Anda di halaman 1dari 2

Nama : Winda Amelia

NIM : 90516008
Prodi : Magister Pengajaran Kimia

Tugas Pendahuluan H-3

1) Jelaskan perbedaan mekanisme penstabilan antara sol liofil dan sol liofob?
Kestabilan sol liofob disebabkan adanya lapisan rangkap listrik pada antar muka partikel
dan medium pendispersinya. Permukaan partikel-partikel terdispersi dapat mengadsorpsi
ion-ion tertentu sehingga akan memiliki muatan listrik sejenis dan akan saling tolak-
menolak. Adanya sedikit elektrolit akan menstabilkan sol liofob. Jika medium
pendispersi dari sol liofob diuapkan atau digumpalkan dengan larutan elektrolit, sampai
zat terdipersi terpisah dari medium pendispersi maka tidak akan dapat membentuk sol
liofob lagi walaupun ditambah air sebagai medium pendispersinya. Sol liofob bersifat
irreversible. Kestabilan sol liofil terutama disebabkan oleh karena partikel zat tersolvavi
(mempunyai selubung molekul zat pelarut pada permukaannya, bila pelarut atau medium
pendispersi berupa air disebut terhidrasi). Sol liofil lebih kental dari medium
pendispersinya dan tidak akan mengalami penggumpalan bila ditambahkan sedikit
elektrolit. Oleh karena itu, koloid dari sol liofil lebih stabil jika dibandingkan dengan
koloid liofob. Zat terdispersi dari suatu sol liofil dapat dipisahkan dari medium
pendispersinya dengan cara penguapan atau pengendapan. Koloid yang sudah dipisahkan
dapat kembali menjadi sol liofil dengan menambahkan air lagi sebagai medium
pendispersi. Jadi, pembentukan sol liofil bersifat reversible.
2) Dengan menggunakan rumus protein, tuliskan 4 spesi yang mungkin terdapat dalam
suatu sol protein dalam air?
COOH COOH COO- COO-

+ +
H2 N C H H3 N C H H3 N C H H2 N C H

R R R R
R adalah gugus alkil
3) Bagaimana hubungan konsentrasi spesi-spesi pada nomor 2 pada keadaan isoelektrik?
Titik isoelektrik merupakan keadaan pH suspensi protein dengan muatan total protein
yang bernilai nol dan gaya tolak elektrostatik antar koloid protein yang bernilai minimun.
Di titik ini, interaksi antarmolekul yang dominan adalah gaya van der Waals. Suspensi
akan mengalami flokulasi/ pengendapan dan berubah menjadi sistem koloid liofobik.
Pada titik ini pula, proses koagulasi terjadi. Namun, jika pH larutan berada di bawah pI,
protein bermuatan total positif. Muatan positif protein berasal dari ion NH4+ yang tersisa,
karena gugus karbolsilat COO telah berikatan dengan ion H+ yang melimpah. Sedangkan
jika pH larutan berada di atas pI, protein bermuatan total negatif. Muatan negatif protein
berasal dari ion COO- yang tersisa, karena gugus amino NH4 + telah berikatan dengan ion
OH- yang lebih banyak. Gugus karboksil pada sol protein memberikan sifat asam
sedangkan gugus amina memberikan sifat basa. Asam amino dapat bertindak menjadi
zwitter ion pada keadaan isoelektrik dimana asam amino pada protein dapat bersifat
amfoter yaitu cenderung bersifat asam pada larutan basa dan bersifat basa pada larutan
asam.
4) Tuliskan rumus molekul asam sitrat dan tetapan ionisasi asamnya?
Rumus molekul asam sitrat adalah C6H8O7
Tetapan ionisasi asam sitrat sebagai berikut:
Pka1=3,15 ka1= 7,1 x 10-4
Pka2=4,77 ka2= 1,7 x 10-5
Pka3=6,40 ka3= 6,3 x 10-7