Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Menjadi seorang wirausahawan tidaklah mudah. Dibutuhkan banyak skill , modal, dan
mamajemen yang baik. Tentunya kiat-kiat keberhasilan wirausaha dari para pakarnya juga
akan sangat membantu bagi mereka yang ingin memulai suatu usaha. Dewasa ini, banyak
wirausaha-wirausaha sukses telah mewarnai dunia perekonomian Indonesia, seperti
Aburizal Bakrie, Bob Sadino, Cahirul Tanjung, dan masih banyak lainnya. Selain itu,
usaha-usaha kecil pun semakin banyak berdiri di lingkungan masyarakat. Kehadiran
wirausaha-wirausaha tersebut di Indonesia dapat memengaruhi serta meningkatkan
pertumbuhan ekonomi Indonesia, menciptakan lapangan kerja, memenuhi kebutuhan,
mengurangi angka pengangguran, dan lain lain. Namun, tak serta-merta semua orang
yang menciptakan sebuah usaha pasti menjadi wirausaha sukses yang mampu meringankan
beban pemerintah.

Dengan melahirkan banyak wirausaha sukses, ketergantungan Indonesia terhadap


bangsa lain diharapkan dapat berkurang karena telah mampu menciptakan lapangan baru
sendiri dan memenuhi kebutuhannya sendiri. Selain itu, dengan hadirnya wirausaha yang
sukses mengembangkan usahanya, baik di kancah nasinal maupun internasional akan dapat
mengurangi beban pemerintah pula dalam rangka mengurangi angka pengangguran.

Tentu saja tak mudah untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses. Berbagai
halangan, rintangan, dan masalah selalu mewarnai perjalanan bisnis seorang wirausaha.
Mereka dituntut untuk dapat menangani halangan, rintangan, dan masalah tersebut dengan
cerdas atau menyerah pada masalah dan kalah menjadi wirausaha. Dengan adanya
permasalahan-permasalaha tersebut, penulis berharap para pembaca termasuk penulis
nantinya terdorong dan termotivasi untuk muncul sebagai wirausaha wirausaha yang
sukses di Indonesia sehingga dapat mengurangi beban pemerintah dengan memahami
rumusan masalah yang akan dibahas mengenai karakteristik wirausaha sukses.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana karakter / sikap mental wirausaha yang sukses ?
2. Bagaimana peranan role model untuk membangun karakter wirausaha ?
3. Apa saja faktor faktor penyebab kegagalan wirausaha ?
4. Apa kunci sukses untuk menjadi wirausaha ?
5. Bagaimana cara menyikapi kegagalan ?

1.3 Tujuan Penulisan


Sesudah membaca makalah ini pembaca diharapkan dapat :
1. Mengetahui apa saja karakter / sikap mental yang dimiliki wirausaha sukses
2. Mengetahui peranan role model untuk membangun karakter wirausaha
3. Mengetahui faktor faktor penyebab kegagalan wirausaha
4. Mengetahui kunci sukses untuk menjadi wirausaha
5. Mengetahui cara menyikapi kegagalan

1.4 Manfaat Penulisan


Dalam makalah ini penyusun berharap pembaca dapat mengambil manfaat dan sesuai
dengan tujuan yang diharapkan.

1.5 Metode Penulisan


Dalam makalah ini penulis menggunakan metode studi literatur, dimana kami menjadikan
bacaan-bacaan dari beberapa media sebagai sumber informasi.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Karakter / Sikap Mental Wirausaha Sukses


Menurut Geoffrey G. Meredith (1996 dalam Suryana 2009) bahwa wirausaha memiliki
berbagai ragam karakter dan watak sebagai berikut:

Tabel karakter dan unsur karakter wirausaha.

No Karakter Watak

Memiliki keyakinan yang kuat,


1 Percaya diri ketidaktergantungan terhadap orang lain,
mandiri dan optimis
Gairah untuk maju, berorientasi laba, tekun,
Berorientasi pada
2 ulet dan tegas, kerja keras, bersemangat,
tugas dan hasil
energik, serta inisiatif.
Kemampuan mengambil resiko, suka
3 Pengambil resiko
tantangan
Berjiwa kepemimpinan, suka bergaul, terbuka
4 Kepemimpinan
terhadap saran dan kritik.
Pandai pencipta (inovatif dan kreatif)
Keaslian atau
5 berpikiran terbuka, penuh informasi, kaya
originalitas
pengetahuan.
Berorientasi masa Memiliki visi dan perspektif terhadap masa
6
depan depan.

