Anda di halaman 1dari 9

SKENARIO ROLEPLAY

Komunikasi Terapeutik pada Anak Usia Sekolah


Dosen Pengampu: Ns. Martina Ekacahyaningtyas, M.Kep

Disusun oleh Kelompok 1 S16C:

1. Adiningtyas Prihandini
2. Ahmad Effendri
3. Andre Nugrahanto
4. Ambar Nurhudayani
5. Arvian Putra Riyadi
6. Annisa Istiqomah
7. Asri Wulandari
8. Bagas Pandhu Pramana

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUSUMA


HUSADA SURAKARTA

TAHUN AJARAN 2016


PENDAHULUAN

Anak usia sekolah yang berusia 6 sampai 12 tahun sangat peka terhadap stimulus
yang dirasakannya akan mengancam keutuhan tubuhnya. Oleh karena itu, apabila
perawat akan melakukan suatu tindakan, ia akan bertanya mengapa dilakukan,
untuk apa, dan bagaimana cara dilakukan. Anak membutuhkan penjelasan atas
pertanyaannya. Gunakan bahasa yang dapat dimengerti anak dan berikan contoh
yang jelas sesuai dengan kemampuan kognitifnya. Anak usia sekolah sudah lebih
mampu berkomunikasi dengan orang dewasa. Perbendaharaan katanya sudah
lebih banyak, sekitar 3000 kata dikuasai dan anak sudah mampu berpikir secara
konkret. Apabila akan melakukan tindakan, perawat dapat menjelaskan dengan
mendemostrasikannya terlebih dahulu agar anak mengerti dan memahami maksud
dari tindakan tersebut.

Dalam melakukan komunikasi dengan anak terdapat beberapa tahap yang harus
dilakukan sebelum mengadakan komunikasi secrara langsung, tahapan ini dapat
meliputi tahap awal (Pra Interaksi), tahap perkenalan atau orientesi, tahap kerja
dan tahap terakhir yaitu tahap terminasi.

1.Tahap Pra interaksi

Pada tahap ini yang harus kita lakukan adalah mengumpulkan data tentang klien
dengan mempelajari status atau bertanya keapda orang tua tentang masalah atau
latar belakang yang ada, mengeksplorasi perasaan, proses ini akan mengurangi
kekurangan dalam saat komunikasi dengan cara mengeksplorasikan perasaan aapa
yang ada pada dirinya, membuat rencana pertemuan dengan klien, proses ini
ditunjukkan dengan kapan komunikasi akan dilakukan, dimana dan rencana apa
yang dikomunikasikan serta target dan sasaran yang ada.

2.Tahap Perkenalan atau Orientasi

Tahap ini yang dapat kita lakukan adalah memberikan salam dan senyum kepada
klien, melakukan validasi (Kognitif, psikomotor, afektif), mencari kebenaran data
yang ada dengan wawancara, mengobservasi atau pemeriksaan yang lain,
memperkenalkan nama kita dengan tujuan agar selalu ada yang memperhatikan
terhadap kebutuhannya, menanyakan nama kesukaan panggilan klien karena akan
mempermudah dalam berkomunikasi dan lebih dekat, menjelaskan tanggung
jawab perawat dan klien, menjelaskan peran kita dan klien, menjelaskan kegiatan
yang akan dilakukan, menjelaskan tujuan, menjelaskan waktu yang dibutuhkan
untuk kegiatan dan menjelaskan kerahasiahan.

3.Tahap Kerja

Pada tahap ini kegiatan yang dapat kita lakukan adalah member kesempatan pada
klien untuk bertanya, karena akan memberitahu tentang hal-hal yang kurang
dimengerti dalam komunikasi, menanyakan keluhan utama, memulai kegiatan
dengan cara yang baik, dan melakukan kegiatan sesuai dengan rencana.

