penjualan
persediaannya disebut pendapatan penjualan, biasa disingkat menjadi penjualan (Sales).
Pendapatan utama dari perusahaan dagang adalah penjualan, yang menunjukan penambahan
dalam ekuitas pemilik dari pengiriman persediaannya kepada pelanggan.
Beban utama dari perusahaan dagang adalah Harga Pokok Penjualan maka:

Gross Profit = Sales- Cost Of Good Sold

Contoh berikut ini menjelaskan sifat dari laba kotor, misalnya perusahaan sederhana
membeli minuman ringan seharga Rp.500/unit dan menjualnya kepada pelanggan sebesar
Rp.700/unit maka laba kotornya adalah Rp.200/unit.

Sistem Pencatatan Persediaan Di Perusahaan Dagang


1. Sistem Pencatatan Persediaan dengan Metode Physic
2. Sistem Pencatatan Persediaan dengan Metode Perpectual.

Ad.1 Sistem Pencatatan Phisik


Sistem pencatatan Phisik biasanya dipergunakan oleh perusahaan yang menjual barang-
dagangan dengan nilai relatif tidak mahal. Intinya menurut metode ini adalah bahwa catatan
persediaan yang terinci tidak terlalu penting dalam mengontrol persediaan. Karena pembuatan
catatan seperti itu akan merepotkan dan biayanya tinggi sekali. Karena tidak ada catatan
mutasi persediaan , maka harga pokok penjualan barang juga tidak dapat diketahui sewaktu-
waktu. Harga pokok penjualan baru dapat dihitung apabila persediaan akhir sudah dihitung
Perhitungan Harga pokok penjualan dilakukan dengan cara sebagai berikut :
HARGA POKOK PENJUALAN DAN MARJIN KOTOR.
Cara perhitungan Harga Pokok Penjualan

PERSEDIAAN AWAL Rp. XXX


Ditambah : Pembelian bersih :
+ Pembelian Persediaan Rp. xxx
- Potongan Pembelian (Rp.xxx)
- Retur & Potongan Pembelian (Rp. xxx)
PEMBELIAN BERSIH Rp. XXX
+ Biaya Angkut Pembelian Rp. XXX
HARGA POKOK YG TERSEDIA UTK DIJUAL Rp. XXX
Dikurang : PERSEDIAAN AKHIR (Rp. XXX)
HARGA POKOK PENJUALAN Rp. XXX

Page 1 of 13
Pengantar Akuntansi I
Pertemuan 7. Siklus Akuntansi perusahaan Dagang

Dalam gambar dibawah ini dijelaskan bahwa harga pokok persediaan barang yang
siap untuk dijual nantinya pasti akan menjadi beban untuk periode tersebut atau menjadi
aktiva.

PERSEDIAAN AWAL PEMBELIAN

HARGA POKOK BARANG YANG SIAP UNTUK DIJUAL

PERSEDIAAN AKHIR HARGA POKOK


PENJUALAN

Ad.2 Sistem Pencatatan Perpectual


Menurut metode ini perusahaan mempertahankan suatu catatan yang kontinue mengenai
jumlah persediaan yang masih ada.. Sistem pencatatan ini akan memberikan pengawasan
atas barang yang mahal harganya seperti mobil, perhiasan dan meubel. Kehilangan satu jenis
barang saja akan besar artinya, dan disinilah perlunya sistem perpectual. Tetapi dengan
mempergunakan metode perpectual pun perusahaan tetap harus menghitung persediaan yang
ada setiap tahunnya. Jadi perhitungan secara physic dapat memberikan jumlah persediaan
akhir yang tepat dan dapat digunakan untuk mngecek catatan-catatan perpectual.

