Anda di halaman 1dari 5

ADSORPSI

Ketika permukaan padat terkena gas atau cairan, molekul dari gas atau fase solusi menumpuk
atau berkonsentrasi di permukaan. Padat gas yang terserap molekul.

Gambar 23.1

Adsorpsi gas pada permukaan padat.

Fenomena konsentrasi molekul gas atau cair pada permukaan padat disebut adsorpsi. Substansi
yang deposito di permukaan disebut adsorbat dan solid pada yang permukaannya deposisi terjadi
disebut yang Adsorben.

Gambar 23.2

Adsorpsi terhadap penyerapan (ilustrasi)

Contoh Adsorpsi

(1) Adsorpsi pewarna oleh arang. Jika arang halus dibagi diaduk menjadi larutan encer
methylene blue (pewarna organik), kedalaman warna larutan menurun lumayan. Pewarna
molekul telah diserap oleh partikel arang.
(2) Adsorpsi gas dengan arang. Jika gas (SO2, Cl2, NH3) diperlakukan dengan arang bubuk
dibejana tertutup, tekanan gas ditemukan menurun. Molekul-molekul gas berkonsentrasi pada
arang permukaan dan dikatakan teradsorpsi.

ADSORPSI TERHADAP PENYERAPAN

Istilah adsorpsi harus hati-hati dibedakan dari istilah seperti yang terdengar lain 'penyerapan'.
Sementara adsorpsi menyiratkan deposisi pada permukaan saja, penyerapan menyiratkan
penetrasi ke dalam tubuh padat (Gambar. 23.2). Untuk ilustrasi krayon kapur ketika dicelupkan
ke dalam tinta mengadsorbsi yang terakhir dan melanggar itu ditemukan menjadi putih dari
dalam.

Di sisi lain, air diserap oleh spons dan didistribusikan ke seluruh spons seragam. Kedua adsorpsi
dan penyerapan sering mengambil sisi tempat berdampingan. Dengan demikian sulit untuk
membedakan antara dua proses eksperimental. Mc Bain memperkenalkan Penyerapan istilah
umum yang meliputi adsorpsi dan penyerapan.

MEKANISME ADSORPSI

Atom atau molekul dari permukaan padat berperilaku seperti molekul permukaan cairan. Ini
adalah tidak dikelilingi oleh atom atau molekul dari jenis mereka. Oleh karena itu, mereka
memiliki tidak seimbang atau sisa.

Gambar 23.3 Gambar 23.4

Hidrogen teradsorpsi molekuler diplatinum Hidrogen teradsorpsi atomik di platinum.

Pasukan yang menarik pada permukaan yang dapat menampung partikel adsorbat. Atom
teradsorpsi atau molekul dapat diselenggarakan pada permukaan logam seperti platinum (Pt)
oleh Waal kekuatan atau kimia pasukan van der fisik karena ikatan valensi sisa. Sehingga
adsorpsi hidrogen pada platinum dapat terjadi dalam dua cara (molekuler atau atom seperti yang
ditunjukkan di atas).
JENIS ADSORPSI

Adsorpsi gas ke permukaan padat terutama dari dua jenis:

(A) Adsorpsi fisik


Hal ini disebabkan molekul gas ditahan pada permukaan padat oleh van der Waal
menarik Pasukan. Hal ini juga disebut sebagai adsorpsi van der Waal. Misalnya, adsorpsi
hidrogen atau oksigen pada arang adsorpsi fisik.

(B) Kimia Adsorpsi atau chemisorption

Dalam jenis adsorpsi, molekul gas atau atom diadakan pada permukaan padat oleh kimia
obligasi. Obligasi ini dapat kovalen atau ionik di alam. Misalnya, hidrogen chemisorbed
pada nikel. molekul hidrogen pertama diserap oleh pasukan van der Waal dan kemudian
memisahkan. Itu atom hidrogen sehingga chemisorbed pada nikel.

Gambar 23.5

Hidrogen memisahkan sebelum chemisorbed pada nikel.

Sering adsorpsi adalah kombinasi dari dua jenis adsorpsi dinyatakan di atas.