4.Tahap Terminasi

Pada tahap terminasi dalam komunikasi ini kegiatan yang dapat kita lakukan
adalah menyimpulkan hasil wawancara meliputi evaluasi proses dan hasil,
memberikan reinforcement yang positif, merencanakan tindak lanjut dengan klien,
melakukan kontrak (waktu,tempat dan topic) dan mengakhiri wawancara dengan
cara yang baik.
SKENARIO ROLEPLAY

(Komunikasi Terapeutik pada Anak yang Demam)

Nama Pemain:

1. Adiningtyas Prihandini (bu Ratih)


2. Ahmad Effendri (pak Joko)
3. Andre Nugrahanto (dokter Agung)
4. Ambar Nurhudayani (Anna)
5. Arvian Putra Riyadi (narator)
6. Annisa Istiqomah Perawat Rima)
7. Asri Wulandari (Perawat Nanda)
8. Bagas Pandhu Pramana (office boy)

Fase Pra-Interaksi

Pada Rumah Sakit Medika Kasih di kamar Melati 1, terdapat seorang pasien
anak berusia 7tahun yang bernama Anna Siska. Ia pagi tadi dilarikan oleh kedua
orangtuanya ke Rumah Sakit, karena demam tinggi. Dari hasil pemeriksaan,
ternyata pasien menderita radang tenggorokan. Selain suhu tubuhnya yang
berada di kisaran 38,50C, pasien juga sering mengeluh sakit pada
tenggorokannya, pusing dan muntah.

Fase Orientasi

Siang hari pukul 11, perawat Nanda mengunjungi pasien...

Perawat Nanda : Assalamualaikum... (sambil tersenyum)

Orangtua pasien : Waalaikumsalam...... (Pasien diam dan terlihat lemah)

Pak Joko : silahkan masuk suster (sambil berdiri mempersilakan)

Perawat Nanda :terimakasih pak. Perkenalkan nama saya suster Nanda.


(sambil tersenyum). Saya akan membantu anak ibu
selama berada di rumah sakit ini. Oh iya bu, untuk
mempermudah dan memperlancar proses pengobatan
anak Ibu disini, saya akan mengajukan beberapa
pertanyaan kepada anak ibu. Apakah bisa bu? (sambil
tersenyum).

Ibu Ratih : bisa suster.

Pasien :( Pasien hanya diam....)

Perawat Nanda : kalau begitu saya langsung saja bertanya kepada anak
ibu.

Ibu Ratih : baik suster silahkan. (sambil tersenyum ramah...).

Perawat Nanda : halo adik, namanya siapa? (tersenyum ramah)

Pasien : Anna Siska (pelan)

Perawat Nanda : wah, namanya bagus. Adek senang dipanggil apa?

Pasien : Anna... (nada pelan)

Perawat Nanda : Oh....Kalau begitu saya panggil dik Anna saja ya....
(sambil tersenyum ramah)

Pasien : ( Pasien mengangguk...)

Perawat Nanda : Hmm.. nah begini kan kakak jadi enak manggilnya
(sambil tersenyum)

Pasien : (Pasien tersenyum....).

Perawat Nanda : adek, saya mau bertanya sebelum adek masuk rumah
sakit apa keluhan-keluhan yang adek rasakan? (Perawat
mulai mengintrogasi....).

Pasien : tenggorokanku sakit sekali, terus pusing, badanku panas


semua, sama rasanya pingin muntah(menceritakan
dengan pelan dan seperti menahan rasa sakit)

Ibu Ratih : iya sus, kemarin siang sepulang dari sekolah anak saya
mengeluh tenggorokannya sakit.

Perawat Nanda : oh, apa yang adik makan disekolah?


Pasien : (wajah sedikit takut) aku nggak makan apa apa kok
sus...

Perawat Nanda : oh, begitu. Adik mau cerita nggak, Kemarin adik ngapain
aja di sekolah?

Pasien : (mulai bercerita) aku kemarin olahraga sama temen,


terus habis olahraga aku diajak temenku beli es, aku juga
ikut beli es

Perawat Nanda : wah, berarti mungkin adik sakit karena minum es

Pasien : begitu ya sus?

Perawat Nanda : iya dik.