Karakter wirausaha yang dikemukakan di atas menunjukkan bahwa intisari karakter


seorang wirausaha ialah kreatifitas. Oleh karena itu, dapat dikemukakan bahwa seorang
wirausaha dapat dibentuk, bukan lahir begitu saja. Jelaslah bahwa kewirausahaan pada
dasarnya merupakan jiwa dari seseorang yang diekspresikan melalui sikap dan perilaku
yang kreatif dan inovatif untuk melakukan suatu kegiatan. Adapun orang yang memiliki
jiwa tersebut tentu saja dapat melakukan kegiatan kewirausahaan atau menjadi pelaku
kewirausahaan atau lebih dikenal dengan sebutan wirausaha. Seorang wirausaha haruslah
seorang yang mampu melihat ke depan. Melihat ke depan dengan berpikir, penuh
perhitungan, mencari pilihan dari berbagai alternatif masalah dan pemecahnnya.

1) Percaya diri
Sifat-sifat percaya diri dimulai dari pribadi yang mantap, tidak mudah terombang-
ambing oleh pendapat dan saran-saran orang lain. Akan tetapi saran-saran orang lain
jangan ditolak mentah-mentah, pakai itu sebagai masukan untuk dipertimbangkan
kemudian harus memutuskan segera. Orang yang tinggi percaya dirinya adalah orang
yang sudah matang, jasmani dan rohaninya. Pribadi semacam itu adalah pribadi yang
independen dan sudah mencapai tingkat kematangan. Karakteristik kematangan sesorang
adalah ia tidak tergantung pada orang lain, ia memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi,
obyektif dan kritis. Tidak begitu saja menyerap pendapat atau opini orang lain tapi dapat
mengembangkan kritis. Emosionalnya sudah stabil, tidak mudah tersinggung dan naik
pitam, serta tingkat sosialnya tinggi. Diharapkan wirausaha seperti ini betul-betul dapat
menjalankan usahanya secara mandiri, jujur dan disenangi oleh semua relasinya.
2) Berorientasi tugas dan hasil
Wirausaha tidak mengutamakan prestise dulu, tetapi prestasi kemudian. Ia berharap
pada prestasi baru kemudian setelah berhasil prestisenya akan meningkat. Wirausaha
yang selalu memikirkan prestise dulu dan prestasi kemudian, usahanya tidak akan
mengalami kemajuan. Maka wirausaha harus mempunyai kebutuhan untuk berprestasi,
berorientasi pada laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan
kuat, energik dan inisiatif.
3) Pengambil resiko
Wirausaha dalam melakukan kegiatan usahanya penuh dengan resiko dan tantangan,
seperti persaingan, harga turun naik, barang tidak laku dan sebagainya. Tetapi semua
tantangan ini harus dihadapi dengan penuh perhitungan. Jika perhitungan sudah matang
baru membuat pertimbangan dari berbagai macam segi.
4) Kepemimpinan
Sifat kepemimpinan memamng ada dalam masing-masing individu, maka sifat
kepemimpinan tergantung pada masing-masing individu dalam menyesuaikan diri
dengan organisasi atau orang yang dipimpin. Ada pemimpin yang disenangi oleh
bawahan, mudah memimpin sekelompok orang, ia diikuti dan dipercaya oleh bawahan.
Tapi ada pula pemimpin yang tidak disenangi bawahan atau tidak senang pada
bawahannya, ia mau mengawasi bawahannya tapi tidak ada waktu untuk itu. Menanam
kecurigaan pada orang lain pada suatu ketika akan berakibat tidak baik pada usaha yang
sedang dijalankan. Maka wirausaha sebagai pemimpin yang baik harus mau menerima
kritik dan saran dari bawahannya serta harus bersifat responsif.
5) Keaslian atau originalitas
Sifat orisinil tidak selalu ada pada diri sesorang, yang dimaksud orisinil adalah tidak
hanya mengekor pada orang lain tapi memiliki pendapat sendiri dan ide yang orisinil
untuk melaksanakan sesuatu. Orisinil tidak berarti baru sama sekali, tapi produk tersebut
mencerminkan hasil kombinasi baru dari komponen-komponen yang sudah ada sehingga
melahirkan sesuatu yang baru. Bobot kreativitas orisinil suatu produk akan tampak sejauh
mana ia berbeda dari apa yang sudah ada sebelumnya.
6) Berorientasi masa depan
Wirausaha harus perspektif, mempunyai visi ke depan, apa yang akan dilakukan dan
apa yang ingin dicapai. Karena sebuah usaha bukan didirikan untuk sementara tapi
selamnay. Maka faktor kontinuitas harus dijaga dan pandangan harus ditujukan jauh ke
depan. Untuk menghadapi pandangan jauh ke depan seorang wirausaha akan menyusun
perencanaan dan strategi yang matang, agar jelas langkah-langkah yang akan
dilaksanakan.
Pengusaha yang sukses bukanlah pengusaha yang bisa memulai bisnis dalam skala
besar dalam waktu singkat. Wirausaha bukanlah sebuah hal yang bisa dibangun secara
instant. Wirausaha sukses adalah mereka yang berhasil mengatasi naik turunnya usaha dan
tetap berdiri tegak. Skala keberhasilan wirausaha bukanlah semata pada jumlah omset yang
dimiliki, akan tetapi lebih pada kemampuan sang wirausaha untuk mempertahankan
usahanya dalam menghadapi berbagai arus perubahan yang sedikit banyak memiliki
pengaruh pada usahanya. Pada bagian ini, mental wirausaha seseorang sangat diuji.
Seseorang boleh saja mengklaim bahwa dia sudah memiliki usaha tersebut sejak lama, atau
mungkin usaha tersebut sudah diwarisi dari orang tua mereka. Akan tetapi, kehidupan
usaha tersebut lebih tergantung pada mental wirausaha orang tersebut dalam menjalankan
roda usahanya.

