Anda di halaman 1dari 11

Learning Issue

Dehidrasi

Dehidrasi ini disebabkan oleh hilangnya air. Konsentrasi zat terlarut di cairan
ekstraseluler meningkat, cairan di jaringan menjadi hipertonik untuk sel, dan air
meninggalkan sel. Penyebab umum dehidrasi adalah keringat berlebihan, mungkin selama
latihan, tanpa setiap penggantian air yang hilang. Dehidrasi juga bisa menjadi efek samping
dari penyakit yang menyebabkan muntah berkepanjangan atau diare. Tanda-tanda dehidrasi
sedang adalah mulut kering, mata cekung, dan kulit yang tidak akan bangkit kembali setelah
mencubit ringan. Jika dehidrasi menjadi parah, denyut nadi dan tingkat pernapasan yang
cepat, tangan dan kaki dingin, dan bibir berwarna biru. Meskipun dehidrasi menyebabkan
penurunan berat badan, membuat berat badan turun dengan cara dehidrasi adalah hal yang
tidak baik.

Air ditambahkan ke tubuh dengan dua sumber utama: (1) masuk dalam bentuk cairan
atau air dalam makanan, yang bersama-sama biasanya menambahkan sekitar 2100 ml / hari
dengan cairan tubuh, dan (2) disintesis dalam tubuh sebagai akibat dari oksidasi karbohidrat,
menambahkan sekitar 200 ml / hari. Ini memberikan asupan air total sekitar 2300 ml / hari
(Tabel 25-1). Asupan air, bagaimanapun, adalah sangat bervariasi antara orang-orang yang
berbeda dan bahkan dalam orang yang sama

Beberapa kehilangan air tidak dapat tepat diatur. Untuk misalnya, kehilangan air terus
menerus oleh penguapan dari pernapasan saluran dan difusi melalui kulit, yang bersama-sama
mencapai sekitar 700 ml / hari kehilangan air dalam kondisi normal. Kita tidak sadar
menyadari hal itu, meskipun itu terjadi terus-menerus dalam semua manusia hidup.
Kehilangan air insensible melalui kulit terjadi secara independen dari berkeringat dan hadir
bahkan pada orang yang lahir tanpa kelenjar keringat; rata-rata kehilangan air melalui difusi
melalui kulit adalah sekitar 300 sampai 400 ml / hari. Kehilangan air ini diminimalkan oleh
kolesterol diisi lapisan cornified kulit, yang menyediakan penghalang terhadap kerugian yang
berlebihan oleh difusi.

kehilangan air insensible melalui saluran pernafasan rata-rata sekitar 300 sampai 400
ml / hari. Saat udara memasuki saluran pernapasan,udara bercampur dengan uap air menjadi
jenuh dengan uap air, dengan tekanan uap dari sekitar 47 mm Hg. Karena tekanan uap yang
terinspirasi udara biasanya kurang dari 47 mm Hg, air terus menerus hilang melalui paru-paru
dengan respirasi. dalam cuaca dingin, tekanan uap atmosfer menurun ke hampir 0,
menyebabkan kehilangan yang lebih besar dari air dari paru-paru sebagai penurunan suhu.
Hal ini menjelaskan perasaan kering di saluran pernapasan dalam cuaca dingin.

Jumlah air yang hilang dengan berkeringat sangat bervariasi, tergantung pada
aktivitas fisik dan suhu lingkungan. Volume keringat biasanya adalah sekitar 100 ml / hari,
tetapi dalam cuaca sangat panas atau selama latihan berat, kehilangan air keringat sesekali
meningkat menjadi 1 sampai 2 L / jam. Ini akan cepat menguras cairan tubuh jika asupan
tidak juga meningkat dengan mengaktifkan mekanisme rasa haus.

Hanya sejumlah kecil air (100 ml / hari) biasanya hilang dalam feses. Ini bisa
meningkat menjadi beberapa liter sehari pada orang dengan diare berat. Untuk alasan ini,
diare berat dapat mengancam hidup jika tidak diperbaiki dalam beberapa hari.

