Anda di halaman 1dari 3

Teori pergeseran filament | Sliding Filament

Theory | Otot Lurik


Sliding filament theory atau teori pergeseran filamen adalah cara otot berkontraksi. Saya sarankan Anda
memahami dahulu struktur otot sebelum mendalami teori ini.
Diagram di bawah ini mampu menjelaskan teori tersebut.

Pada dasarnya setiap serabut otot tersusun atas serabut tipis yang disebut miofibril. miofibril ini
mengandung struktur yang lebih sederhana lagi yaitu filament aktin dan miosin. Filamen-filament ini
saling bergeser keluar masuk /tumpang tindih yang menghasilkan kontraksi dan relakssasi otot sehingga
disebut dengan toeri pregeseran filament.

Diagram tersebut menunjukkan bagian dari miofibril yang disebut sarkomer. Sarkomer adalah unit terkecil
kontraksi otot Sarkomer tersusun berulang-ulang sepanjang miofibril.

Perhatikan hal-hal yang perlu diingat dengan cepat mengeani struktur yang terlibat dan mekanisme
kontraksi dan relaksasi otot.

Miofibril: sebuah bentukan silindris yang memanjang sepanjang otot lurik, yang mengandung filamen aktin dan
miosin.
Sarkomer: Struktur dan fungsional terkecil kontraksi otot. ditemui pada miofibril. dibagi menjadi pita H, A dan
I.
Aktin: filament kontraktil yang tipis yang mengandung sisi aktif dan ikatan.
Miosin: portein filamen yang lebih tebal dengan penonjolan yang dikenal dengan kepala miosin.
Tropomiosin: sebuah protein aktin pengikat yang mengatur kontraksi otot.
Troponin: protein kompleks yang melekat pada Tropomiosin.
Inilah detailnya. Proses kontraksi otot terjadi dalam 5 tahapan proses

Here is what happens in detail. The process of a muscle contracting can be divided into 5 sections:

1. Impulse saraf tiba di neuromuscular junction, yang mengakibatkan pembebasan asetilkolin. Kehadiran
asetilkolin menyebabkan depolarisasi yang kemudian menyebabkan pembebasan ion Ca keluar dari
retikulum sarkoplasmik.
2. Dengan meningkatnya ion Ca, akan menyebabkan ion Ca bisa terikat pada troponin dan mampu mengubah
strukturnya. Perubahan struktur toponin karena ion Ca ini akan terbukanya daerah aktif tropomiosin yang
yang tertutup oleh troponin. Kini kepala miosin akan mampu berikatan dengan filamen aktin membentuk
aktomiosin.
3. Perombakan ATP akan membebaskan energi yang dapat menyebabkan miosin mampu menarik aktin ke
dalam dan juga pemendekan otot. hal ini terjadi di sepanjang miofibril pada sel otot.
4. Miosin akan terlepas dari aktin dan jembatan aktomiosin akan putus ketika molekul ATP terikat pada kepala
miosin. Pada saat ATP dipecah kepala miosin dapat bertemu lagi dengan aktin pada tropomiosin.
5. proses kontraksi otot dapat berlangsung selama ada ATP dan ion Ca. Pada saat impuls berhenti, maka ion Ca
akan kembali ke retikulum sarkoplasmik dan troponin akan kembali ke kondisi semula dan menutupi daerah
tropomiosin sehingga menyebabkan otot berelaksasi.
Perlu diketahui bahwa sebuah single power stroke menghasilkan pemendekan hanya 1% saja dari panjang
otot jadi proses kontraksi harus dilakukan berulang-ulang.

sarkomer terbentang

Kontraksi Otot sebagian


Kontraksi otot penuh

Anda mungkin juga menyukai