Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Esai mulai dikenal pada tahun 1500-an dimana seorang filsuf Perancis, Montaigne, menulis
sebuah buku yang mencantumkan beberapa anekdot dan observasinya. Buku pertamanya ini
diterbitkan pada tahun 1580 yang berjudul Essais yang berarti attempts atau usaha. Montaigne
menulis beberapa cerita dalam buku ini dan menyatakan bahwa bukunya diterbitkan berdasarkan
pendapat pribadinya. Esai ini, berdasarkan pengakuan Montaigne, bertujuan mengekspresikan
pandangannya tentang kehidupan.
Di Indonesia bentuk esai dipopulerkan oleh HB Jassin melalui tinjauan-tinjauannya
mengenai karya-karya sastra Indonesia yang kemudian dibukukan (sebanyak empat jilid) dengan
judul Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esei (1985), tapi Jassin tidak bisa
menerangjelaskan rumusan esai.

B. RUMUSAN MASALAH
Adapun pembahasan dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
Pengertian Esai
Jenis-jenis Esai
Struktur Sebuah Esai
Langkah Membuat Esai

C. TUJUAN PENULISAN
Agar memiliki pemahaman yang baik mengenai pengertian, ciri, bentukbentuk,
kebahasaan, kiat serta langkah penulisan yang runtut agar esai yang dibuat dapat memiliki
struktur yang baik dan benar.

1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Esai

Esai adalah salah satu cara penulisan dalam genre Nonfiksi yang patut dipelajari karena gayanya
yang santai namun menonjol. Bagi penulis lepas, esai merupakan cara mengekspresikan kritik
sosal yang menyenangkan namun masih tetap dianggap nyata (non fiksi). Maka untuk
menambah pengetahuan tentang esai itulah, disini saya suntingkan beberapa hal mengenai esai,
semoga bisa membantu dan menambah pengetahuan.

Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut
pandang pribadi penulisnya. Pengarang esai disebut esais. Esai sebagai satu bentuk karangan
dapat bersifat informal dan formal. Esai informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan
bentuk sapaan saya dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun esai
yang formal pendekatannya serius. Pengarang mempergunakan semua persyaratan penulisan.

Esai sering juga disebut artikel, tulisan, atau komposisi. Dalam arti yang lebih luas, esai juga
dipahami sebagai sebuah karangan. Secara umum, esai didefinisikan sebagai sebuah karangan
singkat yang berisi pendapat atau argumen penulis tentang suatu topik. Biasanya, seseorang
menulis esai karena ia ingin memberikan pendapat terhadap suatu persoalan atau fenomena yang
terjadi dalam masyarakat. Penulis esai, atau sering disebut esais, dapat juga mengupas suatu
topik atau persoalan dan memberikan tanggapan dan pendapatnya atas topiik atau persoalan yang
dibahasnya.

B. Jenis-jenis Esai

Ada empat jenis esai, yaitu :

1. Esai Deskriptif

Esai deskriptif biasanya bertujuan menciptakan kesan tentang seseorang, tempat, atau benda.
Bentuk esai ini mencakup rincian nyata untuk membawa pembaca pada visualisasi dari sebuah
subyek. Rincian pendukung disajikan dalam urutan tertentu (kiri ke kanan, atas ke bawah, dekat

2
ke jauh, arah jarum jam, dll). Pola pergerakan ini mencerminkan urutan rincian yang dirasakan
melalui penginderaan.

2. Esai ekspositori

Esai ini menjelaskan subyek ke pembaca. Biasanya dilengkapi dengan penjelasan tentang proses,
membandingkan dua hal, identifikasi hubungan sebab-akibat, menjelaskan dengan contoh,
membagi dan mengklasifikasikan, atau mendefinisikan. Urutan penjelasannya sangat bervariasi,
tergantung dari tipe esai ekspositori yang dibuat. Esai proses akan menyajikan urutan yang
bersifat kronologis (berdasarkan waktu); esai yang membandingkan akan menjelaskan dengan
contoh-contoh; esai perbandingan atau klasifikasi akan menggunakan urutan kepentingan
(terpenting sampai yang tak penting, atau sebaliknya); esai sebab-akibat mungkin
mengidentifikasi suatu sebab dan meramalkan akibat, atau sebaliknya, mulai dengan akibat dan
mencari sebabnya.