Bagaimana dengan mental wirausaha di Indonesia? Beberapa pakar mengatakan bahwa


mental wirausaha di Indonesia masih sangat lemah. Orang Indonesia lebih menyukai
bekerja sebagai karyawan daripada mencoba mendirikan usaha mandiri atau meneruskan
usaha mereka. Salah satu ciri lemahnya mental wirausaha di Indonesia adalah keengganan
seseorang untuk menempuh berbagai resiko yang mungkin timbul dalam usaha yang
dijalankannya. Resiko kegagalan ataupun resiko merugi dari sebuah usaha tentu
berbanding lurus dengan resiko mendapatkan keuntungan. Sayangnya, masih banyak
orang Indonesia yang tidak siap menghadapi resiko kegagalan. Keengganan menghadapi
resiko kegagalan tersebut disikapi dengan tidak menjalankan usaha.
Semangat wirausaha seharusnya dilandasi dengan semangat pantang menyerah. Ada
macam sikap mental yang seharusnya dimiliki oleh seorang wirausaha, yaitu:

1. Memiliki semangat enterpreneurship dasar yaitu keinginan untuk memiliki penghasilan


yang lebih baik daripada bekerja pada orang lain. Keinginan untuk mandiri, lebih
sejahtera dan memiliki kehidupan yang lebih baik akan membawa seseorang pada
keinginan berusaha secara mandiri.
2. Semangat enterpreneurship lain yang harus dimiliki adalah keinginan untuk mandiri.
Bekerja pada perusahaan milik orang lain boleh jadi lebih nyaman, akan tetapi Anda
tidak akan pernah menjadi mandiri. Sikap mental seperti ini yang masih jarang dimiliki
oleh banyak orang di Indonesia. Banyak orang memilih berada di zona nyaman mereka
hingga masa pensiun tiba dibanding membuat sebuah gebrakan besar dalam kehidupan
mereka dengan berwirausaha.
3. Berani mencoba adalah satu bagian dari semangat enterpreneurship yang harus selalu
dimiliki para calon wirausaha. Tidak ada bayi yang langsung bisa berlari. Bayi harus
melalui fase merangkak, belajar berdiri, belajar berjalan hingga mampu berjalan dengan
dua kaki tanpa terjatuh. Analogi yang sama harus diterapkan oleh seorang
wirausahawan. Berani mencoba menjadi seorang wirausaha adalah salah satu
kunci wirausaha sukses. Bagaimana Anda bisa mendapatkan hasil wirausaha sukses
sementara Anda bahkan tidak berani mencoba
4. Semangat enterpreneurship lain adalah tahan banting. Kegagalan memang sangat
menyakitkan, akan tetapi bukan merupakan sebuah alasan untuk menyerah. Semangat
wirausaha sukses adalah menyikapi kegagalan sebagai sebuah pelajaran besar. Evaluasi
menyeluruh akan memungkinkan Anda menjalani wirausaha sukses tersebut. Satu
keberhasilah mungkin harus ditempuh melalui 99 kegagalan. Seorang pelaku wirausaha
sukses akan selalu menerapkan prinsip tersebut pada setiap bidang usaha yang akan
dilaksanakannya.

2.2 Pemilihan Role Model untuk Membangun Karakter Wirausaha


Role model atau tokoh panutan merupakan faktor penting yang mempengaruhi individu
dalam memilih kewirausahaan sebagai karir. Calon wirausaha pada umumnya menemukan
role model di rumah ataupun di tempat kerja. Bila seseorang banyak berhubungan serta
bergaul dengan para wirausahawan, maka ada kemungkinan dia juga akan tertarik untuk
memilih jalan hidup sebagai seorang wirausahawan. Orang tua, saudara, guru atau
wirausahawan lain dapat menjadi role model bagi individu. Individu membutuhkan
dukungan dan nasehat dalam setiap tahapan dalam merintis usaha, role model berperan
sebagai mentor bagi individu. Individu juga akan meniru perilaku yang dimunculkan oleh
role model. Role model merupakan hal yang sangat penting karena dengan mengetahui
serta memahami kisah-kisah para wirausahawan yang telah meraih kesuksesan menjadikan
cita-cita seseorang untuk membuka usahanya sendiri menjadi lebih kredibel dan
terjustifikasi.

Yang paling ingin diketahui oleh orang-orang sebagai role model kesuksesan mereka
adalah profil wirausaha. Dengan membaca dan mengetahui profil juga perjuangan mereka
dari bawah sampai menjadi sesorang yang berhasil akan menjadikan motivasi untuk para
wirausaha baru untuk mencapai kesuksesan yang sama. Salah satu wirausaha di Indonesia
yang dapat menjadi role model bagi calon wirausaha adalah Bob Sadino. Gayanya yang
sangat terkenal adalah gaya dia berpakaian yang senang menggunakan celana pendek dan
kaus bias walaupun dia seorang wirausaha yang sukses dan punya kekayaan yang banyak.
Boy Sadiono lahir di Lampung pada tangga 9 Maret 1933. Dimulai saat sang teman
menyarankan untuk memelihara ayam untuk menghilangkan rasa stressnya. Dari mulai
beternak ayam itu terinspirasilah Bob untuk memulai wirausaha. Akhirnya, beberapa lama
Bob bisa menjadi orang yang sukses dalam bisnisnya. Kunci kesuksesan Bob Sadino adalah
selalu mendengarkan apa kemauan dari pelanggan sehingga dia mau memperbaiki diri
sesuai dengan saran dari pelanggannya. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati
pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan
menciptakan kepuasan diri sendiri, karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan
sebaik-baiknya.
(Mia Sulistiari Putri, 2013, from http://miigoedish.blogspot.co.id/2013/01/berbagai-
karakter-wirausaha-sukses.html )

