Anda di halaman 1dari 6

Suatu malam sekitar puku 19:45 WIB di ruang anggrek RSUD Dr.

Hardjono Ponorogo ada


pasien dengan diagnosa Thypoid yang bernama Ny.S yang berusia 50th. Kondisi Ny. S pada saat itu
sudah membaik, beliau sudah mampu berkomunikasi dengan baik dengan petugas kesehatan yang
sesekali berkunjung ke ruangan pasien untuk memastikan perkembagannya. Ny.S dirawat di Rumah
sakit tersebut sudah 3hari ini. PPada saat itu ada perawat yang berjaga ditemani dengan 2
mahasiswa praktikan yang sedang bertugas pada shif sore.
Berhubung malam itu sudah menjelang pergantian shif , maka perawat 1 sedang operan
dengan perawat 2 yang shif malam. Tiba-tiba ada keluarga dari px yang tidak lain ialah keluarga dari
Ny.S datang ke ruang jaga perawat, keluarga itu meminta perawat untuk memperbaiki infus yang
macet.
Suami px : (mengetuk pintu langsung masuk ) mbak perawat tolong
Perawat 1 : iya pak, ada yang bisa kami bantu pak?
Suami px : infus istri saya macet , nggak jalan lo mbak.
Perawat 1 : baik pak, kami akan segera kesana.
Suami px : iya mbak, segera ya mbak. (sambil meninggalkan ruangan jaga )

Berhubung perawat 1 sedang operan dengan perawat 2 , maka perawat 1 meminta


mahasiswa praktikan untuk memperbaiki infus px tersebut.

Perawat 1 : dek, tolong kamu periksa infus Ny.S ya.


Mahasiswa 1 : baik mbak.

Kedua mahasiswa tersebut menuju ruangan ny.S. setibanya disana mereka mencoba
memperbaiki infus yang macet tersebut.

Mahasiswa 1 : selamat malam bu, infusnya macet ya bu?


Ny. S : iya ini sus , sudah dari tadi infusnya ndak jalan.
Mahasiswa 2 : baik bu, kami periksa dulu ya bu
Ny.S : iya sus

(antara mahasiswa)
Mahasiswa 2 : aku plintir tapi gak jalan, coba kamu ambil spuit.
Mahasiswa 1 : ini spuitnya, kamu spul ya
Mahasiswa 1 : iya , pasang perlaknya coba
(perawat 2 pun memasang perlak sebagai alas di bawah tangan pasien )
Mahasiswa 1 : ibu nanti kalau agak sakit ditahan ya bu
Ny.S : iya sus

Namun setelah dilakukan beberapa tindakan , infusnya masih juga belum mengalir. Akhirnya
salah satu dari mereka memutuskan kembali ke ruang jaga untuk memberitahu perawat 1.

*Di ruang jaga


Mahasiswa 1 : mba , infus Ny.S sudah kami coba benahi tetapi tetao saja infusnya belum
mengalir.
Perawat 1 : kamu ganti infusnya saja dek.
Mahasiswa 1 : didampingi ya mbak, kami masih belum yakin mbak.
Perawat 1 : kalian kalau nggak nyoba dari sekarang kapan bisanya, kemarin juga bisa gitu kok.
Coba kalian lakukan tindakan dulu nanti saya nyusul.
Mahasiswa 1 : baik mbak

mahasiswa itupun menyiapkan alat untuk mengganti infus tersebut dan segera bergegas menuju
ruang pasien.
Mahasiswa 1 : kata mbak perawat 1 suruh ganti infusnya, ini udah aku bawain alatnya.
Mahasiswa 2 : iya , kamu siapin aliran infusnya, aku cari pembuluh darahnya.
Mahasiswa 1 : iya siap

Mahasiswa 2 : permisi ibu, dikarenakan infusnya tadi tadi nggak ngalir jadi kami akan menggannti
infusnya dengan yang baru.
Ny S : iya mba

Saat mahasiswa mengganti infus ,salah satu dari keluarga px pun datang
Anak px : mbak , kenapa ya ibu saya?
Mahasiswa 2 : tadi infus ibu anda macet dan tidak bisa diperbaiki jadi saya ganti.
Anak px : oh begitu ya mba, kaalu begitu silahkan dilanjut mbak.