3. Esai naratif

Menggambarkan suatu ide dengan cara bertutur. Kejadian yang diceritakan biasanya disajikan
sesuai urutan waktu. Esai persuasif bersuaha mengubah perilaku pembaca atau memotivasi
pembaca untuk ikut serta dalam suatu aksi/tindakan. Esai ini dapat menyatakan suatu emosi atau
tampak emosional. Rincian pendukung biasanya disajikan berdasarkan urutan kepentingannya.

4. Esai dokumentatif

Memberikan informasi berdasarkan suatu penelitian di bawah suatu institusi atau otoritas
tertentu. Esai ini mengikuti panduan dari MLA, APA, atau panduan Turabian.

C. Pola-pola Esai

1. Esai dengan Urutan Kronologis

Pada dasarnya, urutan kronologis ini adalah susunan berdasarkan urutan-urutan waktu

atau dapat dikatakan suatau peristiwa yang tersusun secara urut ( kronologis ).

3
Urutan kronologis ini digunakan dalam hampir semua bidang akademik. Dalam urutan

kronologis tersebut biasanya melukiskan peristiwa sejarah atau biografi. Selain itu, kronologis

juga penting digunakan dalam penulisan karya ilmiah dan tulisan-tulisan yang menyangkut

teknologi dan menggambarkan proses dalam ilmu kimia, fisika, biologi dan mekanika.

Perhatikanlah esai yang disusun dengan urutan kronologis berikut ini!

SISWA SMA TERSERET AVANZA1KM HINGGA TEWAS

Naas menimpa seorang siswa SMAN 1 Lembang, Iki Siswandi (17 thn) tersebut terseret

mobil hingga hampir 1 kilometer di perkebunan pinus setelah tempat wisata alam Tangkuban

Perahu ke arah Bandung.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada pukul 14.10 tepatnya pada tanggal 14 Des 2011, saat

di lokasi dilakukan pengamanan jalur SEA Games XXVI untuk lintasan balap sepeda. Tak

pelak, kecelakaan itu menghebohkan petugas keamanan SEA Games yang berada dilokasi finish

Subang, Bandung. Maklum untuk mengeluarkan korban dari kolong mobil, petugas harus

mengangkat mobil tersebut.

Informasi dari tempat kejadian menyebutkan, saat itu korban yang mengendarai motor

Mio hendak pulang ke Desa Palasari, Kecamatan Ciater. Saat hendak menyalip mobil Avanza

dengan nopol D156 KO itu, korban menyenggol motor Supra dari arah Subang. Korban terjatuh

kearah kolong mobil Avanza tersebut lalu terseret.

Ayi sopir Avanza mengaku tidak merasakan benturan. Dia merasa ada yang mengganjal

saat berada didepan pintu masuk Tangkuban Perahu. Saat itu, dia melihat anak sekolah mencoba

memberhentikannya, dan ketika berhenti dan keluar dari mobil dia pun kaget karena ada orang

dikolong mobilnya.

4
Setelah dikeluarakan korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Sespim Polri

Lembang.Namun, sesampai di Rumah Sakit nyawa Iki Suwandi sudah tidak bisa terselamatkan.