2.3 Faktor faktor Penyebab Kegagalan Wirausaha


Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi
wirausaha. Zimmerer (1996: 14-15 dalam Suryana 2009) mengemukakan beberapa faktor
yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya adalah:
1. Tidak kompeten dalam manajerial. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan
dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat
perusahaan kurang berhasil.
2. Kurang berpengalaman. Baik dalam kemampuan teknik, kemampuan
memvisualisasikan usaha, kemampuan mengkoordinasikan, ketrampilan mengelola
sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
3. Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik
faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran khas. Mengatur
pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan dalam memelihara aliran khas
akan menghambat operasional perusahaan dan akan mengakibatkan perusahaan tidak
lancar.
4. Gagal dalam perencanaan. Perencanaan merupakan titik awak dari suatu kegiatan,
sekali gagal dalam perncanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
5. Lokasi yang kurang memadai. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang
menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan
perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
6. Kurangnya pengawasan peralatan. Pengawasan eret kaitanya dengan efisiensi dan
efektifitas. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan
tidak efektif.
7. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalan berusaha. Sikap yang setengah-setengah
dalam usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal.
Dengan sikap setengah hati kemungkinan gagal akan besar.
8. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan. Wirausaha yang
kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, maka ia tidak ada jaminan untuk
menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa
diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap
waktu.

2.4 Kunci Sukses menjadi Wirausaha


Menjadi seorang pengusaha saja ternyata belumlah cukup untuk meraih sebuah
kesuksesan. Meskipun jumlah pengusaha Indonesia saat ini sudah cukup banyak, namun
semuanya belum bisa dikatakan sukses menjadi pengusaha yang benar-benar memiliki
karakter. Tidak jarang para pengusaha harus mengalami sebuah kegagalan, karena mereka
belum memiliki daya saing dan karakter yang cukup kuat untuk menghadapi berbagai
tantangan. Memang tidaklah mudah untuk menjadi seorang pengusaha yang bermental kuat
dan berdaya saing tinggi (Sri Yatin, 2011, https://noorshabirah.wordpress.com/motivasi-
bisnis/kunci-sukses-menjadi-pengusaha-berkarakter/). Untuk itu, seperti yang telah Bapak
Komang Ardana M.M. selaku dosen mata kuliah Kewirausahaan jelaskan, hal hal ini lah
yang menjadi kunci sukses untuk menjadi seorang wirausaha yaitu:

1. Mempunyai sikap mental yang kreaatif, inovatif, berani, tangguh, tidak takut gagal,
dan jujur
2. Mampu mencari peluang dengan beberapa cara seperti dengan mengikuti pelatihan,
magang, atau melalui informasi dari berbagai media
3. Mempunyai rencana bisnis yang jelas
4. Modal yang tersedia memadai.

