Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Fungi adalah sebutan bagi ragnum atau kerjaan dari sekelompok besar
mahluk hidup eukariotik heterotroph yang mencerna makanannya diluar
tubuh. Kemudian menyerap nutrient kedalam sel-selnya. Kalangan ilmuan
kerap menggunakan istilah cendawan sebagai sinonim bagi fungi. Fungi juga
memiliki bermacam-macam bentuk ( Achmad, 2011).
Awam menyebut sebagian besar anggota fungi sebagai jamur, kapang,
khamir atau ragi, meskipun seringkali yang di maksud adalah penampilan luar
yang tampak, bukan spesiesnya sendiri. Kesulitan dalam mengenal fungi
sedikit banyak disebabkan adanya pergiliran keturunan yang memiliki
penampilan yang sama sekali berbeda. Fungi dapat memperbanyak dirinya
dengan cara seksual dan aseksual. Perbanyakan seksual dengan cara dua hifa
dari jamur berbeda melebur lalu membentuk zigot lalu zigot tumbuh menjadi
tubuh buah, sedangkan perbanyakan aseksual dengan cara spora, bertunas atau
fragmentasi hifa ( Achmad, 2011).
Jamur merupakan bentuk fungi yang memiliki bentuk luar berupa tubuh
buah berukuran besar sehingga dapat diamati mata secara langsung.
Umumnya, bentuk tubuh buah jamur yang tampak dipermukaan media
tumbuh seperti payung. Tubuhnya terdiri dari bagian tegak yang berfungsi
sebagai bidang penyangga tudung serta tudung yang berfungsi mendatar atau
membulat. Bagian tubuh lainnya adalah jarring-jaring dibawah permukaan
media tumbuh berupa media yang tersusun dari berkas-berkas hifa. Morfologi
jamur sangat berfariasi terutama pada bentuk tudung yang dimiliki oleh setiap
jamur ( Achmad, 2011).
Aplikasi dalam bidang farmasi yaitu agar seorang farmasis dapat
mengetahui bentuk-bentuk dari morfologinya dan juga dapat mengetahui jenis
jamur yang dapat berakibat toksik dan juga dapat mengetahui manfaatnya
dalam bidang kesehatan.
1.2 Maksud dan tujuan percobaan
1.2.1 Maksud percobaan
1. Memahami pengertian dari fungi.
2. Memahami perbedaan fungi hasil pengamatan antara satu dan yang
lain.
3. Memahami tiap jenis sampel yang tumbuh pada sampel.

1.2.2 Tujuan percobaan


1. Mengetahui cara pengamatan morfologi fungi secara mikroskopis.
2. Mengetahui perbedaan fungi hasil pengamatan antara satu dan yang
lain.
3. Mengetahui tiap jenis jamur yang tumbuh pada sampel.

1.3 Prinsip percobaan


Pengamatan morfologi jamur pada sampel isolasi roti basi, nasi basi,
tempe basi dan tongkol jagung basi dengan masing-masing sampel jamur pada
cawan petri yang berisi medium PDA kemudian diunkubasi pada suhu 37 oc
selama 4 x 24 jam. Kemudian diamati dibawan mikroskop serta dibandingkan
pada literature yang ada.