Soal :

1. Mendefinisikan atau menjelaskan ketentuan sebagai berikut:

(A) Adsorpsi (b) Adsorpsi fisik

(C) Kimia Adsorpsi (d) Freundlich adsorpsi isotherm

(E) isoterm Langmuir adsorpsi

2. Apa adsorpsi? Mendefinisikan istilah 'adsorben dan adsorbatmemberikan contoh yang cocok.
Jelaskan Fenomena adsorpsi padatan dari solusi.
Jawaban :

1. A. Adsorpsi
Adsorpsi adalah suatu proses yang terjadi ketika suatu fluida (cairan maupun gas)
terikat kepada suatu padatan dan akhirnya membentuk suatu film (lapisan tipis) pada
permukaan padatan tersebut. Berbeda dengan absorpsi, dimana fluida terserap oleh fluida
lainnya dengan membentuk suatu larutan. Untuk mengetahui karakteristik yang terjadi
dalam proses adsorpsi terdapat padatan berpori (pores) yang menghisap (adsorp) dan
melepaskan (desorp) suatu fluida disebut adsorben. Molekul fluida yang dihisap tetapi
tidak terakumulasi/melekat kepermukaan adsorben disebut adsorptive, sedangkan yang
terakumulasi/melekat disebut adsorbat.

B. Adsorpsi fisika
Proses adsorpsi atau penyerapan adalah fenomena fisik yang terjadi saat molekul-
molekul gas atau cair dikontakan dengan suatu padatan dan sebagian dari molekul-
molekul tadi mengembun pada permukaan padatan tersebut. Apabila interaksi antara
padatan dan molekul yang mengembun tadi relative lemah, maka proses ini disebut
adsorpsi fisik yang terjadi hanya karena gaya Van Der Waals.
Pada adsorpsi jenis ini, adsropsi terjadi tanpa adanya reaksi antara molekul-molekul
adsorbat dengan permukaan adsorben. Molekul-molekul adsorbat terikat secara lemah
kareana adanya gaya Van der Waals. Adsorpsi ini relative berlangsung cepat dan bersifat
reversible (reversible). Karena dapat berlangsung dibawah temperature kritis adsorbat
yang relative rendah, maka panas adsorpsi yang dilepaskan juga rendah. Adsorbat yang
terikat secara lemah pada permukaan adsorben, dapat bergerak dari suatu bagian
permukaan ke bagian permukaan lain. Peristiwa adsorpsi fisika menyebabkan molekul-
molekul gas yang teradsorpsi mengalami kondensasi. Besarnya panas yang dilepaskan
dalam proses adsorpsi fisika adalah kalor kondensasinya.
Proses adsorpsi fisik terjadi tanpa memerlukan energi aktivasi, sehingga proses
tersebut membentuk lapisan jamak (multilayers) pada permukaan adsorben. Ikatan yang
terbentuk dalam adsorpsi fisika dapat diputuskan dengan mudah, yaitu dengan cara
degassing atau pemanasan pada temperature 150-200 C selama 2-3 jam.

C. Adsorpsi Kimia
Dalam hal ini, adsorpsi terjadi karena adanya reaksi kimia antara molekul-molekul
adsorbat dengan permukaan adsorben. Adsorpsu jenis ini diberi istilah sebagai
absorption dan bersifat tidak reversible hanya membentuk satu lapisan tunggal
(monolayer). Umumnya terjadi pada temperature diatas temperature kritis adsorbat.
Sehingga kalor adsorpsi yang dibebaskan tinggi. Adsorben yang mengadsorpsi secara
kimia pada umumnya sulit diregenerasi.
D. Isotherm Freundlich

Isoterm ini berdasarkan asumsi bahwa adsorben mempunyai permukaan yang


heterogen dan tiap molekul mempunyai potensi penyerapan yang berbeda-
beda. Persamaan ini merupakan persamaan yang paling banyak digunakan saat ini.
Persamaannya
x/m = kC1/n
dimana,
x = banyaknya zat terlarut yang teradsorpsi (mg)
m = massa dari adsorben (mg)
C = konsentrasi dari adsorbat yang tersisa dalam kesetimbangan
k,n,= konstanta adsorben

E. Isotherm Langmuir

Langmuir berpendapat bahwa gas diadsorbsi pada permukaan solid dan membentuk
tidak lebih dari satu lapis ketebalannya. Pada adsorbsi isothermis ini, persamaan-
persamaan yang digunakan dalam perhitungan diturunkan dari teori Langmuir, dengan
asumsi-asumsi :
1. Seluruh permukaan adsorban memiliki aktivitas adsorbsi yang sama atau seragam.
2. Tidak terjadi interaksi antara molekul-molekul adsorbat.
3. Mekanisme adsorbsi yang terjadi seluruhnya sama.
4. Hanya terbentuk satu lapisan adsorbat yang maksimum di permukaan adsorban.
Teori Langmuir menggambarkan proses adsorbsi terdiri dari dua proses berlawanan,
yaitu kondensasi molekul-molekul fase teradsorbsi menuju permukaan dan
evaporasi/penguapan molekul-molekul dari permukaan kembali ke dalam larutan.