Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH

KONSEP KEBIDANAN
(Pengertian Filosofi dan Kebidanan)

Disusun oleh:
Kelompok 1 (satu)
1. Aisyah Purnama Putri
2. Claudea Devita
3. Karunia Sari
4. Nur Afriani
5. Rahel Yuliana Sitorus
6. Tresilia Putri Parera
7. Yona Yolanda

AKADEMI KEBIDANAN DEHASEN


BENGKULU
2015
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bidan adalah sebutan bagi orang yang belajar di sekolah khusus untuk
menolong perempuan saat melahirkan.

Bidan Seseorang yang telah menyelesaikan program Pendidikan Bidan yang diakui
oleh negara serta memperoleh kualifikasi dan diberi izin untuk menjalankan praktik
kebidanan di negeri itu. Dia harus mampu memberikan supervisi, asuhan dan memberikan
nasehat yang dibutuhkan kepada wanita selama masa hamil, persalinan dan masa pasca
persalinan ( post partum period ), memimpin persalinan atas tanggung jawanya sendiri serta
asuhan pada bayi baru lahir dan anak. Asuhan ini termasuk tindakan preventif, pendeteksian
kondisi abnormal pada ibu dan bayi, dan mengupayakan bantuan medis serta melakukan
tindakan pertolongan gawat darurat pada saat tidak hadirnya tenaga medik lainnya. Dia
mempunyai tugas penting dalam konsultasi dan pendidikan kesehatan, tidak hanya untuk
wanita tersebut, tetapi juga termasuk keluarga dan komunitasnya. Pekerjaan itu termasuk
pendidikan antenatal, dan persiapan untuk menjadi orang tua, dan meluas ke daerah tertentu
dari ginekologi, keluarga berencana dan asuhan anak. Dia bisa berpraktik di rumah sakit,
klinik, unit kesehatan, rumah perawatan atau tempat-tempat lainnya.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penyusun merumuskan rumusan masalah sebagai
berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan Kebidanan?
2. Apa yang dimaksud dengan Filosofi Kebidanan?
3. Apa yang dimaksud dengan Pelayanan Kebidanan?

1.3 Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengetahui defenisi dari kebidanan, filosofi kebidanan, asuhan
kebidanan, serta pelayanan kebidanan.
BAB II
PEMBAHSAN
2.1.Definisi Bidan
Bidan menurut WHO adalah seorang yang telah diakui secara regulerr dalam program
pendidikan bidan, diakui secara yuridis ditempatkan dan menempatkan kualifikasi serta
terdaftar disektor dan memperoleh izin melaksanakan praktik kebidanan.Sedangkan menurut
international confederation of midewives (ICM) yang dianut dan di adopsi oleh seluruh
organisasi bidan di seluruh dunia, dan diakui oleh WHO dan federation of international
Gynecologist Obstetrition (FIGO) definisi tersebut secara berkala direview dalam pertemuan
international atau kongres ICM. Defenisi terakhir disusun melalui kongres ICM ke-27, pada
bulan Juli 2005 di Brisbane Australia ditetapkan sebagai sebagai berikut:
Bidan adalah seseorang yang telah mengikuti program pendidikan bidan yang di akui di
negaranya, setalah lulus dari pendidikan tersebut, memenuhi kualifikasi untuk di daftar
(register) dan atau memiliki izin yang sah (lisensi) untuk melakukan praktik bidan.

