Anda di halaman 1dari 17

BAB III

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN & ANALISIS DATA

A. Gambaran Umum Perusahaan


1. Visi PT. BPR Pande Artha Dewata
PT. Bank Perkreditan Rakyat Pande Artha Dewata mempunyai visi sebagai
LEMBAGA KEPERCAYAAN yang artinya membantu memenuhi kebutuhan
masyarakat akan layanan jasa perbankan melalui UMKM dalam rangka
membantu meningkatkan perekonomian masyarakat selanjutnya dapat
meningkatkan harkat hidup dan kontribusinya terhadap pembangunan
masyarakat disekitarnya. Dengan visi ini PT Bank Perkreditan Rakyat Pande
Artha Dewata diharapkan bisa menjadi bank yang dapat dipercaya dan didukung
dengan Sumber Daya Manusia yang profesional serta didukung oleh leader
(pemimpin) yang memahami serta mengerti fungsi tugas dan tanggungjawab
sehingga semakin hari semakin berkembang dan menjadi besar selanjutnya
masyarakat merasakan turut serta memiliki BPR ini di masa yang akan datang.

2. Misi PT. BPR Pande Artha Dewata


a. BANK SEBAGAI PELAYAN artinya bank memberikan pelayanan jasa
perbankan kepada masyarakat sekitarnya, seperti penerimaan tabungan,
deposito, dan terutama menyediakan dana berupa kredit dengan proses yang
cepat, tepat dan aman, bungan ringan / terjangkau dan bersaing, suasana
yang penuh kekeluargaan, nyaman dengan pelayanan yang ramah dan
mudah. Kemudahan dalam hal ini adalah kemudahan prosedural, lokasi yang
terjangkau, ataupun dengan sistem antar jemput, bunga kredit dan jangka
waktu disesuaikan dengan tingkat kemampuan untuk pengembaliannya.
b. BANK SEBAGAI KONSULTAN artinya bank bersedia memberikan arahan
serta solusi bagi para nasabah maupun calon nasabah yang memerlukan
dalam pengembangan usahanya demi keamanan pada kedua belah pihak baik

20
debitur maupun kreditur karena bank sebagai investor atas usaha debitur.
Dengan misi ini diharapkan PT. Bank Perkreditan Rakyat Pande Artha
Dewata bisa mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.
c. BPR PANDE ARTHA DEWATA SEBAGAI USAHA KECIL dalam
kegiatannya merupakan badan usaha yang komersial, bertujuan memperoleh
laba yang optimal. Kegiatan ini dikelola berlandaskan pada tanggungjawab
sosial terhadap perkembangan dan kemajuan masyarakat serta
bertanggungjawab kepada pemilik perusahaan, dimana kepercayaan
masyarakat merupakan faktor utama dalam menjalankan kegiatan tersebut.

3. Kegiatan Operasional PT. BPR Pande Artha Dewata


Kegiatan Operasional suatu BPR memiliki keterbatasan sebagaimana diatur oleh
Undang-undang tentang perbankan Nomor 10 Tahun 1998. Dalam Undang-
undang tersebut dijelaskan bahwa kegiatan utama BPR adalah menghimpun dan
menyalurkan dana masyarakat serta dalam kegiatannya tidak memberikan jasa
dalam lalu lintas pembayaran. Demikian pula halnya dengan kegiatan yang
dijalankan oleh PT. BPR Pande Artha Dewata tersebut. Kegiatan utama yang
dijalankan antara lain:
a. Menghimpun Dana Masyarakat
1) Tabungan
Tabungan yang ada di PT. BPR Pande Artha Dewata terdiri dari tiga
jenis, yaitu TABERNA (Tabungan Berencana), tabungan harian dan
Tabungan Wajib. Suku bunga untuk ketiga jenis tabungan saat ini adalah
sebesar 10 persen per tahun dihitung dari saldo terendah yang
mengendap pada bank dengan syarat saldo terendah tersebut minimal Rp
10.000,- (sepuluh ribu rupiah).
2) Deposito
Dana yang dihimpun melalui deposito diklasifikasikan melalui empat
jenis jangka waktu yaitu 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan. Adapun

