Anda di halaman 1dari 6

LINGKUP PARIWISATA

A. Definisi Pariwisata
Definisi pariwisata menurut para ahli dan Undang-Undang:
1. Definisi pariwisata menurut Damanik dan Weber (2006) pariwisata adalah fenomena
pergerakan manusia, barang, dan jasa, yang sangat kompleks.
2. Definisi pariwisata menurut Marpaung (2002) pariwisata adalah perpindahan sementara
yang dilakukan manusia dengan tujuan keluar dari pekerjaan-pekerjaan rutin, keluar dari
tempat kediamannya.
3. Definisi pariwisata menurut Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 pariwisata adalah
berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang
disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah.
Dari beberapa definisi diatas dapat ditarik kesimpulan unsur pokok pariwisata yaitu:
1. Terdapat aktivitas perjalanan manusia dari tempat asal ke lokasi tujuan wisata dan
sebaliknya.
2. Tujuan utama dari perjalanan tersebut adalah selain dari mencari perkerjaan.
3. Status di tempat yang dituju hanya untuk tinggal sementara dan tidak untuk menetap.

B. Konsep Pariwisata
menurut Leiper dalam Cooper et.al (1998:5) terdapat tiga elemen utama yang menjadikan
kegiatan tersebut bisa terjadi. Kegiatan wisata terdiri atas beberapa komponen utama yaitu:
1. Wisatawan
Merupakan elemen manusia yaitu orang yang melakukan perjalanan wisata.
2. Elemen geografi
Pergerakan wisatawan berlangsung pada tiga area geografi, seperti berikut ini.
a. Daerah Asal Wisatawan
Daerah asal merupakan daerah dimana wisatawan tersebut tinggal sehari-harinya.
b. Daerah Transit
Daerah transit adalah daerah dimana wisatawan akan melewati daerah tersebut dalam
perjalanan menuju destinasi periwisata.
c. Daerah Tujuan Wisata

1
Daerah tujuan wisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih
wilayah administrasi yang didalamnya terdapat daya tarik wisata.
3. Industri pariwisata
Merupakan kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan
barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan
wisata.

C. Jenis-Jenis Pariwisata
1. Wisata Budaya
wisata budaya mempunyai arti bepergian secara bersama-sama dengan tujuan mengenali
hasil kebudayaan daerah setempat. contoh wisata budaya, seperti: Upacara adat, seni
pertunjukan adat, ritual-ritual, peninggalan nenek moyang, dan lain-lain yang terkait
dengan wisata budaya.
2. Wisata Pendidikan
Wisata pendidikan adalah program wisata yang bisa berpadu dengan program pendidikan
yang ada didalamnya. Jenis wisata ini bisa dilaksanakan di sekolah-sekolah yang
berfungsi untuk mendukung pelajaran yang ada di sekolah.
3. Wisata Alam
Wisata alam adalah kegiatan rekreasi dan pariwisata yang bisa memanfaatkan potensi
alam dan menikmati keindahan alam, yang masih alami atau yang sudah ada usaha budi
daya, agar ada daya tarik wisata pada tempat tersebut.
4. Wisata Bahari
merupakan sebuah kegiatan wisata yang berhubungan dengan laut, pantai, dan danau.
5. Wisata sejarah
Wisata sejarah yaitu melakukan kegiatan wisata ke tempat-tempat peninggalan sejarah,
seperti museum, prasasti dan candi.
6. Wisata religi
Wisata religi merupakan perjalanan wisata dengan mengunjungi tempat khusus umat
beragama, biasanya mengunjungi beberapa tempat, seperti tempat ibadah ataupun makam
tokoh-tokoh agama terkemuka.

2
D. Motivasi Berwisata
1. Interpersonal motivations, yaitu untuk hiburan, petualangan, santai, dan relaksasi
2. Physical motivations, yaitu untuk olahraga dan kesehatan
3. Cultural motivations, yaitu untuk tujuan kebudayaan, tradisi, adat dan kekayaan bangsa
4. Business, social and politics motivations, adalah untuk kepentingan bisnis, sosial atau
politik
5. Religious motivations, adalah bertujuan untuk mengasah spiritual dan keagamaan
6. Family motivations adalah untuk kepentingan keluarga
7. Prestige Motivations, untuk status, prestis dan gengsi dalam hidup

E. Aspek-Aspek Pariwisata
aspek-aspek yang mempengaruhi wisata dapat dikelompokkan menjadi empat kategori
(Spillane, 1994:63), diantaranya :
1. Attraction/ daya tarik
Menurut pengertiannya attraction adalah cara menarik wisatawan atau pengunjung
dengan sesuatu yang dapat ditampilkan atau wisatawan tertarik pada ciri-ciri khas
tertentu dari obyek wisata.
2. Fasilitas
Fasilitas dalam pengembangan pariwisata lebih cenderung berorientasi pada attraction di
suatu lokasi karena fasilitas harus terletak dekat dengan pasarnya. Fasilitas cenderung
mendukung bukan mendorong pertumbuhan dan cenderung berkembang pada saat yang
sama atau sesudah attraction berkembang, attraction juga dapat merupakan fasilitas.
Menurut Yoeti (1992), sarana wisata dapat dibagi menjadi tiga unsur pokok, diantaranya :
a. Sarana pokok pariwisata, adalah perusahaan yang hidup dan kehidupannya tergantung
pada arus kedatangan orang yang melakukan perjalanan wisata.
b. Sarana pelengkap kepariwisataan adalah perusahaan atau tempat yang menyediakan
fasilitas untuk rekreasi yang fungsinya tidak hanya melengkapi sarana pokok
kepariwisataan, tetapi yang terpenting adalah menjadikan para wisatawan lebih lama
tinggal pada suatu daerah tujuan wisata.
c. Sarana penunjang kepariwisataan adalah perusahaan yang menunjang sarana
pelengkap dan sarana pokok dan berfungsi tidak hanya membuat para wisatawan