Ayi diamankan oleh polisi untuk dimintai keterangan. ( Very / jpnn / c11 / soe )

2. Esai Berdasarkan Pembagian Yang Logis.


Pembagian ide menjadi bagian-bagian yang logis (urutan berdasarkan derajat nilai

pentingnya masing-masing bagian) merupakan bentuk organisasi esai yang digunakan untuk

mengelompokkan butir-butir pikiran yang saling berkaitan ke dalam bagian-bagian yang

berkualitas sama atau hampir sama. Pembagian ide menjadi bagian-bagian yang logis berguna

sekali dalam merencanakan karya tulis ilmiah karena pokok bahasan yang luas dapat dibagi

menjadi beberapa kategori atau kelompok yang membatasi atau mempersempit pokok bahasan.

Kemudian sub-topik dibahas satu per-satu. Berikut adalah contoh esai yang dikembangkan

dengan pola organisasi pikiran yang logis.

Tumor : yang lunak dan yang ganas

W.D. Snively.Jr

Donna R. Beshear

Dalam proses pertumbuhan yang normal, sel-sel tubuh kita terus berkembang biak untuk

mengganti jaringan yang telah tua. Tetapi kadang-kadang dalam perkembangbiakan sel itu bisa

dimulai lagi dengan berlanjut pada kecepatan diatas rata-rata. Kegiatan yang meningkat, yang

tidak menunjukkan hubungan yang jelas dengan pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh,

cenderung mengarah pada tumbuhnya gumpalan tumor. Proses semacam ini yang disebut

neoplasis yang berarti pertumbuhan baru.

5
Karena neoplasma bersifat sangat bervariasi, perlu kiranya disebutkan klasifikasi tumor

dalam mengklasifikasikan dan menentukan jenis tumor kita perlu melakukan diagnosis dan tiap

jenis tumor memerlukan cara pengobatan yang berbeda.

Pertama tumor dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yang lunak dan yang ganas.

Sejenis tumor bisa mengalami perubahan dari jenis yang lunak menjadi jenis yang ganas dan

tumbuh dalam beberapa waktu. Selain itu, tumor dapat pula dibagi secara genetika, yaitu dibagi

berdasarkan jaringan tempat luka berasal. Biasanya, tumor diberi nama sesuai dengan

histogenetika yang mungkin menjadi penyebabnya. Misalnya, adalah salah satu tumor ganas

yang tumbuh pada jaringan urat. Dan lelomyoma ialah tumor lunak yang tumbuh pada otot halus.

Ciri penting dari semua tumor yang lunak dan yang ganas ialah organisme yang

mengontrol gumpalan sel dan kurangnya sumbangan. Tumor yang lunak dan yang ganas berbeda

dalam beberapa hal, misalnya perbedaan dalam pengaruh klinis, struktur, pertumbuhan,

metastasis dan proses kambuhnya. Pertumbuhan tumor yang jinak secara tidak langsung dapat

pula menyebabkan kerusakan fatal atau kematian dengan tumbuhnya tumor otak.

Tumor jinak dapat dibedakan dengan jaringan aslinya, baik bentuk, sifat ataupun

fungsinya. Sedangkan sel tumor ganas sukar dibedakan dengan pasti. Beberapa tumor ganas

tidak dapat ditentukan struktur sel-selnya. Tumor yang demikian disebut anaplastic.

Tumor ganas tumbuh dengan cara seperti menyerbu jaringan biasanya tumor jenis ini

tumbuh dengan cepat sedangkan tumor jinak tumbuh perlahan-lahan. Tetapi tumor jinak yang

secara mendadak tumbuh dengan cepat menandakan bahwa tumor itu berubah menjadi tumor

ganas.

6
Jika contoh paragraf diatas kita amati dengan seksama maka terlihat bahawa sub-topik

disajikan berdasarkan urutan yang logis dari topik utama, tentang tumor itu, terdapat bagian-

bagian logis seperti misalnya klasifikasi neoplasma, tumor jinak dan tumor ganas, pengaruh

klinis, struktur dan pertumbuhannya.