Kemudian kedua mahasiswapun melanjutkan tindakan yang sedang dilakukan. Dikarenakan


pembuluh darahnya sangat kecil , mereka kesulitan untuk menemukan pembuuh darah dari pasien.
Setelahbeberapa menit akhirnya mereka menemukan pembuuh darah yang akan diinfus. Dengan
sangat hati-hati jarum ditusukkan. Namun naasnya pembuluh darah tersebut pecah. Karena merasa
gagal mereka akhirnya panik.
Ny.S : aduh sakit mbak.
Mahasiswa 1 : iya ini memang sedikit sakit bu, ditahan ya
Ny.S : dari tadi kok Cuma nyuruh nahan, sebenarnya kalian ini bisa ndak to. (dengan
nada yang lumayan tinggi)
Mahasiswa 2 : ibu tenang dulu ya, biar segera selesai.

Mahasiswa 1 : ini kenapa ya kok susah masuknya? (sembari berbisik dengan mahasiswa 2)
Mahasiswa 2 :lalu bagaimana ini? (dengan wajah panik )
Suami px : mbak-mbak ini gimana to kok malah ngobrol, lihat istri saya kesakitan itu.

Mahasiswa 1 & 2 menjadi panik dan tiba-tiba perawat 2 datang yang ditemani dengan 2
mahasiswa praktikan yang bertugas di shift malam.
Perawat 2 : ada apa ini dek? Belum selesai to nginfusnya?
Mahasiswa 1 : ini mbak pembuluh darahnya pecah, kami kesulitan memasukkannya karena
pembuuh darah pasien juga sangat kecil.
Perawat 2 : ya sudah kamu pulang dulu e dek, perawat 1 juga udah mau pulang. Biar saya dan
teman-teman kamu ini yang selesaikan.
Mahasiswa 1 & 2 : baik mbak, sebelumnya terimakasih dan minta maaf.

Kemudian perawat 2 melihat tindakan yang sudah dilakukan mahasiswa 1&2 tadi. Kemudian
perawat 2 meminta mahasiswa untuk mengambilkan abocat yang baru.
Perawat 2 : Dek, ini tolong ambilkan abocat yang baru ya.
Mahasiswa 3 : baik mbak.

Kemudian mahasiswa 3 datang membawa abocat yang baru. Setelah itu pemasangan infus baru
dilanjutkan.
Perawat 2 : dek, kamu bisa gak dek memasang ini ?
Mahasiswa 4 : iya mbak, tapi mohon didampingi dulu ya.
Perawat 2 : iya dek, hati hati lo ya.
Kemudian mahasiswa 3&4 segera melakukan tindakan tersebut.
Mahasiswa 3 : bu, ini saya akan melakukan tindakan pemasangan infus kembali. Apakah ibu
bersedia?
Ny.S : saya tidak mau mbak, tadi saja sakit sekali, saya maunya sama mbak perawat yang
udah berpengalaman.
Mahasiswa 4 : tapi kami akan melakukan tindakan dengan berhati-hati bu.
Ny.S : tapi saya tidak mau, saya maunya sama yang udah berpengalaman. Saya nggak
mau dijadiin percobaan.
Perawat 2 : baiklah bu, saya yang akan melakukannya .
Ny.S : nah gitu dong, saya nggak percaya kalau sama mereka-mereka itu. (sambil
melihat kedua mahasiswa praktikan yang ada disamping perawat 2)
Perawat 2 : dek ,tolong jadi asisten saya ya.
Mahasiswa 3&4 : baik mbak

Perawat 2 memasang infus tersebut ditemani oleh kedua mahasiswa praktikan, selang beberapa
menit infus telah terpasang di tangan pasien.

Perawat 2 : ibu, ini sudah selesai pemsangan infusnya, untuk tangan yang dipasangi infus
jangan terlalu banyak digerakkan ya bu biar ga macet lagi.
Ny.S : iya iya mbak, mulai saat ini saya nggak mau ditangani oleh mahasiswa. Mereka itu
asal-asalan kalau nangani saya
Perawat 2 : bukannya asal-asalan bu, tapi jam terbangnya saja yang kurang. Gerogi mungkin
masih ada, saya dulu juga seperti mereka bu
Ny.S : mbak ini kok malah jawab ya, gak sopan sekali jadi perawat, saya ini pasien lo
mbak. Saya bisa adukan ke atasannya.
Anak Px : ibu ,sudah bu. Namanya juga manusia pasti juga ada salahnya.
Perawat : dek, bereskan alatnya, dan segera bawa kembali ke ruang jaga ya.
Ahasiswa : iya mbak, baik
Perawat : yasudah bu, dan keluarga . maaf jika saya sudah ada saah kata. Saya permisi dulu
ya, semoga ibu lekas sembuh
Suami : iya sus, terimakasih, maafkan juga istri saya sudah berbicara kasar
Perawat : iya pak (senyum sembari meninggallkan ruangan