21
besarnya bunga untuk keempat jenis jangka waktu tersebut adalah 12
persen sampai dengan 18 persen per tahun atau disesuaikan dengan
perkembangan pasar.
b. Menyalurkan Dana
Penyaluran dana dilakukan melalui kredit. Apabila dilihat dari jenisnya,
kredit yang diberikan oleh PT. BPR Pande Artha Dewata terdapat dua jenis
yaitu Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Modal Kerja. Besarnya
suku bunga kredit PT. BPR Pande Artha Dewata adalah 30 persen per tahun.

4. Sumberdaya Manusia dan Struktur Organisasi


Adapun bagian-bagian yang menopang struktur organisasi PT. BPR Pande Artha
Dewata adalah Bagian Kas, Bagian Umum, Bagian Pembukuan, Bagian Kredit,
Bagian Dana, Bagian Pembinaan Nasabah, dan Satuan Pengawas Internal (SPI).
Struktur organisasi PT. BPR Pande Artha Dewata terlihat pada gambar berikut.

Direktur

Satuan
Pengawas
Internal

Bagian
Bagian Bagian Bagian Bagian Bagian
Pembinaan
Umum Kas Pembukuan Kredit Dana
Nasabah

Struktur Organisasi PT. BPR Pande Artha Dewata

22
B. Analisis Data
1. Perspektif Keuangan
Analisis rasio keuangan digunakan dalam menilai laporan keuangan perusahaan.
Penilaian kinerja pada perspektif keuangan ini diukur dengan data sekunder
melalui laporan tahunan perusahaan selama periode tiga tahun yaitu tahun 2014,
2015, 2016 menggunakan rasio keuangan sebagai berikut :
a. Return on Asset (ROA)
ROA merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
manajemen dalam memperoleh laba secara keseluruhan. Rumus untuk
mencari ROA adalah sebagai berikut:
Laba Bersih Sebelum Pajak
= x 100%
Total Aktiva

Perhitungan rasio ROA berdasarkan data yang diperoleh dapat dilihat pada
tabel 1 sebagai berikut :
Tabel 1
Perkembangan Return on Asset
PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014- 2016.
Laba Bersih Sebelum
Tahun Total Aktiva ROA
Pajak
2014 Rp. 624.620.000 Rp. 22.162.286.000 2,82%
2015 Rp. 1.108.146.000 Rp. 23.734.065.000 4,67%
2016 Rp. 1.839.065.000 Rp. 29.196.237.000 6,30%
Berdasarkan tabel 1 tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut:
Tahun 2014 ROA yang dicapai sebesar 3,64% ini berarti bahwa setiap Rp. 1
aktiva menghasilkan laba bersih sebelum pajak sebesar Rp. 0,0282. Tahun
2015 ROA yang dicapai sebesar 5,62% ini berarti bahwa setiap Rp. 1 aktiva
menghasilkan laba bersih sebelum pajak sebesar Rp. 0,0467. Tahun 2016
ROA yang dicapai sebesar 7,02% ini berarti bahwa setiap Rp. 1 aktiva
menghasilkan laba bersih sebelum pajak sebesar Rp. 0,0630. Berdasarkan
perhitungan diatas dapat diketahui bahwa tahun ROA mengalami

23
peningkatan dari tahun 2014-2016 yang menunjukkan semakin baik baik
kinerja PT. BPR Pande Artha Dewata dalam memanfaatkan aktiva.

b. Net Profit Margin (NPM)


Net Profit Margin (NPM) adalah rasio yang digunakan untuk menunjukkan
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bersih. Rumus
untuk NPM adalah sebagai berikut:
EAT
= x 100%
Pendapatan Operasional

Perhitungan rasio NPM berdasarkan data yang diperoleh dapat dilihat pada
tabel 2 sebagai berikut :
Tabel 2
Net Profit Margin PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014- 2016.
Pendapatan Net Profit
Tahun EAT
Operasional Margin
2014 Rp. 624.260.423 Rp. 3.619.209.112 17,25%
2015 Rp. 1.076.244.638 Rp. 4.319.923.856 24,91%
2016 Rp. 1.568.834.131 Rp. 5.684.982.703 27,60%

