Anda di halaman 1dari 1

ARTI HIDUP

Hidup adalah sebuah kesempatan. Kesempatan yang tidak akan datang kedua kali. Oleh
karena itu syukurilah apapun yang ada dalam hidup, karena hidup adalah garis takdir dari tuhan
untuk manusia. Saat ini ketika saya ditanya apa arti hidup mungkin berpikir seribukalipun saya
tidak akan menemukan jawabanya. Namun saya teringat akan masa kecil saya hingga kehidupan
yang saya alami sekarang.

Apa yang anda pikirkan tentang kurang kasih sayang dan kemuskinan? Ya begitulah
yang saya alami ketika masih kecil. Saya bahkan tidak ingat pernah diajari menulis ataupun
membaca oleh ibu saya. Mungkin karena ibu saya terlalu sibuk membantu mencari nafkah jadi
beliau tidak sempat meluangkan waktunya untuk mendampingi saya belajar. Bukan hanya soal
belajar tapi lebih parahnya saya kurang nyaman berada didalam rumah bahkan cenderung lebih
suka bermain diluar bersama teman-teman. Mungkin karena saya terlalu sering membuat kesalan
hinnga membuat ibu saya sering marah.

Ketika beranjak remaja, perlahan saya mulai berpikir apa yang harus saya lakukan agar
ibu tidak lagi marah kepada saya. Hingga suatu hari saya menyaksikan acara talk show disebuah
stasiun televisi swasta dimana salah seorang bintang tamu mengatakan bahwa seorang ibu tidak
pernah pilih kasih dalam menyayangi ataupun merawat putra-putrinya, namun beliau
memperlakukan putra-putrinya sesuai dengan watak dan perilaku dari putra-putrinya.

Dari situ saya mulai berpikir untuk berubah mulai belajar bangun pagi kemudian
membantu bersih-bersih rumah, lebih rajin belajar dan jarang bermain diluar. Lambat laun ibu
mulai dekat dengan saya,sehingga beliau sering memuji ataupun menasehatinya sudah berbeda
dari yang sebelumnya. Disitu saya merasa benar-benar bersyukur kepada tuhan yang telah
memberikan petunjuknya sehingga saya bisa berubah dan benar-benar merasa bahagia.

Kedua saya bertekad harus menjadi anak yang berprestasi agar bisa membagakan kedua
orang tua saya, dan mulai saat itu saya jadi lebih rajin belajar dan jarang bermain diluar hinga
saat duduk di bangku SMA saya merah juara pertama sekaligus juara umum. Hari itu tidak akan
pernah saya lupakan ketika saya melihat senyum dari ayah saya ketika keluar dari gerbang
sekolah membawa rapor saya. Benar-benar sangat memuaskan.

Namun hidup tidak berhenti di situ saja, hidup masih tetap berjalan hingga datangnya
kematian. Saat lulus SMA saya berencara melanjutkan kuliah, namun ternyata saya tidak lulus
kualifikasi. Akhirnya saya memutuskan untuk bekerja dan saat ini Alhamdulillah sudah bisa
melanjutka kuliah. Harapan saya kedepanya bisa sukses dalam pekerjaan sekaligus study
sehingga dimasa depan saya bisa menikmati kehidupan yang lebih sejahtera dan tentu saja
membahagiakan hari tua untuk kedua orang tua saya. Amin.