3. Esai dengan pola sebab-akibat.

Metode lain yang bisa dipakai untuk mengorganisasikan esai adalah dengan cara

menyajikan hubungan sebab akibat. Dalam esai yang dikembangkan dengan metode ini penulis

membahas sebab-sebab terjadinya sesuatu dan kemudian membicarakan akibat-akibatnya. Esai

berikut adalah contoh esai yang dikembangkan dengan pola sebab akibat.

Kebebasan wanita

Alice oshima

Sejak pertengahan abad dua puluh, wanita diseluruh dunia mencari kebebasan dan

pengakuan yang lebih besar, mereka tidak puas dengan peranan tradisionalnya sebagai istri dan

ibu, kemudian mereka bergabung membentuk gerakan yang disebut gerakan kebebasan wanita.

Sebab pertama kali timbulnya gerakan kebebasan wanita adalah adanya perkembangan

metode pengendalian kelahiran dan merawat anak. Karena wanita sekarang mempunyai pilihan

untuk mengatur kelahiran anak mereka memperoleh kebebasan dan mempunyai lebih banyak

waktu untuk mengembangkan minat diluar dunia rumah tangga. Akibatnya wanita sekarang

mempunyai lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi dan

mengejar karier.

Peristiwa kedua yang menyebabkan timbulnya gerakan kebebasan wanita adalah adanya

perkembangan alat-alat keperluan rumah tangga yang hemat tenaga yang diproduksi besar-

besaran karena danya alat-alat ini wanita lebih memiliki waktu luang dan kebebasan. Seorang ibu

7
rumah tangga sekarang ini dapat membereskan pekerjaan rumah tangga semacam itu dalam

waktu tidak lebih dari empat atau lima jam saja dalam sehari.

Hal ke tiga yang mendorong terjadinya gerakan kebebasan wanita ialah pecahnya perang

dunia II. Beribu ribu wanita terpaksa bekerja dipabrik yang dikarenakan pada masa perang

dunia II. Orang laki laki banyak yang menjadi tentara. Dengan hal seperti ini merupakan

perubahan yang sangat besar bagi wanita, karena mereka menjadi sadar bahwa mereka tidak

hanya mampu membuat kue dan mengganti popok bayi, melainkan juga bisa mengerjakan

pekerjaan seperti seorang laki-laki.

Di dalam ke tiga hal tersebut ada salah satu pengaruh yang paling besar yang diakibatkan

karena kebebasan wanita. Karena demikian banyaknya wanita yang bekerja, kaum pria harus

belajar mengerjakan tugas tugas rumah tangga yang biasanya dikerjakan wanita. Pengaruh

kebebasan wanita tidak hanya terasa dalam kehidupan rumah tangga, tetapi juga terasa pada

jenjang pekerjaan. Makin banyak wanita yang bekerja mereka menuntut persamaan kesempatan

menempati posisi serta persamaan dalam penerimaan upah.

Kesimpulannya wanita sekarang berhasil mencapai kebebasan yang lebih besar yang

menyebabkan perubahan yang sangat besar. Kaum prialah yang menyebabkan terjadinya perang

dan kaum prialah yang menemukan dan memperjual belikan alat alat rumah tangga yang hemat

tenaga. Meski kaum pria tidak senang dengan perubahan tersebut dan akhirnya kaum prialah

yang menemukan alat-alat pengendali.

Pada dasarnya ada dua macam cara utama menyusun esai yang berpola sebab-akibat ini.

Dua cara itu adalah sistem blok dan sistem mata rantai. Dalam sistem blok, penulis menulis

semua alasan terlebih dahulu dalam satu kelompok, kemudian akibat alasan-alasan itu disusun

dalam satu blok berikutnya. Dalam sistem mata rantai, alasan dikemukakan dan segera diikuti

8
oleh akibatnya, tidak perlu menunggu terkumpulnya alasan-alasan dalam satu blok. Kadang-

kadang ada pula gabungan antara sistem blok dengan sistem mata rantai seperti pola

pengembangan pikiran yang terdapat pada esai yang berjudul kebebasan wanita di atas.