Berdasarkan tabel 2 tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut:


Dari tabel 2 tersebut di atas rata-rata untuk periode tahun 2014 sampai
dengan tahun 2016 menghasilkan tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata
sebesar 27,60%. Jadi PT. BPR Pande Artha Dewata telah mengalami
pertumbuhan pendapatan yang cukup baik, dimana setiap pendapatan akan
memberi margin sebesar Rp. 0,28. Prestasi pada tahun 2016 menunjukkan
kenaikan pertumbuhan pendapatan sebesar 27,60% dibanding tahun
sebelumnya.

c. Rasio Operasi (RO)


Rumus untuk NPM adalah sebagai berikut:
Pendapatan Operasional
= x 100%
Aktiva Lancar
24
Perhitungan RO berdasarkan data yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 3
sebagai berikut :
Tabel 3
Rasio Operasi PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014- 2016.
Pendapatan Rasio
Tahun Aktiva lancar
operasional Operasi
2014 Rp. 3.619.209.112 Rp.19.957.824.011 18,13%
2015 Rp. 4.319.923.856 Rp. 21.212.188.356 20,37%
2016 Rp. 5.684.982.703 Rp. 27.706.987.154 20,52%
Berdasarkan tabel 3 tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut:
PT. BPR Pande Artha Dewata menghasilkan pendapatan yang cukup baik,
dimana pada tahun 2014 setiap rupiah aktiva lancar menghasilkan
pendapatan operasional sebesar Rp. 0,1813. Pada tahun 2015 setiap rupiah
aktiva lancar menghasilkan pendapatan operasional sebesar Rp.0,2037. Pada
tahun 2016 setiap rupiah aktiva lancar menghasilkan pendapatan operasional
sebesar Rp.0,2052. Berdasarkan perhitungan diatas dapat diketahui bahwa
tahun RO mengalami peningkatan dari tahun 2014-2016 yang menunjukkan
semakin baik baik kinerja PT. BPR Pande Artha Dewata dalam
memanfaatkan aktiva lancar.
Kinerja dari perspektif keuangan menunjukkan kriteria baik, karena
kecenderungan adanya kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

2. Perspektif Pelanggan
a. Customer Aquisation (CA)
Customer aquisation merupakan tolok ukur yang digunakan untuk
mengetahui seberapa besar PT. BPR Pande Artha Dewata mampu menarik
nasabah baru dalam suatu periode tertentu atau peluang bisnis baru.
Nasabah Baru
= x 100%
Nasabah Sekarang

25
Selanjutnya perhitungan tolok ukur ini dapat dilihat pada tabel 4 sebagai
berikut:
Tabel 4
Customer Aquisation PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014 - 2016
Tahun Nasabah Baru Nasabah Sekarang Rasio CA
2014 76 2.636 2,88 %
2015 113 2.749 4,11 %
2016 197 2.946 6,69 %
Berdasarkan tabel 4 tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut:
PT. BPR Pande Artha Dewata telah mengalami pertumbuhan jumlah nasabah
yang cukup baik, dimana setiap tahunnya bertambah orang yang menjadi
nasabah di PT. BPR Pande Artha Dewata, sedangkan analisis untuk tahun
2016 menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,69% dibanding tahun
sebelumnya. Pertambahan nasabah penyimpan dikarenakan adanya
kewajiban apabila mendapat fasilitas kredit untuk menabung secara wajib.

b. Customer Retention (CR)


Customer retention (CR) merupakan tolok ukur yang digunakan untuk
menentukan seberapa besar PT. BPR Pande Artha Dewata dapat
mempertahankan nasabah dalam periode tertentu.
Nasabah Setia
= x 100%
Nasabah Tahun Sebelumnya
Selanjutnya perhitungan tolok ukur ini dapat dilihat pada tabel 5 sebagai
berikut:
Tabel 5
Customer Retention PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014 - 2016
Nasabah Tahun
Tahun Nasabah Setia Rasio CR
Sebelum
2014 2.535 2.560 99,02 %
2015 2.615 2.636 99,20 %
2016 2.734 2.749 99,45 %
Berdasarkan tabel 5 tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut:

