Anda di halaman 1dari 2

PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


11/Farmasi/SPO/2015 00 1/2
Ditetapkan
STANDAR
Direktur,
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 09/04/2015
PROFESI
Dr. Evy Febrina Nurpeni, MARS

PENGERTIAN 1. Obat high alert atau obat yang perlu diwaspadai adalah obat yang persentasinya tinggi dalam
menyebabkan terjadi kesalahan/error dan/atau kejadian sentinel, obat yang beresiko tinggi
menyebabkan dampak yang tidak diinginkan demikian pula obat-obat yang tampak
mirip/ucapan mirip (look alike-sound alike).
2. Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta
memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang
unuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
3. Tenaga kesehatan yang di maksud antara lain : petugas farmasi, perawat, kepala instalasi ruang
perawatan, petugas radiologi, petugas fisioterapi dan laboratorium.
4. Petugas farmasi adalah tenaga kefarmasian yang terdiri atas Apoteker dan Tenaga Teknis
Kefarmasian (Sarjana Farmasi, Ahli Madya Farmasi, dan Tenaga Menengah Farmasi/Asisten
Apoteker).
5. Medication Error adalah kejadian yang merugikan pasien akibat pemakaian obat selama dalam
penanganan tenaga kesehatan yang sebenarnya dapat dicegah.
TUJUAN Menghindari kejadian medication error dan penggunaan yang tidak bertanggung jawab, serta
memudahkan dalam pengawasan dan pengendalian obat high alert.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur NOMOR 073/KEP-DIR/RSPJ/IV/2015 tentang Pemberitahuan
Kebijakan Peningkatan Keamanan Obat Yang Perlu Diwaspadai (High Alert Medication) bahwa
Elektrolit Konsentrat hanya tersedia di Instalasi Farmasi, ICU / Perina, IGD, VK/OK dengan
akses terbatas untuk menghindari pemberian yang tidak disengaja, elektrolit konsentrat tidak
disimpan di ruang perawatan kecuali jika dibutuhkan secara klinis dalam keadaan darurat (di
dalam emergency kit) dan tindakan diambil untuk mencegah pemberian yang tidak disengaja di
area tersebut.
PROSEDUR 1. Pisahkan penyimpanan obat high alert dari obat lain sesuai dengan daftar obat high alert dan
diberi tanda dengan red line (garis merah).

Dilarang menyalin, meng-copy atau memperbanyak tanpa seijin dari RS Permata Jonggol
PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


11/Farmasi/SPO/2015 00 2/2
Ditetapkan
STANDAR
Direktur,
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 09/04/2015
PROFESI
Dr. Evy Febrina Nurpeni, MARS

2. Tempat / keranjang penyimpanan obat high alert hanya terdiri dari satu jenis item obat high
alert

3. Tempelkan label warna merah dengan tulisan HIGH ALERT pada setiap obat high alert
kecuali obat sitotoksik dan obat-obatan LASA ( look alike-sound alike)
4. Label high alert ditempel di kemasan bagian depan ( tempat penempelan logo golongan obat),
di dekat nama obat, tanpa menutupi tulisan nama obat, kekuatan serta bentuk sediaan, dan
tanggal expired date.
5. Obat high alert disusun sesuai dengan SPO Penyimpanan Perbekalan Farmasi.
6. Obat narkotika di instalasi farmasi harus disimpan secara terpisah dari obat high alert lainnya.

UNIT TERKAIT Bidang Pelayanan Medis, Penunjang Medis, dan Keperawatan.

Dilarang menyalin, meng-copy atau memperbanyak tanpa seijin dari RS Permata Jonggol