Anda di halaman 1dari 10

TAMBANG TERBUKA

METODE PERHITUNGAN CADANGAN

Oleh :

AZIZ ANDALAS PUTRA 03021281320006

DIAN PERMATASARI 03021181320026

M FAISAL SUMANTRI 03021181320074

RISKA SEPTIYANI 03021181320044

ROZALI NUGRAHA 03021181320058

VICKY KHUSUMA 03021181320062

TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2015
I. Pengertian Cadangan

Menurut Mc. Kelvey yang dimaksud dengan cadangan (reserves) adalah bagian
dari sumber daya terindikasi dari suatu komoditas mineral yang dapat diperoleh
secara ekonomis dan tidak bertentangan dengan hukum dan kebijaksanaan
pemerintah pada saat itu. Suatu cadangan mineral biasanya digolongkan berdasarkan
ketelitian dari eksplorasinya. Klasifikasi cadangan di Amerika menurut US Berau Of
Mine and US Geological Survey (USBM and USGS) dan usulan Mc. Kelvey, 1973
sebagai berikut :

A. Cadangan Terukur

Cadangan terukur adalah cadangan yang kuantitasnya dihitung dari


pengukuran nyata, misalnya dari pemboran, singkapan dan paritan,
sedangkankadarnya diperoleh dari hasil analisa contoh. Jarak titik-titik
pengambilan contoh dan pengukuran sangat dekat dan terperinci, sehingga model
geologi endapan mineral dapat diketahui dengan jelas. Contoh 20mx40m atau
40mx40m. Struktur, jenis, komposisi, kadar, ketebalan, kedudukan, dan kelanjutan
endapan mineral serta batas penyebarannya dapat ditentukan dengan tepat. Batas
kesalahan perhitungan baik kuantitas maupun kualitas tidak boleh lebih dari 20%.

B. Cadangan Terkira / Teridikasi (indicated)

Cadangan terkira adalah cadangan hasil suatu penafsiran dan perhitungan


berdasarkan pemercontoh (misal. Singkapan, uji lab, pemboran) yang tidak seteliti
pada cadangan terukur dengan jarak yang kurang rapat. Contoh 40mx60m atau
40mx80m sehingga struktur, kadar, ketebalan, kedudukan, dan kelanjutan
endapan mineral serta batas penyebarannya belum dapat dihitung secara tepat dan
baru disimpulkan/dinyatakan berdasar indikasi. Batas kesalahan baik kuantitas
maupun kualitas 40%.
C. CadanganTerduga / Tereka (infered)

Cadangan terduga adalah cadangan yang diperhitungkan kuantitasnya


berdasarakan pengetahuan geologi, kelanjutan endapan mineral, serta batas dari
penyebaran. Ini diperhitungkan dari beberapa titik contoh, sebagian besar
perhitungannya didasarkan kepada kadar dan kelanjutan endapan mineral yang
mempunyai ciri endapan sama. Toleransi penyimpangan kesalahan terhadap
perhitungan cadangan adalah 60%. Di Indonesia mengikuti klasifikasi cadangan
menurut Mc. Kelvey, karena dianggap paling detil, mempertimbangkan keadaan
geologi, ekonomi, dan memiliki wawasan luas tentang klasifikasi cadangan.
Klasifikasi cadangan yang diusulkan Mc. Kelvey ini berdasarkan pada :

Kenaikan tingkat keyakinan geologi.


Kenaikan tingkat kelayakan ekonomi.