26
Bahwa rata-rata PT. BPR Pande Artha Dewata mempertahankan nasabahnya
untuk periode tahun 2014 sampai tahun 2016 adalah sebesar 99,23%. Jadi
PT. BPR Pande Artha Dewata telah berhasil membina dan menyimpan
dananya di PT. BPR Pande Artha Dewata, dimana rata-rata setiap tahunnya
nasabah yang bertahan adalah sebesar 2.628 orang. Pada tahun 2016 naik
0,25% dibanding tahun sebelumnya yang berarti PT. BPR Pande Artha
Dewata mampu meningkatkan kinerjanya dengan baik.

c. Customer Profitability (CP)


Customer profitability (CP) merupakan tolok ukur yang digunakan untuk
mengetahui seberapa besar keuntungan yang diperoleh PT. BPR Pande Artha
Dewata dari produk yang ditawarkan.
Pendapatan Kredit
= x 100%
Kredit yang Diberikan
Selanjutnya perhitungan tolok ukur ini dapat dilihat pada tabel 6 sebagai
berikut:
Tabel 6
Keuntungan pemberian Kredit
PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014 - 2016
Tahun Pendapatan Kredit Kredit Yang Diberikan Rasio CP
2014 Rp. 2.861.824.936 Rp. 11.361.461.326 25,19%
2015 Rp. 3.250.399.907 Rp. 12.965.484.870 25,07%
2016 Rp. 4.790.907.242 Rp. 18.670.667.585 25,66%
Berdasarkan tabel 6 tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut:
bahwa rata-rata PT. BPR Pande Artha Dewata berhasil menghasilkan
pendapatan dari pemberian kredit untuk periode tahun 2014 sampai dengan
tahun 2016 adalah sebesar 25,31%. Jadi setiap Rp. 1,00 kredit yang diberikan
oleh PT. BPR Pande Artha Dewata telah menghasilkan pendapatan sebesar
Rp. 0,25, sedangkan rata-rata pendapatan dari kredit setiap tahunnya adalah
sebesar 3.643.377.361. Pada tahun 2016 terlihat kenaikan sebesar 0,59%
dibanding tahun sebelumnya.
27
d. Customer satisfication (CS)
Customer satisfication (CS) merupakan tolok ukur untuk menaksir tingkat
kepuasan pelanggan terkait dengan kriteria kinerja spesifik dan
valuepreposition pada PT. BPR Pande Artha Dewata. Selanjutnya
perhitungan tolok ukur ini dapat dilihat pada tabel 7 sebagai berikut:
Tabel 7
Tingkat Kepuasan Nasabah PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014 2016

Sangat
Sangat Tidak
PERNYATAAN Setuju Netral Tidak
Setuju Setuju
Setuju
Penawaran macam 21 62 9 8 -
produk
Letaknya dekat pusat 19 69 10 0 2
keramaian
Sistem penarikan di 34 56 7 3 0
cabang mudah
Kesopanan dan 30 55 7 3 0
keramahan pelayanan
Pengetahuan yang 30 59 11 0 0
dimiliki petugas
Kejelasan dalam
membuka atau 28 49 23 0 0
menutup rekening
Kejelasan informasi 43 45 12 0 0
kredit
Suku bunga yang 13 53 28 4 2
ditawarkan
Sistem pemberian suku 15 54 15 11 5
bunga
Kondisi eksterior 34 56 9 1 0
Desain interior 39 44 11 4 2
memudahkan transaksi
Inovasi produk baru 24 23 47 4 2
yang diberikan
Pelayanan transaksi 35 43 14 5 3
yang cepat dan tepat
Kepercayaan nasabah 45 51 4 0 0

28
TOTAL 320 660 204 40 16

Prosentase 29,23% 50,76% 15,69% 3,08% 1,23%


Rata-rata Customer Satisfication sebesar 50,76 persen menyatakan setuju
dengan kondisi sekarang dan pelayanan PT. BPR Pande Artha Dewata.
Kinerja dari perspektif nasabah menunjukkan kriteria baik, karena
kecenderungan adanya kenaikan dibanding tahun sebelumnya dan hasil
survey nasabah menyatakan setuju dan netral.