Perawat 2 dan mahasiswa pun bergegas menuju ruang jaga. Mereka sedikit agak kesal dengan pasien
tersebut, karena mereka merasa tak dihargai.
Perawat 2 : gak usah didengerin dek kalau ada pasien kaya gitu, kita udah nglakuin yang
terbaik tapi mereka masih aja ngrasa kurang-kurang
Mahasiswa 3 : iya mbak, kami juga nggak tau apa-apa tapi malah kena marahnya
Mahasiswa 4 : nahiya to mba, untung anaknya tadi lumayan jadi gak bikin tambah kesel deh
(sambil senyum menggelitik)
Mahasiswa 3 : kamu ini yang difikirin Cuma itu aja (sambil mengejek)
Perawat2 : hehe kena marah itu udah biasa dek, hmm.. irik-lirik itu gapapa sesekali buat cuci
mata ya kan dek (tertawa dengan riangnya)

Shift maam itupun berjalan seperti biasa, hanya sesekali ada pasien yang rewel. Namun mereka
dengan sigap ddapat mengatasi dengan baik. Tidak terasa pagipun tiba, mereka siap-siap untuk
operan dengan perawat yang bertugas di shift pagi, kebetulan sama dengan yang shift siang kemarin.

Perawat 1 : gimana mba shift malamnya? Banyak yang rewel?


Perawat 2 : endak mbak, Cuma pasien yang ganti infus kemarin yang bikin agak kesell
Perawat 1 : hehee, emang mbak pasien itu emang cerewet kok. Yauda mbak ,aku tak ngikut
visit dulu ya.
Perawat 2 : iya mbak, semangat

Pagi itu dokter, kepala ruang, serta perawat 1 ditemani oleh 2 mahasiswa melakukan visit.
Dokter : selamat pagi Bu, bagaimana keadaanya saat ini ?
Ny.S : baik dok, sudah enakan ini
Dokter : syukur kalau begitu bu.. dilanjutkan istirahatnya jangan lupa obat dan makannya dihabiskan
ya u. Agar ibu lekas bisa pulang
Ny.S : iya dok terimakasih
Anak px dan suami : terimakasih dok

Visitpun telah selesai dilakukan, mereka semua pun kembali keruagan masing-masing. Tiba-tiba Ny.Y
ditemani dengan suaminya menemui kepaa ruang.
Kepala ruang : selamat pagi bu, ada apa bu, apakah ada yang bisa saya bantu ?
Ny.S : saya hanya ingin menyampaikan ya pak, perawat bapak ini banyak yang ga sopan,
dan lagi mereka itu mallasan apa-apa disuruhnya mahasiswa padahal mahasiswa itu kan belum
berpengalaman, saya kemrin merasa diuji coba. Tegur mereka dong pak, saya bilangin kemarin malah
jawab mulu
Kepala ruang : baik bu , nanti saya akan coba rundingkan dengan merak, dan jika mereka da sallah
saya atas nama ruangan ini memohon maaf yang sbesar-besarnya
Ny.Y : iya, bener lo ya bilangin merek, kallau gak gitu saya gak mau berobat kerumah
sakit yang peayanannya seperti ini
Kepala ruang : iya bu, saya akan menindak lanjuti lapran ibu, sekali agi saya ucapkan maaf
Ny.S : yasudah saya permisi kalau begitu

Kepala ruang itupun akhirnya menindak lanjuti aporan dari pasien tersebut, ia bertemu dengan
perawat yang bertugas kemarin , dan mereka menjelaskan dengan rinci. Akhirnya kepala ruang
memahami dan mampu mengambil jalan tengahnya. Ia menyuruh perawat untuk meminta maaf
kepada pasien, bagaimanapun mereka adalah pasien harus dilayani dengan baik.