Anda di halaman 1dari 4

3.2.

2 Upaya Meningkatkan Kesehatan Anak

Upaya-upaya meningkatkan kesehatan anak dapat dilakukan dengan berbagai upaya,


yang meliputi:

1. Upaya Pemenuhan Hak-Hak Anak

Dalam UndangUndang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan


Anak.Anak dilindungi agar mereka dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi
secara optimal, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Karena anak
merupakan aset yang akan menentukan keberhasilan suatu negara. Anak memiliki hak
sebagai berikut:

1. Mendapatkan identitas diri dan kewarganegaraan


2. Kebebasan beribadah, berekspresi, dan berpikir
3. Mengetahui orangtuanya, dibesarkan dan diasuh orang tuanya, (terkecuali apabila
orang tuanya menelantarkan anaknya)
4. Memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial
5. Memperoleh pendidikan yang sesuai
6. Menyatakan pendapat, didengarkan pendapatnya
7. Melakukan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan rekreasi
8. Anak yang berkebutuhan khusus mendapatkan bantuan dan rehabilitasi
9. Mendapat perlindungan dari segala hal yang dapat merugikannya
10. Apabila kebebasannya dirampas dapat memperoleh bantuan dan membela diri, juga
dirahasiakan identitasnya apabila menjadi korban kekerasan

Perlindungan hak-hak anak dalam keluarga, masyarakat, dan negara di Indonesia


hendaknya diaplikasikan sesuai dengan prinsip-prinsip, asas-asas, dan tujuan hukum syara.
Imam al-Syatibi memberikan rambu-rambu untuk mencapai tujuan-tujuan syariat yang
bersifat dharuriyyah, hajjiyyah, dan tahsiniyyah dan berisikan lima asas hukum syara
yakni:

a. memelihara agama(hifzh al-din)


b. memelihara jiwa(hifzh al-nafs)
c. memelihara keturunan(hifzh al-nasl)
d. memelihara akal(hifzh al-aql)
e. memelihara harta(hifzh al-maal)
Kaitannya dengan bagaimana pemenuhan hak-hak anak dapat dilaksanakan dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, tentu ia bukan hanya tanggung jawab
individu (personal responsibility), tetapi juga merupakan tanggung jawab negara (state
responsibility). Karena pada prinsipnya, tanggung jawab pemenuhan hak-hak anak dalam
hukum Islam merupakan penjabaran dari hak manusia (individu sebagai makhluk) dan hak
Allah yang diberikan kepada ulil amri. Salah satu cara untuk mengimplementasikan UU
Perlindungan Anak adalah melalui pendekatan politik hukum, dalam arti pemerintah
mengarahkan kesadaran masyarakat untuk melaksanakan UU Perlindungan Anak tersebut
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Perlindungan Anak adalah segala
kegiatan untuk menjamin dan melindungi Anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh,
berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat
kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Oleh karena itu
pemenuhan dari semua itu harus optimal agar anak mendapatkan hak-hak yang memang
dibutuhkan. Salah satu lingkungan pertama kali yang dapat memberikan jaminan
terpenuhinya ekspresi hak seorang anak adalah:

