Anda di halaman 1dari 5

A.

Hasil Recall Konsumsi


Tabel Hasil Recall Konsumsi Vera Indria Sari
Nama Jumlah Zat Gizi
Zat
Konsumsi Energi Protein Lemak Kalsiu
Besi
Pangan (KK) (gram) (gram) m (gr)
(gram)
Vera Nasi 176 3,30 0,00 0,00 4,9
Indria Sawi 22 2.30 0.30 3.00 220.00
Sari Taoge kacang
67 9.00 2.60 1.00 50.00
kedelai
Melinjo 66 5.00 0.70 3.00 163.00
Cabe 31 1,00 0,30 1,00 29,00
Tempe goreng 82 4.60 5.80 2.62 37.40
Tahu 68 7.80 4.60 1.00 124.00
Air mineral 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Nasi 176 3,30 0,00 0,00 4,9
Telur 162 12.80 11.50 3.00 54.00
Kerupuk 17 0,70 1,5 0,06 14,9
Cabe 31 1,00 0,30 1,00 29,00
Air mineral 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Mie+ Telur 178 5.00 0.00 2.60 47.10
Kerupuk 17 0,70 1,5 0,06 14,9
Es susu 502 27.00 26.00 6.67 800.00
B. Pembahasan
Metode recall adalah wawancara dengan meminta responden untuk
menyebutkan semua makanan dan minuman yang dikonsumsi selama 24 jam
sebelummnya. Recall yang tidak diberitahukan sebelumnya direkomendasikan
untuk dilakukan sebelumnya dilakukan karena responden tidak dapat
mengubah apa yang mereka makan secara retrospektif dan dengan demikian
instrumen ini tidak dapat mengubah pola makan responden. Kerugian utama
pada metode recall adalah metode tersebut hanya mengandalkan daya ingat dan
kemampuan responden dalam memperkirakan ukuran takaran saji makan. Di
samping itu kita tidak dapat memastikan kebenaran apakah dorongan sosial
tidak mempengaruhi pelaporan asupan makanan setiap hari yang dilakukan
sendiri oleh responen. Keuntungan dari metode recall adalah sangat sesuai bagi
masyarakat yang kurang mampu menulis sehingga pencatatan asupan makanan
menjadi pekerjaan yang sulit bagi mereka.
Maksud daftar analisa bahan makanan ialah untuk meringkas atau
mengikhtisarkan pengetahuan tentang nilai gizi bahan makanan yang terdapat
di Indonesia. Dengan cara demikian dapat disusun makanan yang sempurna
dan seimbang. Maksud utama daftar analisa bahan makanan ini ialah untuk
dipakai sebagai pedoman yang dapat dipercaya untuk menentukan makanan
sehari-hari yang dapat memenuhi sekalian syarat yang dianjurkan, baik untuk
perseorangan maupun keluarga atau untuk kesatuan (institusional, makanan
untuk sejumlah banyak orang) (Soedarmo, 1977).
Yang merupakan sumber semua zat-zat gizi yang diperlukan oleh tubuh
adalah makanan dan minuman (pangan) yang dikonsumsi. Umumnya pangan
dapat diperoleh dari hasil tanaman maupun hewan, karena itu dikenal bahan
pangan nabati dan bahan pangan hewani. Fungsi masing-masing zat gizi
berbeda-beda. Meskipun ketiga makromolekul (karbohidrat, protein dan
lemak) dapat digunakan sebagai sumber energi, namun masing-masing
memiliki fungsi yang karakteristik (Muchtadi, 2009).
Kecukupan gizi yang dianjurkan (recommended dietary allowances
disingkat RDA) adalah banyaknya masing-masing zat gizi yang harus
terpenuhi dari makanan untuk mencakup hampir semua orang sehat.
Kecukupan gizi dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, aktivitas, berat dan
tinggi badan, genetika, serta keadaan hamil dan menyusukan. Kecukupan gizi
yang dianjurkan agak berbeda dengan kebutuhan gizi (requirement) (Karyadi,
1992).
Daftar Komposisi Bahan Makanan atau yang sering disebut dengan
DKBM adalah daftar yang berisikan nilai gizi dari beragam bahan pangan yang
biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia. DKBM berguna untuk merencanakna
hidangan makanan baik dan memenuhi kecukupan zat gizi serta sebagai
penilaian pada konsumsi makanan sehari-hari apakah telah memenuhi
kecukupan gizi. DKBM ditujukan kepada semua pihak yang bersagkutna
dengan makanan atau gizi seperti para petugas kesehatan dan gizi, ahli
teknologi makanan, pengusaha makanan, pertanian, siswa sekolah, dan lain-
lain.
Dari Recall yang dilakukan dengan mengingat dua hari sebelum
dilakukan Recall maka dapat diketahui bahwa sodari Vera Indria Sari dalam
sehari makan Tiga kali sehari yaitu, Pagi, siang, Sore. Menurut wawancara
yang telah saya lakukan hal itu telah menjadi kebiasaan dari sodari Vera. Dari
data yang telah diperoleh pada tabel maka dapat dihitung besarnya penilaian
konsumsi pangan dengan mengetahui usia dari vera yaitu 19 tahun maka berat
badan standarnya yaitu 52 kg sedangkan berat badan dari Vera itu sendiri yaitu
39 Kg sebagai berikut :
Analisis Data dan Perhitungan Vera Indria Sari
Diketahui : Berat Badan Aktual = 39 kg
Berat Badan Standart = 52 kg
Ditanya : Kebutuhan atau kecukupan zat gizi?
Jawab :

a. Energi = x AKG

38
= 52 x 1900 Kkal

= 1.425 Kkal

b. Protein = X AKG

38
= X 50 gr
52

= 37,5

c. Lemak = X AKG

38
= X 67,4
52

= 50,55

d. Zat besi = X AKG

38
= X 26 mg
52

= 19,5

e. Kalsium = X AKG

38
= X 800 mg
52

= 60
Metode pengukuran konsumsi pangan pada wawancara dihitung
berdasarkan BB aktual dibagi BB standart dikali dengan angka kecukupan
gizi (AKG) yang ingin dihitung. Misalnya energi, protein, lemak, zat besi dan
kalsium. Maka akan didapat angka kecukupan gizi dalam menjalankan
aktivitas sehari-hari. Hasil dari konversi DKBM dalam praktikum diperoleh
dari sodari Vera dalam sehari itu mengkonsumsi energi 1.425 Kkal, 37,5 gr
protein, 67,4 gr lemak, 60 mg kalsium dan 19,5 mg zat besi.
DAFTAR PUSTAKA

Soedarmo, Poerwo dan Sediaoetama, Achmad Djaeni. 1977. Ilmu Gizi Masalah
Gizi Indonesia dan Perbaikannya. Penerbit Dian Rakyat. Jakarta.
Muchtadi, Deddy. 2009. Pengantar Ilmu Gizi. Alfabeta. Bandung.

Karyadi, Darwin dan Muhilal. 1992. Kecukupan Gizi yang Dianjurkan. PT


Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.