Anda di halaman 1dari 4

Pengolahan Limbah Non Medis

Banyak sekali limbah atau sampah sisa yang dihasilkan oleh rumah sakit, tidak semua limah
yang dihasil oleh rumah sakit merupakan limbah yang berbahaya, akan tetapi ada prosedur-
prosedur yang berbahaya dalam pengolahan limbah dan juga membutuhkan spesifik tertentu
yang tidak menimbulkan ancaman dan bahaya dalam pengolahannya. Secara umum, tahap
pengolahan limbah medis maupun non medis sama, yang terdiri dari pemilahan, penyimpanan,
pengangkutan, dan pembuangan atau pembakaran.

Pemilahan dan Penyimpanan

Sampah atau limbah biasanya ditampung di dalam tempat produksi sampah untuk beberapa
waktuyang lama . Untuk itu setiap unit hendaknya disediakan tempat penampungan dengan
bentuk, ukuran dan jumlah yang disesuaikan dengan jenis dan jumlah sampah serta kondisi
setempat. Hendaknya sampah tidak dibiarkan di tempat penampungan terlalu lama atau dapat
pula langsung diangkut ke tempat penampungan blok atau pemusnahan. Adapun persyaratan
penampungan sampah antara lain (Departemen Kesehatan, 2002):

a) Bahan tidak mudah berkarat


b) Kedap air terutama untuk menampung limbah atau sampah yang basah
c) Mempunyai penutup yang rapat
d) Mudah dibersihkan
e) Mudah dikosongkan atau diangkut
f) Tidak menimbulkan kebisingan
g) Tahan terhadap benda tajam dan runcing

Untuk memudahkan saat pengosongan dan pengangkutan, penggunaan kantong plastik pelapis
dalam bak sampah sangat diperlukan dan disarankan. Kantong plastic tersebut dibutuhkan dalam
pengangkutan sampah sehingga mengurangi akan terjadinya kontak langsung terhadap mikroba
dengan manusia, mengurangi bau yang tidak sedap dan tidak terlihat sehingga lebih estetis dan
memudahkan saat pencucian bak sampah (Wilson, 1977). Dimana pencucian bak sampah atau
limbah dilakukan untuk menjaga peralatan dan kondisi setempat, yang dilakukan setelah
pengosongan dan kemudian disarankan untuk dilakukan disinfeksi atau pensterilasasi.
Pengelolaan limbah rumah sakit sebelum dibuang ke TPA sementara pemisahan limbah padat
yang dihasilkan di setiap kamar (limbah medis dengan kantong plastik kuning dan nonmedis
dengan kantong plastik hitam) yang dilakukan oleh cleaning service, kemudian diangkut dan
limbah medis dipisahkan non -medis limbah. Namun, lebih baik jika limbah padat Rumah Sakit
dipisahkan menjadi 5 kategori menurut WHO, yaitu

1) Non-resiko limbah
2) risiko limbah yang tajam
3) resiko tanpa limbah tajam
4) limbah radioaktif dan
5) limbah bahan kimia.

Kantong plastik yang disediakan diletakkan di dalam tempat limbah atau sampah yang
ditempatkan disetiap unitdidalam rumah sakit. Untuk penempatan limbah non-medis tempat
limbah atau tempat sampah dapat ditemukan di sepanjang koridor, kantor, ruang tunggu,
pengobatan, kantin kamar, dapur, parkir dan halaman.

Pengangkutan

Pengangkutan limbah dimulai dengan pengosongan bak sampah atau bak limbah dan diangkut
ke pengumpulan lokal atau ke tempat pemusnahan. Pengangkutan biasanya dengan kereta atau
mobil tertentu yang dikhususkan untuk pengangkutan limbah rumah sakit, sedangkan untuk
bangunan yang bertingkat dapat dibantu dengan menyediakan cerobong sampah. Untuk
merencanakan pengangkutan sampah rumah sakit perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai
berikut (Wilson, 1977):

a. penyebaran tempat penampungan sampah.


b. Jalur jalan rumah sakit.
c. Jenis dan kapasitas sampah.
d. Jumlah tenaga dan sarana yang tersedia.