Kriteria keyakinan geologi didasarkan tingkat keyakinan mengenai endapan


mineral yang meliputi ukuran, bentuk, sebaran, kuantitasnya sesuai dengan tahap
eksplorasinya. Kriteria kelayakan ekonomi didasarkan pada faktor-faktor ekonomi,
layak atau tidaknya berdasarkan kondisi ekonomi pada saat itu. Tingkat kesalahan
adalah penyimpangan kesalahan baik kuantitas maupun kualitas cadangan yang
masih bisa diterima sesuai dengan tahap ekplorasinya.
II. Perhitungan Cadangan

Setelah kita melakukan ekplorasi pada tahap-tahap kegiatan penambangan kemudian


melakukan analisa dan perhitungan cadangan. Adapun tujuan dari perhitungan
cadangan yaitu agar dapat menentukan jumlah dan mutu kualitas yang dapat
dipertanggung jawabkan untuk dieksploitasi sesuai dengan kebutuhan. Dengan
perhitungan cadangan akan dapat mengetahui biaya produksi, membantu perencanaan,
efisiensi operasi, control kehilangan dalam penambangan, unsur produksi tambang,
dan sebagainya. Kegiatan lapangan untuk memperoleh data guna perhitungan cadangan
adalah sebagai berikut :

A. Observasi Lapangan
Merupakan gambaran praktis kondisi dan keadaan dilapangan meliputi pengambilan
data geografi.
B. Pemetaan
Tidak mutlak dilaksanakan, untuk pengambilan topografi, bentang alam, dan
lereng awal jika peta telah tersedia maka hanya dilakukan ploting.

C. Pengambilan Contoh
Dapat berupa air, tanah, endapan, singkapan sesuai dengan metodenya.
D. Pengambilan Data Geologi
Dapat dilakukan dengan studi literatur dan pengecekkan langsung dilapangan.
E. Pengolahan Data
Dilakukan di lapangan (pengecekkan mudah) atau dikirim ke kantor termasuk
pekerjaan studio, uji laboratorium dan analisa. Untuk perhitungan cadangan tidak lepas
dari metode yang akan digunakan, adapun metode perhitungan cadangan dapat
dikategorikan menjadi :

1. Teknik Konvesional , merupakan :

a. Tertua dan paling umum digunakan.

b. Mudah diterapkan, dikomunikasikan, dan dipahami.

c. Mudah di adaptasi dengan semua edapan mineral.


d. Kelemahannya sering menghasilkan perkiraan salah, karena cendrung menilai
kadar tinggi saja.

e. Kadar suatu luasan diasumsikan konstan sehingga tidak optimal secara


matematika.

f. Untuk endapan yang terpencar dapat terjadi penafsiran yang salah.

2. Teknik Non Konvensional , merupakan :

a. Pengembangan teori matematik dan statistik.

b. Secara teoritis akan lebih optimal dan cepat.

c. Kelemahannya rumit data harus detail/lengkap.


III. Metode Perhitungan Cadangan

Dalam melakukan metode perhitungan cadangan haruslah ideal dan sederhana,


cepat dalam pengerjaan dan dapat dipercaya sesuai dengan keperluan dan kegunaan.
Metode perhitungan harus dipilih secara hati-hati dan rumusan yang dipilih harus
sederhana dan mempermudah perhitungan sehingga dapat menghasilkan tingakat
ketepatan yang sama dengan metode yang kompleks. Maka tingkat kebenaran per
hitungan cadangan tergantung pada ketepatan dan kesempurnaan pengetahuan atas
endapan. Pemilihan metode untuk perhitungan cadangan tergantung pada :

A. Keadaan Geologi dari Endapan Mineral

Keadaan geologi sangat berpengaruh untuk menentukan metode perhitungan


cadangan yang akan digunakan , keadaan permukaan tanah yang berbukit pasti akan
berbeda dengan keadaan permukaan tanah yang landai atau yang berupa cekungan .

B. Ketersediaan Data

Ketersediaan data dari lubang bor akan memberikan informasi dan memudahkan
dalam menentukan metode perhitungan cadangan yang akan digunakan