2.5 Cara Menyikapi Kegagalan


Bisnis merupakan usaha yang didalamnya terdapat, kesuksesan dan juga kegagalan.
Ada sangat banyak faktor yang membuat bisnis yang sedang Anda jalankan sekarang ini,
bisa berakhir dengan kegagalan. Banyak pebisnis yang jatuh bangun dalam menjalankan
bisnisnya, namun ada yang berhasil ada juga yang gagal. Akan tetapi hal seperti itu tidak
akan terjadi, apabila Anda menjalankan bisnis dengan konsep yang sangat matang.
Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, karena kegagalan justru bisa membuat Anda
semakin kuat dalam menghadapi setiap permasalahan yang terjadi. Ada 4 cara menghadapi
kegagalan dalam bisnis, berikut 4 cara tersebut:
1. Pikiran positif
Berpikir positif ini, tentunya sudah sering kali Anda dengarkan dan juga Anda
lakukan. Tetapi, kenapa masih saja belum bisa membuat Anda bisa menghadapi
kegagalan. Pikiran yang positif akan membantu Anda terlepas dari berbagai macam
permasalahan, dan juga membantu Anda terhindar dari stress. Pada saat Anda
menerima kegagalan, cobalah untuk tetap berpikir positif. Dengan tujuan, agar mental
Anda akan terlatih dan juga semakin kuat.
2. Mencari tahu penyebab kegagalan
Kegagalan dalam bisnis bukan tanpa sebab, maka dari itu Anda harus mencari
tahu penyebab dari kegagalan bisnis Anda. Pada dasarnya, ada dua penyebab yang
membuat bisnis Anda mengalami kegagalan. Yang pertama adalah faktor internal, dan
yang kedua adalah faktor eksternal. Kedua penyebab ini selalu dihadapi oleh pebisnis,
tetapi semuanya akan kembali lagi kepada Anda sendiri. Bagaimana Anda menyikapi
dari kedua penyebab itu, apakah akan berdampak buruk atau malah sebaliknya.
3. Mengatasi kegagalan
Setiap permasalahan atau kegagalan, selalu ada solusi untuk menyelesaikannya.
Mengatasi kegagalan, bisa Anda pelajari dari setiap kegagalan dalam bisnis yang Anda
jalankan. Mengatasi kegagalan, merupakan cara untuk Anda bangkit kembali dan
memulai lagi apa yang sudah Anda kerjakan. Anda bisa mengatasi kegagalan Anda
dengan berbagai cara dan berbagai tahap, dan semuanya cara tersebut akan sangat
berguna untuk mengatasi kegagalan Anda dalam bisnis.
4. Mencari peluang
Setelah Anda sudah mengeatahui dan mengatasi kegagalan Anda dalam bisnis.
Maka berikutnya, Anda bisa mencari peluang lain untuk kembali berbisnis. Tidak ada
pebisnis yang begitu menjalankan bisnisnya, akan langsung mendapatkan kesuksesan.
Karena semuanya melalui sebuah proses, dan nikmatilah proses tersebut.
(Notordinaryblogger, 2017, from http://notordinaryblogger.com/4-cara-menghadapi-
