Anda di halaman 1dari 3

I.

PENDAHULUAN
Sejalan dengan perkembangan paradigma pembangunan, telah ditetapkan arah
kebijakan pembangunan kesehatan, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka
Menengah (RPJM) 2004 2009 bidang kesehatan yang lebih mengutakan upaya
preventif dan promotif serta pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam bidang
kesehatan adalah menumbuh kembangkan Posyandu. Posyandu merupakan salah satu
bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang dikelola dan
diselenggarakan dari, oleh untuk masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan,guna memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat
dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat angka penurunan
kematian ibu dan bayi,seperti pemeriksaan pada ibu saat kehamilan dan ibu ibu yang
memiliki balita menimbang balitanya untuk mengetahui perkembangan status gizi
balitanya. (Depkes RI, 2006).
Rendahnya pengetahuan masyarakat sering kali mempengaruhi tumbuh kembang
anak, seperti ibu balita yang malas membawa anaknya ke Posyandu untuk ditimbang
dengan alasan jarak rumah yang jauh, anaknya tidak mau ditimbang karena sudah besar,
anaknya lengkap diimunisasi sehingga status gizi atau tumbuh kembang anaknya tidak
dapat terpantau/diketahui,hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman keluarga dan
masyarakat akan manfaat posyandu.
II. MASALAH
Kasus 1 :
Posyandu Mawar di desa A, tingkat perkembangannya masih pada tingkat pratama.
Jumlah kader aktifnya hanya 3 orang, kunjungan bayi, balita dan ibu hamil masih < 50%
sasaran. Untuk itu perlu intervensi dalam rangka meningkatkan perkembangan Posyandu
tersebut dengan melibatkan jaringan kerja bidan di komunitas.
III. TUJUAN
1. Untuk menggerakkan masyarakat agar dapat memanfaatan posyandu .
2. Untuk meningkatkan peran masyarakat dalam kegiatan posyandu
3. Untuk meningkatkan strata posyandu pratama menjadi posyandu madya
IV . SASARAN
Sasaran posyandu adalah seluruh masyarakat :
a. Bayi
b. Balita
c. Ibu hamil
d. Ibu melahirkan
e. Ibu menyusui dan nifas
f. Pasangan usia subur (Depkes RI,2006)
V. PEMBAHASAN
1. Lintas program
Melakukan penyuluhan atau promosi kesehatan tentang posyandu yang
bertujuan untuk memotivasi masyarakat agar rajin ke posyandu.
2. Lintas sektor
Melakukan pertemuan tingkat desa yang membahas tentang posyandu
yang hanya berada dalam strata pratama di wilayah tersebut agar dapat meningkat
menjadi posyandu madya yaitu dengan penambahan jumlah kader dan pelatihan
dasar.
3. Organisasi profesi
Melakukan bakti sosial di wilayah tersebut dengan memberikan
penyuluhan atau promosi kesehatan tentang posyandu agar dapat dimanfaatkan oleh
masyarakat sehingga cakupan posyandu dapat meningkat dan kegiatannya juga dapat
dilakukan 1 kali dalam 1 bulan.
4. Organisasi masyarakat
Melaksanakan kegiatan posyandu bersamaan dengan arisan PKK ibu
ibu yang dilaksanakan setiap 1 bulan sekali di wilayah tersebut sehingga kegiatan
posyandu dapat terlaksana setiap 1 bulan sekali.

5. Dukun kampung
Mengikutsertakan dukun kampung dalam kegiatan posyandu misalkan
diangkat atau diminta menjadi salah satu kader atau kegiatannya di laksanakan di
rumah dukun kampung sehingga masyarakatnya tergerak untuk datang dalam
kegitan posyandu.

6.kader
Melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk ikut serta dalam
kegitan posyandu dengan berpartisipasi atau datang pada saat pelaksanaan posyandu.

VI. PENUTUP
Dalam meningkatkan kualitas dan kemandirian posyandu tidak semudah
membalikkan telapak tangan. Karena untuk meningkatkan posyandu pratama ke madya
saja perlu proses yang panjang yaitu sekitar 2-3 tahun. Dengan melibatkan jaringan kerja
kebidanan komunitas.