4. Esai dengan Pola Perbandingan

Metode organisasi esai yang juga bias dipakai dan yang bermanfaat sekali dalam karya

ilmiah adalah metode pengembangan dengan pola perbandingan. Apapun dapat dibandingkan,

dicari persamaan dan perbedaan, misalnya, kurun waktu dalam sejarah, pelaku utama dalam

cerita, atau kualifikasi dua pelamar suatu pekerjaaan. Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa

jika kita mempersamakan atau membedakan sesuatu, kita harus mencari sesuatu yang sederajad.

Umpamanya, kita dapat membandingkan tanaman apel dengan tanaman jeruk karena kedua hal

tersebut sejajar, yaitu keduanya adalah merupakan jenis buah. Tetapi akan sangat tidak wajar jika

kita membandingkan, misalnya jeruk dengan mesin komputer. Karena keduanya tidak sederajad.

Contoh tulisan yang menggunakan pola pengembangan perbandingan dapat dilihat pada contoh

berikut.

Bunyi dan cahaya

Tanpa nama

Jika seorang yang tinggal diseberang jalan rumah kita memainkan stereonya cukup

keras dalam ruang yang bercahaya, kita mungkin mendengar bunyi stereo itu tetepi kita tidak

melihat cahaya; pada saat bersamaan, mungkin orang lain dapat melihat cahaya, bukan

mendengar stereonya. Sama halnya seperti lolongan anjing yang tidak dapat dipersepsikan

manusia, ada bentuk cahaya yang tidak dapat dipersepsikanmata manusia. Orang yang ditembak

dan mati seketika masih sempat melihat rasanya panas peluru, tetepi tidak mendengar ledakan

senapannya. Contoh-contoh ini menunjukkan sebagian dari persamaan dan perbedaan yang

9
menarik antara bunyi dan cahaya, dua bentuk getaran yang mempunyaiaspek langsung terhadap

indra kita. Yang pertama menyangkut kemampuan bunyi dan cahaya menembus beberapa media;

yang kedua hanya hubungan antara frekuensi getaran dalam kaitannya dengan tinggi rendahnya

suara; dan yang terakhir mencerminkan perbedaan yang sangat dramatik dalam kecepatan yang

ditempuh keduanya.

Bunyi dan cahaya pada dasarnya merupakan gerak gelombang yang berbeda, dan

dengan demikian, masing-masing berjalan melalui berbagai media dengan cara yang berbeda.

Gelombang bunyi bergetar menurut arah yang ditempuhnya. Meskipun udara merupakan

medium bunyi yang paling sering dilalui, gelombang-gelombang bunyi dapat juga melewati dan

benda padat seperti kayu gitar atau biola. tetepi bahan lain _insulasi berglas, misalnya

_cenderung menyerap bunyi, sementara yang lain seperti beton dan batu memantulkannya

kembali. Di pihak lain, gelombang cahaya , yang merupakan getaran tenaga elektromagnetis,

bergetar kesemua arah. Meskipun gelombang cahaya berjalan melalui udara, gelombang itu tidak

menyebabkan udara ikut bergetar sebagaimana yang terjadi pada gelombang bunyi. Perjalanan

gelombang cahaya yang paling baik justruterjadi pada ruang hampa udara. Media tertentu seperti

air jernih dan kaca yang juga memungkinkan cahaya menembusnya, meski sedikit agak lambat.

Media lain_seperti segala sesuatu yang kusam_menyerap udaradan mencegahnya tembus; dan

media lain seperti lapisan perak pada cermin memantulkannya secara sempurna. Karena bunyi

dan udara menempuh perjalanan dengan cara yang berbeda dalam hubungannya dengan media

yang dilaluinya, maka jarak tempuh keduanya juga berbeda. Gelombang bunyi secara berangsur-

angsur diserap oleh udara yang dilaluinya, dan karenanya gelombang bunyi tidak dapat

menempuh jarak lebih dari dua puluh mil; tetapi, gelombang cahaya dapat melampaui jarak yang

dibayangkan menembus ruang hampa udara yang terdapat diantara bintang-bintang.