3
betah pada suatu daerah tujuan wisata tetapi fungsi yang lebih penting adalah agar
wisatawan lebih banyak mengeluarkan atau membelanjakan uangnya di tempat yang
dikunjunginya.
3. Infrastruktur
Attraction dan fasilitas tidak hanya dapat dicapai dengan mudah kalau belum ada
infrastruktur, dimaksud dengan prasarana adalah semua fasilitas yang memungkinkan
proses perekonomian sedemikian rupa, sehingga dapat memudahkan manusia untuk dapat
memenuhinya. Menurut Yoeti (1992) prasarana pariwisata dibagi menjadi dua bagian,
yaitu :
Prasarana Ekonomi Prasarana Sosial
Pengangkutan (transportation) Sistem pendidikan
Prasarana komunikasi Pelayanan kesehatan
Kelompok yang termasuk utilitas Faktor keamanan
Sistem perbankan Petugas yang melayani wisatawan
4. Transportasi
Aktivitas kepariwisataan banyak tergantung pada transportasi karena faktor jarak dan
waktu sangat mempengaruhi keinginan orang untuk melakukan perjalanan wisata.
Dengan demikian transportasi dapat memudahkan wisatawan mengunjungi suatu daerah
tertentu. Transportasi diwakili oleh aksesbilitas yang terdiri dari :
a. Klasifikasi kelas jalan
b. Jarak obyek wisata menuju kecamatan pintu gerbang utama
c. Jumlah kota pusat pelayanan yang terletak < 50 km dari obyek wisata
d. Jarak obyek wisata ke kota pusat pelayanan terdekat
e. Kondisi jalan dari obyek wisata ke kota pusat pelayanan terdekat.

F. Dampak Pariwisata
1. Dampak Positif :
a. Terjadinya pertukaran informasi dan komunikasi antara pendatang dengan yang di
datangi.
b. Pemenuhan kebutuhan pendatang memicu perbaikan sarana prasarana yang akhirnya
diikuti/dinikmati juga oleh penduduk setempat.
c. Pembauran budaya dan teknologi modern.
d. Terciptanya peluang kerja karena kreativitas dari pendatang.

4
e. Pertukaran ilmu pengetahuan dan teknologi.
f. Perputaran ekonomi masyarakat dan peningkatan devisa Negara.
g. Penciptaan lapangan kerja, dimana pada umumnya pariwisata merupakan industri
padat karya dimana tenaga kerja tidak dapat digantikan dengan modal atau peralatan.
h. Pariwisata secara wajar cenderung mendistribusikan pembangunan dari pusat industri
kearah wilayah desa yang belum berkembang, bahkan pariwisata disadari dapat
menjadi dasar pembangunan regional.
2. Dampak Negatif:
a. Luntur / musnahnya kebudayaan asli daeah yang tergeser oleh modernisasi
b. Kecemburuan sosial dari penduduk asli terhadap pendatang
c. Tersingkirnya penduduk asli yang fanatik pada nilai-nilai hidup yang di anutnya.
d. Berubahnya bangunan tradisional/ budaya digantikan dengan gedung modern.
e. Masuknya kebiasaan hidup yang berbahaya bagi generasi muda.
f. Keinginan untuk memenuhi ambisi ambisi kekuasaan dari pendatang.
g. vulnerability ekonomi, khususnya kalau negara tersebut sangat tergantung pada satu
pasar asing.
h. Banyak kasus kebocoran sangat luas dan besar, khususnya proyek-proyek pariwisata
berskala besar dan diluar kapasitas perekonomian, seperti barang-barang impor, biaya
promosi keluar negeri, tambahan pengeluaran untuk warga negara sebagai akibat dari
penerimaan dan percontohan dari pariwisata dan lainnya.
i. Polarisasi spasial dari industri pariwisata dimana perusahaan besar mempunyai
kemampuan untuk menerima sumber daya modal yang besar dari kelompok besar
perbankan atau lembaga keuangan lain dibandingkan perusahaan kecil harus
tergantung dari pinjaman atau subsidi dari pemerintah dan tabungan pribadi.
j. Sifat dari pekerjaan dalam industri pariwisata cenderung menerima gaji yang rendah,
menjadi pekerjaan musiman, tidak ada serikat buruh.
k. industri pariwisata dapat menaikkan harga tanah dimana dapat menimbulkan
kesulitan bagi penghuni daerah tersebut yang tidak bekerja disektor pariwisata yang
ingin membangun rumah atau mendirikan bisnis.
l. Banyaknya wisatawan yang masuk menambah besar kerusakan lingkungan terutama
dari sampah.

5
DAFTAR PUSTAKA

http://a-research.upi.edu
https://annisamuawanah.wordpress.com
http://geograph88.blogspot.co.id
http://lib.ui.ac.id
http://www.sandywarman.com
http://saraomegasbrain.blogspot.co.id
http://www.tribunwisata.com