Kedua sistem tersebut menyajikan nilai persediaan dan harga pokok yang sama
(semua angka dalam tabel di bawah ini adalah asumsi)
Sistem Physik Sistem Perpectual
Pencatatan Dalam Jurnal
1.Pembelian Kredit Rp.560.000
Pembelian.......... Rp.560.000 Persediaan barang dag Rp.560.000
Hutangdagang........ Rp.560.000 Hutang dagang.......... Rp.560.000

2.Penjualan Kredit ( 900.000 )


Piutang dagang....... Rp.900.000 Piutang dagang....... Rp.900.000
Penjualan.........................Rp.900.000 Penjualan ...................Rp.900.000

Harga Pokok Penjualan Rp.540.000


Persediaan Barang dag... Rp.540.000

3.Jurnal Penyesuaian :
Income Summary.......Rp.100.000 Jurnal akhir periode tidak diperlukan
Merchandise Inv(nilai sisa awal) 100.000 pencatatan.Baik persediaan maupun harga
pokok persediaan telah mencerminkan nilai
Merchandise Inv... Rp.120.000 sebenarnya.
Income Summary.. 120.000
Penyajian Dalam Laporan Keuangan

Page 2 of 13
Pengantar Akuntansi I
Pertemuan 7. Siklus Akuntansi perusahaan Dagang

Penjualan Rp.900.000 Penjualan Rp.900.000


Harga pokok penjualan : Harga Pokok Penjualan
Persediaan barang 1/1 Rp.100.000 540.000
Pembelian 560.000 Laba Kotor 360.000
Persediaan Barang 31/12 ( 120.000 )
Cost Of Good Sold
540.000
Laba Kotor 360.000

Balance Sheet (sebagian)


Current Assets : Current Assets :
Cash Rp.xxxx Cash Rp.xxxx
Acc Rec Rp.xxxx Acc Rec Rp.xxxx
Merchandise Rp.120.000 Merchandise Rp.120.000

Perbedaan ke dua metode tersebut diperlihatkan dalam tabel berikut ini :

Metode Physic Metode Perpectual


Dalam metode ini catatan mengenai jumlah Dalam metode ini pencatatan mengenai
persediaan tidak dilakukan secara terus jumlah persediaan dilakukan secara terus
menerus. Jumlah persediaan dicatat setiap menerus, sehingga jumlah persediaan yang
akhir periode, dengan jalan menghitung ada dapat diketahui setiap saat.
jumlah phisic persediaan yang ada pada
akhir periode. Dengan demikian jumlah
persediaan dan harga pokok perusahaan
tidak dapat diketahui setiap saat. Atau
dengan kata lain laba kotor penjualan hanya
dapat diketahui pada akhir periode, yaitu
pada saat setelah dilakukan perhitungan
physic persediaan dan penentuan HPP
Diperlukan jurnal penyesuaian untuk Karena harga pokok persediaan dan harga
mencatat Harga Pokok Penjualan pokok penjualan diketahui setiap saat maka
( Cost of Good Sold) tidak perlu dibuat jurnal penyesuaian
Dipergunakan untuk persediaan yang relatif Dipergunakan untuk persediaan yang
tidak mahal memiliki nilai relative lebih mahal.

Akuntansi Untuk Pembelian ( Metode Perpectual)


Page 3 of 13
Pengantar Akuntansi I
Pertemuan 7. Siklus Akuntansi perusahaan Dagang

Diskon dan Syarat Pembelian Kredit adalah syarat - syarat mengenai kapan
pembayaran akan dilakukan sesuai dengan kesepakatan antara pembeli dan penjual.
Misalnya, Penjual mungkin akan menawarkan diskon sebesar 2 % jika pembeli
membayar dalam 10 hari sejak tanggal faktur. Syarat ini dinyatakan dengan 2/10,n/30.
artinya apabila pembelian kredit ini harus dilunasi dalam waktu 30 hari dan
akan memperoleh potongan diskon sebesar 2 % apabila dilunasi sampai dengan
10 hari sesudah tanggal transaksi.