1. Dimulai dari lembaga terkecil yaitu keluarga. Di dalam sebuah keluarga, setiap orang
tua mempunyai kewajiban dan tanggung jawab terhadap hak-hak seorang anak dan
lingkungannya, tanggung jawab orang tua sebagai anggota masyarakat wajib
menciptakan lingkungan yang kondusif untuk tumbuh dan kembang anak-anaknya.
Dimana dalam kehidupan bermasyarakat dapat diwujudkan pergaulan yang dapat
mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak agar mampu menjadi individu yang
mandiri. Namun tanggung jawab orang tua secara umum dan mendasar adalah
menjamin hak untuk meperoleh pendidikan terhadap anak-anaknya. Negara dan
pemerintah memiliki kewajiban dalam turut memenuhi hak anak, tanpa
membedabedakan, dengan kata lain tidak mendiskriminasi. Selain itu juga wajib
untuk memberikan sarana dan prasarana yang dapat mendukung terpenuhinya hak
anak, dan juga mengawasi segala bentuk perlindungan anak yang ada. Masyarakat
juga memiliki kewajiban dalam membantu terpenuhinya hak anak dengan perannya
menyelenggarakan perlindungan anak. Sedangkan keluarga kewajibannya dalam
memenuhi hak anak yaitu lebih kepada pengasuhan, pendidikan, perlindungan, juga
pengembangan minat dan bakat. Anak yang tidak diasuh oleh orang tua kandungnya,
seperti diasuh oleh wali anak, ataupun orang tua asuh, kewajiban pengasuhnya tetap
sama dengan kewajiban orang tuanya.
2. Elemen masyarakat dalam hal ini Sekolah juga memiliki peran mengoptimalkan
dalam hal perlindungan anak dari tindakan kekerasan seksual. Dalam pendidikan baik
dalam kelurga dan sekolah mampu memberi pengaruh bagi pertumbuhan individu
dalam hal potensi fisik, spiritual, individual, sosial dan religius, sehingga menjadi
manusia seutuhnya. Manusia yang menyatu dengan jenis dan sifat khusus lingkungan
setempat. Pembentukan akhlak tidak hanya dilakukan di lingkungan keluarga, tetapi
dimanapun itu, seorang anak juga harus dibentuk akhlak mereka, seperti halnya di
lingkungan sekolah. Sebelum memulai pelajaran, murid dituntun untuk membaca atau
menghapal doa-doa. Dengan demikian, diharapkan dengan terbentuknya akhlak akan
mencetak anak yang berkepribadian dan mereka bisa membedakan bahkan menjauhi
hal-hal yang dapat mengancam mereka. Menceritakan dongeng yang berisi pesan
moral, menghimbau siswa/siswi untuk berhati-hati terhadap orang yang belum
dikenal, membahas topik tertentu dalam kegiatan parenting yaitu kegiatan pertemuan
antara guru dengan para wali murid yang membahas permasalahan aktual misal
kesehatan reproduksi akan menjadi sarana mengurai problematika yang dihadapi
anak-anak.
3. Peran negara dalam upaya mengoptimalkan hak anak atas perlindungan terhadap
kekerasan seksual antara lain dengan penegakan hukum. Sistem penegakan hukum
sangat dipengaruhi oleh para penegak hukum dituntut memiliki sikap dan perilaku
yang benar-benar berorientasi pada kebenaran substansial dan keadilan
masyarakat. Pemerintah membuat program, misalnya:
a. Penerbitan akta kelahiran gratis bagi anak.
b. Pendidikan tentang cara pengasuhan tanpa kekerasan kepada orangtua dan guru.
c. Layanan kesehatan untuk anak.
d. Meningkatkan anggaran pendidikan dasar dan menggratiskan biaya pendidikan
dasar.

Di samping itu, baik elemen keluarga, sekolah dan negara wajib bersinergis
memastikan tercapainya kesejahteraan dalam arti pemenuhan kebutuhan material- spiritual
yang seimbang bagi anak-anak. Kendatipun saat ini negara memiliki berbagai program
jaminan sosial, namun demikian elemen keluarga dan masyarakat perlu proaktif untuk
mengakases dan berkreasi bagaimana ketahanan keluarga bisa terbangun. Dengan
terpenuhinya aspek kesejahteraan diharapkan mampu mengeliminasi problem sosial termasuk
kekerasan terhadap anak.
Dafpus

Pemenuhan Hak Anak Pemenuhan Hak Anak dalam Hukum Islam, Hukum Positif, dan Hukum
HAM Internasional . https://iyesindonesia.wordpress.com/2014/07/09/pemenuhan-hak-anak-
pemenuhan-hak-anak-dalam-hukum-islam-hukum-positif-dan-hukum-ham-internasional/ diakses
Kamis, 12 Oktober 2017 pukul 15.22 WIB.

Undang Undang Republik Indonesia No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak