Anda di halaman 1dari 20

TES KREATIVITAS

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Asesmen BK Tes
Yang diampu oleh Dra. Asni, M.Pd.

Disusun Oleh:
Kelompok 6 Kelas 3D
Nur Rizqillah Al-Maulidah 1601015116
Shafira Anggita Putri 1601015040
Nita Novia Pratiwi 1601015008
Siti Dina Novita Astuti 1601015125
Nurfitri Dewi 1601015124

PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
2017
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatu

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Taala karena
atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah dengan
pokok bahasan Tes Kreativitas. Sholawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada
Nabi Muhammad Shallallahualaihi Wa Sallam, keluarganya, sahabatnya dan kita selaku
umatnya.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Asesmen BK Tes. Ucapan
terimakasih penulis ucapkan kepada seluruh kelompok 6 yang telah membantu dalam
penyelesaian pembuatan makalah ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Makalah ini merupakan hasil dari tugas mandiri bagi para mahasiswa, untuk belajar dan
mempelajari lebih lanjut tentang Tes Kreativitas. Penyusunan makalah ini bertujuan untuk
menumbuhkan proses belajar cara berkelompok kepada mahasiswa, agar kreativitas dan
penguasaan materi kuliah dapat optimal sesuai dengan yang diharapkan.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan
oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan dan pengembangan
penyusunan tugas makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan
senantiasa menjadi pedoman dalam belajar untuk meraih prestasi yang gemilang.

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatu

Jakarta, Oktober 2017

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................. i

DAFTAR ISI ................................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. 1

A. Latar Belakang.................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .............................................................................................. 2
C. Tujuan Penulisan ................................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN .............................................................................................. 3

A. Tes Kreativitas ....................................................................................................


B. Pengertian Tes Kreativitas ..................................................................................
C. Ciri-ciri Anak yang Kreatif.................................................................................
D. Jenis-jenis Tes Kreativitas ..................................................................................
E. Kegunaan Tes Kreativitas...................................................................................
F. Faktor yang Mempengaruhi Kreativitas .............................................................
G. Jurnal ..................................................................................................................
H. Jurnal ..................................................................................................................

BAB III PENUTUP ......................................................................................................

SIMPULAN ....................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................................

PEMBAGIAN TUGAS ..................................................................................................

LAMPIRAN ...................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Dalam kehidupan ini kreativitas sangat penting, karena kreativitas


merupakan suatu kemampuan yang sangat berarti dalam proses kehidupan manusia.
Setiap manusia pasti memiliki kreativitas baik itu kreativitas dalam bidang seni
ataupun keilmuan. Kreativitas adalah sebuah kata yang mudah diucapkan tetapi sulit
untuk diartikan, bahkan sulit untuk dijalankan dalam kehidupan sehari-hari bagi
yang belum terbiasa dan yang masih terbelenggu dengan pikiran bahwa kreativitas
itu harus menghasilkan ciptaan yang luar biasa hebat.
Kreativitas berhubungan dengan pola pikir yang dapat menghubungan suatu
masalah atau fenomena dengan unsur-unsur yang lain sehingga menjadi sesuatu
yang baru. Bahkan kreativitas dapat diartikan sebagai pola pikir yang dapat
menciptakan sesuatu yang baru. Dalam belajar kreativitas berperan penting untuk
membantu individu agar semakin maju dalam belajar dan menciptakan inovasi-
inovasi baru agar belajarnya lebih mudah dipahami. Sedangkan dalam
pembelajaran, kreatif berperan penting membantu guru dan yang lainnya untuk
lebih memahami masalah siswa atau anak dalam belajar kemudian mengembangkan
pembelajaran yang lebih baik dan kreatif agar anak atau siswa cepat menangkap
sesuatu, memahami apa yang diberikan, mampu memecahkan persoalan, dan
akhirnya dapat menjadi individu yang sangat kreatif.
Dalam prakteknya ternyata untuk menjadi seseorang yang kreatif sangatlah
sulit. Hal ini dikarenakan adanya faktor penghambat baik dari dalam diri maupun
luar diri. Untuk itu kita perlu mengenali hal tersebut, sehingga dampak yang
menghambat kreativitas dapat diminimalisir. Berdasarkan latar belakang diatas,
perlu adanya penyusunan makalah yang berjudul Tes Kreativitas. Penyususnan
makalah tersebut bertujuan menambah wawasan serta pengetahuan siswa terkait
kreativitas yang dimiliki oleh individu itu sendiri.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari tes kreativitas itu?
2. Apa saja ciri-ciri anak yang kreatif?
3. Apa saja jenis-jenis tes kreativitas?
4. Apa kegunaan dari tes kreativitas?
5. Apa saja faktor yang mempengaruhi kreativitas?

C. Tujuan Penulisan
1. Dapat mengetahui pengertian dan penjelasan tes kreativitas dari berbagai ahli
2. Dapat mengetahui ciri-ciri anak kreatif
3. Dapat memahami jenis-jenis dari tes kreativitas
4. Dapat mengetahui kegunaan tes kreativitas
5. Dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tes kreativitas baik dari
dalam maupun dari luar.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Tes Kreativitas
Kreativitas menurut kamus besar Bahasa Indonesia berasal dari kata dasar
kreatif, yaitu memiliki daya cipta atau memiliki kemampuan untuk menciptakan
sesuatu. Sedangkan, kreativitas sendiri memiliki arti kemampuan untuk
menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru yang berbeda dari yang
sebelumnya.
Menurut buku Muhammad Ali dan Muhammad Asrori (2011:41) Baron
mendefinisikan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu
yang baru. Sesuatu yang baru disini bukan berarti harus sama sekali baru, tetapi
dapat juga sebagai kombinasi dari unsur-unsur yang telah ada sebelumnya. Guilford
menyatakan bahwa kreativitas mengacu pada kemampuan yang menandai ciri-ciri
seorang kreatif. Guilford mengemukakan dua cara berpikir yaitu berpikir konvergen
dan divergen. Cara berpikir konvergen adalah cara-cara individu dalam memikirkan
sesuatu dengan berpandangan bahwa hanya ada satu jawaban yang benar.
Sedangkan berpikir divergen adalah kemampuan individu untuk mencari berbagai
alternative jawaban terhadap suatu persoalan. Guilford menekankan bahwa orang-
orang kreatif lebih banyak memiliki cara berpikir divergen dari pada konvergen.
Sedangkan Utami Munandar menyimpulkan konsep kreativitas dengan
pendekatan Empat P, Yaitu: Pribadi, Proses, Produk, dan Pendorong.
Yang pengertian definisinya sebagai berikut:
1. Definisi Pribadi menjelaskan bahwa kreativitas muncul dari keunikan
keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya (Hulbeck).
Kreativitas merupakan titik pertemuan yang khas antara 3 atribut psikologis:
intelegensi, gaya kognitif, kepribadian atau motivasi (Sternberg).
2. Definisi Proses menjelaskan bahwa kreativitas nampak di dalam cara
menemukan masalah, kesulitan, informasi yang salah, unsur-unsur yang
salah, hingga menyampaikan hasilnya.
3. Definisi Produk menjelaskan bahwa kreativitas menekankan unsur
orisinalitas, kebaruan, dan kebermaknaan. Barron dan Vernon menyatakan
bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan
sesuatu yang baru. Ditambahkan oleh Haefele bahwa produknya tidak harus
selalu baru tetapi kombinasinya. Munandar menambahkan bahwa produknya
harus mempunyai makna sosial.
4. Definisi Pendorong menjelaskan bahwa kreativitas menekankan pada faktor
pendorong internal yaitu diri sendiri dan eksternal, yaitu lingkungan sosial
dan psikologis. Faktor internal termasuk motivasi intrinsik (pendorong
internal). Dan lingkungan sosial yang kondusif (pendorong eksternal).
Dilihat dari bebagai pengertian krativitas di atas, dapat disimpulkan bahwa
kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan karya-karya baru
yang dapat berwujud imajinatif dan kreativitas juga dapat memahami kesenjangan
atau hambatan dalam hidup seseorang, karena orang kreatif lebih banyak memiliki
cara-cara divergen dan mengkomunikasikan karya-karyanya serta memodifikasi
karya-karya yang baru lalu diterapkan ke dalam suatu tindakan.
Sedangkan tes kreativitas itu sendiri adalah suatu tes yang digunakan untuk
mengukur kemampuan berpikir divergen, dengan membedakan aspek kelancaran,
kelenturan, orisionalitas dan kerincian dalam berpikir serta untuk merasakan dan
mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan (masalah) ini,
menilai dan menguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya
lagi, dan akhirnya menyampaikan hasil-hasilnya.
B. Ciri-ciri Individu yang Kreatif
Menurut Guilford ciri-ciri orang yang kreatif terdiri dari:
1. Kelancaran: Kemampuan memproduksi banyak ide.
2. Keluwesan: Kemampuan untuk mengajukan bermacam-macam pendekatan
jalam pemecahan masalah.
3. Keaslian: Kemampuan untuk melahirkan gagasan yang orisinil sebagai hasil
pemikiran sendiri.
4. Penguraian: Kemampuan menguraikan sesuatu secara terperinci.
5. Perumusan Kembali: Kemampuan untuk mengkaji kembali suatu persoalan
melalui cara yang berbada dengan yang sudah lazim.
Sedangkan menurut Campbell (dalam Manguhardjana, 1986) mengemukakan ciri-
ciri kreatif yang secara umum dapat dikelompokan menjadi 3 kategori, yaitu:
1. Ciri-ciri pokok yang disebut dengan kunci untuk melahirkan ide, gagasan,
ilham, pemecahan, cara baru, penemuan. Ciri-ciri pokok ini meliputi:
a. Kelincahan mental adalah: kemampuan untuk bermain-main dengan ide-
ide, gagasan, konsep, lambang-lambang, kata-kata, angka-angka, dan
khususnya melihat hubungan yang tidak biasa dari ide-ide.
b. Berpikir ke segala arah adalah: kemampuan untuk berpikir dari satu ide,
gagasan lalu menyebar ke sagala arah tidak hanya terfokus pada satu
jawaban saja.
c. Fleksibilitas konseptual adalah: kemampuan untuk secara spontan
mengganti cara memandang, pendekatan, kerja yang tak jalan.
d. Orisinalitas adalah: kemampuan untuk mengeluarkan ide, gagasan,
pemecahan, cara kerja yang tidak lazim, yang jarang, bahkan mengejutkan.
e. Lebih menyukai kompleksitas daripada simplisitas, dari penyelidikan
diketemukan bahwa pada umumnya, orang-orang kreatif lebih menyukai
kerumitan dari pada kemudahan, memilih tantangan dari keamanan,
cenderung pada yang lebih kompleks dari yang sederhana. Akibatnya
mereka dapat bertemu dengan gagasan-gagasan aneh dan hal-hal baru dari
pada orang-orang yang puas dengan yang mudah, aman dan sederhana.
f. Latar belakang yang merangsang, orang-orang kreatif biasanya sudah lama
hidup dalam lingkungan orang-orang dapat menjadi contoh dan dalam
suasana ingin belajar, ingin bertambah tahu, ingin maju dalam bidang-
bidang yang ditekuninya.
g. Kecakapan dalam banyak hal, para manusia kreatif pada umumnya
mempunyia banyak minat dan kecakapan dalam berbagai bidang.
2. Ciri-ciri yang memungkinkan dimana individu mampu mempertahankan ide-ide
kreatif. Ciri-ciri ini meliputi:
a. Kemampuan untuk bekerja keras.
b. Berpikir mandiri. Orang-orang kreatif memiliki ras individualitas yang
kuat. Mereka membuat keputusan sendiri, mereka percaya kepada daya
pikir mereka, dan mereka mempunyai pendapat sendiri.
c. Pantang menyerah. Orang-orang kreatif tidak mudah menyerah bila gagal.
Mereka tetap berisaha dan selalu mencoba lagi.
d. Mampu berkomunikasi dengan baik, orang-orang kreatif pada umumnya
juga komunikator-komunikator yang baik, mendalam, jelas, dan bagus.
Karena untuk mewujudkan impian, mereka harus menjelaskan perkara dan
menyakinkan orang.
e. Lebih tertarik pada konsep dari pada segi-segi yang kecil
f. Memiliki tingkat keingintahuan yang cukup tinggi
g. Kaya humor dan fantasi. Mereka mampu mendapatkan dunia yang lebih
luas dan penuh dengan berbagai unsur menarik. Hal ini mendorong mereka
makin terjun dalam kegiatan-kegiatan kreatif dan ada saja yang dicipta.
h. Tidak segra menolak ide atau gagasan baru.
i. Arah hidup yang mantap. Orang-orang kreatif kebanyakan menampkan diri
dalam diri mereka sikap terlibat dalam sesuatu, yakin akan tujuan dan arti
hidup mereka. Motivasi batin semacam itu dapat menjadi daya hebat untuk
untuk membuat kemajuan.
3. Ciri-ciri sampingan. Hal ini tidak langsung berhubungan dengan dengan
penciptaan atau menjaga agar ide-ide yang sudah ditemukan tetap hidup, tetapi
kerap mempengaruhi perilaku orang-orang kreatif. Ciri-ciri ini tidak berhubungan
dengan ciri-ciri orang kreatif tetapi ciri-ciri ini merupakan akibat dari kekuatan
kepribadian orang-orang kreatif dan situasi batin yang diakibatkan oleh kreativitas.
Ciri-ciri ini meliputi,
a. Tidak mengambil pusing apa yang dipikirkan orang lain. orang-orang kratif
berpikir sendiri dan mereka tidak mengambil pusing mengenai apa yang
dipikirakan orang lain. akibatnya mereka tidak peka terhadap perasaan
orang-orang sekitar.
b. Kekacauan psikologis. Karena selalu berpikir yang tidak lazim dapat
membawa mereka ketengah kekacauan psikolgis dan dapat mengakibatkan
keberantakan hidup.

C. Jenis-jenis Tes Kreativitas


Tes kreativitas memiliki sudut pandang penilaian yang berbeda dengan tes
intelegensi. Tes kreativitas mengukur kemampuan berfikir divergen dan tidak ada
jawaban benar atau salah, sedangkan tes intelegensi mengukur kemampuan berfikir
konvergen. Tes kreatif dapat diukur melalui beberapa pendekatan, yaitu pengukuran
langsung dengan teknik tes dan pengukuran tidak langsung dengan teknik non tes.
Ada beberapa jenis tes untuk mengukur kreativitas seseorang, antara lain:
1. Tes yang mengukur kreativitas secara langsung dengan teknik tes.
Sejumlah tes kreativitas telah disusun, diantaranya tes dari Torrance untuk
mengukur pemikiran kreatif (Torrance Test of Creative Thingking : TTCT).
Terdapat empat indikator berfikir kreatif yang diukur melalui tes Torrance
yaitu orisinalitas, fleksibilitas, kelancaran, dan elaborasi. Tes ini dapat
digunakan mulai tingkat TK sampai Perguruan Tinggi yang mempunyai
bentuk verbal dan bentuk figural. Tes terbaru yang sudah diadaptasi untuk
Indonesia, yaitu tes lingkaran (circles test) dari Torrance.
Tes ini pertama kali digunakan di Indonesia oleh Utami Munandar (1977)
dalam penelitian untuk disertasinya Creativity and Education, guna
membandingkan ukuran kreativitas verbal dengan ukuran kreativitas figural.
Kemudian tahun 1988 Jurusan Psikologi Pendidikan Fakultas Psikologi
Universitas Indonesia melakukan penelitian standarisasi tes lingkaran, dan
tes ini kemudian disebut tes kreativitas figural.
c. Tes Kreativitas Verbal (TKV)
Secara operasional tes kreativitas verbal dirumuskan sebagai suatu
proses yang tercermin dari kelancaran, keluwesan, dan orisinal dalam
berfikir. Tes kreativitas verbal disusun berdasarkan model Struktur
Intelek dari Guilford, dengan dimensi operasi berpikir divergen. Tes
kreativitas verbal terdiri dari enam sub-tes, yaitu permulaan kata,
menyusun kata, membentuk kalimat tiga kata, sifat-sifat yang sama,
macam-macam penggunaan, dan apa akibatnya.
d. Tes Kreativitas Figural (TKF)
Tes kreativitas figural merupakan adaptasi dari Circle Test dari
Torrance. Adapun perbedaan penilaian tes kreativitas figural dengan
verbal yaitu selain mengukur aspek kelancaran, keluwesan, dan
orisinalitas, tes kreativitas figural juga mengukur aspek elaborasi yaitu
menambahkan, melengkapi, atau mengembangkan suatu bentuk agar
menjadi lebih variatif dan menarik. Tes kreativitas figural merupakan
tes dengan cara melengkapi, menambahkan atau mengembangkan
suatu bentuk melalui coretan-coretan yang berupa gambar. Tes ini
dilakukan dengan penyelesaian yang singkat sebagai contoh yaitu 10
menit, dapat diberikan dalam kelompok dan materialnya sangat
sederhana.
2. Tes yang mengukur unsur-unsur kreativitas
Kreativitas merupakan suatu konstruk yang multi-dimensional, terdiri dari
berbagai dimensi, yaitu dimensi kognitif (berfikir kreatif), dimensi afektif
(sikap dan kepribadian), dan dimensi psikomotor (keterampilan kreatif).
Masing-masing dimensi meliputi berbagai kategori, seperti misalnya dimensi
kognitif dari kreativitas berfikir divergen mencakup antara lain: kelancaran,
kelenturan dan orisinilitas dalam berfikir, kemampuan untuk merinci
(elaborasi) dan lain-lain. Tes ini diadaptasi dari Creative Attitude Survey
yang disusun oleh Schaefer untuk siswa SD dan SMP yang dilakukan dalam
waktu 15 menit dengan pilihan jawaban ya atau tidak.
3. Tes yang mengukur ciri kepribadian kreatif
Ada beberapa tes yang digunakan untuk mengukur ciri-ciri kepribadian
khusus, diantaranya:
a. Tes mengajukan pertanyaan,yang merupakan bagian dari tes Torrance
untuk berfikir kreatif dan dimaksudkan untuk mengukur kelenturan
berfikir.
b. Tes Risk Taking, digunakan untuk menunjukkan dampak dari
pengambilan risiko terhadap kreativitas.
c. Tes Figure Preference dari Barron-Welsh yang menunjukkan prefensi
untuk ketidakteraturan, sebagai salah satu cirri kepribadian kreatif.
d. Tes Sex Role Identity untuk mengukur sejauh mana seseorang
mengidentifikasikan diri dengan peran jenis kelaminnya. Alat yang
sudah digunakan di Indonesia ialah Ben Sex Role Inventory.
4. Pengukuran bakat kreatif secara tidak langsung dengan teknik non tes
Dalam upaya mengatasi keterbatasan tes tertulis untuk mengukur kreativitas
dirancang beberapa pendekatan alternatif.
a. Daftar periksa (Checklist) dan Kuisoner, alat ini disusun berdasarkan
penelitian tentang karakteristik khusus yang dimiliki pribadi kreatif.
b. Daftar pengalaman, teknik ini menilai apa yang telah dilakukan seseorang
dimasa lalu. Beberapa studi menemukan korelasi yang tinggi antara
laporan diri dan prestasi kreatif dimasa depan. Format yang paling
sederhana meminta seseorang menulis autobiografi singkat, yang
kemudian dinilai untuk kuantitas dan kualitas prilaku kreatif.
5. Pengamatan langsung terhadap kinerja kreatif
Mengamati bagaimana orang bertindak dalam situasi tertentu nampaknya
merupakan teknik yang paling absah, karena observer dapat mengamati secara
langsung kegiatan yang dilakukan oleh individu sehingga mengetahui tingkat
kreativitas dari inidividu tersebut. Tetapi pengamatan ini dapat memakan
waktu dan dapat pula bersifat subyektif.

D. Kegunaan Tes Kreativitas


Ada 3 penggunaan utama untuk tes kreativitas, yaitu untuk mengidentifikasi siswa
berbakat kreatif, untuk tujuan penelitian, dan untuk tujuan konseling.
1. Identifikasi anak berbakat kreatif
Tes kreativitas sering digunakan untuk mengidentifikasi siswa berbakat
kreatif untuk program anak berbakat intelektual. Kebanyakan program anak
berbakat berasaskan bahwa siswa kreatif perlu diidentifikasikan dan
kreativitas perlu diajarkan.
2. Penelitian
Penelitian membantu kita memahami perkembangan kreativitas. Tes
kreativitas dalam penelitian dapat digunakan dengan dua cara. Pertama,
untuk mengidentifikasi orang-orang kreatif dan membandingkan mereka
dengan orang-orang biasa. Kedua, tes kreativitas dalam penelitian dapat
digunakan untuk menilai dampak pelatihan kreativitas terhadap kekreatifan
peserta.
3. Konseling
Konselor atau guru BK di sekolah dasar dan menengah memerlukan
informasi mengenai seorang siswa yang dikirim karena sikapnya yang
apatis, tidak kooperatif, kurang berprestasi, atau karena masalah lain.
Mungkin saja siswa itu sebetulnya kreatif, tetapi tidak tahan akan pekerjaan
rutin yang baginya membosankan, sikap guru yang otoriter dan kurang
memberikan kebebasan dalam ungkapan diri. Tes kreativitas dapat
membantu konselor, guru, orangtua, dan siswa sendiri untuk mengenali dan
memahami bakat kreatif siswa yang terpendam. Informasi ini
memungkinkan guru untuk merancang kegiatan yang menantang dan
menarik bagi siswa kreatif.

E. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tes Kreativitas


Setiap orang memiliki potensi kreatif dalam derajat yang berbeda-beda.
Potensi ini perlu dipupuk sejak dini agar dapat diwujudkan. Untuk itu perlu
kekuatan-kekuatan pendorong, baik dari luar (lingkungan) maupun dari dalam
individu sendiri. Perlu diciptakan kondisi lingkungan yang dapat memupuk daya
kreatif individu, dalam hal ini mencakup baik lingkungan dalam arti sempit
(keluarga, sekolah) maupun dalam arti kata luas (masyarakat, kebudayaan).
Timbul dan tumbuhnya kreativitas yang selanjutnya berkembang suatu
kreasi yang diciptakan oleh seseorang individu tidak dapat luput dari pengaruh
kebudayaan serta pengaruh masyarakat tempat individu itu hidup dan bekerja (Selo
Soemardjan 1983). Tetapi ini tidak cukup , masyarakat dapat menyediakan berbagai
kemudahan, sarana, dan prasarana untuk menumbuhkan daya cipta anggotanya,
tetapi akhirnya semua kembali pada bagaimana individu itu sendiri, sejauh mana ia
merasakan kebutuhan dan dorongan untuk menjalankan kegiatan secara kreatif.
Untuk itu ada beberapa faktor yang mempengaruhi kreativitas yang terdiri dari
faktor eksternal dan faktor internal yakni:
1. Faktor Eksternal
e. Faktor Lingkungan Keluarga
Lingkungan keluarga yang harmonis dan demokratis mendorong anak untuk
mengekspresikan diri tanpa tekanan dan hambatan.
f. Faktor Lingkungan Sekolah
Sekolah merupakan lingkungan kedua setelah keluarga. Suasana, kondisi
sekolah sangat menentukan kreatifitas berkembang.
g. Faktor Lingkungan Masyarakat
Lingkungan masyarakat bersifat heterogen dan kultur yang berbeda,
lingkungan yang tidak kondusif mengakibatkan anak tidak berkembang
kreatifitasnya.
2. Faktor Internal
a. Jenis Kelamin
Jenis kelamin akan berpengaruh terhadap kreativitas. Anak laki-laki
cenderung lebih besar kreativitasnya daripada anak perempuan, terutama
setelah masa kanak-kanak. Hal ini disebabkan adanya perbedaan perlakuan
antara anak laki-laki dan perempuan. Anak laki-laki dituntut untuk lebih
mandiri, sehingga anak laki-laki biasanya lebih berani mengambil resiko
dibanding anak perempuan.
b. Urutan kelahiran
Anak sulung, anak tengah dan anak bungsu akan berbeda tingkat
kreativitasnya. anak yang lahir ditengah, belakang, dan anak tunggal
cenderung lebih kreatif daripada anak yang lahir pertama. Hal ini terjadi
karena biasanya anak sulung lebih ditekan untuk lebih menyesuaikan diri
oleh orangtua sehingga anak lebih penurut dan kreativitasnya mati.
c. Intelegensi
Anak yang intelegensinya tinggi pada setiap tahapan perkembangan
cenderung menunjukan tingkah kreativitas yang tinggi dibandingkan anak
yang intelegensinya rendah. Anak yang pandai lebih banyak mempunyai
gagasan baru untuk menyelesaikan konflik sosial dan mampu merumuskan
penyelesaian konflik tersebut.
d. Tingkat pendidikan orangtua
Anak yang orangtuanya berpendidikan tinggi cenderung lebih kreatif
dibandingkan pendidikannya rendah. Hal ini disebabkan karena banyaknya
prasarana serta tingginya dorongan dari orangtua sehingga memupuk anak-
anak untuk menampilkan daya inisiatif dan kreativitasnya. Dari uraian
tersebut dapat disimpulkan bahwa kreativitas tumbuh dan berkembang
karena faktor internal dan faktor eksternal.