COSO:Pada Tanggal 12 Januari Dibeli Barang Dagangan seharga $15.000 dengan


Syarat 2/10,N/30
Date Description Debet Credit
12 Januari Mechandise Inventory 15.000
Account Payable 15.000

Pada Tanggal 22 Januari (periode Diskon), perusahaan melunasi hutang dagangnya


atas transaksi pembelian barang dagangan di atas.
Date Description Debet Credit
22 Januari Account Payable 15.000
Cash 12.000
Merchandise Inventory 3.000
2%X15.000

Jika perusahaan membayar di atas tanggal periode diskon, maka pembayaran akan
dicatat sebagai berikut :

Date Description Debet Credit


23 Januari Account Payable 15.000
Cash 15.000

Retur Dan Potongan Pembelian


COSO:
Pada tanggal 2 Mei perusahaan membeli barang dagangan seharga $ 5000. dengan
syarat 2/10,n/30. Pada tanggal 4 Mei barang yang dibeli dikembalikan senilai $ 3.000.
Dan pada tanggal 12 Mei perusahaan membayar faktur semula setelah dikurangi
dengan retur pembelian. Maka perusahaan tersebut akan mecatat transaksi sbb
Date Description Debet Credit
2 Mei Mechandise Inventory 5.000
Account Payable 5.000
3 Mei Account Payable 3.000
Merchandise Inventory 3.000

12 Mei Account Payable 2.000


Cash 1.960
Merchandise Inventory 40
(5000-3000)x 2%

Akuntansi untuk Penjualan

Penjualan Tunai.
Page 4 of 13
Pengantar Akuntansi I
Pertemuan 7. Siklus Akuntansi perusahaan Dagang

Perusahaan bisa menjual barang dagangan secara tunai. Misalnya pada tanggal 3
januari perusahaan melakukan penjualan tunai dengan nilai $.1.800, dan anggaplah
bahwa harga pokok penjualan pada tanggal 3 Januari adalah $ 1.200 maka hal itu akan
dicatat sebagai berikut :

Date Description Debet Credit


3 Januari Cash 1.800
Sales (senilai harga Jual) 1.800

Cost of Good Sold 1.200


Merchandise Inventory 1.200
(senilai harga pokok)

Penjualan Kredit
Perusahaan mungkin melakukan penjualan secara kredit. Misalnya pada tanggal 3
januari perusahaan melakukan penjualan kredit dengan nilai $.1.800 dan syarat
2/10,n/30, dan anggaplah bahwa harga pokok penjualan pada tanggal 3 Januari adalah
$ 1.200 maka hal itu akan dicatat sebagai berikut :
Date Description Debet Credit
3 Januari Account Receivable 1.800
Sales (senilai harga Jual) 1.800

Cost of Good Sold 1.200


Merchandise Inventory 1.200
(senilai harga pokok)

Diskon Penjualan
Seperti kita bicarakan sebelumnya untuk transaksi pembelian, penjual mungkin
menawarkan syarat-syarat kredit kepada pembeli yang juga meliputi diskon untuk
pembayaran dini yang dinamakan diskon penjualan.

Misalnya : Pada tanggal 22 Januari diterima kas dalam periode diskon senilai 1.470
atas penjualan secara kredit senilai $ 1.800. Maka perusahaan akan mencatat
penerimaan kas tsb sbb:
Date Description Debet Credit
22 Januari Cash 1.764
Sales Discount 2 % x 1800 36
Account Receivable 1.800

Biaya Transportasi
Syarat-syarat penjualan harus menyebutkan kapan kepemilikan (hak) atas barang
dagang tersebut beralih dari penjual kepada pembeli. Hal ini menentukan pihak
mana,penjual atau pembeli, yang harus menanggung biaya transportasi.