kegagalan-bisnis/)
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Menurut Geoffrey G. Meredith (1996 dalam Suryana 2009) bahwa wirausaha memiliki
berbagai ragam karakter dan watak yaitu percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil,
berani mengambil resiko, memiliki jiwa kepemimpinan, keaslian atau originalitas, dan
berorientasi pada masa depan.
2. Individu membutuhkan dukungan dan nasehat dalam setiap tahapan dalam merintis
usaha, role model berperan sebagai mentor bagi individu. Individu juga akan meniru
perilaku yang dimunculkan oleh role model. Role model merupakan hal yang sangat
penting karena dengan mengetahui serta memahami kisah-kisah para wirausahawan
yang telah meraih kesuksesan menjadikan cita-cita seseorang untuk membuka
usahanya sendiri menjadi lebih kredibel dan terjustifikasi.
3. Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi
wirausaha. Zimmerer (1996: 14-15 dalam Suryana 2009) mengemukakan beberapa
faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya, yaitu:
tidak kompeten dalam bidang manajerial, kurang berpengalaman, kurang dapat
mengendalikan keuangan, gagal dalam perencanaan, lokasi kurang memadai,
kurangnya pengawasan pada peralatan, sikap yang kurang serius, dan ketidakmampuan
bersaing.
4. Kunci sukses untuk menjadi wirausaha yaitu: punya sikap mental yang kreatif, inovatif,
berani, tangguh, tidak takut gagal, dan jujur, mampu mencari peluang, punya rencana
bisnis yang baik, dan punya modal yang memadai.
5. Ada 4 cara menghadapi kegagalan dalam bisnis, yaitu: berpikiran positif, mencari tahu
penyebab kegagalan, mengtasi kegagalan itu, dan mecari peuang kembali.

3.2 Saran
Dengan adanya permbahasan diatas, penulis berharap para pembaca termasuk penulis
nantinya terdorong dan termotivasi untuk muncul sebagai wirausaha wirausaha yang
sukses di Indonesia sehingga dapat mengurangi beban pemerintah.
DAFTAR PUSTAKA

Suryana. 2009. Kewirausahaan, Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta:
Salemba Empat.
Anonim. 2017. 4 Cara Menghadapi Kegagalan dalam Bisnis.
http://notordinaryblogger.com/4-cara-menghadapi-kegagalan-bisnis/ (Diakses pada 4
Maret 2017)
Putri, Mia Sulistiari. 2013. Berbagai Karakter Wirausaha.
http://miigoedish.blogspot.co.id/2013/01/berbagai-karakter-wirausaha-sukses.html
(Diakses pada 4 Maret 2017)
Yatin, Sri. 2011. Kunci Sukses Menjadi Pengusaha Berkarakter.
https://noorshabirah.wordpress.com/motivasi-bisnis/kunci-sukses-menjadi-pengusaha-
berkarakter/ (Diakses pada 4 Maret 2017)