10
Namun demikian, tak satupun bentuk getaran dari kedua jenis energy yang terdiri dari

hanya satu frekuensi atau getaran; keduanya. bunyi dan cahaya, berada dalam satu spectrum atau

rentangan, dan bagaimana bunyi dan cahaya itu dapat dipersepsi indra kita sangat bergantung

pada Batas jumlah getaran tertentu. Bunyi dengan nada rendah getarannya lambat ; jika

frekuensinya kurang dari 27 hertz (getaran) tiap detik,bunyi yang dihasilkan sukar ditangkap

oleh telinga manusia. Sebaiknya,meskipun beberapa intrumen musik,misalkan

piano,mempunyai frekuensi lebih dari 4186 hertz per detik dan masih dapat didengar telinga

manusia,bunyi yang getarannya lebih besar dari itu akan menghasilkan nada yang sangat tinggi

sehingga tidak dapat dihayati telinga manusia.

Dengan cara yang hampir sama tetapi berbeda, spectrum cahaya yang dapat ditangkap

mata manusia terdiri dari satu rentangan frekuensi, dengan frekuensi rendah pada warna merah

dan frekuensi yang tertingi pada warna violet dan warna-warna lain yang terbentang dalam

warna pelangi sesuai dengan frekuensinya diantara warna merah dan violet. Cahaya bergetar

pada frekuensi yang jauh lebih cepat daripada bunyi; untuk menampakkan warna merah

diperlukan frekuensi 100.000.000.000.000 per detik. Getaran energi yang kurang dari itu tak

akan bisa dilihat oleh mata kita,tetapi sinar infra merah yang dapat dirasakan karena panasnya

dan sinar itu dapat direkam oleh film fotografi. Pada ujung lain spektrum, pada sinar violet yang

frekuensinya kira-kira lima kali lipat sinar merah dan masih ada lagi sinar ultra violet yang

dalam jumlah kecil dapat bermanfaat tetapi dalam jumlah besar akan merusak mata,meskipun

sebenarnya sinar ini tidak ditangkap mata manusia. Dengan memancarkan sinar melalui prisama

kaca,kita dapat memisah-misahkan waran cahaya menjadi rangkaian spektrum warna,tetapi

sampai sekarang tak seorang pun yang mampu membuat spectrum warana yang keindahannya

menyamai warna pelangi alami.

11
5. Esai dengan Pemecahan Masalah

Metode lain yang dapat digunakan dalam pengembangan esei adalah pola pemecahan

masalah . Sesuai dengan namanya , esei yang diorganisasikan dengan metode ini akan memuat

suatu masalah berikut pemecahannya . Esei tentang penggalian panama , yaitu masalah politik,

geologi, dan kehidupan sosial.

D. Bahasa Esai

Bahasa yang digunakan dalam esai pada umumnya sama dengan karya ilmiah, yaitu :

Baku

Struktur yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa indonesia baku, baik mengenai struktur
kalimat maupun kata. Demikian juga, pemilihan kata/istilah, dan penulisan sesuai dengan kaidah
ejaan yang disempurnakan (EYD)

Logis

Ide atau pesan yang disampaikan melalui bahasa indonesia ragam ilmiah dapat diterima akal

Ringkas

Ide dan gagasan diungkapkan dengan kalimat pendek sesuai dengan kebutuhan, pemakaian kata
seperlunya, tidak berlebihan, tetapi isinya benar.

Runtun

Ide diungkapkan secara teratur sesuai dengan urutan dan tingkatannya baik dalam kalimat
maupun dalam paragraf

12
Denotatif

Kata yang diungkapkan dengan kalimat pendek sesuai dengan kebutuhan, pemakaian kata
seperlunya, tidak berlebihan.