Page 5 of 13
Pengantar Akuntansi I
Pertemuan 7. Siklus Akuntansi perusahaan Dagang

FOB FOB
Shipping Point Destination
Kapan hak kepemilikan berpindah kepada Tempat Asal Tempat
pembeli? Tujuan
Siapa yang membayar Biaya Transportasi Pembeli Penjual
FOB shipping Point lebih banyak digunakan, jadi pada umumnya pembeli
yang menanggung biaya pengiriman.
Misalnya pada tanggal 10 juni perusahaan membeli barang dagangan secara kredit
dengan nilai $ 900,syarat penyerahan FOB Shipping point dan membayar biaya
tranportasi sebesar $.50 Maka jurnal yang akan dibuat perusahaan adalah sbb :

Date Description Debet Credit


10 Juni Merchandise Inventory 950
Account Payable 950
Pembelian barang dagangan dengan
FOB Shipping point

Merchandise Inventory 50
Cash 50
Pembayaran ongkos angkut atas
barang yang beli.

PROSES PENYESUAIAN DAN PENUTUPAN PADA


PERUSAHAAN DAGANG
Penyesuaian dan penutupan akun dari suatu perusahaan dagang hampir sama dengan
yang dilakukan perusahaan jasa. Langkah langkah proses di akhir tahun adalah sama,
yaitu jika digunakan neraca lajur, masukkan neraca sisa, dan lengkapi neraca lajur
tersebut untuk menentukan laba bersih atau kerugian bersih.

Melakukan Penyesuaian Persediaan Berdasarkan Perhitungan Fisik.


Secara teoritis, akun persediaan akan selalu mencerminkan nilai persediaan
yang paling akhir. Namun kenyataannya jumlah persediaan yang benar-benar dimiliki
perusahaan dapat berbeda dengan yang dicatat. Pencurian dan kerusakan merupakan
beberapa penyebabnya. Kesalahan akuntansi juga menyebabkan nilai sisa dari
perusahaan harus disesuaikan. Dengan alasan ini, hampir semua perusahaan seperti
toko buku Gramedia, matahari dll akan melakukan perhitungan fisik paling tidak satu
tahun sekali.

Page 6 of 13
Pengantar Akuntansi I
Pertemuan 7. Siklus Akuntansi perusahaan Dagang

Dibawah ini disajikan Neraca Saldo dari perusahaan Aneka :


PERUSAHAAN ANEKA
NERACA SALDO
31 DESEMBER 2004
Nama Perkiraan Debet Kredit
Cash 2.850
Account Receivable
Notes Receivable 8.000
Interest Receivable 4.600
Merchandise Inventory 40.500
Supplies 650
Prepaid Insurance 1.200
Equipment 33.200
Acc Depr Equipment 2.400
Acc Payable 47.000.
Unearned Sales 2.000
Wages Payable -
Interest Payable -
Notes Payable 12.600
Capital 25.900
Prive 54.100
Sales 168.000
Sales Discount 1.400
Sales Return & 2.000
Allowance
Interest Income 600
Cost Of good Sold 90.500
Wages Expense 9.800
Rent Expense 8.400
Depreciation Expense -
Insurance Expense -
Supplies Expense -
Interest Expense -
TOTAL 258.500 258.500

Berdasarkan neraca saldo di atas, per 31 Desember 2004 memperlihatkan neraca saldo
persediaan sebesar Rp.40.500.000,-. Tanpa adanya pencurian, dan juga kesalahan
akuntansi, seharusnya Aneka stereo benar-benar memiliki persediaan sejumlah
Rp.40.500.000. Akan tetapi berdasarkan perhitungan fisik, ternyata jumlah persediaan
yang dimiliki perusahaan hanyalah Rp.40.200.000. Penurunan nilai persediaan yang
dimiliki perusahaan akan dicatat

31 Des Cost of Good Sold 300.000


Merchandise Inv(40.500.000-40.200.000) 300.000

Data tambahan pada tanggal 31 Desember 2004 ;


a) Pendapatan bunga yang diterima, namun belum belum dikumpulkan adalah
Rp.400.000
b) Persediaan yang masih ada Rp.40.200.000
c) Perlengkapan yang tersisa Rp.100.000