Kehilangan cairan secara abnormal dapat melalui

a. Muntah
b. Diabetes
c. Korban luka bakar
d. Diare

Dehidrasi dapat dikategorikan menjadi beberapa tipe berdasarkan jumlah kehilangan


cairan dan elektrolit. Berikut ini adalah tipe dehidrasi:
a. Dehidrasi Isotonik
Didefinisikan sebagai suatu keadaan jumlah kehilangan air sebanding dengan jumlah
kehilangan elektrolit natrium (Na+). Kadar Na+ pada kondisi dehidrasi isotonik
berkisar antara 135-145 mmol/L dengan osmolalitas serum berkisar antara 275-295
mOsm/L. Terapi umumnya dengan cairan kristaloid yang bersifat isotonic seperti
NaCl 0,9% atau Dextrose 5% dalam NaCl 0,225% (untuk pediatrik) dan RL (Ringers
Lactate) atau NaCl 0,9% (untuk dewasa).
b. Dehidrasi hipertonik
Didefinisikan sebagai suatu keadaan kehilangan air lebih besar dibandingkan
kehilangan elektrolit Na+. Kadar Na+ pada kondisi dehidrasi hipertonik >145 mmol/L
dengan osmolalitas serum >295 mOsm/L.
c. Dehidrasi hipotonik
Didefinisikan sebagai suatu keadaan kehilangan air lebih kecil dibandingkan
kehilangan elektrolit Na+. Kadar Na+ pada kondisi dehidrasi hipotonik <135 mmol/L
dengan osmolalitas serum <275 mOsm/L.
Kekurangan volume cairan isotonic sering disalahartikan sebagai dehidrasi, istilah
yang seharusnya dipakai untuk kehilangan air murni relative yang menyebabkan
hipernatremia.

Hipernatremia

Hipernatremia didefinisikan sebagai suatu keadaan dengan kadar natrium serum lebih dari
145mEq/L. keadaan ini selalu berkaitan dengan hiperosmolalitas karena garam natrium
merupakan penentu utama osmolalitas plasma. Peningkatan osmolalitas serum menyebabkan
air berpindah ke ICF ke ECF sehingga terjadi dehidrasi dan pengerutan sel. Sebab utamanya
adalah kehilangan air yang melebihi kehilangan natrium atau pertambahan natrium yang
melampaui pertambahan air.

Penyebab ini digolongkan dalam asupan air yang tidak mencukupi dengan atau tanpa disertai
kehilangan air yang melampaui kehilangan natrium dan bertambahnya natrium. Mekanisme
perlindungan utama terhadap hipernatremia adalah rasa haus dan penyimpanan air oleh ginjal
yang dirangsang oleh ADH bilamana terjadi peningkatan kadar zat terlarut atau natrium
dalam serum. Hipernatremia dapat disertai dengan normovalemia ( biasanya disebabkan oeh
kehilangan air yang tak disadari), hipovalemia ( kehilangan air dengan kelebihan natrium ),
dan hipervalemia ( penambahan natrium yang relative besar daripada air ). Diagnosis
hipernatremia ditegakkan berdasarkan gejala, tanda, dan pengukuran kadar natrium serum
dan osmolalitas.

Tujuan utama penanganan hipernatremia adalah menurunkan kadar natrium secara bertahap
dan memulihkan osmolalitas serum normal. Air dapat diberikan secara peroral atau dalam
bentuk D5W kepada pasien normovalemik yang mengalami hipernatremia yang murni
disebabkan oleh kehilangan air. Apabila pasien mengalami hipovalemia dapat diberi larutan
garam isotonic untuk memulihkan tekanan darah dan perfusi jaringan dilanjutkan dengan
pemberian infuse larutan garam hipotonik (0,45%) untuk menyediakan air bebas dan
memperbaiki hipernatremia. Apabila pasien dalam keadaan hipernatremia dan hipervolemia,
tujuan penanganan adalah untuk membuang kelebihan natrium. Untuk itu dapat diberikan
diuretic bersamaan dengan infuse D5W atau dengan dialysis jika fungsi ginjal terganggu.
The signs and symptoms of dehydration also may differ by age.

Infant or young child

Dry mouth and tongue

No tears when crying

No wet diapers for three hours

Sunken eyes, cheeks

Sunken soft spot on top of skull

Listlessness or irritability
Adult

Extreme thirst

Less frequent urination

Dark-colored urine

Fatigue

Dizziness

Confusion

When to see a doctor

Call your family doctor if you or a loved one:

Has had diarrhea for 24 hours or more

Is irritable or disoriented and much sleepier or less active than usual

Can't keep down fluids

Has bloody or black stool


Sebagai akibat kehilangan cairan ( dehidrasi ) yang berlangsung sangat cepat, berat
badan juga akan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena sebagian besar berat badan
terdiri atas cairan.