2.2.Definisi Filosofi
Menurut para ahli filosofi merupakan disiplin ilmu yang memperhatikan dan menggali dalil-
dalil yang ada untuk dilaksanakan dalam sehari-hari, jadi filosofi adalah disiplin ilmu yang
difokuskan pada pencarian dasar-dasar dan penjelasan yang nyata.
Sedangkan ditinjau dari segi bahasa filosofi adalah anggapan, pandangan hidup, sikap batin
yang paling umum yang dimiliki orang atau masyarakat (menurut KBBI).
filosofi kebidanan menyatakan bahwa ;
1. Profesi kebidanan secara nasional dalam UU, maupun praturan pemerintah indonesia.
Bidan adalah tenaga kesehatan profesional yang telah diakui oleh international
confederation midwives (ICM) , FIGO dan WHO.
2. Tugas, tanggung jawab, dan kewenangan profesi bidan telah diatur dlm beberapa
peraturan dan kputusan menteri kesehatan. Peraturan dan keputusan menteri
kesehatan membantu program pemerintah di bidang kesehatan khususnya
menurunkan angka kematian ibu (AKI), angka kematian perinatal (AKP), pelayanan
kesehatan ibu dan anak (KIA), pelayanan ibu hamil , kelahiran, nifas, pelayanan
keluarga berencana.
3. Bidan meyakini setiap individu berhak memperoleh pelayanan kesehatan yg aman dan
memuaskan sesuai kebutuhan manusia dan perbedaan budaya.
4. Bidan meyakini menstruasi, kehamilan, persalinan,dan menaupose adalah proses
fisiologis dan hanya sebagian kecil yang membutuhkan intervensi medis.
5. Persalinan adalah suatu proses yang alami dalam peristiwa normal, namun apabila
tidak di kelola dengan tepat dapat menjadi abnormal.
6. Setiap individu berhak dilahirkan secara sehat oleh karna itu, wanita usia subur,ibu
hamil,ibu bersalin dan bayinya berhak mendapatkan pelayanan yg berkualitas.
7. Pengalaman melahirkan merupakan tugas perkembangan keluarga yang
membutuhkan persiapan.
8. Kesehatan ibu dimasa reproduksi dipengaruhi oleh prilaku ibu, lingkungan, dan
pelayanan kesehatan
9. Interfensi kebidanan bersifat komfrehensif yang mencakup upaya promotif, prefentif,
kuratif, dan rehabilitatif yang ditujukan untuk individu, warga, serta masyarakat.
10. Manajemen kebidanan diselenggarakan menggunakan metode pemecahan masalah
untuk meningkatkan cakupan pelayanan kebidanan yang profesional, serta azaz
penelitian dan pengembangan yang dapat melandasi manajemen kebidanan secara
terpadu.
11. Proses pendidikan kebidanan sebagai upaya pengembangan kepribadian yang
berlangsung sepanjang hidup manusia perlu dikembangkan dan diupayakan sebagai
setara masyarakat
2.3.Falsafah asuhan kebidanan
Pengertian falsafah asuhan kebidanan penerapan fungsi kegiatan dan tanggung jawab
bidan dalam pelayanan yang diberikan kepada klien yang memliki kebutuhan / masalah
kebidanan.
Keyakinan tentang asuhan setiap individu berhak untuk dilahirkan secara sehat, untuk
itu maka setiap wanita usia subur, ibu hamil,melahirkan dan ibunya berhak mendapatkan
pelayanan berkualitas, dan berkeyakinan bahwa setiap individu berhak memperoleh
pelayanan kesehatan yang aman dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan manusia dan
perbedaan manusia. Setiap individu berhak untuk menentukan nasib sendiri.
Tujuann utama dari asuhan kebidanan adalah untuk menurunkan angka kematian ibu
dan bayi. Asuhan itu berasal dari,dasar yang solid dari pengetahuan dan keterampilan yang
diperoleh melalui kombinasi pelajaran observasi dan pengalaman pemveri asuhan kebidanan.
Asuhan klebidanan berfokus dalam pencegahan dan promosi kesehatan yang bersifat
holistik yang diberikan pada perempuan berupa informasi yang relevan, objektif dan
konseling

2.4 Definisi pelayanan kebidanan


Adalah bagian integral dari pelayanan kesehatan,yang diarahakan untuk mewujudkan
kesehatan keluarga dalam rangka tercapainya keluarga yang berkualitas. Pelayanan
kebidanan merupakan pelayanan yang diberikan oleh bidan sesuai kewenangan yang
diberikan dengan maksud meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam rangka tercapainya
keluarga yang berkualitas, bahagia dan sejahtera.
Pelayanan kebidanan dibedakan dibedakan berdasarkan kewenangan bidan, yaitu:
1. Layanan Kebidanan primer/mandiri, merupakan asuhan kebidanan yang diberikan
kepada klien dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab bidan
2. Layanan kolaborasi, merupakan asuhan kebidanan yang diberikan kepada klien
dengan tanggung jawab bersama semua pemberi layanan yang terlibat.
3. Layanan rujukan, merupakan asuhan kebidanan yang dilakukan dengan
mnyerahkan tanggung jawab kepada dokter, ahli dan/atau tenaga kesehatan
profesional laiinya untuk mengatasi masalah kesehatan klien di luar kewenangan
bidan dalam rangka menjamin kesejahtraan ibu dan anak.
BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Jadi, kesimpulan dari makalah ini adalah bidan merupakan seorang wanita yang telah
menyelesaikan pendidikan kebidanan dan telah terdaftar dalam organisasi profesi yang
terlesensi oleh pemerintah, dengan pandangan hidup yang digunakan sebagai kerangka
pikiran dalam memberikan asuhan kepada ibu hamil dan bayi dan memiliki sikap batin yang
paling umum dimasyarakat.

3.2.Saran
Semoga mahasiswi dapat memahami definisi dari kebidanan, asuhan kebidanan,pelayanan
kebidanan serta arti dari filosofi, serta dapat menanamkan nilai-nilai yang terkandung
didalamnya.