Pasien :Oh,

Perawat Nanda : (tersenyum) ya, sudah suster keluar dulu ya, nanti Pak
Dokter mau kesini buat memeriksa adik.

Pasien : iya suster. (tersenyum)

Bu Ratih : Terimaksih suster

Perawat Nanda : sama-sama bu (tersenyum)

Office boy : permisi, saya mengantarakan makan siang (office boy


datang membawa makanan)

Pak Joko : silahkan masuk pak! (menerima nampan makanan)


terimakasih pak.

Office Boy : sama-sama pak (tersenyum dan berjalan keluar)

Fase Kerja

Perawat 2 & Dokter : Assalamuallaikum....

Orangtua & pasien : Walaikumsalam.......

Dokter : selamat sore bapak ibu, kami kemari ingin mengecek


kondisi anak bapak dan ibu.
Orangtua pasien : silahkan dokter.

Perawat Rima : Perkenalkan, nama saya suster Rima, di sini saya


bertugas untuk memeriksa suhu dan tekanan darah anak
Ibu dan bapak.

Bu Ratih : iya suster silahkan

Perawat Rima : Baiklah Ibu

Perawat Rima menemui Pasien....

Perawat Rima : Dek, saya mendapat perintah dari dokter untuk


memeriksa kondisi adek. Untuk mengetahui keluhan-
keluhan yang adek rasakan, saya akan melakukan
pengukuran suhu tubuh dan tekanan darah adek dulu ya
(Perawat menjelaskan tentang tindakan yang akan
dilakukan....)

Pasien : (Pasien hanya menganggukkan kepala...).

Perawat Rima : Dek Anna tenang saja ya , selama saya periksa!


(Perawat menyiapkan alat).Permisi ya... dek saya mau
mengukur suhu tubuh adek dulu! (sambil tersenyum
ramah kepada pasien....). Hmm.... baiklah dek saya sudah
melakukan pengukuran suhu tubuh Adek.

Pasien : Iya suster

Disisi lain, dokter sedang memeriksa laporan data pasien. Dia


melanjutkannya dengan memeriksa tenggorokkan pasien. Setelah itu meminta
perawat menjelaskan hasil pengukuran suhu dan tekanan darah pasien.

Dokter : ayo buka mulutnya dik! (mengarahkan senter ke mulut


pasien)

Pasien : (membuka mulutnya)

Dokter : pinter. Masih sakit nggak tenggorokkannya?

Pasien : masih dokter


Dokter : masih mual atau pusing?

Pasien : udah nggak dokter.

Dokter : kalau begitu suster, berapa suhu tubuhnya?

Perawat Rima : suhu tubuhnya 370C dok

Fase Terminasi

Bu Ratih : jadi bagaimana dengan kondisi anak saya dokter? Apa


demamnya sudah turun?

Dokter : alhamdulillah bu, demamnya sudah berangsur turun,


dan kondisi anak ibu sudah mulai membaik.

Pak Joko : bagaimana dengan tenggorokan anak saya yang masih


sakit dok?(cemas)

Dokter : itu nanti juga akan segera sembuh, asalkan banyak


minum air putih, minum obat teratur dan istirahat yang
cukup, insyaallah dalam satu atau dua hari, anak ibu sudah
baikan.

Bu Ratih : apakah anak saya sudah bisa pulang dok?

Dokter : jika kondisinya semakin baik, besok anak ibu sudah kami
izinkan pulang.

Bu Ratih :terimakasih dokter.

Dokter : sama-sama bu, tolong diperhatikan makanan yang


dimakan anak ibu ya, dan pastikan makanan atau pun
minuman yang dikonsumsi sehat. Agar radang
tenggorokannya tidak kambuh lagi.

Pak Joko : baik dokter, kami akan ingat pesan dokter.

Dokter : kami permisi dulu ya pak bu. (menuju pintu)

Bu Ratih : iya dokter. (tersenyum)


Dokter dan perawat Rima meninggalkan pasien dengan orangtuanya.
Keesokan harinya, Anna sudah diizinkan pulang ke rumahnya.

SELESAI