Penyebab timbulya dehidrasi bermacam-macam, selain penyebab timbulnya dehidrasi


dapat dibedakan menjadi 2 hal yaitu :

a. Eksternal (dari luar tubuh )


Penyebab dehidrasi yang berasal luar tubuh yaitu :
1. Akibat dari berkurangya cairan akibat panas yaitu kekurangan zat
natrium;kekurangan air;kekurangan natrium dan air.
2. Latihan yang berlebihan yang tidak dibarengi dengan asupan minuman
juga bias.
3. Sinar panas matahari yang panas.
4. Diet keras dan drastis.
5. Adanya pemanas dalam ruangan.
6. Cuaca/musim yang tidak menguntungkan (terlalu dingin).
7. Obat-obatan yang digunakan terlalu lama
b. Internal (dari dalam tubuh)
Penyebab terjadinya dehidrasi yang berasal dari dalam tubuh disebabkan terjadinya
penurunan kemampuan homeostatik. Secara khusus, terjadi penurunan respons rasa
haus terhadap kondisi hipovolemik dan hiperosmolaritas. Disamping itu juga terjadi
penurunan laju filtrasi glomerulus, kemampuan fungsi konsentrasi ginjal renin,
aldosteron, dan penurunan respons ginjal terhadap vasopresin. Selain itu fungsi
penyaringan ginjal melemah, kemampuan untuk menahan kencing menurun, demam,
infeksi, diare, kurang minum, sakit, dan stamina fisik menurun.

Adaptasi tubuh terhadap dehidrasi

Dehidrasi menyebabkan terjadi penurunan asupan cairan sehingga seseorang akan


relatif kekurangan cairan dan terjadi peningkatan osmolaritas darah yang merangsang
hipofisis posterior untuk memproduksi Hormon Anti Diuretik (ADH). Hormon ini
meningkatkan kepekatan dalam sel tubulus proksimal dan tubulus distal dari ginjal sehingga
meningkatkan reabsorbsi air. Akibatnya volume urin yang diproduksi akan sedikit dan pekat.
Penurunan asupan cairan juga akan menurunkan tekanan darah yang merangsang
baroreseptor di arteri carotis dan atrium kanan, sehingga akan merangsang saraf simpatis dan
terjadi vasokonstriksi sistemik termasuk pada arteri yang menuju ginjal. Pada keadaan ini
akan terjadi penurunan Glomerular Filtration Rate (GFR) sehingga produksi urin berkurang.
Keadaan kekurangan cairan ini juga akan merangsang ginjal untuk memproduksi
Renin, yang melalui jalur Renin Angiotensin Aldosteron (RAA) akan diubah menjadi
Aldosteron. Aldosteron meningkatkan reabsorbsi natrium dalam tubulus proksimal ginjal,
sehingga meningkatkan reabsorbsi air. Hal ini akan menyebabkan produksi urin dengan
volume sedikit. Meskipun volume urin sedikit, ginjal tetap bisa mengekskresikan zat-zat yang
bersifat toksik dan harus dibuang dari tubuh, sehingga urin yang dihasilkan berkonsentrasi
tinggi atau pekat. Sebagai organ ekskresi utama, ginjal berperan penting dalam adaptasitubuh
terkait dengan keseimbangan cairan (Waugh&Grant,2003; Sherwood, 2007; Guyton&Hall,
2006).
Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Khusus