E. Bagian dan Ciri-ciri Esai

Sebuah esai dasar bisa dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

Pertama, pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek
bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai oleh si penulis tersebut.

Kedua, tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek.

Ketiga, adalah bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide
pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang
dinilai oleh si penulis.

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri esai, yaitu :

1. Berbentuk prosa, artinya dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan penggunaan


bahasa dan ungkapan figuratif.
2. Singkat, maksudnya dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.
3. Memiliki gaya pembeda. Seorang penulis esai yang baik akan membawa ciri dan gaya
yang khas, yang membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain.
4. Selalu tidak utuh, artinya penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek
dan subjek yang hendak ditulis. Penulis memilih aspek tertentu saja untuk disampaikan
kepada para pembaca.
5. Memenuhi keutuhan penulisan. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh, namun
harus memiliki kesatuan, dan memenuhi syarat-syarat penulisan, mulai dari pendahuluan,
pengembangan sampai ke pengakhiran. Di dalamnya terdapat koherensi dan kesimpulan
yang logis. Penulis harus mengemukakan argumennya dan tidak membiarkan pembaca
tergantung di awang-awang.

13
6. Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal, yang membedakan esai dengan jenis
karya sastra yang lain adalah ciri personal. Ciri personal dalam penulisan esai adalah
pengungkapan penulis sendiri tentang kediriannya, pandangannya, sikapnya, pikirannya,
dan dugaannya kepada pembaca.

Jika dipetakan mengenai langkah-langkah membuat esai, bisa dirunut sebagai berikut:

1. Menentukan tema atau topik


2. Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan kita bahas
3. Menuliskan pendapat kita sebagai penulisnya dengan kalimat yang singkat dan jelas
4. Menulis tubuh esai memulai dengan memilah poin penting yang akan dibahas,
kemudian buatlah beberapa subtema pembahasan agar lebih memudahkan pembaca untuk
memahami maksud dari gagasan kita sebagai penulisnya, selanjutnya kita harus
mengembangkan subtema yang telah kita buat sebelumnya.
5. Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan. Itu sebabnya, yang akan
kita tulis itu harus merupakan alasan atau latar belakang alasan kita menulis esai tersebut.
6. Menuliskan kesimpulan. Ini penting karena untuk membentuk opini pembaca kita harus
memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan kita sebagai penulisnya. Karena memang
tugas penulis esai adalah seperti itu. Berbeda dengan penulis berita di media massa yang
seharusnya (memang) bersikap netral.
7. Jangan lupa untuk memberikan sentuhan akhir pada tulisan kita agar pembaca merasa
bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tulis tersebut dengan mudah dan sistematis
sehingga membentuk kerangka berpikir mereka secara utuh.

14
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Jadi esai adalah sebuah komposisi prosa singkat yang mengekspresikan opini penulis
tentang subyek tertentu. Sebuah esai dasar dibagi menjadi tiga bagian: pendahuluan yang berisi
latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek;
tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek; dan terakhir adalah konklusi yang
memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai,
atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek. Untuk membuat sebuah karangan ilmiah
khususnya esai, kita harus memiliki pemahaman yang baik mengenai pengertian, ciri, bentuk
bentuk, kebahasaan, kiat serta langkah penulisan yang runtut agar esai yang dibuat dapat
memiliki struktur yang baik dan benar.

SARAN
Diharapkan dengan adanya makalah ini, para pembaca dapat membuat esai dengn baik dan
benar. Selain itu, saran dan kritik dari para pembaca juga sangat dibutuhkan demi perkembangan
bahasan makalah ini selanjutnya.

15
DAFTAR PUSTAKA

http://www.menulisesai.com/2012/09/apa-itu-artikel.html

http://flpbangkalan.wordpress.com/pengertian-esai/

www.academia.bahasaidonesia.com

www.wordpress.esai.com

16