3. Perspektif Proses Bisnis Internal


a. Proses Inovasi
Karena PT. BPR Pande Artha Dewata tidak membuat produk baru, maka
dalam kaitan tersebut diukur dengan tingkat penjualan produk. Tolok ukur
ini untuk mengetahui bahwa inovasi yang dilakukan PT. BPR Pande Artha
Dewata memperoleh tanggapan dari nasabahnya.
Rata rata penjualan produk
= x 100%
Nasabah Baru per Tahun
Selanjutnya perhitungan tolok ukur ini dapat dilihat pada tabel 8 sebagai
berikut:
Tabel 8
Tingkat Penjualan Produk PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014- 2016
\
Rata-rata
Tingkat Respon
Tahun penjualan produk Nasabah baru
(per bulan)
(per bulan) per tahun
2014 10 76 13,16 %
2015 18 113 15,93 %
2016 28 197 14,21 %
Berdasarkan tabel 8 tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut:
Rata-rata tingkat penjuakan produk sebesar 13,25 persen dan pada tahun
2016 sebesar 14,21% mengalami penurunan sebesar 1,72% dibanding tahun

29
sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi produk PT. BPR Pande
Artha Dewata cukup diterima dengan baik oleh masyarakat, dengan
demikian perlu melakukan inovasi produk baru agar masyarakat tertarik
untuk menyimpan atau meminjam dana di PT. BPR Pande Artha Dewata.

b. Proses Operasi
Proses operasi ditunjukkan untuk mengetahui bahwa PT. BPR Pande Artha
Dewata memperoleh nilai, maka dalam pengukuran tingkat produksi pada
bank menggunakan tingkat efektifitas pelayanan (cycle effectiveness). Cycle
effectiveness merupakan tolok ukur yang digunakan PT. BPR Pande Artha
Dewata untuk menghitung proses pemrosesan kredit yang diberikan.
Rata rata Waktu Pemrosesan Kredit
= x 100%
Waktu Penyelesaian
Selanjutnya perhitungan tolok ukur ini dapat dilihat pada tabel 9 sebagai
berikut:
Tabel 9
Tingkat Efektifitas Pelayanan
PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014 2016
Tahun Rata-rata waktu Waktu Efektifitas Pelayanan
pemrosesan kredit Penyelesaian
2014 0,50 Jam 480 Jam 0,104 %
2015 0,42 Jam 480 Jam 0,088 %
2016 0,33 Jam 480 Jam 0,069 %
Berdasarkan tabel 9 tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut:
Waktu penyelesaian adalah 20 hari kerja dikalikan 24 jam per hari. Tabel
tersebut di atas menunjukkan bahwa rata-rata cycle effectiveness terhadap
permohonan kredit pada PT. BPR Pande Artha Dewata setiap tahunnya
untuk periode 2014 sampai 2016 rata-rata sebesar 0,067%. Pada tahun 2016
menunjukkan penurunan cycle effectiveness sebesar 0,019% dibanding tahun
sebelumnya. Semakin rendah rasio ini menunjukkan bahwa proses pelayanan

30
dilakukan dengan cepat dan efektif. Bila jumlah nasabah yang pengajuan
kreditnya banyak, maka akan dilayani dengan cepat.