Pemeriksaan fisik umum

Tanda vital

Kesadaran : somnolen

Kesadaran mengacu pada kesadaran subjektif mengenai dunia luar dan diri,
termasuk kesadaran mengenai dunia pikiran sendiri; yaitu kesadaran mengenai
pikiran, persepsi, mimpi, dan sebagainya.
Neuron-neuron di seluruh korteks serebri yang digalakkan oleh impuls aferen non-
spesifik dinamakan neuron pengemban kewaspadaan, oleh karena tergantung
pada jumlah neuron-neuron tersebut yang aktif, derajat kesadaran bisa tinggi atau
rendah. Aktivitas neuron-neuron tersebut digalakkan oleh neuron-neuron yang
menyusun inti talamik yang dinamakan nuclei intralaminares. Oleh karenaitu,
neuron-neuron tersebut dapat dinamakan neuron penggalak kewaspadaan.
Derajat kesadaran ditentukan oleh banyaknya neuron penggalak atau neuron
pengemban kewaspadaan yang aktif dan didukung oleh proses biokimia untuk
menjaga kelangsungan kehidupan neuron tersebut. Apabila terjadi gangguan
sehingga kesadaran menurun sampai derajat yang terendah, maka koma yang
dihadapi dapat terjadi oleh sebab neuron pengemban kewaspadaan sama sekali
tidak berfungsi (disebut koma bihemisferik) atau oleh sebab neuron penggalak
kewaspadaan tidak berdaya untuk mengaktifkan neuron pengemban kewaspadaan
(koma diensefalik). Koma bihemisferik antara lain dapat disebabkan oleh
hipoglikemia, hiperglikemia, uremia, koma hepatikum, hiponatremia, dan
sebagainya. Koma diensefalik antara lain dapat disebabkan oleh: strok, trauma
kapitis, tumor intracranial, meningitis, dan sebagainya.
Penilaian derajat kesadaran secara kuantitatif yang sampai saat ini masih
digunakan adalah Glasgow Coma Scale (GCS). GCS adalah suatu skala
neurologik yang dipakai untuk menilai secara obyektif derajat kesadaran
seseorang. GCS terdiri dari 3 pemeriksaan, yaitu penilaian: respons membuka
mata (eye opening), respons motorik terbaik(best motor response), dan respons
verbal terbaik(best verbal response).
Nama Penjelasan Tanda-Tanda
Compos mentis Sadar penuh atau ia sadar Sadar, mengantuk, atau
( normal ) terhadap diri dan tidur. Bila tidur dapat
lingkungannya. Dapat disadarkan dengan
dirangsang oleh member rangsangan.
rangsangan.
Apatis ( acuh tak acuh ) Acuh tak acuh dan lama Sadar tapi tidak
untuk menjawab terhadap kooperatif
rangsangan yang
diberikan
Derilium ( mengigau ) Penurunan kesadaran Gaduh, gelisah, kacau,
disertai peningkatan yang berteriak-teriak, meronta-
abnormal dari aktivitas ronta, disorientasi
psikomotor. aktivitas motorik
Koma ( slapor ) Keadaan tidak sadarkan Tidak adanya jawaban
diri yang penderitanya terhadap rangsangan
tidak dapat dibangunkan yang diberikan
bahkan dengan
rangsangan yang kuat
GCS cum score = (E+M+V); best possible score = 15;

worst possible score = 3

KETERANGAN:

3-7: PREKOMA, KOMA

8-9: SOMNOLEN

10-12: APATIS

13-15: COMPOS MENTIS

Tekanan darah : 90/50 mmHg

Approximate Age Range Systolic Range Diastolic Range


1-12 months 75-100 50-70

1-4 years 80-110 50-80

3-5 years 80-110 50-80

6-13 years 85-120 55-80

13-18 years 95-140 60-90

Nadi : 130x permenit

Approximate Age Range Heart Rate

Newborn 100-160

0-5 months 90-150

6-12 months 80-140

1-3 years 80-130

3-5 years 80-120

6-10 years 70-110

11-14 years 60-105

15-20 years 60-100


Adults 50-80

Laju pernapasan: 36x/menit, cepat dan dalam

Approximate Age Range Respiratory Rate

Newborn 30-50

0-5 months 25-40

6-12 months 20-30

1-3 years 20-30

3-5 years 20-30

6-10 years 15-30

11-14 years 12-20

15-20 years 12-30

Adults 16-20

Suhu axilla : 37,6 C.

The average normal core temperature is generally considered to be between 98.0F (36.6C)
and 98.6F (37C) when measured orally and about 1F higher when measured rectally. [2]

BB saat ini 13,5 kg, TB 85 cm

Pemeriksaan fisik khusus


Kepala : mata cekung, bibir kering

Mata tampak cekung menunjukkan keadaan kehilangan cairan dan elektrolit berlebih. Tubuh
manusia 70-85% disusun oleh air yang terbagi menjadi cairan intrasel, ekstrasel dan
interseluler. Ketika cairan ini kurang pada sel atau jaringan tubuh pada keadaan dehidrasi,
maka sel-sel akan menciut, mengkerut, mengecil dan menjadi cekung. Karena palpebral
terdiri dari jaringan ikat longgar maka manifestasi yang tampak adalah mata menjadi cekung.

Kurangnya volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan tubuh
ditandai dengan membran mukosa bibir kering (Nic-Noc 2007-2008).

Thorax : dalam batas normal

Abdomen : cekung

Kulit : tugor kulit kembali sangat lambat

Lenyapnya air dari jaringan lunak di bawahnya