Page 7 of 13
Pengantar Akuntansi I
Pertemuan 7. Siklus Akuntansi perusahaan Dagang

d) Asuransi dibayar dimuka yang sudah jatuh tempo selama tahun tersebut
Rp.1.000.000
e) Biaya Penyusutan Rp.600.000
f) Pendapatan penjualan diterima dimuka selama tahun tersebut Rp.1.300.000
g) Beban upah terhutang Rp.400.000
h) Beban bunga terhutang Rp.200.000
Berdasarkan iformasi diatas anda diminta untuk membuat :
1. Jurnal Penyesuaian
2. Kertas Kerja untuk perusahaan Dagang
3. Laporan Keuangan

1. Jurnal Penyesuaian
PERUSAHAAN ANEKA
Adjusment Entries
31 DESEMBER 2004
Date Description Debet Kredit
(a) Acc Receivable 400
Interest Income 400
(b) Cost of Good Sold 300
Merchandise Imventory 300
(c) Supplies Expense (650-100) 550
Supplies 550
(d) Insurance Expense 1.000
Prepaid Insurance 1.000
(e) Depreciation Expense 600
Acc Derpreciation 600
(f) Unerned Sales 1.300
Sales 1.300
(g) Wages Expense 400
Wages Payable 400
(h) Interest Expense 200
Interest Payable 200
TOTAL 4750 4750

Page 8 of 13
Pengantar Akuntansi I
Pertemuan 7. Siklus Akuntansi perusahaan Dagang

2. Kertas Kerja
PERUSAHAAN ANEKA
Work Sheet
31 DESEMBER 2004
Nama Perkiraan Neraca Saldo Penyesuaian Neraca Saldo Laba Rugi Neraca
Sesudah
Penyesuaian
Dr Cr Dr Cr Dr Cr Dr Cr Dr Cr
Cash 2.850 2.850 2.850
Account Receivable 400 400 400
Notes Receivable 8.000 8.000 8.000
Interest Receivable 4.600 4.600 4.600
Merchandise 40.500 300 40.200 40.200
Inventory
Supplies 650 550 100 100
Prepaid Insurance 1.200 1.000 200 200
Equipment 33.200 33.200 33.200
Acc Depr Equipment 2.400 600 3000 3000
Acc Payable 47.000. 47.000 47.000
Unearned Sales 2.000 1.300 700 700
Wages Payable - 400 400 400
Interest Payable - 200 200 200
Notes Payable 12.600 12.600 12.600
Capital 25.900 25.900 25.900
Prive 54.100 54.100 54.100
Sales 168.000 1.300 169.300 169.300
Sales Discount 1.400 1.400 1.400
Sales Return & 2.000 2.000 2.000
Allowance
Interest Income 600 400 1.000 1.000
Cost Of good Sold 90.500 300 90.800 90.800
Wages Expense 9.800 400 10.200 10.200
Rent Expense 8.400 8.400 8.400
Depreciation - 600 60 6
Expense 0 00
Insurance Expense - 1.000 1.000 1.000
Supplies Expense - 550 550 550
Interest Expense 1300 200 1.500 1.500
258.500 258.500 4.750 4.750 260.100 260.100 116.450 170.300 143.650 89.900
Laba Bersih 53.850 53.850
170.300 170.300 143.650 143.650

Page 9 of 13
Pengantar Akuntansi I
Pertemuan 7. Siklus Akuntansi perusahaan Dagang

PERUSAHAAN ANEKA
Income Statement
31 DESEMBER 2004

Sales 169.300
Sales Discount 1.400
Sales Return & Allowance 2.000 +
3.400 -
Net Sales 165.900
Cost Of Good Sold 90.800 -
Gross Profit 75.100

Operational Expense :
Wages Expense 10.200
Rent Expense 8.400
Insurance Expense 1.000
Depreciation Expense 600
Supplies Expense 550

Total Operating Expense 20.750


Net Operating Expense 54.350
Other Income & Expense :
Interest Income 1.000
Interset Expense (1.500)
(500)
Net Income 53.850