Alat pengankutan sampah di rumah sakit dapat berupa gerobak atau troli dan kereta yang harus
harus memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan Rl sebagai berikut:
1. Memiliki wadah atau tempat yang mudah dibersihkan bagian dalamnya serta dilengkapi
dengan sebuah penutup.
2. Harus kedap air dan mudah diisi dan di kosongkan.
3. Setiap selesai dari tempat pembungan limbah harus dalam kondisi bersih

Peralatan-peralatan tersebut harus jelas dan diberikan label, dibersihkan secarateraturdan hanya
digunakan saat mengankut limbah. Setiap petugas hendaknya dilengkapi dengan alat proteksi diri
dan pakaian kerja yang digunakan khusus. Petugas yangbertugas untuk pengangkutan harus
menggunakan perlengkapan seperti: pakaian kerja khusus, sarung tangan yang terbuat dari
bahansarung tangan yang terbuat dari bahan neophrane, masker, topi pengaman, dan sepatu boot
atau lars. Pengangkutan limbah dilakukan disetiap lantai di rumah sakit dengan menggunakan
troli atau gerobak. Troli digunakan untuk mengankut limbah padat dalam tas medis dan non
medis dalam waktu bersamaan. Troli dilengkapi dengan drum. Semua kegiatan transportasiyang
dilakukan oleh petugas layanan kebersihan kamar, sebanyak satu orang setiap sekali transportasi.

pembuangan

Pembuangan sampah limbah rumah sakit berdasarkan Departemen Kesehatan Rl tahun 2002
dapat ditempuh melalui dua alternatif :

a. Pembuangan dan pemusnahan sampah medis maupun non medis dilakukan secara
terpisah. pemisahan ini dimungkinkan bila dinas kesehatan dapat diandalkan sehingga
beban rumah sakit tinggal memusnahkan sampah medis.
b. Pembuangan dan pemusnahan limbah medis dan non medis dijadikan satu. Dengan
demikian rumah sakitharus menyediakan sarana danprasarana yang memadai.

Untuk sampah non medis atau biasanya disebut dengan sampah domestik diperlukan suatu
kontruksi tempat pengumpulan limbah sementara yang terbuat dari dinding semen atau dengan
container logam yang sesuai dengan persyaratan umum yang ada seperti yang dijelaskan diatas.
Untuk rumah sakit besar ukuran yang diperlukan lumayan besar akan tetapi jika rumah sakitnya
kecil maka ukuran tempat limbahnya juga kecil tergantung kesesuaian kebutuhan, sehingga
mudah saat pengosongan. Kontainer terbuat dari bahan besi atau pun plastik.
Untuk non-medis pembuangan limbah dalam lingkup Rumah Sakit dilakukan di tempat
penampungan sementara dalam bentuk sebuah wadah terbuka dengan kapasitas 6m3. Kemudian
sampah dalam wadah untuk selanjutnya ditangani oleh Dinas Kebersihan. limbah Non-medis
padat setelah proses pengumpulan, penyimpanan, dan transsportasi ke tempat sampah di mana
kebersihan dan keamanan harus dijamin baik untuk orang di dalam dan di luar rumah sakit serta
pada lingkungan.

Keberadaan limbah dapat didaur ulang, seperti limbah plastik yang digunakan
botolminuman,kaleng minuman, kardus. Pemisahan limbah yang terbaik dapat dilakukan pada
awal proses sehingga limbah tersebut dikemas dalam kantong hitam sehingga tidak perlu adanya
pembongkaran. Seperti untuk limbah medis atau menular seperti, larum suntik, jarum, botol dan
obat-obatan lain tidak dianjurkan untuk didaur ulang karena bahaya dan besar dalam penularan.

http://www.dinus.ac.id/wbsc/assets/dokumen/majalah/Evaluasi_Pengelolaan_Limbah_Padat_Sec
ara_Terpadu_Di_Rumah_Sakit_1.PDF (diakses pada tanggal 19 september 2017 pada pukul
19.00)

http://lib.ui.ac.id/file20309211-S42827-Analisis upaya.pdf (diakses pada tanggal 19 september


2017 pada pukul 19.30)