c. Proses Purna Jual


Dalam mengukur proses purna jual pada PT. BPR Pande Artha Dewata
digunakan perhitungan rasio piutang yang tidak dapat ditagih terhadap
jumlah kredit yang disalurkan.
Kredit Macet
= x 100%
Kredit yang Diberikan
Selanjutnya perhitungan tolok ukur kredit macet ini dapat dilihat pada tabel
10 berikut ini :
Tabel 10
Tingkat Kredit Macet
PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014 2016
Tahun Kredit Macet Kredit Yang Rasio Kredit Macet
Diberikan
2014 Rp. 79.476.342,00 Rp. 11.361.461.326 0,70 %
2015 Rp. 77.612.000,00 Rp. 12.965.484.870 0,60 %
2016 Rp. 75.250.000,00 Rp. 18.670.667.585 0,40 %
Berdasarkan tabel 10 tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut:
Rata-rata kredit macet sebesar 0,57% dan pada tahun 2016 meningkat
sebesar 0,40% dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan perbaikan
kinerja. Kinerja dari perspektif bisnis internal menunjukkan kriteria cukup
baik, karena kecenderungan adanya perbaikan efisiensi dan kredit macet
dibanding tahun sebelumnya, kecuali inovasi produk mengalami penurunan.

31
4. Perspektif pertumbuhan/pembelajaran
a. Tingkat Perputaran Karyawan
Tingkat perputaran karyawan untuk mengukur seberapa kemampuan PT.
BPR Pande Artha Dewata mampu mempertahankan karyawannya.
Karyawan Keluar
= x 100%
Jumlah Karyawan
Selanjutnya dapat dilihat pada tabel 11 sebagai berikut :
Tabel 11
Tingkat perputaran karyawan
PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014 2016
Tahun Karyawan Keluar Jumlah Karyawan Keluarnya Karyawan
2014 2 38 5,26%
2015 3 41 7,32%
2016 1 42 2,38%
Berdasarkan tabel 11 tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut:
Persentase keluarnya pekerja PT. BPR Pande Artha Dewata di tahun 2014
sebesar 5,26%, ditahun 2015 sebesar 7,32%, ditahun 2016 sebesar 2,38%
yang menunjukkan bahwa terjadi penurunan persentase keluarnya karyawan
yang cukup dratis ditahun 2016. Dengan menurunnya persentase keluarnya
karyawan menunjukkan semakin baik kinerja perusahaan, karena perusahaan
mampu mempertahankan karyawan yang dimilikinya.

b. Tingkat Produktivitas Karyawan


Tingkat produktivitas karyawan merupakan tolok ukur untuk mengukur
seberapa besar tingkat produktivitas karyawan.
Pendapatan
=
Jumlah Karyawan
Selanjutnya perhitungan tingkat produktivitas karyawan dapat dilihat pada
tabel 12 sebagai berikut :

32
Tabel 12
Tingkat Produktivitas Karyawan
PT. BPR Pande Artha Dewata, 2014 2016
Tahun Jumlah Tingkat Produktivitas
Pendapatan
Karyawan Karyawan
2014 Rp. 3.619.209.112 38 Rp. 95.242.345
2015 Rp. 4.319.923.856 41 Rp. 105.363.996
2016 Rp. 5.684.982.703 42 Rp. 135.356.731
Berdasarkan tabel 12 tersebut di atas diperoleh hasil sebagai berikut:
Produktivitas karyawan PT. BPR Pande Artha Dewata pada tahun 2014
sebesar Rp.95.242.345 yang artinya bahwa setiap 1 orang pekerja
menghasilkan pendapatan sebesar Rp.95.242.345. Pada tahun 2015 sebesar
Rp. 105.363.996 yang artinya bahwa setiap 1 orang pekerja menghasilkan
pendapatan sebesar Rp.105.363.996. Pada tahun 2016 sebesar Rp.
135.356.731 yang artinya bahwa setiap 1 orang pekerja menghasilkan
pendapatan sebesar Rp. 135.356.731. Diketahui bahwa dari tahun 2014-2016
produktivitas karyawan semakin meningkat, yang menunjukkan semakin
meningkatnya kinerja perusahaan.