PERUSAHAAN ANEKA
Capital Statement
31 DESEMBER 2004

Capital.31 Des 2004 25.900


Increasing In capital :
Net Income 53.850
(less) Prive 54.900
(250)-
Ending Capital 31 Des 2004 25.650

Page 10 of 13
Pengantar Akuntansi I
Pertemuan 7. Siklus Akuntansi perusahaan Dagang

PERUSAHAAN ANEKA
BALANCE SHEET
31 DESEMBER 2004

ASSETS
Current Assets : LIABILITIES :
Cash 2.850 Acc Payable 47.000
Account Receivable 400 Unuarned Sales 700
Notes Receivable 8.000 Wages payable 400
Interest Receivable 4.600 Interest Payable 200
Merchandise Inventory 40.200 Notes Payable 12.600
Supplies 100 TOTAL LIABI 60.900
Prepaid Insurance 200
TOTAL CURRENT ASSETS 55.350

Fixed Assets:
Equipment 33.200
Acc Depr Equipment ( 3.000)
TOTAL FIXED ASSETS 30.200 CAPITAL 25.650
TOTAL ASSETS 86.650 TOTAL LIAB & CAPITAL 86.650

Page 11 of 13
Pengantar Akuntansi I
Pertemuan 7. Siklus Akuntansi perusahaan Dagang

BERHENTI DAN BERFIKIR.


Di bawah ini disajikan Neraca saldo untuk perusahaan dagang Ghatfhan M Gunawan.
PERUSAHAAN GHATFHAN
NERACA SALDO
31 DESEMBER 2004
Nama Perkiraan Debet Kredit

Cash 52.950
Notes Receivable 40.000
Account Receivable 60.880
Interest Receivable
Merchandise Inventory 63.950
Supplies 1.090
Prepaid Insurance 4.560
Land 10.000
Store Equipment 27.100
Acc.Depreciation Store 2.600
Office Equipment 15.570
Acc. Depreciation Office 2.230
Account Payable 22.420
Salaries Payable -
Unearned Rent 2.400
Notes Payable 25.000
Gahthfan Capital 153.800
Prive 18.000
Sales 720.185
Sales Return & All 6.140
Sales Diskon 5.790
Cost Of Good Sold 523.505
Sales Salaries Expense 59.250
Advertising Expense 10.860
Depreciation Exp Store -
Sales Expense 630
Office Salaries Expense 20.660
Rent Expense 8.100
Depreciation Exp Office -
Insurance Expense -
Supplies Expense -
Miscellaneous Expense 760
Rent Income -
Interest Income 3.600
Interest Expense 2.240
Total 932.235 923.235

Data yang diperlukan untuk jurnal penyesuaian 31 Desember 2005 adalah sebagai
berikut :
a. Pendapatan bunga yang belum diterima atas wesel tagih yang dimiliki
adalah sebesar 200.
b. Persediaan barang dagangan berdasarkan perhitungan phisik pada tanggal 31
Desember 2005 adalah sebesar 62.150.

Page 12 of 13
Pengantar Akuntansi I
Pertemuan 7. Siklus Akuntansi perusahaan Dagang

c. Perlengkapan kantor yang tersisa pada tanggal 31 Desember 2005 adalah


sebesar 480.
d. Asuransi yang terpakai habis selama tahun 2005 adalah sebesar 1.910
e. Biaya penyusutan selama tahun 2005 atas :
- Peralatan kantor 3.100
- Peralatan toko 2.490
f. Gaji yang masih harus dibayar pada tanggal 31 Dember 2005 adalah :
- Gaji Penjualan 780
- Gaji kantor 360
g. Pendapatan sewa yang diterima selama tahun 2005 adalah sebesar 600

Berdasarkan iformasi diatas anda diminta untuk membuat :


1. Jurnal Penyesuaian
2. Kertas Kerja untuk perusahaan Dagang
3. Laporan Keuangan
4. Jurnal Penutup

Page 13 of 13