C. Jenis Bahan Galian.

Secara umum endapan-endapan bahan galian dapat dikategorikan atas sederhana


(simple) atau kompleks(complex) tergantung dari distribusi kadar dan bentuk
geometrinya. Kriteria untuk mengkategorikan endapan bahan galian ini didasarkan
atas pendekatan geologi. Untuk kategori kompleks dicirikan dengan kadar pada
batas endapan dan pada tubuh bijihnya sangat bervariasi serta bentuk geometrinya
yang kompleks, sedangkan untuk kategori sederhana dicirikan dengan bentuk
geometri yang sederhana dan kadar pada batas endapan maupun pada badan bijih
relatif homogen.
Perhitungan cadangan ini merupakan hal yang paling vital dalam kegiatan eksplorasi.
Perhitungan yang dimaksud di sini dimulai dari sumberdaya sampai pada cadangan yang
dapat di tambang yang merupakan tahapan akhir dari proses eksplorasi. Hasil perhitungan
cadangan tertambang kemudian akan digunakan untuk mengevaluasi apakah sebuah
kegiatan penambangan yang direncanakan layak untuk di tambang atau tidak. Adapun
metode perhitungan cadangan antara lain :

a. Metode Cross Section

Masih sering dilakukan pada tahap-tahap paling awal dari perhitungan. Hasil
perhitungan secara manual ini dapat dipakai sebagai alat pembanding untuk
mengecek hasil perhitungan yang lebih canggih dengan menggunakan komputer.

Gambar Metode Cross Section

Rumus luas rata- rata , dipakai untuk endapan yang mempunyai penampang
yang seragam , perhitungan volume dari cross section adalah :

(1 + 2)
=
2

Dengan :

V : Volume cadangan
S1,2 : Luas penampang endapan
L : Jarak antar penampang
b. Metode Isoline (Metode Kontur)

Metoda ini dipakai untuk digunakan pada endapan bijih dimana ketebalan dan
kadar mengecil dari tengah ke tepi endapan. Isoline adalah kurva yang
menghubungkan titik-titik yang memiliki nilai kuantitatif sama . Volume dapat
dihitung dengan cara menghitung luas daerah yang terdapat di dalam batas kontur,
kemudian mempergunakan prosedur-prosedur yang umum dikenal.

Gambar Kontur Perhitungan Isoline

c. Metode Model Blok (Grid)

Aspek yang paling penting dalam perhitungan cadangan adalah metode


penaksiran, terdapat bermacam-macam metode penaksiran yang bisa dilakukan
yaitu metode klasik yang terdiri dari NNP (Neighborhood Nearest Point) dan IDW
(Inverse Distance Weighting) serta metode non klasik yaitu penaksiran dengan
menggunakan Kriging. Metode Kriging adalah yang paling baik dalam hal
ketepatan penaksirannya (interpolasi), metode ini sudah memasukkan aspek spasial
(posisi) dari titik referensi yang akan digunakan untuk menaksir suatu titik tertentu.
d. Metode Poligon (area of influence)

Metoda poligon ini merupakan metoda perhitungan yang konvensional. Metoda


ini umum diterapkan pada endapan-endapan yang relatif homogen dan mempunyai
geometri yang sederhana. Metode ini juga merupakan contoh aturan nearest point ,
dan menyatakan bahwa suatu karakteristik endapan suatu daerah diwakili oleh satu
titik tertentu . Jarak titik bor di dalam poligon dengan batas poligon sama dengan
jarak batas poligon ke titik terdekat . Di dalam poligon nilai kadar diasumsikan
konstan sama dengan kadar pada titik bor di dalam poligon ( Hustrulid & Kutchta ,
1995)

Gambar Metode Poligon

Perhitungan volume dengan rumus berikut :

V = A.t

Dengan :

V : volume
A : Luas Poligon
t : Tebal lapisan bahan galian
Daftar Pustaka

Anonim.2010.metode perhitungan cadangan.(http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/560/metode-


perhitungan-cadangan.pdf) . Diakses pada tanggal 20 Maret 2015.

AnonimII.2011.perhitungan cadangan.(mhea-nck.blogspot.com/2011/12/perhitungan-
cadangan.html). Diakses pada tanggal 20 Maret 2015.

AnonimIII.2012.klasifikasi cadangan bahan galian.


(http://bahangaliantambang.blogspot.com/2012/10/klasifikasi-cadangan-bahan-galian.html).
Diakses pada tanggal 20 Maret 2015.