c. Tingkat Kepuasan Karyawan


Tingkat kepuasan karyawan diukur dengan kuesioner tentang kepuasan
karyawan PT BPR Pande Artha Dewata dalam menjalankan tugas dan
kewajibannya. Berikut hasil jawaban karyawan seperti pada tabel 13 sebagai
berikut :
Tabel 13
Tingkat Kepuasan Karyawan
PT BPR Pande Artha Dewata, 2014 2016
PERNYATAAN Sangat Setuju Netral Tidak Sangat Total
Setuju Setuju Tidak Jawaban
Setuju
Penerapan
22 10 4 6 0 42
manajemen

33
Mengkomunikasi 31 11 0 0 0 42
kan visi dan misi
Kedisiplinan yang
35 7 0 0 0 42
diterapkan
Program
pelatihan untuk 9 25 6 2 0 42
meningkatkan
produktivitas
Total 97 53 10 8 0 168
Presentase
57,74 31,55 5,95 4,76 0 100
Kepuasan
Tingkat kepuasan karyawan 57,74 persen menyatakan sangat setuju

d. Tingkat Kemampuan Sistem Informasi


Dalam penelitian ini tingkat kemampuaan sistem informasi diukur dengan
kuesioner tentang akses informasi yang ada di PT BPR Pande Artha Dewata.
Berikut hasil jawaban karyawan seperti terlihat pada tabel 15 sebagai
berikut:
Tabel 15
Tingkat Kemampuan Sistem Informasi
PT BPR Pande Artha Dewata, 2014 2016
PERNYATAAN Sangat Setuju Netral Tidak Sangat Total
Setuju Setuju Tidak Jawaban
Setuju
Penentuan
jadwal kerja
sesuai dengan 17 20 5 0 0 42
kemampuan
karyawan
Hubungan
komunikasi 0 12 30 0 0 42
antar karyawan
Fasilitas
penunjang dan 10 23 9 0 0 42
akses informasi
Total 27 55 44 0 0 126

34
Presentase 21,43 43,65 34,92 0 0 100
Tingkat kemampuan sistem informasi sebesar 43,65 persen setuju dengan
sistem yang ada saat ini.

e. Tingkat Motivasi Karyawan


Dalam penelitian ini tingkat motivasi karyawan diukur dengan kuesioner
tentang sesuatu yang mendorong karyawan PT. BPR Pande Artha Dewata
termotivasi sesuai teori A.H. Maslow. Berikut hasil jawaban karyawan
seperti pada tabel 16 berikut ini :
Tabel 16
Tingkat Motivasi Karyawan
PT BPR Pande Artha Dewata, 2014 2016
PERNYATAAN Sangat Setuju Netral Tidak Sangat Total
Setuju Setuju Tidak Jawaban
Setuju
Pemberian 9 10 20 3 0 42
fasilitas
Pemberian gaji 22 20 0 0 0 42
dan insentif
Pemberian izin 11 10 21 0 0 42
atau cuti
Ketepatan dalam 32 10 0 0 0 42
pemberian gaji
Total 74 50 41 3 0 168
Presentase 44,05% 29,76% 24,40% 1,79% 0,00% 100%
Tingkat motivasi karyawan 44,05 persen menyatakan sangat setuju dengan
rangsangan untuk semangat kerja. Kinerja dari perspektif pertumbuhan dan
pembelajaran menunjukkan kriteria baik, karena kecenderungan peningkatan
kinerja dan hasil survey menyatakan setuju dengan keadaan sekarang.
Beberapa alasan telah dinyatakan untuk menjelaskan mengapa ukuran non
manajemen. Ukuran non keuangan diyakini melengkapi tampilan keuangan
jangka pendek sebagai indikator kemajuan dari tujuan PT. BPR Pande Artha
Dewata jangka panjang. Pengukuran laba berjalan dan ukuran keuangan

35
lainnya hanya sebagian mencerminkan efek dari aktifitas masa lalu dan saat
ini, sedangkan ukuran non keuangan untuk kepuasan pelanggan, peningkatan
proses internal, serta aktivitas inovasi dan peningkatan organisasi
mencerminkan efek dari tindakan manajerial saat ini yang tidak akan terlihat
dalam kinerja keuangan hingga saatnya nanti.

36