Clark (1983) mengkategorikan faktor-faktor yang mempengaruhi kreatifitas ke


dalam dua kelompok yaitu:

1. Faktor yang mendukung perkembangan kreatifitas adalah sebagai berikut :


a. Situasi yang menghadirkan ketidaklengkapan serta keterbukaan
b. Situasi yang memungkinkan dan mendorong timbulnya banyak pertanyaan
c. Situasi yang dapat mendorong dalam rangka menghasilkan sesuatu.
d. Situasi yang mendorong tanggungjawab dan kemandirian
e. Situasi yang menekankan inisiatif diri untuk menggali, mengamati, bertanya,
merasa, mengklasifikasikan, mencatat, menerjemahkan, memperkirakan,
menguji hasil perkiraan dan mengomunikasikan.
f. kewibahasaan yang memungkinkan untuk pengembangan potensi kreatifitas
secara lebih luas karena akan memberikan pandangan dunia secara lebih
bervariasi, lebih fleksibel dalam menghadapi masalah, dan mampu
mengekspresikan dirinya dengan cara yang berbeda dari umumnya yang
dapat muncul dari pengalaman yang dimilikinya.
g. Posisi kelahiran (berdasarkan tes kreativitas, anak sulung laki-laki lebih
kreatif daripada anak laki-laki yang lahir kemudian)
h. Perhatian dari orangtua terhadap minat anaknya, stimulasi dari lingkungan,
sekolah, dan motivasi diri.
2. Faktor Penghambat Berkembangnya Kreativitas
a. Adanya kebutuhan akan keberhasilan, ketidakberanian dalam menanggung
resiko, dan upaya mengejar sesuatu yang belum diketahui
b. Konformitas terhadap teman-teman kelompoknya dan tekanan sosial
c. Kurang berani dalam melakukan eksplorasi, menggunakan imajinasi, dan
penyelidikan.
d. Stereotip peran seks
e. Diferensiasi antara bekerja dan bermain.
f. Tidak menghargai terhadap fantasi dan khayalan
BAB III
SIMPULAN

Berdasarkan materi yang telah dibahas mengenai tes kreativitas, maka penulis dapat
menyimpulkan bahwa tes kreativitas adalah serangkaian tes yang dilakukan untuk
mengukur kemampuan pribadi seseorang dengan membedakan aspek kelancaran,
kelenturan, orisionalitas dan kerincian dalam berpikir, sehingga dengan melakukan suatu
tes kreativitas individu menjadi mengetahui kemampuan baru yang ada pada dirinya yang
sebelumnya tidak diketahui. Dengan diadakannya serangkaian tes kreativitas akan
memudahkan guru BK untuk mengetahui kemampuan khusus yang dimiliki oleh siswa
sehingga guru mampu mengarahkan serta memberikan dorongan untuk mengembangkan
kemampuan siswa. Guru harus menghargai keunikan pribadi dan potensi setiap siswa. Pada
waktu tertentu guru harus memberi kebebasan pada siswa untuk melakukan sesuatu yang
disenangi oleh siswa, sehingga kreativitas dari masing-masing siswa akan terlihat dengan
sendirinya.

Dengan demikian individu yang mampu mengembangkan kreativitasnya akan


menghasilkan suatu ketrampilan-ketrampilan baru, mampu mengembangkan diri lebih baik
dalam kehidupan individu itu sendiri, dan akan lebih percaya diri. Sebaliknya individu yang
tidak mampu mengembangkan kreativitas atau ketrampilan akan menunjukan sikap mudah
putus asa, merasa tidak aman sehingga menarik diri dari kegiatan dan takut memperlihatkan
usaha-usahanya. Dari pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kreativitas
mempunyai peran penting dalam menentukan perkembangan manusia. Karena individu
yang dapat menyalurkan kreativitasnya akan mempunyai makna pada tahap
perkembangannya.
DAFTAR PUSTAKA

Ali, Muhammad, Muhammad Asrori. 2011.Psikologi Remaja Perkembangan Peserta


Didik. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Campbell, David. 1986. Mengembangkan Kreativitas. Yogyakarta: Kanisius.
Titian, Lay. 2015. Makalah Kreativitas. http://titianlay05.blogspot.co.id/2015/11/makalah-
kreativitas_26.html. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2017 pukul 17:30 WIB.
Utami, Munandar. 2009. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.
PEMBAGIAN TUGAS

1. Nur Rizqillah Al-Maulidah: menyusun dan membuat makalah


2. Siti Dina Novita: meembuat PPT
3. Nita Novia: membuat jurnal tentang
4. Shafira Anggita: membuat jurnal tentang
5. Nurfitri Dewi: tidak bekerja